Anda di halaman 1dari 26

Referat

KISTA DAN PSEUDOKISTA PANKREAS

Oleh
: Ifsi M Dewi, dr
Pembimbing : dr. Kiki Lukman, SpB-KBD

PENGERTIAN
Kista pankreas adalah adanya pengumpulan cairan di
bagian pankreas yang dibatasi oleh dinding yang
dibentuk oleh epitel atau oleh jaringan ikat.
Dibedakan menjadi kista sejati atau kista semu
(pseudokista)
Kista pankreas dapat berukuran antara beberapa
millimeter hingga sentimeter.
Beberapa kista adalah jinak dan tidak menimbulkan
gejala.
Beberapa kista lain dapat berupa kanker atau prekanker.
Tipe yang berbeda dari kista pankreas, juga berarti isi
cairan yang berbeda.

KLASIFIKASI
Dibagi menjadi dua : kista inflamasi dan kista
non-inflamasi.
Kista inflamasi adalah jinak dan sebagian besar
berupa pseudokista
Sedangkan kista non-inflamasi dapat berupa lesi
jinak, prekanker, dan kanker

Kista Inflamasi/Pseudokista
Lebih dari 75% kista pankreas adalah pseudokista
Tiga perempat terbentuk setelah pankreatitis dan 25%
setelah trauma pankreas.
Di dalam kista terkandung cairan pankreas yang
kadang bercampur darah atau sisa jaringan nekrotik
Hampir semua pseudokista unilokuler
Kista ini dapat terbentuk di dalam jaringan pankreas
sebagai kista retensi atau di sekitar pankreas, yaitu di
belakang mesokolon, dan ligamentum gastrokolikum.
Kadang kista terdapat di retroperitoneum di belakang
pankreas, dan dapat mencapai mediastinum

Patogenesis Pseudokista
Inflamasi atau trauma pankreas

Kerusakan duktus pankreatikus

Ekstravasasi enzim-enzim
pankreas

Autodigesti jaringan
pankreas
Edema, oklusi, nekrosis
Pembentukan dinding oleh
jaringan granulasi

Pseudokis
ta

Patofisiologi Pseudokista

Kista Non-Inflamasi
Kista Adenoma Serosa
Kista ini adalah jinak dan umumnya
terjadi pada perempuan usia
pertengahan dan selalu terletak pada
bagian corpus dan cauda dari
pankreas.
Umumnya kista berukuran kecil dan
tidak menimbulkan gejala

Kista Adenoma Musinosa


Sekitar 30% adalah kanker,
selebihnya adalah lesi prekanker
Umumnya terletak pada bagian
corpus dan cauda dari pankreas

Intraductal papillary mucinous neoplasm


(IPMN)
Kista ini sangat besar kemungkinannya untuk
menjadi ganas.
Pada saat terdiagnosa, 40-50% sudah menjadi
kanker.
Sering terjadi pada laki-laki usia pertengahan.
Sering terletak pada bagian caput pankreas dan
umumnya memproduksi mucus dalam jumlah
besar yang dapat dilihat mengalir melalui ampula
vater saat dilakukan endoscopic retrograde
cholangio-pancreatography (ERCP).
Dapat menyebabkan nyeri perut, jaundice, dan
pankreatitis.

Solid Pseudopapillary Tumor of


The Pancreas
Kista jenis ini adalah tumor yang
jaran
Umumnya terdapat pada orang Asia
muda dan perempuan yang berkulit
hitam.
Dapat mencapai ukuran yang besar
dan menjadi ganas.
Prognosisnya baik setelah dilakukan
reseksi

GEJALA KLINIS DAN DIAGNOSIS


Tidak ada gejala yang khas untuk kista
pankreas dan setiap individu dapat
memberikan gejala yang berbeda
Timbulnya gejala bergantung dari ukuran
kista tersebut.
Kista dengan ukuran kurang dari 2 cm,
umumnya tidak menimbulkan gejala.
Secara umum, diagnosis dapat ditegakkan
melalui anamnesis yang baik, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang yang lain.

Anamnesis
Rwayat pankreatitis atau trauma pankreas 2
atau 3 minggu sebelumnya
Pasien mengeluhkan nyeri yang menetap pada
daerah pertengahan epigastrium dan menjalar
tembus sampai ke punggung, demam, dan
sering merasa mual dan muntah.
Menurut Crass and Becker, nyeri pada
epigastrium dikeluhkan hampir 90% dari
penderita.
Anoreksia terdapat pada sekitar 20% penderita.
Kista yang terletak di bagian caput pankreas
juga dapat menyebabkan jaundice

Pemeriksaan Fisik
Pada 50-75 % penderita teraba massa kistik di
epigastrium
Massa ini kadang mudah digerakkan atau
agak terfiksasi tergantung dari hebatnya
radang dan perlengketan pada jaringan
sekitarnya
Kadang massa ini dapat berubah menjadi
besar atau mengecil, bergantung pada adanya
patensi saluran pankreas.
Dapat terjadi pendarahan varises esofagus
akibat bendungan pada vena porta oleh
pseudokista tersebut.
Tekanan pada duktus koledokus dapat

Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin : leukositosis pada pseudokista
Kadar tumor marker CEA (Carcino Embryogenic
Antigen
)
dan
CEA-125
rendah
pada
pseudokista dan tinggi pada tumor
Viskositas cairan rendah pada pseudokista dan
tinggi pada tumor
Kadar amilase yang tinggi pada pseudokista
dan rendah pada tumor
Pemeriksaan sitologi dapat membantu dalam
mendiagnosis tumor tetapi hasil sitologi yang
negatif tidak menyingkirkan kemungkinan
adanya tumor

Pemeriksaan Radiologi
CT scan, USG, MRI
Tidak dapat membedakan lesi kista
yang jinak dengan lesi kanker dan
prekanker yang memerlukan terapi
bedah

Endoscopic ultrasound (EUS)


Dapat menentukan kista pankreas jinak,
prekanker, atau kanker

PENANGANAN
Aspek penting :
apakah kistanya jinak atau kanker
apakah pasien dengan lesi pada
prekanker atau kanker dapat dioperasi

Belum ada rekomendasi standar tata


laksana kista pankreas
Pilihan tata laksana harus
disesuaikan dengan tiap-tiap pasien

Bebrapa contoh penanganan kista


pankreas
Pseudokista pankreas memerlukan terapi jika tetap
ada setelah 6 minggu pasca pancreatitis akut atau
pasca trauma, terutama jika mencapai ukuran yang
cukup besar dan menyebabkan gejala seperti obstruksi
gaster atau duktus hepatikus komunis, nyeri abdomen,
atau terinfeksi.
Kista yang kecil < 2 cm) memiliki kemungkinan kecil
untuk menjadi kanker, namun harus diobservasi
dengan EUS
Kista pankreas 2 cm pada pasien yang masih muda
dan sehat biasanya ditatalaksana dengan operasi,
terutama jika kistanya menimbulkan gejala

Kista pankreas dengan ukuran lebih dari 2 cm


pada pasien yang lebih tua dapat dievaluasi
dengan EUS dan FNAB ganas operasi

Pembedahan pad
Pseudokista
Tujuan : mencegah komplikasi infeksi, perdarahan
sekunder, ruptur pseudokista atau kista terus
membesar
Pilihan :
Bila kista kecil
Ekstirpasi kista
Drainase transfingterik melalui ampula Vater
secara endoskopik
Bila kista besar
Drainase interna : Sistogastrostomi atau
sistoyeyunostomi
Drainase eksterna : marsupialisasi

Algoritma Penanganan Pseudokista


Pankreas

Pembedahan
Pseudokista yang membesar, atau yang ada
selama lebih dari 6 minggu, harus diterapi.
Kista harus dibiarkan matang, biasanya
memakan waktu 6 minggu.
Yang paling efektif adalah drainase interna,
biasanya melalui sistogastrostomi.
Pilihan lain sistojejunotomi, sistoduodenostomi
dan pankreatektomi distal merupakan pilihan
lain.
Drainase eksterna hanya diindikasikan untuk
kista tipis yang sangat halus atau kista sejati.

Pankreatektomi Distal
Merupakan suatu penatalaksanaan
definitif terhadap pseudokista kronis
yang terjadi pada kaudal pankreas
Juga dianjurkan pada pseudokista
yang sebelumnya terjadi trauma
dengan syarat korpus dan kaudanya
masih normal
Cairan kista didrainase bisa secara
internal atau eksternal.

Drainase Eksternal
Paling baik dilakukan pada pasien yang
sakit berat atau apabila dinding kista
belum cukup matang sehingga tidak bisa
dilakukan anastomosis ke organ lain
Drainase eksterna dapat berkomplikasi
menjadi fistula pankreatikus sehingga
perlu dilakukan drainase surgikal
Sekitar 70-80% fistula dapat menutup
secara spontan setelah beberapa bulan

Drainase Internal
Sistojejunostomi yaitu anastomosis kista dengan jejunum
yang dilakukan secara Roux-en-Y.
Sistogastrostomi yaitu anastomosis kista dengan dinding
posterior gaster,
Sistoduodenostomi yaitu anastomosis kista dengan
duodenum.
Sistogastrostomi dilakukan pada kista yang terletak di
belakang dan melengket pada gaster.
Roux-en-Y sistojejunostomi memberikan fungsi drainase
yang lebih baik dan dianjurkan terhadap kista yang
letaknya sulit dicapai
Sistoduodenostomi diindikasikan untuk kista yang berada
di kaput pankreas dan melengket pada dinding medial
duodenum, yang menjadikan lesi ini sulit untuk didrainase
menggunakan teknik lain

Drainase Perkutaneus

Dianjurkan pada pseudokista yang terinfeksi dan


pada pseudokista yang ukurannya sangat besar,
karena secara teknik, sulit untuk melakukan drainase
internal ke dalam organ lain.
Dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke
dalam kista dengan dimonitor oleh CT-scan, USG atau
fluoroskopi.
Drainase percutaneus dilakukan dengan cara :
Memasukkan jarum yang dimonitor image-guided
needleke dalam pseudokista.
Kemudian suatu selang (guidewire) dimasukkan
melalui jarum tadi ke dalam kista
Seterusnya kateter pigtail diameter 7F 12F
dimasukkan mengikuti guidewire tadi sampai ke
dalam kista.

Teknik Operasi
Sistogastrostomi

Sistojejunostomi