Anda di halaman 1dari 5

Tugas Analisis Laporan Keuangan

Bab 7
KONSEP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1.

Pengertian
Analisis laporan keuangan terdiri dari dua kata yaitu analisis dan laporan

keuangan. Analisis adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi


beberapa unit terkecil. Sedangkan laporan keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi,
dan Arus Kas (Dana). Sehingga analisis laporan keuangan berarti:
menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi
yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan
atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik
antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan
untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat
penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.
Hasil analisis laporan keuangan akan bisa membuka tabir berikut:
1. Kesalahan proses akuntansi seperti: kesalahan pencatatan, kesalahan
pembukuan, kesalahan jumlah, kesalahan perkiraan, kesalahan posting,
kesalahan jurnal.
2. Kesalahan lain yang disengaja. Misalnya tidak mencatat , pencatatan harga
yang tidak wajar, menghilangkan data, income smoothing, dan lain
senagainya.
Bernstein (1983:62) mengemukakan bahwa analisis laporan keuangan
merupakan kebalikan dari kegiatan pembukuan.
Proses Akuntansi (book keeping)
Transaksi
Perusaha
an

Standar
Akuntan
si

Jurna
l

Buku
Besar

Laporan
Keuanga
n

Proses Analisis Laporan Keuangan


Sifat-sifat analisis laporan Keuangan:
1. Fokus laporan adalah Laporan Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, yang
merupakan akumulasi transaksi dari kejadian historis, dan penyebab
terjadinya dalam suatu perusahaan.
2. Prediksi, analisis harus mengkaji implikasi kejadian yang sudah berlalu
terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan di
masa yang akan datang.
3. Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan prinsip
tersendiri sehingga hasil analisis sangat tergantung pada kualitas laporan
ini. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi, sangat diperlukan
dalam menganalisis laporan keuangan.
Laporan keuangan
mempengaruhinya:

sebenarnya

lahir

dari

berbagai

unsur

yang

1. Faktor ekonomi
2. Faktor industri
3. Faktor orientasi bisnis melalui keputusan-keputusan yang diambilnya baik
berupa segmen bisnis, keputusan mengenai keuangan dan operasi.
2.

Tujuan Analisis Laporan Keuangan


Kegunaan analisis laporan keuangan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang
terdapat dari laporan keuangan biasa.
2. Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (ecplicit)
dari suatu laporan keuangan atau yang berada di balik laporan keuangan
(implicit).
3. Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4. Dapat membongkar hal-hal yang bersofat tidak konsisten dalam
hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan
komponen intern la[poran keuangan maupun kaitannya dengan informasi
yang diperoleh dari luar perusahaan.
5. Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan modelmodel dan teori-teori yang terdapat di lapangan seperti untuk prediksi.
6. Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil
keputusan. Tujuan analisis laporan keuangan antara lain:
a. Dapat menilai prestasi perusahaan.
b. Dapat memproyeksi keuangan perusahaan.
c. Dapat menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari
aspek tertentu:

1. Posisi keuangan (Aset, Neraca, dan Modal)


2. Hasil usaha perusahaan (Hasil dan Biaya)
3. Likuiditas
4. Solvabilitas
5. Aktivitas
6. Rentabilitas atau profitabilitas
7. Indikator Pasar Modal
d. Menilai perkembangan dari waktu ke waktu
e. Melihat komposisi struktur keuangan, arus dana.
7. Dapat menentukan peringkat (rating) perusahaan menurut kriteria tertentu.
8. Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan
periode sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
9. Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan,
baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan, dan sebagainya.
10. Bisa juga memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di
masa yang akan datang.
Tujuan analisis lapora keuangan menurut Bernstein (1983):
1. Sreening
Analisis dilakukan dengan melihat secara analisis laporan keuangan
dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger.
2. Forcasting
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan di
masa yang akan datang.
3. Diagnosis
Untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik
dlam manajemen, operasi, keuangan atau masalah.
4. Evaluation
Untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi, dan lain-lain.
3.

Objek Analisis Laporan Keuangan


1. Analisis Laba/Rugi
Analisis
keberhasilan

Laba/Rugi

merupakan

media

operasional

perusahaan,

keadaan

untuk
usaha

mengetahui
nasabah,

kemampuannya memperoleh laba, efektivitas operasinya. Di sini yang


menjadi sorotan adalah:
1. Tren penjualan
2. Harga pokok produksi

3. Biaya overhead
4. Margin yang diperoleh

2. Analisis Neraca
Analisis neraca merupakan refleksi hasil yang diperoleh perusahaan
selama periode tertentu dan modal yang digunakan untuk melaksanakan
dan mencapainya. Disini disorot mutu dan kecukupan aktiva dan modal
serta hubungan antara ketiganya, apakah ada overstated antara satu
dengan yang lain.
3. Analisis Arus Kas
Analisis arus kas dapat menunjukkan pergerakan arus kas dari mana
sumber kas diperoleh dan ke mana dilarikan. Biasanya dalam laporan arus
kas sumber dan penggunaan kas diperoleh dari tiga sumber: operasional,
pembiayaan, dan investasi.
4.

Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan


Keterbatasan analisis laporan keuangan harus memerhatikan keterbatasan

laporan seperti berikut:


1. Laporan keuangan dapat bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas
kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat
dianggap sebagai laporan mengenai keadaan saat ini.
2. Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau nilai pertukaran
pada saat terjadinya transaksi, bukan harga saat ini.
3. Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk
memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
4. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran
dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternatif dari berbagai pilihan
yang ada yang sama-sama dibenarkan tetapi menimbulkan perbedaan
angka laba maupun aset.
5. Akuntansi tidak mencakup informasi yang tidak material.
6. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian;.
7. Laporan keuanagn disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan
pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat
dari informasi yang dilaporkan.
8. Akuntansi didominasi informasi kuantitatif.
9. Perubahan dalam tenaga beli uang jelas ada akan tetapi hal ini tidak
tergambar dalam laporan keuangan.

5.

Kelemahan Analisis Laporan Keuangan


1. Analisis laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan, oleh
karenanya kelemahan laporan keuangan harus selalu diingat agar
kesimpulan dari analisis tidak salah.
2. Objek analisis laporan keuangan hanya laporan keuangan.
3. Objek analisis adalah data historis yang menggambarkan masa lalu dan
kondisi ini bisa berbeda dengan kondisi masa depan.
4. Jika kita melakukan perbandingan dengan perusahaan lain maka perlu
dilihat beberapa perbedaan prinsip yang bisa menjadi penyebab perbedaan
angka misalnya:
a. Prinsip akuntansi
b. Size perusahaan
c. Jenis industri
d. Periode laporan
e. Laporan individual atau laporan konsolidasi
f. Jenis perusahaan aspek profit motive atau non profit motive
5. Laporan keuangan hasil konsolidasi atau hasil konversi mata uang asing
perlu mendapat perhatian tersendiri karena perbedaan bisa saja timbul
karena masalah kurs konversi atau metode konsolidasi
6. Kelemahan analisis rasio
a. Rasio itu diambil dari ata akuntansi yang juga memiliki sifat-sifat
tersendiri yang harus diketahui, dan memerlukan tafsiran tersendiri.
Kalau kita ingin menganalisis dua perusahaan yang berbeda dan ingin
membandingkannya maka kita harus melakukan:
Analisis tentang prinsip akuntansi yang dianut
Penyesuaian (rekonsiliasi) atas hal-hal yang berbeda
b. Dalam menilai suatu rasio baik atau buruk analisis harus hati-hati.
Turn over yang tinggi belum tentu baik.
c. Membandingkan dengan industrial ratio harus hati-hati.
d. Harus juga disadari bahwa laporan keuangan yang dianalisis tidak
menggambarkan perubahan nilai uang dan tanaga belinya
e. Hati-hati terhadap kemungkinan adanya window dressing, income
smoothing, atau laporan konsolidasi.