Anda di halaman 1dari 29

PERTOLONGAN PERTAMA PADA

KECELAKAAN
(P3K)
GANGGUAN LOKAL

Dr. Bangun Azhari Yusuf

Gangguan Lokal
Luka
Patah

Tulang / fraktur
Terkilir / Gangguan pada
jaringan lunak

Jenis Luka
Luka

Sayat
Laserasi
Luka Lecet
Luka Tusuk
Luka Tembak
Luka Bakar

LUKA SAYAT
Luka

akibat benda tajam


Pembuluh darah di
pinggiran luka terpotong
lurus
Darah yang keluar cukup
banyak.

LASERASI

Robekan kulit yang kasar


Disebabkan oleh kekuatan yang menekan
atau merobek
Darah yang keluar lebih sedikit
Lebih banyak jaringan yang rusak dan
memar
Luka sering terkontaminasi kuman
sehingga resiko infeksi lebih tinggi.

Penangan Luka sayat dan luka


robek :

Hentikan

perdarahan.
Bersihkan luka dengan larutan
pembersih, seperti betadine 1 %.
Segera dibawa ke rumah sakit
sebelum 8 jam.

LUKA LECET
o
o

Luka permukaan
Lapisan kulit atas terkelupas dan
membekas berupa daerah yang
kasar dan lunak
Disebabkan oleh karena terseret.

Penanganan Luka lecet :

Bersihkan luka dengan larutan


pembersih dan steril seperti
larutan betadine 1 % .
Kemudian berikan obat
merah / Betadine 10 %

LUKA MEMAR
Suatu

benturan
Robeknya kapiler di bawah kulit
Darah masuk ke dalam kulit dan terjadi
memar
Memar yang luas menandakan
terjadinya kerusakan tersebunyi,
misalnya patah tulang atau perdarahan
dalam.

Penanganan Luka memar :


Kompres dengan air dingin/es,
setelah 1 jam baru dapat
dikompres dengan air hangat.

LUKA TUSUK
Luka

yang disebabkan oleh karena


tertusuk benda tajam
Tempat masuknya luka kecil tetapi
kerusakan di bagian dalam cukup luas.
Biasanya katoran ikut masuk ke dalam
tubuh, sehingga resiko infeksi sangat
tinggi.

LUKA TEMBAK
Disebabkan

oleh karena peluru atau


bahan peledak yang bisa disetir masuk
ke dalam atau melintasi tubuh
Mengakibatkan cedera berat dan
membawa pencemaran ke dalam tubuh
Luka di tempat masuk mungkin kecil
tetapi luka di tempat keluar kalau ada
biasanya besar dan kasar.

LUKA BAKAR
Luasnya

luka bakar dapat diperhitungkan


dengan rumus sembilan yaitu dengan
menghitung prosentase seluruh
permukaan tubuh.
Kedalaman luka berguna untuk
memperkirakan kemungkinan beratnya
shock yang akan terjadi
Luasnya luka bakar memberi petunjuk
tentang tindakan pengobatan.
Luka bakar derajat 2 seluas 20% pada
orang dewasa dan 10% pada anak bisa
menyebabkan shock maka korban harus
berobat ke rumah sakit.
Luka bakar derajat tiga tanpa tergantung
luasnya harus ditangani di rumah sakit.

Hal-hal yang dapat dilakukan pada luka bakar:


Pasien

dibaringkan dan kalau mungkin


bagian yang luka jangan menyentuh tanah.
Luka dibalut dengan kasa basah.
Sementara mendinginkan luka periksa jalan
nafas, pernafasan dan nadi.
Lepaskan cinsin, arloji, ikat pinggang,
sepatu dan pakaian secara hati-hati sebelum
luka membengkak (bila barang melekat pada
luka jangan mencoba dilepaskan).
Luka ditutup dengan pembalut (luka bakar
dimuka tidak perlu ditutup tetapi harus terus
didinginkan dengan air untuk meredakan
nyeri).
Hubungi pertolongan atau ambulance dan
tangani shock kalau ada.

Luka Bakar derajat 1

Luka Bakar Derajat 2

Luka Bakar Derajat 3

JENIS PERDARAHAN
Perdarahan Arteri :

Perdarah karena terputusnya pembuluh darah


arteri.
Darahnya banyak mengandung banyak oksigen
Warnanya merah terang
Darah yang keluar dari luka akan memancar

Perdarahan Vena :

Perdarahan yang disebabkan oleh karena


terputusnya pembuluh darah vena/balik
warnanya merah gelap oleh karena tidak
mengandung oksigen.

Perdarahan Kapiler :

Perdarahan yang disebabkan terputusnya


pembuluh darah kapiler/pembuluh rambut.
Darah merembes dari luka.

PERTOLONGAN PERTAMA
PERDARAHAN
Hal-hal yang dapat dilakukan :

Mengatasi perdarahan dengan cara


menekan luka
meninggikan anggota tubuh yang luka
mencegah shock karena terlalu banyak
kehilangan darah.
Melindungi luka dari infeksi dan
memudahkan penyembuhan secara alami
dengan cara menutup luka dengan
perban.
Menjaga kebersihan supaya korban dan
penolong terlindung dari bahaya infeksi.

PERDARAHAN PADA KULIT KEPALA :

Darah yang keluar akan sangat benyak


mungkin merupakan sebagian dari cidera yang
lebih berat, misalnya patah tulang tengkorak
Periksa secara seksama

Hal-hal yang dapat dilakukan :

Gunakan sarung tangan sekali pakai dan rapikan kulit


yang terkelupas
Tekan langsung yang keras pada luka dengan perban
steril/kain tebal yang bersih.
Perban dieratkan dengan pembalut segitiga. Kalau
masih berdarah tekan lagi bantalannya.
Korban yang sadar dibaringkan, kepala dan bahu
ditinggikan.
Apabila tidak sadar baringkan dalam posisi pemulihan.
Bawa atau kirim korban ke rumah sakit dalam posisi
ini.

PERDARAHAN BAGIAN DALAM:


Korban cedera mengalami shock tetapi tidak
ada tanda-tanda perdarahan, harus dicurigai
adanya perdarahan bagian dalam.
Korban mungkin terlihat pucat, kulit dingin
dan lembab, nadi cepat dan lemah. Nyeri,
haus, gelisah dan tegang,
Informasi kesakitan yang baru dialami,
lebam berpola dan perdarahan dari liang
tubuh.
Hal-hal yang dapat dilakukan :

Terlentang dan ditopang, dan jika tidak sadar,


baringkan dalam posisi pemulihan.
Diselimuti dan hubungi ambulance /
pertolongan.
Periksa dan catat pernafasan, nadi dan
reaksinya setiap 10 menit.
Catat jenis, jumlah dan sumber darah.

CEDERA PADA TULANG, SENDI


DAN OTOT
JENIS CEDERA :
Fraktur :
Tulang yang patah atau retak
Dapat terjadi karena tekanan langsung
atau tekanan tidak langsung
Selain jenis diatas dapat juga fraktur
tulang secara terbuka dan tertutup.

CEDERA PADA TULANG SENDI


DAN OTOT
Dislokasi :
Tergesernya tulang pada suatu sendi
(dislokasi)
Akibat tulang berputar dengan kuat
atau karena kontraksi otot yang sangat
kuat.
Bisa disertai robekan ligamnetum
Lokasi yang sering adalah sendi bahu,
ibu jari, jari tangan dan rahang

CIDERA PADA TULANG, SENDI


DAN OTOT
TINDAKAN PADA FRAKTUR TERTUTUP DAN
DISLOKASI
Tujuannya mencegah gerakan dan
mengatur pengiriman
Hal-hal yang dapat dilakukan :
Tenangkan korban, yang sakit
distabilkan, ditopang dengan tangan
sampai diimmobilisasi.
Agar bisa ditopang dengan baik bagian
yang sakit disatukan dengan anggota
tubuh yang sehat.
Hubungi pertolongan/ambulance dan
tangani shock bila ada.

CIDERA PADA TULANG, SENDI


DAN OTOT
TINDAKAN PADA FRAKTUR TERBUKA
Tujuannya mencegah perdarahan, gerakan dan infeksi
Mempertahankan posisi yang nyaman dalam
transportasi
Hal-hal yang dapat dilakukan :
Tenangkan korban, bagian sakit distabilkan dan
topang sampai diimmobilisasi.
Luka ditutup, ditekan.
Kapas atau kain diletakkan diatas dan disekitar
perban.
Perban dieratkan, balut dengan kuat tetapi jangan
terlau keras supaya sirkulasi tidak terhambat.
Tungkai diimmobilisasi seperti pada fraktur tertutup.
Kalau mungkin bagian yang cedera ditinggikan.
Hubungi pertolongan atau ambulance dan tangani
shock kalau ada.

CIDERA PADA TULANG, SENDI


DAN OTOT
Cedera jaringan lunak :

Cedera yang menyerang ligamentum dan


otot
Otot dan tendo bisa merjadi terlalu
regang dan robek akibat gerakan yang
kuat atau tiba-tiba.
Kerusakan otot dapat terjadi akibat :
Regangan yaitu robeknya sebagian otot
Robekan yaitu seluruh otot robek yang
dapat terjadi pada daging otot atau
tendo.
Memar yang dalam yang bisa meluas pada
otot-otot besar.

CIDERA PADA TULANG, SENDI


DAN OTOT
TINDAKAN PADA CEDERA JARINGAN LUNAK
Prinsip prosedur PRICE (Protection, Rest,
Ice, Compres dan Elevate)
bila anda ragu beratnya cedera perlakukan
sebagai fraktur.
Hal-hal yang dapat dilakukan :
Istirahatkan, stabilkan dan topang bagian
yang cedera
Dinginkan dengan es/kompres dingin untuk
mengurangi bengkak, memar dan nyeri.
Seputar bagian yang cidera ditekan sedikit
dengan gumpalan kapas atau karet busa
yang tebal, eratkan dengan balutan.
Tungkai yang cidera ditopang dan
ditinggikan.
Bawa atau kirim korban ke klinik atau
rumah sakit