Anda di halaman 1dari 13

PROYEK PEMBANGUNAN

LABORATORIUM
STT PLN

Kelas

Nama Penulis :

D
1. Andhika Ary Santana (2013-11-138)
2. Muhammad Syukron (2013-11-023)
3. Muhammad Rizal Amri (2013-11-002)
4. Muhammad Nouval Thahar (2013-11038)
5. Mukhamad Dwi Rifaldi (2013-11-029)

MANAJEMEN TEKNIK STT-PLN


JAKARTA
2016

Abstrak

Perencanaan pembangunan laboratorium di STT-PLN dilakukan dengan harapan untuk dapat


memfasilitasi kegiatan perkuliahan pada khususnya praktikum . Metode penelitian yang digunakan ialah
metode Diskriptif . Setelah selesai mahasiswa/i dapat memahami dengan lebih dalam mengenai bidang mata
kuliah yang dipelajari karena tersedianya laboratorium yang menunjang materi yang diberikan .
Kata Kunci : Mahasiswa ; Laboratorium ; STT-PLN ; Pembangunan .

Abstract
Laboratory development planning in STT - PLN is done with the hope to be able to facilitate practical learning
activities in particular . The method used is the method Diskriptif . After completion the student / i can
understand more about the subjects studied field because of the availability of laboratory support material
provided .
Keywords : Students ; Laboratory ; STT - PLN ; Development .

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah


Laboratorium merupakan sarana yang disediakan oleh institusi untuk mahasiswa STT PLN sebagai
pusat pembelajaran mahasiswa. Untuk itu Laboratorium menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang
kegiatan.
Proyek pembangunan Laboratorium harus dipikirkan secara matang agar konsep dan tujuan
pembangunan Laboratorium dapat terealisasi.
Dengan berdirinya gedung laboratorium kelak diharapkan mampu menunjang kualitas akademis
mahasiswa. Hal itu langkah awal untuk menjadikan STT PLN menjadi Sekolah Teknik terbaik pastinya .

Tujuan Proyek
Seiring dengan dicanangkannya STT PLN sebagai Sekolah Teknik Terbaik maka diperlukan
berbagai sarana yang menunjang untuk mencapai hal tersebut, salah satunya adalah Laboratorium.
Adapun tujuan dari pembangunan Laboratorium adalah sebagai berikut :
1

Sebagai sarana

bagi mahasiswa untuk belajar serta meningkatkan kualitas kegiatan

pendidikan di STT PLN


2

Meningkatkan Penguasaan materi melalui pembelajaran secara praktek di laboratorium

Untuk memisahkan antara gedung kuliah dengan gedung laboratorium

Ruang Lingkup
Cakupan dari proyek pembangunan Laboratorium ini adalah bahwa proyek ini dibangun
pada daerah STT PLN. Hal ini dilakukan karena STT PLN ingin menyediakan fasilitas yang memadai
bagi mahasiswanya.
Dalam tahap pembangunan Laboratorium ini mengajukan ruang lingkup proyek sebagai berikut:
1

Konstruksi bangunan yang modern dan kokoh.

Suasana ruangan yang nyaman

Furniture yang memadai dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas perlengkapan laboratorium

Permasalahan Proyek
1

Harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah di STT PLN.


Proyek pembangunan Laboratorium ini dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan
kegiatan pendidikan di area kampus. Untuk mengatasi hal ini,maka pihak proyek mengurangi
aktivitas yang dapat mengganggu kegiatan perkuliahan. Misalnya melakukan penanaman
beton pondasi saat perkuliahan selesai.

Harus membuat jalan menuju lokasi proyek terlebih dahulu.


Karena tidak ada jalan menuju lokasi proyek yang dapat dilalui alat- alat berat, maka harus
membuat jalan menuju lokasi proyek agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lancar.

Struktur Organisasi Proyek

PIMPINAN PROYEK

Administrasi dan Sistem informasi

Penanggungjawab keuangan

Network dan Sistem Enginer Penanggungjawab Teknis

Humas

Struktur Organisasi Tim Pelaksana Proyek


1
2

Pimpinan proyek
Administrasi dan system informasi

: Andhika
: Rizal

Penanggung jawab keuangan

: Syukron

Network and system engineer

: Noval

Public relation (humas)

: Djawir

Penanggung jawab teknis

: Amri

Metode Penelitian

Perancangan dan Pelaksanaan Proyek

1.

Kerangka Acuan Pembangunan Proyek


Untuk mencapai maksud dan tujuan dari proyek ini, maka diperlukan kerangka acuan dalam

pelaksanaannya yaitu sebagai berikut :


1.

2.

Tahap Pendahuluan, meliputi :


a. Melakukan survey lapangan, yaitu survey kondisi daerah yang akan dilakukan
proyek, perhitungan demand dan jumlah user.
b. Penentuan teknologi yang digunakan.
Tahap Perancangan Bangunan Proyek, meliputi :
a. Menyusun rancangan arsitektuk dan infrasruktur gedung Laboratorium
b. Pembangunan serta pemasangan infrastruktur gedung Laboratorium.

3.

Tahap pengujian.

Dalam tahap ini dilakukan pengujian terhadap infrastruktur serta kelayakan bangunan proyek untuk
mengetahui apakah sudah sesuai dengan standart atau belum.

Aspek-aspek Perencanaan Proyek


1. Aspek administrasi

Masalah perijinan pembangunan infrastruktur.


2.

Aspek teknologi

Menggunakan hardware berkualitas yang akan dipakai pada gedung kami untuk mendukung segala
pekerjaan di dalam gedung.
3.

Aspek financial

Berupa aspek keuangan yang dianggarkan untuk sebuah proyek.

2
Deskripsi Perencanaan Proyek
Proyek yang akan dilaksanakan adalah pembangunan sebuah gedung Laboratorium yang
dikhususkan untuk menunjang kegiatan belajar civitas akademik Mahasiswa STT PLN.

4. Anggaran, Jadwal dan Mutu Proyek


Anggaran
Dalam pembangunan proyek ini dibutuhkan bahan bangunan yang berkualitas, alat-alat
proyek yang dapat beroperasi dengan baik untuk menjamin kelancaran pelaksanaan proyek dan
kualitas produk proyek yang memenuhi spek. Untuk itu, sebelum proyek itu dijalankan kita harus
menentukan anggaran operasional proyek secara detail dan menyeluruh. Adapun perincian
anggaran terlampir.
Jadwal Kerja
Membuat proyek infrastruktur Laboratorium biasanya berkejaran dengan waktu. Hal itu
membutuhkan penyelesaian suatu tahap pekerjaan menurut suatu jadwal. Jika suatu tahapan
dilakukan terlalu lama, civitas akademika kampus yang ingin menggunakan fasilitas laboratorium ini
akan merasa jenuh untuk menunggu proyek ini selesai sehingga mereka tidak bisa menggunakan
fasilitas laboratorium untuk menunjang kepentingan perkuliahan. Hal ini menjadikan pembangunan
infrastruktur laboratorium ini diusahakan dilakukan dengan tepat waktu atau mungkin lebih cepat.
Lama pengerjaan pembangunan Laboratorium ini diharapkan selesai dalam waktu 111 hari atau
kurang lebih 16 minggu.
Perencanaan Jadwal kerja adalah sebagai berikut :
Aktifitas

Kode

Kegiatan Yang Mendahului

Durasi

Perataan dan Pengerasan Tanah

(hari)
18

Penanaman Beton Pondasi

24

Plester

15

Pembangunan Tembok/Ruang

24

Pemasangan Kaca

24

Pemasangan Pintu

24

Pemasangan Kusen

30

Pemasangan Plafon

12

Pemasangan Stainless Stell

12

Toilet

15

Pengolahan Lahan

15

Pemasangan pipa air

E,G,I,J

Pemasangan AC

E,G,I,J

12

Instalasi Listrik

L,M

12

Pemasangan lampu

18

Instalasi Lift

Instalasi Genset

N,O

30

Activity on Arrow (AoA)

Activity on Note (AoN)


A-E-M-N-Q=18+24+12+12+30=96
B-G-M-N-Q=24+30+12+12+30=108
C-H-F-O-Q=15+12+16+18+30=90
C-H-K-F=15+12+15+6=48
D=24

A-F-J-L-N-Q=18+24+15+12+12+30=111

Bar Chart

Alokasi Tenaga Kerja


Aktifitas
Perataan dan Pengerasan Tanah

Kode
A

Tenaga (Orang)
10

Penanaman Beton Pondasi

Plester

50

Pembangunan Tembok/Ruang

50

Pemasangan Kaca

15

Pemasangan Pintu

15

Pemasangan Kusen

10

Pemasangan Plafon

25

Pemasangan Stainless Stell

Toilet

10

Pengolahan Lahan

Pemasangan pipa air

Pemasangan AC

Instalasi Listrik

Pemasangan lampu

20

Instalasi Lift

20

Instalasi Genset

15

Alokasi Biaya Pada SDM


Aktifitas

Kode

Kegiatan

Durasi (hari)

Yang

Tenaga

Biaya

(Orang)

(/Hari)

Total Biaya

Perataan dan Pengerasan Tanah

Mendahuli
-

18

10

Rp 60.000

Rp 10.800.000

Penanaman Beton Pondasi

24

Rp 70.000

Rp 8.400.000

Plester

15

50

Rp 80.000

Rp 60.000.000

Pembangunan Tembok/Ruang

24

50

Rp 75.000

Rp 90.000.000

Pemasangan Kaca

24

15

Rp 65.000

Rp 23.400.000

Pemasangan Pintu

24

15

Rp 65.000

Rp 23.400.000

Pemasangan Kusen

30

10

Rp 65.000

Rp 19.500.000

Pemasangan Plafon

12

25

Rp 70.000

Rp 21.000.000

Pemasangan Stainless Stell

12

Rp 65.000

Rp 6.240.000

Toilet

15

10

Rp 75.000

Rp 11.250.000

Pengolahan Lahan

15

Rp 50.000

Rp 5.250.000

Pemasangan pipa air

E,G,I,J

Rp 50.000

Rp 2.400.000

Pemasangan AC

E,G,I,J

12

Rp 50.000

Rp 3.600.000

Instalasi Listrik

L,M

12

Rp 50.000

Rp 3.600.000

Pemasangan lampu

18

20

Rp 80.000

Rp 28.800.000

Instalasi Lift

20

Rp 120.000

Rp 14.400.000

Instalasi Genset

N,O

30

15

Rp 75.000

Rp 33.750.000

Total Biaya Tenaga Kerja

Rp 365.790.000

Pembahasan
Mutu Proyek
Pembangunan suatu gedung harus sesuai dengan kebutuhan mahasiswa STT PLN. Dengan kata lain,
harus dibangun suatu gedung yang harus sesuai dengan kriteria. Suatu proyek pembangunan gedung haruslah
memperhatikan kriteria kualitas yang harus dipenuhi ini. Kualitas yang harus dipenuhi ini antara lain :
1

Kualitas kontsruksi
Gedung yang baik haruslah memiliki kontruksi yang kuat, tahan gempa,dan tahan lama, di samping itu
harus memperhatikan kondisi lingkungan tempat gedung didirikan.

2
3

Kelengkapan Fasilitas
Suatu gedung dapat dikatakan baik jika gedung tersebut ditunjang fasilitas yang lengkap dan memadai.
Tata ruang
Tata ruang suatu gedung harus mengutamakan aspek keindahan,kerapian dan manfaat ,sehingga
menciptakan suasana nyaman bagi pengguna.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :


1

Proyek pembangunan gedung Laboratorium adalah proyek besar yang memerlukan dukungan penuh dari

berbagai pihak.
Proyek ini layak dijalankan, karena telah melewati beberapa tahap studi kelayakan

lingkungan fisik dan sosial.


Proyek ini harus segera direalisasikan mengingat kebutuhan mahasiswa STT PLN dalam pembelajaran

praktek yang begitu penting


Proyek ini ditargetkan akan selesai dalam waktu 111 hari atau sekitar 16 minggu seperti tergambar dalam
CPM (Critical Path Methode)

terhadap dampak

Daftar Pustaka
-

Contoh-proposal-manajemen-proyek#scribd
- Catatan Buku Manajemen Teknik
-