Anda di halaman 1dari 29

KEMAMPUAN LAYANAN

STRUKTUR BETON BERTULANG II

JURUSAN TEKNIK SIPIL - UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

Analisis Elastik Penampang Beton


Pada kondisi beban layan, perhitungan elastik dapat
digunakan untuk memperkirakan harga tegangan
yang bekerja pada beton dan baja dengan baik.
Perhitungan elastik juga diperlukan untuk:
1. Perhitungan kekakuan EI penampang pada kondisi layan

sehingga defleksi balok dapat ditentukan.


2. Perhitungan tegangan pada baja sehingga lebar retak yang
mungkin terjadi dapat diperkirakan.

Modulus Elastisitas dan Rasio


Modular
 Modulus elastisitas beton dapat ditentukan berdasarkan SNI

Beton Pasal 10.5.1:

Ec = 4700 f c '
 Modulus elastisitas baja tulangan biasanya diambil sebesar

200000 MPa.
 Perbandingan antara modulus elastisitas baja tulangan dan

Es
disebut rasio modular n, yang mempunyai nilai
Ec
antara 6,6 9,3.

beton, yaitu

Penampang yang Ditransformasi


Jika penampang terbuat dari bahan yang berbeda
dibebani, perbedaan harga E menyebabkan
perbedaan distribusi tegangan. Material yang lebih
kaku akan menerima tegangan lebih besar untuk
kondisi regangan yang sama.
Untuk
analisis
elastik,
penampang
dapat
ditransformasikan menjadi penampang beton semua.
Hal ini dilakukan dengan menggantikan luas baja
dengan luas beton ekivalen yang mempunyai
kekakuan aksial EA yang sama. Karena Es/Ec = n,
maka luas beton ekivalen dari suatu baja tulangan
dengan luas As akan menjadi nAs

Penampang Transformasi (Belum Retak)

Penampang Transformasi (Retak)

Penampang Transformasi (Retak)


Sumbu netral pada penampang retak terjadi pada
jarak c = kd dari tepi atas. Untuk penampang elastik,
sumbu netral terjadi pada
pusat penampang; yang dapat dihitung sebagai titik
dimana:

A y
i

=0

dimana yi adalah jarak dari sumbu netral ke sumbu


pusat luas

Contoh Perhitungan:
Penampang berikut terbuat dari beton dengan
fc = 28 MPa. Tentukan lokasi sumbu netral
dan nilai momen inersia untuk penampang
yang sudah dan belum retak.

Karena semua baja berada pada bagian


penampang yang belum retak maka luas
transformasi dari kedua lapisan baja adalah:
 Baja atas (8.04 - 1) x 760 mm2 = 5350.4 mm2
 Baja bawah (8.04 - 1) x 1520 mm2 = 10700.8 mm2

Perhitungan Lokasi Sumbu Netral


Bagian

Luas

y dari tepi atas

A y (mm3)

(mm2)

(mm)

Beton

180,000

300

54 x 106

Baja atas

5350.4

50

26,75 x 104

Baja bawah

10700,8

550

58,85 x 105

Jumlah

196051,2

60,1525 x 106

Ay

y=

A
2
y = 3,0682 x10 mm

Perhitungan Momen Inersia


2

Luas

(y)

Ay

(mm2)

(mm)

(mm4)

(mm4)

Beton

180,000

-6,82

54 x 108

837 x 104

Baja atas

5350.4

-256,82

3,53 x 108

Baja bawah

10700,8

+243,18

6,33 x 108

Bagian

Jumlah

54 x 108

9,944 x 108

2
8
4
I
=
I
+
A
y
=
63
,
94
x
10
mm
Jadi gross

Tanpa memperhitungkan tulangan


nilai momen inersia penampang = 54 x 108mm4

Penampang yang SudahRetak


Asumsikan posisi sumbu netral berada dibawah
baja atas sehingga luas transformasi:
 Baja atas (8,04 - 1) x 760 mm2 = 5350,4 mm2
 Baja bawah (8,04) x 1520 mm2 = 12220,8 mm2

Jika posisi sumbu netral adalah c, maka jumlah momen


area terhadap posisi sumbu netral adalah

y (mm)

Ay

Bagian

Luas (mm2)

(mm4)

Beton Tekan

300 c

c/2

150 c2

Baja atas

5350.4

c-50

5350,4c-267520

Baja bawah

12220,8

c-550

12220,8c-6721440

Ay = 0
150c 2 + 5350,4c 267520 + 12220,8c 6721440 = 0
150c 2 + 17571,2c 6988960 = 0
17571,2 17571,2 2 + 4(150)(6988,960)
c=
2(150)
165,09mm
= 58,57 223,6595
282,23mm
Sehingga: c = 165,09 mm (jadi asumsi diatas benar!)

Luas

(mm2)

(mm)

(mm4)

Ay2
(mm4)

Beton

495527

82,545

1,1248 x 108

3,375 x108

Baja atas

5350.4

115,09

7,087 x 107

Baja bawah

12220,8

-384,91

1,81 x 109

Bagian

Jadi

I cr = I + Ay 2
= 23,3085 x108 mm 4

Catatan:
Momen inertia penampang retak (= Icr) adalah 23,31 x108
mm4, yang besarnya 36,46% momen inersia penampang
belum retak. Hal ini menggambarkan penurunan inersia yang
cukup besar dengan terjadinya keretakan pada beton.

Perhitungan Lendutan
Alasan untuk membatasi lendutan:
 Penampakan visual
 Kerusakan pada elemen non-struktural
 Menganggu kinerja mesin yang sensitif
 Memicu kerusakan elemen struktural

Perhitungan Lendutan
1.Lendutan elastik (langsung terjadi)
2.Lendutan akibat beban tetap (sustained)

Lendutan Seketika
akibat beban mati (tak terfaktor), hidup, dll
Persamaan untuk menghitung inst pada
umumnya dapat digunakan (menggunakan EI
effektif)

Perhitungan Lendutan
Lendutan seketika akibat pembebanan dapat dihitung
dengan menggunakan modulus elastisitas Ec dan
momen inersia berikut, tapi tidak lebih besar dari Ig
(Pasal 11.5):
3
3

dengan

M cr
I e =
Ma

M cr =

f r .I g
yt

M cr

I g + 1
M a

I cr

f r = 0,7 f 'c

Ig adalah momen inersia penampang bruto beton


terhadap garis sumbunya, dengan mengabaikan
tulangan, mm4. Ma adalah momen maksimum pada
komponen struktur disaat lendutan dihitung.

Momen Vs Kurvatur

Untuk komponen struktur menerus, nilai momen inersia


efektifnya boleh diambil sebagai nilai rata-rata yang
diperoleh dari penerapan persamaan Ie di atas, pada
penampang-penampang dimana momen negatif dan
positifnya kritis.
Momen inersia efektif untuk komponen struktur prismatis
boleh diambil sesuai dengan nilai Ie penampang ditengah
bentang pada kondisi bentang sederhana dan bentang
menerus, dan nilai Ie penampang di daerah tumpuan pada
struktur kantilever.
Lendutan yang dihitung berdasarkan nilai Ie tersebut di
atas tidak boleh melebihi nilai lendutan ijin.

Perilaku Defleksi Balok Beton


(Lentur)

Perilaku Defleksi Balok Beton


(Lentur)
Untuk Balok Menerus
SNI 11.5.2.4 Ie(avg)=0,50Ie(mid) + 0,25 (Ie1+Ie2)
2 ujung menerus :
Ie(avg)= 0,70Ie(mid) + 0,15 (Ie1+Ie2)
1 ujung menerus :
Ie(avg)= 0,85Ie(mid) + 0,15 (Ie1+Ie2)
Ie (mid)=Ie@tengah bentang
Ie2= Ie@ujung 2
Ie1= Ie@ujung1

Lendutan Izin Maksimum


Jenis Komponen Struktur

Lendutan yang
diperhitungkan

Atap datar yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan


komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak oleh
lendutan yang besar

Lendutan seketika akibat beban


hidup (L)

Lantai yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan


komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak oleh
lendutan yang besar

Lendutan seketika akibat beban


hidup (L)

Konstruksi atap atau lantai yang menahan atau disatukan


dengan komponen nonstruktural yang mungkin akan rusak
oleh lendutan yang besar
Konstruksi atap atau lantai yang menahan atau disatukan
dengan komponen nonstruktural yang mungkin tidak akan
rusak oleh lendutan yang besar.
a)

b)
c)

d)

Bagian dari lendutan total yang


terjadi
setelah
pemasangan
komponen nonstruktural (jumlah
dari lendutan jangka panjang,
akibat semua beban tetap yang
bekerja, dan lendutan seketika,
akibat penambahan beban hidup)c

Batas Lendutan

la
180

la
360

la
480

la
240

Batasan ini tidak dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan penggenangan air. Kemungkinan penggenangan air
harus diperiksa dengan melakukan perhitungan lendutan, termasuk lendutan tambahan akibat adanya penggenangan
air tersebut, dan mempertimbangkan pengaruh jangka panjang dari beban yang selalu bekerja, lawan lendut, toleransi
konstruksi dan keandalan sistem drainase.
Batas lendutan boleh dilampaui bila langkah pencegahan kerusakan terhadap komponen yang ditumpu atau yang
disatukan telah dilakukan.
Lendutan jangka panjang harus dihitung berdasarkan ketentuan 11.5(2(5)) atau 11.5(4(2)), tetapi boleh dikurangi
dengan nilai lendutan yang terjadi sebelum penambahan komponen non-struktural. Besarnya nilai lendutan ini harus
ditentukan berdasarkan data teknis yang dapat diterima berkenaan dengan karakteristik hubungan waktu dan lendutan
dari komponen struktur yang serupa dengan komponen struktur yang ditinjau.
Tetapi tidak boleh lebih besar dari toleransi yang disediakan untuk komponen non-struktur. Batasan ini boleh
dilampaui bila ada lawan lendut yang disediakan sedemikian hingga lendutan total dikurangi lawan lendut tidak
melebihi batas lendutan yang ada.

Defleksi Akibat Beban Tetap


Rangkak menyebabkan
peningkatan regangan
Beton

Bila tulangan
tekan ada

Kurvatur
meningkat

Dapat menurunkan
regangan rangkak beton

Defleksi Akibat Beban Tetap


Defleksi beban tetap = i

1+
1
+ 50 '

As '
'=
bd

Defleksi seketika

SNI 11.5.2.5
Pada tengah bentang untuk bentang
sederhana dan menerus
Pada tumpuan untuk balok kantilever

Defleksi Akibat Beban Tetap


= faktor jangka panjang untuk beban tetap
5 tahun atau lebih
12 bulan
6 bulan
3 bulan

2,0
1,4
1,2
1,0

Defleksi Akibat Beban Tetap


Untuk beban mati dan hidup:
total = DL(inst) + LL(inst) + DL(L.T) + LL(L.T.)
DL dan LL dapat memiliki faktor yang berbeda
untuk perhitungan jangka panjang
total(stlh pemasangan elmn non-struktural) = total- DL(inst)

Pengontrolan Lebar Retak


Lebar retak pada beton bertulang perlu diperhatikan
karena tiga hal, yaitu:




penampakan
kebocoran
korosi

Oleh karena itu, SNI Beton Pasal 12.6.4 membatasi lebar


retak yang boleh terjadi pada struktur beton bertulang,
yaitu:



maks= 0,4 mm untuk unsur-unsur interior ( Z = 30 MN/m)


maks= 0,3 mm untuk unsur-unsur eksterior ( Z = 25 MN/m)

Persamaan Gergely - Lutz


6

= 11x10 f s d c A = 11x10 Z
3

dimana:
= lebar retak, mm

= Jarak dari sumbu netral ke serat terbawah


dibagi dengan jarak dari sumbu netral ke
pusat tulangan

h2
=
h1

fs
dc
A

= tegangan layan pada baja, MPa


= jarak dari serat tarik terluar ke pusat
tulangan yang terdekat
= luas tarik efektif beton disekitar tulangan

Ae
=
N
(Lihat Gambar)

Luas Tarik Efektif Beton