Anda di halaman 1dari 8

Gelombang Pecah

I.

Pengertian Gelombang
Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus

permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut


disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan,
menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi gelombang. Gelombang
terjadi karena beberapa sebab yaitu :
1) Angin
Angin yang bertiup di atas permukaan laut merupakan pembangkit utama
gelombang. Hembusan angin sepoi-sepoi pada cuaca tenang sekalipun dapat
menimbulkan riak gelombang. Sebaliknya badai yang besar dapat menimbulkan
gelombang yang merusak.
Sifat-sifat gelombang paling tidak dipengaruhi oleh :

Kecepatan angin. Makin kencang angin makin besar gelombang yang


terbentuk dengan kecepatan yang tinggi dan panjang gelombang yang besar.

Waktu (lamanya) hembusan angin. Semakin lama angin bertiup, kecepatan,


panjang dan tinggi gelombang akan semakin meningkat pula.

Jarak tanpa rintangan dimana angin sedang bertiup (fetch). Panjang fetch
membatasi waktu yang
diperlukan gelombang
untuk terbentuk karena
pengaruh angin. Fetch
ini
periode

mempengaruhi
dan

gelombang

tinggi
yang

dibangkitkan.
Gelombang

dengan

periode panjang akan


terjadi jika fetch besar/panjang.

2)

Geometri Laut
Topografi laut dan bentuk pantai juga mempengaruhi gelombang. Bentuk
gelombang akan berubah sesuai dengan kedalaman dasar air laut. Apabila
gelombang memasuki perairan dengan kedalaman 1,3 tinggi gelombangnya maka
gelombang akan pecah (surf). Pada perairan pantai yang landai gelombang akan
pecah perlahan-lahan (spilling breaker). Jika dasar pantai terjal dan gelombang
datang tiba-tiba, gelombang akan membubung keatas dan segera pecah (plunging
breaker). Pada dasar perairan
yang sangat terjal dan gelombang
sama sekali tidak sempat pecah
akan mendorong air ke atas dan
menyedotnya kembali (surging
breaker).

Yang

terakhir

ini

biasanya terjadi pada dinding


pantai yang terjal atau dinding
dermaga buatan manusia.
Keterangan gambar :
A) Plunging breaker. B) Spilling breaker.
C) Surging breaker. D) Surfing breaker.
Ketinggian

dan

periode

gelombang

tergantung

kepada

panjang

fetch

pembangkitannya. Fetch adalah jarak perjalanan tempuh gelombang dari awal


pembangkitannya. Fetch ini dibatasi oleh bentuk daratan yang mengelilingi laut.
Semakin panjang jarak fetchnya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar.
Angin juga mempunyai pengaruh yang penting pada ketinggian gelombang. Angin
yang lebih kuat akan menghasilkan gelombang yang lebih besar.
Gelombang yang menjalar dari laut dalam (deep water) menuju ke pantai akan
mengalami perubahan bentuk karena adanya perubahan kedalaman laut. Apabila
gelombang bergerak mendekati pantai, pergerakan gelombang di bagian bawah yang

berbatasan dengan dasar laut akan melambat. Ini adalah akibat dari friksi/gesekan
antara air dan dasar pantai. Sementara itu, bagian atas gelombang di permukaan air
akan terus melaju. Semakin menuju ke pantai, puncak gelombang akan semakin tajam
dan lembahnya akan semakin datar. Fenomena ini yang menyebabkan gelombang
tersebut kemudian pecah.

Empat tipe gelombang pecah tersebut yaitu :

Spilling breaking wave


Yang berhubungan dengan gelombang yang curam yang dihasilkan oleh lautan

ketika

timbul

badai.

Begitu

bagian

atas

gelombang tertumpah ke bawah di depan puncak


gelombang, dan proses ini merupakan suatu
proses

yang

perlahan-lahan

dan

kekuatan

gelombang yang tidak teratur terjadi untuk


periode yang relatif lama.
Dalam jenis gelombang, puncak mengalami deformasi dan mendestabilkan,
mengakibatkan di dalamnya tumpah depan gelombang. Gelombang ini cenderung
untuk menciptakan penampilan berbusa. Terjadi paling sering pada pantai lembut,
dan merupakan fitur 'daratan' kondisi angin. Gelombang ini terjadi di daerah Los
Angels, California, USA.

Plunging breaking wave

Yang berhubungan dengan


gelomabang besar (swell) dan karena
itu mereka cenderung untuk terjadi
beberapa hari setelah berlalunya
badai atau tidak seberapa jauh dari
pusat badai itu sendiri. Pecahnya
gelombang disini mempunyai bentuk
cembung ke belakang tetapi puncak gelombang melengkung

ke depan

berbentuk cekung ke arah muka. Proses tertumpahnya gelombang jenis ini ke


bawah disertai dengan tenaga yang sangat besar, walaupun mereka
kemungkinan tampaknya kurang dahsyat jika dibandingkan dengan spilling
breaking. Tenaga yang dihamburkan mereka meliputi daerah yang kecil dan
jenis gelombang ini mampu menimbulkan kehancuran yang hebat. Gelombang
ini terjadi di daerah Hawai.

Collapsing breaking wave


Gelombang ini terjadi Pada dasar perairan
yang sangat terjal dan gelombang sama sekali
tidak sempat pecah, akan mendorong air ke atas
dan menyedotnya. biasanya terjadi pada dinding
pantai yang terjal atau dinding dermaga buatan
manusia.

Surging breaking wave


Bila sebuah gelombang pecah, airnya akan dilempar jauh ke depan
sampai mencapai daerah pantai. Beberapa diantaranya akan kembali lagi ke
laut, mengalir sebuah arus yang ada di
bawah permukaan. Air juga diangkut
sebagai sebuah arus sejajar dengan pantai.
Air yang demikin ini akan diteruskan
sampai mereka bertemu dengan daerah
yang dibatasi oleh aliran-aliran yang
dikenal sebagai rip-current, yang mengalir kembali ke dalam lautan melalui

daerah yang bergelombang besar. Daerah yang aliran airnya paling cepat di
sebuah rip-current kemumgkinan bias mencapai kecepatan sampai satu meter
setiap detik, dan ini sudah cuku kuat untuk memotong sebuah saluran
permanen yang ada di dasar laut.

Rekomendasi dalam gelombang laut


Gelombang pecah dapat dimanfaatkan untuk pariwisata. Dimana ombak dapat
digunakan untuk berselancar (surfing) dan dapat dijadikan pariwisata dan
meningkatkan devisa suatu daerah dan negara.
Gelombang pecah merupakanpemandangan
indah dan juga bisa dijadikan objek wisata
bagi daerah tersebut. Misalnya, Banana
Boath, Surfing, MotorBoath, dan lain-lain.
Penggunaan gelombang pecah yang
memiliki

karakteristik

gelombang

yang

besar dan tinggi dapat dimanfaatkan sebagai


PLTG

(Pembangkit

Listrik

Tenaga

Gelombang). Energi gelombang laut adalah


energi yang dihasilkan dari pergerakan
gelombang

laut

menuju

daratan

dan

sebaliknya. Pada dasarnya pergerakan laut


yang menghasilkan gelombang laut terjadi akibat dorongan pergerakan angin. Angin
timbul akibat perbedaan tekanan pada dua titik yang diakibatkan oleh respons
pemanasan udara oleh matahari yang berbeda di kedua titik tersebut. Mengingat sifat
tersebut maka energi gelombang laut dapat dikategorikan sebagai energi terbarukan.

Pada dasarnya prinsip keria teknologi


yang mengkonversi energi gelombang
laut

menjadi

energi

listrik

adalah

mengakumulasi energi gelombang laut


untuk memutar turbin generator. Turbin

generator diletakkan di dasar laut. Gelombang laut yang datang disalurkan memasuki
sebuah salurah runcing yang berujung pada sebuah bak penampung yang diletakkan
pada sebuah ketinggian tertentu. Air laut yang berada dalam bak penampung
dikembalikan ke laut melalui saluran yang terhubung dengan turbin generator
penghasil energi listrik. Adanya bak penampung memungkinkan aliran air penggerak
turbin dapat beroperasi terus menerus dengan kondisi gelombang laut yang berubahubah. Teknologi ini tetap memerlukan bantuan mekanisme pasang surut dan pilihan
topografi garis pantai yang tepat.
Namun dalam memanfaatkan energi gelombang laut tersebut memilliki
beberapa kelemahan, diantaranya sangat tergantung dengan karakteristik gelombang
yang kadang-kadang bisa menghasilkan energi yang besar terkadang tidak, sehingga
pemilihan lokasi harus diperhitungkan dengan tepat. Lokasi yang ideal adalah yang
memiliki gelombang konsisten besar dan selanjutnya dilengkapi dengan peralatan
yang tahan terhadap cuaca yang buruk. Jika dibandingkaan dengan teknologi hijau
lainnya seperti matahari dan angin, energi gelombang laut ini memberikan
ketersediaan hingga mencapai 90% dengan kawasan tidak terbatas. Selama ada
ombak, maka energi listrik bisa didapat.

GELOMBANG PECAH

KELOMPOK 2:
CHALIMATUSSYADIAH
GENTUR MESUBUDHI
HARIS FADHILLAH
PUPUT RACHMANI
RESTUTI DINDA AWALIYAH
RETNO PUSPITASARI

4315083292
4315083301
4315080225
4315082088
4315082115
4315082110

JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


2009