Anda di halaman 1dari 19

JOURNAL READING

Wendhy Pramana

PENDAHULUAN
Methanol merupakan jenis alkohol yang

beracun, terkandung dalam berbagai


pelarut, pembersih kaca, cairan wiper
mobil, larutan anti beku atau pun dalam
pembersih cat.
Setelah tertelan, methanol akan dioksidasi
secara enzimatis asam format (beracun)
keadaan asidosis, kerusakan saraf, dan
kematian (mortalitas tinggi)
Semakin lambat pertolongan
biotransformasi methanol menjadi
metabolit toxic semakin banyak efek
semakin fatal

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
Penanganan terhadap toksisitas methanol

berdasar pada:
- Antidote (fomepizole atau ethanol)
sebagai antagonis proses oksidasi
- Asam folat untuk katabolisme asam
format
- Dialisa untuk koreksi asidosis dan
eliminasi zat

TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini ditujukan untuk menilai faktorfaktor klinis dan laboratoris yang
mempengaruhi prognosis pasien yang
mengalami toksisitas methanol

METODE PENELITIAN
Desain studi cross-sectional
Tempat studi di Bangsal Loghman (khusus

keracunan), Tehran, Iran merupakan


departemen toksikologi klinis terbesar di
dunia
Periode studi
Pasienantara
dengan Oktober 1999-Juni
Kriteria eksklusi (n=88):
riwayat konsumsi
- Hanya ada kandungan
2000
alkohol (n=113)
ethanol
-

Umur, jenis kelamin, waktu,


pH darah, tingkat kesadaran,
konsentrasi methanol, dan
ethanol, pemeriksaan fisik
(n=25)
Outcome

Tidak ada kandungan


alkohol yang lain

Sembuh Total
Kebutaan/kealinan
saraf
Kematian
Analisis Statistik

HASIL PENELITIAN
JENIS KELAMIN
Laki-laki
(%)

Wanita
(%)

23 (92)

2 (8)

Presentasi awal (%)


Pandangan kabur (60)
Dilatasi/Fix Pupil (56)

Methanol saja 22
(88%)

Jenis Alkohol

Methanol + Ethanol 3
(12%)
Tambah opium 3
(12%)

Koma (40)
Muntah (56)

Hidup
seluruhnya
Meninggal
seluruhnya

HASIL PENELITIAN

DISKUSI
Dari studi ini, didapatkan korelasi yang

signifikan antara prognosis buruk dengan


koma (saat admisi), pH serum < 7,
penundaan > 24 jam ke RS sejak ingesti
methanol,
danstudi
ingesti
alkhol(Liue
tanpa
Sesuai dengan
sebelumnya
et al., 1998)
yang menemukan
bahwa terdapat hubungan yang
kandungan
ethanol
dekat antara rerata pH serum, dengan rerata waktu
sejak konsumsi methanol

Pada
penilitian
ini karena
tidak biotransformasi
didapatkan
Hal ini
dapat terjadi

methanol menjadi
asam kadar
format ada
hubungan
yangformaldehyde
signifikandan
antara
dibawah penganruh
enzim
alkohol dehidrogenase
methanol
dengan
prognosis
buruk

DISKUSI
Pada studi ini didapatkan bahwa semua

pasien yang mengkonsumsi methanol dan


ethanol mampu bertahan hidup dibanding
yang
menkonsumsi
methanol
Hal ini
sesuai dengan penelitian
dansaja.
teori yang ada
bahwa ethanol akan berperan sebagai inhibitor
kompetitif terhadap enzim alkohol dehidrogenase
(Barceloux et al., 2002)

Pada studi ini pasien dengan riwayat

konsumsi opium (bersamaan dengan


methanol)
memilikikarena
prognosis
yang buruk
Hal ini kemungkinan
menurunnya
kemampuan
untuk mengkompensasi keadaan asidosis
(semua
meninggal)
metabolik dengan hiperventilasi (Hovda et al., 2005)

DISKUSI
Angka mortalitas pada studi ini adalah

48%, merupakan angka tertinggi dibanding


studi-studi sebelumnya, yakni 18% (NollaSallas et al., 1995), 14,1% (Shahangian et
al., 1986), 16,7% (Fraser et al., 1989), 36%
(Kalkan et al., 2003), dan 3% (Chen et al.,
Angka mortalitas tertinggi tersebut kemungkinan
1978)

didpatkan karena tingginya presentasi pasien koma


saat masuk RS, dan penundaan ke RS sejak ingesti
alkohol (Hal ini dapat dikarenakan alkohol di negara
Iran masih bersifat ilegal sehingga ketakutan terhdap
Pada
ancaman
hukuman ini
menjadikan
pasien menunda untuk
penilitian
tidak didapatkan
mencari pertolongan
hubungan
yang signifikan antara kadar

methanol dengan prognosis buruk

KESIMPULAN
Dari studi ini, prognosis buruk

berhubungan dengan presentasi koma


saat admisi, keadaan metaboli asidosis
dengan pH serum < 7,00, penundaan ke
RS sejak ingesti > 24 jam, dan adanya
kandungan opioid.
Adanya kandungan Ethanol dalam
alkohlo yang diminum memberikan
prognosis yang bagus
Konsentrasi methanol tidak dapat
digunakan untuk memprediksi kematian

TELAAH KRITIS
JURNAL

TELAAH KRITIS JURNAL


1

Apakah sampel penelitian yang digunakan


menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang
tegas dan merupakan sampel yang representatif?

Kriteria inklusi dalam studi ini kurang

tegas, sedangkan kriteria eksklusi


dinyatakan dengan tegas. Sampel
yang ada kurang representatif
mengingat tidak dijelaskan detail
subjek

TELAAH KRITIS JURNAL


2

Apakah follow-up cukup memadai dan tuntas ?

Masa pengamatan atau follow-up

memadai, karena keseluruhan


outcome pasien dilaporkan (meskipun
tidak disebutkan masa foolow-up
karena desain cross-sectional)

TELAAH KRITIS JURNAL


3

Apakah kriteria outcome yang digunakan obyektif


dan tanpa bias?

Tidak seluruh outcome diterangkan

secara objektif, dan jelas pada


penelitian ini. Tidak dijelaskan
penggunaan metode pengukuran atau
penilaian dari outcome

TELAAH KRITIS JURNAL


4

Bila ditemukan subgrup dengan prognosis yang


beda, apakahdilakukan adjustment untuk faktorfaktor prognostik yang penting?

Pada penilitan ini tidak dilakukan

adjustment terhadap faktor-faktor


yang kemungkinan ikut mempengaruhi
hasil outcome

TELAAH KRITIS JURNAL


5

Apakah pengamatan sampel dilakukan pada


stadium penyakit yang sama (inception cohort)?

Pengamatan sampel dilakukan pada

saat yang sama, yakni saat admisi


IGD, namun karena durasi saat awal
ingesti alkhol hingga admisi IGD juga
dijadikan salah satu faktor, maka
stadium penyakit kemungkinan
berbeda saat pengamatan

TERIMA KASIH
MOHON ASUPAN