Anda di halaman 1dari 4

Nilai Pembakaran (NP):

Adalah jumlah kalor yang dihasilkan dari pembakaran sempurna 1 kg bahan


bakar. Bila dalam 1 kg bahan bakar yang terdiri dari:
- C kg
karbon
-H
kg
Hidrogen
- O kg
Oksigen
-N
kg
Nitrogen
- S kg
Belerang
-A
kg
Abu
- W kg
Air
Maka nilai pembakaran (heating value) dapat dihitung dengan persamaan:
O

NPA 33915C 144033 H 10468S


8

O
O

NPB 33915C 121423 H 10468S 2512 W 9


8
8

kJ/kg
kJ/kg

NPA = Nilai Pembakaran Atas yang dalam hal ini uap air yang terbentuk dari
hasil pembakarnan bahan bakar di embunkan terlebih dahulu, sehingga
panas pengembungannya turut dinilai sebagai panas pembakaran
NPB = Nilai Pembakaran Bawah yang dalam hal ini uap air yang terbentuk
dari hasil pembakarnan bahan bakar tidak di embunkan sehingga
panas pengembungannya tidak turut serta sebagai panas pembakaran
Contoh 1:
Batu bara dengan komposisi 63,5% C; 5,8% H; 15,2% O, 0,5% S 1% N; 9%
Air; dan 5% Abu. Hitunglah besarnya NPA dan NPB.
Jawab:
O

NPA 33915C 144033 H 10468S


8

0,152

NPA 33915 x 0,635 144033 0,058


10468 x 0,005
8

NPA 27.205 kJ/kg


O
O

NPB 33915C 121423 H 10468S 2512 W 9


8
8

0,152
0,152

NPB 33915 x 0,635 121423 0,058


10468 x 0,005 2512 0,09 9

8
8

NPB 25.668 kJ/kg

Pembakaran Bahan Bakar


1

Pembakaran bahan bakar merupakan reaksi antara unsur-unsur kimia pada


bahan bakar dengan oksigen. Pembakaran akan menghasilkan nyala api/gas
asap dan pelepasan sejumlah kalor
Unsur-unsur kimia pada bahan bakar yang dapat terbakar adalah:
- Unsur Karbon (C)
Berat Molekul : 12
- Unsur Hidrogen (H)
Berat Atom : 1
- Unsur Sulphur (S)
Berat Molekul : 32
Reaksi Pembakaran:
C+
O2 =

CO2

12 kg C + 32 kg O2

= 44 kg CO2

32
44
1kgC
kgO2
kgCO2
12
12

2 H2 +

S+

O2

O2 =

Kebutuhan oksigen:

2 H2O

4 kg H + 32 kg O2 = 36 kg H2O

SO2

32 kg S + 32 kg O2 = 64 kg SO2

1kgH 8kgO2 9kgCO2


1kgS 1kgO2 2kgSO2

32
C 8 H 1S O2 bb
12

Oksigen diperoleh dari udara atmosfer (persen berat 23% O2 dan 77% N2),
udara teoritis yang dibutuhkan:

M u th 32 / 12C 8H 1S O2 bb
0,23
M u th 11,59C 34,78H 4,35S 4,35 O2 bb
Secara umum dituliskan:
M u th 11,43xC 34,5 H 2 O 2 4,32 xS
8

Dengan udara berlebih (EA):


M u 1 EA M u.th

Gas asap kering yang dihasilkan:

M gk M CO 2 M SO 2 M N 2 M O 2

M gk

44
C 64 S 77 M u 23 EA M u
12
32
100
100

Contoh:
Sebuah ketel uap menghasilkan uap 20 kg/s dengan tekanan 80 bar/400 0C. Air
pengisian masuk ketel dengan suhu 100 0C. Digunakan bahan bakar batu bara
dengan komposisi berat 7,5% Air; 5,8% Abu; 68,6% C; 4,5% H; 12,2% O;
0,4% S; 1,0% N. Pembakaran dengan menggunakan udara berlebih sebesar
30%. Efisiensi ketel 80 %. Hitunglah kebutuhan bahan bakar, kebutuhan udara
dan jumlah gas asap yang dihasilkan
Jawab:
Uap keluar ketel (80 bar/4000C), entalpinya: h2 = 3138,0 kJ/kg
Uap masuk ketel suhu 1000C, entalpinya: h1 = 420 kJ/kg
Panas yang diserap untuk pembentukan uap:
Quap ms h2 h1 20 x 3138,0 420,0 54360kJ / s

Panas yang harus diberikan bahan bakar:


Q bb

Quap

54360
67950kJ / s
0,8

Nilai pembakaran bahan bakar:


O

NPA 33915C 144033 H 10468S


8

0.122

33915 x0,686 144033 0,045


10468 x0,0004
8

23265,6 4285,0 4,4 27.555kJ / kg

O
O

NPB 33915C 121423 H 10468S 2512 W 9


8
8

0,122
0,122

33915 x0,686 121423 0,045


10468 x0,0004 2512 0,075 9

8
8

23265,6 3612,3 4,4 533,1 26.349,2kJ / kg

Kebutuhan bahan bakar:


Q
67950 kJ / s
B bb
2,5788 kg / s 9.284 kg / h
NPB 26349,2 kJ / kg
3

Kebutuhan udara teoritis:

M u th 11,43xC 34,5

H2

O2
4,32 xS
8

0,122

11,43 x0,686 34,5 0,045


4,32 x 0,0004
8

7,840 1,026 0,002

8,868 kg / kgbb 22,868 kg / s

Kebutuhan udara sebenarnya:

M u 1 EA M u .th 1 0,38,868 11,5284 kg / kgbb 29,729 kg / s

Gas Asap kering yang dihasilkan:


44
C 64 S 77 M u 23 EA M u
12
32
100
100
44
64
77

0,686 0,0004
11,5284 23 0,311,5284
12
32
100
100

M gk

2,5153 0,0008 8,8768 0,7954

12,1883 kg / kgbb 31,4311 kg / s

Total gas asap kering yang dihasilkan:


M g M gk M H 2O M gk 9 H

12,1883 9 0,045 12,5933 kg / kgbb