Anda di halaman 1dari 13

2.

1 Nepa rubra
Nepa rubra merupakan salah satu insekta predator yang yang termasuk ke
dalam famili Nepidae. Nepa rubra lebih dikenal dengan nama water scorpion
karena kemiripannya dengan kalajengking. Mereka memiliki kaki depan yang
berbentuk seperti capit dan ekor yang panjang sebagai alat pernafasan. Tubuh
water scorpion berbentuk oval pipih dan berwarna coklat keabuabuan yang
panjang tubuhnya dapat mencapai 20 mm.
2.1.1 Klasifikasi Nepa rubra
Berdasarkan klasifikasinya, Nepa rubra merupakan jenis insekta dari ordo
Coleoptera dengan famili Dytiscidae, dengan sistematika sebagai berikut:
Filum

: Arthropoda

Kelas

: Insecta

Ordo

: Hemiptera

Famili : Nepidae
Genus : Nepa
Spesies : Nepa rubra

( Sumber : melvynyeo.deviantart.com)
2.1.2 Habitat
Nepa rubra lebih sering ditemukan di daerah perairan yang dangkal dan
alirannya tenang seperti di kolam, danau, dan sungai bahkan dapat ditemukan di
perairan tergenang. Kadang-kadang nepa rubra terlihat menempel di gulma air
atau tanaman air. Mereka sangat jarang menjelajah ke perairan yang lebih dalam
karena mereka perlu mengambil udara dari atas permukaan air.

2.1.3 Morfologi

Nepa rubra memiliki tubuh yang pipih berwarna coklat kehitaman,


sehingga terlihat seperti daun yang sudah mati. Kamuflase ini membantu mereka
untuk menangkap mangsanya dengan mudah. Ia memiliki tubuh yang dibagi
menjadi tiga bagian yakni bagian kepala, bagian thorax dan bagian abdomen.

Nepa rubra mempunyai dua mata faset hitam yang besar dan mulut
(proboscis) yang bertipe penusuk-penghisap dan dapat dilipat ke bagian ventral
bila beristirahat dan tegak bila sedang menghisap.
Nepa rubra memiliki ekor yang panjangnya dapat mencapai 10 mm yang
digunakan sebagai alat pernafasan. Ekor kalajengking memiliki 6 segmen dan
memiliki racun. Nepa rubra berenang ke permukaan air sehingga dapat menarik
ujung ekornya keluar dari air. Ketika ekornya keluar dari air, Nepa rubra
mengambil udara yang kemudian disimpan dalam tabung pernapasan sebelum
pergi ke bawah air lagi. Nepa rubra menggunakan ekornya mirip dengan
bagaimana manusia menggunakan snorkel. Nepa rubra dapat tinggal di bawah air
selama 30 menit.

(Sumber : www.devianart.com)
Nepa rubra memiliki mempunyai tiga pasang kaki. Pertama sepasang kaki
depan yang sangat kuat yang terletak tepat di depan kepala. Nepa rubra
menggunakan kaki depan untuk menangkap makanan. Pasangan kaki kedua
berada di bagian depan tubuh dan pasangan kaki ketiga adalah ada di tengahtengah tubuh. Kedua pasang kaki tersebut berkuku dan berambut. Pasangan kaki
kedua lebih kecil dari pasangan kaki ketiga. Nepa rubra menggunakan kaki ini
untuk merangkak di tanah pada perairan yang sangat dangkal.
Meskipun Nepa rubra hidup di air, mereka termasuk ke dalam jenis
perenang yang buruk. Tetapi mereka akan berenang apabila mereka merasa
terganggu atau terancam. Ketika berenang, sepasang kaki depan mereka akan
bergerak naik turun seperti sedang mendayung. Mereka lebih sering menempel
pada tanaman air. Panjang tubuhnya sekitar 25 mm dengan lebar berkisar antara 610 mm. Kepala Nepa rubra sangat kecil dan berbentuk segitiga. Rostrum adalah
bagian mulut yang menyerupai paruh yang berfungsi untuk menghisap dan
menusuk mangsanya. Adanya rostrum ini, membuat kepala Nepa rubra berbentuk
segitiga. Nepa rubra juga memiliki antena yang sangat kecil yang berfungsi
sebagai pendeteksi untuk merasakan daerah yang gelap di sekitar air berlumpur
dan daerah di sekitar tanaman air.
Bagian tengah tubuh Nepa rubra disebut thorax . Thorax ini memiliki dua
pasang kaki yang saling terhubung. Thorax juga memiliki dua pasang sayap,
3

bagian atas sayap kaku dan keras sedangkan bagian bawah sayapnya tipis dan
fleksibel. Sayap bagian bawah dilipat kedalam bagian sayap atas. Meskipun Nepa
rubra memiliki sayap, kebanyakan dari mereka tidak bisa terbang karena otot-otot
sayapnya tidak berkembang. Tetapi, terkadang mereka dapat terbang rendah untuk
mencari habitat yang baru.

(Sumber : www.devianart.com)
Nepa rubra memiliki tiga pasang 'sensor tekanan' pada bagian bawah
perutnya. Sensor tekanan terlihat seperti cakram oval berwarna gelap. Sensor
tekanan ini digunakan untuk mengukur kedalaman dan mengkompensasi
perubahan tekanan air. Hal ini penting untuk Nepa rubra karena Nepa rubra tidak
bisa terlalu jauh masuk ke dalam air, Nepa rubra perlu secara teratur pergi ke
permukaan untuk menghirup udara.
2.1.4 Sifat Biologis
Nepa rubra memakan berbagai serangga air lainnya. Organisme mangsa
utama meliputi larva nyamuk, kumbang air (larva dan dewasa), nimfa capung,
ikan kecil, dan krustasea kecil.
Nepa rubra dapat menggantung terbalik pada tanaman air saat menunggu
mangsa dating karena Nepa rubra bukan merupakan pemangsa yang aktif.
Sementara mereka menunggu, mereka tetap bersembunyi sehingga mangsa tidak
mengetahui keberadaan mereka.
Nepa rubra menempel pada gulma atau tanaman air lain dengan
menggunakan kaki tengah dan kaki belakang. Ketika serangga, berudu atau cacing
lewat, Nepa rubra mendorong kaki belakangnya sehingga bagian depan tubuhnya
terdorong ke depan. Nepa rubra kemudian menggunakan kaki depannya yang kuat
untuk menangkap mangsa.

Setelah mencengkeram mangsa kemudian Nepa rubra akan menusuk


mangsa tersebut dengan menggunakan rostrum. Nepa rubra memasukkan rostrum
ke tubuh mangsa dan kemudian melepaskan cairan pencernaan ke dalam tubuh
mangsa. Cairan ini merupakan cairan dari tubuh Nepa rubra yang membantunya
dalam menghisap bagian dalam tubuh mangsa. Nepa rubra menghisap cairan
tubuh mangsanya hingga tubuh mangsanya kosong. Cairan tubuh mangsa akan
bergerak dari mulut ke usus dengan bantuan kelenjar ludah kemudian menuju
rektum dan dikeluarkan melalui anus.
2.1.5 Reproduksi dan Siklus Hidup
Musim kawin untuk Nepa rubra adalah sekitar bulan April hingga akhir
Mei. Nepa rubra jantan mencoba untuk menarik perhatian betina dengan membuat
suara yang sangat tenang. Suara yang dikeluarkan oleh jantan diperoleh dengan
cara menggosok kaki depan dengan bagian depan dada nya yaitu pada bagian
thorax.
Tidak lama setelah jantan dan betina kawin, betina akan meletakkan telur
di sekitar tiga puluh batang tanaman air atau di antara ganggang di bawah
permukaan air. Dibutuhkan sekitar 2 menit untuk mengeluarkan satu telur. Nepa
rubra betina biasanya meletakkan telur-telurnya di malam hari. Telur memiliki
tujuh rambut panjang yang mengambang bebas di permukaan air. Rambut ini
seperti pipa pernapasan kecil yang memasok udara untuk telurnya. Larva muncul
dari telur setelah sekitar empat minggu dan disebut 'nimfa'. Nimfa terlihat seperti
Nepa rubra dewasa bersayap tak sempurna ketika mereka pertama kali muncul,
meskipun mereka memiliki tubuh yang sangat berbulu.
Tipe metamorphosis Nepa rubra adalah metamorphosis hemimetabola.
Metamorphisis hemimetabola adalah pertumbuhan bertahap dari nimfa dalam
ukuran, tetapi memiliki bentuk yang masih sama. Ketika nimfa tumbuh, kadangkadang tampak seperti tidak memiliki ekor karena ekornya tumbuh pada tingkat
yang berbeda.

( Sumber : www.arkive.org)
Untuk mencapai tahap dewasa nimfa harus melalui beberapa kali
pergantian kulit atau yang disebut dengan tahap instar. Nepa rubra melewati lima
instar sebelum berubah menjadi Nepa rubra dewasa. Nepa rubra membutuhkan
sekitar 6-8 minggu untuk berubah menjadi dewasa sepenuhnya. Ketika Nepa
rubra semakin tua, Nepa rubra juga mungkin memiliki nimfa mereka sendiri
sehingga siklus kehidupan dimulai lagi.
2.1.6 Tindakan Pencegahan
Kehadiran Nepa rubra dapat dihidari dengan upaya pencegahan dengan cara
memasang saringan pada pintu masuk air. Saringan bisa berupa saringan/filter dari
bahan kawat halus atau kain kassa halus. Selain itu juga dapat menggunakan ijuk.
Caranya, pintu air masuk dipasang saringan yang diikat kuat. Kemudian secara
periodic saringan dibersihkan agar aliran air tetap lancar. Pembersihan saringan
dilakukan dengan mencuci bersih dengan air mengalir.
2.1.7 Tindakan Pemberantasan
Paya pemberantasan tidak disarankan menggunakan insektisida karena
berisiko terhadap benih ikan. Pemberantasan dianjurkan menggunakan minyak
tanah dengan cara memercikan minyak tanah ke permukaan air sebanyak 500 cc
(0,5 liter)/100 m2 luas permukaan air kolam. Nepa rubra akan segera mati karena
alat pernafasannya kemasukan minyak tanah, pintu air masuk dan keluar ditutup.
Setelah semua serangga air diperkirakan mati, pintu air keluar dibuka dan aliran
air baru dimasukkan sehingga terjadi peggantian air kolam

2.2 Lethocerus
Lethocerus adalah genus dari ordo Hemipteran dan famili Belostomatidae,
yang dikenal sehari hari sebagai serangga air raksasa, tersebar di daerah tropis,
subtropis dan beriklim dunia. Hemi artinya setengah dan pteron artinya sayap.
Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang
bagian pangkalnya keras seperti kulit, namun bagian belakangnya tipis seperti
membran (sayap hemilitron). Keragaman spesies terbesar terdapat di Amerika,
hanya satu spesies di Eropa, dua di Afrika, dua di Australia dan tiga di Asia.
Lethocerus termasuk serangga yang benar terbesar dengan spesies yang mampu
mencapai panjang lebih dari 12 cm (4,7 inci). Di Amerika Selatan L. grandis dan
L. maximus adalah satu-satunya untuk umum melebihi 9 cm (3,5 inci), dengan
panjang lebih khas untuk spesies yang tersisa menjadi antara 4,5 dan 9 cm (1,8
dan 3,5 inci) . Lethocerus sp. dibedakan dari genus lain di Lethocerinae (Benacus
dan Kirkaldyia) oleh dua alur-alur simetris di lihat pada bagian dalam setae pada
femur kedepan, perbatasan eksternal parasternites II dan III menyempit dan
hampir lurus, dan dengan setae dari tarsomeres mengikuti garis setae tibialis.
2.3.1 Klasifikasi

Klasifikasi

Lethocerus americanus
(Sumber : http://en.wikipedia.org)

Kingdom:

Animalia

Phylum:

Arthropoda

Class:

Insecta

Order:

Hemiptera

Family:

Belostomatidae

Subfamily: Lethocerinae
Genus:

Lethocerus
Mayr, 1853

Pada tahun 2006, telah diketahui species dari Lethocerus sebagai berikut :

Lethocerus americanus

Lethocerus angustipe

Lethocerus insulanus

Lethocerus annulipes

Lethocerus jimenezasuai

Lethocerus bruchi

Lethocerus maximus

Lethocerus camposi

Lethocerus mazzai

Lethocerus collosicus

Lethocerus medius

Lethocerus cordofanus

Lethocerus melloleitaoi

Lethocerus delpontei

Lethocerus oculatus

Lethocerus dilatus

Lethocerus patruelis

Lethocerus distinctifemur

Lethocerus truxali

Lethocerus grandis

Lethocerus uhleri

2.3.2 Habitat

Lethocerus tersebar di daerah tropis, subtropis dan beriklim dunia.

Lethocerus ini habitatnya dapar berkembang baik di darat maupun di air.


Lethocerus biasa ditemukan di kolam, rawa rawa,tepi danau, dan sungai yang
tenang. Tidak seperti serangga air raksasa di subfamili Belostomatinae, pada
betina tidak meletakkan telur di punggung laki-laki. Sebaliknya, setelah kopulasi
(sering beberapa sesi

telur)

diletakkan pada vegetasi muncul (jarang pada

struktur buatan manusia ) cukup tinggi di atas permukaan air bahwa telur tidak
akan terendam secara permanen. Laki-laki itu akan menjaga telur dari predator
dan secara berkala membawa air ke telur untuk mencegah pengeringan mereka.

Seperti anggota lain dari keluarga serangga air, Lethocerus adalah

predator yang mengalahkan mangsa dengan menusuk dengan mimbar dan


menyuntikkan air liur berbisa. Mimbar juga dapat digunakan untuk membela diri
dan sengatan sangat menyakitkan bagi manusia, tetapi biasanya sembuh dalam
beberapa jam di sebagian besar.
2.2.3

Siklus Hidup

Selama musim semi dan awal musim panas, telur diletakan di

dekat air atau menempel pada tanaman air, batu, daun, atau cabang membusuk.
Telur berwarna coklat keabu-abuan, panjangnya 4 5 mm, dan diletakan berbaris.
Biasanya 100 telur ditemukan menetas dalam waktu sekitar 2 minggu. Siklus
hidup Lethocerus biasa disebut paurometabola. Paurometabola (bertipe sederhana)
merupakan tipe perkembangan hidup dari ordo ini yang terdiri dari 3 stadia yaitu
telur > nimfa > imago. Larva terlihat seperti kepiding dewasa tetapi sayapnya
tidak ada dan jauh lebih kecil. Setelah musim dingin biasanya kepiding air dewasa
tinggal dalam lumpur dan pinggir danau.
2.2.4

Morfologi

Ciri umum ordo hemiptera yaitu ukuran tubuh kecil sampai besar

dan hampir semuanya bersayap. Sayap depan pangkalnya menebal dan sayap
belakang berbentuk membrane. Hidup diberbagai habitat baik darat maupun air.
Ordo ini apabila diganggu akan mengeluarkan bau yang tidak enak dan tahan

hidup cukup lama tanpa makan. Tipe mulut menusuk-mengisap yang terdiri atas
moncong (rostum) dan dilengkapi dengan stylet yang berfungsi sebagai alat
pengisap (Pracaya, 2004). Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa
spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal
( basal ) dan pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut
Hemelytra . Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap
depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan
occeli (Endah, 2002).
2.2.5

Reproduksi

Lethocerus americanus berkembang biak secara seksual, telurnya

diletakan di tepi air dan dijaga oleh kepiding dewasa.perkembang biakan seksual
dilakukan dengan cara kepiding jantan menggunakan organ seksual ( yang
berbentuk sepeti pedang) untuk menusuk tubuh kepiding betina dan memasukan
spermanya. Biasanya telur akan menetas selama 2 minggu.
2.2.6

Penyerangan

Cara penyerangan yang dilakukannya yaitu dengan cara mereka

sering bersembunyi dibagian bawah badan air, melekat pada berbagai objek,
dimana mereka menunggu mangsanya mendekati. Mereka kemudian menyerang,
menyuntikan air liur yang kuat dengan rahang mereka, dan menghisap cairan.
Gigitan mereka dianggap salah satu yang paling menyakitkan yang dapat
ditimbulkan oleh serangga.
2.2.7

Penanggulangan dan Pencegahan

Penanggulangan hewan ini pada fase dewasa dengan cara

menyemprotkan insektisida atau dengan cara dimatikan dengan cara manual


dengan ditindas atau menggunakan alat lainnya.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan filter pada

kolam budidaya agar serangga air tidak dapat masuk. Dapat juga dilakukan
pencegahan pada saat persiapan lahan kolam dilakukan pengeringan dan
pengapuran dasar kolam. Pengeringan dan pengapuran dasar kolam ini dapat
membunuh telur telur Lethocerus.

3.1 Kesimpulan
Nepa rubra merupakan salah satu insekta predator yang yang termasuk ke
dalam famili Nepidae. Memiliki kaki depan yang berbentuk seperti capit
dan ekor yang panjang sebagai alat pernafasan. Tubuh berbentuk oval
pipih dan berwarna coklat keabu-abuan yang panjang tubuhnya dapat

mencapai 20 mm.
Nepa rubra lebih sering ditemukan di daerah perairan yang dangkal dan
alirannya tenang seperti di kolam, danau, dan sungai bahkan dapat

ditemukan di perairan tergenang.


Nepa rubra mempunyai dua mata faset hitam yang besar dan mulut
(proboscis) yang bertipe penusuk-penghisap dan dapat dilipat ke bagian

ventral bila beristirahat dan tegak bila sedang menghisap.


Reproduksi Nepa rubra secara seksual. Tipe metamorphosis Nepa rubra
adalah metamorphosis hemimetabola. Metamorphisis hemimetabola
adalah pertumbuhan bertahap dari nimfa dalam ukuran, tetapi memiliki

bentuk yang masih sama.


Cara pencegahan dan penanggulangannya dengan cara memasang saringan

sebagai filter serangga serta memberikan insektisida.


Lethocerus adalah genus dari ordo Hemipteran. Hemi artinya setengah
dan pteron artinya sayap. Nama itu diberikan karena serangga dari ordo
ini memiliki sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit,

namun bagian belakangnya tipis seperti membran (sayap hemilitron).


Lethocerus biasa ditemukan di kolam, rawa rawa,tepi danau, dan sungai

yang tenang.
Siklus hidup Lethocerus biasa disebut paurometabola. Paurometabola
(bertipe sederhana) merupakan tipe perkembangan hidup dari ordo ini

yang terdiri dari 3 stadia yaitu telur > nimfa > imago.
Lethocerus americanus berkembang biak secara seksual, dengan cara
kepiding jantan menggunakan organ seksual ( yang berbentuk sepeti
pedang) untuk menusuk tubuh kepiding betina dan memasukan
spermanya.

Cara penyerangan yang dilakukannya yaitu dengan cara mereka sering


bersembunyi dibagian bawah badan air, melekat pada berbagai objek,
kemudian menyerang, menyuntikan air liur yang kuat dengan rahang

mereka, dan menghisap cairan.


Penanggulangan hewan ini pada fase dewasa dengan cara menyemprotkan
insektisida atau dengan cara dimatikan dengan cara manual dengan

ditindas atau menggunakan alat lainnya.


Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan filter pada kolam
budidaya agar serangga air tidak dapat masuk. Dapat juga dilakukan
pencegahan pada saat persiapan lahan kolam dilakukan pengeringan dan
pengapuran dasar kolam.

DAFTAR PUSTAKA

A. Khairul dan Sihombing T. 2008. Mengenal dan Mengendalikan Predator Benih

Ikan. PT. Gramedia Pustaka Umum. Jakarta.

Rioardi. 2009. Ordo-Ordo Serangga.


(Diakses

pada 01 Maret 2015)

http://rioardi.wordpress.com.

Endah, Joesi dkk. 2002. Pengantar Hama dan Penyakit Tanaman. PT.
Agro

Media Pustaka. Tangerang

Kusumah, H. 1985. Penyakit dan Hama Ikan. Departemen Pertanian


Badan Pendidikan, Latihan dan Penyuluh Pertanian. SUPM Bogor
http://en.wikipedia.org/wiki/Lethocerus (Diakses pada 01 Maret 2015)

http://bugguide.net/node/view/331814/bgimage (Diakses pada 01 Maret


2015)

https://www.scribd.com/doc/220680328/Nepa-Rubra (Diakses pada 01


Maret

2015)

https://books.google.com/books?isbn=9792236503(Diakses pada 01 Maret


2015)

https://www.scribd.com/doc/218921377/Parasit (Diakses pada 01 Maret


2015)