Anda di halaman 1dari 25

BAB IV

KEBIJAKAN PENDEKATAN BERDASARKAN RISIKO


(RISK BASED APPROACH)
DAN PENGELOMPOKAN NASABAH
A. Pengelompokkan Nasabah
1. Pengelompokkan nasabah dengan pendekatan risiko bertujuan
untuk mendukung terlaksananya CDD yang efektif.
2. Pengelompokkan Nasabah berdasarkan tingkat risiko terhadap
kemungkinan terjadinya pencucian uang atau pendanaan terorisme,
wajib dilakukan baik terhadap nasabah baru maupun nasabah
existing.
3. Tingkat risiko Nasabah terdiri dari risiko Rendah (Low), Sedang
(Moderate) dan Tinggi (High).
a. Untuk Nasabah dengan tingkat risiko Rendah maka terhadap
Nasabah

tersebut

dapat

diberikan

pengecualian

beberapa

persyaratan.
b. Untuk Nasabah dengan tingkat risiko Sedang maka terhadap
yang

bersangkutan

diberlakukan

persyaratan

sebagaimana

ketentuan yang berlaku.


c. Untuk Nasabah dengan tingkat risiko Tinggi maka terhadap yang
bersangkutan

wajib

diterapkan

prosedur

Enhanced

Due

Dilligence (EDD).
4. Untuk

efektivitas

pengelompokkan

risiko

Nasabah

diperlukan

informasi baik dari Nasabah itu sendiri maupun dari informasi


lainnya yang tersedia di masyarakat, seperti media cetak, media
elektronik, dan internet.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 1 dari 25

5. Pengelompokkan Nasabah wajib didokumentasikan dan dipantau


secara berkesinambungan, gunanya untuk memastikan kesesuaian
tingkat risiko yang ditetapkan.
6. Penilaian risiko (risk assessment) secara memadai perlu dilakukan
terhadap Nasabah yang telah menjalani hubungan usaha dalam
jangka waktu tertentu, dengan cara mempertimbangkan informasi
serta profil Nasabah serta kebutuhan Nasabah terhadap produk dan
jasa Bank
7. Apabila terdapat ketidak sesuaian antara transaksi/profil Nasabah
dengan tingkat risiko yang telah ditetapkan, penyesuaian tingkat
risiko harus dilakukan dengan cara:
a. Menerapkan prosedur CDD bagi Nasabah yang semula tergolong
berisiko Rendah berubah menjadi berisiko Sedang sesuai dengan
penetapan tingkat risiko yang baru.
b. Menerapkan prosedur EDD bagi Nasabah yang semula tergolong
berisiko Rendah atau Sedang berubah menjadi berisiko Tinggi,
termasuk Nasabah kategori PEP (Political Exposed Person)..
B. Penetapan Profil Risiko Menggunakan Pendekatan Berdasarkan
Risiko
1. Profil risiko menggambarkan tingkat risiko dari Nasabah, produk
maupun

jasa

yang

memiliki

potensi

pencucian

uang

atau

pendanaan teroris.
2. Profil risiko merupakan nilai akhir dari seluruh komponen penilaian
yang ditetapkan berdasarkan rating yang paling dominan dari
seluruh komponen. Klasifikasi profil risiko terdiri dari risiko rendah,
sedang, atau tinggi.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 2 dari 25

3. Dalam hal tidak terdapat rating yang paling dominan namun


terdapat komposisi yang seimbang atau sama dari komponen
penilaian, maka profil risiko yang digunakan adalah profil risiko yang
lebih ketat.
4. Penetapan klasifikasi tingkat risiko tidak berlaku bagi Nasabah yang
tergolong sebagai PEP atau merupakan pihak yang terafiliasi
dengan PEP. Dengan demikian apabila terdapat calon Nasabah atau
Nasabah yang karena pekerjaannya atau jabatannya tergolong
sebagai PEP merupakan pihak yang terafiliasi dengan PEP, maka
yang

bersangkutan

secara

otomatis

diklasifikasikan

sebagai

risiko tinggi.
5. Penilaian profil risiko antara lain dengan melakukan analisis
terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. Identitas
Contoh :
Kondisi identitas Nasabah dapat digolongkan sebagai risiko
tinggi sehingga memerlukan analisis antara lain apabila:
1) Nasabah tidak memiliki dokumen identitas dan dokumen
lainnya sebagai pengganti dokumen yang telah ditetapkan
dalam ketentuan yang berlaku.
2) Data/informasi identitas Nasabah sudah tidak sesuai.
3) Dokumen identitas calon Nasabah palsu atau dokumen
identitas asli tapi data/informasi palsu.
4) Dokumen

pendukung

identitas

Nasabah

khususnya

dokumen perusahaan tidak lengkap, misalnya ijin-ijin


perusahaan, Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga,
Pemegang Kuasa atau Kewenangan bertindak mewakili
perusahaan.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 3 dari 25

Kondisi identitas Nasabah dapat digolongkan sebagai risiko


menengah antara lain apabila:
1) Jangka waktu berlakunya dokumen identitas Nasabah
sudah kadaluarsa, namun tidak ada perubahan terhadap
alamat tempat tinggal Nasabah dimaksud yang telah
diyakini kebenarannya oleh Bank.
2) Informasi pekerjaan dalam dokumen identitas tidak sesuai
dengan profil Nasabah sebenarnya, misal: dalam dokumen
identitas pekerjaan tertulis sebagai mahasiswa, sedangkan
menurut pengakuan Nasabah yang bersangkutan telah
bekerja

dan

pengakuan

Nasabah

dimaksud

diyakini

kebenarannya oleh Bank.


b. Lokasi Usaha bagi Nasabah perusahaan
Contoh :
Kondisi lokasi usaha Nasabah dapat digolongkan sebagai
risiko tinggi sehingga memerlukan analisis antara lain
apabila:
1) Lokasi usaha calon Nasabah berada di yurisdiksi yang
ditetapkan

berisiko

tinggi

oleh

lembaga

atau

badan

internasional terhadap kondisi suatu yurisdiksi.


2) Lokasi usaha Nasabah berada dalam wilayah rawan tingkat
kejahatan

(kriminal)

seperti

kejahatan

terhadap

penyelundupan atau produk ilegal.


3) Lokasi usaha Nasabah berada di zona perdagangan bebas.
4) Perusahaan yang berlokasi di negara atau wilayah yang
tergolong tax haven (lampiran 22).
Kondisi lokasi usaha Nasabah dapat digolongkan sebagai
risiko menengah antara lain apabila:

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 4 dari 25

1) Nasabah WNA yang bertempat tinggal di negara Thailand


yang merupakan salah satu yurisdiksi yang ditetapkan
berisiko

tinggi

oleh

FATF,

namun

berdasarkan

hasil

penilaian FATF diketahui bahwa kelemahan regim APU dan


PPT di negara Thailand tidak terkait dengan rekomendasi
yang wajib dipenuhi oleh sektor keuangan di negara
tersebut.
2) Nasabah Perusahaan dengan kegiatan usaha adalah jual
beli mobil mewah dan berlokasi di Batam yang merupakan
zona perdagangan bebas.
3) Nasabah dengan pekerjaan sebagai pedagang batu mulia
dan bertempat tinggal di Kalimantan yang merupakan
penghasil batu mulia.
c. Profil Nasabah
Contoh:
Kondisi profil Nasabah dapat digolongkan sebagai risiko
tinggi sehingga memerlukan analisis antara lain apabila:
1) Nasabah yang tidak memiliki penghasilan secara regular.
2) Tergolong sebagai PEP atau memiliki hubungan dengan
PEP.
3) Aparat penegak hukum
4) Orang-orang yang melakukan jenis-jenis kegiatan atau
sektor usaha yang rentan terhadap pencucian uang.
5) Pihak-pihak yang dicantumkan dalam daftar Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) atau daftar lainnya yang dikeluarkan
oleh organisasi internasional sebagai teroris, organisasi
teroris ataupun organisasi yang melakukan pendanaan
atau

melakukan

penghimpunan

terorisme.
Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV
Halaman 5 dari 25

dana

untuk

kegiatan

Kondisi profil Nasabah dapat digolongkan sebagai risiko


menengah antara lain apabila:
1) Ibu rumah tangga atau pelajar/mahasiswa yang Beneficial
Owner-nya (suami atau orang tua) tidak tergolong sebagai
PEP.
2) Pegawai instansi pemerintah, khususnya yang terkait
dengan pelayanan publik, seperti pegawai Puskesmas.
d. Jumlah Transaksi
Contoh:
Kondisi jumlah transaksi Nasabah dapat digolongkan sebagai
risiko tinggi sehingga memerlukan analisis antara lain
apabila:
1) Pada

saat

transaksi

pembukaan
dengan

nilai

rekening,
besar

Nasabah

atau

melakukan

signifikan

namun

informasi mengenai sumber dana dan tujuan transaksi


tidak sesuai dengan profil ataupun tujuan pembukaan
rekening.
2) Nasabah melakukan sejumlah transaksi dalam nilai kecil
namun secara akumulasi merupakan transaksi bernilai
besar atau signifikan.
3) Transaksi tunai dalam jumlah besar yang tidak sesuai
dengan profil Nasabah.
Kondisi jumlah transaksi Nasabah dapat digolongkan sebagai
risiko menengah antara lain apabila:
a. Transaksi tunai dalam jumlah besar namun terdapat
underlying transaction yang sesuai dengan profil Nasabah.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 6 dari 25

b. Pada

saat

pembukaan

rekening,

Nasabah

melakukan

transaksi dengan nilai besar atau signifikan dan informasi


mengenai sumber dana dan tujuan transaksi mendukung
transaksi tersebut dan sesuai dengan tujuan pembukaan
rekening, misal: untuk menampung hasil kegiatan usaha.
e. Kegiatan Usaha Nasabah
Contoh:
Kondisi kegiatan usaha Nasabah dapat digolongkan sebagai
risiko tinggi sehingga memerlukan analisis antara lain
apabila:
1) Kegiatan

usaha

yang

menyediakan

jasa

penukaran/pengiriman uang namun tidak memiliki izin dari


otoritas yang berwenang;
2) Kegiatan usaha yang berbasis uang tunai seperti mini
market, jasa pengelolaan parkir, rumah makan, Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pedagang isi pulsa;
3) Kegiatan

usaha

yang

memberikan

jasa

pengurusan

dokumen hukum;
4) Kegiatan usaha yang melakukan perdagangan rumah,
saham, perhiasan, mobil atau aset lainnya;
5) Kegiatan usaha yang memasarkan produknya melalui
internet;
6) Perusahaan perdagangan ekspor/impor;
7) Advokat, akuntan atau konsultan keuangan; atau
8) Kegiatan usaha multi level marketing.
Kondisi kegiatan usaha Nasabah dapat digolongkan sebagai
risiko menengah antara lain apabila:

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 7 dari 25

1) Kegiatan

usaha

yang

menyediakan

jasa

penukaran/pengiriman uang dan memiliki izin dari otoritas


yang berwenang;
2) Kegiatan usaha yang dikelola oleh individual dan tergolong
Usaha

Kegiatan

Mikro,

seperti

pedagang

di

pasar

tradisional, usaha kerajinan.


f. Struktur kepemilikan bagi Nasabah perusahaan
Contoh:
Kondisi struktur kepemilikan Nasabah dapat digolongkan
sebagai risiko tinggi sehingga memerlukan analisis antara
lain apabila:
1) struktur kepemilikan perusahaan yang kompleks sehingga
akses untuk mendapatkan informasi terbatas;
2) komposisi pemilik perusahaan berbadan hukum Indonesia
mayoritas adalah warga negara asing dengan dokumen
pendukung identitas yang tidak memadai, misal tidak
memiliki KIMS/KITAS;
3) terdapat

Beneficial

Owner

yang

mengendalikan

dalam

media

perusahaan;
4) terdapat

pemberitaan

mengenai

Beneficial

negatif
Owner

perusahaan

massa

dimaksud,

sehingga mengakibatkan tingkat risiko perusahaan menjadi


tinggi; atau

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 8 dari 25

5) perusahaan yang didirikan dan/atau dimiliki oleh badan


hukum berdasarkan hukum di negara-negara tax haven
(dimana informasi kepemilikan Ultimate Beneficial Owner
sulit

diperoleh)

atau

apabila

kepemilikan

perusahaan

tersebut didasarkan pada saham dalam bentuk atas unjuk


(sehingga perubahan pemegang saham sangat mudah
terjadi).
Kondisi struktur kepemilikan Nasabah dapat digolongkan
sebagai risiko menengah antara lain apabila:
a. komposisi pemilik perusahaan berbadan hukum Indonesia
mayoritas adalah warga negara asing dilengkapi dengan
dokumen

pendukung

identitas

yang

Owner

yang

memadai,

misal

memiliki KIMS/KITAS;
b. terdapat

Beneficial

perusahaan

dan

diperoleh

informasi

mengendalikan
yang

memadai

mengenai Beneficial Owner tersebut;


g. Informasi lainnya:
Kondisi informasi Nasabah lainnya dapat digolongkan sebagai
risiko tinggi sehingga memerlukan analisis antara lain
apabila dari informasi internet diketahui bahwa Nasabah
memiliki hubungan kedekatan atau bisnis dengan PEP.
Kondisi informasi Nasabah lainnya dapat digolongkan sebagai
risiko menengah antara lain apabila pada saat Nasabah
melakukan transaksi yang signifikan yang tidak sesuai dengan
profilnya,

diperoleh

kebenarannya

oleh

informasi
Bank

yang

bahwa

dapat

Nasabah

diyakini
dimaksud

mendapatkan warisan dari orang tuanya dalam jumlah yang


besar.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 9 dari 25

6. Penilaian risiko nasabah menggunakan sistem kecil Tabel 9 Sistem


penilaian risiko dan Tabel 10 Matrik penilaian
Tabel 9 Sistem penilaian risiko per nasabah
Penilaian Risiko per Nasabah
Kriteria
Bob
ot
Parameter
Risk
Rating
100
nila
Tabel
%
i
10
Identitas
A. Nasabah

Lokasi
B. Usaha

C Profil
. Nasabah

D Jumlah
. Transaksi

Kegiatan
E. Usaha

F. Struktur

30%

5%

30%

10%

10%

10%

5%

1-3

2
3

=
=

4-5
6-12

1-2

2
3

=
=

3
4-8

1-4

Low
Moderat
e
High
Low
Moderat
e
High

Low
0.30
Low
0.05
High

2
3

Low
Moderat
= 5-9
e
= 10-13 High

1-3

Low

2
3

=
=

4-5
6-8

1-4

2
3
1

=
=
=

5
6-8
1-2

2
3

=
=

3-4
5-10

1-4

Kepemilikan
G Informasi
. lainnya

Nilai Rating

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 10 dari 25

Low
Moderat
e
High
Low
Moderat
e
High
Low
Moderat
e
High
Low

0.90

0.10
Low
0.10
Low
0.10
Low

2
3

=
=

Hasil Akhir

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 11 dari 25

5
6-11

Moderat
e
High

0.05
High
1.60

Tabel 10 : Matrik penilaian penetapan risiko.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 12 dari 25

Profil
Risiko
A.

Identita
s
Nasaba
h

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High

1. Menyerahkan
4. Data/informa 6. Data/informasi
lebih dari satu
si identitas
identitas calon
identitas yang
calon
Nasabah palsu
masih berlaku
Nasabah
atau asli tapi
2. Menyerahkan
kadaluarsa,
palsu, kartu ID
identitas yang
namun
tidak
masih berlaku
Nasabah
dikeluarkan
3. Data/informasi
tetap
oleh pihak yang
berupa
surat
kooperatif
berwenang,
keterangan
melakukan
data
tidak
dari
instansi
updating
benar
atau
aparat
atau alamat 7. Data / informasi
pemerintah
tempat
identitas tidak
setempat dan
tinggal tidak
sesuai dengan
Nasabah
ada
domisili
atau
adalah warga
perubahan
Nasabah selalu
setempat yang
dan diyakini
berpindah
beralamat
oleh Bank
tempat
atau
sesuai
surat 5. Data/informa
tidak
dapat
keterangan,
si identitas
dihubungi
telah menetap
nasabah
(misal
nomor
lama,
atau
berupa surat
telpon)
nasabah
keterengan
8. Nasabah
pada
adalah
sementara
saat
karyawan dari
(contoh resi)
pembukaan
instansi yang
dari
rekening
telah terdaftar
kelurahan.
menggunakan
dan
terdata
alamat
yang
dengan baik.
wilayahnya
berada di luar
wilayah
Indonesia
9. Penyerahan
kartu identitas
pengganti
identitas
sementara
(contoh
resi)
melebihi waktu

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 13 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High
yang wajar.
Nasabah
menundanunda
penyerahan
dokumen
identitas
dengan alasan
yang
tidak
wajar

10.

Nasabah
perusahaan
tidak
dapat
memberikan
dokumen
pendukung lain
yang
diminta
Bank dan selalu
memberikan
alasan-alasan
yang
tidak
wajar.
12.
Dokume
n
pendukung
identitas
Nasabah
khususnya
dokumen
perusahaan,
Tidak
lengkap
misalnya
Anggaran
Dasar/ART,
Pemegang
Kuasa
atau
kewenangan
bertindak
mewakili
11.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 14 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High
perusahaan.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 15 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

B.

Lokasi
Usaha

1.

C.

Profil
Nasaba
h

1.Selain
yang 5.
termasuk
Nasabah
kedalam
rumah
kategori
tangga
Sedang
dan
sudah

Tinggi / High

Lokasi
usaha 3.Lokasi usaha 4. Lokasi
usaha
dekat
dengan
berjauhan
Nasabah berada
Bank
atau
dengan lokasi
di
zona
diketahui oleh
Bank (diluar
perdagangan
Bank
wilayah kerja)
bebas
2. Lokasi
usaha
5. Lokasi
usaha
jauh dari lokasi
berada
di
Bank
namun
Yuridiksi
yang
berdekatan
ditetapkan
dengan
lokasi
berisiko tinggi,
Bank
6. Lokasi
usaha
berada
di
wilayah rawan
tingkat
kejahatan
seperti
kejahatan
penyelundupan
atau
produk
ILEGAL,
7. Lokasi
Perusahaan
berlokasi
di
Negara
atau
wilayah
yang
tergolong
Tax
Haven
(Lampiran 22)
8. Lokasi
Perusahaan
berada
di
Negara berisiko
tinggi

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 16 dari 25

10. Tergolong
sebagai PEP.
11. memenuhi
yang
kriteria
pada
BAB
VI
ibu

Profil
Risiko

Rendah / Low
Tinggi.
2.Nasabah
ibu
rumah tangga
yang
sudah
menjadi
nasabah Bank
lebih
dari
5
tahun.
3.Nasabah
Ibu
Rumah Tangga
dari
Suami
yang
sudah
menjadi
Nasabah Bank
lebih
dari
5
tahun.
4.Nasabah
Pelajar/
Mahasiswa dari
Orang tua yang
sudah menjadi
nasabah Bank
lebih
dari
5
tahun.

Sedang /
Moderate

Tinggi / High

menjadi
Pedoman APU &
nasabah
PPT
Bank kurang 12. pegawai
dari 5 tahun.
dari perusahaan
6.
yang tergolong
Nasabah
Ibu
berisiko tinggi,
Rumah
misal
shell
Tangga
dari
company
Suami yang 13. pihak-pihak
sudah
yang
menjadi
dicantumkan
Nasabah
dalam
daftar
kurang dari 5
PBB
atau
tahun .
organisasi
7.
lainnya sebagai
Nasabah
Teroris,
Pelajar/Mahas
Organisasi
iswa
dari
Teroris
atau
Orang
Tua
Organisasi yang
yang
sudah
memberikan
menjadi
pendanaan atau
nasabah bank
mnghimpun
kurang dari 5
dana
untuk
tahun.
kegiatan
8.
Terorisme.
Nasabah
Ibu
rumah
tangga atau
pelajar/
mahasiswa
dari keluarga
karyawan
Bank
yang
didukung
dengan profil
nasabah
yang lengkap

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 17 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low

Sedang /
Moderate
9.

Nasabah
Karyawan
Bank Sendiri
yang
didukung
dengan profil
nasabah
yang lengkap
atau
diperuntukka
n
sebagai
pembayaran
gaji.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 18 dari 25

Tinggi / High

Profil
Risiko

Rendah / Low

D.

Jumlah
Transak
si

1.

E.

Kegiata
n Usaha

1.

Sedang /
Moderate

Tinggi / High

Nilai transaksi 4. Peningkatan


6. Transaksi tunai
rendah,
misal
jumlah
dalam
jumlah
dibawah
Rp
transaksi
besar
5.000.000 (lima
tidak
7. Mutasi transaksi
juta
Rupiah)
signifikan
meningkat
atau
sesuai
atau
signifikan tanpa
limit
rata2
signifikan
didukung
penghasilan
namun
dengan
nasabah
per
didukung
informasi atau
hari
dengan
dokumen yang
2. Nilai
transaksi
dokumen
memadai
dan
masih
dalam
yang
tergolong tidak
batas
wajar
memadai
wajar.
kewajiban
atau
masih 8. Transaksi
pembayaran
tergolong
termasuk dalam
angsuran
wajar
salah
satu
pinjaman
5. Penggunaan
contoh
3. Sumber
dana
dana
Transaksi,
yang digunakan
pinjaman
Aktivitas,
untuk
untuk
Prilaku
yang
bertransaksi
bertransaksi
tidak wajar (Red
dari
pinjaman
tidak sesuai
Flag)
yang diperoleh
dengan
(Lampiran 18)
dari Bank Agro
tujuan awal,
atau
pelunasan
pinjaman
dipercepat
tanpa alasan
yang wajar
Kegiatan usaha 5. Pedagang
6. Kegiatan usaha
yang didukung
valuta asing
yang
berbasis
dengan
izin
atau
uang
tunai
usaha yang sah
pengiriman
seperti
mini
2. Pedagang pasar
uang,
market,
jasa
tradisional
Kontraktor,
pengelolaan
3. Petani
Perhotelan,
parkir,
rumah
4. Kegiatan usaha
Percetakan,
makan, Stasiun

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 19 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low
lain yang tidak
masuk kedalam
kriteria berisiko
Sedang
atau
Tinggi.

Sedang /
Moderate
Jasa Service,
MLM,
Perusahaan
Garment.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 20 dari 25

Tinggi / High
Pengisian
Bahan
Bakar
(SPBU),
pedagang
isi
pulsa
7. penggunaan L/C
untuk
import
dan
ekspor
yang
tidak
berasal
atau
tidak ditujukan
ke
wilayah
Indonesia
8. memenuhi
kriteria
pada
BAB.VI
Buku
Pedoman ini.

Profil
Risiko
F. Struktur

Kepemili
kan
bagi
Nasabah
Perusah
aan

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High

1.Tidak memiliki 3. Informasi


5. Perusahaan
pengendali dan
mengenai
dengan
komposisi
pemegang
pemegang
pemegang
saham tidak
saham
saham tersedia
tersedia
berbentuk
dalam
data
dalam
data
nominee
publik
publik
6. Struktur
2.Struktur
4. Informasi
kepemilikan
kepemilikan
mengenai
kompleks
tersedia
struktur
sehingga akses
didalam
Akta
kepemilikan
untuk
pendirian/
masih dalam
mendapatkan
anggaran dasar
proses
informasi
perusahaan
pengesahan
terbatas
maupun
perubahan
7. Komposisi
perubahananggaran
kepemilikan
perubahannya.
dasar
perusahaan
perusahaan
sebagian besar
dimiliki
warga
negara asing
8. Terdapat
Beneficial
Owner
yang
mengendalikan
perusahaan
9. Terdapat
pemberitaan
negatif
dalam
media
massa
mengenai
beneficial
owner
perusahaan
10.
Perusaha
an
dengan
badan
hukum
berdasarkan
hukum
di

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 21 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High
negara
Tax
Haven (dimana
informasi
kepemilikan
Ultimate
Beneficial
Owner
sulit
dipercaya) atau
kepemilikan
saham
didasarkan
dalam
bentuk
saham
atas
unjuk (sehingga
perubahan
pemegang
saham sangat
mudah terjadi).

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 22 dari 25

Profil
Risiko
G.

Informa
si
Lainnya

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High

Tidak terdapat 5. Memiliki


6. Nasabah kredit
informasi
usaha lainnya
yang
barang
negatif
disamping
jaminannya
2. Memiliki usaha
sebagai
atas
nama
lainnya,
karyawan
pihak lain (baik
disamping
dari sebuah
jaminan
sebagai
perusahaan,
tunai/jaminan
karyawan dari
namun tanpa
dalam
bentuk
sebuah
informasi
barang)
yang
perusahaan
yang
jelas
tidak memiliki
yang didukung
atau
hubungan yang
dengan
didukung
jelas
informasi yang
dengan
7. Nasabah
yang
jelas
atau
dokumen
memberikan
dokumen yang
yang
kuasa
kepada
memadai
memadai.
pihak lain untuk
3. Tujuan
melakukan
pembukaan
penarikan pada
rekening untuk
rekening
pembayaran
Nasabah
gaji dan atau
setelah
rekening
permohonan
pinjaman
rekening
karyawan
/
disetujui.
pensiunan
4. Nasabah
8. Diketahui
berupa
kepemilikan
perusahaan
dana
berasal
publik
dari
negara(perusahaan
negara
yang
yang terdaftar
belum
pada
bursa
menerapkan
efek)
rekomendasi
FATF
secara
memadai.
9. Nasabah
Ibu
rumah tangga,
istri dari suami
yang tergolong
1.

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 23 dari 25

Profil
Risiko

Rendah / Low

Sedang /
Moderate

Tinggi / High
PEP
Pel

10.

ajar/
Mahasiswa,
anak dari Orang
tua
yang
tergolong PEP.
11.
Kar
yawan
Bank
sendiri,
anak
atau Istri/Suami
dari orang tua
atau Suami/Istri
yang tergolong
PEP.
7. Hasil perhitungan penilaian risiko per nasabah Tabel 11 wajib
didokumentasikan didalam file pembukaan rekening nasabah atau
disimpan secara khusus teratur sesuai dengan nomor urut CIF.
Tabel 11 : Hasil penilaian risiko per Nasabah

Tabel 11 : Hasil penilaian risiko per nasabah


Kantor
No. Nasabah/CIF
Nama Nasabah

:
:
:

Rekening *)
Penilaian ke
Risiko Awal
Tanggal penilaian Awal
Tanggal penilaian Ulang

:
:
:
:
:

Giro
Tabungan
Pinjaman

Low
Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV
Halaman 24 dari 25

Modera
te

Deposito

High

Hasil

A
B
C
D
E
F
G

Identitas Nasbah
Lokasi Usaha
Profil Nasabah
Jumlah Transaksi
Kegiatan Usaha
Struktur Kepemilikan
bagi Nasbah
Perusahaan
Informasi lainnya
Hasil Akhir
Maker

*) Bubuhkan tanda untuk jenis


rekening yang dimiliki

Pedoman Pelaksanaan Program APU & PPT BAB IV


Halaman 25 dari 25

Approval