Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI HUTAN
ACARA II
ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT

OLEH :
Nama

: Muhammad Iqbal

NIM

: 14/366454/KT/07776

Co Ass

: Rina Fatkhiyah

LABORATORIUM EKOLOGI HUTAN


DEPARTEMEN KONSERVASI SUMBERDAYA HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

ACARA II
ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT
I.

TUJUAN

Mengetahui struktur kuantitatif hutan berdasarkan spesies pohon penyusun dan INP nya
II.
DASAR TEORI
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis
yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut
terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri
maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh
serta dinamis (Simorangkir, 2009).
Vegetasi, tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap tempat mempunyai
keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat akanberbeda dengan vegetasi di tempat
lain karena berbeda pula faktor lingkungannya. Dari segi floristis ekologis pengambilan
sampling dengancara /random sampling/ hanya mungkin digunakan apabila lapangan
danvegetasinya homogen, misalnya padang rumput dan hutan tanaman (Marsono,1977).
Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau
komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi. Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang
dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari
semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh karena itu, tujuan yang ingin
dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur
komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari (Tjitrosoepomo, 2002).
Metode kuadrat adalah salah satu metode analisis vegetasi berdasarkan suatu luasan
petak contoh. Kuadrat yang dimaksud dalammetode ini adalah suatu ukuran luas yang diukur
dengan satuan kuadratseperti m, cm dan lain-lain. Bentuk petak contoh pada metode
kuadratpada dasarnya ada tiga macam yaitu bentuk lingkaran, bentuk bujursangkar dan
bentuk empat persegi panjang. Dari ketiga bentuk petakcontoh ini masing-masing bentuk
memiliki kelebihan dan kekurangannya (Rahardjanto,2001).
Metode kuadran mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi,
dominasi pohon dan menaksir volumenya. Metode ini sering sekali disebut juga dengan plot
less method karena tidak membutuhkan plot dengan ukuran tertentu, area cuplikan hanya
berupa titik. Metode ini cocok digunakan pada individu yang hidup tersebar sehingga untuk
melakukan analisa dengan melakukan perhitungan satu persatu akan membutuhkan waktu
yang sangat lama, biasanya metode ini digunakan untuk vegetasi berbentuk hutan atau

vegetasi kompleks lainnya. Beberapa sifat yang terdapat pada individu tumbuhan dalam
membentuk populasinya, dimana sifat-sifatnya bila dianalisa akan menolong dalam
menentukan struktur komunitas (Jumin, 2002).
Nilai penting merupakan suatu harga yang didapatkan dari penjumlahan nilai relatif
dari sejumlah variabel yang telah diukur (kerapatanrelatif, kerimbunan relatif, dan frekuensi
relatif). Jika disusun dalambentuk rumus maka akan diperoleh:
Nilai Penting = Kr + Dr + Fr
Harga relatif ini dapat dicari dengan perbandingan antara harga suatuvariabel yang didapat
dari suatu jenis terhadap nilai total darivariabel itu untuk seluruh jenis yang didapat, dikalikan
100% dalamtabel. Jenis-jenis tumbuhan disusun berdasarkan urutan harga nilaipenting, dari
yang terbesar sampai yang terkecil. Dan dua jenis tumbuhanyang memiliki harga nilai
penting terbesar dapat digunakan untuk menentukan penamaan untuk vegetasi tersebut
(Syafei, 2001).
Indriyanto (2006) menjelaskan bahwa hasil analisis komunitas tumbuhan disajikan
secara deskripsi mengenai komposisi spesies dan struktur komunitasnya. Struktur suatu
komunitas tidak hanya dipengaruhi oleh hubungan antarspesies, tetapi juga oleh jumlah
individu dari setiap spesies organisme. Hal yang demikian itu menyebabkan kelimpahan
relatif suatu spesies dapat mempengaruhi fungsi suatu komunitas, distribusi individu
antarspesies dalam komunitas, bahkan dapat memberikan pengaruh pada keseimbangan
sistem dan akhirnya akan berpengaruh pada stabilitas komunitas.

III.

ALAT DAN BAHAN

Bahan praktikum acara ini yaitu komunitas tumbuhan spesies pohon


berdiameter 10cm (keliling 31,4 cm) sedangkan alat yang digunakan
meliputi kompas, tali, roll meter pita meter, alat tulis, dan kertas untuk
mencatat data.

IV.

CARA KERJA

1. Lokasi kuadrat ditentukan secara sistematik dengan ukuran


kuadrat 10mx10m (100m2)
2. Dalam tiap kuadrat, setiap jenis pohon (d10cm) diidentifikasi
nama dan keliling setinggi dadanya diukur. Tabel pengumpulan
data dibuat seperti berikut
Nomor Kuadrat

Nama Jenis

Keliling

1
Jenis 1
Keliling 1
2
Dst
Dst
3. Keliling setinggi dada kemudian diubah menjadi lbds mengunakan
tabel konversi
4. Selanjutnya, untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting tiap jenis
digunakan rumus sebagai berikut
jumlah individu jenis A
Kerapatan jenis A =
jumlah luaskuadrat
kerapatan jenis A
x 100
jumlah kerapatan jenis

Kerapatan relatif jenis A =

Dominansi jenis A =

Dominansi relatif jenis A =

Frekuensi jenis A =

Frekuensi relatif jenis A =

INP jenis A = kerapatan relatif jenis A + dominansi relatif


jenis A + frekuensi

jumlah luas bidangdasar jenis A


jumlah luaskuadrat
domi nansi jenis A
x 100
jumlah dominansi jenis

jumlah kuadrat terdapat jenis A


jumlah kuadrat
frekuensi jenis A
x 100
jumlah f rekuensi jenis
relatif jenis A