Anda di halaman 1dari 7

JURNAL BELAJAR

PERTEMUAN IV

1. IDENTITAS
Nama
Nim
Mata Kuliah
Jurusan
Dosen
Kelas
Pertemuan
Topik

: Anggi Gusti Kristyawan


: 201310070311133
: Fisiologi Hewan
: Pendidikan Biologi
: Drs. Nur Widodo, M.Kes
: IV D
: IV (02 April 2015)
: Anatomy Comparative Vertebrata

2. KONSEP PENTING YANG TELAH DIPAHAMI


Setelah mengikuti perkuliahan ini ada beberapa konsep yang telah
saya pahami, yaitu:
1. Beberapa perbandingan sistem digestivus pada klas Pisces, Amphibia,
Reptilia Aves dan Mamalia dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Klas Amphibi
Sistem otot pada Amphibi
Badan katak terdiri dari tiga macam serabut-serabut otot halus,
seran-lintang dan jantung yang berbeda struktur mikroskopis dan
fisiologis. Sistem otot luar terdiri atas otot skelet atau otot voluntir
yang melekat di tulang, di bawah kontrol kemauan mereka
menghasilkan gerakan dan perpindahan.

Sistem Skeleton Pada Amphibi


Rangka badan amphibi terdiri skeleton interna yang bersendi
mendukung bagian-bagian halus, melindungi alat-alat vital dan
tempat perlekatan otot-otot untuk gerakan dan perpindahan. Pada
stadium larva, rangka terdiri dari cartilago yang kemudian menjadi

tulang keras.
Sistem Digestoria Pada Amphibi

Tractus digestivus yaitu saluran yang memanjang dari mulut ke


anus, mempunyai diameter dan struktur yang berlainan pada
beberapa bagian. Hewan-hewan kecil yang diambil sebagian
makanan dari mulut yang dibasahi oleh mucus, tetapi katak tak
mempunyai glandula salivarius dan berjalan melalui pharynx
menuju ke oesophagus. Glandula berfungsi mengeluarkan cairan
basa dan mempunyai dinding otot yang mendorong makanan.
Makanan memasuki ventriculus yang merupakan alat untuk
persediaan dan pencernaan membesar di bagian anterior atau ujung

cardium dan memipih pada ujung posterior atau ujung pilorus.


Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi berupa cor, arteria, kapiler vena dan saluran-

saluran limfe, bersama-sama dengan cairan darah dan limpa.


Sistem respirasi
Alat-alat pernapasan pada amphibi adalah paru-paru, kulit, dan tepi
rongga mulut. Setiap alat-alat tersebut permukannya basah. Paruparu katak terdiri saccus elastis yang tipis dengan tonjoan-tonjolan
interna yang dangkal dan bertambah

permukaan dalmnya

mebentuk banyak ruangan-ruangan kecil yang dinamakan alveoli.


Kulit katak terdiri pembuluh darah besar yang berfungsi dalam
pernapasan, baik di udara maupun di air.

Sistem Eskresi
Alat ekskresi pada katak pada prinsipnya ada dua ginjal/ren. Ren
merupakan filter/penyaring yang membuang garam-garam mineral
dan air yang dikumpulkan dari sel-sel tubuh dan cairan oleh darah.
Katak memiliki kelenjar endokrin atau kelenjar buntu yang

menghasilkan substansi yang disebut hormone.


Sistem Koordinasi Pada Amphibi
Pembagian pokok sistem koordinasi yaitu sistem saraf pusat yang
terdiri atas otak/encephalon dan serabut spinal, sistem saraf pinggir

termasuk pasangan saraf kranial dan saraf spinal bersama-sama


dengan saraf simpatik.
b. Klass Pisces
Sistem Respirasi
Pernapasan dilakukan dengan melalui beberapa pasang lembar
insang yang terletak pada arcus branchialis dan tertutup oleh tutup
insang atau operculum. Di dalam tubuh ikan terdapat gelembung
udara (vessica pneumatica) dan memiliki ductus pneumatica.
Sistem respirasi dilakukan melalui insang yang terdapat dalam
empat pasang kantung insang yang terletak sebelah meyebelah

pharynx di bawah operculum.


Sistem Eskresi
Pada ginjal ikan, tubulus-tubulus yang paling anterior telah lenyap,
beberapa tubulus di daerah tengah berhubungan dengan testis, dan
terdapat suatu konsentrasi pelipatgandaan tabung di bagian
posterior. Ginjal membuang ion magnesium bervalensi dua dan ion
sulfat, beserta ion amonium, yang merupakan limbah nitrogen

utama dari sebagian besar ikan.


Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi atau sistem kardiovaskular pada ikan terdiri atas
cor, dan pembuluh-pembuluh darah. berfungsi sebagai pemompa
darah ke seluruh tubuh, terletak dekat daerah insang, dan
dibungkus

oleh

suatu

selaput

yang

disebut

pericardium.

Pembuluh-pembuluh darah (vasa).


Sistem Digestivus
Sistem digestivus pada ikan dibagi menjadi dua, yaitu tractus
digestivus (saluran pencernaan makanan) dan glandula digestoria
(kelenar pencernaan). Saluran pencernaan makanan dimulai dari
cavum oris. Dalam cavum oris terdapat gigi-gigi kecil pada rahang,
lingua yang melekat pada dasar mulut tetapi tidak dapat
digerakkan, glandula mucosa, tetapi tidak mempunyai glandula

salivarius (kelenjar ludah).


Sistem Koordinasi

Ikan mempunyai sepuluh pasang pertama dari saraf kranial dan


tidak mempunyai saraf-saraf asesori spinal dan hipoglosal. Tetapi
neuron-neuron yang dapat disamakan dengan neuron kedua saraf
tersebut digabungkan dengan saraf lain. Saraf-saraf trigeminal,
fasial, glossofaringeal dan vagus ikan berhubungan dengan otototot lung viseral.
c. Klass Reptil
Sistem Pencernaan
Pada proses pencernaan,

makanan

dari

mulut

menuju

kerongkongan dan selanjutnya ke lambung. Dari lambung, terjadi


pencernaan kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan dan makanan
menuju ke usus, di terjadi proses penyerapan sari-sari makanan.
Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan dikeluarkan melalui

kloaka.
Sistem Respirasi
Alur pernapasan pada reptil:
Otot tulang rusuk berkontraksi rongga dada membesar paruparu mengembang O2 masuk melalui lubang hidung rongga
mulut anak tekak trakea yang panjang bronkiolus dalam paruparu O2 diangkut darah menuju seluruh tubuh. Otot tulang rusuk
berelaksasi rongga dada mengecil paru-paru mengecil CO2
dari jaringan tubuh menuju jantung melalui darah paru-paru
bronkiolus trakea yang panjang anak tekak rongga mulut

lubang hidung.
Sistem Peredaran Darah
Jantung reptilia terletak di rongga dada di bagian depan ventral.
Jantung terdiri dari: sinus venosus kecil, serambi kiri dan serambi

kanan, serta bilik kiri dan bilik kanan.


Sistem Koordinasi
Reptil memiliki otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang,
hemisfer serebral, 2 lobus optikus, serebellum, dan medulla
oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di bawah hemisfer
serebral terdapat traktus optikus dan syaraf optikus, infundibulum,

dan hipofisis. Terdapat 12 pasang syaraf kranial. Pasanganpasangan syaraf spinal menuju ke somit-somit (ruasprimer) tubuh.
d. Klass Aves
Sistem Pencernaan
Sistematis pencernaan makanan pada burung: Mulut/paruh
Kerongkongan Tembolok Lambung kelenjar Lambung
pengunyah Hati Pankreas Usus halus Usus besar

Usus buntu Poros usus (rectum) Kloaka.


Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi pada Paru-paru Serambi kiri Bilik kiri
Seluruh tubuh Serambi kanan Bilik kanan Paru-paru

Sistem Syaraf Burung Perkutut.


Sistem Respirasi
Lubang hidung yang terdapat pada paruh menghubungkan rongga
hidung di atas rongga mulut. Glottis pada bagian bawah faring
menghubungkan saluran trakea yang di perkuat denga kartilago.
Trakea berlanjut ke bawah arah leher yaitu syring (kotak suara),
tempat terdapatnya otot vocal, dari syring dilanjutkan ke bronkhos
paru-paru berukuran kecil melekat pada rusuk dan vertebrata di
bagian dorsal dari trax dengan jaringan ikat, paru-paru dimasuki
sejumlah broncheolus yang saling berhubungan dan sejulah dara
dari pulmonary. Pada broncheolus melekat kantung udara yang
terdapat di sela-sela organ dalam pada rongga badan dan menjulur
ke ruang disekitar vertebrta leher. Paru-paru dapat digerakan
sedikit oleh otot yang terdapat disekitar tulang rusuk. jika sternum
bergerak turun, dan rusuk menggembung ke samping udara ke
rongga paru-paru, jika kontraksi terjadi sbaliknya. Maka dara

keluar dari rongga paru-paru.


Sistem Koordinasi
Susunan saraf burung serupa dengan susunan saraf manusia dan
hewan menyusui (mammalia). Semua aktivitas saraf diatur oleh
susunan saraf pusat yang terdiri atas otak dan susm-sum tulan
belakang. Otak burung terdiri dari beberapa bagian, yakni otak

besar, otaak tengah, otak kecil, dan sum-sum lanjutan. Selain otak
kecil, otak besar pada burung tumbuh dengan baik. Otak besar
burung berbeda pula dengan otak besar manusia. Permukaan otak
besar burung tidak berlipat-lipat sehingga jumlah neuron pada
burung

tidak

banayak.

Otak

tengah

burung

berkembang

membentuk dua gelembung. Perkembangan ini berhubungan


dengan fungsi penglihatannya. Otak kecil burung mempunyai
banyak lipatan yang memperluas permukaannya sehingga dapat
menampung neuron cukup banyak. Perkembangan otak kecil ini
berguna untuk pengaturan keseimbanagan burung waktu terbang.
2. PERMASALAHAN BESERTA PEMECAHANNYA
Permasalahan yang muncul dalam diskusi kelas/pembelajaran
Pada pertemuan kali ini, presentasi yang dilakukan oleh kelompok 3
dengan anggota kelompok Ayu Suryani Kharisma, Siti Aminah, dan
Fitrotul Anisa, dengan moderator Anggi Gusti. Kelompok 3 ini
mempresentasikan tentang Anatomy Comparative Vertebrata. Beberapa
permasalahan yang atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama
proses diskusi berlangsung berserta jawabanny, adalah sebagai berikut:
Pertanyaan 1 (Priyaji): Kenapa aves tidak ada medula spinalis?
Apakah dengan tanpa adanya medula spinalis itu aves bisa melakukan
gerak reflek?
Jawab (Nisa): aves memiliki medula spinalis, semua hewan itu pasti
memiliki medula spinalis, karena medula spinalis merupakan pusat
gerak refleks.
Pertanyaan 2 (Amin): Kenapa pada aves otaknya tidak berlipat-lipat
seperti halnya mamalia?
Jawaban (Siti Aminah): karena jumlah neuron tidak banyak dan yang
banyak itu di otak kecil, untuk keseimbangan saat terbang.
Tambahan (Amin): Apakah tidak ada hubungannya dengan memori
ingat?
Jawaban (Gusti): Mengingat rute terbang.
Jawaban (Rendy): Aves menggunakan insting.

Pertanyaan 3 (Andrei):

Pada Pisces, dimana letak medula

spinalisnya? Karenan pada praktikum tidak ditemukan (tidak ada).


Jawaban ( Ayu): aves memiliki medula spinalis, tetapi tidak memiliki
saraf-saraf aksesoris spinalis. Medula spinalis terletak ditulang
belakang/sum-sum.

Penguatan/penjelasan Dosen Pembina


Penguatan dari dosen pembina (Bapak Nur Widodo, M.Kes)
Karena waktu tidak memungkinkan, bapak Nur Widodo, M.Kes hanya
memberikan sedikit tambahan yaitu pada pembahasan baik kelompok 3
maupun kelompok yang selanjutnya akan melakukan presentasi
seharusnya ditambahkan tentang terminologi penting yaitu:
Foramen Pamizal
Sel darah merah tanpa inti
Cloaca, anus
Nares, dll.
3. REFLEKSI DIRI
Pada pertemuan kali ini yaitu kelompok 3 membahas tentang Anatomy
Comparative Vertebrata, dengan dosen pembina yaitu bapak Nur Widodo,
M.Kes. pada pertemuan kali ini terdapat sedikit kesalahan teknis dari
kelompok 3, tetapi pa knur widodo dapat memakluminyadan memberikan
waktu pada kelompok 3 untuk membetulkan PPT nya. Dari penjelasan
kelompok 3 ada sedikit materi yang tidak saya pahami yaitu tentang
medulla spinalis pada pisces.