Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGOLAHAN BAHAN GALIAN


Jaw Crusher & Doubble Roller Crusher

Dibuat untuk Memenuhi Syarat Praktikum Pengolahan Bahan Galian


Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Oleh:
M. Arief Adilah
1031311032

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSTAS BANGKA BELITUNG
2016LEMBAR PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT atas anugerahnya saya dapat
menyelesaikan laporan praktikum Pengolahan Bahan Galian ini. Laporan ini
merupakan laporan dari penelitian dan pengamatan saya dalam melaksanakan
kegiatan praktikum Pengolahan Bahan Galian di Fakultas Teknik Jurusan Teknik
Pertambangan Universitas Bagka Belitung.
Dengan selesainya laporan ini saya mengucapkan terima kasih kepada dosen
pengampu dan asisten dosen Pengolahan Bahan Galian. Sebagai penulis saya
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini, maka
dari itu mohon untuk di maklumi. Saya berharap laporan ini dapat bermanfaat dan
dijadikan sebagai media pembelajaran bagi kita, sehingga pembaca nantinya
diharapkan dapat mengetahui dan memiliki wawasan tentang Pengolahan Bahan
Galian. Akhir kata saya ucapkan terima kasih.

Balunijuk, 2 Maret 2016


Praktikan

M. Arief Adilah

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan................................................................................2
1.3 Manfaat...................................................................................................2
BAB II TEORI DASAR........................................................................................3
2.1 Definisi Crusher.....................................................................................3
2.2 Jaw Crusher............................................................................................4
2.3 Double Roll Crusher...............................................................................9
BAB III METODE................................................................................................13
3.1 Lokasi dan Waktu Kegiatan....................................................................13
3.2 Alat dan Bahan.......................................................................................13
3.3 Langkah Kerja........................................................................................13
BAB IV PEMBAHASAN.....................................................................................14
4.1 Jaw Crusher............................................................................................14
4.2 Double Roll Crusher...............................................................................17
BAB V KESIMPULAN........................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................22

LAMPIRAN..........................................................................................................23

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG

Pengolahan Bahan Galian merupakan metode yang dilakukan


untuk meningkatkan mutu dan kualitas bahan galian. Karna umumnya
material bahan berharga pada saat proses penambangan masih belum
bisa digunakan secara langsung karna masih bercampur dengan
impurutis atau zat pengotor (Tailing) yang umumnya berasal dari
material koalisinya. Setelah proses pengolahan awal, bahan galian
utama

biasanya

galianBahan

didapatkan

galian

adalah

dalam

bentuk

bijih(ore),mineral

konsentrat

bahan

industri(industrial

minerals) atau bahan galian golongan C dan batubara(coal).


Pengolahan bahan galian adalah suatu proses pengolahan
dengan memanfaatkan perbedaan-perbedaan sifat fisik bahan galian
untuk memperoleh produkta bahan galian yang bersangkutan.
Dari segi ekonomis pengolahan ini bertujuan untuk :

Memudahkan dalam pengolahan lebih lanjut


Memaksimalkan jumlah daya angkut

Dari segi teknis, pengolahan awal ini juga memiliki beberapa keuntungan
diantaranya :

1.2

Memudahkan dalam pengolahan lanjutan


Kemungkinan mendapatkan mineral ikutan

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari penyusunan laporan ini adalah agar mahasiswa dapat lebih aktif
dalam mempelajari materi yang didapatkan di kampus.
Tujuannya sendiri antara lain :
1. Agar mahasiswa dapat mengetahui cara mengoprasikan Jaw Crusher &
Double Roller Crusher.
2. Agar mahasiswa mengetahui komponen yang terdapat di dalam Jaw
Crusher & Double Roller Crusher.
3. Agar mahasiswa dapat mengetahui segala dampak yang di timbulkan dari
macam macam bentuk feed serta pengaturan alat yang di gunakan.
4. Agar mahasiswa mengetahui istilah-istilah dalam pengolahan.
5. Agar mahasiswa dapat mengetahui perlengkapan apa saja yang perlu di
pakai agar tetap sefaty.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 CRUSHER
Crussher adalah proses reduksi/pengecilan ukuran dari bahan galian/bijih
yang langsung dari tambang dan berukuran besar-besar (diameter sekitar 110cm)
menjadi ukuran 20-25cm bahkan bisa mencapai 2,5cm.
Crusshing biasanya dilakukan beberapa tahapan :
1. Prymari crushing (Tahap pertama) : Dapat memecah batuan yang
berukuran sekitar 1500mm menjadi ukuran 30-100mm. Ukuran terbesar
dari tahapan ini adalah 200mm. Alat peremuk yang biasanya digunakan
pada tahap ini adalah Jaw Crusher danGyratory Crusher.
2. Secondary Cruher (Tahap kedua) : Dapat memecah material yang
berukuran 150mm menjadi 12.5-25.4mm. Pada tahapan ini kadang masih
di jumpai ukuran partikel 75mm sehingga perlu di lakukan cushing tahap
ketiga. Alat peremuk yang digunakan adalah Cone Crusher, Hammer
Mill dan Rolls.
3. Fine crushing (Tahap lanjutan) : material yang dicruching biasanya
berukuran lebih besar dari 25,4mm. Apabila hasil tidak memuaskan maka
perlu di lakukan crusher lagi. Alat yang digunakan Rolls, Dry Ball Mills,
Disc Mills dan Ring Mills.

Crusher merupakan alat yang digunakan dalam proses crushing, Crushing


merupakan proses yang bertujuan untuk meliberasi mineral yang diinginkan dari

mineral pengotornya. Crushing biasanya dilakukan dengan proses kering, dan


dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Prymary crushing, secondary crushing, dan fine
crushing. Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau mengubah
bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut.
Prymary Crushing merupakan peremukan tahap pertama, alat peremuk yang
biasanya digunakan pada tahap ini adalah Jaw Crusher dan Gyratory Crusher.
Secondary Crusher merupakan peremukan tahap kedua, alat peremuk yang
digunakan adalah Jaw Crusher ukuran kecil, Gyratory Crusher ukuran kecil, Cone
Crusher, Hammer Mill dan Rolls.
Fine Crushing merupakan peremukan tahap lanjut dari secondary crushing, alat
yang digunakan adalah Rolls, Dry Ball Mills, Disc Mills dan Ring Mills.

2.2 JAW CRUSHER.


Jaw Crusher merupakan crusher primer yang digunakan untuk
memecahkan batuan dengan ukuran setting antara 30 mm dan 100 mm. Jaw
crusher terdiri dari dua tipe yaitu blake dan dodge. Kegunaan Jaw Crusher adalah
untuk memecahkan bongkah bongkah yang sangat kasar. Proses pemecahan
dengan alat pemecah yang melawan bagian yang tidak bergerak, Alat peremuk
jaw crusher dalam prinsip kerjanya memiliki 2 buah rahang dimana salah satu
rahang diam dan yang satu dapat digerakan, sehingga dengan adanya gerakan
rahang tadi menyebabkan material yang masuk ke dalam kedua sisi rahang akan
mengalami proses penghancuran. Material yang masuk diantara dua rahang akan
mendapat jepitan atau kompresi. Ukuran material hasil peremukan tergantung
pada pengaturan mulut pengeluaran (setting), yaitu bukaan maksimum dari mulut
alat peremuk. Produk peremukan akan berukuran 85 % minus ukuran bukaan
maksimum, sedangkan ukuran umpan masuk adalah 85 % x gape.

Gambar 2.2 Jaw Crusher

Berdasarkan porosnya jaw crusher terbagi dalam dua macam :


a. Blake Jaw Crusher, dengan poros di atas
b. Dodge Jaw Crusher, dengan poros di bawah

Perbandingan Dodge dengan Blake Jaw Crusher, yaitu :


Tipe
Dodge
Blake

Posisi Poros
Bawah
Atas

Ukuran Produk
Relatif Seragam
Heterogen

Pecahnya batuan dari jaw crusher karena adanya :

Kapasitas
Kecil
Besar

Gaya Mekanis
Besar
Kecil

a.

Daya tahan batuan lebih keci dari gaya yang menekan

b.

Nip angle

c.

Resultan gaya yang arahnya ke bawah

Gaya-gaya yang ada pada jaw crusher, adalah :

Gaya tekan (aksi)


Gaya gesek
Gaya gravitasi
Gaya yang menahan (reaksi)

Faktor-faktor yangmempengaruhi efisiensi jaw crusher :


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Lebar lubang bukaan


Variasi dari throw
Kecepatan
Ukuran umpan
Reduction ratio (RR)
Kapasitas yang dipengaruhi oleh jumlah umpan per jam dan berat jenis
umpan

Ada dua tipe jaw crusher yang dapat ditemui pada penghancuran batubara :

Single-toggle machine
Double-toggle machine

Keduanya sering digunakan sebagai Blake Crusher yang dicirikan adanya jaw
bagian atas yang bergerak.

Kapasitas Jaw Crusher.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan energi Jaw Crusher :


1.

Ukuran feed

2.

Ukuran produk

3.

Kapasitas mesin

4.

Sifat batuan

5.

Persen waktu yang tidak terpakai

Kapasitas Crusher menurut Taggart :


T = 0,6 L. S
Keterangan :
T = kapasitas (ton/jam)
L = Panjang lubang penerimaan (inchi)
S = Lebar lubang pengeluaran (inchi)

2.3 DOUBLE ROLL CRUSHER.


Roll Crusher adalah mesin pereduksi ukuran yang menggunting dan menekan
material antara dua permukaan yang keras. Permukaan yang digunakan biasanya
berbentuk roll yang berputar dan besi landasan yang diam, atau dua roll dengan
diameter sama yang berputar pada kecepatan sama dan arahnya berlawanan.
Permukaan roll bisa rata, berkerut atau bergigi. Untuk batubara dimana
diperlukan rasio pereduksiannya tinggi dan hasil yang bagus, beberapa bentuk
permukaan biasanya dipilih sekaligus.

Double Roll Crusher merupakan pengembangan dari ukuran pereduksian bentuk


primer dan sekunder unit single. Double roll-crusher yang digunakan untuk
crushing primer dapat mereduksi batubara run of mine di atas 1 m3 menjadi
berukuran sekitar 350-100 mm, tergantung pada sifat batubara. Mesin ini dapat
digunakan sebagai secondary raw-coal crusher, middling crusher atau produk
sizing crusher. Secara luas digunakan untuk menghasilkan stok produk dimana
kelebihan serbuk halus harus dihindari. Dari umpan yang berukuran 350 mm,
Double roll-crusher dapat menghancurkan batubara yang berukuran 50 dan 20
mm. kapasitas semua double roll-crusher antara 10 2000 t/unit dengan konsumsi
tenaga 5 100 KW. double roll-crusher juga diproduksi dalam 3 dan 4 roll, 2
tingkat konfigurasi. Tingkat paling atas menghasilkan penghancuran kasar
sedangkan tingkat bawah lebih halus pada unit triple roll bagian yang paling atas
terdirir dari single roll-crusher, bagian yang lebih bawah terdiri dari double rollunit. Pada four-roll unit, bagian atas dan bawah terdiri dari double roll unit.
Gambar 2.3 Double Roll Crusher

Kapasitas Roll Crusher


Kapasitas roller tergantung pada kecepatan roler, lebar permukaan roller, diameter
dan jarak antara roller yang satu dengan lainnya. Roller biasanya digunakan untuk
batuan lunak seperti shale, lempung dan material lengket sampai setengah keras.

Kapasitas roller dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :


C = 0,0034 N x D x W x G x s
dimana :
N = jumlah putaran, rpm
D = diameter roll, inchi
W = lebar permukaan roll, inchi
G = berat jenis material
s = jarak antar roll, inchi

Hancurnya material dalam roll crushing dibedakan menjadi :


a. Choke Crushing
Penghancuran material tidak hanya dilakukan oleh permukaan roll tetapi juga oleh
sesama material.
b. Free Crushing
Yaitu material yang masuk langsung dihancurkan oleh roll.
Kecepatan crushing tergantung pada kecepatan pemberian umpan (feed rate) dan
macam reduksi yang diinginkan.

BAB III
METODE

3.1 Waktu dan Lokasi


a. Waktu : 24 Februari 2016 (Jam 10.00 11.30)
b. Lokasi : Lab Pengolahan Teknik Pertambangan Universitas Bangka
Belitung
3.2 Alat dan Bahan
a.
b.
c.
d.
e.

Pensil
Pulpen
Buku Catatan
Ember
Perlengkapan safety

f.
g.
h.
i.
j.

Jaw Crusher
Dobble Roll Crusher
Feed (Batu)
Penggaris

3.3 Langkah Kerja


1. Siapkan segala peralatan tulis (buku, pulpen, dll) untuk mencatat segala
kegiatan yang akan dilakukan.
2. Siapkan Feed untuk melakukan percobaan.
3. Gunakan perlengkapan safety sebelum melakukan serangkaian kegiatan
pengolahan.
4. Setinglah alat-alat yang hendak di pakai sesuai dengan keinginan.
5. Hidupkan alat yang hendak di gunakan.
6. Kemudian catat hasil setingan tersebut dengan hasil keluaran yang di
dapatkan pula.
7. Tarik kesimpulan dari hal tersebut.
k.
l. BAB IV
m. PEMBAHASAN
n.
o. 4.1 JAW CRUSHER
p. Jaw Crusher merupakan crusher primer yang digunakan untuk
memecahkan batuan dengan ukuran setting antara 30 mm dan 100 mm.
q.

r.

s.
t.
u. 4.2 DOUBLE ROLL CRUSHER
v. Double Roll Crusher merupakan pengembangan dari ukuran pereduksian
bentuk primer dan sekunder unit single. Double roll-crusher yang
digunakan untuk crushing primer dapat mereduksi batubara run of mine di
atas 1 m3 menjadi berukuran sekitar 350-100 mm, tergantung pada sifat
batubara.
w.

x.

y.
z.

aa.
ab.

ac.
ad.
ae.
af. BAB V
ag. KESIMPULAN
ah.
ai. Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah :
aj.
a. Kualitas

bahan

galian.

Tujuan

meningkatkan kualitas bahan galian.

Pengolahan

awal

adalah

untuk

b. Dalam melakukan crushing pada batuan ada dua alat yang dihunakan yaitu
jaw crusher dan dobble roll crusher
c. Crusher merupakan mesin yang dirancang untuk mengurangi besar batu ke
batu yang lebih kecil seperti kerikil atau debu batu.
d. Mekanisme Crushing adalah mengecilkan ukuran

bijih

dengan

diremukkan. Crushing meremukkan bijih dengan menekan bijih dengan


plat/roll yang mempunyai kekerasan lebih dari bijih yang diremukkan.
e. Factor-faktor yang mempengaruhi hasil ayakan adalah ukuran partikel,
makin kecil ukuran partikel maka akan makin cepat pula ia melewati
permukaan ayakan.
ak.
al.
am.
an.
ao.
ap.
aq.
ar.
as.
at. DAFTAR PUSTAKA
au.
av. Ansyari Isya . 2014. Pengertian dan Cara Kerja Jaw Crusher
aw.

http://learnmine.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-

dan-cara-kerja-jaw-crusher.html. Diakses pada tanggal 29


Februari 2016. (online)
ax.

ay. Sodikinmandala.2011.Crusher. http://sodikinmandala.blogspot.co.id/2011/03/crusher.html (Diakses tanggal 1 Maret


2016 pukul 13.27)
az.
ba.