Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KUNJUNGAN KERJA LAPANGAN

PT. WILMAR NABATI INDONESIA GRESIK

Disusun oleh :
Sri Hestri Prasetyoningrum
Widya Astutik
Apriyanto Ahmad Faizal
Titok Limas Maulana
Widhy Suryastiti
Fenty Noor Baity
Jujur Theo Hananta Putra
Ristiyanti Puspitasari
Laila Permatasari
Kukuh Galih Kusworo
Mike Andre Viana Devi
Arzia Arum Pranawati
Muhammad Rizki H. Madi
Ahmad Budi Utomo

(21030113060077)
(21030113060079)
(21030113060087)
(21030113060088)
(21030113060091)
(21030113060095)
(21030113060097)
(21030113060102)
(21030113060104)
(21030113060113)
(21030113060114)
(21030113060115)
(21030113060122)
(21030113060130)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
karunia-Nya, Laporan Kunjungan Kerja Lapangan PT. Wilmar Nabati
Indonesia Gresik ini dapat terselesaikan dengan baik.
Laporan Kunjungan Kerja Lapangan ini berisi tentang sejarah industri,
deskripsi proses pembuatan minyak goreng, utilitas dan pengolahan
limbah, spesikasi alat, serta laboratorium yang terdapat pada PT. Wilmar
Nabati Indonesia Gresik.
Terima kasih penyusun sampaikan kepada :
1. Ir. H. Zainal Abidin, M.S selaku ketua PSD III Teknik Universitas
Diponegoro.
2. Ir. Hj Wahyuningsih, M.Si selaku ketua PSD III Teknik Kimia
Universitas Diponegoro.
3. Ir. Hj. Dwi Handayani, MT selaku dosen wali serta dosen
pembimbing PSD III
Teknik Kimia Universitas Diponegoro
angkatan 2013 Kelas B.
4. Ir. Deddy Kurniawan Wikanta, MM selaku dosen wali serta dosen
pembimbing PSD III
Teknik Kimia Universitas Diponegoro
angkatan 2013 Kelas B.
5. Dra. FS Nugraheni S, M.Kes selaku dosen pembimbing Kunjungan
Kerja Lapangan PSD III Teknik Kimia Universitas Diponegoro
angkatan 2013 Kelas B.
6. Pihak - pihak yang membantu dan tidak bisa disebutkan satu persatu.
Semoga Laporan Kunjungan Kerja Lapangan ini bermanfaat bagi
para pembaca yang sekiranya ingin mengetahui lebih luas mengenai
sejarah, deskripsi proses, utilitas dan pengolahan limbah, spesifikasi alat,
serta laboratorium pada PT. Wilmar Nabati Indonesia Gresik.
Kritik dan saran dari pembaca tetap penyusun harapkan agar
Laporan Kunjungan Kerja Lapangan ini lebih baik lagi.

Semarang, Oktober 2015


Tim Penyusun

DAFTAR ISI
BAB I.

PENDAHULUAN

1.1 Sejarah dan Profil Perusahaan PT Wilmar Nabati Indonesia...........................1


1.2 Bahan Baku......................................................................................................4
1.3 Bahan Pendukung ................................................................................4
2

Komponen Minyak Kelapa Sawit....................................................................5


Unit Produksi...................................................................................................5

BAB II. PROSES PRODUKSI


2.1 Bahan Baku .............................................................................................7
2.2 Bahan Baku Utama..................................................................................7
2.3 Deskripsi Proses Produksi.......................................................................8
BAB III. UTILITAS DAN SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH
3.1 Sistem Utilitas ........................................................................................23
3.2 Pengelolaan Limbah................................................................................38
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan.............................................................................................41
4.1 Saran........................................................................................................41
DAFTAR PUSTAKA
................................................42

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Sejarah dan Profil Perusahaan PT Wilmar Nabati Indonesia
(PTWINA)
PT Wilmar Nabati Indonesia sebelumnya bernama Bukit Kapur
Reksa (BKR).PT WINA telah berdiri sejak tahun 1989 dengan produksi
utama minyak goreng. Pada tahun 1991 berkembang didirikan pabrik
kedua berlokasi di Jalan Datuk Laksamana, areal pelabuhan dumai yang
di jadikan sebagai pabrik dan kantor pusat untuk wilayah dumai.
Pada awal tahun 2004, manajemen PT WINA telah memutuskan
untuk menambah tangki timbun bahan baku CPO sebesar 12.000 MT.
Sehingga PT WINA menjadi produsen dan pengekspor minyak sawit
terbesar di Indonesia. Pada tanggal 16 oktober 2009 diperolehnya
sertifikat ISO 9001:2008. Pada tahun 2009, PT WINA namanya menjadi
PT WILMAR NABATI Indonesia sebagai wujud perkembangan usaha
yang semakin besar dan mulai membangun pabrik-pabrik baru di luar
Kota Dumai dibawah bendera WILMAR Group.
1.1.1
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Perusahaan Induk dan Cabang


Wilmar Trading Pte Ltd, Singapore
Wilmar Iberia S.L, Spanyol
Wilmar Oleo B.V, Belanda
Wilmar Japan Co., Ltd, Jepang
Wilmar Oleo North America LLC, Amerika
Yihai Kerry Investments Co. Ltd, China
PT. Wilmar Bioenergi Indonesia
PT. Sentana Adidaya Pratama, Indonesia
PT. Kawasan Industri Dumai, Indonesia
PT. Jawamanis Rafinasi, Banten-Indonesia

1.2 Bahan Baku


- Kelapa sawit

Minyak kelapa sawit (Palm Oil) berasal dari serabut kelapa sawit,
sedangkan minyak inti sawit (Palm Kernet Oil) berasal dari inti buah
kelapa sawit.
1.3 Bahan Pendukung
Bahan pendukung terdiri dari Phosporit Acid (H3PO4), Bleaching
Earth, dan Citrid Acid .
1.4 Komponen Minyak Kelapa Sawit
Beberapa komponen utama dari minyak kelapa sawit meliputi
asam lemak bebas (free fatty acid), pigmen, gumi, dan produk-produk
yang mudah teroksidasi.
1.5 Unit Produksi
Secara garis besar WILMAR Group menghasilkan produkproduk dengan bahan kelapa sawit dan laurat yang pengaplikasiannya
dapat digunakan oleh industri-industri di bidang makanan, kosmetik,
farmasi serta biodiesel. PT Wilmar Nabati Indonesia yang bertempat di
Gresik memproduksi Edible Oil, Oleokimia dan pupuk.
Edible Oil
Produk Edible Oil yang di produksi oleh PT Wilmar meliputi :
minyak sawit (Sania & Fortune), palm olein, palm stearin, palm
kernel oil dan minyak kelapa. Selain itu Minyak sawit dapat diproses

lebih lanjut menjadi palm olein dan palm stearin.


Oleokimia
Wilmar merupakan salah satu produsen oleokimia terbesar di dunia.
meliputi asam lemak, soap noodles,lilin sawit, dan lain-lain.
Pupuk
PT Wilmar Nabati juga memproduksi beberapa jenis pupuk, yaitu
Pupuk nitrogen, fospat dan potassium (NPK).

BAB II
PROSES PRODUKSI
2.1 Bahan Baku

PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik menggunakan bahan baku


kelapa sawit yang diambil dari perkebunan kelapa sawit milik Wilmar
Nabati Indonesia maupun membeli dari pihak lain.
2.2 Bahan Baku Utama
Bahan baku utama dalam pengolahan minyak kelapa sawit pada
PT Wilmar Nabati Indonesia Gresik adalah CPO (Crude Palm Oil) dan
CPKO (Crude Palm Kernel Oil). CPO diperoleh dari Sumatera Utara
maupun dari luar Sumatera Utara .
2.3 Bahan Baku Penunjang
Bahan baku penunjang merupakan bahan baku yang ditambahkan
dalam proses produksi. Berikut bahan baku penunjang yang digunakan
PT Wilmar Nabati Indonesia dalam prosesnya.
a. Bleaching Earth
Bleaching earth merupakan bahan pemucat yang berfungsi
sebagai adsorben yang bertugas untuk menyerap unsur-unsur
pembawa warna yang terdapat pada CPO.
b. Asam Fosfat (H3PO4)
Asam fosfat (phosporic acid) digunakan pada proses
pemurnian minyak yang berfungsi sebagai pengikat getah atau
gum yang terdapat pada CPO. Pengikatan gum dalam CPO yaitu
dengan cara flokulasi. Pemakaian asam phospat antara 0,030,05 % dari jumlah minyak.

c. Asam Sitrat (C6H8O7)


Asam sitrat (citric acid) digunkan pada proses pemurnian
minyak yang berfungsi sama dengan asam fosfat. Dan dapat
mengikat kandungan logam pada minyak, pada pemurnian
minyak hasil hidrogenasi.
2.3 Deskripsi Proses Produksi

Proses produksi pada Departemen Refinery and Speciality Fats PT


Wilmar Nabati Indonesia Gresik terdiri dari proses refinery I
(pemurnian), proses hidrogenasi, dan refinery II. Pada proses refinery
bahan baku yang masuk antara lain CKS (crude kernel stearin) dan CKL
(crude kernel olein). Hasil dari proses refinery yaitu RKL (refined kernel
olein) dan RKS. (refined kernel stearin). Kedua minyak ini kemudian
dilakukan proses hidrogenasi sehingga menghasilkan hydrogenation
kernel olein (HKL) dan hydrogenation kernel stearin (HKS). Selanjutnya
diproses dalan pabrik refinery II untuk dimurnikan dan siap menjadi
produk.
2.3.1

Proses Refinery
Refinery adalah proses pemurnian minyak nabati (palmatic oil,

lauric oil, hydrogenated oil, coconut oil) yang dimaksudkan untuk


menurunkan kadar asam, warna, kadar air, pengotor, bau serta
menambah stabilitas minyak. Prinsip refinery berdasarkan pada titik
didih dari gliserida .
Proses refinery dibagi menjadi beberapa tahapan, yang diantaranya
yaitu pre-treatment, degumming, bleaching, filtration, dan deodorization,
Mekanisme proses Refinery
Proses refinery terdiri dari 4 tahapan yaitu :
a. Tahap Pre-Treatment & Degumming
Pre Treatment merupakan tahapan pertama yaitu menaikkan suhu
menjadi 1200 C melalui 2 heat exchanger. Pada Heat exchanger
pertama menaikan suhu dari 30-40 0 C menjadi 78-100

C. Pada

Heat Exchanger yang kedua menaikan suhu dari 78-100

menjadi 115-120 0 C. Setelah mengalami pre treatment bahan baku


masuk ke tahapan degumming dimana bahan baku ditambah asam
Phosporit (H3PO4) dan Asam sitrat .
b. Tahap Bleaching

Tahapan ini bahan baku ditambah dengan bleaching earth yang


berguna untuk mengikat heavy metals (Fe dan Cu), kotoran dan
memucatkan warna.
c. Tahap Filtrasi
Setelah di bleaching minyak dipompa ke niagara filter untuk
mengalami tahapan filtrasi.
d.

Tahap Deodorasi
Tahap deodorasi merupakan proses distilasi yang dirancang
dibawah tekanan normal atau vakum (sekitar 1-2.5 torr).
Deodorisasi bertujuan untuk menghilangkan free fatty acid (FFA),
aldehid, keton, alkohol dan bleaching color yang tidak dapat
dikeluarkan pada proses bleaching.

BAB III
UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH
3.1 Sistem Utilitas
PT Wilmar Nabati Indonesia memiliki departemen utilitas yang
merupakan penunjang utama proses-proses yang berlangsung pada departemen

lainnya. Departemen utilitas ini sendiri terbagi atas beberapa sub departemen
diantaranya yaitu Power Plantand Boiler Plant , Water Treatment Plant (WTP),
Sea Water Reverse Osmosis Plant (SWROP), Effluent Treatment Plant (ETP),
dan Air Compressed and Gas Turbine Plant
3.1.1

Power Plant and BoilerPlant

3.1.1.1. Power Plant


Pembangkit listrik utama di PT.Wilmar Nabati Indonesia adalah
pembangkit listrik tenaga uap (steam) yang diperoleh melalui pembakaran
batubara. Produksi listrik PT Wilmar Nabati Indonesia mencapai 49 MW
Tabel 1. Pembangkit Listrik PT.Wilmar Nabati Gresik
Kapasitas Pembangkit
Listrik
15 MW
10 MW
3 MW
6 MW

Jumlah
2
1
1
1

Jenis Pembangkit Listrik


Steam turbine generator
Gas Turbine Generator

3.1.1.2 Steam Plant


PT. Wilmar Nabati Indonesia memproduksi tiga jenis steam untuk suplai
seluruh pabrik di kawasan seperti ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2. Jenisjenis Steam yang Di produksi oleh PT. Wilmar Nabati Indonesia
Jenis Steam
High Pressure Steam

Tekanan
47 50 bar

Medium Pressure Steam 13 20 bar


Low Pressure Steam
3.1.2

2 5 bar

Temperatur
o
490 C
o
460 C
o
200 C

Alat Proses
Boiler
PRV
Turbin

Water Treatment Plant (WTP)


Water Treatment Plant (WTP) merupakan salah satu bagian dari

departemen utilitas yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan air. Air yang
digunakan sebagai umpan adalah air laut dan air dari PDAM.

3.1.4

Air Compressed and Gas Turbine Plant


Udara bertekanan diperlukan sebagai tenaga kompresi dalam proses

pabrik. Udara bertekanan yang dihasilkan pada pabrik utilitas sebesar 8 bar.
PT. Wilmar Nabati Indonesia menggunakan teknologi Euroasiatic
sebagai penyedia teknologi untuk pembangkit listrik berbahan bakar gas.Bahan
bakar yang digunakan adalah gas alam dari Perusahaan Gas Negara.
3.1.5

Nitrogen
Gas nitrogen yang digunakan oleh PT.Wilmar Nabati Indonesia diperoleh

langsung dari supplier dalam bentuk gas.


3.2

Pengelolaan Limbah
PT. Wilmar Nabati Indonesia memiliki pengolahan limbah cair, yaitu

Effluent Treatment Plant (ETP). Disini terdapat dua pabrik pengolahan limbah
3
3
dengan kapasitas sebesar 70 m /jam dan 50 m /jam, untuk mengolah maksimal
10.000 ppm COD (Chemical

Oxygen Demand) dan 30 ppm TSS (Total

Suspended Solid). Diagram alir pengolahan limbah disajikan pada Gambar


12.Untuk limbah B3, PT. Wilmar Nabati Indonesia bekerjasama dengan PPLI
(Perusahaan Pengolah Limbah Industri).

Gambar 12. Proses Flow Diagram Effluent Treatment Plant PT. Wilmar Nabati
7

Indonesia
Air limbah dari seluruh pabrik di PT. Wilmar Nabati Indonesia
dikumpulkan dan diolah di ETP.Sebelum limbah dapat diolah di equalization
tank, tingkat COD limbah diukur terlebih dahulu dan hanya limbah dengan kadar
kurang dari 20.000 ppm COD yang diolah di equalization tank. Untuk limbah
dengan COD di atas 20.000 ppm, kadar COD dikurangi di accident tank.
Limbah yang telah disesuaikan kadar CODnya, kemudian ditransfer
menuju suspended solid separator untuk menghilangkan partikulat. Di unit
proses ini, ditambahkan koagulan Poly- Aluminum Chloride (PAC) dan lime
untuk menggumpalkan pengotor-pengotor. Umumnya, limbah dari PT.Wilmar
Nabati Indonesia bersifat asam sehingga kedalam tangki separator ditambahkan
larutan NaOH.
Setelah melalui kedua clarifier, limbah dimasukkan ke Cavitation air
floatation (CAF) clarifier.Pada unit proses CAF, udara dipompa masuk kedalam
tangki untuk membuat koagulan yang melayang pada CAF terangkat dan
terapung pada permukaan. Proses di CAF mampu mengurangi kadar COD air
limbah menjadi 10.00015.000 ppm.
Limbah hasil proses hidrolisis ditransfer menuju anaerobic expanded
granular tank. Sebelum memasuki tangki ini, limbah dikondisikan pada pH 9-10
agar bakteri anaerobik dapat bekerja secara optimal.Untuk mencapai kondisi pH
yang diinginkan, limbah diolah terlebih dahulu di buffer tank.Kedalam buffer
tank, ditambahkan NaOH dan NaHCO3sebagai pengatur pH. Di dalam
anaerobic expanded granular tank, senyawasenyawa limbah organik diurai oleh
bakteri anaerobik menjadi H2S, CH4dan CO2sehingga kandungan COD
3
mencapai 2 kg/m . Sludge (lumpur aktif) yang dihasilkan dipisahkan sebagian
untuk diolah oleh PPLI.
Setelah melalui anaerobic expanded granular tank, air limbah diolah di
aerobic

clarifier

untuk

mengurangi

kandungan

partikulat

padat

(sedimentasi).Setiap 30 menit, kandungan oksigen diukur dan dijaga pada

rentang 24 ppm.Selain itu, bakteri juga diberi nutrisi dengan komposisi


karbon :nitrogen : fosfor sebesar 10:5:1. Nutrisi karbon berasal dari lemak
terlarut, nitrogen dan fosfor diperoleh dari pupuk NPK.
Limbah yang telah mengalami degradasi oleh bakteri aerobik kemudian
dijerihkan kembali di clarifier tank untuk memisahkan koagulan berat dan
ringan, dengan koagulan berat.Setelah proses penjernihan, limbah ditampung
sementara ditangki penampungan. Disini kandungan COD air limbah diukur.
Berdasarkan peraturan Gubernur no. 72/2013, jumlah limbah yang dapat dibuang
ke air permukaan oleh industri harus memiliki kadar COD maksimal sebesar 160
ppm. Standar air limbah yang diterapkan oleh PT. Wilmar Nabati Indonesia
disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Standar Limbah Produksi PT. Wilmar Nabati Indonesia
No
1
2
3

Test Description
TotalSuspended Solids,TSS
TotalDissolved Solids,TDS
Temperature

4
5
6
7
8
9
10
11

pH
Iron,Fe
Fluoride,F
FreeAmmonium,NH3-N
Nitrogen, NitrateasN(NO3-N)
Surfactants, MBAS
Biologycal Oxygen Demand, BOD5
Chemical Oxygen Demand,COD

Regulatory Limit
200
2000
38
6,0 9,0
5
2
1
20
5
50
160

Unit
mg/L
mg/L
o
C
pHunit
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L
mg/L

2.1.1.1 BAB IV
2.1.1.2

PENUTUP

2.1.1.3
4.1 KESIMPULAN
2.1.1.4

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa program studi

Diploma III Teknik Kimia Universitas Diponegoro Semarang PT. Wilmar


Nabati Indonesia telah menghasilkan gambaran-gambaran nyata dan
informasi secara langsung mengenai proses pengolahan suatu produk,
sistem K3, pengolahan limbah serta permasalahan-permasalahan dan
pemecahan masalah yang ada di setiap perusahan yang dalam hal ini
bergerak di bidang keteknik kimiaan.
2.1.1.5
Pengolahan limbah dan K3 merupakan suatu hal yang penting
dalam sebuah perusahan demi menjaga kelestarian lingkungan dan
masyarakat sekitar. Standar baku, proses utilitas dan sarana penunjang yang
mendukung juga menjadi suatu hal penting yang harus selalu di perhatikan
dan di tingkatkan demi meningkatkan kualitas dan kuantitas suatu produksi
2.1.1.6
4.2 SARAN
2.1.1.7

Untuk Kuliah Kerja Lapangan (KKL) selanjutnya di harapkan

bisa tertuju pada Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industry


kimia selain Oleokimia dan Pupuk, sehingga akan di dapatkan pengetahuan
yang lebih luas lagi mengenai proses-proses yang ada di dalam industri yang
bergerak di bidang teknik kimia.
2.1.1.8
2.1.1.9
2.1.1.10
2.1.1.11
2.1.1.12
10

2.1.1.14

2.1.1.13
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2014. Sejarah Lengkap PT Wilmar Nabati Indonesia. Diakses 5

Oktober 2015
2.1.1.15 Armando ,Hayyu, 2013. Profil PT Wilmar Nabati Indonesia.
www.scribd.com. Diakses 6 Oktober 2015
2.1.1.16
Hendriyadi, 2010. Laporan Praktik Kerja PT Wilmar Nabati Indonesia.
Diakses 8 oktober 2015.
2.1.1.17

Kurniawan, 2011. Pengertian Boiler. Diakses 7 oktober 2015

Puspito, Rondy, 2009. Water Treatment Plant untuk Air Bersih.


Diakses 8 oktober 2015

2.1.1.18

11