Anda di halaman 1dari 5

Tugas :

Review Gizi Terapan


Nama : Lismi Lidyawanti
NPM : 240210130123
GIZI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN
(Bayi, Remaja, Dewasa, Lansia)
Gizi (nutrients) merupakan ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk
melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara
jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Disamping untuk kesehatan,
gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang, karena gizi berkaitan dengan
perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja (Almatsier,
2002).
Peranan gizi dalam siklus hidup manusia sudah tidak diragukan lagi.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat terjadi jika gizi dimasa bayi dan
anak tidak terpenuhi dan tidak diatasi secara dini. Gangguan ini dapat berlanjut
hingga dewasa. Bahkan kekurangan gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan Bayi
Berat Lahir Rendah (BBLR). Status gizi ibu sebelum hamil mempunyai risiko
4,27 kali untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang
mempunyai status gizi baik (Rosemary,1997).
1. Gizi Bayi
Bayi (usia 0-11 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis
karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang
mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Tujuan pemberian gizi yang baik adalah
tumbuh kembang anak yang adekuat. Rekomendasi WHO dalam rangka
pencapaian tumbuh kembang optimal yaitu memberikan air susu ibu kepada bayi
segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya air susu ibu
(ASI) saja atau pemberian ASI secara eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6
bulan, memberikan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak bayi
berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak
berusia 24 bulan atau lebih.

Tugas :
Review Gizi Terapan
Nama : Lismi Lidyawanti
NPM : 240210130123
A. Prinsip Gizi Seimbang Pada Bayi
Makanan terbaik bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambahnya umur,
bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi yang melebihi jumlah ASI.
Banyaknya ASI yang dihasilkan tergantung dari status gizi ibu
B. Macam-macam Makanan Bayi
ASI (Air Susu Ibu), adalah makanan yang paling baik untuk bayi, karena
memiliki keunggulan baik ditinjau dari segi gizi, daya kekebalan tubuh,
psikologi, ekonomi dan lainnya.
C. Kecukupan ASI
Untuk mengetahui kecukupan Asi dapat dilihat dari :
Berat badan waktu lahir dan sekurang-kurangnya setelah 2 minggu

tidak mengalami penurunan berat badan


Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan
Bayi banyak mengompol
Setiap kali menyusui, bayi menyusui dengan rakus kemudian

lemah dan tertidur


Payudara ibu lunak setelah menyusui
D. MPASI ( Makanan Pendamping ASI)
Makanan pendamping ASI diberikan setelah bayi berumur 6bulan yang
bertujuan untuk melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang,
mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima berbagai macam
makanan, jenis MPASI diantaranya :
Buah-buahan
Makanan lunak
Makanan bayi yang dikemas
E. Pengaruh Gizi Seimbang Pada Bayi
Berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi, agar bayi dapt tumbuh
normal dan sehat
F. Dampak Kekurangan dan Kelebihan Gizi Bayi
Kelebihan : menggakibatkan obesitas, dan menyebabkan racun untuk
tubuh
Kelemahan : dapat menghambat pertumbuhan, tubuh menjadi lesu
2. GIZI REMAJA DAN DEWASA
Penentuan kebutuhan akan zat gizi remaja secara umum didasarkan pada
Recommended

Daily

Allowances

(RDA).

RDA

disusun

berdasarkan

perkembangan kronologisnya, bukan kematangan. Karena itu, jika konsumsi


energi remaja kurang dari jumlah yang dianjurkan, tidak berarti kebutuhannya
belum tercukupi (Arisman, 2004).

Tugas :
Review Gizi Terapan
Nama : Lismi Lidyawanti
NPM : 240210130123
Masaremajamerupakanmasarawangizikarenakebutuhanakangizi
sedangtinggitingginya.Haliniyangmenyebabkanseringtimbulmasalahgizi
padaremajaputri.Masalahgizipadaremajaputriakanberdampaknegatifpada
kesehatan.Misalnyapenurunankonsentrasibelajar,risikomelahirkanbayidengan
BBLR dan penurunan kesegaran jasmani. Banyak penelitian telah dilakukan
menunjukkankelompokremajaputrimenderitaataumengalamibanyakmasalah
gizi.MasalahgizitersebutantaralainanemiadanIMTkurangdaribatasnormal
ataukurus(Choco,2009)
A. Prinsip Gizi Pada Remaja Dan Dewasa
Periode ini ditandai dengan pertumbuhan yang cepat baik tinggi badan
maupun berat badannya, pada periode ini sangat membuthkan zat gizi
yang tinggi yang berhubungan dengan besar tubuhnya, pada anak laki-laki
(12-14 tahun), Perempuan (10-12 tahun).
B. Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa
Kemampuan ekonomi keluarga
Pengetahuan tentang gizi
Menyesuaikan konsumsi energy, lemak, kalsium dll sesuai dengan
kebutuhan tubuh
C. Kebutuhan Gizi Seimbang
Pada remaja perempuan 10-12tahun, kebutuhan energinya 50-60

kal/BB/hari, 13-18tahun sebesar 40-50kal/kg BB/hari


Kebutuhan protein meningkat, karena protein dapat dipergunakan

sebagai energi
Kebutuhan protein usia 10-12tahun adalah 50g/ hari, 13-15 tahun

sebesar 57g/hari dan usia 16-18tahun adalah 55g/hari.


Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, keju, kacang dll
Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jeroan dll. Kelebihan
lemak akan disimpan oleh tubuh sebagi lemak tubuh yang
sewaktu-waktu diperlukan. Kebutuhan lemak tidak boleh melebihi

25% dari total energi perhari.


Kebutuhan vitamin dan mineral juga meningkat, seperti vitamin
B1, B2, D dll, kekurangan vitamin dapat menimbulkan kekurangan
darah yang dikenal dengan anemia (kekurangan Fe)

3. GIZI LANSIA

Tugas :
Review Gizi Terapan
Nama : Lismi Lidyawanti
NPM : 240210130123
Durmin (1992) membagi lansia menjadi young elderly (65-74 tahun) dan
older elderly (75 tahun ke atas). Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang
diberikan dengan baik yang dapat membantu dalam proses beradaptasi atau
menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya selain itu dapat
menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat memperpanjang
usia.
A. Kebutuhan Gizi Pada Lansia
Kebutuhan gizi pada lansia sudah menurun, hal ini disebabkan karena :
Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gigi

atau ompong.
Berkurangnya

terhadap cita rasa manis, asin, asam, dan pahit.


Esophagus/kerongkongan mengalami pelebaran.
Rasa lapar menurun, asam lambung menurun.
Gerakan usus atau gerak peristaltic lemah

indera

pengecapan

mengakibatkan

dan

penurunan

biasanya

menimbulkan konstipasi.
Penyerapan makanan di usus menurun.
B. Masalah Gizi Pada Lansia
1. Gizi berlebih
Kebiasaan makan banyak pada waktu muda menyebabkan berat

badan berlebih.
Kebiasaan makan itu sulit untuk diubah walaupun disadari untuk
mengurangi makan.
Kegemukan merupakan salah satu pencetus berbagai penyakit,

misalnya : penyakit jantung, kencing manis, dan darah tinggi.


2. Gizi kurang
Gizi kurang sering disebabkan masalah social ekonomi dan juga
karena gangguan penyakit.

Bila konsumsi kalori rendah, BB kurang dari normal. Bila disertai


kurang protein menyebabkan kerusakan sel yang tidak dapat
diperbaiki (rambut rontok, daya tahan penyakit menurun, mudah

terkena infeksi.
3. Kekurangan vitamin
Bila konsumsi buah dan sayuran kurang, ditambah kekurangan
protein maka nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit
kering, penampilan menjadi lesu dan tidak bersemangat.

Tugas :
Review Gizi Terapan
Nama : Lismi Lidyawanti
NPM : 240210130123

DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka. Jakarta
Arisman. 2004. Gizi dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Buku
KedokteranEGC:Jakarta
Choco,N.(2009).Gizikurangpadaremaja.Diambiltanggal03Maret2016dari
http://dwiretnoagst.blogspot.com/2009/04/gizikurangpadaremaja.html
Rosemary, Fita. 1997. Hubungan Layanan Antenatal dengan kejadian BBLR di
Kabupaten Bogor Propinsi Jawa Barat Tahun 1997. Tesis Magister
Kesehatan Masyarakat FKMUI.