Anda di halaman 1dari 19

RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG

MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL


DI RS PANTI WALUYO
SURAKARTA

PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan
Menyelesaikan Pendidikan Program Strata 1
Program Studi Sistem Informasi

Oleh :
SAMGAR PEBRIYANTO
130101204

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


STMIK DUTA BANGSA
SURAKARTA
2016

HALAMAN PENGESAHAN
Proposal ini diajukan oleh :
Nama
: Samgar Pebriyanto
NIM
: 13010204
Program Studi
: Sistem Informasi
Judul
: Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung
Menggunakan PHP dan MySQL di RS Panti Waluyo
Surakarta

Telah disetujui oleh Pembimbing Skripsi sebagai bagian persyaratan yang


diperlukan untuk Seminar Proposal Skripsi pada Program Studi Sistem Informasi

Tanggal

Menyetujui,
Pembimbing I

Pembimbing II

HALAMAN PENGESAHAN

Proposal ini diajukan oleh :


Nama
: Samgar Pebriyanto
NIM
: 13010204
Program Studi
: Sistem Informasi
Judul
: Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung
Menggunakan PHP dan MySQL di RS Panti Waluyo
Surakarta

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dalam Seminar Proposal


Skripsi pada Program Studi Sistem Informasi

Mengesahkan,

Penguji I

Penguji II

..

..

Ditetapkan di

: STMIK Duta Bangsa Surakarta

Tanggal

:
Mengetahui, Ketua
Program Studi
Sistem Informasi

Eko Purwanto, M.Kom

1. Judul
Rancang Bangun Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung Menggunakan
PHP dan MySQL di RS Panti Waluyo Surakarta

2. Latar Belakang
Jantung merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Karena jantung
berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Tanpa jantung yang berfungsi, tubuh
manusia hakekatmya sudah tidak berfungsi lagi atau bisa dikatakan mati.
Kesehatan jantung merupakan hal yang berharga dan harus dijaga pada zaman
sekarang di mana jantung dengan berbagai macam penyakit karena berbagai
faktor, misalnya : makanan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyakit jantung
merupakan penyakit yang mematikan. Di Indonesia, penyakit jantung merupakan
termasuk sepuluh besar penyakit yang mematikan. Penyakit jantung terjadi
karena terhambatnya saluran arteri koroner yang berfungsi menyalurkan darah
dari tubuh ke jantung. Pendidikan kesehatan jantung bagi semua orang sangat
penting untuk diberikan karena upaya pencegahan dan penanganan sangat
diperlukan sehingga dapat menurunkan korban jiwa akibat penyakit jantung.
Sistem pakar (expert system) adalah salah satu teknik kecerdasan buatan yang
berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem
pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu
dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun
dapat menyelesaikan masalah yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan

bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu
aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.
RS Panti Waluyo Surakarta merupakan salah satu unit kerja Yayasan Kristen
Untuk Kesehatan Umum (Yakkum) Cabang Surakarta dan merupakan salah satu
rumah sakit swasta yang terletak di bagian barat Kota Surakarta, yaitu di Jalan A.
Yani No. 1-2 dan Jalan Brigjen Slamet Riyadi 544-546 Surakarta. Rumah Sakit
Panti Waluyo memiliki visi untuk menjadi rumah sakit yang memberikan
pelayanan prima berdasarkan kasih.
Saat ini di RS Panti Waluyo Surakarta, belum ada fasilitas sistem pakar
mengenai diagnosa penyakit yang dapat memudahkan pasien dan keluarga untuk
memperoleh informasi mengenai penyakit jantung dan pencegahannya. Dengan
adanya sistem pakar diagnosa penyakit jantung diharapkan dapat meningkatkan
pengetahuan pasien dan keluarga akan penyakit jantung, sehingga meningkatkan
kualitas kesehatan.
Melihat kejadian tersebut penulis ingin merancang sebuah sistem pakar
diagnosa penyakit jantung di RS Panti Waluyo Surakarta untuk membantu pasien
dan keluarga agar lebih mengerti gejala yang dapat terjadi ketika mengalami sakit
jantung.

3. Perumusan Masalah
Berdasarkan pengamatan di atas, penulis dapat merumuskan masalah, yaitu
Bagaimana membuat perancangan dan membangun sistem pakar diagnosa
penyakit jantung menggunakan PHP dan MySQL di RS Panti Waluyo Surakarta
sehingga dapat membantu pasien dan keluarga lebih memahami tentang penyakit
jantung ?

4. Batasan Masalah
Agar pembahasan tidak meluas, maka perlu batasan-batasan permasalahan
sebagai berikut :
1. Sistem yang dibangun untuk mengetahui jenis penyakit jantung
berdasarkan

gejala

kemudian

merekomendasikan

saran

dan

pencegahannya.
2. Metode analisis yang digunakan adalah analisis PIECES.
3. Metode pengembangan sistem menggunakan metode waterfall.
4. Bahasa pemrograman menggunakan Personal Home Page (PHP).

5. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian tentang perancangan sistem pakar diagnosa
penyakit jantung adalah untuk membantu pasien dan keluarga untuk lebih
memahami tentang gejala penyakit jantung, pencegahannya, dan solusi atau
penanganan ketika mengalami penyakit jantung.

6. Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian secara teoritis ini diharapkan dapat memberikan
sumbangan pemikiran dalam memperkaya wawasan dalam bidang
teknologi informasi khususnya implementasi perancangan sistem pakar
dalam kehidupan sehari-hari.

b. Manfaat Praktis
1) Bagi Penulis
Menambah wawasan tentang relevansi dunia informatika dalam
kehidupan sehari-hari dan melengkapi pengetahuan yang diterima dari
bangku perkuliahan selama melaksanakan penelitian.
2) Bagi Akademisi
Sebagai wujud peran nyata pihak akademisi dalam penerapan ilmu
informatika untuk pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini juga
dapat menambah perbendaharaan literatur bagi pihak akademisi untuk
dijadikan bahan perbandingan dan masukan bagi mahasiswa lain
sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi.
3) Bagi Lembaga Kesehatan
Lembaga kesehatan dapat memanfaatkan sistem pakar diganosa
penyakit jantung untuk menunjang pendidikan kepada pasien dan
keluarganya.

7. Tinjauan Pustaka
Penelitian terdahulu yang menjadi referensi dalam penulisan ini adalah :
a. Jadiman Parhusip, dkk (2012). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung
Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web. Dalam penelitian
ini membahas tentang gejala penyakit jantung dan klasifikasinya, tetapi
tidak menutup kemungkinan ditambahkan jenis penyakit yang lainnya.
Dalam sistem yang dibuat, gejala dan hasil tes harus sudah tersedia, jika
tidak tersedia maka dianggap tidak tahu. Jadi jika gejala tidak diketahui
sistem akan memunculkan peringatan bahwa belum ada data yang
tersedia, sehingga membuat pengguna terkendala dalam memperoleh

informasi. Pada tahapan pengembangan berikutnya mungkin perlu


ditambahkan banyak data mengenai gejala penyakit jantung dan
disertakan nomor yang bisa dihubungi sebagai tindak lanjut dari
pemberian informasi. Metode pengembangan yang digunakan adalah
waterfall
b. Nurul Rachmawati, dkk (2014). Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit
Jantung Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Desktop. Metode
pengembangan yang digunakan adalah waterfall. Dalam penelitian yang
dilakukan, untuk metode inferensi dan penentuan nilai belum dijelaskan,
sehingga keakuratan dinilai kurang. Sistem yang dibuat terbatas di
lingkungan rumah sakit saja, sehingga orang yang akan mengakses di luar
rumah sakit tidak dapat mengaksesnya.
c. Esthi Dyah Rikhiana, dkk (2013). Implementasi Sistem Pakar Untuk
Mendiagnosa Penyakit Dalam Pada Manusia Menggunakan Dempster
Shafer. Metode pencarin menggunakan Forward Chaining dan metode
kepastian menggunakan metode Dempster Shafer. Output yang dihasilkan
diagnosa penyakit dari gejala yang dipilih pengguna, menampilkan nilai
prosentase dan memberikan solusi berdasarkan penyakit yang terdeteksi.

Tabel 1.1 Kajian Penelitian Terdahulu


No
1

Nama
Peneliti
Jadiman
Parhusip,
dkk

Metode
Penelitian
Pakar Waterfall

Judul
Sistem
Diagnosa
Penyakit

Hasil

Perbedaan

Ada
2 Dalam
pengguna,
penulisan
admin
dan skripsi

Jantung
Menggunakan
Metode
Certainty
Factor Berbasis
Web

user. Sistem
menghasilkan
riwayat
diagnosa yang
sudah pernah
dilakukan oleh
pengguna
web. Sistem
berbasis web

Sistem Pakar Waterfall


Untuk
Diagnosa
Penyakit
Jantung
Dengan Metode
Forward
Chaining
Berbasis
Desktop

diagnosa yang
dihasilkan
sesuai dengan
apa yang
dilakukan
oleh dokter
karena
disesuaikan
dengan
pengetahuan
dokter.

Nurul
Rachmawati

Esthi Dyah Implementasi


Dempster
Rikhiana,
Sistem Pakar Shafer
dkk
Untuk
Mendiagnosa
Penyakit Dalam
Pada Manusia
Menggunakan
Dempster
Shafer.

8.

Landasan Teori

8.1 Pengertian Sistem Pakar


8.1.1 Sistem

menggunakan
metode
waterfall dan
menggunakan
bahasa
pemrograman
PHP
dan
DBMS
MySQL.

Dalam
penulisan
skripsi
menggunakan
metode
waterfall dan
menggunakan
bahasa
pemrograman
PHP
dan
DBMS
MySQL.
Mampu
Dalam
mendiagnosa
penulisan
penyakit
skripsi
dalam
menggunakan
berdasarkan
metode
gejala yang
waterfall dan
dimasukkan
menggunakan
dan dapat
bahasa
memberikan
pemrograman
informasi
PHP
dan
tentang
DBMS
penyakit yang MySQL.
terdiagnosa.

Menurut Sutarman (2009:5), sistem adalah kumpulan elemen yang saling


berhubungan dan saling berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan
suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.
Menurut Jimmy L.Goal (2008:9), sistem adalah hubungan satu unit dengan
unit-unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak
dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Apabila suatu unit macet atau terganggu, unit lainnya pun akan
terganggu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.

8.1.2

Pakar

Pakar ialah seseorang yang banyak dianggap sebagai sumber tepercaya atas
teknik maupun keahlian tertentu yang bakatnya untuk menilai dan memutuskan
sesuatu dengan benar, baik, maupun adal sesuai dengan aturan dan status oleh
sesamanya ataupun khayalak dalam bidang khusus tertentu. Lebih umumnya,
seorang pakar ialah seseorang yang memiliki pengetahuan ataupun kemampuan
luas dalam bidang studi tertentu.

8.1.3

Sistem Pakar

Menurut Nita Merlina dan Rahmat Hidayat dalam bukunya Perancangan


Sistem Pakar (2012:1), beberapa definisi sistem pakar menurut beberapa ahli
yaitu sebagai berikut.
a. Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang
dilakukan seorang pakar.
b. Menurut Ignizo : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang
berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya
dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
c. Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem
komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.
8.2 Pengertian Jantung
8.2.1 Jantung
Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dengan
basisnya di atas dan puncaknya di bawah miring ke sebelah kiri. Jantung
mempunyai empat ruang : atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan
ventrikel kiri. Atrium berdinding tipis, ruang sebelah atas yang berfungsi sebagai
reservoir darah. Ventrikel kiri berdinding paling tebal karena ia memompa darah
ke seluruh tubuh. Otot ventrikel kanan lebih tipis karena ia memompa darah
hanya ke paru-paru.
8.2.2 Gagal Jantung
Menurut definisi WHO, gagal jantung adalah keadaan ketika jantung tidak
mampu memompakan darah yang sesuai kebutuhan metabolisme jaringan pada
saat istirahat atau kerja ringan.

Menurut Braunwald (2007), gagal jantung adalah suatu keadaan patologis


adanya kelainan fungsi jantung sebagai akibat gagal memompakan darah
memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan dan atau kemampuannya hanya ada
kalau disertai peninggian tekanan pengisisan ventrikel kiri.

8.3

Personal Home Page (PHP)


Menurut Sibero (2011), PHP adalah pemograman (interpreter) adalah proses

penerjemahan baris sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer


secara langsung pada saat baris kode dijalankan.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain :
a. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak
melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
b. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari
mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang
relatif mudah.
c. Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis
dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
d. Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling
mudah karena memiliki referensi yang banyak.
e. PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin
(Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime
melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah sistem.

8.4

MySQL
Menurut rahardjo (2011), MySQL : merupakan RDBMS (server database)

yang mengelola database dengan cepat dapat menampung data dalam jumlah
sangat besar dan dapat diakses oleh banyak pengguna.
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
a. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi
seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan
masih banyak lagi.
b. Open Source. MySQL didistribusikan secara open source, dibawah lisensi
GPL sehingga dapat digunakan secara cuma-cuma.
c. Multiuser. MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang
bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
d. Performance tuning. MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan
dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses
lebih banyak SQL per satuan waktu.
e. Jenis Kolom. MySQL memiliki tipe kolom yang sangat kompleks, seperti
signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan
lain-lain.
f. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh
yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
g. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti level
subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang
mendetail serta sandi terenkripsi.

h. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data


dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta
dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat
ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
i. Konektivitas.

MySQL

dapat

melakukan

koneksi

dengan

klien

menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes


(NT).
j. Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan
menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa
Indonesia belum termasuk di dalamnya.
k. Antar Muka. MySQL memiliki interface (antar muka) terhadap berbagai
aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API
(Application Programming Interface).
l. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)
yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap
peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
m. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam
menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam
PostgreSQL ataupun Oracle.

9. Metodologi Penelitian
9.1 Jenis dan Sumber Data yang Digunakan
a. Data Primer

Data primer merupakan sumber data yang diperoleh dari kumpulan


perseorangan secara langsung dari dokter yang diberi wewenang dalam
memberi keterangan data yang diperoleh dengan melakukan wawancara
b.

atau penelitian di RS Panti Waluyo Surakarta.


Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari buku-buku literatur
daftar pustaka yang berhubungan dan menunjang penelitian ini, yang
mana penulis menggunakan buku-buku yang membahas tentang sistem
pakar, pemrograman PHP dan MySQL, dan buku tentang penyakit
jantung.

9.2 Metode Pengumpulan Data


a. Pengamatan (Observasi)
Metode observasi merupakan metode pengambilan data dengan cara
mengamati langsung tempat atau objek yang akan diteliti, yaitu di RS
Panti Waluyo Surakarta.
b. Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data secara langsung dari pihak
bersangkutan dengan cara menampung semua keterangan yang diberikan
oleh narasumber yang bersangkutan sebagai dokter jantung, yaitu dr. S.
Nugroho, Sp. PD. Sp. JP. Pertanyaan yang diajukan berkaitan tentang
jenis penyakit jantung, gejala penyakit jantung, dan tindakan yang perlu
dan tidak perlu dilakukan untuk menangani orang dengan penyakit
jantung.
c. Studi Pustaka
Penulis mencari data-data yang berkaitan dengan sistem yang dibuat, dari
buku-buku, jurnal-jurnal dan situs internet.
9.3 Metode Pengembangan Sistem

Classic Life Cycle atau model Waterfall merupakan model yang paling
banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan
pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu
menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance.
Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu
selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan. Roger S. Pressman
memecah model ini menjadi 6 tahapan, yaitu :
1. System / Information Engineering and Modeling.
Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan
sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Pada tahap ini
penulis akan membuat sebuah model atau gambaran kebutuhan dari
sistem yang akan dibuat, baik dari struktur database yang digunakan
sampai hardware dan jaringan yang dibutuhkan dalam sistem.
2. Software Requirements Analysis.
Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software.
Penulis akan menganalisis kebutuhan software sesuai dengan keperluan
pengguna, baik dari tampilan tatap muka maupun output yang akan
dihasilkan.
3. Design
Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas
menjadi representasi ke dalam bentuk blueprint software sebelum
coding dimulai. Penulis akan membuat perancangan antar muka yang
menjelaskan spesifikasi software berdasarkan kebutuhan pengguna dan
kebutuhan sistem.
4. Coding
Desain yang telah dibuat kemudian diubah bentuknya menjadi bentuk
yang dapat dimengerti oleh mesin, yaitu ke dalam bahasa pemrograman

melalui proses coding. Penulis akan merepresentasikan desain yang telah


dibuat dalam bahasa pemrograman PHP karena software yang digunakan
berbasis Web.
5. Testing / Verification
Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan
software. Pada tahap ini penulis akan melakukan uji coba, baik dari sistem
yang telah digunakan maupun pengujian kesesuaian yang dilakukan oleh
pengguna.
6. Maintenance
Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah
pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya
seperti itu. Penulis melakukan pemantauan terhadap sistem dan software
yang sudah berjalan, yang kemudian akan dicatat dalam laporan.
10. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan penulis di RS Panti Waluyo Surakarta yang terletak di
bagian barat Kota Surakarta, yaitu di Jalan A. Yani No. 1-2 dan Jalan Brigjen
Slamet Riyadi 544-546 Surakarta.

11. Sistematika Penulisan


BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian
serta sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini membahas mengenai teori dasar yang mendukung dalam perancangan
dan pembangunan sistem serta penjelasan-penjelasan yang menunjang sistem.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Bab ini membahas tentang perancangan sistem dan analisis sistem yang
meliputi analisa kelayakan sistem, analisa kebutuhan informasi dan
perancangan sistem yang meliputi perancangan proses, perancangan antar
muka dan perancangan keluaran.
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menjelaskan implementasi dari hasil analisis dan perancangan sistem.
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran pengembangan pada topik
permasalahan yang dibahas di proposal ini.

12. Jadwal Penelitian


No

Kegiatan

1
2

Survei
Analisis

sistem
Perancangan

sistem
Implementasi

5
6

sistem
Evaluasi
Penyusunan

Bulan I
II III IV

Bulan II
II III IV

laporan

Daftar Pustaka

Bulan III
I
II III IV

Bulan IV
II III IV

Parhusip, Jadiman, dkk. 2012. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung


Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web. Palangkaraya.
Rachmawati, Nurul, dkk. 2014. Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Jantung
Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Desktop. Surakarta.
Dyah Rikhiana, Esthi, dkk. 2013. Implementasi Sistem Pakar Untuk
Mendiagnosa Penyakit Dalam Pada Manusia Menggunakan Dempster Shafer.
Yogyakarta.
Sutarman. 2009. Pengantar Teknologi Informasi. Bumi Aksara. Jakarta.
Gaol, L, Jimmy. 2008. Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi.
Penerbit PT Grasindo. Jakarta.
Merlina, Nita, M.Kom., & Rahmat Hidayat, S.Kom. 2012. Perancangan Sistem
Pakar. Ghalia Indonesia. Yogyakarta.
Braunwald, E. 2007. Gagal Jantung. Dalam: Isselbacher, K. J., E. Braunwald, J.
D. Wilson, J. B. Martin, A. S. Fauci, D. L. Kasper. 2007. Harrison, PrinsipPrinsip Ilmu Penyakit Dalam . Edisi 13. Volume 3. Terjemahan Asdie, A. H.,
et. al. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Alexander F. K. Sibero, 2011, Kitab Suci Web Programing. MediaKom.
Yogyakarta.
Raharjo, Budi. 2011. Membuat Database Menggunakan MySql. Informatika.
Bandung.