Anda di halaman 1dari 82

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk

DAN ENTITAS ANAKNYA/AND ITS SUBSIDIARY


LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2015/
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
DAN/AND
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/
INDEPENDENT AUDITORS REPORT

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk


DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk


AND ITS SUBSIDARY
CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED
31 DECEMBER 2015

DAFTAR ISI

CONTENTS

Pernyataan Direksi

Directors Statement

Laporan Auditor Independen

Independent Auditors Report


Ekshibit/
Exhibit

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Consolidated Statement of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif


Lain Konsolidasian

Consolidated Statement of Profit or Loss and


Other Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

Consolidated Statement of Changes in Equity

Laporan Arus Kas Konsolidasian

Consolidated Statement of Cash Flows

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian

Notes to Consolidated Financial Statements

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit A

Exhibit A

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan/
Notes

A S E T
Aset Lancar
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
Piutang usaha
Pihak ketiga - setelah dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai pada
tahun 2015 dan 2014 sebesar Rp 2.287.459
Pihak-pihak berelasi
Piutang lain-lain - Pihak ketiga
Persediaan
Pajak dibayar dimuka
Uang muka
Biaya dibayar dimuka

31 Desember/
December
2015

31 Desember/
December
2 0 1 4 *)

70.944.918
1.504.562

3.411.046
1.433.451

5.499.386
8.611.529

364.814.864
99.619.104
4.655.310
341.529.516
32.788.834
10.085.798
1.549.663

362.015.197
110.871.473
1.012.285
376.648.221
1.279.746
15.283.005
1.230.837

404.955.802
107.153.991
1.639.723
464.139.560
17.989.004
18.152.241
1.135.697

4
5
6

29
7
25
8

Jumlah Aset Lancar


Aset Tidak Lancar
Taksiran klaim pajak penghasilan
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp 75.671.177 (2014 : Rp 207.509.064)
Aset pajak tangguhan
Aset tidak lancar lainnya

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
AS OF 31 DECEMBER 2015
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

1 Januari/
January
2 0 1 4 *)

S E T S

Current Assets
Cash and cash equivalents
Time deposit
Trade receivables
Third parties - net of allowance for
impairment losses
on 2015 and 2014 as of Rp 2,287,459
Related parties
Other receivables - Third parties
Inventories
Prepaid taxes
Advances
Prepaid expenses

927.492.569

873.185.261

25
9

10.148.530
2.200.000

9.754.844
2.250.000

9.754.844
2.400.000

10

396.189.098

121.782.583

136.292.370

25
11

22.433.884

14.575.597
42.580.947

10.977.680
51.362.848

Non-Current Assets
Estimated claims for corporate tax refund
Available for sale financial asset
Property, plant and equipment net of
accumulated depreciation of
Rp 75,671,177 (2014 : 207,509,064)
Deferred tax assets
Other non-current assets

430.971.512

190.943.971

210.787.742

Total Non-Current Assets

1.358.464.081

1.064.129.232

1.240.064.675

Jumlah Aset Tidak Lancar


JUMLAH ASET

1.029.276.933

Total Current Assets

*) Disajikan kembali (lihat catatan 37)


Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

TOTAL ASSETS
*) As restated (see note 37)

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E


which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit A/2

Exhibit A/2

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
AS OF 31 DECEMBER 2015
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS

Liabilitas Jangka Pendek


Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak-pihak berelasi
Utang lain-lain
Utang pajak
Uang muka penjualan
Pihak ketiga
Pihak-pihak berelasi
Biaya yang masih harus dibayar
Utang sewa pembiayaan jangka panjang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun

31 Desember/
December
2 0 1 4 *)

655.410.832

550.111.604

724.218.660

77.435.442
31.747.439
58.215.398
4.291.098

77.045.047
63.485.240
97.563.834
8.619.360

170.637.428
77.408.931
19.102.681
2.993.157

16

31.909.172
9.179.887
14.238.849

18.187.457
9.953.849
20.295.064

17

855.891

854.953

1.570.690

Current Liabilities
Short-term bank loans
Trade payables
Third parties
Related parties
Other payables
Taxes payables
Advances from customers
Third parties
Related parties
Accrued expenses
Current maturities of
finance lease liabilities

883.284.008

846.116.408

1.052.583.258

Total Current Liabilities

12

1 Januari/
January
2 0 1 4 *)

13
29
14
25
15
29

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek


Liabilitas Jangka Panjang
Utang sewa pembiayaan jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Liabilitas pajak tangguhan
Liabilitas imbalan kerja

LIABILITIES

31 Desember/
December
2015

Catatan/
Notes

43.297.631
13.354.080

Non-Current Liabilities

1.503.522
54.612.920
51.307.372

1.227.561
50.391.544

1.834.382
38.717.277

Finance lease liabilities - net of


current maturities
Deferred tax liabilities
Employment benefits obligation

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang

107.423.814

51.619.105

40.551.659

Total Non-Current Liabilities

Jumlah Liabilitas

990.707.822

897.735.513

1.093.134.917

Total Liabilities

75.600.000
3.900.000
2.000.000

Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
(angka penuh)
Modal dasar - 600.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor 151.200.000 saham
Agio saham
Cadangan tersedia untuk dijual
Surplus revaluasi aset tetap
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya
Tidak ditentukan penggunaannya

17
25
28

12.774.497
65.820.092

11.774.497
73.269.051

11.774.497
53.650.840

Equity
Share capital - par value Rp 500 per share
(full amount)
Authorized - 600,000,000 shares
Subscribed and paid-up 151,200,000 shares
Additional on paid in capital
Available-for-sale reserves
Revaluation surplus
of property,plant and equipment
Retained earnings
Appropriated
Unappropriated

367.766.014

166.393.548

146.925.337

Equity attributable to equity holders of


the parent Company

75.600.000
3.900.000
1.800.000

36

207.871.425

18
19

Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk


Kepentingan non-pengendali

9.755)

171

4.421

Non-controlling interest

367.756.259

166.393.719

146.929.758

Total Equity

1.358.464.081

1.064.129.232

1.240.064.675

TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Jumlah Ekuitas
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

75.600.000
3.900.000
1.850.000

*) Disajikan kembali (lihat catatan 37)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E terlampir


yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

*) As restated (see note 37)

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E


which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit B
PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PENJUALAN BERSIH
BEBAN POKOK PENJUALAN

2015

20,29

1.663.335.876

1.493.012.114

NET SALES

21,22,29

1.478.752.662

1.324.529.003

COST OF GOODS SOLD

184.583.214

168.483.111

GROSS PROFIT

23
23

(
(

37.847.935)
34.304.349)
3.117.969
635.947
130.401
39.662.342)

(
(
(
(

682.857)
38.937.048)
8.031.974)
20.504.693)

2
2
24

2 0 1 4 *)

(
(

36.474.534)
40.758.488)
2.104.222
466.133
249.537
39.293.769)

(
(
(

9.649.502)
8.017.493)
3.904.687)

8.496.333

LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK


MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini
Pajak tangguhan

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


CONSOLIDATED STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/
Notes

LABA KOTOR
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Penjualan barang rusak
Keuntungan atas penjualan aset tetap
Penghasilan bunga
Beban pinjaman
Rugi atas revaluasi
aset tetap entitas anak
Rugi selisih nilai tukar mata uang asing - Bersih
Provisi dan administrasi bank
Lain-lain - Bersih

Exhibit B

33.204.530

INCOME BEFORE TAX BENEFIT (EXPENSES)

6.183.104)
151.440

11.487.863)
2.187.667

TAX BENEFIT (EXPENSES)


Current tax
Deferred tax

6.031.664)

9.300.196)

Tax Expenses - Net

25

Beban Pajak - Bersih

2.464.669

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN

23.904.334

PROFIT FOR THE YEAR


OTHER COMPREHENSIVE INCOME :

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN :


Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali imbalan kerja
Surlpus atas revaluasi aset tetap
Pajak penghasilan yang terkait pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi

187.177
277.172.651

35
35

69.339.957)
208.019.871

Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi


Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual

Selling expenses
General and administrative expenses
Sales of scrap
Gain on sale of property, plant and equipment
Interest income
Interest expenses
Loss on revaluation of property,plant
and equipment of the subsidiaries
Loss on foreign exchange - Net
Provisions and bank administration
Others - Net

5.720.497)
1.430.124

Items that will not be reclassified to profit or loss


Remeasurements of employee benefits
Surplus on revaluation of property, plant and equpiment
Tax relating to items that will not be
reclassified to profit or loss

4.290.373)

150.000)

Changes in fair value of available for sale financial assets

4.440.373)

Other comprehensive income for the year, net of tax

Items that will or may be reclassified to profit or loss


9

50.000)

Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak

207.969.871

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN

210.434.540

Laba yang dapat diatribusikan kepada:


Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali

2.482.658
17.989)

19.463.961

2.464.669

Jumlah

TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEAR

23.908.584
4.250)

Profit attributable to:


Equity holders of the parent company
Non-controlling interest

23.904.334

Total

Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:


Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali

207.961.808
8.063

4.440.373)
-

Total comprehensive income attributable to:


Equity holders of the parent company
Non-controlling interest

Jumlah

207.969.871

4.440.373)

Total

LABA PER SAHAM (dalam angka penuh)

26

16,42

158,13

EARNINGS PER SHARE (in full amounts)

*) Disajikan kembali (lihat catatan 37)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E terlampir


yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

*) As restated (see note 37)

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E


which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole

These Consolidated Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language
Ekshibit C

Exhibit C

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN

CONSOLIDATED STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated )


Jumlah
ekuitas
yang
diatribusikan
Surplus
Cadangan

Saldo 1 Januari 2014 (sebelum disajikan kembali)


Efek perubahan kebijakan akuntansi
Saldo 1 Januari 2014 (disajikan kembali)
Jumlah laba komprehensif lainnya tahun berjalan
Saldo 31 Desember 2014

Modal

Agio saham/

disetor/

Additional

Paid-in

on paid-in

capital

capital

75.600.000
75.600.000
-

75.600.000

Revaluation

dijual/

surplus of

Ditentukan

ditentukan

Plant
property and

penggunaan-

penggunaan-

to equity
holders of

pengendali/

Jumlah

nya/

nya/

the parent

Non-controlling

ekuitas/ Total

equipment

appropriated

unappropriated

company

interest

equity

2.000.000

2.000.000
(

3.900.000

3.900.000
-

aset tetap /

untuk

reserves

150.000)

1.850.000

Dividen tunai

Jumlah laba komprehensif lainnya tahun berjalan

75.600.000

3.900.000

Catatan/Note 18

Catatan/Note 19

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian pada Ekshibit E terlampir


yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan

1.800.000

207.871.425
207.871.425

12.774.497

attributable

54.381.426

11.774.497

1.000.000

Saldo 31 Desember 2015

11.774.497

11.774.497

50.000)

Retained earnings
Tidak

Cadangan umum

kepada pemilik
entitas induk/
Equity

Saldo laba/

tersedia

Available-forsale

3.900.000

revaluasi

730.586)

147.655.923
(

146.925.337

19.618.211

19.468.211

73.269.051

166.393.548

1.000.000)

9.072.000)

4.421

730.586)

53.650.840

Kepentingan
non

147.660.344 Balance as of 1 January 2014 (before restated)


(

Effect of the changes in accounting policies

146.929.758

Balance as of 1 January 2014 (after restated)

4.250)

19.463.961

Other comprehensive income for the year

171

166.393.719

Balance as of 31 December 2014

9.072.000)

730.586)

4.421

Appropriation for general reserve

9.072.000)

Cash devidend

2.623.041

210.444.466

9.926)

210.434.540

Other comprehensive income for the year

65.820.092

367.766.014

9.755)

367.756.259

Balance as of 31 December 2015

Catatan/Note 9 Catatan/Note 36

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E


which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole

These Consolidated Financial Statements are Originally


Issued in Indonesian Language

Ekshibit D

Exhibit D

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada:
Pemasok
Direksi dan karyawan
Kas dihasilkan dari operasi
Pembayaran bunga dan beban keuangan
Beban operasi dan lainnya
Penerimaan (Pembayaran) pajak penghasilan
Pembayaran pajak penghasilan atas surplus revaluasi

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


CONSOLIDATED STATEMENT OF CASH FLOWS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015
(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
2015

2014

1.581.044.029

1.448.718.277

( 1.308.846.152)
(
83.205.124)
(
(
(

188.992.753
39.434.140)
122.423.237)
2.824.580
8.409.802)

( 1.183.269.007)
(
67.761.235)

CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES


Cash receipts from customers
Cash paid to:
Suppliers
Directors and employees

197.688.036
39.302.549)
106.002.193)
10.153.124)
-

Cash generated from operations


Payments of interest and financial cost
Operation expenses and others
Receipt (Payments) of income taxes
Payments of income taxes of surplus revaluation

(
(
(

21.550.154

Arus kas bersih tersedia dari aktivitas operasi

42.230.169

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI


Deposito berjangka
Perolehan aset tetap
Hasil penjualan aset tetap
Pembayaran aset tidak lancar lainnya

50.601.111)
16.994.866)
4.750.124
143.880)

Arus kas bersih (digunakan untuk) tersedia dari aktivitas investasi

62.989.733)

(
(

118.926.826
9.072.000)
881.375)
108.973.451
67.533.872

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN


Penambahan (Pembayaran) pinjaman bank jangka pendek
Pembayaran dividen
Pembayaran Utang sewa pembiayaan

(
(

Arus kas bersih tersedia dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan


KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH DALAM KAS DAN SETARA KAS

8.722.793
4.579.148)
466.133
4.454.857
9.064.634

Net cash flows provided by operating activities


CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Time deposits
Acquisitions of property, plant and equipment
Proceeds from sales property, plant and equipment
Payments of other non-current assets
Net cash flows (used in) provided by investing activities

51.790.569)
1.592.575)

CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES


Addition (Payments) of short-term bank loans
Dividend payment
Payments of finance leases liabilities

53.383.143)

Net cash flows provided by (used in) financing activities

2.088.340) NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENT

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN

3.411.046

5.499.386

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEARS

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN

70.944.918

3.411.046

CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEARS

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi pada Ekshibit E


terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan

See accompanying Notes to Consolidated Financial Statements on Exhibit E


which are an integral part of
the Consolidated Financial Statements taken as a whole

These Consolidated Financial Statements are Originally


Issued in Indonesian Language

Ekshibit E

Exhibit E

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

1.

UMUM
a.

1.

Pendirian dan Informasi Umum

GENERAL
a.

Establishment and General Information

PT Jembo Cable Company Tbk (Perusahaan)


didirikan
dalam
rangka
Undang-Undang
Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968
juncto undang-undang No. 12 Tahun 1970
berdasarkan akta Notaris No. 51 tanggal 17 April
1973 dari Lody Herlianto, S.H., Notaris di
Jakarta. Anggaran dasar beserta perubahannya
telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. Y.A.5/ 106/17 tanggal 30 Maret
1974 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 35 tanggal 3 Mei 1983,
Tambahan No. 490 dan No. 491. Anggaran dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, yang terakhir diubah dengan akta
Notaris No. 26 tanggal 27 Juni 2008 dari
Ati Mulyati, S.H. Notaris di Jakarta mengenai
perubahan pengurus Perusahaan dan perubahan
seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk
disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun
2007
tentang
Perseroan
Terbatas.
Akta
perubahan ini telah mendapat persetujuan
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia sebagaimana penerimaan laporan akta
perubahan anggaran dasar perusahaan dengan
Surat Keputusan No. AHU-56016.AH.01.02.Tahun
2008 tanggal 27 Agustus 2008 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 17 tanggal 27 Februari 2009,
Tambahan No. 6027.

PT Jembo Cable Company Tbk (the Company)


was established within the framework of the
Domestic Capital Investment Law No. 6 of Year
1968 as amended by Law No. 12 of Year 1970
based on Notarial deed No. 51 dated 17 April
1973 of Lody Herlianto, S.H., Notary in Jakarta.
The Companys articles of association together
with its amendments were approved by the
Minister of Justice of the Republic of Indonesia
in his Decision Letter No. Y.A.5/106/17 dated 30
March 1974 and was published in the State
Gazette No. 35 dated 3 May 1983, Supplement
No. 490 and No. 491. The Companys articles of
association have been amended several times,
the latest by Notarial deed No.26 dated 27 June
2008, of Ati Mulyati, S.H., Notary in Jakarta,
regarding the exchange of the Companys
managements and to conform with Law No. 40
Year 2007 regarding Limited Liability Companies.
These amendments were approved by the
Minister of Justice and Human Rights of the
Republic of Indonesia as reflected in the
acknowledgment of notification on changes of
the article of association of the Company in his
Decision Letter No. AHU-56016.AH.01.02.Tahun
2008 dated 27 August 2008 and was published in
the State Gazette of the Republic Indonesia
No.17 dated 27 February 2009, Supplement
No. 6027.

Perusahaan berdomisili di Tangerang, Banten,


dengan pabrik berlokasi di Jl. Pajajaran,
Keluarahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung,
Kota Tangerang. Kantor perusahaan beralamat di
Mega Glodok Kemayoran, Office Tower B Lantai
6, Jl. Angkasa Kav B-6, Kemayoran, Jakarta
Pusat Indonesia.

The Company is domiciled in Tangerang, Banten


and factory located in Jl. Pajajaran, Kelurahan
Gandasari,
Kecamatan
Jatiuwung,
Kota
Tangerang. The Companys office is located in
Mega Glodok Kemayoran, Office Tower B 6th
Floor, Jl. Angkasa Kav B-6, Kemayoran,
Central Jakarta Indonesia.

Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar


Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
adalah bergerak dalam bidang usaha industri
kabel listrik dan telekomunikasi. Kegiatan usaha
komersial Perusahaan dimulai sejak tahun 1974.

In accordance with Article 3 of the Companys


articles of association, the scope of its activities
comprises manufacturing of electrical and
telecommunications cables. The Company started
commercial operations since 1974.

Berdasarkan akta Notaris No. 106 tanggal


23 Juni 2014 Sakti Lo, SH., MKn, Notaris di
Jakarta telah dilakukan perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut :

Based on Notarial deed No. 106 dated 23 June


2014 of Sakti Lo, SH., MKn Notary in Jakarta, has
been changed in the composition of the boards of
Commisioners and Directors of the Company In
which as of 31 December 2015 and 2014 consisted
of the following :

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris/
Komisaris Independen
Komisaris
Komisaris Independen

:
:
:

Drs I Gusti Made Putera Astaman


Hauw Ay Lan
Drs Andreas Soewatjono Soedjianto, MBA

:
:
:

Board of Commissioners
President Commissioner/
Independent Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner

Exhibi

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/2

Exhibit E/2

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

1.

U M U M (Lanjutan)
a.

1.

Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan)


Dewan Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur

:
:
:
:

a. Establishment
(Continued)
Santoso
Nany Ang Santoso
Antonius Benady
Satoru Yoshikawa

Imbalan yang dibayarkan kepada Komisaris dan


Direksi untuk tahun yang berakhir 31 Desember
2015 sebesar Rp 4.265.873 (2014: Rp 2.466.609).
Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata selama
tahun 2015 sejumlah 697 karyawan (2014: 626
karyawan) (Tidak diaudit).
b.

Entitas anak
Perusahaan memiliki penyertaan saham sebesar
99,89% pada PT Jembo Energindo, entitas
anaknya yang berkedudukan di Jakarta dengan
bidang usaha industri pembangkit tenaga listrik.
Entitas anak tersebut mulai berproduksi secara
komersial pada tanggal 5 Agustus 2002. Pada
tanggal 31 Desember 2015, jumlah aset entitas
anaknya
sebesar
Rp
36.932.837
(2014:
Rp 61.314.690). Pada 2014, entitas anaknya
mengganti usahanya menjadi produksi tenaga
surya.

c.

Penawaran Umum Efek


Pada tanggal 9 Oktober 1992, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(Bapepam LK) dengan suratnya No. S-1676/PM/
1992 untuk melakukan penawaran umum atas
10.000.000
saham
Perusahaan
kepada
masyarakat. Pada tanggal 18 November 1992,
saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek. Pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, seluruh
saham atau sejumlah 151.200.000 saham telah
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu
Bursa Efek Jakarta).

d.

G E N E R A L (Continued)

Penerbitan laporan keuangan konsolidasian


Laporan keuangan konsolidasian telah diotorisasi
oleh Dewan Direksi untuk diterbitkan pada
tanggal 24 Maret 2016.

and

General

Information

Board of Directors
President Director
Director
Director
Director

:
:
:
:

Total remuneration paid to Commissioners and


Directors for the year ended 31 December 2015
amounted to Rp 4,265,873 (2014: Rp 2,466,609).
The Company has average total number of 697
employees during 2015 (2014: 626 employees)
(Unaudited).
b. Subsidiary
The Company has 99.89% ownership interest in
PT Jembo Energindo, its subsidiary which is
located in Jakarta and engaged in providing
electrical
power.
The
subsidiary
started
commercial operations on 5 August 2002. On
31 December 2015, total assets of the subsidiary
amounted to Rp 36,932,837 (2014: Rp 61,314,690).
In 2014, the subsidiary changes the operations
into production of solar cell.

c. Public Offering of Shares


As of 9 October 1992, the Company obtained the
Note of Effective Statement with Share
Registration
No. S-1676/PM/1992
from
the
Chairman of the Capital Market Supervisory
Agency and Financial Institution (Bapepam - LK)
for the Companys public offering of 10,000,000
shares. On 18 November 1992, these shares were
listed in the Jakarta Stock Exchange (currently
known as Indonesia Stock Exchange). As of
31 December 2015 and 2014, all of the Companys
shares or amounting to 151,200,000 shares has
been listed in the Indonesia Stock Exchange
(formerly known as Jakarta Stock Exchange).
d. Issuance
of
statements

the

consolidated

financial

The consolidated financial statements were


authorized by the Board of Directors for issuance
on 24 March 2016.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/3

Exhibit E/3

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN


a.

b.

Dasar Penyusunan

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


a.

Basis of Preparation

Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai


dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam LK) No VIII G.7. tentang
Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang
terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam LK
No. KEP-347/BL/2012
tanggal
25 Juni 2012.

The consolidated financial statements have been


prepared in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standard as issued by the Financial
Accounting Standards Board of Institute of
Accountants in Indonesia and Regulation of
Capital Market Supervisory and Financial
Institution (Bapepam LK) No VIII. G.7. regarding
to the Financial Statements Presentation
Guidelines included in appendix of the decree of
the chairman of the Capital Market Supervisory
Board and Financial Institution No. KEP-347/
BL/2012 dated 25 June 2012.

Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai


dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.

The consolidated financial statements have been


prepared in accordance with Indonesian Financial
Accounting Standard as issued by the Financial
Accounting Standards Board of Institute of
Accountants in Indonesia.

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan


entitas anaknya telah disusun berdasarkan konsep
biaya historis, kecuali sebagaimana diungkapkan
di dalam kebijakan akuntansi di bawah ini.

The consolidated financial statements have been


prepared on the in historical cost concept,
except when disclosed the accounting policies
below.

Dasar Pengukuran

b.

Basis of Measurement

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan


entitas anaknya telah disusun berdasarkan konsep
biaya historis, kecuali sebagaimana diungkapkan
di dalam kebijakan akuntansi di bawah ini.

The consolidated financial statements have been


prepared on the in historical cost concept,
except when disclosed the accounting policies
below.

Instrumen keuangan - nilai wajar melalui


laporan laba rugi
Instrumen keuangan - tersedia untuk dijual
Kontinjensi
Revaluasi aset tetap
Liabilitas imbalan pasti bersih
Liabilitas pembayaran berbasis saham yang
diselesaikan dengan kas

Financial instruments fair value through


profit or loss
Financial instruments available for sale
Contingent consideration
Revalued property, plant and equipment
Net defined benefit liability
Cash settled share-based payment liabilities.

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam


Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
entitas.

The consolidated financial statements are


presented in Rupiah which is the functional
currency of the Company.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan


menggunakan
metode
langsung
dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.

The consolidated statements of cash flows are


prepared by using the direct method with
classifications of cash flows into operating,
investing and financing activities.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/4

Exhibit E/4

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
b.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Pengukuran (Lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
b.

Basis of Measurement (Continued)

Perubahan Kebijakan Akuntansi

Changes in Accounting Policies

Sejumlah standar, interpretasi dan amandemen


baru yang berlaku efektif untuk pertama kali
untuk periode yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2015, telah diadopsi dalam
laporan keuangan ini. Sifat dan dampak dari
setiap standar, interpretasi dan amandemen baru
yang diadopsi oleh Perusahaan dijelaskan sebagai
berikut.

A number of new standards, interpretations and


amendments effective for the first time for
periods beginning on (or after) 1 January 2015,
have been adopted in these financial statements.
The nature and effect of each new standard,
interpretation and amendment adopted by the
Company is detailed below.

PSAK 1(Revisi 2013)

PSAK 1 (Revised 2013)

PSAK 4 (Revisi 2013)


PSAK 15 (Revisi 2013)
PSAK
PSAK
PSAK
PSAK

24
46
48
50

(Revisi
(Revisi
(Revisi
(Revisi

2013)
2014)
2014)
2014)

PSAK 55 (Revisi 2014)


PSAK 60 (Revisi 2014)
PSAK 65 (Revisi 2014)
PSAK 66 (Revisi 2014)
PSAK 67 (Revisi 2014)
PSAK 68

Penyajian laporan
keuangan
Laporan keuangan
Tersendiri
Investasi pada Entitas
Asosiasi dan Ventura
Bersama
Imbalan Kerja
Pajak Penghasilan
Penurunan Nilai Aset
Instrumen Keuangan :
Penyajian
Instrumen Keuangan :
Pengakuan dan
Pengukuran
Instrumen Keuangan :
Pengungkapan
Laporan Keuangan
Konsolidasian
Pengaturan Bersama
Pengungkapan
Kepentingan
dalam Entitas lain
Pengukuran Nilai Wajar

PSAK 4 (Revised 2013)


PSAK 15 (Revised 2013)

PSAK
PSAK
PSAK
PSAK

24
46
48
50

(Revised
(Revised
(Revised
(Revised

2013)
2014)
2014)
2014)

PSAK 55 (Revised 2014)

PSAK 60 (Revised 2014)


PSAK 65 (Revised 2014)
PSAK 66 (Revised 2014)
PSAK 67 (Revised 2014)
PSAK 68

Presentatin of
financial statements
Separate financial
statements
Investments in
Associates and Joint
Ventures
Employee Benefits
Income Tax
Impairmen of Assets
Financial Instrument:
Presentation
Financial Instrument :
Recognition and
Measurements
Financial Instrument:
Disclosures
Consolidated Financial
Statements
Joint Arrangements
Disclosure of Interests
in other Entities
Fair Value
Measurements

Penundaan

Postponement

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan


Akuntan Indonesia memutuskan untuk menunda
berlakunya ISAK 21 Perjanjian Konstruksi Real
Estat dan PPSAK 7 Pencabutan PSAK No. 44:
Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat
paragraf 08 (b), yang sebelumnya berlaku
efektif pada periode yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2013. Pada tanggal
laporan keuangan konsolidasian ini, penundaan
tersebut masih berlaku.

Financial Accounting Standards Board of The


Indonesian Institute of Accountants decided to
postpone the effectiveness of ISAK 21 Real
Estate Construction Agreement and PPSAK 7
Withdrawal of PSAK 44 Accounting for Real
Estate Development Activities paragraph 08 (b),
which was previously effective for the period
beginning at and or after 1 January 2013. As of
the date of these consolidated financial
statements, the postponement is still in effect.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/5

Exhibit E/5

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
b.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Pengukuran (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
b.

Basis of Measurement (Continued)

PSAK 1 (Revisi 2013) - Penyajian Pos-pos


Penghasilan Komprehensif Lain - Amandemen
PSAK 1

PSAK 1 (Revised 2013) - Presentation of Items


of Other Comprehensive Income Amendments
to PSAK 1

Amandemen
ini
mensyaratkan
pos-pos
penghasilan komprehensif lain dikelompokkan ke
dalam dua bagian:
Yang akan atau mungkin direklasifikasi ke
laba rugi
Yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Amandemen ini hanya mempengaruhi penyajian
laporan keuangan, tidak berpengaruh terhadap
laporan posisi keuangan atau kinerja Perusahaan.

The amendment requires that items of other


comprehensive income must be Companied
together into two sections:
Those that will or may be reclassified into
profit or loss
Those that will not.
As the amendment only affects presentation,
there is no effect on the Companys financial
position or performance.

PSAK 65 Laporan Keuangan Konsolidasian

PSAK 65 Consolidated Financial Statements

PSAK 65 menggantikan PSAK 4 Laporan Keuangan


Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri
dan ISAK 7 Konsolidasi - Entitas Bertujuan
Khusus,
dan
menetapkan
satu
model
pengendalian untuk seluruh entitas, termasuk
entitas bertujuan khusus, dimana pengendalian
terjadi ketika seluruh kriteria di bawah ini
dimiliki:
Kekuasaan atas investee
Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee
Kemampuan
untuk
menggunakan
kekuasaannya
atas
investee
untuk
mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

PSAK 65 supersedes PSAK 4 Consolidated and


Separate Financial Statements and ISAK 7
Consolidation Special Purpose Entities, and
introduces a single control model for all
entities, including special purpose entities
(SPEs), whereby control exists when all of the
following conditions are present:

Perubahan lain yang ditetapkan dalam PSAK 65


termasuk:

Other changes introduced by PSAK 65 include:

Konsep pengendalian defacto untuk


entitas dengan kepemilikan kepentingan
kurang dari 50% dalam entitas, namun
memiliki kepemilikan saham yang lebih besar
daripada pemegang saham lain.
Hak suara potensial hanya dipertimbangkan
dalam
menentukan
apakah
terdapat
pengendalian ketika hak suara potensial
tersebut substantif (pemegang hak suara
memiliki
kemampuan
praktis
untuk
menggunakan) dan hak digunakan ketika
keputusan terkait dengan aktivitas investee
mempengaruhi imbalan investor.
Panduan spesifik terkait konsep silo,
dimana kelompok aset (dan liabilitas) dalam
satu entitas dipisahkan secara keuangan, dan
setiap kelompok dipertimbangkan secara
terpisah untuk dikonsolidasi.

Power over investee


Exposure, or rights, to variable returns from
investee
Ability to use power over investee to affect
the entitys returns from investee.

The introduction the concept of de facto


control for entities with less than a 50%
ownership interest in an entity, but which
have a large shareholding compared to other
shareholders.
Potential voting rights are only considered
when determining if there is control when
they are substantive (holder has practical
ability to exercise) and the rights are
exercisable when decisions about the
investees activities that affect the investors
return will or can be made.
Specific guidance for the concept of silos,
where Company of assets (and liabilities)
within one entity are ring-fenced, and each
Company is considered separately for
consolidation.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/6

Exhibit E/6

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
b.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Pengukuran (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
b.

Basis of Measurement (Continued)

PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar

PSAK 68 Fair Value Measurement

PSAK 68 menyatakan suatu kerangka untuk


menentukan pengukuran nilai wajar dan
pengungkapan informasi terkait pengukuran nilai
wajar, ketika pengukuran nilai wajar dan/
atau
pengungkapannya
disyaratkan
atau
diperkenankan oleh PSAK lain.

PSAK 68 sets out the framework for determining


the measurement of fair value and the disclosure
of
information
relating
to
fair
value
measurement, when fair value measurements
and/or disclosures are required or permitted by
other PSAKs.

Sebagai akibatnya, panduan dan persyaratan


yang berkaitan dengan pengukuran nilai wajar
yang sebelumnya diatur dalam PSAK lain
sekarang telah diatur dalam PSAK 68.

As a result, the guidance and requirements


relating to fair value measurement that were
previously located in other PSAKs have now been
relocated to PSAK 68.

Meskipun terdapat beberapa perubahan pada


panduan sebelumnya, terdapat perubahan pada
persyaratan pengukuran nilai wajar sebelumnya.
Oleh karena itu, PSAK 68 diintensikan untuk
memberikan klarifikasi tujuan pengukuran,
mengharmonisasikan persyaratan pengungkapan,
dan meningkatkan konsistensi dalam penerapan
pengukuran nilai wajar.

While there has been some rewording of the


previous guidance, there are few changes to the
previous fair value measurement requirements.
Instead, PSAK 68 is intended to clarify
the measurement objective, harmonise the
disclosure
requirements,
and
improve
consistency in application of fair value
measurement.

PSAK 68 tidak secara material mempengaruhi


pengukuran nilai wajar aset atau liabilitas
Perusahaan, dengan perubahan yang terbatas
pada penyajian dan pengungkapan, dan oleh
karena itu tidak berdampak pada laporan posisi
keuangan atau kinerja Perusahaan.

PSAK 68 did not materially affect any fair value


measurements of the Companys assets or
liabilities, with changes being limited to
presentation and disclosure, and therefore has
no effect on the Companys financial position or
performance.

Sebagai tambahan, PSAK 68 ini diterapkan


secara prospektif dan pengungkapan informasi
komparatif tidak disajikan.

In addition, PSAK 68 is to be applied


prospectively
and
therefore
comparative
disclosures have not been presented.

Lihat Catatan 3 tentang Pertimbangan, Estimasi,


dan Asumsi Akuntansi Signifikan untuk lebih rinci
terkait dengan pengukuran nilai wajar.

See Note 3 Critical accounting estimates and


judgements for more details and further
references related to fair value measurement.

PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan Kerja

PSAK 24 (Revised 2013) Employee Benefits

Perubahan utama sebagai akibat dari revisian


PSAK 24 termasuk:
Eliminasi
pendekatan
koridor
untuk
menangguhkan
keuntungan/kerugian
program manfaat pasti
Keuntungan/kerugian
aktuaris
dalam
pengukuran kembali atas kewajiban (aset)
program manfaat imbalan pasti untuk diakui
dalam
penghasilan
komprehensif
lain
daripada dalam laba rugi, dan tidak
direklasifikasi pada periode berikutnya
Langsung mengakui biaya jasa lalu dalam
laba rugi
Amendemen periode pengakuan liabilitas
untuk pesangon

The main changes as a consequence of the


revision of PSAK 24 include:
Elimination of the corridor approach for
deferring gains/losses for defined benefit
plans
Actuarial gains/losses on remeasuring the
defined benefit plan obligation/asset to be
recognised in other comprehensive income
rather than in profit or loss, and cannot be
reclassified in subsequent periods
-

Immediately recognised all past service cost


in profit or loss
Amendments to the timing of recognition
for liabilities for termination benefits

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/7

Exhibit E/7

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
b.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Pengukuran (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
b.

Basis of Measurement(Continued)

PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan Kerja (Lanjutan)

PSAK 24 (Revised 2013) Employee Benefits


(Continued)

Imbalan kerja yang dapat diselesaikan


(bukan jatuh tempo untuk diselesaikan)
seluruhnya dalam waktu 12 bulan setelah
akhir periode pelaporan adalah imbalan
jangka pendek dan tidak terdiskonto
Beban/penghasilan
bunga
neto
yang
diperhitungkan sebagai produk liabilitas
(aset) imbalan pasti neto yang ditentukan
pada awal periode. Dampaknya adalah untuk
menghapuskan konsep sebelumnya dari
pengakuan imbalan yang diharapkan atas
aset.

Dampak dari revisi Standar ini terhadap program


manfaat pasti Perusahaan dijelaskan dalam
Catatan 28.

Employee benefits expected to be settled


(as opposed to due to be settled) wholly
within 12 months after the end of the
reporting period are short-term benefits,
and are not discounted
Net interest expense/income to be
calculated as the product of the net defined
benefit liability asset and the discount rate
as determined at the beginning of the year.
The effect of this is to remove the previous
concept of recognising an expected return
on plan assets.

The effect of the revision in relation to the


Companys defined benefit schemes is detailed
in note 28.

PSAK dan ISAK Revisian dan PSAK Baru yang


Telah Diterbitkan namun belum diterapkan

Revised PSAK and ISAK and New PSAK Issued


but not yet adopted

Standar dan penyesuaian standar berikut efektif


untuk periode yang dimulai pada atau setelah
1 Januari
2016,
dengan
penerapan
dini
diperkenankan yaitu:

Standard and improvements to standards


effective for periods beginning on or after
1 January 2016, with early application
permitted as are follows:

PSAK 5 (Penyesuaian
Operasi,

Segmen

PSAK 5 (Annual Improvement


Operating Segments,

2015),

PSAK 7 (Penyesuaian 2015), Pengungkapan


Pihak-pihak Berelasi,

PSAK 7 (Annual Improvement


Related Party Disclosures,

2015),

PSAK 13 (Penyesuaian
Investasi,

PSAK 13 (Annual Improvement


Investment Property,

2015),

PSAK 16 (Penyesuaian 2015), Aset Tetap,

PSAK 16 (Annual Improvement


Property, Plant and Equipment,

2015),

PSAK
19
(Penyesuaian
Takberwujud,

2015), Aset

PSAK 19 (Annual Improvement


Intangible Assets,

2015),

PSAK 22 (Penyesuaian 2015), Kombinasi


Bisnis,

PSAK 22 (Annual Improvement


Business Combination,

2015),

PSAK 25 (Penyesuaian 2015), Kebijakan


Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi
dan Kesalahan,

PSAK 25 (Annual Improvement 2015),


Accounting Policies, Changes in Accounting
Estimates and Errors,

PSAK 53 (Penyesuaian 2015), Pembayaran


Berbasis Saham dan

PSAK 53 (Annual Improvement


Share-based Payments, and

2015),

2015), Properti

2015),

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/8

Exhibit E/8

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR
(Lanjutan)
b.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Pengukuran (Lanjutan)

PSAK 68 (Penyesuaian 2015), Pengukuran


Nilai Wajar.

Amandemen standar dan interpretasi berikut


efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara
retrospektif yaitu:

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
b.

Basis of Measurement(Continued)

PSAK 68 (Annual Improvement 2015), Fair


Value Measurement.

Amendments to standards and interpretation


which are effective for periods beginning on or
after January 1, 2016,
with retrospective
application are as follows:

PSAK
4,
Laporan
Keuangan
Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam
Laporan Keuangan Tersendiri,

PSAK 4, Separate Financial Statements


about Equity Method in Separate Financial
Statements,

PSAK 15, Investasi Pada Entitas Asosiasi


dan
Ventura
Bersama tentang Entitas
Investasi:
Penerapan
Pengecualian
Konsolidasi,

PSAK 15, Investment in Associates and


Joint Venture about Investment Entities:
Applying the Consolidation Exception,

PSAK 24, Imbalan Kerja tentang Program


Imbalan Pasti: Iuran Pekerja,

PSAK 24, Employee Benefits about


Defined
Benefit
Plans:
Employee
Contributions,

PSAK
65,
Laporan
Keuangan
Konsolidasian tentang Entitas Investasi:
Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

PSAK
65,
Consolidated
Financial
Statements about Investment Entities:
Applying the Consolidation Exception,

PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan


Dalam
Entitas
Lain tentang
Entitas
Investasi:
Penerapan
Pengecualian
Konsolidasi dan

PSAK 67, Disclosures of Interest in Other


Entities about Investment Entities:
Applying the Consolidation Exception, and

ISAK 30, Pungutan.

ISAK 30, Levies.

Amandemen standar berikut efektif untuk


periode yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2016,
yang
diterapkan
secara
prospektif yaitu:

The amendments to standards effective for


periods beginning on or after 1 January 2016,
with amendments to be applied prospectively
are as follows:

PSAK 16, Aset Tetap tentang Klarifikasi


Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan
Amortisasi,

PSAK 16, Property, Plant and Equipment


about Clarification of Acceptable Methods
of Depreciation and Amortization,

PSAK 19, Aset Takberwujud


tentang Klarifikasi Metode yang Diterima
untuk Penyusutan dan Amortisasi dan

PSAK 19, Intangible Asset about


Clarification of Acceptable Methods of
Depreciation and Amortization, and

PSAK 66, Pengaturan Bersama


tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan
dalam Operasi Bersama.

PSAK 66, Joint Arrangements about


Accounting for Acquisitions of Interests in
Joint Operation.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/9

Exhibit E/9

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
b.

c.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Pengukuran (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
b.

Basis of Measurement(Continued)

Amandemen standar dan interpretasi berikut


efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan
dini
diperkenankan
yaitu
amandemen
PSAK 1, Penyajian Laporan Keuangan tentang
Prakarsa
Pengungkapan
dan
ISAK
31, Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13:
Properti Investasi.

Amendments to standard and interpretation


effective for periods beginning on or after
1 January 2017, with early application permitted
are amendments to PSAK 1, Presentation of
Financial Statements about Disclosure Initiative
and ISAK 31, Scope Interpretation of PSAK 13:
Investment Property.

Standar dan amandemen standar berikut efektif


untuk periode yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2018, dengan penerapan dini
diperkenankan yaitu PSAK 69, Agrikultur dan
amandemen PSAK 16, Aset Tetap tentang
Agrikultur: Tanaman Produktif.

Standard and amendment to standard effective


for periods beginning on or after 1 January 2018,
with early application permitted are PSAK 69,
Agriculture and amendments to PSAK 16,
Property, Plant and Equipment about
Agriculture: Bearer Plants.

Dasar Konsolidasian

c. Basis of Consolidation

Apabila perusahaan mengendalikan investee,


maka hal tersebut diklasifikasikan sebagai entitas
anak. Perusahaan mengendalikan investee jika
tiga elemen berikut terpenuhi: kekuasaan atas
investee, eksposur atau hak atas imbal
hasil variable dari keterlibatannya dengan
investee, dan kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil investor. Pengendalian dapat
dikaji kembali ketika fakta dan kondisi
mengindikasikan bahwa terdapat kemungkinan
adanya perubahan pada elemen pengendalian
tersebut.

Where the company has control over an investee,


it is classified as a subsidiary. The company
controls an investee if all three of the following
elements are present: power over the investee,
exposure to variable returns from the investee,
and the ability of the investor to use its power to
affect those variable returns. Control is
reassessed whenever facts and circumstances
indicate that there may be a change in any of
these elements of control.

Pengendalian de facto terjadi pada situasi


dimana perusahaan memiliki kemampuan praktis
untuk mengarahkan aktivitas relevan atas
investee tanpa memiliki hak suara mayoritas.
Untuk menentukan apakah pengendalian de facto
terjadi, maka perusahaan mempertimbangkan
beberapa fakta dan keadaan berikut ini:

De-facto control exists in situations where the


company has the practical ability to direct the
relevant activities of the investee without
holding the majority of the voting rights. In
determining whether de-facto control exists the
company considers all relevant facts and
circumstances, including:

Ukuran kepemilikan hak suara entitas relatif


terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan
pemilik suara lain;

The size of the companys voting rights


relative to both the size and dispersion of
other parties who hold voting rights;

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/10

Exhibit E/10

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR
(Lanjutan)
c.

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Dasar Konsolidasian (Lanjutan)


-

d.

KEBIJAKAN

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
c.

Hak suara potensial yang substantif yang


dimiliki oleh perusahaan dan para pihak lain;
Pengaturan kontraktual lain;
Pola historis dalam penggunaan hak suara.

Basis of Consolidation (Continued)


-

Substantive potential voting rights held by


the company and by the other parties;
Other contractual arrangements;
Historic pattern in voting attendance.

Hasil tersebut dimasukkan dalam laporan


penghasilan Laporan keuangan konsolidasian
menyajikan hasil perusahaan dan entitas anaknya
(Perusahaan) seolah-olah merupakan satu
entitas. Transaksi antar entitas dan saldo antara
perusahaan Perusahaan
oleh karena itu
dieliminasi secara penuh.

The consolidated financial statements present


the results of the company and its subsidiaries
("the Company") as if they formed a single
entity. Intercompany transactions and balances
between Company companies are therefore
eliminated in full.

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan


hasil kombinasi bisnis dengan menggunakan
metode akuisisi. DaIam laporan posisi keuangan,
aset dan liabilitas teridentifikasi, dan liabilitas
kontinjensi pada awalnya diakui pada nilai wajar
pada tanggal akuisisi. Has komprehensif
konsolidasian sejak tanggal pengendalian di
peroleh. Hasil tersebut tidak dikonsolidasi sejak
pada tanggal pengendalian hilang.

The
consolidated
financial
statements
incorporate the results of business combinations
using the acquisition method. In the statement
of financial position, the acquiree's identifiable
assets, liabilities and contingent liabilities are
initially recognised at their fair values at the
acquisition date.
The results of acquired
operations are included in the consolidated
statement of comprehensive income from the
date on which control is obtained. They are
deconsolidated from the date on which control
ceases.

Kepentingan nonpengendali
Untuk bisnis kombinasi yang terjadi sebelum
tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan pada awalnya
mengakui adanya kepentingan nonpengendali
pada pihak yang diakuisisi pada bagian
proportional milik kepentingan nonpengendali
dari aset net milik pihak yang diakuisisi. Untuk
binis kombinasi yang terjadi setelah tanggal
1 Januari 2011, Perusahaan memiliki pilihan, atas
dasar transaksi per transaksi, untuk pengakuan
awal kepentingan nonpengendali atas pihak
yang diakuisisi yang merupakan kepentingan
kepemilikan masa kini dan memberikan kepada
pemegangnya sebesar bagian proporsional atas
aset neto milik entitas ketika dilikuidasi pada
baik nilai wajar tanggal akuisisi atau, pada bagian
proporsional kepemilikan instrumen masa kini
sejumlah aset neto teridentifikasi milik pihak
yang diakuisisi. Komponen lain kepentingan
nonpengendali seperti opsi saham beredar secara
umum diakui pada nilai wajar. Perusahaan tidak
memilih untuk menggunakan opsi tersebut untuk
menggunakan nilai wajar akuisisi pada tanggal
yang ditetapkan.

d.

Non-controlling interests
For business combinations completed prior to
1 January 2011, the Company initially recognised
any non-controlling interest in the acquiree at
the non-controlling interest's proportionate share
of the acquiree's net assets.
For business
combinations completed on or after 1 January
2011 the Company has the choice, on a
transaction by transaction basis, to initially
recognise any non-controlling interest in the
acquiree which is a present ownership interest
and entitles its holders to a proportionate share
of the entity's net assets in the event of
liquidation at either acquisition date fair value
or, at the present ownership instruments'
proportionate share in the recognised amounts of
the acquiree's identifiable net assets. Other
components of non-controlling interest such as
outstanding share options are generally
measured at fair value. The Company has not
elected to take the option to use fair value in
acquisitions completed to date.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/11

Exhibit E/11

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
d.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Kepentingan Non-Pengendali (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
d.

Sejak tanggal 1 Januari 2011, total penghasilan


komprehensif yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh
entitas anak diatribusikan kepada pemilik dari
entitas
induk
dan
kepada
kepentingan
nonpengendali dalam proporsi sesuai dengan
kepentingan kepemilikan. Sebelum tanggal
tersebut, kerugian yang tidak terjadi dalam
entitas anak diatribusikan seluruhnya kepada
Perusahaan. Berdasarkan persyaratan ketentuan
transisi dalam PSAK 4 (Revisi 2009): Laporan
Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan
Terpisah,
nilai
tercatat
kepentingan
nonpengendali pada tanggal efektif amandemen
tersebut tidak disajikan kembali.
e.

Mata Uang Asing

Non-Controlling Interests (Continued)


From 1 January 2011, the total comprehensive
income of non-wholly owned subsidiaries is
attributed to owners of the parent and to the
non-controlling interests in proportion to their
relative ownership interests. Before this date,
unfunded losses in such subsidiaries were
attributed entirely to the Company.
In
accordance with the transitional requirements of
PSAK 4 (Revised 2009): Consolidated and
Separate Financial Statements, the carrying
value of non-controlling interests at the
effective date of the amendment has not been
restated.

e.

Foreign Currency

Transaksi yang terjadi pada entitas Perusahaan


dalam mata uang selain mata uang lingkungan
ekonomi utama di mana entitas Perusahaan
tersebut beroperasi (mata uang fungsional) diakui
dengan menggunakan kurs ketika transaksi
tersebut terjadi. Aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing ditranslasikan dengan
menggunakan kurs pada tanggal pelaporan.

Transactions entered into by Company entities in


a currency other than the currency of the
primary economic environment in which they
operate (their "functional currency") are
recorded at the rates ruling when the
transactions occur. Foreign currency monetary
assets and liabilities are translated at the rates
ruling at the reporting date.

Perbedaan nilai tukar yang terjadi ketika


mentranslasikan ulang aset dan liabilitas moneter
yang belum diselesaikan diakui langsung dalam
laba rugi, kecuali pinjaman dalam mata uang
asing yang digunakan sebagai lindung nilai
terhadap investasi neto pada operasi luar negeri,
yang mana perbedaan nilai tukar ini diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi
dalam cadangan nilai tukar asing bersama dengan
perbedaan nilai tukar yang terjadi karena
pentranslasian ulang operasi luar negeri.

Exchange differences arising on the retranslation


of unsettled monetary assets and liabilities are
recognised immediately in profit or loss, except
for foreign currency borrowings qualifying as a
hedge of a net investment in a foreign operation,
in which case exchange differences are
recognised in other comprehensive income and
accumulated in the foreign exchange reserve
along with the exchange differences arising on
the retranslation of the foreign operation.

Keuntungan dan kerugian nilai tukar yang terjadi


karena pentranslasian ulang aset keuangan
moneter tersedia untuk dijual diperlakukan
sebagai komponen terpisah dari perubahan nilai
wajar dan di akui dalam laba rugi. Keuntungan
dan kerugian nilai tukar atas aset keuangan non
moneter tersedia untuk di jual membentuk
secara keseluruhan keuntungan atau kerugian
yang di akui terkait instrument keuangan
tersebut.

Exchange gains and losses arising on the


retranslation of monetary available for sale
financial assets are treated as a separate
component of the change in fair value and
recognised in profit or loss. Exchange gains and
losses on non-monetary available for sale
financial assets form part of the overall gain or
loss recognised in respect of that financial
instrument.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/12

Exhibit E/12

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
e.

KEBIJAKAN

SIGNIFIKAN

Mata Uang Asing (Lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
e.

Foreign Currency (Continued)

Ketika di konsolidasi, hasil dari aktivitas usaha di


luar negeri ditranslasikan dalam unit mata uang
dengan menggunakan kurs yang mendekati
saat transaksi tersebut terjadi. Seluruh aset dan
liabilitas yang terjadi dari aktivitas usaha di luar
negeri, termasuk goodwill yang terjadi karena
pengakuisisian operasi tersebut, ditranslasikan
dengan menggunakan kurs pada tanggal pelaporan.
Perbedaan nilai tukar yang terjadi ketika
mentranslasikan aset neto awal pada kurs awal dan
hasil operasi usaha luar negeri pada kurs aktual
diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
diakumulasi dalam cadangan nilai tukar asing.

On consolidation, the results of overseas operations


are translated into CU at rates approximating to
those ruling when the transactions took place. All
assets and liabilities of overseas operations,
including goodwill arising on the acquisition of
those operations, are translated at the rate ruling
at the reporting date. Exchange differences arising
on translating the opening net assets at opening
rate and the results of overseas operations at actual
rate are recognised in other comprehensive income
and accumulated in the foreign exchange reserve.

Keuntungan atau kerugian dari perbedaan nilai tukar


di akui dalam laporan keuangan tersendiri milik
entitas Perusahaan atas translasian item moneter
jangka panjang yang membentuk investasi neto milik
Perusahaan pada operasi luar negeri yang
direklasifikasikan pada penghasilan komprehensif
lain dan diakumulasikan dalam cadangan nilai tukar
asing dalam konsolidasi.

Exchange differences recognised profit or loss in


Company entities' separate financial statements on
the translation of long-term monetary items
forming part of the Company's net investment in the
overseas operation concerned are reclassified to
other comprehensive income and accumulated in
the foreign exchange reserve on consolidation.

Ketika aktivitas usaha luar negri dilepaskan,


kumulatif perbedaan nilai tukar di akui dalam
cadangan nilai tukar asing terkait dengan operasi
tersebut sampai dengan tanggal pelepasan dialihkan
dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasi
sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian
pelapasan.

On disposal of a foreign operation, the cumulative


exchange differences recognised in the foreign
exchange reserve relating to that operation up to
the date of disposal are transferred to the
consolidated statement of comprehensive income as
part of the profit or loss on disposal.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 kurs


yang digunakan (angka penuh) adalah sebagai
berikut:

As of 31 December 2015 and 2014, the exchange


rate (full amount) are as follows:

Mata uang

f.

AKUNTANSI

2015

2014

Foreign Currencies

1 EUR

15.069,68

15.133,27

1 EUR

1 US $

13.795,00

12.440,00

1 US $

1 SG $

9.751,19

9.422,11

1 SG $

100 JPY

11.452,42

10.424,88

100 JPY

1 AUD $

10.064,16

10.218,23

1 A UD $

1 GBP

20.451,11

19.370,34

1 GBP

Pihak-Pihak Berelasi

f.

Related Parties

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait


dengan
entitas
yang
menyiapkan
laporan
keuangannya.

A related party is a person or entity that is related


to the entity that is preparing its financial
statements.

i. Orang atau anggota keluarga dekatnya


mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
- memiliki pengendalian atau pengendalian
bersama atas entitas pelapor;
- memiliki pengaruh signifikan atas entitas
pelapor; atau
- merupakan personil manajemen kunci entitas
pelapor atau entitas induk dari entitas
pelapor.

i. A person or a close member of that persons


family is related to a reporting entity if that
person:
- has control or joint control over the reporting
entity;
- has significant influence over the reporting
entity; or
- is a member of the key management personnel
of the reporting entity or a parent of the
reporting entity.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/13

Exhibit E/13

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
f.

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Pihak-Pihak Berelasi (Lanjutan)


ii.

g.

KEBIJAKAN

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
f.

Suatu entitas berelasi dengan entitas


pelapor jika memenuhi salah satu dari
kondisi berikut:
- Entitas dan entitas pelapor adalah
anggota dari Perusahaan yang sama
(artinya entitas induk, entitas anak, dan
entitas anak berikutnya saling berelasi
dengan entitas lain);
- Satu entitas adalah entitas asosiasi atau
ventura bersama dari entitas lain (atau
entitas asosiasi atau ventura bersama
yang
merupakan
anggota
suatu
Perusahaan, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya);
- Kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama;
- Satu entitas adalah ventura bersama
dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas
ketiga;
- Entitas tersebut adalah suatu program
imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja
dari salah satu entitas pelapor atau
entitas yang terkait dengan entitas
pelapor. Apabila entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program
tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;

Related Parties (Continued)


ii.

An entity is related to a reporting entity if


any of the following condition applies:
The entity and the reporting entity are
members of the same the Company
(which means that each parent,
Subsidiary and fellow Subsidiary is
related to the others);
-

One entity is an associate or joint


venture of the other entity (or an
associate or joint venture of a member
of a Group of which the other entity is
a member);

Both entities are joint ventures of the


same third party;
One entity is joint venture of a third
entity and the other entity is an
associate of the third entity;

The entity is a post-employment


defined benefit plan for the benefit of
employees of either the reporting
entity or an entity related to the
reporting entity. If the reporting entity
is running itself such a plan, the
sponsoring employers are also related
to the reporting entity;

Entitas dikendalikan atau dikendalikan bersama


oleh orang yang diidentifikasi memiliki pengaruh
signifikan atas entitas atau merupakan personil
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari
entitas).

The entity is controlled or jointly controlled by a


person identified has significant influence over
the entity or is a member of the key
management personnel of the entity (or of a
parent of the entity).

Transaksi
tersebut
dilakukan
berdasarkan
persyaratan yang disepakati oleh pihak-pihak.
Persyaratan-persyaratan tersebut mungkin tidak
sama dengan transaksi-transaksi dengan bukan
pihak berelasi.

The transactions are made based on terms


agreed by the parties. Such terms may not be the
same as those transactions with unrelated
parties.

Aset Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya
ke dalam kategori yang di jelaskan di bawah ini,
tergantung pada tujuan pengakuisisian aset.
Perusahaan
tidak
mengklasifikasikan
aset
keuangannya sebagai dimiliki hingga jatuh tempo.

g.

Financial Assets
The Company classifies its financial assets into
one of the categories discussed below, depending
on the purpose for which the asset was acquired.
The Company has not classified any of its
financial assets as held to maturity.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/14

Exhibit E/14

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
g.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Aset Keuangan (Lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
g.

Financial Assets (Continued)

Selain daripada aset keuangan untuk tujuan nilai


lindung, kebijakan akuntansi Perusahaan di
kategorikan sebagai berikut:

Other than financial assets in a qualifying


hedging relationship, the Company's accounting
policy for each category is as follows:

Pinjaman dan Piutang

Loans and receivables

Aset pinjaman dan piutang merupakan aset


keuangan nonderivative dengan pembayaran
tetap atau yang telah ditentukan yang tidak
memiliki kuotasi di pasar aktif. Aset tersebut
pada dasarnya terjadi melalui cadangan barang
dan jasa kepada pelanggan (misalnya, piutang
dagang), namun juga memasukkan jenis aset
moneter kontraktual lain. Pengakuan awal aset
tersebut pada nilai wajar ditambahkan dengan
biaya transaksi yang langsung diatribusikan
pada
akuisisi
atau
penerbitannya,
dan
selanjutnya dicatat pada biaya amortisasi dengan
menggunakan metode tingkat suku bunga efektif,
dikurangi dengan cadangan untuk penurunan
nilai.

These assets are non-derivative financial assets


with fixed or determinable payments that are
not quoted in an active market. They arise
principally through the provision of goods and
services to customers (e.g. trade receivables),
but also incorporate other types of contractual
monetary asset. They are initially recognised at
fair value plus transaction costs that are directly
attributable to their acquisition or issue, and are
subsequently carried at amortised cost using the
effective interest rate method, less provision for
impairment.

Cadangan penurunan nilai di akui ketika ada bukti


objektif (seperti kesulitan keuangan signifikan
pada pihak lawan atau gagal bayar atau
penundaan
pembayaran
signifikan)
bahwa
Perusahaan tidak dapat menagih seluruh jumlah
yang jatuh tempo berdasarkan persyaratan
piutang, jumlah cadangan berbeda antara jumlah
tercatat neto dan nilai kini arus kas masa depan
yang diharapkan dari piutang yang mengalami
penurunan nilai tersebut. Untuk piutang usaha,
yang dilaporkan secara neto, cadangan seperti ini
dicatat dalam akun pencadangan terpisah dengan
kerugian diakui dalam beban administrasi dalam
laporan penghasilan komprehensif konsolidasi.
Ketika terkonfirmasi bahwa piutang usaha tidak
dapat di tagih, nilai tercatat bruto dari aset
tersebut di hapus terhadap cadangannya.

Impairment provisions are recognised when there


is objective evidence (such as significant
financial difficulties on the part of the
counterparty or default or significant delay in
payment) that the Company will be unable to
collect all of the amounts due under the terms
receivable, the amount of such a provision being
the difference between the net carrying amount
and the present value of the future expected
cash flows associated with the impaired
receivable. For trade receivables, which are
reported net, such provisions are recorded in a
separate allowance account with the loss being
recognised within administrative expenses in the
consolidated statement of comprehensive
income.
On confirmation that the trade
receivable will not be collectable, the gross
carrying value of the asset is written off against
the associated provision.

Dari waktu ke waktu, Perusahaan memilih untuk


menegosiasi kembali persyaratan jatuh tempo
piutang usaha dari pelanggan yang memiliki
transaksi historis yang baik. Negosiasi ulang
seperti ini dapat mengubah jangka waktu
pembayaran daripada perubahan jumlah terutang
dan, sebagai akibatnya, arus kas baru yang
diharapkan terdiskonto pada tingkat suku bunga
efektif dan perbedaan yang dihasilkan untuk nilai
wajar diakui dalam laporan penghasilan
komprehensif konsolidasi (laba operasi).

From time to time, the Company elects to


renegotiate the terms of trade receivables due
from customers with which it has previously had
a good trading history. Such renegotiations will
lead to changes in the timing of payments rather
than changes to the amounts owed and, in
consequence, the new expected cash flows are
discounted at the original effective interest rate
and any resulting difference to the carrying
value is recognised in the consolidated
statement of comprehensive income (operating
profit).

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/15

Exhibit E/15

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
g.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Aset Keuangan (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
g.

Pinjaman dan piutang Perusahaan meliputi


piutang usaha dan piutang lainnya dan kas dan
setara kas dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
h.

i.

Kas dan Setara Kas

Financial Assets (Continued)


The Company's loans and receivables comprise
trade and other receivables and cash and cash
equivalents in the consolidated statement of
financial position.

h.

Cash and Cash Equivalents

Kas dan setara kas terdiri dari kas, deposito


jangka pendek, investasi jangka pendek yang
tingkat likuidasinya sangat tinggi dengan jatuh
tempo dalam waktu kurang dari tiga bulan, dan
untuk tujuan laporan arus kas rekening giro.
Rekening giro disajikan dalam liabilitas jangka
pendek
dalam
laporan
posisi
keuangan
konsolidasi.

Cash and cash equivalents includes cash in hand,


deposits held at call with banks, other short
term highly liquid investments with original
maturities of three months or less, and for the
purpose of the statement of cash flows - bank
overdrafts. Bank overdrafts are shown within
loans and borrowings in current liabilities on the
consolidated statement of financial position.

Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan


setara kas mencakup kas, simpanan yang
sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi
likuid jangka pendek lainnya dengan yang jatuh
tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan
cerukan.
Pada
laporan
posisi
keuangan
konsolidasian,
cerukan
disajikan
bersama
sebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek

In the consolidated statement of cash flows,


cash and cash equivalents include cash in hand,
deposits held at call with banks, other shortterm highly liquid investments with original
maturities of three months or less, and bank
overdrafts. In the consolidated statement of
financial position, bank overdrafts are shown
within borrowings in current liabilities.

Piutang Usaha dan Piutang Non-Usaha

i.

Trade and Non-Trade Receivables

Piutang
usaha
merupakan
jumlah
yang
terutangdari pelanggan atas penjualan barang
dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal.
Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam
waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus
operasi normal jika lebih panjang), piutang
diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak,
piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.

Trade receivables are amounts due from


customers for merchandise sold or services
performed in the ordinary course of business. If
collection is expected in one year or less (or in
the normal operating cycle of the business if
longer), they are classified as current assets. If
not, they are presented as non-current assets.

Piutang
non-usaha
dari
pihak
berelasi
merupakan saldo piutang yang terkait dengan
pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi
Perusahaan. Piutang usaha dan piutang nonusaha padaawalnya diakui sebesar nilai wajar dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode
bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan
signifikan, dikurangi provisi atas penurunan
nilai.

Non-trade receivables from related parties are


receivables balance reflecting loan given to
related parties of the Company.
Trade and non-trade receivables are recognised
initially at fair value and subsequently measured
at amortised cost using the effective interest
method, if the impact of discounting is
significant, less any provision for impairment.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/16

Exhibit E/16

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
i.

j.

KEBIJAKAN

Piutang Usaha
(Lanjutan)

AKUNTANSI
dan

Piutang

SIGNIFIKAN
Non-Usaha

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
i.

Kolektibilitas piutang usaha dan piutang nonusaha ditinjau secara berkala. Piutang yang
diketahui tidak tertagih, dihapuskan dengan
secara langsung mengurangi nilai tercatatnya.
Akun penyisihan digunakan ketika terdapat
bukti yang objektif bahwa Grup tidak dapat
menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan
persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan
signifikan yang dialami debitur, kemungkinan
debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau
menunggak pembayaran merupakan indikator
yang dianggap dapat menunjukan adanya
penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan
nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat
aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa
depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus
kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
didiskontokan apabila efek diskonto tidak
material.

Collectability of trade and non-trade receivables


is reviewed on an ongoing basis. Debts which are
known to be uncollectible are written off by
reducing
the
carrying
amount
directly.
An allowance account is used when there
is objective evidence that the Company will not
be able to collect all amounts due according
to the original terms of the receivables.
Significant financial difficulties of the debtor,
probability that the debtor will enter bankruptcy
or financial reorganisation, and default or
delinquency in payments are considered
indicators that the trade receivable is impaired.
The amount of the impairment allowance is the
difference between the assets carrying amount
and the present value of estimated future cash
flows, discounted at the original effective
interest rate. Cash flows relating to short term
receivables are not discounted if the effect of
discounting is immaterial.

Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada


laporan laba rugi dan disajikan dalam beban
penurunan nilai. Ketika piutang usaha dan
piutang non-usaha, yang rugi penurunan
nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada
periode selanjutnya, maka piutang tersebut
dihapusbukukan
dengan
mengurangi
akun
penyisihan. Jumlah yang selanjutnya dapat
ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya
telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
beban penurunan nilai pada laporan laba rugi.

The amount of the impairment loss is recognised


in profit or loss within impairment charges.
When a trade and non-trade receivable for which
an impairment allowance had been recognised
becomes uncollectible in a subsequent period, it
is written off against the allowance account.
Subsequent recoveries of amounts previously
written off are credited against impairment
charges in profit or loss.

Persediaan

j.

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah


antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode ratarata tertimbang.
k.

Trade nd Non-Trade Receivables (Continued)

Biaya Dibayar Dimuka


Biaya dibayar dimuka diamortisasi
manfaat
masing-masing
biaya
menggunakan metode garis lurus.

Inventories are stated at the lower of cost and


net realizable value. Cost is determined using
the weighted average method.
k.

selama
dengan

Inventories

Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized over their
beneficial periods using the straight-line
method.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/17

Exhibit E/17

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)


l.

2.

Aset Tetap

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
l.

Property, Plant and Equipment

Aset tetap pada awalnya diakui pada biaya. Sama


halnya dengan harga pembelan, biaya termasuk yang
langsung diatribusikan ke biaya dan perkiraan nilai
kini pada biaya yang tidak dapat di hindari di masa
depan untuk dibongkar atau dilepas. Liabilitas diakui
dalam cadangan.

Items of property, plant and equipment are initially


recognised at cost. As well as the purchase price,
cost includes directly attributable costs and
the estimated present value of any future
unavoidable costs of dismantling and removing
items. The corresponding liability is recognised
within provisions.

Sejak tahun 2015 untuk aset tetap Tanah, bangunan


dan mesin disajikan sebesar nilai wajar, berdasarkan
penilaian yang dilakukan oleh penilai independen
eksternal yang telah terdaftar di OJK, dikurangi
penyusutan untuk bangunan. Penilaian atas aset
tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan
bahwa nilai wajar aset yan direvaluasi tidak berbeda
secara material dengan jumlah tercatatnya.
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi
dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan
nilai netonya disajikan kembali sebesar jumlah
revaluasi aset.

Since 2015 for Land, buildings and machineries are


shown at fair value, based on valuations performed
by external independent valuers which are
registered with OJK, less subsequent depreciation
for buildings. Valuations are performed with
sufficient regularity to ensure that the fair value of
a revalued asset does not differ materially from its
carrying amount. Any accumulated depreciation at
the date of revaluation is eliminated against the
gross carrying amount of the asset, and the net
amount is restated to the revalued amount of the
asset.

Aset tetap peralatan pabrik, peralatan laboratorium,


peralatan kantor dan kendaraan bermotor disajikan
sebesar
harga
perolehan
dikurangi
dengan
penyusutan. Harga perolehan termasuk pengeluaran
yang dapat diatribusikan secara langsung atas
perolehan aset tersebut.

Factory equipment, Laboratory equipment, Office


equipment and motor vehicles are stated at
historical cost less depreciation. Historical cost
includes expenditure that is directly attributable to
the acquisition of the items.

Tanah tidak di penyusutan. Penyusutan untuk aset


dalam konstruksi tidak dapat dilakukan kecuali aset
tersebut telah selesai atau siap di gunakan.
Penyusutan diterapkan untuk seluruh aset tetap
sehingga telah di hapuskan dengan nilai tercatat
selama masa manfaat ekonomi yang diharapkan.

Freehold land is not depreciated. Depreciation on


assets under construction does not commence until
they are complete and available for use.
Depreciation is provided on all other items of
property, plant and equipment so as to write off
their carrying value over their expected useful
economic lives.

Tarif berikut digunakan:

Bangunan
Instalasi listrik
Mesin
Peralatan pabrik
Peralatan laboratorium
Peralatan kantor
Kendaraan bermotor

It is provided at the following rates:


Tahun/
Years
8 20
5
5 15
4 15
4 -5
4
4

Pada pengakuan awal, aset tetap dinilai sebesar


biaya perolehan. Biaya perolehan aset meliputi
harga pembelian dan semua biaya yang dapat
diatribusikan langsung untuk membawa aset
tersebut ke suatu kondisi kerja dan kondisi lokasi
bagi tujuan penggunaannya.

Buildings
Electrical installations
Machineries
Factory equipment
Laboratory equipment
Office equipment
Motor vehicles
Property, plant and equipment are initially carried
at cost. The cost of an asset comprises its purchase
price and any directly attributable costs of bringing
the asset to the working condition and location for
its intended use.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/18

Exhibit E/18

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)


l.

Aset Tetap (Lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
l.

Property, Plant and Equipment (Continued)

Pada tanggal revaluasi, akumulasi penyusutan atas


bangunan yang di revaluasi di eliminasi terhadap
jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah neto di
sajikan kembali terhadap jumlah revaluasi aset.
Selisih penyusutan atas revaluasi bangungan
terhadap jumlah yang akan dibebankan pada biaya
historikal, di alihkan dari cadangan revaluasi ke
saldo laba ketika tanah dan bangunan di bebankan
melalui laporan penghasilan komprehensif lain
konsolidasi
(misalnya
melalui
penyusutan,
penurunan nilai) . Pada pelepasan aset, saldo
cadangan revaluasi akan di alihkan ke saldo laba.

At the date of revaluation, the accumulated


depreciation on the revalued freehold property is
eliminated against the gross carrying amount of the
asset and the net amount is restated to the
revalued amount of the asset.
The excess
depreciation on revalued freehold buildings, over
the amount that would have been charged on a
historical cost basis, is transferred from the
revaluation reserve to retained earnings when
freehold land and buildings are expensed through
the consolidated statement of comprehensive
income (e.g. through depreciation, impairment). On
disposal of the asset the balance of the revaluation
reserve is transferred to retained earnings.

Perusahaan dan entitas anaknya menerapkan model


biaya di dalam pengakuan selanjutnya bagi aset
tetap kecuali tanah, bangunan dan mesin.
Perusahaan dan entitas anaknya melakukan
perubahan kebijakan akuntansi atas aset tetap
tanah, bangunan dan mesin dari model biaya
menjadi model revaluasi sejak tanggal 31 Desember
2015. Hal ini dilakukan dengan mengacu kepada
PSAK 16 Aset Tetap yang menyatakan bahwa
entitas harus memilih menggunakan model
biaya atau model revaluasi dalam kebijakan
akuntansinya dan diterapkan secara prospektif.
Perusahaan dan entitas anaknya akan melakukan
penilaian atas aset tetap tanah dan bangunan setiap
tahun yang akan dilakukan oleh penilai independen.

The Company and its subsidiaries applied the cost


model for its property, plant and equipment except
for land, buildings and machineries. The Company
and its subsidiary change its accounting policy on
property, plant and equipment of land and buildings
from the cost model to revaluation model since 31
December 2015. This is applied by referring to PSAK
16 Property, plant and equipment, which states
that entities should choose to use the cost model
or the revaluation model in its accounting policies
and is applied prospectively. The Company and its
subsidiary shall conduct an assessment of the
Property, plant and equipment of land and
plantations annually that will be performed by
independent valuers.

m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan


persediaan dan Aset Pajak Tangguhan)

(selain

m. Impairment of Non-Financial Assets (excluding


inventories and Deferred Tax Assets)

Perusahaan menilai pada tiap tanggal pelaporan


apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada aset.
Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau
ketika penilaian penurunan nilai bagi aset secara
tahunan disyaratkan, Perusahaan membuat estimasi
nilai terpulihkan aset.

The Company assesses at each reporting date


whether there is any indication that an asset may
be impaired. If any such indication exists, or when
annual impairment assessment for an asset is
required, the Company makes an estimate of the
asset's recoverable amount.

Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi


dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual aset atau Unit Penghasil Kas dan nilai
pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset
individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan
arus kas masuk yang sebagian besar independen dari
aset lain. Di dalam menilai nilai pakai, estimasi
arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset
didiskontokan terhadap nilai kininya dengan
menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak
yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap
nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Di dalam
menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
dibutuhkan model penilaian yang tepat.

An asset's recoverable amount is the higher of an


asset's or Cash-Generating Unit's fair value less
costs to sell and its value in use and is determined
for an individual asset, unless the asset does not
generate cash inflows that are largely independent
of those from other assets. In assessing value in use,
the estimated future cash flows expected to be
generated by the asset are discounted to their
present value using a pre-tax discount rate that
reflects current market assessments of the time
value of money and the risks specific to the asset.
In assessing fair value less costs to sell, an
appropriate valuation model is used.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/19

Exhibit E/19

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)

Nilai Aset Non-Keuangan (selain


persediaan dan Aset Pajak Tangguhan) (Lanjutan)

m. Impairment of Non-Financial Assets (excluding


inventories and deferred tax assets) (Continued)

Ketika
nilai
tercatat
aset
melebihi
nilai
terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar
nilai terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di
dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
kecuali aset yang relevan dinilai pada jumlah yang
direvaluasi, yang dalam hal ini kerugian penurunan
nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.

Where the carrying amount of an asset exceeds its


recoverable amount, the asset is written down to
its recoverable amount. Impairment losses are
recognized
in
consolidated
statement
of
comprehensive income unless the relevant asset is
carried at a revalued amount, in which case the
impairment loss is treated as a revaluation
decrease.

Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal


pelaporan sebagaimana apabila terdapat segala
indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui
sebelumnya sudah tidak ada lagi atau mengalami
penurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang
diakui sebelumnya, dibalikkan nilainya jika terdapat
perubahan
estimasi
yang
digunakan
untuk
menentukan nilai terpulihkan aset sejak pengakuan
terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian
kondisinya, nilai tercatat aset meningkat pada
jumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak
dapat melebihi nilai tercatat yang telah ditentukan,
penyusutan bersih, tidak ada kerugian penurunan
nilai yang diakui sebelumnya. Pembalikkan nilai
tersebut diakui di dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian kecuali aset tersebut
diukur pada jumlah revaluasian, yang dalam hal ini
diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi.

An assessment is made at each reporting date as to


whether there is any indication that previously
recognized impairment losses may no longer exist or
may have decreased. A previously recognized
impairment loss is reversed only if there has been a
change in the estimates used to determine the
asset's recoverable amount since the last
impairment loss was recogni zed. If that is the case,
the carrying amount of the asset is increased to its
recoverable amount. That increase cannot exceed
the carrying amount that would have been
determined, net of depreciation, had no
impairment loss been recognized previously. Such
reversal is recognized in consolidated statement of
comprehensive income unless the asset is measured
at revalued amount, in which case the reversal is
treated as a revaluation increase.

m. Penurunan

n. Liabilitas keuangan

n.

Financial liabilities

Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya


ke dalam satu atau dua kategori, tergantung pada
tujuan liabilitas tersebut diakuisisi.

The Company classifies its financial liabilities into


one of two categories, depending on the purpose
for which the liability was acquired.

Selain daripada liabilitas keuangan untuk tujuan nilai


lindung (lihat penjelasan dibawah ini), kebijakan
akuntansi milik Perusahaan untuk setiap kategori di
jelaskan sebagai berikut:

Other than financial liabilities in a qualifying


hedging relationship (see below), the Company's
accounting policy for each category is as follows:

Nilai wajar melalui laba atau rugi

Fair value through profit or loss

Kategori ini hanya terdiri dari instrumen derivatif


out-of-the-money (lihat Aset keuangan di dalam
derivatif uang). Instrumen tersebut dinilai di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai
wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui di
dalam konsolidasi pendapatan komprehensif lainnya.
Perusahaan tidak mempunyai atau mengeluarkan
instrumen derivative untuk tujuan spekulasi melaikan
untuk tujuan llindung nilai. Selain instrument
derivative tersebut, Perusahaan tidak memiliki
liabilitas untuk diperdagangkan maupun ditujukan
bagi semua liabilitas keuangan yang dikelompokkan
sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi.

This category comprises only out-of-the-money


derivatives (see "Financial assets" for in the money
derivatives). They are carried in the consolidated
statement of financial position at fair value with
changes in fair value recognised in the consolidated
statement of comprehensive income. The Company
does not hold or issue derivative instruments for
speculative purposes, but for hedging purposes.
Other than these derivative financial instruments,
the Company does not have any liabilities held for
trading nor has it designated any financial liabilities
as being at fair value through profit or loss.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/20

Exhibit E/20

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Aset Sewaan

o.

o.

Leased Assets
Where substantially all of the risks and rewards
incidental to ownership of a leased asset have
been transferred to the Company (a "finance
lease"), the asset is treated as if it had been
purchased outright. The amount initially
recognised as an asset is the lower of the fair
value of the leased property and the present
value of the minimum lease payments payable
over the term of the lease. The corresponding
lease commitment is shown as a liability. Lease
payments are analysed between capital and
interest. The interest element is charged to the
consolidated statement of comprehensive income
over the period of the lease and is calculated so
that it represents a constant proportion of the
lease liability. The capital element reduces the
balance owed to the lessor.

Apabila secara substansial seluruh risiko dan


manfaat terkait kepemilikan aset tidak dialihkan
kepada Perusahaan (sewa operasi), maka
total utang sewa dibebankan dalam laporan
penghasilan komprehensif konsolidasi dengan
metode garis lurus selama masa sewa. Manfaat
agregat insentif sewa diakui sebagai pengurang
beban sewa selama masa sewa dengan metode
garis lurus.

Where substantially all of the risks and rewards


incidental to ownership are not transferred to
the Company (an "operating lease"), the total
rentals payable under the lease are charged to
the consolidated statement of comprehensive
income on a straight-line basis over the lease
term. The aggregate benefit of lease incentives
is recognised as a reduction of the rental
expense over the lease term on a straight-line
basis.
p.

Defined Benefit Schemes

Surplus dan deficit program imbalan pasti diukur


pada:

Defined benefit scheme surpluses and deficits


are measured at:

Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada


tanggal pelaporan, dikurangi
Liabilitas yang direncanakan dihitung dengan
menggunakan metode projected unit credit
yang di diskonto ke nilai kini dengan
menggunakan imbal hasil obligasi perusahaan
yang berkualitas tinggi yang tersedia yang
memiliki
tanggal
jatuh
tempo
yang
mendekati persyaratan liabilitas; ditambah
Biaya servis masa lalu yang tidak diakui, di
kurangi
Dampak persyaratan pendanaan minimum
yang disetujui dengan skema perwakilan.

Pengukuran kembali kewajiban pasti neto diakui


langsung dalam ekuitas. Pengukuran kembali
tersebut termasuk :
-

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)

Apabila secara substansial seluruh risiko dan


manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
sewaan telah dialihkan kepada Perusahaan
(sewa pembiayaan), maka aset tersebut
diperlakukan seolah-olah sebagai pembelian
biasa. Jumlah awal pengakuan diakui sebagai
aset adalah mana yang lebih rendah antara nilai
wajar propertI yang disewakan dan nilai kini
pembayaran minimum sewa terutang selama
masa sewa. Komitmen sewa disajikan sebagai
liabilitas. Pembayaran sewa dianalisis antara
modal dan bunga. Elemen bunga dibebankan
pada
laporan
penghasilan
komprehensif
konsolidasi
selama
masa
sewa
dan
diperhitungkan sehingga mencerminkan proporsi
konstan
liabilitas
sewa.
Elemen
modal
mengurangi saldo terutang lessor.

Program Imbalan Pasti

p.

2.

Keuntungan dan kerugian aktuaris


Imbalan atas aset (tidak termasuk bunga)
Aset dengan efek batas tertinggi (tidak
termasuk bunga)

The fair value of plan assets at the reporting


date; less
Plan liabilities calculated using the
projected unit credit method discounted to
its present value using yields available on
high quality corporate bonds that have
maturity dates approximating to the terms
of the liabilities; plus

Unrecognised past service costs; less

The effect of minimum funding requirements


agreed with scheme trustees.

Remeasurements of the net defined obligation


are recognised directly within equity. The
remeasurements include:
-

Actuarial gains and losses


Return on plan assets (interest exclusive)
Any asset ceiling effects (interest exclusive).

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/21

Exhibit E/21

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
q.

r.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Program Imbalan Pasti

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
q.

Defined Benefit Schemes

Biaya servis di akui dalam laba atau rugi, dan


termasuk biaya servis saat ini dan masa lalu,
serta kurtailmen keuntungan dan kerugian

Service costs are recognised in profit or loss, and


include current and past service costs as well as
gains and losses on curtailments.

Beban bunga neto (pendapatan) di akui dalam


laba rugi dan dihitung dengan menerapkan
tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban
imbalan pasti (aset) pada awal periode tahunan
hingga pembayaran manfaat selama periode.

Net interest expense (income) is recognised in


profit or loss, and is calculated by applying the
discount rate used to measure the defined
benefit obligation (asset) at the beginning of the
annual period to the balance of the net defined
benefit obligation (asset), considering the
effects of contributions and benefit payments
during the period.

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari


perubahan manfaat skema atau kurtailmen diakui
secara langsung dalam laba rugi.

Gains or losses arising from changes to scheme


benefits or scheme curtailment are recognised
immediately in profit or loss.

Penyelesaian skema manfaat pasti diakui dalam


periode dimana penyelesaian tersebut terjadi.

Settlements of defined benefit schemes are


recognised in the period in which the settlement
occurs.

Perpajakan

r.

Taxation

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak


tangguhan. Pajak di akui dalam laba rugi, kecuali
jika berkaitan dengan item yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain atau secara
langsung dalam ekuitas. Dalam kasus ini, pajak di
akui dalam penghasilan komprehensif lain atau
langsung dalam ekuitas.

The tax expense comprises current and deferred


tax. Tax is recognized in profit or loss, except to
the extent that it relates to items recognized in
other comprehensive income or directly in
equity. In this case, the tax is also recognized in
other comprehensive income or directly in
equity, respectively.

Pajak kini

Current tax

Beban pajak penghasilan kini di hitung dengan


dasar hukum pajak yang berlaku pada tanggal
pelaporan. Aset atau liabilitas pajak penghasilan
kini terdiri dari kewajiban kepada atau klaim dari
otoritas pajak yang berhubungan dengan periode
pelaporan kini atau sebelumnya, yang belum di
bayar pada akhir periode tanggal pelaporan.
Pajak penghasilan diperhitungkan berdasarkan
tarif pajak dan hukum pajak yang berlaku pada
periode fiskal terkait, berdasarkan laba kena
pajak untuk periode tersebut. Seluruh perubahan
pada aset atau liabilitas pajak kini diakui sebagai
komponen biaya pajak penghasilan dalam laba
atau rugi.

The current income tax charge is calculated on


the basis of the tax laws enacted or
substantively enacted at the reporting date.
Current income tax assets and/or liabilities
comprise those obligations to, or claims from,
tax authorities relating to the current or prior
reporting period, that are unpaid at the end of
each reporting period date. They are calculated
according to the tax rates and tax laws
applicable to the fiscal periods to which they
relate, based on the taxable profit for the
period. All changes to current tax assets or
liabilities are recognized as a component of
income tax expense in profit or loss.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/22

Exhibit E/22

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
r.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Perpajakan (Lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
r.

Taxation (Continued)

Pajak tangguhan

Deferred tax

Aset dan liabilitas pajak tangguhan di akui ketika


jumlah tercatat dari aset atau liabilitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasi berbeda dari
dasar perpajakannya, kecuali jika perbedaan itu
terjadi karena:

Deferred tax assets and liabilities are recognised


where the carrying amount of an asset or
liability in the consolidated statement of
financial position differs from its tax base,
except for differences arising on:

Pengakuan awal goodwill


Pengakuan awal aset atau liabilitas pada saat
transaksi yang bukan merupakan bisnis
kombinasi dan pada saat transaksi terjadi
tidak mempengaruhi akuntansi atau laba kena
pajak, dan
Investasi pada entitas anak dan pengendalian
bersama entitas dimana Perusahaan mampu
mengendalikan waktu pembalikan perbedaan
dan kemungkinan besar bahwa perbedaan
tersebut tidak akan dibalik pada masa yang
akan datang.

- The initial recognition of goodwill


- The initial recognition of an asset or liability
in a transaction which is not a business
combination and at the time of the transaction
affects neither accounting or taxable profit,
and
- Investments in subsidiaries and jointly
controlled entities where the Company is able
to control the timing of the reversal of the
difference and it is probable that the
difference will not reverse in the foreseeable
future.

Pengakuan dari aset pajak tangguhan terbatas


pada saat dimana terdapat kemungkinan besar
bahwa laba kena pajak akan tersedia terhadap
perbedaan yang dapat digunakan.

Recognition of deferred tax assets is restricted


to those instances where it is probable that
taxable profit will be available against which the
difference can be utilised.

Dalam hal aset pajak tangguhan yang terjadi


karena properti investasi diukur pada nilai wajar,
maka asumsi bahwa pemulihan akan terjadi
melalui penjualan daripada penggunaan yang
masih belum dibantah.

In respect of deferred tax assets arising from


investment property measured at fair value, the
presumption that recovery will be through sale
rather than use has not been rebutted.

Jumlah aset atau liabilitas di tentukan dengan


menggunakan tarif pajak pada saat tanggal
pelaporan dan di harapkan akan digunakan ketika
liabilitas pajak tangguhan/ (aset) telah
diselesaikan/(dipulihkan).

The amount of the asset or liability is


determined using tax rates that have been
enacted or substantively enacted by the
reporting date and are expected to apply when
the deferred tax liabilities/(assets) are
settled/(recovered).

Aset dan liabilitas pajak tangguhan di saling


hapus ketika Perusahaan memiliki hak hukum
untuk saling hapus aset dan liabilitas pajak kini
yang berhubungan dengan pungutan oleh otoritas
pajak yang sama atas:

Deferred tax assets and liabilities are offset


when the Company has a legally enforceable
right to offset current tax assets and liabilities
and the deferred tax assets and liabilities relate
to taxes levied by the same tax authority on
either:

The same taxable Company company, or

Different Company entities which intend


either to settle current tax assets and
liabilities on a net basis, or to realise the
assets
and
settle
the
liabilities
simultaneously, in each future period in
which significant amounts of deferred tax
assets or liabilities are expected to be settled
or recovered.

Perusahaan yang dikenakan pajak adalah


sama, atau
Kelompok entitas yang berbeda yang
bertujuan untuk menyelesaikan aset pajak
kini secara neto, atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitas, pada
periode masa depan dimana jumlah aset atau
liabilitas
pajak
tangguhan
signifikan
diharapkan untuk di selesaikan atau di
pulihkan.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/23

Exhibit E/23

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
s.

t.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Pengakuan Pendapatan dan Beban

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
s.

Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan


barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan
ekspor diakui pada saat barang dikapalkan
(F.O.B. Shipping Point) dan hak kepemilikan
berpindah ke pelanggan.

Local sales are recognized when the goods are


delivered to the customers, while export sales
are recognized when the goods are shipped
(F.O.B Shipping Point) and title has passed to the
customer.

Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang


bersangkutan (accrual basis).

Expenses are recognized when incurred (accrual


basis).

Biaya Pinjaman

t.

Bunga yang timbul dari pinjaman bank yang di


gunakan untuk membiayai pembangunan kantor
pusat baru milik Perusahaan dikapitalisasi sebagai
bagian dari biaya, penerimaan bunga neto
atas penarikan dibebankan. Perusahaan tidak
dikenakan beban bunga lain yang dapat
dikapitalisasikan.
u.

Laba per Saham

Informasi Segmen

Borrowing Costs
Interest incurred on the bank loan used to fund
the construction of the Company's new head
office is being capitalised as part of its cost, net
of interest received on cash drawn down yet to
be expended. The Company does not incur any
other
interest
costs
that
qualify
for
capitalisation.

u.

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi


laba bersih residual dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang
bersangkutan.
v.

Revenue and Expenses Recognition

Earnings per Share


Basic earning per share is computed by dividing
net income by the weighted-average number of
shares outstanding during the year.

v.

Segment Information

Informasi segmen disusun sesuai dengan


kebijakan
akuntansi
yang
dianut
dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian. Bentuk primer pelaporan segmen
adalah segmen usaha sedangkan segmen
sekunder adalah segmen geografis.

Segment information is prepared using the


accounting policies which are adopted for
preparing and presenting the consolidated
financial statements. The primary reporting
segment is based on business segments, while
secondary segment is based on geographical
segments.

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang


dapat dibedakan dalam menghasilkan produk
atau jasa (baik produk atau jasa individual
maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan
komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang
berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

A business segment is a distinguishable


component of an enterprise that which is
engaged in providing an individual product or
service or a Company of related products or
services that are subject to risks and returns that
are different from those of other business
segments.

Segmen geografis adalah komponen perusahaan


yang dapat dibedakan dalam menghasilkan
produk atau jasa pada lingkungan (wilayah)
ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki
risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko
dan imbalan pada komponen yang beroperasi
pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

A geographical segment is a distinguishable


component of an enterprise that which is
engaged in providing products or services within
a particular economic environment and that is
subject to risks and returns that are different
from those of components operating in other
economic environments.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/24

Exhibit E/24

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
v.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Informasi Segmen (Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
v.

Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam


satu segmen atau lebih dialokasikan kepada
setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan
dan beban yang terkait dengan aset tersebut
juga
dialokasikan
kepada
segmen-segmen
tersebut.
w. Provisi

x.

Segment Information (Continued)


Assets and liabilities that relate jointly to two or
more segments are allocated to their respective
segments if, and only if, their related revenues
and expense also are allocated to those segments
and the relative autonomy of that segments.

w. Provisions

Provisi diakui ketika Perusahaan dan entitas


anaknya memiliki liabilitas legal maupun
konstruktif sebagai hasil peristiwa lalu, yaitu
kemungkinan besar arus keluar sumber daya
ekonomi
diperlukan
untuk
menyelesaikan
kewajiban dan suatu estimasi terhadap jumlah
dapat dilakukan.

Provisions are recognized when the Company and


its subsidiary has a legal or constructive
obligation as a result of past events, it is more
likely than not that an outflow of resources will
be required to settle the obligation and a
reliable estimate of the amount can be made.

Provisi diriview pada akhir tiap periode


pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi terbaik. Apabila tidak ada lagi
kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi
diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas, maka
provisi tersebut dicadangkan.

Provisions are reviewed at the end of each


reporting period and adjusted to reflect the
current best estimate. If it is no longer probable
that an outflow of economic resources will be
required to settle the obligation, the provision is
reversed.

Apabila dampak nilai waktu uang adalah


material, maka provisi didiskontokan dengan
menggunakan tarif sebelum pajak, jika lebih
tepat, untuk mencerminkan risiko spesifik
liabilitas. Ketika pendiskontoan digunakan,
kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu
diakui sebagai beban keuangan.

If the effect of the time value of money is


material, provisions are discounted using a
current pre tax rate that reflects, where
appropriate, the risk specific to the liability.
When discounting is used, the increase in the
provision due to the passage of time is
recognized as a finance cost.

Kontinjensi

x.

Contingencies

Liabilitas kontinjensi tidak diakui di dalam


laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas
kontinjensi diungkapkan di dalam catatan atas
laporan
keuangan
konsolidasian
kecuali
kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi
adalah kecil.

Contingent liabilities are not recognized in the


consolidated financial statements. They are
disclosed in the notes to consolidated financial
statements unless the possibility of an outflow
of resources embodying economic benefits is
remote.

Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan


keuangan konsolidasian, namun diungkapkan di
dalam
catatan
atas
laporan
keuangan
konsolidasian jika terdapat kemungkinan suatu
arus masuk manfaat ekonomis mengalir ke dalam
entitas.

Contingent assets are not recognized in the


consolidated financial statements but are
disclosed in the notes to the consolidated
financial statements when an inflow of economic
benefits is probable.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/25

Exhibit E/25

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2.

IKHTISAR
(Lanjutan)
y.

z.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual


dan Operasi yang Dihentikan

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
y.

Non-Current Assets Held


Discontinued Operation

For

Sale

and

Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan)


diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual
ketika nilai tercatatnya akan dipulihkan terutama
melalui transaksi penjualan daripada melalui
pemakaian berlanjut dan penjualannya sangat
mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang
lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai
wajar setelah dikurangi biaya untuk untuk
menjual, kecuali untuk aset-aset seperti aset
pajak tangguhan, aset yang terkait dengan
imbalan kerja, aset keuangan dan properti
investasi yang dicatat pada nilai wajar, yang
secara khusus dikecualikan dari persyaratan ini.

Non-current assets (or disposal Company) are


classified as assets for sale when their carrying
amount is to be recovered principally through a
sale transaction rather than through continuing
use and a sale is considered highly probable.
They are stated at the lower of carrying amount
and fair value less cost to sell, except for assets
such as deferred tax assets, assets arising from
employee benefits, financial assets and
investment property thar are carried at fair
value, which are specifically exempt from this
requirement.

Kerugian penurunan nilai awal atau selanjutnya


diakui atas penurunan nilai aset (atau kelompok
lepasan) ke nilai wajar dikurangi dengan biaya
untuk menjual aset. Keuntungan diakui atas
peningkatan nilai wajar biaya untuk menjual aset
(atau kelompok lepasan), tetapi tidak boleh
melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang
telah diakui sebelumnya. Keuntungan atau
kerugian yang sebelumnya tidak diakui pada
tanggal penjualan aset tidak lancar (atau
kelompok
lepasan)
diakui
pada
tanggal
penghentian pengakuan.

An impairment loss is recognised for any initial


or subsequent write-down of the assets (or
disposal Company) to fair value less costs to sell.
A gain is recognised for any subsequent increases
in fair value less costs to sell for any asset (or
disposal Company), but not in excces of any
cumulative
impairment
loss
previously
recognised. A gain or loss not previously
recognised by the date of the sale of the noncurrent asset (or disposal Company) is recognised
at the date of derecognition.

Aset tidak lancar (termasuk yang merupakan


bagian dari lepasan) tidak boleh disusutkan atau
diamortisasi selama diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual. Bunga dan beban lainnya
yang dapat diatribusikan pada liabilitas dari
kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual tetap diakui.

Non-current assets (including those that are part


of a disposal Company) are not depreciated or
amortised while they are classified as held for
sale. Interest and other expenses attributable to
the liabilities of a disposal Company classified as
held for sale continue to be recognised.

Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai


dimiliki untuk dijual dan aset dalam kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual disajikan
secara terpisah dari aset lainnya dalam laporan
posisi keuangan. Liabilitas dalam kelompok
lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual disajikan secara terpisah dari
liabilitas lainnya dalam laporan posisi keuangan.

Non-current assets classified as held for sale and


the assets of a disposal Company classified as
held for sale are presented separately from the
other assets in the consolidated statement of
financial position. The liabilities of a disposal
Company classified as held for sale are
presented separately from other liabilities in the
consolidated statement of financial position.

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan


Peristiwa setelah periode pelaporan menyajikan
bukti kondisi yang terjadi pada akhir tahun
pelaporan
(peristiwa
penyesuain)
yang
dicerminkan di dalam laporan keuangan
konsolidasian.

z.

Events After The Reporting Period


Events after the reporting period that provide
evidence of conditions that existed at the end of
the reporting year (adjusting events) are
reflected
in
the
consolidated
financial
statements.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/26

Exhibit E/26

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

2. IKHTISAR
(Lanjutan)
z.

KEBIJAKAN

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Peristiwa setelah periode pelaporan (Lanjutan)

2.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES


(Continued)
z.

Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan


merupakan peristiwa penyesuai, diungkapkan
di dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian bila material.
3.

ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN


a.

b.

Pengukuran Nilai Wajar

Events after the reporting period (Continued)


Events after the reporting period that are
not adjusting events are disclosed in the notes
to consolidated financial statements when
material.

3. ESTIMATES AND SIGNIFICANT ASSUMPTIONS


a.

Fair Value Measurement

Sejumlah aset dan liabilitas yang termasuk dalam


laporan keuangan milik Perusahaan mensyaratkan
pengukuran pada, dan/atau pengungkapan atas
nilai wajar.

A number of assets and liabilities included in the


Companys
financial
statements
require
measurement at, and/or disclosure of, fair
value.

Pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas


keuangan dan non Keuangan milik Perusahaan
menggunakan input dan data pasar yang dapat
diobservasi sejauh mungkin. Input digunakan
dalam menentukan pengukuran nilai wajar
dikategorikan ke dalam beberapa tingkatyang
berbedaberdasarkan pada bagaimana input yang
dapat diobservasi tersebut digunakan dalam
teknik penilaian (hirarki nilai wajar):
- Tingkat 1: Harga kuotasian dalam pasar aktif
untuk item yang identik (tidak disesuaikan)
- Tingkat 2: Input yang dapat diobservasi
langsung atau tidak langsung selain daripada
input Tingkat 1
- Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi
(yaitu tidak berasal data pasar).

The fair value measurement of the Companys


financial and non-financial assets and liabilities
utilises market observable inputs and data as far
as possible. Inputs used in determining fair value
measurements are categorised into different
levels based on how observable the inputs used
in the valuation technique utilised are (the fair
value hierarchy):

Pengklasifikasian item pada tingkat di atas


didasarkan pada tingkat terendah dari input yang
digunakan yang memiliki efek signifikan dalam
pengukuran nilai wajar atas item. Pengalihan
item antara tingkatan diakui pada periode
terjadinya.

The classification of an item into the above


levels is based on the lowest level of the inputs
used that has a significant effect on the fair
value measurement of the item. Transfers of
items between levels are recognised in the
period they occur.

Perusahaan mengukur sejumlah item pada nilai


wajarnya.
Tanah dan gedung revaluasian - Aset tetap
(Catatan 10).

The Company measures a number of items at fair


value.
Revalued land and buildings - Property,
Plant and Equipment (Note 10).

Asumsi Skema Imbalan Pasti


Biaya, aset dan liabilitas skema imbalan pasti
yang dilakukan oleh Perusahaan ditentukan
dengan menggunakan metode yang bergantung
pada estimasi dan asumsi aktuarial. Rincian dari
asumsi utama terdapat dalam Catatan 28.
Perusahaan menjalankan masukan dari aktuaris
independen terkait dengan kesesuaian asumsi.
Perubahan pada asumsi yang digunakan mungkin
memiliki efek yang signifikan pada laporan
penghasilan
komprehensif
konsolidasi
dan
laporan posisi keuangan konsolidasi.

- Level 1: Quoted prices in active markets for


identical items (unadjusted)
- Level 2: Observable direct or indirect inputs
other than Level 1 inputs
- Level 3: Unobservable inputs (i.e. not derived
from market data).

b.

Defined Benefit Scheme Assumptions


The costs, assets and liabilities of the defined
benefit schemes operating by the Company are
determined using methods relying on actuarial
estimates and assumptions. Details of the key
assumptions are set out in note 28. The Company
takes advice from independent actuaries relating
to the appropriateness of the assumptions.
Changes in the assumptions used may have a
significant effect on the consolidated statement
of comprehensive income and the consolidated
statement of financial position.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/27

Exhibit E/27

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

3.

ESTIMASI DAN
(Lanjutan)
c.

ASUMSI

AKUNTANSI

SIGNIFIKAN

Proses Hukum

3.

ESTIMATES
(Continued)
c.

Perusahaan meninjau perkembangan kasus


hukum yang masih berjalan dalam proses hukum
dan pada setiap tanggal pelaporan, guna untuk
menilai kebutuhan provisi dan pengungkapan
dalam laporan keuangannya. Di antara faktorfaktor yang dipertimbangkan dalam membuat
keputusan provisi litigasi adalah sifat litigasi,
klaim atau penilaian, proses hukum dan tingkat
potensi
kerusakan
dijurisdiksi
di
mana
litigasi,
klaim
atau
penilaian
tersebut
berada, perkembangan dari kasus (termasuk
perkembangan
setelah
tanggal
pelaporan
keuangan namun sebelum laporan tersebut
dikeluarkan),
pendapat
atau
pandangan
penasihat hukum, pengalaman dalam kasus
serupa
dan
keputusan
dari
manajemen
Perusahaan tentang bagaimana Perusahaan akan
merespon terhadap litigasi, klaim atau penilaian.
d.

Pajak Penghasilan

AND

SIGNIFICANT

ASSUMPTIONS

Legal Proceedings
The Company reviews outstanding legal cases
following developments in the legal proceedings
and at each reporting date, in order to assess
the need for provisions and disclosures in its
financial statements. Among the factors
considered in making decisions on provisions are
the nature of litigation, claim or assessment,
the legal process and potential level of damages
in the jurisdiction in which the litigation, claim
or assessment has been brought, the progress of
the case (including the progress after the date
of the financial statements but before those
statements are issued), the opinions or views of
legal advisers, experience on similar cases and
any decision of the Company's management as to
how it will respond to the litigation, claim or
assessment.

d.

Income Taxes

Perusahaan dikenakan pajak penghasilan dan


pertimbangan yang signifikan dipersyaratkan
dalam menentukan provisi pajak penghasilan.
Dalam kegiatan bisnis normal, ada transaksi dan
perhitungan yang mana penentuan pajaknya
tidak pasti. Sebagai akibatnya, perusahaan
mengakui adanya liabilitas pajak berdasarkan
estimasi apakah akan ada tambahan pajak dan
bunga yang akan jatuh tempo.

The Company is subject to income tax and


significant judgement is required in determining
the provision for income taxes. During the
ordinary course of business, there are
transactions and calculations for which the
ultimate tax determination is uncertain. As a
result, the company recognises tax liabilities
based on estimates of whether additional taxes
and interest will be due.

Liabilitas pajak ini diakui ketika, meskipun


perusahaan
berkeyakinan
bahwa
posisi
pengembalian pajak terdukung, perusahaan yakin
bahwa posisi tertentu sangat mungkin tertantang
dan mungkin tidak dapat dipertahankan setelah
ditinjau oleh otoritas pajak. Perusahaan
berkeyakinan bahwa akrual untuk liabilitas pajak
telah cukup untuk seluruh tahun audit
berdasarkan pada penilaian atas banyak faktor
termasuk pengalaman masa lalu dan interpretasi
atas hukum pajak. Penilaian ini tergantung pada
estimasi dan asumsi dan mungkin melibatkan
beberapa pertimbangan yang kompleks mengenai
kejadian masa depan. Bila hasil pajak berbeda
dengan jumlah yang dicatat, maka perbedaan ini
akan berdampak pada beban pajak penghasilan
pada periode saat keputusan tersebut dibuat.

These tax liabilities are recognised when,


despite the company's belief that its tax return
positions are supportable, the company believes
that certain positions are likely to be challenged
and may not be fully sustained upon review by
tax authorities. The company believes that its
accruals for tax liabilities are adequate for all
open audit years based on its assessment of
many factors including past experience and
interpretations of tax law. This assessment
relies on estimates and assumptions and may
involve a series of complex judgments about
future events. To the extent that the final tax
outcome of these matters is different than the
amounts recorded, such differences will impact
income tax expense in the period in which such
determination is made.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/28

Exhibit E/28

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

4.

KAS DAN SETARA KAS

4.
2015

Kas

276.966

CASH AND CASH EQUIVALENTS


2014
274.954

Cash on hand

Bank

Cash in banks

Pihak ketiga

Third parties

Rupiah

Rupiah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

9.112.206

PT Bank Central Asia Tbk

5.274.685

PT Bank MNC Internasional Tbk

914.280

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

426.032

PT Bank OCBC NISP Tbk

307.492

PT Bank Papua

91.547

134.769
84.764
-

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank MNC Internasional Tbk

621 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk


103.260
-

PT Bank OCBC NISP Tbk


PT Bank Papua

PT Bank Sinarmas Tbk

65.094

PT Bank Sinarmas Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk

14.120

PT Bank Danamon Indonesia Tbk

16.126.242

402.628

15.333

30.844

Euro

Euro

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


United States Dollar

969.511

1.568.369

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

95.386

61.572

PT Bank OCBC NISP Tbk

PT Bank OCBC NISP Tbk


PT Bank Danamon Indonesia Tbk

286.554

PT Bank Danamon Indonesia Tbk

PT Bank Sinarmas Tbk

42.246

PT Bank Sinarmas Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

5.529 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

1.064.897

1.964.270

Dolar Singapura
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Singapore Dollar
229.701

29.071

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

77.502

75.122

PT Bank OCBC NISP Tbk

307.203

104.193

103.629

99.304

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

21.717

62.335

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank OCBC NISP Tbk


Pound sterling
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Pound sterling

Dolar Australia

Australian Dollar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


Yen Jepang
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Japanese Yen
-

46.213

Chinese Yuan
PT Bank Central Asia Tbk
Jumlah bank

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


Chinese Yuan

1.985.242
19.624.263

2.709.787

Deposit

PT Bank Central Asia Tbk


Total of bank
Time deposit

Pihak ketiga

Third party

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

51.043.689

426.305

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Jumlah

70.944.918

3.411.046

Total

Setara kas termasuk deposito dengan jatuh tempo


kurang dari tiga bulan. Tingkat bunga setara kas
sebesar 4,25% - 7,25% (2014 : 4,25%) per tahun.

Cash equivalents represents deposit with original


maturity of three months on less. Interest rate on
cash equivalents amounted to 4.25% - 7.25%
(2014 : 4.25%) per annum.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/29

Exhibit E/29

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

5. DEPOSITO BERJANGKA

5. TIME DEPOSIT

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

Pihak ketiga

Third party

Rupiah

Rupiah
1.504.562

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

1.433.451

Akun ini merupakan deposito berjangka dengan


jangka waktu 6 bulan dan diklasifikasikan sebagai
aset lancar. Tingkat bunga di atas 6,5%
(2014 : 5,25% - 6,25%) per tahun.
6. PIUTANG USAHA

This accounts represents time deposit with original


maturities of 6 months and classified as current
assets. Interest rate on the above ranges from 6.5%
(2014 : 5.25% - 6.25%) per annum.
6.

Jumlah piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah


sebagai berikut :

TRADE RECEIVABLES
Total trade receivables by customers are as follows:

2015

2014

Pihak ketiga

Third parties

Pelanggan dalam negeri


Pelanggan luar negeri

353.804.046

360.213.826

Domestic customers

13.298.277

4.088.830

Foreign customers

367.102.323

364.302.656

Cadangan kerugian
penurunan nilai

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Allowance for decline


(

Pihak-pihak berelasi (Catatan 29)


Jumlah

2.287.459)

Lewat jatuh tempo 1 s/d 30 hari

2.287.459)

impairment losses

364.814.864

362.015.197

99.619.104

110.871.473

Related parties (Note 29)

464.433.968

472.886.670

Total

Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah


sebagai berikut :

Belum jatuh tempo

Total trade receivables by age (days) are as follows:

2015

2014

132.407.613

123.248.904

68.926.786

97.830.009

1 - 30 days past due

Not yet due

Lewat jatuh tempo 31 s/d 60 hari

46.199.000

42.204.416

31 - 60 days past due

Lewat jatuh tempo 61 s/d 90 hari

25.932.924

29.541.912

61 - 90 days past due

Lewat jatuh tempo 91 s/d 120 hari

23.348.635

19.710.706

91 - 120 days past due

169.906.469

162.638.182

More than 120 days past due

466.721.427

475.174.129

Lewat jatuh tempo > 120 hari


Cadangan
penurunankerugian
nilai
Bersih

2.287.459)
464.433.968

((

2.287.459)
2.287.459)
472.886.670

Allowance for impairment


losses
Net

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/30

Exhibit E/30

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

6.

PIUTANG USAHA (Lanjutan)

6.

Jumlah piutang usaha berdasarkan mata uang adalah


sebagai berikut:

Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Dolar Singapura
Dolar Australia

TRADE RECEIVABLES (Continued)


Total trade receivables by customers are as follows:

2015

2014

423.817.093

378.257.731

Rupiah

36.037.239

73.153.577

United States Dollar

6.867.095

23.733.067

Singapore Dollar

29.754

Australian Dollar

466.721.427

475.174.129

Cadangan kerugian penurunan


nilai
Bersih

Allowance for impairment


(

2.287.459)

2.287.459)

464.433.968

472.886.670

2015

2014

Mutasi cadangan kerugian

impairment losses
2.287.459

Penghapusan

Penambahan

Saldo akhir

Net

Changes in the allowance for

penurunan nilai
Saldo awal

losses

2.287.459

2.376.381
(

2.376.381)

Beginning balance
Write-off

2.287.459

Additional provisions

2.287.459

Ending balance

Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian


penurunan nilai atas piutang pada pihak ketiga adalah
cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul
dari tidak tertagihnya piutang tersebut, sedangkan
terhadap piutang pada pihak yang mempunyai
hubungan berelasi tidak diadakan penurunan nilai
piutang usaha karena manajemen berpendapat
seluruh piutang tersebut dapat ditagih.

Management believes that the allowance for


impairment losses of trade receivables from third
parties is adequate to cover possible losses on
collectibility of these accounts. No allowance for
impairment losses was provided on trade receivables
from related parties as management believes that all
such receivables are collectible.

Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat


risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas
piutang kepada pihak ketiga.

Management also believes that there are no


significant concentrations of credit risk in third party
receivables.

Semua piutang usaha dijadikan jaminan atas


pinjaman PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 12).

All trade receivables are used as collaterals for the


loans obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(Note 12).

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/31

Exhibit E/31

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

7. PERSEDIAAN

7. INVENTORIES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

Bahan baku

112.874.803

154.948.899

Raw materials

Barang jadi

177.312.951

170.632.638

Finished goods

41.092.387

35.686.311

Work in process

8.230.687
2.018.688

13.045.408
2.334.965

Packaging materials

341.529.516

376.648.221

Total

Barang dalam proses


Suku cadang
Bahan pembungkus
Jumlah

Spare parts

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, seluruh


persediaan telah diasuransikan terhadap segala risiko
kepada konsorsium asuransi yang dikoordinasi oleh
PT Estika Jasatama dengan jumlah pertanggungan
sebesar Rp 190.000.000. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian yang dialami
Perusahaan dan entitas anaknya.

On 31 December 2015 and 2014, inventories were


insured with insurance consortium which was
coordinated by PT Estika Jasatama against all risks
for Rp 190.000.000. Management believes that the
insurance coverage is adequate to cover possible risk
of losses to the Company and its subsidiary.

Perusahaan
penyisihan
manajemen
masih dapat
persediaan.

dan entitas anaknya tidak membentuk


penurunan nilai persediaan karena
berpendapat bahwa seluruh persediaan
dijual dengan harga di atas nilai tercatat

The Company and its subsidiary did not provided an


allowance for decline in value of inventories because
management believes that all of inventories can be
sold at a price above the recorded value.

Semua persediaan dijadikan jaminan atas pinjaman


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 12).

All inventories are used as a collateral for loans


obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(Note 12).

8. UANG MUKA

8. ADVANCES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

Pihak ketiga

Third parties

Pembelian bahan baku

Purchases of raw material

dan pembantu

2.404.344

6.363.489

Uang muka impor

1.964.229

2.743.741

Advances for import

Uang muka lain-lain

5.717.225

6.175.775

Other advances

10.085.798

15.283.005

Total

Jumlah

and supplies

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/32

Exhibit E/32

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

9.

ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK DIJUAL

9.

Akun ini terdiri dari investasi sebesar 1,6% di


PT Tembaga Mulia Semanan Tbk.

AVAILABLE FOR SALE FINANCIAL ASSET


This account consist of 1.6% holdings investment in
PT Tembaga Mulia Semanan Tbk.

2015

2014

400.000

Biaya perolehan

400.000

Laba yang belum direalisasi dari

Unrealized gain or changes

aset keuangan

in fair value of

tersedia untuk dijual :

available for sale financial asset :

Saldo awal
Perubahan nilai pasar

Cost

1.850.000
(

50.000)

2.000.000
(

150.000)

Beginning balance
Changes in fair value for the year

Saldo akhir

1.800.000

1.850.000

Ending balance

Nilai pasar

2.200.000

2.250.000

Fair value

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/33

Exhibit E/33

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP

10. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT

Akun ini terdiri dari :


2015

Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Instalasi listrik
Mesin
Peralatan pabrik
Peralatan laboratorium
Peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor
Jumlah

This account consist of :


Saldo awal/

Penambahan/

Pengurangan/

Reklasifikasi/

Revaluasi/

Saldo akhir/

Beginning

Additions

Disposals

Reclassification

Revaluation

Ending balance

15.090.854
37.332.070
7.306.939
184.687.033
40.680.576
8.233.779
13.639.482
8.239.736

12.000
1.789.601
213.864
665.629
468.695

1.627.603
1.020.628

4.254.258
10.472.989 (
567.414
161.918)

10.494.608

1.731.950

1.414.800

751.770)

325.705.077

4.881.739

4.063.031

60.000

4.561.787

200.866.415
22.508.040
96.387.743)
-

14.380.973

126.986.712

2015

215.957.270
64.106.370
7.306.939
97.144.676
43.037.591
8.447.643
14.305.111
7.525.885
10.059.988

Motor vehicles

467.891.473

To t a l

Aset dalam penyelesaian


Bangunan

Construction in progress
-

Instalasi listrik

1.041.636

Mesin

2.246.452

11.063.252

Peralatan pabrik
Jumlah
Jumlah biaya perolehan
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Instalasi listrik
Mesin
Peralatan pabrik
Peralatan laboratorium
Peralatan kantor

Cost
Direct ownership
Land
Buildings
Electrical installations
Machineries
Factory equipment
Laboratory equipment
Office equipment
Motor vehicles
Finance lease

4.254.258)

367.529

Buildings

1.041.636

Electrical installation

10.750.067)

2.559.637

Machineries

238.482

328.932

567.414)

Factory equipment

3.586.570

15.953.971

15.571.739)

3.968.802

To t a l

329.291.647

20.835.710

1.190.766)

471.860.275

Total cost

4.063.031

126.986.712

17.153.088
6.325.038
118.458.248
31.522.506
7.763.255

2.887.662
252.441
12.908.762
3.508.380
216.340

12.374.700

654.766

13.029.466

Accumulated depreciation
Direct ownership
Buildings
Electrical installation
Machineries
Factory equipment
Laboratory equipment
Office equipment

4.814.423

638.353

1.020.628

161.918)

4.270.230

Motor vehicles

9.097.806

1.852.285

1.414.800

751.770)

8.783.521

Motor vehicles

Jumlah

207.509.064

22.918.989

3.380.174

1.190.766) (

150.185.936)

75.671.177

Total

Jumlah tercatat

121.782.583

277.172.648

396.189.098

Carrying amount

Kendaraan bermotor

944.746
-

(
277.078) (

20.040.750)
130.145.186)
-

6.577.479
35.030.886
7.979.595

Sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor

Finance lease

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/34

Exhibit E/34

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (Lanjutan)


2014

10. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT(Continued)


Saldo awal/

Penambahan/

Pengurangan/

Reklasifikasi/

Saldo akhir/

Beginning

Additions

Disposals

Reclassification

Ending balance

2014

Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Bangunan
Instalasi listrik
Mesin
Peralatan pabrik
Peralatan laboratorium
Peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor

15.090.854
45.860.335
6.518.892
164.246.411
36.406.815
7.985.408
13.367.740
6.996.710

90.368
453.447
4.551.113
2.070.950
248.371
271.743
965.730

10.080.608

414.000

Jumlah

306.553.772

9.065.722

Bangunan

719.175

559.713

1.218.888)

60.000

Buildings

Instalasi listrik

325.182

1.051.054

334.600)

1.041.636

Electrical installation

18.582.777

1.209.243

9.837.521
1.656.059
183.022

1.218.888
334.600
17.545.568
2.202.811
460.318

11.676.602

21.762.185

10.494.608

Cost
Direct ownership
Land
Buildings
Electrical installations
Machineries
Factory equipment
Laboratory equipment
Office equipment
Motor vehicles
Finance lease
Motor vehicles

325.705.077

To t a l

15.090.854
37.332.070
7.306.939
184.687.033
40.680.576
8.233.779
13.639.482
8.239.736

Aset dalam penyelesaian

Mesin
Peralatan pabrik
Kendaraan bermotor
Jumlah
Jumlah biaya perolehan

Construction in progress

17.545.568)

2.246.452

Machineries

2.202.811)

238.482

Factory equipment

435.318

25.000

460.318)

22.503.745

2.845.011

21.762.185)

329.057.517

11.910.732

11.676.602

2.441.293

Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan
Instalasi listrik
Mesin
Peralatan pabrik
Peralatan laboratorium
Peralatan kantor
Kendaraan bermotor
Sewa pembiayaan
Kendaraan bermotor

19.924.576
6.119.190
108.200.934
28.332.182
7.504.792
11.561.956
4.341.701

3.119.973
205.847
11.913.373
3.190.324
258.463
812.744
655.744

6.779.817

2.317.989

Jumlah

192.765.148

22.474.458

Jumlah tercatat

136.292.370

5.891.461
1.656.059
183.022
7.730.542

Perusahaan dan entitas anaknya memiliki beberapa


bidang tanah yang terletak di Jakarta, Tangerang dan
Pulau Batam dengan hak legal berupa Hak Guna
Bangunan yang berjangka waktu 20-30 tahun yang akan
jatuh tempo antara tahun 2004 2028. Manajemen
berpendapat
tidak
terdapat
masalah
dengan
perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah
diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
pemilikan yang memadai.

Motor vehicles

3.586.570

To t a l

329.291.647

Total cost

17.153.088
6.325.038
118.458.248
31.522.506
7.763.255
12.374.700
4.814.423

9.097.806

Accumulated depreciation
Direct ownership
Buildings
Electrical installation
Machineries
Factory equipment
Laboratory equipment
Office equipment
Motor vehicles
Finance lease
Motor vehicles

207.509.064

Total

121.782.583

Carrying amount

The Company and its subsidiary own several pieces


of land located in Jakarta, Tangerang and Batam
Island with Building Use Rights (Hak Guna Bangunan
or HGB) for 20 to 30 years will be due between 2004
2028. Management believes that there will be no
difficulty in the extension of the landrights since all
the land were acquired legally and supported by
sufficient evidence of ownership.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/35

Exhibit E/35

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (Lanjutan)

10. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT(Continued)

Perusahaan melakukan penilaian kembali aset tetap


tanah, bangunan dan mesin. Nilai wajar ditentukan
berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh
konsultan properti independen tanggal 22 Desember 2015
untuk tahun 2015.

The Company conducted revaluation for land, building


and machineries. The fair value was determined based
on the results of the assessment by independent
property consultants dated 22 December 2015 for the
year 2015.

Entitas anak melakukan penilaian kembali aset tetap


tanah, bangunan dan mesin. Nilai wajar ditentukan
berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh konsultan
properti independen tanggal 31 Desember 2015 untuk
tahun 2015.

Subsidiary conducted revaluation for land, building and


machineries. The fair value was determined based on
the results of the assessment by independent property
consultants dated 31 December 2015 for the year 2015.

Dalam melakukan penilaian wajar, Penilai Independen


menggunakan
metode
penilaian
dengan
mengkombinasikan 3 (tiga) pendekatan yang terdiri dari
pendekatan data pasar, pendekatan biaya dan
pendekatan pendapatan. Sehubungan dengan penerapan
metode revaluasi pada aset tetap tanah dan bangunan,
pendekatan yang digunakan adalah sebagai berikut:

In determining fair value, the Independent Valuers use


assessment method by combining 3 (three) approaches,
consist of market data approach, cost approach and
income approach. In connection with the adoption of
revaluation of land and building, the approaches used
are as follows:

Pendekatan Pasar (Market Approach) adalah


pendekatan penilaian yang menggunakan data
transaksi atau penawaran atas properti yang
sebanding dan sejenis dengan obyek penilaian yang
didasarkan pada suatu proses perbandingan dan
penyesuaian. Pendekatan pasar digunakan untuk
mendapatkan Nilai Wajar tanah, kendaraan dan alat
berat, yaitu dengan membandingkan beberapa data
jual beli dari obyek penilaian yang sejenis dan
sebanding, yang akhirnya dapat ditarik suatu
kesimpulan.

- Market Approach (Market Approach) is a valuation


approach that uses data on property transactions or
deals that are comparable and similar to the
valuation object based on a process of comparison
and adjustment. Market approach used to obtain
the fair value of land, vehicles and heavy
equipment, namely by comparing the sale and
purchase of some of the data object similar and
comparable assessment, which can ultimately be
concluded.

Pendekatan pendapatan (Income Approach) adalah


pendekatan penilaian yang didasarkan pada
pendapatan dan biaya dari obyek penilaian, yang
kemudian dikapitalisasikan

Approach income (Income Approach) is an approach


based on the assessment of revenues and expenses
from the valuation object, and then be capitalized

Konsep dasar pendekatan biaya adalah suatu


pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan
indikasi nilai dengan perkiraan biaya yang diperlukan
untuk menggantikan, memperbaiki atau membangun
kembali property kekondisi yang secara substansial
sama dengan, tapi tidak lebih baik atau lebih
ekstensif dari kondisi baru yang meliputi biaya/ harga
bahan, upah buruh, biaya supervisi, biaya tetap
kontraktor , termasuk keuntungan, biaya tenaga ahli
teknik termasuk semua pengeluaran yang berkaitan
seperti biaya angkutan, asuransi, biaya pemasangan,
bea masuk, pajak pertambahan nilai (PPN) bila ada,
tetapi tidak termasuk biaya upah lembur dan
premi/bonus. Pendekatan biaya digunakan untuk
mendapatkan Nilai Wajar bangunan, sarana
pelengkap, Peralatan Kantor, Mesin Produksi,
Peralatan Laboratorium, Peralatan Bengkel dan
Peralatan Pabrik dengan melakukan metode biaya
penggantian baru disusutkan dikurangi penyusutanpenyusutan yang terjadi dan juga menghitung meter
persegi dari unit terpasang.

The basic concept of the cost approach is an


approach that is used to get an indication of the
value of the estimated costs necessary to replace,
repair or rebuild property into the condition that is
substantially equal to, but not better or more
extensive than the new conditions that include the
cost / price of materials , wages, cost of
supervision, the fixed costs of contractors, including
benefits, costs of technical specialists, including all
expenses related such as transport costs, insurance,
installation costs, import duties, value added tax
(VAT) if any, but does not include the cost of
overtime pay and premium / bonus. The cost
approach is used to obtain the fair value of the
building,
supplementary
facilities,
Office
Equipment, Production Engineering, Laboratory
Equipment, Equipment Repair and Equipment
Factory to perform depreciation calculation using
New Replacement Cost method then its value minus
depreciation expenses that occurred and can be
calculated by calculate square meters of units
installed.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/36

Exhibit E/36

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

10. ASET TETAP (Lanjutan)

10. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT(Continued)

2015

2014

Penyusutan dialokasikan pada:

Depreciation are allocated to:

Beban produksi tidak langsung

Manufacturing expenses

to the following
(Catatan 22)
Beban penjualan (Catatan 23)

19.584.516

17.677.478

868.568

1.337.552

2.465.905

3.459.428

22.918.989

22.474.458

Beban umum dan administrasi


(Catatan 23)
Jumlah

(Note 22)
Selling expenses (Note 23)
General and administrative expenses
(Note 23)
Total

Pada tahun 2015 dan 2014, seluruh aset tetap kecuali


tanah telah diasuransikan terhadap segala risiko
kepada konsorsium asuransi yang dikoordinasi oleh
PT Estika Jasatama dengan jumlah pertanggungan
sebesar Rp 240.000.000. Manajemen berpendapat
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.

In 2015 and 2014, all property, plant and


equipment except for land, the insurance consortium
coordinated
by
PT
Estika
Jasatama
with
total coverage of Rp 240,000,000 respectively.
Management believes that the insurance coverage is
adequate to cover possible losses on the assets
insured.

Aset tetap dijadikan jaminan atas utang PT Bank


Mandiri (Persero) Tbk (Catatan 12).

Property, plant and equipment are used as a


collateral for the loans obtained from PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk (Note 12).

Pada tahun 2014, Perusahaan melakukan penurunan


nilai atas aset tetap bangunan di PT Jembo Energindo,
entitas anak sebesar Rp 3.946.060. Hal ini
dikarenakan aset tetap tersebut dibangun di atas
tanah milik PT PLN (Persero) yang sudah selesai
kontraknya.

In 2014, the Company made an impairment of


property, plant and equipment at PT Jembo
Energindo, a subsidiary amounting to Rp 3,946,060.
This is because the property, plant and equipment
constructed on land owned by PT PLN (Persero) that
has been completed.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/37

Exhibit E/37

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

11. ASET TIDAK LANCAR LAINNYA

11. OTHER NON-CURRENT ASSETS

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015
Uang jaminan

22.433.884

2014
22.733.922

Security deposits

Aset tidak lancar


dimiliki untuk dijual
Jumlah

Other non-current
22.433.884

Pada tanggal 27 Febuari 2015, entitas anak


melakukan penjualan atas aset tidak lancar dimiliki
untuk dijual berdasarkan perjanjian No. 001/JE/
P/01/2015.

12. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK

19.847.025

asset held for sale

42.580.947

Total

On 27 February 2015, subsidiary executed the sale of


other non current assets held for sale by agreement
no. 001/JE/P/01/2015.

12. SHORT-TERM BANK LOANS

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

296.603.304

170.992.748

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk


Rupiah
Dolar Amerika Serikat

US Dollar

US$ 1.315.271

US$ 1,315,271

(2014: US$ 2.118.962)


(angka penuh)

(2014: US$ 2,118,962)


18.144.158

26.359.886

Letter of credit :
Rupiah

99.154.340

Rupiah
US Dollar
US$ 24,694,699

(2014: US$ 20.386.224)


Jumlah

(full amount)
Letter of credit :

Dolar Amerika Serikat


US$ 24.694.699
(angka penuh)

Rupiah

(2014: US$ 20,386,224)


340.663.370

253.604.630

655.410.832

550.111.604

(full amount)
Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/38

Exhibit E/38

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

12. PINJAMAN BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan)


Jumlah

12. SHORT-TERM BANK LOANS (Continued)

Periode

Tingkat suku

fasilitas/

Periode

pembayaran

bunga per

Tipe

Outstanding

Outstanding

Mata

Total facility

pinjaman/

bunga/

tahun/

fasailitas/

balance as of

balance as of

uang/

(dalam ribuan/

Loan

Interest

Annual

Type of

Jaminan/

31 Desember/

31 Desember/

Currency

in thousand)

term

payment period

interest rate

facility

Collateral

Dec-15

Dec-14

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

11,00%

Rupiah

135.000.000

Saldo pada tanggal/ Saldo pada tanggal/

61.859.065

88.549.062

22.014.239

14.443.686

68.000.000

68.000.000

144.730.000

99.154.340

340.663.370

253.604.630

Kredit
35.243.000

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

11,00%

Modal
Kerja/
Working

68.000.000

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

11,00%

Capital
Facility

300.000.000

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

11,00%

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

10,50%

Piutang usaha,
persediaan dan
aset tetap/ trade
receivables,
inventories and
property, plant
and equipment

Trust receipt
-

and letter
of credit

Dolar AS/

30.000

US Dollar

(2014 : 52.000)

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

Credit and
Trust Receipt
Bank

10.000

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

Guarantee

Piutang usaha,

persediaan dan
15.000

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

Treasury

aset tetap/

line

trade receivables,

Bill

property, plant

purchasing

and equipment

inventories and
1.600

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

line
Kredit Modal
2.125

15 Jun 15 - 14 Jun 16

Bulanan/monthly

6,00%

Kerja/Working
Capital facility

18.144.158

26.359.886

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/39

Exhibit E/39

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

13. UTANG USAHA

13. ACCOUNT PAYABLES

Akun ini merupakan kewajiban kepada pemasok atas


pembelian bahan baku, suku cadang dan bahan
pembantu dengan rincian sebagai berikut:

This account represents amounts due to suppliers


arising from purchases of raw materials, spare parts
and supplies, with details as follows:

a.

a.

Jumlah utang usaha


adalah sebagai berikut:

berdasarkan

pemasok,

2015
Pihak ketiga

77.435.442

Total trade payables by suppliers, are as follows:

2014
77.045.047

Third parties

Pihak - pihak berelasi


(Catatan 29)
Jumlah

Related parties
31.747.439

63.485.240

109.182.881

140.530.287

b. Jumlah utang usaha berdasarkan mata uang


adalah sebagai berikut:

(Note 29)
Total

b. Total trade payables by currency are as follows:

2015

2014

Rupiah

58.774.271

26.419.633

Rupiah

Dolar Amerika Serikat

50.408.428

113.486.279

United States Dollar

182

624.375
-

Singapore Dollar

109.182.881

140.530.287

Euro
Total

Dolar Singapura
Euro
Jumlah

Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian


bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok
dalam maupun luar negeri berkisar 30 sampai dengan
180 hari.
14. UTANG LAIN-LAIN

Purchases of raw and indirect materials, both from


local and foreign suppliers, have credit terms of 30
to 180 days.

14. OTHER PAYABLES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014
Purchase of property

Pembelian aset tetap

23.539.624

50.406.903

plant and equipment

Pembayaran konsorsium

13.202.288

22.617.116

Payment of concorcium

Pembelian bahan baku

13.669.652

16.101.073

Purchase of raw material

Lain-lain
(Saldo di bawah Rp 5 miliar)
Jumlah

Others
7.803.834

8.438.742
89.125.092

58.215.398

97.563.834

(Balance below Rp 5 billion)


Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/40

Exhibit E/40

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

15. UANG MUKA PENJUALAN

15. ADVANCE FROM CUSTOMERS

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015
Pihak ketiga
Pihak berelasi (Catatan 29)
Jumlah

2014

31.909.172

18.187.457

Third parties

9.179.887

9.953.849

Related parties (Note 29)

41.089.059

28.141.306

Total

16. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR

16. ACCRUED EXPENSES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

Komisi

11.501.210

16.927.502

Commission

Listrik

1.700.271

1.916.659

Electricity

Lain-lain

1.037.368

1.450.903
16.927.502

Others

14.238.849

20.295.064

Total

Jumlah

17. UTANG SEWA PEMBIAYAAN

17. FINANCE LEASE LIABILITIES

Rincian sewa pembiayaan berdasarkan jatuh tempo:

Antara satu sampai lima tahun

The details of finance lease by due dates:

2015

2014

2.828.561

2.389.018

Dikurangi biaya pembiayaan


masa datang
Nilai kini sewa pembiayaan
Dikurangi bagian jangka pendek
Bagian jangka panjang

Between one and five years


Less future

469.148

306.504

finance charges

2.359.413

2.082.514

Present value of finance lease

855.891

854.953

Less current maturities

1.503.522

1.227.561

Net of current maturities

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/41

Exhibit E/41

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

17. UTANG SEWA PEMBIAYAAN (Lanjutan)

17. FINANCE LEASE LIABILITIES (Continued)

Manajemen Perusahaan dan entitas anaknya


menetapkan kebijakan untuk membeli kendaraan
melalui pembiayaan sewa pembiayaan. Jangka waktu
sewa adalah 3-5 tahun dengan tingkat bunga berkisar
6% - 10% flat per tahun. Semua utang sewa
pembiayaan didenominasi dalam Rupiah yang dibayar
setiap bulan dalam suatu jumlah tetap. Utang ini
dijamin dengan aset tetap pembiayaan yang
bersangkutan (Catatan 10).
18. MODAL SAHAM

18. SHARE CAPITAL

Susunan pemegang saham dan pemiliknya pada


tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:

Pemegang saham

The management of the Company and its subsidiary


established a policy to purchase vehicles for
operations through finance lease. The leases have
terms between 3-5 years with effective interest rate
ranged from 6% - 10% flat per annum. All the finance
lease are denominated in Rupiah, payable every
month at fixed amounts. The finance lease is secured
by the related leased assets (Note 10).

The shareholders and their respective shareholdings


as of 31 December 2015 and 2014 are as follows:

Jumlah

Persentase

Jumlah modal

saham/

pemilikan/

disetor/

Number of

Percentage

Total paid-up

shares

of ownership

capital

Shareholders

PT Monaspermata Persada

79.485.000

52,57%

39.742.500

PT Monaspermata Persada

PT Indolife Pensiontama

26.578.300

17,58%

13.289.150

PT Indolife Pensiontama

Fujikura Ltd

20.430.000

13,51%

10.215.000

Fujikura Ltd

9.810.000

6,49%

4.905.000

Fujikura A sia Limited

14.896.700

9,85%

7.448.350

(each under 5%)

151.200.000

100,00%

75.600.000

Fujikura Asia Limited


Masyarakat
(masing-masing di bawah 5%)

Public

Sesuai dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007


tentang Perseroan Terbatas,Perusahaan disyaratkan
membuat cadangan penyisihan laba bersih paling
sedikit 20% dari jumlah modal yang ditempatkan.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2015,
Perusahaan telah membentuk dana cadangan sebesar
Rp 12.774.497 (2014 : 11.774.497)
19. AGIO SAHAM

19. ADDITIONAL ON PAID-IN CAPITAL

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, akun ini


merupakan agio saham sehubungan dengan penjualan
saham Perusahaan pada penawaran umum kepada
masyarakat tahun 1992:

Saldo agio saham

Under limited liability No. 40 (Law) Year 2007


regarding Limited Liability Companies, the Company
required to set up statutory reserve amounting to at
least 20% of the Companys issued and paid-up
capital. Until 31 December 2015, the Company has
established its reserve amounting to Rp 12,774,497
(2014 : Rp 11,774,497).

On 31 December 2015 and 2014, this account consists


of additional paid-in capital related to sale of shares
through public offering in 1992:

2015

2014

3.900.000

3.900.000

Additional paid-in capital

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/42

Exhibit E/42

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

20. PENJUALAN BERSIH


a.

20. NET SALES

Rincian penjualan bersih menurut kelompok


barang, adalah sebagai berikut:

2015

a.

Details of net sales by type of products, are as


follows:

2014

Kabel listrik tegangan rendah:

Low voltage power cables:

Kabel tembaga

584.818.421

690.240.065

Kabel aluminium

210.735.538

117.237.107

Kabel listrik tegangan menengah

240.246.524

105.042.565

Medium voltage power cables

Kabel telepon

320.264.022

384.338.541

Telephone cables

Lainnya

307.271.371

196.153.836

Others

1.663.335.876

1.493.012.114

Total Net Sales

Jumlah Penjualan Bersih

b. Rincian penjualan bersih menurut kelompok


langganan, adalah sebagai berikut:

Lokal
Ekspor
Penjualan Bersih

Copper
Aluminium

b. The details of net sales


customers, are as follows:

by Company

of

2015

2014

1.549.492.100

1.444.810.745

Local

113.843.776

48.201.369

Export

1.663.335.876

1.493.012.114

Net Sales

Persentase penjualan kepada pihak-pihak berelasi


adalah sebesar 30,49% (2014: 30,81%) dari jumlah
penjualan (Catatan 29).

Percentage of sales made to related parties is


amounted to 30.49% (2014: 30.81%) of total sales
(Note 29).

Rincian penjualan yang melebihi 10% dari jumlah


penjualan bersih:

The details of sales exceeding 10% from net sales:

2015

2014

Pihak ketiga

Third parties

PT Telkom Akses

419.167.426

270.730.189

PT PLN (Persero)

338.098.950

PT Telkom Akses
PT PLN (Persero)
Related parties

Pihak berelasi
PT Sinarmonas Industries

240.786.558

232.821.876

PT Sinarmonas Industries

PT Monaspermata Persada

175.767.422

204.440.185
0

PT Monaspermata Persada

Jumlah

1.173.820.356

707.992.250

Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/43

Exhibit E/43

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

21. BEBAN POKOK PENJUALAN

21. COST OF GOODS SOLD

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :


2015

2014

Persediaan bahan baku

Raw materials

Awal tahun

154.948.899

139.572.285

At beginning of year

Pembelian

1.125.473.275

972.877.849

Purchases

Tersedia untuk dipakai

1.280.422.174

1.112.450.134

Available for use

Akhir tahun

Bahan baku yang digunakan


Upah langsung

112.874.803)

154.948.899)

At end of year

1.167.547.371

957.501.235

Raw materials used

58.910.771

47.946.927

Direct labor

60.842.797

51.690.415

Manufacturing expenses (Note 22)

1.287.300.939

1.057.138.577

Total manufacturing costs

Beban produksi tidak


langsung (Catatan 22)
Jumlah beban produksi
Persediaan barang dalam proses

Work in process

Awal tahun
Akhir tahun

35.686.311
(

Beban pokok produksi

41.092.387)

120.281.442
(

1.281.894.863

35.686.311)
1.141.733.708

Persediaan barang jadi


170.632.638

Pembelian

Jumlah Beban Pokok Penjualan

At end of year
Cost of goods manufactured
Finished goods

Awal tahun
Akhir tahun

At beginning of year

190.428.542

203.538.112
(

177.312.951)
1.478.752.662

162.999.391
(

170.632.638)
1.324.529.003

At beginning of year
Purchases
At end of year
Total Cost of Goods Sold

Persentase pembelian pada tahun 2015 sebesar


36,23% (2014: 48,16%) dilakukan dengan pihak-pihak
berelasi (Catatan 29).

Percentage of purchases in 2015 amounting to 36.23%


(2014: 48.16%) were from related parties (Note 29).

Berikut ini adalah rincian pembelian yang melebihi


10% dari jumlah pembelian bersih tahun 2015 dan
2014:

The following are details of purchases which


representing more than 10% of total net purchases
for 2015 and 2014:

2015

2014

Pihak berelasi

Related parties

PT Sinarmonas Industries

230.537.568

176.032.142

PT Sinarmonas Industries

PT Tembaga M ulia Semanan Tbk

169.792.415

157.666.951

PT Tembaga Mulia Semanan Tbk

143.162.019

PT Multi Tembaga Utama

476.861.112

Total

PT M ulti Tembaga Utama


Jumlah

400.329.983

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/44

Exhibit E/44

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

22. BEBAN PRODUKSI TIDAK LANGSUNG

22. MANUFACTURING EXPENSES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

Listrik, air dan gas

21.443.546

18.587.315

Electricity, water and gas

Penyusutan (Catatan 10)

19.584.516

17.677.478

Depreciation (Note 10)

Perbaikan dan pemeliharaan

13.369.025

9.938.914

Repairs and maintenance

Bahan bakar dan pelumas

4.060.335

3.497.876

Fuel and oil

Sewa gudang

794.659

46.694

Salaries and allowance

Gaji dan tunjangan

717.887

800.571

Laboratory and testing

Laboratorium dan pengujian

608.933

372.025

Meeting and entertainment

Pertemuan dan jamuan

128.924

60.299

Warehouse rent

Komunikasi

54.321

37.244

Communication

Asuransi

37.812

36.110

Insurance

4.000

8.034

Professional fees

38.839

627.855

Others

Jasa profesional
Lain-lain
Jumlah Beban Produksi Tidak
Langsung (Catatan 21)

Total Manufacturing
60.842.797

23. BEBAN USAHA

23. OPERATING EXPENSES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015

2014

Beban Penjualan
Pengangkutan

Expenses (Note 21)

51.690.415

Selling Expenses
14.575.251

8.855.086

Freight out

Gaji, upah dan tunjangan-tunjangan

7.016.082

6.346.228

Salaries, wages and allowances

Komisi penjualan

3.358.260

5.799.801

Sales commission

Denda keterlambatan pengiriman

1.579.132

5.132.304

Penalties for late deliveries

Pertemuan dan jamuan

909.906

927.785

Meeting and entertainment

Penyusutan (Catatan 10)

868.568

1.337.552

Depreciation (Note 10)

Perjalanan dinas

819.162

845.509

Traveling

Alat tulis dan cetak

604.320

338.680

Office supplies and stationeries

Perbaikan dan pemeliharaan

334.153

281.407

Repairs and maintenance

Bahan bakar dan pelumas

305.505

277.667

Beban penurunan
nilai piutang
Lain-lain
Jumlah Beban Penjualan

Fuel and oil


Provision for impairment

2.287.459

of accounts receivable

7.477.596

4.045.056

Others

37.847.935

36.474.534

Total Selling Expenses

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/45

Exhibit E/45

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

23. BEBAN USAHA (Lanjutan)

Beban penjualan (pindahan)

23. OPERATING EXPENSES (Continued)


2015

2014

37.847.935

36.474.534

Beban Umum dan Administrasi


Gaji, upah dan tunjangan-tunjangan

Selling expenses (carry forward)


General and Administrative Expenses

14.827.035

23.625.980

Salaries, wages and allowances

Beban imbalan pasca-kerja

6.256.055

6.258.516

Employee benefits expenses

Perbaikan dan pemeliharaan

2.786.487

2.256.898

Repairs and maintenance

Penyusutan (Catatan 10)

2.465.905

3.459.428

Depreciation (Note 10)

Jasa profesional

2.319.314

2.051.655

Professional fees

Perjalanan dinas

472.975

822.694

Traveling

Komunikasi

449.159

820.629

Communication

Representasi dan sumbangan

194.492

252.992

Representation and donation

4.532.927

1.209.696

Others

Beban Umum dan Administrasi

34.304.349

40.758.488

Administrative Expenses

Jumlah Beban Usaha

72.152.284

77.233.022

Total Operating Expenses

Lain-lain

24. BEBAN PINJAMAN

24. INTEREST EXPENSES

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015
Pinjaman bank

2014

39.448.964

38.538.101

Bank loans

Sewa pembiayaan

213.378

337.303

Finance lease

Lain-lain

418.365

Others

39.293.769

Total

Jumlah

39.662.342

25. PERPAJAKAN

25. TAXATION

a. Pajak dibayar dimuka

a. Prepaid taxes

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :

2015
Pajak Pertambahan Nilai - Bersih

24.284.701

Pajak Penghasilan Final Pasal 19

8.504.133

Jumlah

32.788.834

Perusahaan dan entitas anaknya telah mengajukan surat


permohonan kepada Direktorat Jendral Pajak Jakarta
Khusus atas penilaian kembali aset tetap untuk tujuan
perpajakan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan
No 191/PMK.010/2015 tanggal 15 Oktober 2015 dan
telah diperbaharui dengan Peraturan Menteri Keuangan
No.233/PMK.03/2015 tanggal 21 Desember 2015. Aset
tetap yang diajukan berupa tanah, bangunan dan non
bangunan dengan perkiraan nilai buku fiskal sebelum
penilaian kembali sebesar Rp 85.990.622 dan perkiraan
nilai buku fiskal (nilai pasar) setelah penilaian kembali
sebesar Rp 369.461.715. Selisih atas revaluasi tersebut
sebesar Rp 283.471.089 telah disetor Direktorat Jendral
Pajak dengan tarif 3% atau sebesar Rp 8.504.133 yang
dicatat sebagai pajak dibayar dimuka.

2014
1.279.746
1.279.746

Value Added Tax - Net


Final tax article 19
Total

The Company and its subsidiaries have filed application


letter to the Direktorat Jendral Pajak Jakarta especially on
revaluation of property, plant and equipment for tax
purposes by the Ministerial Regulation No. 191 / PMK.010 /
2015 dated 15 October 2015 and has been renewed in
Ministerial Regulation No. 233/PMK.03/2015 dated
21 December 2015. The property, plant and equipment
were submitted in the form of land, buildings and non
buildings with an estimated value of the fiscal book before
revaluation amounted to Rp 85,990,622 and the estimated
fiscal book value (market value) after the revaluation
amounted to Rp 369,461,715. The differences on
revaluation revaluation amounted to Rp 283,471,089 has
been paid in Direktorat Jendral Pajak with rates of 3% or
amounted to Rp 8,504,133 recorded as prepaid taxes.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/46

Exhibit E/46

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERPAJAKAN (Lanjutan)

25. TAXATION (Continued)

b. Taksiran klaim pajak penghasilan

b. Estimated claim corporate income

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :


2015

2014

Taksiran klaim

Estimated claim
corporate income

pajak penghasilan
Tahun 2015

10.148.530

Year 2015

Tahun 2013

7.594.152

Year 2013

Tahun 2010

2.160.692

Year 2010

9.754.844

Total

Ju mlah

10.148.530

Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak


Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan tahun
pajak 2013 No. 00075/406/13/054/15 tanggal 27 April
2015 dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk
Bursa sebesar Rp 7.594.152. Jumlah pembayaran yang
dapat direstitusi adalah sebesar Rp 6.214.748 dan
telah diterima pada tanggal 1 Juni 2015, sisanya
sebesar Rp 1.379.404 dibukukan sebagai beban pajak.

The Company has received tax Assessment Letters


Confirming Overpayment of Income Tax year 2013
No. 00075/406/13/054/15 dated 27 April 2015 from
Office for Publicly Listed Company amounting to
Rp 7,594,152. Amount in restitution payments is
Rp 6.214.748 and has been received on 1 June 2015,
the difference amounting to Rp 1,379,404 was
recorded as tax expenses.

Perusahaan telah menerima Surat Ketetapan Pajak


Lebih Bayar (SKPLB) atas Pajak Penghasilan tahun
pajak 2010 No. 00055/406/10/054/12 tanggal 20 April
2012 dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk
Bursa sebesar Rp 8.122.267. Jumlah pembayaran yang
dapat direstitusi adalah sebesar Rp 5.961.575 dan
telah diterima pada tanggal 15 Mei 2012, sisanya
sebesar Rp 2.160.692 dibukukan sebagai beban pajak.

The Company has received tax Assessment Letters


Confirming Overpayment of Income Tax year 2010
No. 00055/406/10/054/12 dated 20 April 2012 from
Office for Publicly Listed Company amounting to
Rp 8,122,267. Amount in restitution payments is
Rp 5,961,575 and has been received on 15 May 2012,
the difference amounting to Rp 2,160,692 was
recorded as tax expenses.

c. Utang Pajak

c. Taxes Payable

Akun ini terdiri dari :

This account consist of :


2015

Pajak Pertambahan Nilai

2014
VA T Out

3.444.136

3.981.703

454.642

629.883

A rticle 21

Pajak Penghasilan:

Income Taxes:

Pasal 21
Pasal 23

23.460

48.125

A rticle 23

Pasal 25

368.860

2.238.405

A rticle 25

Pasal 29

1.721.244

A rticle 29

8.619.360

Total

Ju mlah

4.291.098

d. Pajak Penghasilan

d. Income tax

Beban (manfaat) pajak Perusahaan, terdiri dari:

Tax expense of the Company consists of the


following:

2015
Pajak kini
Pajak tangguhan
Ju mlah

2014

6.183.104
(

151.440)
6.031.664

11.487.863
(

2.187.667)
9.300.196

Current tax
Deferred tax
Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/47

Exhibit E/47

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERPAJAKAN (Lanjutan)

25. TAXATION (Continued)

e. Pajak kini

e. Current tax

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut


laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
dengan laba kena pajak, adalah sebagai berikut :

A reconciliation between income before tax per


consolidated statement of comprehensive income
with taxable income, is as follow :

2015

2014

Laba sebelum pajak menurut

Income before tax per

laporan laba rugi


komprehensif konsolidasian

8.496.333

33.204.530

consolidated statements of
comprehensive income

Rugi entitas anak

16.789.580

3.966.367

Subsidiary's loss

Laba Perusahaan

25.285.913

37.170.897

Income of the Company

Perbedaan temporer:

Temporary differences :
Depreciation of property,

Penyusutan aset tetap

114.822

3.986.253

plant and equipment

1.426.433
930.517
1.158.652

5.973.645
1.104.657
1.093.391

Employee benefits expense


Depreciation of leased assets
Meeting and entertainment

Perbedaan tetap:

Permanent differences :

Beban imbalan kerja


Penyusutan aset sewa pembiayaan
Pertemuan dan jamuan
Biaya kantin dan tunjangan lainnya
Penurunan nilai piutang usaha
Penghasilan bunga
Beban bunga
sewa pembiayaan
Denda pajak
Pendapatan atas jasa sewa
dan konstruksi
Lainnya

750.414
124.797)

(
(

213.378
472.869
(
(

4.633.195)
862.590)

668.319)

Pendapatan kena pajak

24.732.416

2015
Tarif pajak 25%

691.699
88.922)
248.177)
334.578
2.999.615

(
(

5.575.606)
1.490.577)

Canteen expense and other allowance


Impairment of trade receivables
Interest income
Interest expenses of
finance lease liabilities
Tax expenses
Income from rent
and construction
Others

4.794.303
45.951.453

Taxable income

2014

6.183.104

11.487.863

Pajak Penghasilan Pasal 25

3.724.462

2.778.399

Income Tax A rticle 25

Pajak Penghasilan Pasal 23

735.188

2.375

Income Tax A rticle 23

Pajak Penghasilan Pasal 22

11.871.984

6.985.845

Income Tax A rticle 22

16.331.634

9.766.619

Pajak penghasilan dibayar di muka:

Prepayment of income taxes :

Taksiran (klaim) hutang


pajak penghasilan

Tax rate 25%

Estimated (claim) payable


(

10.148.530)

1.721.244

corporate income tax

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/48

Exhibit E/48

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERPAJAKAN (Lanjutan)

25. TAXATION (Continued)

e. Pajak kini (Lanjutan)

e. Current tax (Continued)

Pada tanggal 7 Juli 2014, Perusahaan telah


menerima pengembalian kelebihan pembayaran
Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 6.161.863
sisanya ke beban usaha untuk masa September
2012
sebesar
Rp
6.913.904
berdasarkan
Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SPKLB)
No. 00021/407/12/054/14 tanggal 13 Juni 2014
dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk
Bursa.

On 7 July 2014, the company has received refund


of overpayment Value Added Tax amounting
to Rp 6,161,863 residual to operating expenses
for
period
September
2012
amounting
to Rp 6,913,904 based on tax overpayment asses
ment (SKPLB) No. 00021/407/12/054/14 dated
13 June 2014 from Office for Publicly Listed
Company.

Pada tanggal 3 Oktober 2014, Perusahaan telah


menerima pengembalian kelebihan pembayaran
Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 5.701.885
sisanya ke beban usaha untuk masa April 2013
sebesar Rp 6.235.180 berdasarkan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) No. 00025/407/13/054/
14 tanggal 4 September 2014 dari Kantor
Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa.

On 3 October 2014, the Company has received


refund of overpayment Value Added Tax
amounting to Rp 5,701,885 residual to operating
expenses for period April 2013 amounting
to Rp 6,235,180 based on tax overpayment
assesment (SKPLB) No. 00025/407/13/054/14
dated 4 September 2014 from Office for Publicly
Listed Company.

Pada tanggal 24 November 2014, Perusahaan telah


menerima pengembalian kelebihan pembayaran
Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 7.064.199
sisanya ke beban usaha untuk masa Agustus 2013
sebesar Rp 7.670.193 berdasarkan Surat Ketetapan
Pajak Lebih Bayar (SKPLB) No. 00039/407/13/054/
14 tanggal 23 Oktober 2014 dari Kantor Pelayanan
Pajak Perusahaan Masuk Bursa.

On 24 November 2014, the Company has


received refund of overpayment Value Added
Tax amounting to Rp 7,064,199 residual to
operating expenses for period August 2013
amounting to Rp 7,670,193 based on tax
overpayment assesment (SKPLB) No. 00039/407/
13/054/14 dated 23 October 2014 from Office for
Publicly Listed Company.

f. Pajak Tangguhan

f. Deferred tax

Rincian dari aset dan liabilitas pajak tangguhan


Perusahaan dan entitas anaknya, adalah sebagai
berikut:

2013

The details of the Company and its subsidiarys


deferred tax assets ( liabilities ), are as follows :

(Dibebankan)

(Dibebankan)

(Dibebankan)

(Dibebankan)

dikreditkan ke

dikreditkan

dikreditkan

dikreditkan

laba rugi/

ekuitas/

ke laba rugi/

ekuitas/

Charged

Charged

Charged

Charged

(credited) to

(credited) to

(credited) to

(credited) to

profit or loss

equity

profit or loss

equity

2014

2015

Aset (Liabilitas) pajak tangguhan


Imbalan kerja

Deferred tax assets (liabilities)


9.678.892

Surplus revaluasi

Sewa pembiayaan

1.508.317

1.410.250

317.213)

996.563

12.597.459
(

317.213)

356.608

46.794)

12.907.273

Employee benefits

( 69.293.163)

( 69.293.163)

Revaluation surplus

233.874)

28.706

551.087)

Lease liabilities
Depreciation of property,

Penyusutan aset tetap

1.298.788

2.295.351

2.324.057

Deferred tax assets

Aset (Liabilitas)
tangguhan Bersih

plant and equipment

10.977.680

2.187.667

1.410.250

14.575.597

151.440

( 69.339.957)

( 54.612.920)

(liabilities) Net

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/49

Exhibit E/49

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

25. PERPAJAKAN (Lanjutan)

25. TAXATION (Continued)

f. Pajak Tangguhan (Lanjutan)

f. Deferred tax (Continued)

Rekonsiliasi antara penghasilan beban pajak dan


hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak
dengan tarif pajak Perusahaan dan entitas
anaknya yang berlaku adalah sebagai berikut:

A reconciliation between the tax expense and the


amounts computed by applying the effective tax
rates to income before tax of the Company and
its subsidiary is as follows:

2015

2014

Laba Perusahaan sebelum pajak

8.496.333

33.204.530

Income before tax of the Company

Pajak penghasilan sesuai tarif

2.124.083

8.301.133

Tax expense at effective tax rate

Pengaruh pajak atas


penghasilan (beban) yang
tidak dapat diperhitungkan

Tax effects of non deductible

menurut fiskal :

income (expenses) :

Penyusutan aset sewa pembiayaan

232.629

Pertemuan dan jamuan

289.663

Penurunan nilai piutang usaha

Penghasilan bunga

Beban pajak
Beban pajak entitas anak
Jumlah Beban Pajak

Depreciation of finance assets

273.348

Meeting and entertainment

22.231)

Impairment of trade receivables

62.044)

Interest income

31.199)
53.344

83.644

Interest expenses of lease liabilities

215.651)

465.088

Others

Beban bunga sewa pembiayaan


Lain-lain

276.164

328.786

1.013.969

2.452.869

9.315.102

2.452.869

26. LABA PER SAHAM


Pada tahun 2015 dan 2014, laba bersih yang
digunakan Perusahaan untuk perhitungan laba per
saham dasar masing-masing adalah Rp 2.482.658 dan
Rp 23.908.584. Jumlah rata-rata saham yang beredar
untuk tahun 2015 dan 2014 adalah 151.200.000
saham. Laba per saham (angka penuh) tahun 2015
dan 2014 adalah 16,42 dan 158,13
27. DIVIDEN
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
sebagaimana tercantum dalam Akta Risalah Rapat
No. 02 tanggal 8 Juni 2015 dari Notaris Ati Mulyati
S.H.,
MKn,
Notaris
di
Jakarta,
pemegang
saham menyetujui pembagian dividen sebesar
Rp 9.072.000 dan Rp 1.000.000 sebagai cadangan
umum. Dividen tunai telah dibagikan pada
Juli 2015.

9.315.102

Tax expense of the Company


Tax expenses of the Subsidiary
Total Tax Expense

26. EARNINGS PER SHARE


In 2015 and 2014, profit used by the Company to
calculate earnings per share amounted to
Rp 2,482,658 and Rp 23,908,584, respectively. The
weighted average number of shares outstanding was
151,200,000 shares in 2015 and 2014. Earnings per
share (full amount) in 2015 and 2014 were 16.42 and
158.13
27. DIVIDENDS
Based on the Annual General Shareholders' Meeting
as stated by notarial deed No. 02 dated 8 June 2015
from notary Ati Mulyati S.H. MKn, Notary in Jakarta,
the shareholders approved to distributed dividend
amounted Rp 9,072,000 and Rp 1,000,000 as a
general reserve. The cash dividends had been
distributed on July 2015.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/50

Exhibit E/50

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

28. LIABILITAS IMBALAN KERJA

28. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATION

Perusahaan membukukan imbalan kerja imbalan pasti


untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003. Jumlah karyawan yang
berhak atas imbalan pasca-kerja tersebut adalah 697
karyawan tahun 2015 (2014: 626 karyawan).

The Company provided employee benefit obligation


for its qualifying employees in accordance with
Labor Law No. 13/2003. The total of employees
entitled to the benefits is 697 employees in 2015
(2014: 626 employees).

Perhitungan imbalan kerja dihitung oleh aktuaris


independen PT Sentra Jasa Aktuaria tanggal
10 Februari 2016 dan 23 Desember 2014, yang
digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial
adalah sebagai berikut :

The cost of employee benefits obligations is


calculated by an independent actuary PT Sentra Jasa
Aktuaria dated 10 February 2016 and 23 December
2014, the actuarial valuation was carried out using
the following key assumptions:

2015

2014

Tingkat diskonto

9,00%

8,00%

Discount rate

Tingkat kenaikan gaji

7,00%

7,00%

Salary increment rate

TMI 2011

TMI 2011

Mortality rate

10% dari/of TMI 2011

10% dari/of TMI 2011

Disability rate

4% sebelum usia 30
tahun dan terus
menurun

4% sebelum usia 28
tahun dan terus
menurun

menjadi 0% pada usia


di atas 50 tahun/ 4%
before 30 years old
and

menjadi 0% pada usia


di atas 49 tahun/ 4%
before 28 years old
and

linearly decrease to
0% after 50 years old

linearly decrease to
0% after 49 years old

55 tahun/years

55 tahun/years

Tingkat kematian
Tingkat cacat

Tingkat pengunduran diri

Tingkat pensiun normal

Beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi


komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut:

Resignation rate

Normal retirement

Employee benefit obligation is recognized in


consolidated statement of comprehensive income as
follows :

2015

2014

Beban jasa kini

2.875.568

2.824.756

Current service cost

Beban bunga

4.031.324

3.484.555

Interest cost

Pengukuran kembali atas


Imbalan kerja
Jumlah

Remeasurement of other long term


(

650.837)
6.256.055

50.795)
6.258.516

employee benefits
Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/51

Exhibit E/51

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

28. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)

28. EMPLOYEE BENEFIT OBLIGATION (Continued)

Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan


konsolidasian, adalah sebagai berikut :

Provision for employee benefit obligation is


recognized in the consolidated statement of
financial position, are as follows :

2015

2014

Nilai kini liabilitas

51.307.372

50.391.544

Saldo akhir

51.307.372

50.391.544

Mutasi liabilitas bersih di laporan posisi keuangan,


konsolidasian adalah sebagai berikut :

Saldo awal
Pembayaran manfaat

2014

50.391.544

38.717.277
(

304.746)

Jumlah Beban yang dibebankan


penghasilan komprehensif lain

Beginning balance
Benefit payments
Total amount recognized

Beban tahun berjalan


Saldo akhir

187.177)

Expense in current year

51.307.372

50.391.544

Ending balance

6.651.309

Accumulations of (gains) losses recognized in Other


Comprehensive Income, are as follows :

2014
930.812

Pengukuran kembali atas


keuntungan nilai kewajiban bersih (

in other comprehensive income

6.258.516

2015
Saldo awal

5.720.497

6.256.055

Akumulasi (keuntungan) kerugian aktuaria di


penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:

Saldo akhir

Ending balance

Movements in the liability recognized in the


consolidated statement of financial position, are as
follows :

2015

5.153.050)

Present value of obligation

Beginning balance
Remearsurement on the net

187.177)
6.464.132

5.720.497
6.651.309

defined benefit liability


Ending balance

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/52

Exhibit E/52

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

29. PIHAK-PIHAK BERELASI

29. RELATED PARTIES

Sifat Berelasi:

Nature of Relationship:

a. PT Monas Permata Persada, Fujikura Ltd dan


Fujikura Asia Limited adalah pemegang saham
Perusahaan.

a. PT Monas Permata Persada, Fujikura Ltd and


Fujikura Asia Limited are shareholders of the
Company.

b. Pemegang saham mayoritas Perusahaan juga


merupakan pemegang saham PT Multi Tembaga
Utama,
PT Aluminametal
Utama
dan
PT Sinarmonas Industries.

b. The Companies with stockholder also majority


shareholders of the Company are PT Multi
Tembaga Utama, PT Aluminametal Utama and
PT Sinarmonas Industries.

c. Perusahaan dimana pengurusnya merupakan


keluarga dari pengurus Perusahaan adalah
CV Sarihon Elektrik dan Nextrom Enterprise Pte.
Ltd., Singapura (NEL).

c. The Companies with common member of the


family of the Companys management are
CV Sarihon Elektrik and Nextrom Enterprise Pte.
Ltd., Singapore (NEL).

d. Perusahaan menyewa bangunan kantor di Mega


Glodok Kemayoran milik PT Monas Permata
Persada. Beban sewa tahun 2015 dan 2014 sebesar
Rp 539.280 (2014 : Rp 449.400).

d. The Company leases the PT Monas Permata


Persadas office at Mega Glodok Kemayoran.
Lease expenses for 2015 and 2014 amounting to
Rp 539,280 (2014 : Rp 449,400).

e. Pada tahun 2015 dan 2014, penjualan kepada


Nextrom Enterprise Pte., Ltd. merupakan
penjualan barang jadi dan piutang yang timbul
dicatat sebagai piutang usaha.

e. In 2015 and 2014, sales the Company to Nextrom


Enterprise Pte., Ltd. represent sales of finished
goods and receivable arise from its sales were
recorded as trade receivable.

Saldo piutang dan utang pihak-pihak berelasi :

The balances of trade receivables and trade payables


with related parties :

Piutang usaha (Catatan 6)

Trade receivables (Note 6)


2015

2014

PT Sinarmonas Industries

54.005.777

59.239.838

PT Sinarmonas Industries

PT Monaspermata Persada

33.406.053

31.123.391

PT Monaspermata Persada

Nextrom Enterprise Pte. Ltd.

6.813.021

19.016.335

Nextrom Enterprise Pte. Ltd.

Fujikura Federal Cables Sdn Bhd

5.185.087

15.301

Fujikura Federal Cables Sdn Bhd

170.506

746.400

Fujikura Ltd

Fujikura Ltd
CV Sarihon Elektrik

38.660

32.216

CV Sarihon Elektrik

PT Fujikura Jaya Jo

434.689

PT Fujikura Jaya Jo

Fujikura Asia Ltd

226.806

Fujikura Asia Ltd

PT JJ-Lapp Cable SMI

36.497

PT JJ-Lapp Cable SMI

110.871.473

Total

Jumlah

99.619.104

Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi keuangan


pihak-pihak berelasi, manajemen Perusahaan dan
entitas anaknya berpendapat seluruh piutang
tersebut dapat ditagih sehingga atas piutang kepada
pihak tersebut tidak diadakan penyisihan penurunan
nilai piutang usaha.

Based on the review of the status of related parties,


the Company and its subsidiarys management
release the opinion that all the accounts are
collectible, no allowance for impairment of trade
receivables is necessary accordingly.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/53

Exhibit E/53

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

29. PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)

29. RELATED PARTIES (Continued)

Utang usaha (Catatan 13)

Trade payables (Note 13)


2015

2014

PT Tembaga Mulia Semanan Tbk

16.003.687

9.428.731

PT Tembaga Mulia Semanan Tbk

PT Sinarmonas Industries

12.919.665

17.766.369

PT Sinarmonas Industries

Nagamas

1.007.450

Nagamas

Fujikura Asia Ltd

844.100

23.872.050

Fujikura Asia Ltd

PT Monas Permata Persada

507.146

PT Monas Permata Persada

PT Fujikura Indonesia

299.503

1.226.375
10.002.605

PT Ryu Ei Kogyo

156.327

Fujikura Ltd

PT Ryu Ei Kogyo
8.620

Fujikura Ltd

PT Multi Tembaga Utama

979.111

PT Multi Tembaga Utama

Koperasi Karyawan PT JCC

186.451

Koperasi Karyawan PT JCC

Fujikura Federal Cable Sdn Bhd

14.928

Fujikura Federal Cable Sdn Bhd

63.485.240

Total

Jumlah

9.561

PT Fujikura Indonesia

31.747.439

Uang muka penjualan (Catatan 15)

Advances from customer (Note 15)


2015

2014

Fujikura Federal Cables Sdn Bhd

5.712.687

9.845.070

PT AKS

3.467.200

Fujikura Federal Cables Sdn Bhd

PT AKS

PT JJ-Lapp SMI

58.779

PT JJ-Lapp SMI

PT Sinarmonas Industries

50.000

PT Sinarmonas Industries

9.953.849

Total

Jumlah

9.179.887

Transaksi-transaksi Pihak-pihak Berelasi

Transactions with Related Parties

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan


transaksi tertentu dengan pihak-pihak berelasi, yang
meliputi antara lain:

In the normal course of business, the Company


entered into certain transaction with related
parties, including the following :

a. Tahun 2015, 30,49% dari jumlah penjualan


(2014: 31,30%), merupakan penjualan kepada
pihak-pihak
berelasi,
dimana
menurut
manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan
syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila
dilakukan dengan pihak ketiga. Pada tanggal
laporan posisi keuangan, piutang atas penjualan
tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang
usaha, yang meliputi 7,33% (2014: 10,42%) dari
jumlah aset.

a.

In 2015, 30.49% from total sales (2014: 31.30%),


represent of the net sales to related parties,
according to management, were made at
normal price and conditions as those done with
third parties. At statement of financial
position dates, the receivables from these
sales were presented as trade receivable,
which
constitutes
7.33%
(2014:10.42%)
respectively, of the total assets.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/54

Exhibit E/54

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

29. PIHAK-PIHAK BERELASI (Lanjutan)


Rincian penjualan
sebagai berikut:

kepada

29. RELATED PARTIES (Continued)

pihak-pihak

berelasi,

The details of sales to related parties, are as


follows:

2015

2014

PT Sinarmonas Industries

240.786.558

232.821.876

PT Sinarmonas Industries

PT Monaspermata Persada

175.767.422

204.440.185

PT Monaspermata Persada

PT Alumina Metal Utama

67.579.682

116.004

PT Alumina Metal Utama

Fujikura Ltd

10.762.492

9.877.208

Fujikura Ltd

Nextrom Enterprise Pte Ltd.

8.743.523

18.771.868

Nextrom Enterprise Pte Ltd.

Fujikura Asia Ltd

2.524.131

220.279

Fujikura Asia Ltd

PT JJ-Lapp Cable SMI

786.362

105.631

PT JJ-Lapp Cable SMI

C.V Sarihon Elektrik

195.396

292.679

C.V Sarihon Elektrik

PT Fujikura Jaya Jo

395.172

PT Fujikura Jaya Jo

PT Fujikura Indonesia

19.800

PT Fujikura Indonesia

467.060.702

Total

Jumlah

507.145.566

b. Tahun 2015, 36,23% (2014: 41,30%) dari jumlah


pembelian masing-masing merupakan pembelian
dari pihak-pihak berelasi, dimana menurut
pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat
harga dan syarat-syarat normal sebagaimana
halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Pada
tanggal laporan posisi keuangan, utang atas
pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari
utang usaha, yang meliputi 3,20% (2014: 7,07%)
dari jumlah liabilitas.

b. In 2015, 36.23% (2014: 41.30%) from total


purchases represented of purchase from related
parties, which, according to management, were
made at normal prices and conditions as those
done with third parties. At statement of
financial position dates, the liabilities for these
purchases were presented as trade account
payable, which is constituted 3.20% (2014:
7.07%) respectively, of the total liabilities.

Rincian pembelian kepada pihak-pihak berelasi,


sebagai berikut:

The details of purchases from related parties,


are as follows:

2015

2014

PT Sinarmonas Industries

230.537.568

176.032.142

PT Sinarmonas Industries

PT Tembaga Mulia Semanan Tbk


PT Multi Tembaga Utama

169.792.415

157.666.951
143.162.019

PT Tembaga Mulia Semanan Tbk


PT Multi Tembaga Utama

Fujikura Asia Ltd

38.890.484
20.489.405

28.222.473

Fujikura Asia Ltd

PT Monas Permata Persada

8.181.559

8.145.059

PT Monas Permata Persada

PT Alumina Metal Utama

7.996.598

24.654.006

PT Alumina Metal Utama

PT Fujikura Indonesia

4.133.517

9.117.911

PT Fujikura Indonesia

Fujikura Federal Cable Sdn Bhd

1.479.963

Fujikura Ltd

Jumlah

481.501.509

Fujikura Federal Cable Sdn Bhd

87.241

Fujikura Ltd

547.087.802

Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/55

Exhibit E/55

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

30.

INFORMASI SEGMEN
2015

30. BUSINESS SEGMENT INFORMATION

Kabel listrik/

Kabel telepon/

Lainnya/

Jumlah/

Power cable

Telephone cable

Others

Total

Rp Juta/

Rp Juta/

Rpmillion
Penjualan bersih

64%

1.069.760

Beban pokok penjualan


Laba kotor

Rp Juta/

Rpmillion
19%

320.264

Rp Juta/

Rpmillion
16%

273.312

978.802

276.630

223.321

90.958

43.634

54.722

2015

Rpmillion
100%
100%

1.663.336

Net sales

1.478.753

Cost of goods sold

184.583

Beban usaha yang tidak dapat


dialokasikan

72.152

Laba dari usaha

112.431

Penghasilan lain - lain yang tidak


dapat dialokasikan-Bersih

expenses
Income from operation
Unallocated other

( 103.935)

Laba sebelum pajak


Pajak penghasilan

Gross profit
Unallocated operating

Laba bersih tahun berjalan

charge-Net

8.496

Income before tax

6.032)

Income tax

2.464

Profit for the year

Pendapatan komprehensif lain:

Other comprehensive income:

Pengukuran kembali imbalan kerja

187

Remeasurements of employee benefits

Surplus atas revaluasi aset tetap

277.173

Surplus on revaluation of property, plant and equpiment

Pajak penghasilan yang terkait pos-pos yang tidak akan


direkalasifikasi ke laba rugi

Tax relating to items that will not be


(

Jumlah pendapatan komprehensif lain

69.340)

reclassified to profit or loss

208.020

Total comprehensive income for the year


Total comprehensive income attributable to :

Pos-pos yang akan direkalasifikasi ke laba rugi:


Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual

50)

Equity holders of the parent company

Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak

207.970

Other comprehensive income for the year, net of tax

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan

210.434

Total comprehensive income for the year

Laba yang dapat diatribusikan kepada:

Profit attributable to:

Pemilik entitas induk


Kepentingan non-pengendali

2.482

Equity holders of the parent company

18)

Non-controlling interest

2.464
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali
J u mla h

Total comprehensive income attributable to:


207.962

Equity holders of the parent company

Non-controlling interest

207.970

Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/56

Exhibit E/56

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

30.

INFORMASI SEGMEN (Lanjutan)


2014

30. BUSINESS SEGMENT INFORMATION (Continued)

Kabel listrik/

Kabel telepon/

Lainnya/

Jumlah/

Power cable

Telephone cable

Others

Total

Rp Juta/

Rp Juta/ %

Rpmillion
Penjualan bersih

61%

912.519

Rp Juta/

Rpmillion
26%

384.339

Rp Juta/

Rpmillion
13%

196.154

Beban pokok penjualan

804.342

332.546

187.641

Laba kotor

108.177

51.793

8.513

2014

Rpmillion
100%
100%

1.493.012

Net sales

1.324.529

Cost of goods sold

168.483

Gross profit

Beban usaha yang tidak dapat

Unallocated operating

dialokasikan

77.233

Laba dari usaha

91.250

Penghasilan lain - lain yang tidak


dapat dialokasikan-Bersih

(
(

Rugi neto tahun berjalan dari operai yang dihentikan

58.046)

charge-Net

33.204

Income before tax

9.300)

Income tax

Laba bersih tahun berjalan

Net loss for the year from discontinued operations

23.904

Profit for the year

5.720)

Remeasurements of employee benefits

Pendapatan komprehensif lain:


Pengukuran kembali imbalan kerja

Other comprehensive income:


(

Pajak penghasilan yang terkait pos-pos yang tidak akan

Tax relating to items that will not be

direkalasifikasi ke laba rugi


Jumlah pendapatan komprehensif lain

1.430

reclassified to profit or loss

4.290)

Total comprehensive income for the year

150)

Equity holders of the parent company

4.440)

Other comprehensive income for the year, net of tax

19.464

Total comprehensive income for the year

Pos-pos yang akan direkalasifikasi ke laba rugi:


Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual
Penghasilan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak

Total comprehensive income attributable to :

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan

Laba yang dapat diatribusikan kepada:

Profit attributable to:

Pemilik entitas induk


Kepentingan non-pengendali

Income from operation


Unallocated other

Laba sebelum pajak


Pajak penghasilan

expenses

23.908

Equity holders of the parent company

4)

Non-controlling interest

23.904
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk

Total comprehensive income attributable to:


(

Kepentingan non-pengendali

J u mla h

4.440)
-

4.440)

Equity holders of the parent company


Non-controlling interest

Total

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/57

Exhibit E/57

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

31. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG


ASING

31. MONETARY
ASSETS
AND
LIABILITIES
DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,


Perusahaan dan entitas anaknya mempunyai aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai
berikut:

As of 31 December 2015 and 2014, the Company and


its subsidiary have monetary assets and liabilities
denominated in foreign currencies as follows:

2015

2014

Mata uang

Ekuivalen

Mata uang

Ekuivalen

asing/

Rupiah/

asing/

Rupiah/

Foreign

Rupiah

Foreign

Rupiah

currencies

Equivalent

currencies

Equivalent

Aset
Kas dan setara kas

Assets
US$

242.849

3.350.102

165.369

2.057.191

SG$

31.504

307.203

12.031

113.361

EUR

1.017

15.333

2.038

30.844

GBP

5.067

103.629

5.127

99.304

443.295

46.213

7.840

80.115

JPY

AUD

2.158

21.717

CNY

934.495

1.985.241

US$

388.227

5.425.474

1.405.090

17.479.315

Piutang usaha
Pihak-pihak berelasi
Pihak ketiga
Uang jaminan

Trade receivables
704.232

6.867.095

2.518.595

23.730.463

US$

2.224.114

30.681.646

4.476.108

55.682.783

AUD

713.983

6.962.181

2.912

29.754

US$

865.940

11.945.635

1.707.410

21.240.185

Security deposit

120.589.528

Total Assets

67.665.257

Liabilitas

Short-term
US$

1.315.271

18.144.158

2.118.962

26.359.887

US$

83.382

1.150.252

2.701.246

33.603.498

SG$

66.267

624.375

8.684.077

108.029.917

1.441.335

17.930.212

Utang usaha

Pihak ketiga

Utang lain-lain

bank loans
Trade payables

US$

3.564.355

49.170.276

SGD

19

182

US$

2.821.686

38.925.162

Jumlah Liabilitas
Jumlah Liabilitas - Bersih

Third parties

Liabilities

Pinjaman bank

Pihak-pihak berelasi

Related parties

SG$

Jumlah Aset

jangka pendek

Cash and cash equivalents

Related parties
Third parties
Other payables

107.390.031

186.547.889

Total Liabilities

39.724.774)

( 65.958.360)

Total Liabilities -Net

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/58

Exhibit E/58

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

31. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG


ASING (Lanjutan)

31. MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED


IN FOREIGN CURRENCIES (Continued)

Mata uang

24 Maret 2016/

31 Desember 2015/ 31 Desember 2014/

24 March 2016

31 D ecember 2015 31 D ecember 2014

Foreign Currencies

1 EUR

14.801,59

15.069,68

15.133,27

1 EUR

1 US $

13.250,00

13.795,00

12.440,00

1 US $

1 SG $

9.685,70

9.751,19

9.422,11

1 SG $

100 JPY

11.742,83

11.452,42

10.424,88

100 JPY

1 AUD $

9.959,38

10.064,16

10.218,23

1 AUD $

1 GBP

18.687,15

20.451,11

19.370,34

1 GBP

1 CNY

2.033,77

2.124,40

2.033,01

1 CNY

Pada masa mendatang, nilai kurs masih mungkin


berubah-ubah, dan mata uang Rupiah mungkin
mengalami depresiasi atau apresiasi secara signifikan
terhadap mata uang lainnya.

In the future the rates still fluctuate, and Rupiah


has a possibility to depreciate significantly against
other currencies.

Apabila liabilitas bersih dalam mata uang asing pada


tanggal 31 Desember 2015 dinyatakan dengan kurs
tengah Bank Indonesia per tanggal 24 Maret 2016,
maka jumlah liabilitas akan turun sebesar
Rp 37.573.684.

If net assets and liabilities in foreign currencies on


31 December 2015 are expressed using Bank
Indonesia middle rates as on 24 March 2016, total
liabilities will decrease by Rp 37,573,684.

32. KOMITMEN DAN KONTINJENSI


a. Bank Garansi

32. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES


a.

Dalam rangka kontrak penjualannya, Perusahaan


telah menyerahkan bank garansi sebagai jaminan
pelaksanaan yang diterbitkan oleh PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk untuk kepentingan
langganannya terutama PT PLN (Persero), tender
dan ekspor. Pada tanggal 31 Desember 2015,
jumlah bank garansi yang masih berlaku adalah
sebesar Rp 20.863.742.
b. Standard Chartered Bank
Standard
Chartered
Bank
(SCB)
telah
memperkenalkan transaksi derivative kepada
Direktur Marketing. Tidak ada persetujuan yang
diberikan oleh pemegang saham dan/atau
komisaris untuk transaksi ini. SCB mengklaim
bahwa transaksi tersebut dilakukan di London
Metal Exchange sesuai dengan International Swaps
and Derivatives Association (ISDA), sehingga
dengan itu, SCB mengajukan klaim kepada
Perusahaan sebesar US$ 14.355.578. Perusahaan
telah
menolak
untuk
mengakui/menerima
klaim/kewajiban dan menugaskan Pengacara
untuk menyelesaikan secara hukum dengan
mengajukan tuntutan agar transaksi derivatif
tersebut dinyatakan batal atau tidak berlaku
karena tidak adil dan bertentangan dengan hukum
Indonesia dan juga anggaran dasar Perusahaan,
termasuk tuntutan untuk memperoleh kompensasi
dan pembebasan dari semua kewajiban kepada
SCB.

Bank Guarantees
In relation to the sales agreements, the
Company has submitted bank guarantees which
are issued by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
for the benefit of its customers, mainly PT PLN
(Persero) , bid bond and export. On 31 December
2015, total bank guarantees outstanding
amounted to Rp 20,863,742.

b.

Standard Chartered Bank


Standard Chartered Bank (SCB) had introduced a
derivative transaction to the Director of
Marketing. There was no approval given by
shareholders and/or commissioners for such
transaction. SCB Claims that the transaction was
held in London Metal Exchange in accordance
with the International Swaps and Derivatives
Association (ISDA) with which SCB proposed a
claim to the Company for an amount of US$
14,355,578. The Company has refused to
admit/accept any claim/liability and assigned a
lawyer to resolve legally by proposing a demand
that the derivative transaction be declared void
or invalid because of its unfairness and against
Indonesian Laws and the Company's articles of
association, including a demand to obtain
compensation and acquittal of all liability to
SCB.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/59

Exhibit E/59

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

32. KOMITMEN DAN KONTINJENSI (Lanjutan)


b. Standard Chartered Bank (Lanjutan)

32. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES (Continued)


b. Standard Chartered Bank (Continued)

Berdasarkan pendapat hukum dari penasehat atau


konsultan hukum di Jakarta, salah satu
aspek penting dari transaksi tersebut, yang
bertentangan dengan hukum Indonesia, yaitu
tidak ada satupun dokumen kontrak atau transaksi
pembelian tembaga yang dilakukan Perusahaan
dengan pihak lain dimana transaksi ini kemudian
dijadikan
dasar
(underlying
transaction)
pembuatan perjanjian ISDA di atas.

Based on legal opinion of legal advisors or


consultants in Jakarta, one of essential aspects
of the transaction, which is against Indonesian
laws, is that it has no document of purchasing
contract or transaction of copper made by the
Company with any other party, where the
transaction is then used as a basis of transaction
(underlying transaction) in creating the ISDA
agreement.

Dengan demikian, perjanjian ISDA, dengan semua


dokumen
yang
berhubungan
dan
telah
ditandatangani oleh SCB dan Perusahaan, pada
dasarnya bukan merupakan kontrak atau transaksi
derivatif karena perjanjian yang mendasari
transaksi derivatif tersebut (the "underlying
transaction") tidak ada.

Accordingly, then the ISDA agreement, with its


entire associated documents signed by SCB and
the Company, basically is not a derivative
agreement
or
transaction
because
the
agreement
underlying
the
derivative
transaction (the "underlying transaction") does
not exist.

Maka, transaksi derivatif tersebut dapat


dikategorikan sebagai transaksi derivatif yang
tidak nyata.

Thus, the derivative transaction can be


categorized as an unreal derivative transaction.

Dengan demikian, jumlah dan harga tembaga yang


terkandung dalam dokumen yang berkaitan
dengan transaksi derivatif (ISDA) adalah perkiraan
dan bukan transaksi yang nyata, sehingga
perjanjian atau transaksi derivatif tersebut
berlawanan atau bertentangan dengan transaksi
derivatif
sebagaimana
dimaksud
dalam
Pasal 1 angka 2 Peraturan Bank Indonesia
No.7/31/PBI/2005 tanggal 13 September 2005
yang berbunyi sebagai berikut: "Transaksi
Derivatif adalah transaksi yang didasari oleh suatu
kontrak atau perjanjian pembayaran yang nilainya
merupakan suatu turunan dari nilai instrumen
yang mendasari seperti suku bunga, nilai tukar,
komoditi, ekuiti dan indeks, baik yang diikuti
dengan pergerakan atau tanpa pergerakan dana
atau instrumen, namun tidak termasuk transaksi
derivatif kredit.

Accordingly, the number and price of copper


contained in documents relating to the
derivative transaction (ISDA) is an estimation
and not a real character, so that the derivative
agreement or transaction is against or contrary
to the derivative transaction referred in Article
1 point 2 of Bank Indonesia Regulation No.
7/31/PBI/2005 dated on 13 September 2005
which reads as follows: "Derivative Transaction
is the payment transaction based on contracts or
agreements
whose
value
derived
from
underlying instruments such as interest rates,
exchange rates, commodities, equities and
indices, followed either by movement or
without movement of funds or instruments, but
excluding credit derivative transactions."

Dengan demikian, perjanjian ISDA tersebut cacat


dan batal demi hukum sejak dari awal
pembuatannya.

Accordingly, the ISDA agreement is then invalid


and null and void since the inception.

Berdasarkan surat No. 005 tahun 2011


(ARB005/11/AU) tanggal 28 Januari 2011, SCB
telah berinisiatif mendaftarkan kasus ini ke
Singapore International Arbitration Centre (SIAC).
Perusahaan dalam suratnya tanggal 28 Pebruari
2011 yang disampaikan kepada SIAC menegaskan
bahwa yurisdiksi dan hukum yang cocok dan
sesuai untuk menyelesaikan masalah ini adalah
hukum Indonesia.

Based on the letter No. 005 of 2011


(ARB005/11/AU) dated on 28 January 2011, SCB
has initiated to register the case to the
Singapore International Arbitration Centre
(SIAC). The Company has in its letter dated
28 February 2011 to SIAC reiterated that the
suitable and appropriate jurisdiction and law to
resolve the matters is Indonesian law.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/60

Exhibit E/60

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

32.

KOMITMEN DAN KONTIJENSI (Lanjutan)

32. COMMITMENT AND CONTIGENCIES (Continued)

b. Standard Chartered Bank (Lanjutan)

b. Standard Chartered Bank (Continued)

Berdasarkan putusan Badan Arbitrase Singapore


(SIAC) No.87/2012 tanggal 28 September 2012,
ditetapkan bahwa PT Jembo Cable Company Tbk
diwajibkan melakukan pembayaran kepada SCB
sebesar USD 16.067.407 terkait dengan transaksi
ISDA 2002 yang dibuat oleh SCB dan PT Jembo
Cable Company Tbk atas hal tersebut. Perusahaan
dalam suratnya tanggal 5 Oktober 2012
menegaskan kembali bahwa yuridiksi dan hukum
yang cocok dan sesuai untuk menyelesaikan
masalah ini adalah hukum Indonesia.

Based on the decision of Singapore Arbitration


(SIAC) No.87/2012 dated on 28 September 2012,
it was stated that PT Jembo Cable Company Tbk
is required to pay to SCB a sum of US$
16,067,407 related to the ISDA 2002
transactions made by SCB and PT Jembo Cable
Company Tbk above. The Company in its letter
dated on 5 October 2012 restated that the
suitable and appropriate jurisdiction and law to
resolve the matters is Indonesian law.

Pada tanggal 28 Juni 2013, SCB melalui kuasa


hukumnya telah mengajukan permohonan kepada
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk
menyatakan bahwa putusan SIAC No. 005 Tahun
2011 dapat dilaksanakan di Negara Kesatuan
Republik Indonesia (Eksekuatur), dan Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat telah pula menerbitkan
Penetapannya No. 28/2014.Eks tanggal 2 April
2014.

On 28 June 2013, SCB represented by its


lawyers has filed an application to the Chief of
Central Jakarta District Court to declare that
the SIAC Award No. 005 Year 2011 can be
executed in the Republik of Indonesia
(Eksekuatur), and the Chief of Central Jakarta
District Court has published his Judgment
No. 28/2014.Eks dated on 2 April 2014.

Atas permohonan SCB dan penetapan Ketua


Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut,
PT Monas Permata Persada, salah satu pemegang
saham PT Jembo Cable Company Tbk, telah
mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat pada tanggal
3 Juni 2014
dengan register perkara No. 257/Pdt.G.ARB/
2014/PN.JKT.PST. melawan SCB dan PT Jembo
Cable Company Tbk sebagai tergugat.

Upon SCBs application and the judgment


of the Chief of Central Jakarta District Court,
PT
Monas
Permata
Persada,
one
of
shareholders of PT Jembo Cable Company Tbk
filed a lawsuit to the Central Jakarta District
Court on 3 June 2014 with case registration
No. 257/Pdt.G.ARB/2014/PN.JKT.PST. against
SCB and PT Jembo Cable Company Tbk as
defendants.

Gugatan tersebut berisi tuntutan, antara lain agar


Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membuat
keputusan :
1. Menyatakan bahwa tindakan SCB dan
PT
Jembo
Cable
Company
Tbk
menandatangani ISDA 2002 Master Agreement
dan semua dokumen turutannya adalah
tindakan melawan hukum;
2. Menyatakan bahwa Putusan SIAC No. 005
Tahun 2011 tanggal 28 September 2011 tidak
dapat dilaksanakan di Indonesia;
3. Membatalkan
atau
setidak-tidaknya
menyatakan
bahwa
Penetapan
Ketua
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 28/
2014.Eks tanggal 2 April 2014 tidak memiliki
kekuatan hukum.

The lawsuit consists of petitions, among others


that the Central Jakarta District Court shall
make its decision :
1. Declaring that the deed taken by SCB and
PT Jembo Cable Company Tbk in signing
ISDA 2002 Master Agreement and its entire
associated documents is unlawful;

Pada tanggal 8 Juni 2015 gugatan tersebut telah


diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
dan telah diajukan banding oleh pihak pengugat.

On 8 June 2015 that lawsuit has been ruled by


Central Jakarta District Court and was
appealed by other parties.

Saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh


Pengadilan Tinggi Jakarta.

Currently, in the process of legal examination


by High Court of Jakarta.

2. Declaring that SIAC Award No. 005 Year 2011


dated on 28 September 2011 cannot be
executed in Indonesia;
3. Nullifying or at least declaring that the
judgment of the Chief of Central Jakarta
District Court No. 28/2014.Eks dated on
2 April 2014 does not have its legal
enforcement.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/61

Exhibit E/61

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

32.

KOMITMEN DAN KONTIJENSI (Lanjutan)


b. Standard Chartered Bank (Lanjutan)

32. COMITMENT AND CONTINGENCIES (Continued)


b.

Sehubungan dengan kondisi di atas, manajemen


Perusahaan belum bisa memperkirakan hasil dan
jumlah kerugian.
c. Gugatan Perdata PT Monas Permata Persada

Standard Chartered Bank (Continued)


In connection with the above conditions, the
Company's management is unable to estimate
the result of the decision and any purported
amount of loss.

c.

Dispute PT Monas Permata Persada

Pada tanggal 27 September 2011, sesuai dengan


gugatan No. 429/PDT.G/2011/PN.TNG, PT Monas
Permata Persada, yang merupakan salah satu
pemilik Perusahaan, melakukan gugatan terhadap
Standard Chartered Bank dan PT Jembo Cable
Company Tbk di Pengadilan Negeri Tangerang
untuk membatalkan ISDA 2002 Master Agreement
karena bertentangan dengan hukum yang berlaku
di Indonesia (salah satunya melanggar peraturan
Bank Indonesia) serta menuntut SCB untuk
mengembalikan
pembayaran
yang
telah
diterimanya serta membayar sejumlah uang
tertentu sebagai ganti rugi.

On 27 September 2011, based on lawsuit


No.
429/PDT.G/2011/PN.TNG,
PT
Monas
Permata Persada, one of shareholders of the
Company, filed a lawsuit against Standard
Chartered Bank and PT Jembo Cable Company
Tbk in the District Court of Tangerang, to cancel
ISDA 2002 Master Agreement because it is
against the law enforced in Indonesia (one of
them violating the Bank Indonesia Regulation)
and demanded SCB to return the payment that
it has received and pay a certain amount of
money as compensation.

Pada tanggal 14 November 2012, Pengadilan


Negeri
Tangerang
telah
memutuskan,
memerintahkan dan menyatakan, antara lain
mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian,
tergugat PT Jembo Cable Company Tbk melakukan
perbuatan melawan hukum, memerintahkan
tergugat PT Jembo Cable Company Tbk untuk
menghentikan segala transaksi derivatif yang
didasarkan pada ISDA 2002 Master Agreement dan
schedule to the 2002 Master Agreement berikut
seluruh
turunannya,
menghukum
tergugat
PT Jembo Cable Company Tbk untuk membayar
ganti rugi berupa dividen tahun buku 2008, 2009
dan 2010 sebesar USD 1.138.850,47 (angka penuh)
dengan bunga 12% per tahun sejak tahun buku
2008 sampai dilaksanakannya putusan ini serta
menghukum tergugat PT Jembo Cable Company
Tbk membayar ongkos perkara sebesar Rp 291.000
(angka penuh).

On 14 November 2012, Tangerang District Court


has decided, ordered and asserted that, among
other things for the most part in favor of
Plaintiff, defendant PT Jembo Cable Company
Tbk has committed an unlawful act, ordered the
defendant PT Jembo Cable Company Tbk to stop
all derivative transactions under ISDA 2002
Master Agreement and schedule to the 2002
Master Agreement along with all its derivatives,
sentenced defendant PT Jembo Cable Company
Tbk to pay restitution in the form of dividends
of fiscal year 2008, 2009 and 2010 amounted to
USD 1,138,850.47 (full amount) with interest of
12% per year since fiscal year 2008 through the
implementation of this decision and punish
defendant PT Jembo Cable Company Tbk to pay
the administrative case fee Rp 291,000 (full
amount).

Atas putusan tersebut kemudian diajukan banding


ke
Pengadilan
Tinggi
Banten.
Kemudian
Pengadilan Tinggi Banten dalam putusannya
No. 27/PDT/2013 PT.BTN tanggal 17 September
2013, antara lain menerima permohonan banding
yang diajukan oleh pihak penggugat maupun para
tergugat, dan membatalkan Putusan Pengadilan
Negeri Tangerang No. 429/Pdt.G/2011/PN.TNG
tanggal 14 November 2012.

Upon the decision then it was appealed to the


High Court of Banten. The High Court of Banten
then in its decision No. 27/PDT/2013 PT.BTN
on 17 September 2013, among of other things
received the appeal filed by the plaintiff and
the defendants, and canceled the decision
made by the Tangerang District Court No.
429/Pdt.G/2011/PN.TNG dated 14 November
2012.

Pada tanggal 21 Oktober 2013, Perusahaan telah


mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Republik
Indonesia dan sampai saat ini belum ada
keputusannya.

On 21 October 2013, the Company has filed an


appeal to the Supreme Court of Indonesia and
until now there has been no decision yet.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/62

Exhibit E/62

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

32. KOMITMEN DAN KONTIJENSI (Lanjutan)


c.

Gugatan Perdata PT Monas Permata Persada


(Lanjutan)

32. COMMITMENT AND CONTINGENCIES (Continued)


c.

Sehubungan dengan kondisi di atas, manajemen


Perusahaan belum bisa memperkirakan hasil dan
jumlah kerugian.
d.

Perjanjian kerjasama konsinyasi penyediaan


kabel
Pada tanggal 25 Juni 2013, sesuai dengan
perjanjian No. 1122/HK.810/TA-00/2013 telah
dilakukan kerjasama konsinyasi dalam penyediaan
kabel yang diproduksi dan/atau dijual oleh
PT Jembo Cable Company Tbk dengan PT Telkom
Akses, dengan lingkup pekerjaan menyediakan
kabel yang termasuk kategori barang fast moving,
dimana pihak PT Telkom Akses berkewajiban
untuk memasarkan dan menjual kabel konsinyasi
kepada konsumen. Selama barang atau kabel
belum terjual atau dianggap terjual atau dijual
oleh PT Telkom Akses maka hak milik atas barang
atau kabel dan/atau nota pesanan barang atau
kabel tetap berada pada PT Jembo Cable
Company Tbk. Perjanjian ini berlaku selama 2
tahun sejak tanggal ditandatanganinya. Pada
akhir masa berlaku perjanjian dan jika masih
terdapat penyelesaian pekerjaan dari nota
pesanan barang atau kabel yang telah diterbitkan
maka perjanjian ini berlaku sampai dengan
diselesaikan seluruh hak dan kewajiban masingmasing.

Dispute PT
(Continued)

Monas

Permata

Persada

In connection with the above conditions, the


Company's management has not been yet able
to estimate the result of the decision and
amount of loss.
d.

Consignment
providing cable

cooperation

agreement

On 25 June 2013, in accordance with the


agreement No. 1122/HK.810/TA-00/2013 have
carried out cooperation in the provision of
cable consignment manufactured and/or sold
by PT Jembo Cable Company Tbk and
PT Telkom Akses, with the scope of work to
provide cable which belongs to the category of
fast moving goods, where the PT Telkom Akses
obligated to market and sell the consignment
cable to consumers. During unsold goods or
cable or deemed sold or sold by PT Telkom
Akses the property rights to goods or cable
and/or cable memorandum or order goods
remain on PT Jembo Cable Company Tbk. This
agreement is valid for 2 years from the date of
signing. At the end of the validity period of the
agreement and if there are completion of the
memorandum order goods or cables that have
been published so the agreement is valid until
completed all the rights and obligations of
each.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/63

Exhibit E/63

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

33. MANAJEMEN RISIKO

33. RISK MANAGEMENT

Aset keuangan

Financial assets

Aset keuangan pada nilai wajar


melalui laporan laba rugi/
Financial assets at fair value
through

Pinjaman dan piutang /

Tersedia untuk dijual /

profit or loss

Loans and receivable

Available - for - sale

2015

2014

2015

Kas dan setara kas

70.944.918

Deposito berjangka

1.504.562

2014

2015

2014

3.411.046

1.433.451

Time deposits

Cash and cash equivalents

Piutang usaha

464.433.968

472.886.670

Trade receivables

Piutang lain-lain

4.655.310

1.012.285

Other receivables

Aset keuangan

Available for sale

tersedia untuk dijual

Aset tidak lancar lainnya

22.433.884

22.733.922

2.200.000

Jumlah aset keuangan

563.972.642

501.477.374

2.250.000
-

2.200.000

Liabilitas keuangan

2.250.000

financial asset
Other non-current assets
Total financial assets

Financial liabilities
Liabilitas keuangan pada nilai

Kewajiban keuangan pada biaya

wajar melalui laporan laba rugi /

amortisasi/

Financial liabilities at fair value

Financial liabilities at amortised

through profit or loss

cost

2015

2014

2015

2014

Pinjaman bank jangka pendek

655.410.832

550.111.604

Short-term bank loans

Utang usaha
Utang lain-lain

109.182.881

140.530.287

Trade payables

58.215.398

97.563.834

Other payables

Biaya masih harus dibayar

14.238.849

20.295.064

Accrued expenses

Utang sewa pembiayaan

2.359.412

2.082.514

Finance lease liabilities

Jumlah liabilitas keuangan

839.407.372

810.583.303

Total financial liabilities

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/64

Exhibit E/64

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

33.

MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan)

33.

RISK MANAGEMENT (Continued)

Pendahuluan dan tinjauan

Introduction and overview

Dewan Direksi memiliki tanggung jawab keseluruhan


untuk menetapkan dan mengawasi kerangka
manajemen risiko. Direksi telah menetapkan fungsi
keuangan
yang
bertanggung
jawab
untuk
mengembangkan
dan
memantau
kebijakan
manajemen risiko Perusahaan. Sedangkan fungsi
internal audit memiliki tanggung jawab untuk
memantau kepatuhan terhadap kebijakan dan
prosedur manajemen risiko, dan untuk menelaah
kecukupan kerangka manajemen risiko yang terkait
dengan risiko-risiko yang dihadapi oleh Perusahaan
dengan memberikan laporannya kepada Direksi.

The Board of Directors has overall responsibility


for setting and overseeing risk management
framework, and has established a financial
function that is responsible for developing and
monitoring the Company's risk management
policy. The internal auditor function has the
responsibility to monitor compliance with risk
management policies and procedures, and to
review the adequacy of risk management
framework related to the risks faced by the
Company and to provide its report to the Board of
Directors.

Tujuan keseluruhan dari manajemen risiko adalah


untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko-risiko
yang dihadapi Perusahaan dan entitas anaknya,
menetapkan batasan risiko dan pengendalian yang
sesuai, serta untuk mengawasi risiko dan kepatuhan
terhadap batasan yang telah ditetapkan, namun
tanpa terlalu mempengaruhi daya saing Perusahaan
dan entitas anaknya dan fleksibilitas.

The overall objective of risk management is to


identify and analyze the risks faced by the
Company and its subsidiary, set risk limits and
ensure appropriate controls, and to monitor risks
and adherence to a predetermined limit, but
without unduly affecting the Company and its
subsidiary's competitiveness and flexibility.

Perusahaan menghadapi
keuangan sebagai berikut:

The Company faces the following risks of financial


instruments as follows:

Risiko
Risiko
Risiko
Risiko

risiko

dari

instrumen

kredit
pasar
likuiditas
operasional

Credit risk
Market risk
Liquidity risk
Operational risk

Instrumen keuangan utama yang digunakan oleh


Perusahaan dan entitas anaknya, di mana risiko
instrumen keuangan timbul, adalah sebagai berikut:

The principal financial instruments used by the


Company and its subsidiary, from which financial
instrument risk arises, are as follows:

Piutang usaha
Kas dan setara kas
Utang usaha dan utang lain-lain
Pinjaman bank dengan tingkat suku bunga
mengambang
Pinjaman bank dengan tingkat suku bunga tetap

Trade receivables
Cash and cash equivalents
Trade and other payables
Floating-rate bank loans

Fixed rate bank loan

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/65

Exhibit E/65

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

33. MANAJEMEN RESIKO (Lanjutan)

33. RISK MANAGEMENT (Continued)

a. Risiko kredit

a. Credit risk

Risiko kredit adalah risiko terjadinya kerugian


keuangan yang disebabkan nasabah atau
counterparty gagal memenuhi liabilitasnya.

Credit risk is the risk of financial loss due to the


failure of customers or counterparties fails to
meet their obligations.

Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan


berasal dari kredit yang diberikan kepada
pelanggan. Untuk mengurangi resiko ini,
kebijakan untuk melakukan penjualan hanya
kepada pelanggan yang dapat dipercaya dan
terbukti mempunyai sejarah kredit yang baik.

Credit risk which is faced by the Company derived


from credits granted to customers. To reduce this
risk, the policy to sell only to customers who can
be trusted and proven to have a good credit
history.

Perusahaan akan melakukan analisa pemberian


kredit kepada semua calon pelanggan.

The company will perform credit analysis to all


prospective customers.

2015

2014

Jumlah Bruto/

Neto/

Jumlah Bruto/

Neto/

Total gross

Net

Total gross

Net

Kas dan setara kas

70.944.918

3.411.046

Cash and cash equivalents

Deposito berjangka

1.504.562

1.433.451

Time deposit

Piutang usaha

464.433.968

472.886.670

Trade receivables

Piutang lain-lain

4.655.310

1.012.285

Aset keuangan tersedia


untuk dijual

Other receivables
Available-for-sale

2.250.000

financial asset

2.200.000
22.433.884

Aset tidak lancar lainnya

22.733.922

Other non-current assets

Jumlah

566.172.642

503.727.374

Total

b. Risiko pasar

b. Market risk

Perusahaan menyadari adanya risiko yang terjadi


akibat fluktusi mata uang rupiah terhadap nilai
tukar mata uang asing, sehingga perusahaan
melakukan kontrak lindung nilai dengan tujuan
melakukan aktivitas lindung nilai atas fluktuasi
mata uang asing.

The company is aware of the risks arising from


fluktusi rupiah exchange rate against foreign
currencies, so the company hedging contracts
with a view to hedging the foreign currency
fluctuations.

Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing

Foreign Exchange Risk Foreign Currency

Sebagian
besar
hasil
penjualan
produk
perusahaan diperoleh dengan mata uang rupiah
sedangkan seluruh pembelian bahan bahan baku
dilakukan dengan mata uang asing. Sehingga
terjadi ketidak seimbangan antara mata uang
rupiah yang ada dari hasil penjualan produk
dengan kewajiban pembayaran pembelian bahan
baku dengan mata uang asing.

Most of the results obtained by the company's


product sales rupiah while all raw material
purchases made in foreign currency. So there is
imbalance between the existing rupiah from the
sale of the product with the purchase of
raw material payment obligations in foreign
currency.

Untuk mengurangi ketidak seimbangan tersebut


maka perusahaan melakukan transaksi berjangka
pembelian mata uang asing dengan mata uang
rupiah pada saat tanggal jatuh tempo.

To reduce these imbalances futures transactions


the company purchases foreign currency rupiah
at the maturity date.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/66

Exhibit E/66

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

33. MANAJEMEN RESIKO (Lanjutan)

33. RISK MANAGEMENT (Continued)

b. Risiko pasar (Lanjutan)

b. Market risk (Continued)


2015

2014

M ata uang

Ekuivalen

M ata uang

Ekuivalen

asing/

Rupiah/

asing/

Rupiah/

Foreign

Rupiah

Foreign

Rupiah

currencies

Equivalent

currencies

Equivalent

A set

As s e ts

Kas dan setara kas

US$

242.849

3.350.102

165.369

2.057.191

SG$

31.504

307.203

12.031

113.361

EUR

1.017

15.333

2.038

30.844

GBP

5.067

103.629

5.127

99.304

443.295

46.213

7.840

80.115

JPY

AUD

2.158

21.717

CNY

934.495

1.985.241

US$

388.227

5.425.474

1.405.090

17.479.315

Piutang usaha
Pihak-pihak berelasi
Pihak ketiga
Uang jaminan
Jumlah

Trade receivables
SG$

704.232

6.867.095

2.518.595

23.730.463

US$

2.224.114

30.681.646

4.476.108

55.682.783

AUD

713.983

6.962.181

2.912

29.754

US$

865.940

11.945.635

1.707.410

Aset

67.665.257

Security deposit
Total Assets

Liabilities
Short-term
US$

1.315.271

18.144.158

2.118.962

26.359.887

US$

83.382

1.150.252

2.701.246

33.603.498

Utang usaha

Utang lain-lain

US$

3.564.355

49.170.276

SGD

19

182

US$

2.821.686

38.925.162

Jumlah Liabilitas
Jumlah Liabilitas - Bersih

bank loans
Trade payables

SG$
Pihak ketiga

Third parties

21.240.185

Pinjaman bank

Pihak-pihak berelasi

Related parties

120.589.528

Liabilitas
jangka pendek

Cash and cash equivalents

66.267

624.375

8.684.077

108.029.917

1.441.335

17.930.212

Related parties
Third parties
Other payables

107.390.031

186.547.889

Total Liabilities

39.724.774)

( 65.958.360)

Total Liabilities -Net

c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Perusahaan
dan entitas anaknya tidak dapat memenuhi
kewajiban pembayaran pada saat jatuh tempo.
Untuk mengurangi risiko ini, Perusahaan dan entitas
anaknya telah memantau terus menerus kebutuhan
likuiditas saat ini maupun untuk masa yang akan
datang dan memastikan kecukupan dana likuiditas.

c. Liquidity risk
Liquidity risk is the risk that the Company and its
subsidiary can not comply with the obligations of
payment at maturity. To reduce this risk, the
Company and its subsidiary has been continuously
monitoring the liquidity needs of today and for the
future and ensure adequate liquidity funds.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/67

Exhibit E/67

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

33. MANAJEMEN RESIKO (Lanjutan)


c.

33. RISK MANAGEMENT (Continued)

Risiko likuiditas (Lanjutan)

c.

Liquidity risk (Continued)

Jatuh tempo/ maturity


2015
2015

2016 dan
seterusnya/
2016 and etc

Nilai
wajar/
Fair value

Aset
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Aset tidak lancar lainnya

70.944.918
1.504.562
464.433.968
4.655.310
22.433.884

70.944.918
1.504.562
464.433.968
4.655.310
22.433.884

Assets
Cash and cash equivalents
Time deposit
Trade receivables
Other receivables
Other non-current assets

Jumlah aset

563.972.642

563.972.642

Total assets

Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya yang masih harus dibayar

655.410.832
109.182.881
58.215.398
14.238.849

655.410.832
109.182.881
58.215.398
14.238.849

Liabilities
Short-term bank loans
Trade payables
Other payables
Accrued expenses

Utang sewa pembiayaan

855.891

1.503.522

2.359.413

Lease liabilities

Jumlah liabilitas

837.903.851

1.503.522

839.407.373

Total liabilities

Jumlah liabilitas bersih

273.931.209

1.503.522

275.434.731

Total net liabilities

Jatuh tempo/ maturity


2014
2014

2015 dan
seterusnya/
2015 and etc

Nilai
wajar/
Fair value

Aset
Kas dan setara kas
Deposito berjangka
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Aset tidak lancar lainnya

3.411.046
1.433.451
472.886.670
1.012.285
22.733.922

3.411.046
1.433.451
472.886.670
1.012.285
22.733.922

Assets
Cash and cash equivalents
Time deposit
Trade receivables
Other receivables
Other non-current assets

Jumlah aset

501.477.374

501.477.374

Total assets

Liabilitas
Pinjaman bank jangka pendek
Utang usaha
Utang lain-lain
Biaya yang masih harus dibayar

550.111.604
140.530.287
97.563.834
20.295.064

550.111.604
140.530.287
97.563.834
20.295.064

Liabilities
Short-term bank loans
Trade payables
Other payables
Accrued expenses

Utang sewa pembiayaan

854.953

1.227.561

2.082.514

Lease liabilities

Jumlah liabilitas

809.355.742

1.227.561

810.583.303

Total liabilities

Jumlah liabilitas bersih

307.878.368

1.227.561

309.105.929

Total net liabilities

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/68

Exhibit E/68

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

33. MANAJEMEN RESIKO (Lanjutan)


d.

Risiko operasional

33. RISK MANAGEMENT (Continued)


d.

Operational risk

Risiko operasional adalah risiko kerugian yang


diakibatkan oleh kurang memadainya atau
kegagalan dari proses internal, faktor manusia
dan sistem atau dari kejadian-kejadian eksternal.
Risiko ini melekat dalam semua proses bisnis,
kegiatan operasional, sistem dan produk
Perusahaan.

Operational risk is the risk of losses resulting


from inadequate or failed internal processes,
human factors, inadequate systems or from
external events. This risk is inherent in all
business processes, operations, systems and
products of the Company.

Risiko operasional terjadi antara lain mesin


berhenti
proses
produksi
karena
putus
pasokan listrik. Demikian pula mesin berhenti
karena
kekurangan bahan baku, Perusahaan
membentuk stok penyangga bahan baku. Jika
mesin berhenti karena kerusakan mesin,
perusahaan selalu melakukan pemeliharaan
secara rutin. Apabila mesin berhenti beroperasi
karena pemogokan karyawan, perusahaan telah
menjalin hubungan industrial yang baik dengan
serikat buruh.

Operating risks, among other things, the machine


stops the process of production due to the end of
the source of electricity. In the same way, the
engine stopped due to lack of raw materials, the
company to establish a reserve of stabilization of
raw materials. If the machine stops due to engine
failure, the company always perform routine
maintenance. When the machine stops operating
due to strike of employees, the company has
established a good industrial relations with trade
unions.

34. PENGELOLAAN PERMODALAN

34. CAPITAL MANAGEMENT

Tujuan utama pengelolaan permodalan Perusahaan


adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan
memelihara peringkat kredit yang kuat dan rasio
permodalan yang sehat untuk mendukung bisnis dan
memaksimumkan nilai pemegang saham Perusahaan.

The primary objective of the Companys capital


management is to ensure that it maintains a strong
credit rating and healthy capital ratios in order to
support its business and maximize shareholder value.

Perusahaan mengelola struktur permodalan dan


membuat penyesuaian terhadap struktur permodalan
tersebut terkait dengan perubahan kondisi ekonomi.
Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur
permodalan, Perusahaan melakukan kebijakan dengan
menunda pembayaran dividen kepada pemegang
saham.

The Company manages its capital structure and


makes adjustments to it, in light of changes in
economic conditions. To maintain or adjust the
capital structure, the Company may adjust dividend
payments to shareholders, return capital to
shareholders or issue new shares.

Perusahaan memantau penggunaan modal dengan


menggunakan rasio gear yaitu utang neto dibagi
dengan total modal ditambah utang neto. Perusahaan
memasukkan utang neto, utang sewa pembiayaan,
utang usaha dan utang lainnya dan pinjaman,
dikurangi kas dan setara kas. Modal meliputi ekuitas
yang dapat diatribusikan kepada pemegang ekuitas
Perusahaan. Tidak terdapat perubahan dari periode
sebelumnya
terhadap
manajemen
permodalan
Perusahaan.

The Company monitors capital using a gearing ratio,


which is net debt divided by total capital plus net
debt. The Company includes within net debt, finance
lease payables, trade and other payables and loans
and borrowings, less cash and cash equivalents.
Capital includes equity attributable to the equity
holders of the Company. There were no changes from
the previous period for the Companys capital
management.

Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 total


liabilitas bersih terhadap total ekuitas adalah sebesar
Rp 400.706.197 dan Rp 640.778.538, dan rasio gear
adalah sebesar 68% dan 83%

On 31 December 2015 and 2014 total net liabilities to


total equity amounting to Rp 400,706,197 and
Rp 635,817,203, and gearing ratio amounting to 68%
and 83%.

Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2015


dan 2014, Perusahaan telah taat dengan persyaratan
manajemen permodalan.

For the years ended 31 December 2015 and 2014, the


Company has complied with its capital management
requirements.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/69

Exhibit E/69

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

35. PENGUNGKAPAN PENGARUH PAJAK TERKAIT


SETIAP KOMPONEN PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN

35. DISCLOSURE OF TAX EFFECT RELATED TO OTHER


COMPREHENSIVE INCOME

2015
Jumlah sebelum
Manfaat (beban)
pajak / Total
pajak / Tax benefit
before tax
(expenses)

Jumlah setelah
pajak / Total
after tax

Pos-pos yang tidak akan

Items that will not be

direklasifikasi ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Pengukuran kembali

Remeasurements of

imbalan kerja

187.177

46.794)

140.383

employee benefits

Surplus atas revaluasi

Surplus on revaluation of

aset tetap :

property, plant and equipment :

Perusahaan

267.399.303

*)

66.849.826)

200.549.477

The Company

9.773.348

*)

2.443.337)

7.330.011

The Subsidiaries

Entitas anak
Pos - pos yang akan direklasifikasi

Items that will or may be

ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Perubahan nilai wajar investasi


tersedia untuk dijual

Changes in fair value of avaiable


(

Jumlah

50.000)
277.309.828

69.339.957)

50.000)
207.969.871

for sale financial assets


Total

2014
Jumlah sebelum
Manfaat (beban)
pajak / Total
pajak / Tax benefit
before tax
(expenses)

Jumlah setelah
pajak / Total
after tax

Pos-pos yang tidak akan

Items that will not be

direklasifikasi ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Pengukuran kembali
imbalan kerja

Remeasurements of
(

5.720.497)

1.430.124

4.290.373)

Pos - pos yang akan direklasifikasi

Items that will or may be

ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Perubahan nilai wajar investasi


tersedia untuk dijual
Jumlah

employee benefits

Changes in fair value of avaiable


(

150.000)

5.870.497)

*) Surplus revaluasi aset tetap sebesar Rp 277.172.651


yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan
pendapatan komprehensif lainnya konsolidasian

1.430.124

150.000)

4.440.373)

for sale financial assets


Total

*) Revaluation
surplus of property, plant and
equipment amounting to Rp 277,172,651 was
reported to consolidated statement of profit or
loss and other comprehensive income

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/70

Exhibit E/70

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

36. ANALISIS JUMLAH YANG DIAKUI


PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

DI

DALAM

36. ANALYSIS OF AMOUNTS IN OTHER COMPREHENSIVE


INCOME

2015
Cadangan tersedia
Surplus revaluasi/
untuk dijual /
Surplus
Available for
revaluation
sale

Saldo laba/
Retained
earnings

Pos-pos yang tidak akan

Items that will not be

direklasifikasi ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Pengukuran kembali

Remeasurements of

imbalan kerja

187.177

Surplus atas revaluasi


aset tetap

277.172.651

property, plant and equipment :

Pajak penghasilan yang terkait pos-

Tax relating to items that

pos yang tidak akan direklasifikasi


ke laba rugi

employee benefits
Surplus on revaluation of

will not be reclassified


69.293.163)

46.794)

Pos - pos yang akan direklasifikasi

Items that will or may be

ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Perubahan nilai wajar investasi

Changes in fair value of avaiable

tersedia untuk dijual


Jumlah

to profit or loss

207.879.488

50.000)

50.000)

for sale financial assets


140.383

Total

2014
Cadangan tersedia
untuk dijual /
Available for
sale

Saldo laba/
Retained
earnings

Pos-pos yang tidak akan

Items that will not be

direklasifikasi ke laba rugi

reclassified to profit or loss

Pengukuran kembali

Remeasurements of

imbalan kerja

5.720.497)

Pajak penghasilan yang terkait pospos yang tidak akan direklasifikasi

will not be reclassified

ke laba rugi

1.430.124

Pos - pos yang akan direklasifikasi

reclassified to profit or loss

Perubahan nilai wajar investasi

Jumlah

to profit or loss
Items that will or may be

ke laba rugi
tersedia untuk dijual

employee benefits
Tax relating to items that

Changes in fair value of avaiable


(

150.000)

150.000)

Surplus revaluasi aset tetap sebesar Rp 207.879.488


terdiri
dari
kepetingan
pengendali
sebesar
Rp 207.871.425 dan kepentingan non pengendali
sebesar Rp 8.063.

4.290.373)

for sale financial assets


Total

Surplus on revaluation on property, plant and


equipment amounting to Rp 207,879,488 consists of
controlling interest amounting to Rp 207,871,425
and non-controlling interest amounting to Rp 8,063.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/71

Exhibit E/71

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

37. PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN

37. RESTATEMENT OF FINANCIAL STATEMENTS

Perusahaan telah menerapkan PSAK 24 (Revisi 2013)


tentang Imbalan Kerja, yang telah berlaku efektif
untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal
1 Januari 2015 secara retrospektif, sesuai dengan
ketentuan transisi yang diatur dalam PSAK tersebut.
Berikut penyesuaian yang terdapat pada PSAK 24
(Revisi 2013):

Penghapusan metode koridor untuk pengakuan


keuntungan/kerugian aktuarial atas perubahan
nilai kini kewajiban imbalan pasti.
Pengakuan keuntungan/kerugian actuarial dalam
Penghasilan Komprehensif Lain.
Penegasan terkait dengan komponen biaya jasa
lalu dan komponen biaya imbalan pasti.

Dampak penyajian kembali terhadap laporan


posisi keuangan dan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian pada tanggal
31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

Elimination of the corridor method for the


recognition of gains/losses on changes in present
value of the defined benefit obligation.
Recognize gains/losses on changes of actuarial in
Other Comprehensive Income.
The assertion of the past service cost component
and defined benefits cost component.

The impact of the restatement on consolidated


statements of financial position and profit or loss and
other comprehensive income as of 31 December 2014
are as follow:

31 Desember/December

1 Januari/January

2014

2014

Disajikan kembali/

Dicatat sebelumnya/

As restated

Previously recorded

Aset pajak tangguhan

The Company had applied PSAK 24 (Revised 2013)


regarding the Employee Benefits, which became
effective for financial year beginning 1 January 2015
on retrospective basis, in accordance with the
transitional provision set forth there in. The
following are improvement of PSAK 24 (Revised
2013):

Disajikan kembali/ Dicatat sebelumnya/


As restated

Previously recorded

14.575.597

12.922.388

10.977.680

10.734.721

50.391.543

43.777.000

38.717.277

37.743.732

Liabilitas

Employee benefits

imbalan kerja
Saldo laba penggunaannya

73.269.051

78.230.386

53.650.840

54.381.426

Beban umum

- Unappropriated
General and

40.758.488)

40.818.112)

Pendapatan

administrative expenses
Comprehensive
income for

komprehensif
tahun berjalan
Laba yang dapat
diatribusikan
kepada:
Pemilik
entitas induk

obligations
Retained
earnings

tidak ditentukan

dan administrasi

Deferred tax assets

4.440.373)

23.908.584

150.000)

23.848.960

Manajemen
Perusahaan
telah
memutuskan
bahwa diperlukan penyesuaian-penyesuaian untuk
menyajikan lebih wajar laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk
tahun yang berakhir 31 Desember 2014.

the year
Profit
attributable to:
Equity holders of
the parent company

The Companys management has determined that it


was necessary to make adjustments to present more
fairly the consolidated statement of profit or loss
and other comprehensive income for the year ended
31 December 2014.

These Financial Statements are Originally Issued


in Indonesian Language

Ekshibit E/72

Exhibit E/72

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk AND ITS SUBSIDIARY


NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2015

(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

(Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)

38. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN


Pada tanggal 2 Maret 2016, Perusahaan mengajukan
surat permohonan penilaian kembali atas aset tetap
kepada Direktorat Jendral Pajak dengan nilai selisih
penilaian aset tetap sebesar Rp 15.501.000 dengan
tarif 4% atau sebesar Rp 620.040.

38. EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD


On 2 March 2016, the Company have filed application
letter to the Diektorat Jendral Pajak and revaluation
of property, plant and equipment amounting to
Rp 15,501,000 with rates 4% or amounted Rp 620,040.

Anda mungkin juga menyukai