Anda di halaman 1dari 9

INTERAKSI OBAT

1.Efek samping Obat meningkat dengan makin banyaknya jumlah obat yang
diresepkan. Jika lima obat yang diberikan secara bersamaan ada 75%
menyebabkan reaksi yang merugikan karena terjadi interaksi.
2.Kelompok obat dengan rasio terapeutik yang sempit (antikoagulan oral,
antikonvulsan, antidepresan dan obat antihipertensi) dosis harus
disesuaikan dalam rentang kecil untuk menghindari efek samping
3.Tujuan Obat Kombinasi :
. Mencapai efek terapi
. Meminimalkan reaksi yang merugikan dengan cara yang tidak bisa
dilakukan dengan regimen obat tunggal,
. Contoh : Metil dopa dan dekarboksilase inhibitor digunakan untuk
penyakit Parkinson,
Diuretik dan
Beta Bloker
untuk hipertensi,
kombinasi progestogen dan estrogen
untuk
kontrasepsi dan
trimetoprim dengan sulphonamide untuk infeksi

MEKANISME INTERAKSI

1. Interaksi obat dapat di tinjau dari segi interaksi


farmakokinetik atau farmakodinamika
2. Interaksi farmakokinetik
tergantung pada
perubahan konsentrasi obat bebas dalam
plasma, atau lokasi kerja obat dalam jaringan.
3. Interaksi farmakodinamik merupakan hasil dari
modifikasi/ perubahan obat dengan reseptor
atau modifikasi yang didasari
mekanisme
kontrol fungsional

Tempat
Interaksi

Interaksi dapat diklasifikasikan menurut tempat terjadinya


interaksi antara lain :
1. Sebelum Pemberian
2. Penyerapan Obat
a) Lumens Usus
b) Motilitas Usus
c) Dinding Usus
3. Ikatan Protein
4. Metabolisme Obat
5. Ekskresi Obat
6. Interaksi Pada Reseptor

1. Sebelum Pemberian
. Heparin atau Benzyl
Penicillin dicampur
dengan cairan infus dengan pH rendah
(Misal Infus Destrose) terjadi kehilangan
aktifitas obat yang cukup besar karena
terjadi inaktivasi kimia
. Obat bereaksi dalam botol infus (misal
carbenecillin di inaktivasi oleh Gentamicin)
sehingga pemberian lebih dari satu obat
dalam larutan infus sebaiknya dihindari.
. Eksipien dalam formulasi tablet dapat
mengubah karakteristik pelepasan obat
aktif. Contoh perubahan dalam formulasi
digoxin menghasilkan perubahan effikasi
dengan mengubah bioavailabilitas

2. Penyerapan
Obat
a. Lumens Usus

1) Calsium , Magnesium dan Alumunium berinteraksi


dengan tetrasiklin membentuk kompleks Kelat
dan dengan demikian antasida yang mengandung
kation (demikian dengan susu) tidak boleh
diberikan bersamaan dengan tetrasiklin atau
harus diberikan terpisah sejauh mungkin
2) Cholesteramin merupakan resin penukar ion yang
akan mengikat obat asam seperti warfarin dan
digitoxin sehingga dapat mencegah penyerapan
obat tersebut

b. Motilitas Usus
. Obat yang
meningkatkan waktu pengosongan
lambung (misal Metoclorpramide) atau mengurangi
waktu
pengosongan
lambung
(misal
:
Propantheline, antidepresan, Trisiklik atau opiat)
diberikan bersama obat yang diserap diusus kecil,
tingkat penyerapan obat kedua dapat berubah
Contoh :peningkatan absorspi paracetamol ( +
Metoclorpramide)
. Sebaliknya
Propanteline
penyerapan parasetamol

menurunkan

tingkat

Grafik Peningkatan laju penyerapan parasetamol setelah


penggunaan Metoclopramide
20

Paracetamol +
Metocklorpramide
15

Paracetamol
alone
10

c. Perubahan Flora Usus


. Peningkatan kejadian pendarahan pada saat menstruasi
dan kehamilan pada wanita yang diberikan antibiotika
spektrum luas dan kontrasepsi oral, diduga karena
konjugat dari etinilestradiol steroid dari kontrasepsi ini
diekresikan di empedu.
. kondisi yang terkontrol konjugat ini akan dihidrolisis oleh
bakteri usus dan etinilestradiol yang tidak berubah
kemudian diserap kembali (sirkulasi enterohepatik).
Dengan adanya antibiotika yang dapat membunuh atau
mengubah flora usus, hidrolisis ini tidak akan terjadi,
sirkulasi enterohepatik terganggu dan etinilestradiol
terkonjugasi diekresikan dalam tinja

Dalam Dinding Usus


. Dinding usus : organ penting untuk metabolisme
tahap II (konjugasi), contoh :
lebih dari 40 %
etinilestradiol dimetabolisme menjadi konjugat sulfat
dalam dinding usus manusia dan jika vitamin C
bersaing untuk sulfat yang tersedia, diberikan dengan
steroid maka konsentrasi
etinilestradiol plasma
meningkat secara signifikan.
. Isoprenalin (membentuk konjugat sulfat di dinding
usus)
dan
salisilamid
(yang
bersaing
untuk
ketersediaan sulfat) maka penyerapan isopronaline
meningkat