Anda di halaman 1dari 50

Pelatihan IPCN

Jakarta

CV
Name :
Gortap Sitohang Ns. SKep
Place/Date of Birth :
Samosir, December 01nd, 1973
Addresses
:Pratama Residence Blok A no 20 duren Jaya
Bekasi Timur
Mobile :
+081288591924
Nationality
:
Indonesian
E-mail Address :
gortap _sitohang@yahoo.com
2008

Edvance Courses Infection Prevention Control

2007

Basic Courses Infection Prevention Control

1010 :

Bacic Courses Infection Prevention Control In Hongkong

2012

Seminar dan Workshop infection control in australia

2014

Up date JCA edition 5 in Singapura

ORGANITATION
-

Petrdalin

Pokja TIM PPI di Kementian Kesehatan

Tim Pembimbing Akreditasi KARS dan JCI dari kemenkes

WORK :

Infection Prevention Control Nurse ( IPCN )


committee secretary PPIRS Cipto Mangukusumo Hospital

PENDAHULUAN
RS
Tugas utamanya memberikan Pelayanan
Kesehatan yang Komprehensif

Rehabilitatif
Promotif

Preventif

Kuratif

PENDAHULUAN

Tindakan Pembedahan
Prosedur pemasangan alat alat Invasif
Memberi peluang terjadinya transmisi
mikroorganisme
Infeksi ( ILO, IADP, ISK, VAP)
Manajemen PPI di kamar bedah
Standar akreditasi JCI dan KARS

PERENCANAAN
PELAKSANAAN
PENGAWASAN
EVALUASI
PEMBINAAN

Menerapkan Kewaspadaan Isolasi

Pendidikan dan pelatihan


Pengendalian antimikroba
Surveilans
Pencegahan infeksi pada pemakain alat

Penerapan Kewaspadaan Isolasi terdiri


dari :
Kewaspadaan Standard
Kewaspadaan berdasarkan transmisi
Kewaspadaan Standar:

Pasien
Petugas
Lingkungan
Peralatan

Jika menemukan ada tanda-tanda infeksi,


sembuhkan terlebih dahulu infeksinya sebelum
hari operasi elektif, dan jika perlu tunda hari
operasi sampai infeksi tersebut sembuh. (Kategori
IA)

Tidak mencukur rambut, kecuali bila rambut


terdapat pada sekitar daerah operasi dan atau
akan menggangu jalannya operasi (Kategori IA)

Bila diperlukan mencukur rambut, lakukan di kamar bedah


beberapa saat sebelum operasi dan sebaiknya menggunakan
pencukur Elektric Clippers
(Bila tidak ada pencukur listrik gunakan silet baru)
Kategori IA

Mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabetes


dan menghindari kadar gula darah yang terlalu rendah
sebelum operasi. Kategori IB

Studi yg melibatkan > 700 pasien, mendapatkan bahwa


koloni bakteri menurun 9x lipat dengan 2x mandi
chlorhexidine ( Garibaldi, 1988 ).
Chlorhexidine dianjurkan dibanding povidone-iodine
aktivitasnya lebih superior dan memberikan keuntungan
antimikroba maksimum sesudah beberapa kali
pemakaian. Oleh karenanya, pasien harus mandi malam
sebelum ( Malam ) dan pagi hari
menjelang operasi ( Rabih O. et al, 2010 ).

Desinfeksi Kulit pasien


Intra operative

Pembersihan pembedahan
awal kulit ( Desinfeksi )
pasien itu dengan
menggunakan desinfektan
chlorhexidine - alkohol
lebih superior dan
memberikan keuntungan
antimikroba maksimum
dari pada iodine povidone untuk mencegah
infeksi daerah operasi
terutama pada jenis
operasi : bersih
terkontaminasi

Pastikan kondisi kesehatan tim bedah


Menjaga agar kuku selalu pendek dan jangan memakai
kuku palsu (Kategori I B)
Membersihkan sela-sela
dibawah kuku setiap hari
sebelum cuci tangan bedah yang pertama. (Kategori IB)
Tidak memakai perhiasan di tangan atau lengan.
(Kategori IB)
Tidak ada rekomendasi mengenai pemakaian cat kuku,
namun sebaiknya tidak memakai.

Mendidik dan biasakan anggota tim bedah agar melapor


Jika mempunyai tanda dan gejala penyakit infeksi dan
segera melapor kepada petugas pelayan kesehatan
karyawan. (Kategori II)
Larangan bekerja
untuk anggota tim bedah yang memiliki luka pada kulit,
hingga infeksi sembuh atau menerima

terapi yang memadai.

Bagi anggota tim bedah yang


terkolonisasi mikroorganisme
seperti S.Aureus atau Stertococcus
grup A tidak perlu dilarang bekerja,
kecuali bila ada hubungan
epidemiologis dengan penyebaran
Mikroorganisme tersebut dirumah
sakit
(Kategori IB)

Menyusun satu kebijakan mengenai perawatan pasien bila


karyawan mengidap infeksi yang kemungkinan dapat menular.
(Kategori II)
Kebijakan ini mencakup:
Tanggung jawab karyawan untuk melaporkan penyakitnya.
Pelarangan bekerja untuk yang sakit
Ijin untuk kembali bekerja setelah sembuh penyakitnya.
Petugas yang berwewenang untuk melakukan pelarangan
bekerja

Pastikan kebersihan tangan tim bedah


Cuci tangan bedah
(surgical Scrub)
dengan antiseptik
yang sesuai.
Keringkan dengan
handuk steril.
Kategori IB

1. Kebersihan tangan petugas :


Terutama operator, Dokter
Anastesi, perawat yang kontak
langsung dengan pasien
2. Dengan melakukan kebersihan
tangan yang tepat dan benar
dapat menurunkan infeksi 50
%
3. Catatan : penggunaan sarung
tangan bersih tidak menjadi
jaminan mencegah transmisi
mikroorganisme

Petugas..cont

Pembatasan jumlah
personil
OK Besar maksimal 10
orang
OK Kecil 7 Orang

Pastikan pemakaian APD tim bedah tepat dan benar

Pakai Tutup kepala,


semua rambut harus
tertutup,Gaun, Masker,
Sarung tangan
Segera lepas alat
pelindung diri jika tidak
diperlukan lagi
Catatan :

Tidak di komendasikan
mengalungkan masker di
leher

Baju Bedah dan drapes


:
. Pakai

masker yang menutupi seluruh mulut dan

hidung
bila memasuki kamar bedah pada saat operasi akan
mulai atau sudah selesai, atau apabila ada alat bedah
yang dibuka. Pakai masker sepanjang operasi (IB)
. Pakai topi yang menutupi seluruh rambut kepala dan
wajah waktu masuk kamar bedah ( IB )
. Jangan memakai shoe cover untuk mencegah ILO.
( IB )

Baju Bedah dan drapes


:

. Pakai

sarung tangan steril sesudah cuci tangan. Pakai


sarung tangan sesudah memakai baju steril ( IB )

. Pakai baju bedah dan drapes yg kedap air ( IB )


. Ganti baju atau drapes yg terkontaminasi atau
tertembus darah atau cairan infeksius ( IB )
. Tidak direkomendasi bagaimana dan dimana untuk
mencuci baju dan drapes ( unresolved issue )

Petugas..cont

Semua petugas harus


mempunyai kesadaran
tentang PPI

MANAJEMEN LINGKUNGAN
Pastikan lingkungan kamar benar
sudah tepat dan benar

Pertahankan tekanan udara positif dalam kamar


bedah dibandingkan dengan koridor dan ruangan di
sekitarnya (Kategori IB)
Pertahankan minimun 15 - 30 kali pergantian udara
per jam , dengan minimun 3 di antaranya adalah
udara segar (Kategori IB)
Menjaga dan mempertahankan suhu 20-24 derajat,
kelembaban 60Semua udara harus disaring, baik udara segar
maupun udara hasil resirkulasi. (Kategori I A)
Semua udara masuk harus melalui langit-langit dan
keluar melalui dekat lantai.( Kategori IB)

HOW DOES AIRBORNE CONTAMINATION


MANAJEMEN
LINGKUNGAN
AND
INFECTION OCCUR

Jangan menggunakan Fogging dan sinar ultra


violet di kamar bedah untuk mencegah infeksi
ILO, gunakan HEPA Filter (Katgori IA),
Pintu kamar bedah harus selalu tertutup, kecuali
bila di butuhkan untuk lewatnya peralatan,
petugas dan pasien. (Kategori IB)
Batasi jumlah orang yang masuk dalam kamar
bedah (Kategori IB)

MANAJEMEN LINGKUNGAN

Bila tampak kotoran atau darah atau cairan tubuh


lainnya pada permukaan benda atau peralatan,
gunakan desinfektan untuk membersihkannya
sebelum operasi dimulai. (Kategori IB)
Tidak perlu mengadakan pembersihan khusus atau
penutupan kamar bedah setelah selesai operasi
kotor. (Kategori IB)
Jangan menggunakan keset berserabut untuk
kamar bedah ataupun daerah sekitarnya (Kategori IB)

HOW DOES AIRBORNE CONTAMINATION


MANAJEMEN
LINGKUNGAN
AND
INFECTION OCCUR

Bersihkan dan keringkan lantai kamar bedah dan desinfeksi


permukaan lingkungan atau peralatan dalam kamar bedah
setelah selesai operasi terakhir setiap harinya dengan
desinfektan (Kategori II)
Tidak ada rekomendasi mengenai desinfeksi permukaan
lingkungan atau peralatan dalam kamar bedah di antara dua
operasi bila tidak tampak adanya kotoran.
Tidak ada rekomendasi untuk kultur lingkungan secara rutin
(dilakukan hanya untuk epidemiologi study)

SISTIM TATA UDARA


Refrigerating, and Air-Conditioning
Engineers (ASHRAE) TERBAIK untuk
menjaga suhu 20 24 derajat dan
kelembaban 60-70 persen
Monitoring Tekanan, suhu dan
kelembaban dilakukan setiap hari

Pastikan penanganan limbah


tepat dan benar
Tidak menyarungkan kembali jarum
suntik habis pakai
Kontainer benda tajam diletakkan
dekat lokasi tindakan
Resiko penularan HIV,HBV,HCV di
kamar operasi terjadi akibat tertusuk
benda tajam habis pakai.
Instumentator setiap memberikan
instrumen tajam kepada operator
harus selalu menggunakan tray, tidak
boleh langsung

Pastikan penanganan limbah


tepat dan benar
Tidak menekuk atau
mematahkan benda tajam
Tidak meletakkan limbah benda
tajam sembarang tempat
Segera buang limbah benda
tajam ke kontainer yang
tersedia
Selalu buang sendiri oleh
sipemakai

Pastikan penanganan limbah


tepat dan benar
Pisahkan limbah sesuai dengan jenisnya
Tempatkan limbah sesuai jenisnya
Limbah padat infeksius dalam kantong
plastik kuning
Limbah padat non infeksius dalam
kantong plastik hitam
Limbah padat tajam dalam kontainer
tahan tusuk dan tahan air

Kebersihan lantai dengan


desinfektan
Pencampuran bahan pembersih/desinfektan
dan air bersih dengan perbandingan
sbb :

Perbandingan : desinfektan : air


untuk lantai dengan pengotoran berat
= 1 : 10 - 1 : 20setiap selesai operasi

Tata Cara Membersihkan


Percikan Darah
Serap darah dengan bahan yang
dapat menyerap cairan
Semprot lantai dengan Desinfekatan
Segera bersihkan lantai

Waktu Pembersihan
Kegiatan

Periode

Pembersihan lantai

Setiap pergantian pasien


dan bila terlihat kotor

Pembersihan dinding

Setiap minggu dan bila


terlihat kotor

Pembersihan dinding
kaca
Pembersihan alat alat
monitoring

Setiap hari dan bila


terlihat kotor
Setiap hari setelah
selesai operasi dan bila
terlihat kotor

Kamar bedah harus tetap tertutup,


kecuali untuk lewat alat, personal dan
pasien

Sampling Mikrobiologi :
Jangan lakukan sampling lingkungan rutin di kamar
bedah.
Lakukan sampling Mikrobiologi di permukaan kamar
bedah dan udara hanya sebagai bagian penelitian
epidemiologis ( IB )

CDC, Centre for Disease Control and Prevention, Guidelines for prevention of Intravascular
catheter related Infections, MMWR, 2002: 51 ( No. RR 10 )

Pastikan penanganan linen


di kamar bedah tepat dan benar

Pemisahan linen kotor terkontaminasi darah


atau cairan tubuh dengan linen kotor tidak
terkontaminasi..(Kategori II)
Tidak menempatkan linen di lantai
Semua linen infeksius dimasukan ke
dalam kantong dengan kode infeksius
(kantong kuning)
Linen yang terkontaminasi cairan tubuh
dibersihkan sebelum proses selanjutnya

PERALATAN PERAWATAN
Steriisasi Alat
Bedah
PASIEN
Pastikan penanganan peralatan
perawatan pasien tepat dan benar

Sterilkan semua instrumen bedah


sesuai petunjuk (Kategori II)
Pelaksanaan sterilisasi kilat hanya untuk
instrumen yang harus segera digunakan.
Tidak melaksanakan sterilisasi kilat
dengan alasan kepraktisan, untuk
menghemat pembelian instrumen baru
atau untuk menghemat waktu
(Kategori II)

PERALATAN PERAWATAN
Steriisasi Alat
Bedah
PASIEN
Pastikan penanganan peralatan
perawatan pasien tepat dan benar

Peralatan disposible setelah


dipakai dibuang, khususnya
pada pasien penderita
HIV,HBV,HCV
Peralatan yang dapat dipakai
ulang dilakukan disinfeksi
tingkat tinggi atau sterilisasi
sesuai jenis alat medis

PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA
YANG RASIONAL
Pemberian profilaksis antimikroba hanya bila di
indikasikan, dan pilihlah jenis antimikroba yang paling
efektif terhadap patogen yang umum menyebabkan ILO
pada operasi jenis tersebut atau sesuai dengan
rekomendasi. (Kategori IA)
Berikan dosis propilaksis awal melalui intravena pada saat
yang sesuai sehingga pada saat operasi dimulai
konsentrasi bakterisida pada serum dan jaringan
maksimal konsentrasinya. Pertahankan kadarnya dalam
serum dan jaringan selama berlangsungnya operasi dan
maksimum sampai beberapa jam setelah insisi ditutup.
(Kategori IA)

PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA
YANG RASIONAL
Pada operasi Caesar beresiko tinggi,
berikan propilaksis sesaat setelah tali pusar
dipotong. Kategori I A
Tidak menggunakan vancomycin secara
rutin untuk profilaksis antimikroba.
Kategori IA

PENDIDIKAN DAN LATIHAN


Pastikan tim bedah sudah
mendapatkan pelatihan
tentang PPI

Berikan pendidikan dan latihan


tentang pencegahan dan
penggendalian infeksi Rumah
Sakit pada setiap individu
yang bekerja di kamar bedah

SURVEILENS
Pastikan adanya surveilens di kamar bedah

Lakukan surveilens aktif:

Infeksi luka operasi


Penggunaan antimikroba
Pola kuman infeksi luka operasi
Karyawan yang tertusuk jarum
Kepatuhan melaksanakan kewaspadaan standar

Kebiasaan yang salah


Mengalungkan masker

Setiap individu yang bertugas di kamar bedah


Petugas kebersihan , perawat ,dokter individu
yang ada di kamar bedah

KESIMPULAN
Pencegahan dan pengendalian infeksi di Instalasi
Bedah sangatlah penting oleh karena itu
diperlukan kerja sama semua pihak, serta
dukungan dan komitmen untuk menerapkan
kewaspadaan standar sehingga kualitas pelayanan
meningkat terlihat dari penurunan angka Infeksi
Rumah Sakit