Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH PERPINDAHAN PANAS

PADA RADIATOR MOBIL

Disusun Oleh :

1. M. Isro Farisi
2. Rudi Septiono
3. Maulana Faeruz

( 0121403003 )
( 0121403009 )
( 0121403002 )

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA


PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN OTOMOTIF
SERPONG
2015

Pendahuluan

Radiator memegang peranan penting dalam mesin otomotif (misalnya: mobil).


Radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pembakaran bahan bakar dalam
silinder mesin menyalurkan energi panas ke dalam bentuk tenaga putar. Tetapi energi
panas dari bahan bakar tidak sepenuhnya dapat dikonversikan ke dalam bentuk
tenaga. Hanya kurang lebih 25% dari energi yang dikonversikan menjadi tenaga.
Kurang lebih 45 % dari energi panas hilang menjadi gas buang atau gesekan dan 30
% diserap oleh mesin itu sendiri.
Panas yang diserap oleh mesin harus dikeluarkan ke udara sekeliling. Jika tidak
maka akan menyebabkan mesin menjadi kelebihan panas dan pada akhirnya rusak.
Sistem pendinginan dipasang untuk mendinginkan mesin agar tidak kelebihan panas.
Pendinginan mesin biasanya menggunakan sistem pendinginan udara atau sistem
pendinginan air. Pada umumnya mesin otomotif menggunakan sistem pendinginan
air.
Sistem pendinginan air lebih sulit dan lebih mahal dari pada sistem pendinginan
udara. Tetapi sistem pendinginan air mempunyai beberapa keuntungan. Air pendingin
mesin adalah aman sebab ruang pembakaran dikelilingi oleh air pendingin (air
ditambah macam-macam additive, dan juga anti beku), yang juga sebagai peredam
suara. Air pendingin yang panas dapat juga berfungsi sebagai sumber panas pada
pemanas udara.
Dilihat dari fungsi dan kegunaan radiator ini, maka pemilihan material untuk
radiator dan juga proses manufaktur radiator haruslah tepat agar diperoleh produk
radiator yang berkualitas dan berfungsi dengan baik dalam mendinginkan mesin.

Teori Dasar
Radiator Mobil

Radiator adalah komponen/alat yang digunakan untuk mendinginkan


lingkungan kerja yang berada disekitarnya. Radiator menyerap panas lingkungan, lalu
didinginkan dengan bantuan media plat/air yang berada didalamnya. Dalam makalah
yang kami susun saat ini akan lebih memfokuskan pada pembahasan tentang radiator
yang digunakan pada mobil.
Radiator pada mobil pada umumnya terpasang dibagian depan. Radiator
berfungsi untuk mendinginkan air yang menjadi panas setelah bersirkulasi dalam
mantel air pendingin pada mesin. Radiator mempunyai dua tabung air, yang terletak
di atas dan di bawah.
Ditabung bagian atas terdapat lubang pengisian air, pipa pemasukan air dari
mantel pembuangan dan di tabung bagian bawah terdapat kran pembuangan air,
dan pipa penghubung ke mesin.

Gambar Radiator Mobil

Radiator pada awalnya hanya berupa plastik yang mengelilingi pipa-pipa


tembaga atau kuningan yang berisi air yang mengalir didalamnya. Sekitar tahun 1920,
beberapa pabrikan kendaraan seperti General Motor, telah menganti pipa
radiator menjadi berbentuk oval, sehingga menjadikannya lebih efisien. Setelah
dimensi mesin bertambah besar dan panas, perusahaan mulai menambahkan
beberapa bagian seperti kipas, agar udara yang melalui melalui pipa terjaga tetap
konstan. Dan juga ditambahkan pompa air untuk mendorong air melalui pipa-pipa
tersebut. Sekarang, pabrikan mulai menggunakan cairan kimia anti-beku kedalam
plastik pendingin untuk mencegah kegagalan plastik pendingin pada saat cuaca
bersuhu rendah.
Awalnya radiator mengunakan pipa berdiameter inchi. Pada tahun
1940, pabrikan Ford mulai bereksperimen mengunakan pipa yang lebih besar.

Permasalahan muncul ketika diameter pipa yang digunakan bertambah besar maka
dinding pada pipa harus lebih tebal untuk mencegah kebengkokan pada saat
diberi tekanan. Hal ini menyebabkan radiator bertambah berat tetapi membuatnya
lebih efisien.
Pada tahun 1970, pabrikan kendaraan bereksperimen mengunakan radiator
yang berinti banyak, serta bereksperimen terhadap ukuran dan ketebalan pipa.
Beberapa pabrikan bahkan ada yang mencoba mengunakan plastik untuk
membuat radiator menjadi ringan. Dan sekarang beberapa kendaraan
menggunakan radiator berbahan aluminium yang lebih ringan dan dengan desain
lebih baik.

Gambar Bagian bagian Radiator


1. Tabung air atas (upper tank), berfungsi sebagai penampung air sebelum air masuk
kedalam kisi-kisi (tube) radiator.
2. Tabung air bawah (lower tank), berfungsi sebagai penampung air dari kisi-kisi
(tube) radiator.
3. Sambungan selang atas, berfungsi sebagai jalan masuk air ke radiator.
4. Sambungan selang bawah, berfungsi sebagai jalan keluar air dari radiator.
5. Kisi-kisi (tube), dengan memiliki konstruksi pipih dan memanjang diharapkan
air dapat mentransferkan panasnya dengan efisien.

6. Sirip-sirip (fin), berfungsi untuk membuat turbulensi udara disekitar kisi-kisi


(tube) agar pendinginan air lebih efisien.
7. Tutup radiator, berfungsi untuk menutup radiator serta mengatur dan
menaikan tekanan dalam sistem pendingin.
8. Kran pembuang (drain cock), berfungsi untuk membuang air yang ada didalam
radiator.

Thermostat
Thermostat adalah suatu bagian yang mengatur debit aliran cairan radiator antara
mesin masih dingin dan panas. Thermostat bekerja dengan memanfaatkan tekanan
yang disebabkan oleh fluida (cairan) panas dari dalam mesin. Termostat ini
berbentuk seperti klep atau lubang pintu, dimana saat suhu mesin dingin, pintu ini
terbuka sedikit sehingga cairan radiator yang bersirkulasi sedikit sehingga panas yang
ditransfer memang masih sedikit. Namun, saat mesin sudah panas, menghasilkan
panas besar, maka termostat akan membuka penuh, sehingga debit aliran maksimal
dan proses penyerapan panas pun bisa maksimal. Ketika tekanan naik, pegas pada
thermostat akan tertekan dan membuka saluran menuju radiator, sehingga fluida
panas tersebut akan masuk ke radiator dan didinginkan. Fluida dingin dalam radiator
masuk ke jaket pendingin dengan cara menekan vakum valve thermostat.

Tutup radiator
Untuk mendapatkan efek pendinginan yang lebih baik, maka perbedaan suhu
antara udara luar dengan suhu air pendingin dalam radiator haruslah besar,
dengan menggunakan tutup radiator.
Didalam tutup radiator terdapat relief valve atau klep relief dan vacuum valve
atau klep vakum yang mengatur agar tekanan dalam radiator tidak lebih dari 1
atmosfer (atm) dan air mendidih dalam radiator diatas 100 derajat celcius.
1
2

Relief valve atau klep relief mempunyai fungsi untuk membuang


kelebihan tekanan dalam radiator, bila telah melewati batas tekanan
yang ditentukan oleh pabrik.
Sedangkan Vacuum valve atau klep vakum mempunyai fungsi untuk
menyamakan tekanan didalam radiator dengan tekanan udara luar, apabila
suhu air pendingin dalam radiator turun sampai dibawah titik didihnya.

Tangki Resevoir
Sistem pendingin radiator dilengkapi dengan tangki reservoir. Tangki
tersebut diletakkan dekat dengan radiator yang mempunyai fungsi untuk
memperbesar ekspansi air pendingin selama mesin bekerja.
Prinsip kerja dari tangki reservoir adalah Bila suhu air pendingin dalam
radiator naik, maka air akan mengalir dari tangki reservoir kedalam radiator dan
akan mengalir kembali kedalam tangki reservoir bila suhu air dalam radiator turun.

Proses Perpindahan Panas pada Radiator


Salah satu konsep perpindahan panas yaitu konveksi yang juga diterapkan
dalam sistem kerja radiator. Sistem kerja radiator bermula bila suhu pada thermostat

mencapai 800-900C maka air akan di alirkan menggunakan pompa ke water jacket
menuju combustion chamber, kemudian air yang masuk ke water jacket di sekeliling
combustion chamber akan terpanaskan seperti proses pemanasan air dalam panci.
Lalu air yang terkonveksi panas dari combustion chamberakan dialirkan kembali ke
radiator dan panas tersebut akan diserap dengan sirip sirip (fin) secara konduksi
karena sirip sirip tersebut bersentuhan dengan pipa yang mengalirkan air panas
yang berasal dari combustion chamber. Setelah suhu air kembali stabil, maka akan
kembali dalirkan ke water jacket sedangkan sirip sirip (fin) yang menjadi panas
karena proses konduksi dari pipa yang mengalirkan air panas akan didinginkan
dengan kipas pendingin.
Apabila tekanan dan suhu yang terdapat dalam radiator melebihi batas yang di
tentukan, maka relief valve akan membuka dan menghisap air untuk dialirkan melalui
overflow pipe ke reservoir tank untuk mengurangi tekanan dan suhu berlebih pada
radiator dan bila suhu radiator sudah kembali stabil maka vacum valve akan
membuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevakuman dalam
radiator dan air yang berada pada reservoir tank akan kembali terhisap ke dalam
radiator.
Dalam proses kerja radiator mobil berlangsung dua buah proses perpindahan
panas yaitu perpindahan panas secara konveksi pada saat air radiator dipanaskan di
dalam water jacketdan perpindahan panas secara konduksi yang terjadi ketika sirip
sirip (fin) bersinggungan dengan pipa yang membawa air radiator yang panas dan
menyerapnya.
Perpindahan panas konveksi adalah suatu proses perpindahan panas yang
membutuhkan benda fluida ( cairan atau gas ) perantara. Dari tempat yang
mempunyai temperatur yang berbeda dan berpindah dari temperatur yang lebih tinggi
menuju temperatur yang lebih rendah.
Perpindahan panas konduksi adalah suatu proses perpindahan panas antar benda
padat yang jumlahnya lebih dari 2 (dua) dengan suhu yang bervariasi serta secara
langsung bersentuhan/tanpa mengikuti fluida perantara.
Menurut Armento (1979), Menegazzi dan Trapi (1996) ( Rudi S. (1999)) faktor
faktor yang mempengaruhi kinerja dalam proses pendinginan dalam sebuah radiator
di antaranya yaitu:

- Tipe dari system pendinginan (menggunakan udara atau air)

Diameter dari water jacket yang digunakan

- Tipe coolant yang digunakan


- Thermostat
-

Penutup tekanan

- Vacum dan Relief Valve


-

Kondisi sirip kipas pendingin(Cooling Fan)

Kinerja dari pompa air pendingin

Selain pendapat diatas, masih ada beberapa pendapat untuk mengoptimalkan


proses perpindahan panas yang terjadi atau meningkatkan efisiensi dari kinerja
radiator diantaranya sebagai berikut:
1. Penelitian pendahulu yang dilakukan beberapa orang peneliti yang
dilaporkan kembali oleh Indra Mamad Gandidi (2001) dan Ximenes (1981)
melaporkan hasil eksperimen untuk koefisien perpindahan panas dalam susunan satu
dan dua baris pipa oval pada penukar panas sirip plat yang menunjukkan bentuk
geometri bulat, diselidiki bahwa penurunan koefisien panas berkurang secara
dramatis dibelakang pipa-pipa dibandingkan dengan konfigurasi oval.
2. Rosman et. al. (1984) secara eksperimen menentukan koefisien perpindahan
panas global dan lokal, menggunakan analogi perpindahan panas dan massa untuk
susunan satu dan dua baris pipa bulat, diikuti dengan perhitungan numeris distribusi
temperatur sirip dan efisiensi sepanjang sirip. Hasilnya menunjukkan bahwa
konfigurasi dua baris lebih efisien dari susunan satu baris.
3. Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh dari geometri sirip terhadap
koefisien perpindahan panas konveksi pada radiator, Rudi S. (1999) melakukan
penelitian secara eksperimental dengan cara merubah geometri sirip untuk
mendapatkan aliran udara yang melewati inti radiator supaya lebih berputar. Hasil
yang didapat menunjukkan peningkatan koefisien perpindahan panas konveksi
radiator.

Kesimpulan

Dari data yang di dapat, kami dapat menyimpulkan bahwa :

Dalam proses kerjanya, radiator mobil berlangsung dua buah proses


perpindahan panas yaitu perpindahan panas secara konveksi pada saat
air radiator dipanaskan di dalam water jacketdan perpindahan panas
secara konduksi yang terjadi ketika sirip sirip (fin) bersinggungan
dengan pipa yang membawa air radiator yang panas dan menyerapnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dalam proses pendinginan
yaitu; tipe dari system pendinginan (menggunakan udara atau air),
diameter dari water jacket yang digunakan, penutup tekanan, vacum dan
relief valve, kondisi sirip kipas pendingin (Cooling Fan), serta kinerja
dari pompa air pendingin.

Daftar Pustaka

Buku New Step 1, training manual Toyota


Zemansky, Sears. 1982. FISIKA untuk Universitas 1 Mekanika, Panas, Bunyi.
Bandung: Binacipta.
http://id.scribd.com/doc/86304367/Pengertian-Panas
http://www.scribd.com/doc/169998682/Makalah-Perpindahan-Panas#scribd