Anda di halaman 1dari 12

IFRS 5

NON CURRENT ASSETS HELD FOR


SALE
REKA WICAKSONO HARYANTO
49

ABFII PERBANAS

Pendahuluan
Tercapainya konvergensi standar akuntansi di seluruh dunia
merupakan tujuan utama International Accounting Standard Board
(IASB). Saat ini, standar akuntansi yang paling banyak dijadikan
referensi

banyak

negara

di

dunia

adalah

Standar

Akuntansi

Internasional atau International Financial Reporting Standard (IFRS)


yang disusun oleh IASB dan Standar Akuntansi Amerika Serikat (US
GAAP) yang disusun oleh Financial Accounting Standard Board (FASB) di
Amerika Serikat. Dua standar Akuntansi ini memang cukup berbeda
karena IFRS menganut principle based, sementara US GAAP menganut
rule

based.

Internasional,

Namun
IASB

demi
dan

tercapainya

FASB

konvergensi

berkomitmen

untuk

di

tingkat

mengurangi

perbedaan antara IFRS dan US GAAP. Untuk itu IASB dan FASB
berinisiatif mengadakan beberapa joint project jangka pendek yang
berfokus untuk menghasilkan standar yang lebih konvergen antara IFRS
dan US GAAP.
PSAK No. 58 merupakan adopsi dari IFRS 5 tentang Non-current
Assets Held for Sale and Discontinued Operations. IFRS 5 adalah standar
pertama yang dihasilkan dari joint project antara IASB dan FASB. IFRS 5
ini adalah hasil review Standar FASB SFAS No. 144 Accounting for the
Impairment or Disposal of Long-Lived Assets yang diterbitkan tahun
2001.
Selain karena dihasilkan dari joint project pertama antara IASB dan
FASB, PSAK ini cukup menarik untuk dicermati karena mengatur
klasifikasi aset yang belum pernah ada sebelumnya di IFRS maupun
PSAK. PSAK No. 58 mensyaratkan suatu aset yang akan dijual dan
memenuhi beberapa syarat tertentu diukur pada nilai yang lebih rendah
antara nilai tercatat dan nilai wajar neto (nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual). Aset ini harus disajikan sebagai kelompok terpisah
sebagai Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual dalam Laporan Posisi
Keuangan (Neraca).
Sebelum terbitnya standar ini, tidak ada perbedaan klasifikasi
dalam IFRS atau PSAK, antara aset tidak lancar yang dimiliki untuk

digunakan dengan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual, kecuali
klasifikasi yang berhubungan dengan instrumen keuangan. Sementara
US GAAP mengklasifikasikan aset tidak lancar menjadi dua kelompok:
(1) dimiliki untuk digunakan, dan (2) dimiliki untuk dijual. IASB
berpendapat bahwa penyajian informasi tentang aset atau kelompok
aset yang akan dilepas akan memberikan manfaat bagi pengguna
Laporan Keuangan. Informasi ini dapat membantu pengguna dalam
menilai waktu, jumlah, dan kepastian dari arus kas masa depan.
Dengan adanya suatu klasifikasi aset sebagai aset tidak lancar dimiliki
untuk dijual membuat IFRS (dan tentunya PSAK) menjadi lebih lengkap
dan lebih konvergen dengan standar lain, dalam hal ini US GAAP.
PSAK 58 berisi dua topik yang berkaitan yaitu: (1) Akuntansi untuk aset
yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dan (2) Operasi
dihentikan.
Klasifikasi
Entitas mengklasifikasikan suatu aset tidak lancar sebagai dimiliki
untuk dijual ketika nilai tercatatnya akan dipulihkan melalui penjualan,
bukan melalui penggunaan. Klasifikasi ini juga berlaku untuk kelompok
aset lepasan (disposal group), yaitu kelompok yang tediri dari beberapa
aset tunggal dan mungkin juga termasuk beberapa liabilitas di
dalamnya, yang akan dijual dalam satu transaksi tunggal.
Pengertian dimiliki untuk dijual juga termasuk aset tidak lancar yang
akan didistribusikan kepada pemilik. Ketentuan mengenai ini akan
diatur lebih lanjut dalam ISAK No. 11 tentang Distribusi Aset Nonkas
kepada Pemilik.
Walaupun klasifikasi aset ini diawali dengan intensi (niat) entitas untuk
menjual, namun terdapat kriteria lain yang cukup spesifik, yang harus
dipenuhi untuk memastikan objektivitas informasi ini. Kriteria ini juga
dimaksudkan

untuk

memastikan

keterbandingan

(comparability)

klasifikasi antar laporan keuangan entitas.


Kriteria suatu aset tidak lancar atau kelompok aset lepasan dapat
diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual adalah sebagai berikut:

Aset harus tersedia dan berada dalam keadaan dapat dijual dan
penjualannya harus sangat mungkin terjadi (highly probable);

Aset ini sudah dipasarkan secara aktif pada harga yang cukup
masuk akal sesuai dengan nilai wajarnya kini;

Penjualan harus sudah diselesaikan, atau diharapkan dapat


diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal klasifikasi; dan

Tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan rencana tersebut


sudah dilakukan sehingga mengindikasikan tidak mungkin terjadi
perubahan signifikan atau pembatalan atas rencana tersebut.
Agar

penjualan

tersebut

sangat

mungkin

terjadi,

entitas

harus

berkomitmen untuk menjual dan secara aktif mencari pembeli. Mungkin


saja penjualan ini tidak diselesaikan dalam waktu 12 bulan, asalkan
penundaan ini bukan berasal dari kejadian yang berada di bawah
kendali entitas dan entitas harus tetap berkomitmen untuk menjual aset
tersebut.
Contoh:
Dalam suatu Rapat Direksi sebuah Perusahaan, disepakati niat untuk
menjual gedung yang saat ini ditempati sebagai kantornya. Aktivitas
mencari pembeli sudah dilakukan dan harga jual yang wajar sudah
ditetapkan. Para karyawan akan tetap menempati gedung kantor
tersebut dan tidak akan dipindahkan sementara ke tempat lain, sampai
diperolehnya gedung baru dengan fasilitas dan lokasi yang cocok.
Dalam hal ini Gedung tersebut tidak akan diklasifikasi sebagai aset
tidak lancar dimiliki untuk dijual, karena tidak terpenuhinya kriteria aset
dalam kondisi tersedia untuk dijual. Dengan tidak dipindahkannya para
staf yang menempati gedung tersebut sampai ditemukannya gedung
baru membuat Gedung tersebut tidak berada dalam kondisi siap dijual,
walaupun niat dan harga sudah ditetapkan dan aktivitas mencari
pembeli sudah dilakukan.
Pengukuran
Sebelum diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk
dijual, nilai tercatat aset diukur sesuai dengan PSAK terkait. Misalnya
aset tetap,

diukur sesuai dengan PSAK No. 16. Sesaat setelah

diklasifikasikan menjadi aset tidak lancar dimiliki untuk dijual, aset


tersebut diukur pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dan
nilai wajar neto. Nilai wajar neto adalah nilai wajar setelah dikurangi
dengan

biaya

untuk

menjual.

Jika

penjualan

diperkirakan

akan

diselesaikan lebih dari 1 tahun dan telah memenuhi kondisi kriteria


pengakuan, maka entitas harus mengukur biaya untuk menjual pada
nilai kininya. Biaya untuk menjual contohnya adalah ongkos angkut dan
biaya untuk memasarkan penjualan aset tersebut.
Pengukuran selanjutnya
Aset tidak lancar dan kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual tidak didepresiasi. Nilai wajar netonya dievaluasi
setiap akhir periode.
Setelah klasifikasi awal, pada setiap tanggal neraca, aset ini harus
dievaluasi apakah masih memenuhi kriteria sebagai aset tidak lancar
dimiliki untuk dijual. Jika terjadi penurunan nilai wajar neto, maka
penurunan nilai ini diakui sebagai kerugian di laporan laba rugi.
Sedangkan jika di periode selanjutnya terjadi kenaikan nilai wajar neto,
maka pemulihan penurunan nilai tersebut dapat diakui sebagai
keuntungan, maksimum sebesar akumulasi penurunan nilai yang
pernah diakui.
Pada saat aset tersebut akhirnya dilepas atau dijual, maka selisih antara
nilai

tercatat

akhir

dengan

perolehan

penjualan

diakui

sebagai

keuntungan atau kerugian pelepasan, bukan sebagai penyesuaian


terhadap penurunan nilai yang pernah diakui sebelumnya.
Kalau kita amati, dengan diterapkannya dasar pengukuran tersebut,
maka entitas akan mengakui rugi yang terjadi tidak hanya pada saat
penjualan, tetapi juga pada saat keputusan menjual terjadi atau
sebelum penjualan terjadi.
Penyajian dan Pengungkapan
Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual harus disajikan terpisah dari kelompok aset yang
lain yang ada di Laporan Posisi Keuangan. Untuk kelompok lepasan

yang terdiri dari aset dan liabilitas yang dimiliki untuk dijual, juga harus
disajikan terpisah di Laporan Posisi Keuangan, tidak boleh di-net-of.
Yang diungkapkan di Laporan Keuangan adalah:
-

Deskripsi tentang aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk


dijual

Deskripsi tentang fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang


mengarah kepada pelepasan yang diharapkan, dan cara serta waktu
pelepasan

Kerugian penurunan nilai dan pemulihannya, jika ada

Jika dapat diterapkan, yaitu pengungkapan tentang segmen yang


dilaporkan dalam aset tidak lancar dimiliki untuk dijual sesuai dengan
PSAK 5 tentang segmen operasi
Jika kriteria sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk dijual baru terpenuhi
setelah tanggal neraca, maka aset tersebut tidak disajikan sebagai aset
tidak lancar dimiliki untuk dijual, namun perlu diungkapkan dalam
catatan laporan keuangan.
Aset tidak lancar yang akan ditinggalkan (abandoned) dan aset yang
digunakan sampai akhir umur ekonomisnya kemudian dilepas, tidak
dapat diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Aset ini masih
didepresiasi sampai akhir umur ekonomisnya. Aset semacam ini tidak
memenuhi kriteria sebagai aset dimiliki untuk dijual, karena manfaat
aset ini akan diperoleh melalui pemakaian, bukan penjualan. Namun
demikian, aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) yang akan
ditinggalkan dan memenuhi kriteria sebagai operasi dihentikan, maka
entitas harus menyajikan arus kas dan laba rugi dari kelompok lepasan
tersebut sebagai operasi dihentikan pada tanggal aset tersebut
dihentikan pemakaianannya. Entitas tidak boleh mencatat aset tidak
lancar yang tidak digunakan sementara seakan-akan seperti telah
ditinggalkan.
Perubahan Rencana
Jika entitas merubah rencananya dan memutuskan untuk tidak menjual
aset ini, maka kriteria sebagai aset tidak lancar dimiliki untuk dijual
tidak terpenuhi lagi. Pada tanggal keputusan dibuat, aset ini harus

dinilai pada nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat awal sesaat
sebelum direklasifikasi (disesuaikan dengan depresiasi, amortisasi atau
revaluasi) dan nilai yang dapat terpulihkan (recoverable amount).
Operasi yang Dihentikan
Operasi

yang

dihentikan

(discontinued

operation)

adalah

suatu

komponen dalam entitas yang dilepas atau diklasifikasikan sebagai


dimiliki untuk dijual, dan:
-

Mewakili lini usaha atau area geografis operasi utama yang


terpisah, atau

Bagian dari rencana tunggal terkoordinasi untuk melepaskan lini


usaha atau area geografis operasi utama yang terpisah, atau

Entitas anak yang diperoleh secara khusus dengan tujuan dijual


kembali
Penyajian Operasi yang dihentikan
PSAK 58 mensyaratkan pengungkapan terinci mengenai pendapatan,
beban, laba atau rugi sebelum pajak, secara terpisah di Laporan Laba
Rugi dan di Catatan atas Laporan Keuangan. Sedangkan pada Laporan
Arus Kas, arus kas bersih dari aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan yang terkait dengan Operasi Dihentikan harus disajikan
terpisah. Ini dilakukan agar jelas terlihat, mana arus kas yang berasal
dari Operasi Berlanjut, mana yang berasal dari Operasi Dihentikan.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa mungkin saja suatu aset
(atau kelompok lepasan) yang memenuhi kriteria sebagai aset dimiliki
untuk dijual dapat juga memenuhi kriteria sebagai Operasi yang
Dihentikan. Aset ini akan disajikan terpisah baik di Laporan Posisi
Keuangan, sebagai Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan di Laporan
Laba Rugi serta Laporan Arus Kas, sebagai Operasi Dihentikan. Selain
itu mungkin saja kriteria klasifikasi hanya terpenuhi salah satu. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.
Kriteria yang

Kondisi

Penyajian di Laporan

terpenuhi
Aset Tidak Lancar Aset

Keuangan
dihentikan Laporan
Posisi

Dimiliki untuk Dijual penggunaannya

dan

akan Keuangan:

Aset

Tidak

dan

Operasi dijual

Dihentikan

serta

kriteria

memenuhi Lancar

sebagai

Dimiliki

Operasi Dijual

Dihentikan

Laporan Laba Rugi dan


Laporan

Aset

Tidak

Arus

Kas:

Operasi Dihentikan
dihentikan Laporan
Posisi

Lancar Aset

Dimiliki untuk Dijual

untuk

penggunaannya,

tidak Keuangan:

memenuhi kriteria sebagai Lancar

Aset

Tidak

Dimiliki

untuk

Operasi Dihentikan karena Dijual


bukan

suatu

operasi/area
Operasi Dihentikan -

terpisah
Aset

lini Laporan Laba Rugi dan


geografis Laporan

dan

tidak Keuangan:

memenuhi kriteria sebagaiaset

tidak

lancar

Aset

Tidak muncul lagi

Kelompok aset (operasi karena


dihentikan)
dilepas

yang
pada

Lancar/Tidak

dimiliki Lancar atau

untuk dijual
-

Kas:

Operasi Berlanjut
akan Laporan
Posisi

yang

ditinggalkan

Arus

telah

dilepas

telah pada periode berjalan


periode sebelum tanggal neraca

berjalan

Laporan Laba Rugi dan


Laporan

Arus

Operasi Dihentikan
Pengungkapan Operasi yang dihentikan
Selain penyajian terpisah pada Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus
Kas, pengungkapan berikut ini juga harus ditambahkan, yaitu:
-

Penyesuaian yang dibuat pada periode berjalan terkait dengan


Operasi Dihentikan

Jika entitas menghentikan klasifikasi sebagai komponen aset tidak


lancar dimiliki untuk dijual, maka hasil yang sebelumnya disajikan
sebagai Operasi Dihentikan harus direklasifikasi dan dimasukkan ke
dalam Laba dari Operasi Berlanjut.
Penutup

Kas:

PSAK 58 (R2009) berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai
pada 1 Januari 2011 atau setelahnya. PSAK 58 (R2009) diterbitkan
sekaligus menggantikan PSAK 58 yang lama (R2003) tentang Operasi
Dihentikan.
PSAK

ini

diterapkan

secara

prospektif

setelah

tanggal

efektif

berlakunya. Pada PSAK 58, disajikan juga Lampiran yang menjadi satu
kesatuan dengan PSAK 58. Lampiran A berisi definisi istilah yang diatur
dalam PSAK 58, di antaranya adalah pengertian Kelompok Lepasan,
kondisi sangat mungkin terjadi (highly probable). Selain itu, juga
terdapat

Lampiran

yang

berisi

penjelasan

tentang

kondisi

perpanjangan periode yang diperlukan untuk menyelesaikan penjualan.

BAB I PEMBAHASAN
Pengertian aset tidak lancar dan dimiliki untuk dijual Aset tidak lancar
adalah aset yang tidak memenuhi definisi aset lancar. Misalnya aset
tetap atau aset tidak berwujud. Dimiliki untuk dijual artinya nilai
tercatat aset akan dipulihkan melalui penjualan, bukan digunakan
dalam kegiatan usaha. Sesuatu aset tidak lancar yang dimiliki untuk
dijual adalah ketika entitas berniat untuk tidak menggunakan aset
tersebut dalam kegiatan operasinya, namun berniat untuk menjualnya.
Ini diatur tersendiri dalam PSAK 58 (revisi 2009) yaitu aset tidak lancar
yang dimiliki untuk dijual dan operasi yang dihentikan.
Dalam pengakuan awal, aset harus memiliki dan syarat untuk
dapat diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual:
1.

Berada dalam keadaan dapat dijual Artinya aset ini sudah


dalam kondisi siap dijual dengan syarat-syarat yang biasa dan

2.

umum diperlukan dalam penjualan asset tersebut.


Penjualan harus sangat mungkin terjadi Transaksi ini juga
berlaku

melalui

pertukaran

ketika

memiliki

substansi

komersial. Penjualan dikatakan sangat mungkin terjadi jika:


a. Manajemen berkomitmen terhadap rencana penjualan
asset.
b. Memulai suatu program aktif untuk mencari pembeli dan
menyelesaikan rencana tersebut.
c. Asset harus dipasarkan secara aktif pada harga yang
pantas sesuai dengan nilai wajar kininya.
d. Penjualan diperkirakan memenuhi ketentuan pengakuan
sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal
klasifikasi asset.
e. Tidak mungkin

terjadi

perubahan

signifikan

atau

pembatalan atas rencana penjualan.


Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dapat diukur pada nilai
yang lebih rendah antara nilai tercatat atau nilai wajar neto.

Nilai tercatat adalah nilai terakhir yang diakui pada laporan

posisi keuangan
Nilai wajar neto adalah nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual.

Biaya untuk menjual adalah biaya yang akan tejadi ketika entitas
melepas assetnya. Contohnya biaya mengantar aset atau biaya iklan
untuk menjual aset
Asset tidak lancer yang dimiliki untuk dijual tidak didepresiasikan
lagi. Hal ini terjadi karena aset tersebut akan dijual dan dalam kondisi
siap untuk dijual.
Jika penjualan diperkirakan diselesaikan dalam periode waktu
lebih dari 1 tahun dan mengakui criteria pengakuan karena penundaan
berasal dari pihak diluar kendali entitas maka biaya yang dipakai adalah
nilai kininya.
Dalam pengukuran selanjutnya entitas me-review nilai tercatat
aset dibandingkan dengan nilai wajar netonya. Jika nilainya mengalami
penurunan lagi dibandingkan dengan nilai tercatat terakhir maka harus
mengaki

rugi

penurunan

nilai

tersebut.

Namun

jika

mengalami

kenaikan, entitas dapat mengakui pemulihan pemulihan penurunan nilai


namun tidak melebihi akmulasi penurunan nilai yang telah dicatat.
Ketika

perusahaan

menggunakan

model

revaluasi

dalam

mengukur aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual, maka aset
tersebut

harus

direvaluasi

ke

nilai

wajarnya

sesaat

sebelum

direklasifikasi. Setelah reklasifikasi, biaya menjual dikurangkan dan


diakui sebagai rugi penurunan nilai sebagai bagian laba rugi periode
berjalan.
Ketika kondisi tidak terpenuhinya lagi criteria pengakuan aset
tidak lancer sebagai dimiliki untuk dijual atau perusahaan mengubah
rencana untuk tidak menjual aset ini. Maka entitas harus menghentikan
pengklasifikasian aset tersebut sebagai dimiliki untuk dijual. Untuk aset
yang dihentikan penjualannya, selanjutnya harus diukur pada nilai yang

lebih rendah antara:


1.

Nilai tercatat aset sebelum aset diklasifikasikan sebagai


dimiliki

untuk

dijual

disesuaikan

dengan

penyusutan,

amortisitas atau penilaian kembali yang telah diakui jika


2.

aset tesebut tidak diklasifikasikan atau


Nilai terpulihkan pada saat tanggal keputuasan untuk tidak
menjual.
Dalam penyajiannya, aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual

harus disajikan secara terpisah dengan kelompok lainnya pada laporan


posisi keuangan. Aset semacam ini disajikan sebagai kelompok aset
terpisah dalam kelompok aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dalam
kelompok aset lancar.
Pengungkapan
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual atau pada periode saat
asetdijual entitas mengungkapkan informasi berikut ini pada catatan
ataslaporan keuangan:
1.
2.

Uraian mengenai aset tersebut


Uraian fakta dan keadaan tentang penjualan, cara dan waktu

3.
4.

pelepasan
Keuntungan atau kerugian yang diakui
Dalam hal terdapat perubahan rencana penjualan, maka
diungkapkan uraian fakta dan keadaan yang mendukung
keputusan tersebut dan dampak terhadap hasil operasi.

Anda mungkin juga menyukai