Anda di halaman 1dari 1

Nama : Echwan Bayu Suyuti

Kelas : A/13504241044
Pengaruh Kopling Selip terhadap Tenaga Mesin Kendaraan
1. Penyebab Kopling Selip
a. Usia Pemakaian
Kopling yang sudah lama dioperasikan dalam jangka waktu tertentu membuat
ketebalan permukaan plat koplingnya menjadi berkurang(menipis) karena efek dari
gesekan dan panas yang ditimbulkan sendiri. Cara mengatasinya adalah dengan
mengganti satu set kopling dengan yang baru agar penerusan daya dari mesin ke
transmisi lancar dan kinerja mobil kembali maksimal.
b. Gaya Pengemudian Kendaraan
Cara berkendara yang tidak tepat mempengaruhi kondisi kopling tersebut.
Kejadian yang paling sering dialami adalah menginjak pedal setengah kopling atau
tidak penuh, sehingga putaran antara poros output mesin(flywheel) dan kopling itu
sendiri tidak menyatu. Hal tersebut akan menimbulkan gesekan yang berlebihan dan
berimbas pada naiknya temperatur benda yang bergesekan. Jika hal ini dibiarkan terlalu
lama maka akan tercium bau sangit dan kopling akan mengeras karena panas yang
berlebihan bahkan terbakar. Solusinya adalah membiasakan mengemudi yang baik dan
benar dengan cara tidak menginjak pedal koplng setengah-setengah saat memindahkan
gigi percepatan atau akselerasi.
2. Pengaruh terhadap Mesin
Kopling selip mengakibatkan putaran antara poros output mesin(flywheel) dan poros
input transmisi tidak sama, karena flywheel dan plat kopling tidak bisa merekat. Hal
tersebut menimbulkan gesekan yang berlebihan, imbasnya adalah turunnya tenaga yang
dihasilkan mesin dari roda penggerak, temperatur yang terlalu tinggi pada bidang gesek
juga menyebabkan plat kopling menjadi terbakar dan mengeras, serta mempercepat usia
pengoperasian kopling. Kopling yang terbakar biasanya ditandai dengan bau sangit.
Selipya komponen kopling berdampak pada borosnya bahan bakar, karena yang
harusnya menjadi tenaga putar oleh roda penggerak justru beralih ke gesekan yang
berlebihan pada kopling dan flywheel. Selain boros, kopling selip berbahaya ketika
kendaraan dalam kondisi menanjak, karena tenaga yang seharusnya disalurkan
sepenuhnya ke roda penggerak menjadi berkurang karena sebagian tenaga putar terhambat
pada sistem kopling yang bekerja tidak tepat.