Anda di halaman 1dari 29

TUGAS PENGANTAR TEKNIK

KIMIA DAN INDUSTRI


Reaksi Hidrogenasi dan
Aplikasinya dalam Industri
D ISUSUN OLEH:
1. BIMA WAND IKA PUTRA(1407123537)
2. D IANTITA SALINAS YASINTA
(1407123734)
3. SUNITHA SARI(1407112646)
D O S E N : M A R I A PA R AT E N TA , S . T, M . T
TEKNIK KIMIA S1 A

SEJARAH HIDROGENASI
1823
1897

Hidrogenasi paling awal adalah dari platina katalis


penambahan hidrogen ke oksigen di lampu Dbereiner,
perangkat dikomersialisasikan
Kimiawan Perancis Paul Sabatier dianggap sebagai ayah dari
proses hidrogenasi. ia menemukan bahwa pengenalan jejak
nikel sebagai katalis memfasilitasi penambahan hidrogen ke
molekul hidrokarbon gas dalam apa yang sekarang dikenal
sebagai proses Sabatier

1903

Wilhelm Normann dianugerahi paten di Jerman


dan di Inggris untuk hidrogenasi minyak cair, yang
merupakan awal dari apa yang sekarang menjadi
industri dunia luas.

1905

secara komersial proses Haber-Bosch, pertama kali dijelaskan

1922

melibatkan hidrogenasi nitrogen. Dalam proses Fischer-Tropsch


, dilaporkan karbon monoksida, yang berasal dari batubara
mudah, adalah terhidrogenasi untuk bahan bakar cair.

PENGERTIAN
HIDROGENASI
Hidrogenasi merupakan reaksi hidrogen H 2 dengan senyawa
organik, Reaksi ini terjadi dengan penambahan hidrogen secara
langsung pada ikatan rangkap dari molekul yang tidak jenuh
sehingga dihasilkan suatu produk yang jenuh. Proses hidrogenasi
merupakan salah satu proses yang penting dan
banyak digunakan dalam pembuatan bermacam-macam senyawa
organik.
Contoh reaksi hidrogenasi:

CH3CH = CH2 + H2
CH3CH2CH3
(Etene)
(Propane)

Macam
-m

a ca m H

Hidr
i
d
rogena
ogena
si
si Tran
Hidr
sfer
ogena
si Min
Hidr
ya k
ogena
si Eten
a

MACAM-MACAM HIDROGENASI
a. Hidrogenasi Transfer
Proses hidrogenasi umumnya memanfaatkan gas hydrogen, namun ada
juga yang menggunakan sumber lain yang memiliki atom hydrogen di
dalamnya. Namun tujuannya sama, yaitu : menambahkan atom
hydrogen dalam suatu senyawa.
b. Hidrogenasi Minyak
Proses hidrogenasi minyak membuat mengerasnya tanaman dan ikan
yang diturunkan minyak, yang memungkinkan mereka untuk menjadi
pengganti efektif untuk lemak hewani.

c. Hidrogenasi Etena
Etena bereaksi dengan hydrogen pada suhu sekitar 150 C
dengan adanya sebuah katalis nikel (Ni) yang halus. Reaksi
ini menghasilkan etana.
Reaksi ini tidak begitu berarti, sebab etena merupakan
senyawa yang jauh lebih bermanfaat dibanding etana yang
dihasilkan.
Etena bereaksi dengan hidrogen pada suhu sekitar 150C
dengan adanya sebuah katalis nikel (Ni) yang halus. Reaksi
ini menghasilkan etana.
Contoh :

PROSES HIDROGENASI
a. Substrat
Penambahan H2 ke alk e ne affords alk ne dalam reaksi protypical :
RCH = CH2 + H2 CH2RCH3 (R= alkil, aril)
Hidrogenasi sensitive terhadap halangan sterik menjelaskan selektivitas
untuk reaksi dengan exocyclic ikatan ganda tetapi tidak ikatan ganda
internal.
Substrat dari hidrogenasi tercantum dalam tabel berikut :
Alkena, R2C = CR2

Alkana, 2R2 CHCHR

Alkuna, RCCR

Alkena, cis-RHC = CHR

Aldehida, RCHO

Alcohol utama, RCH2OH

Keton, R2CO

Sekunder alcohol, R2CHOH

Ester, RCO2R

Dua alcohol, RCH2OH, ROH

Imina, RRCNR

Amina, RRCHNHR

Amida. RC (O) NR2

Amina, RCH2NR2

Nitril, RCN

Imina, RHCNH

Nitro, RNO2

Amina, RNH2

b. Katalis
Penggunaan katalis diperlukan agar reaksi yang berjalan efisien dan

dapat digunakan.
Hidgrogenasi non-katlik hanya berjalan dengan kondisi temperature
yang sangat tinggi. Dengan pengecualian langka, tidak ada reaksi di
bawah 480C (750 K atau 900C F) terjadi antara H2 dan senyawa
organic dalam ketiadaan katalis logam.

Reaksi :
Minyak + Katalis Kompleks Minyak-Katalis
Kompleks Minyak-Katalis + H2 Minyakterhodrogenasi+ Katalis
Trade off adalah kegiatan kecepatan reaksi vs biaya katalis dan biaya

aparat yang diperlukan untuk penggunaan tekanan tinggi.

EFEK SAMPING HIDROGENASI


Efek samping dari hidrogenasi memiliki implikasi bagi kesehatan
manusia yaitu isomerisasi dari beberapa ikatan karbon tak jenuh yang
tersisa.
Efek samping yang sangat menonjol dari hidrogenasi adalah lemak trans.
Undang-undang makanan di AS dank ode praktek di Uni Eropa telah
lama menyatakan bahwa diperlukannya label kandungan lemak dari
makanan dalam perdagangan, juga diperlukan deklarasi dari isi lemak
trans.
Lemak trans di larang di Denmark dan New York City. Konsumsi lemak
trans telah terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol yang berbahaya
sehingga menyebabkan meningkatnya resiko penyakit jantung. Proses
apapun yang cenderung meningkatkan jumlah lemak trans dalam
makanan sebaiknya dihindari.

Aplikasi Reaksi Hidrogenasi


dalam Industri

PROSES
PENGOLAHAN
BATU BARA
CAIR

APA ITU BATU BARA????


Adalah kekayaan alam yang

dikategorikan sebagai energy fosil


terbentuk dari proses metamorfosa
yang sangat lama.
Strukturnya kimia batubara

samasekali bukan rangkaian kovalen


karbon sederhana melainkan
merupakan polikondensat rumit dari
gugus aromatik dengan fungsi
heterosiklik.
Jumlah polikondensat yang banyak

ini saling berikatan sering disebut


dengan bridge-structure. Secara
optis batubara sering merupakan
bongkahan berporus tinggi dengan
kadar air yang sangat berfariasi.

Gambar 2 : Coal Structure

Proses pengolahan batubara :


1. Gasifikasi (coal gasification)
Secara sederhana, gasifikasi adalah proses pembuatan gas metana dengan
siklus kombinasi gasifikasi batu bara (uap dan hidrogenasi). Biasanya padat
menjadi CO dan H2 (synthesis gases) dengan bantuan uap air dan oksigen
pada tekanan atmosphere atau tinggi. Rumus sederhananya:
2C + 2S + 4H2
C + CH4 + H2S + Abu
2C + S + 2H2O
H2 + 2CO + H2S
H2 + CO + H2O
CO2 + 2H2
Tujuan gasifikasi adalah untuk mengolah batubara menjadi bentuk yang
dapat dimasukkan ke dalam proses pencairan batubara. . Proses Grinding
yang digunakan harus bertahap :
- Roller Crusher
- Conveyor
- Pengeringan Menggunakan Ballmils

TOOLS IN GASIFICATION PROCESS

2. Fisher Tropsch proses


Fisher Tropsch adalah sintesis CO/H2 menjadi produk hidrokarbon
atau disebut senyawa hidrokarbon sintetik/ sintetik oil. Sintetik oil
banyak digunakan sebagai bahan bakar mesin industri/transportasi
atau kebutuhan produk pelumas (lubricating oil).
(2n+1)H2 + nCO CnH(2n+2) + nH2O
Batubara yang telah melewati tahap grinding selanjutnya dialirkan ke
slurry mixer menggunakan conveyor.Pada slurry mixer, batubara
dicampur dengan solvent heavy oil sehingga didapatkan slurry .Setelah
itu dicampur menggunakan aliran solvent dari aliran bawah solvent
hydrogenation unit .Hasil akhir dari slurry mixer dicampur dengan
hidrogen.Sebelum masuk reaktor,aliran tersebut akan melewati preheater untuk menaikkan suhu mendekati suhu reaktor 4000 C.
Setelah keluar dari reaktor, akan melewati separator yang terdiri dari 2
jenis, yaitu :
- Separator suhu tinggi
- Separator pemsihan gas

TOOLS IN FISHER TROPSCH


PROCESS

Slurry mixer

Solvent hidrogen unit

Pre-Heater

Coal Process in separator

3. Unit Distilasi

Proses distilasi ini merupakan distilasi


atomsferik yang bertujuan untuk
memisahkan naptha yang sudah bebas
senyawa ringan dari senyawa beratnya dan
keluar sebagai produk utama, selanjutnya
akan masuk ke distilasi vakum.Produk bawah
dari kolom ini adalah residu, keluaran atas
kolom berupa distilat besar yang akan
menuju ke Solvent Hydrogenation Unit.

4.Hidrogenasi (hydrogenation)
Hidrogenasi adalah proses reaksi batubara dengan gas
hydrogen bertekanan tinggi. Reaksi ini diatur sedemikian
rupa (kondisi reaksi, katalisator dan kriteria bahan baku)
agar dihasilkan senyawa hidrokarbon sesuai yang
diinginkan, dengan spesifikasi mendekati minyak mentah.
Sejalan perkembangannya, hidrogenasi batubara menjadi
proses alternativ untuk mengolah batubara menjadi bahan
bakar cair pengganti produk minyak bumi, proses ini dikenal
dengan nama Bergius proses, disebut juga proses pencairan
batubara (coal liquefaction).

5. Pencairan Batubara (coal Liquefaction)


Coal liquefaction adalah terminologi yang dipakai secara umum mencakup
pemrosesan batubara menjadi BBM sintetik (synthetic fuel). Pendekatan
yang mungkin dilakukan untuk proses ini adalah: pirolisis, pencairan
batubara secara langsung (Direct Coal Liquefaction-DCL) ataupun melalui
gasifikasi terlebih dahulu (Indirect Coal Liquefaction-ICL). Secara intuitiv
aspek yang penting dalam pengolahan batubara menjadi bahan bakar
minyak sintetik adalah: efisiensi proses yang mencakup keseimbangan
energi dan masa, nilai investasi, kemudian apakah prosesnya ramah
lingkungan sehubungan dengan emisi gas buang, karena ini akan
mempengaruhi nilai insentiv menyangkut tema tentang lingkungan.

6. Kinerja Proses
Kinerja proses ditunjukan oleh efisiensi massa dan energi dari
keseluruhan proses.Efisiensi massa dapat dilihat dari efisiensi
karbon.Efisiensi energi dapat dilihat dari neraca energi.
Setelah itu akan melewati satu separator untuk memisahkan
gas-gas (sebagian besar hidrogen) yang terbentuk dan
digunakan sebagai recycyle hydrogen.Sedangkan produk dari
reaktor hidrogenasi solvent akan masuk ke stripper .Keluaran
bawah stripper adalah solvent yang digunakan sebagai donor
hidrogen yang akan dicampur ke batubara umpan dalam
slurry mixer. Keluaran atasnya berupa naptha dan lain-lain

Flow Chart pengolahan batu bara

Flow chart pengolahan batu bara

Indirect Liquefaction Process/


Indirect Coal Liquefaction (ICL)
Prinsipnya secara sederhana yaitu
mengubah batubara ke dalam
bentuk gas terlebih dahulu untuk
kemudian membentuk Syngas
(campuran gas CO dan H2). Syngas
kemudian dikondensasikan oleh
katalis (proses Fischer-Tropsch) untuk
menghasilkan produk ultra bersih
yang memiliki kualitas tinggi.

Gambar 3 : Dua konfigurasi proses dasar untuk


produksi bahan bakar cair dengan
Indirect Liquefaction Process

Direct Liquefaction Process/


direct coal liquefaction (DCL)
Proses ini dilakukan dengan cara
menghaluskan ukuran butir batubara,
kemudian Slurry dibuat dengan cara
mencampur batubara ini dengan pelarut.
Slurry dimasukkan ke dalam reaktor
bertekanan tinggi bersama-sama dengan
hidrogen dengan menggunakan pompa.
Slurry kemudian diberi tekanan 100-300
atm di dalam sebuah reaktor kemudian
dipanaskan hingga suhu mencapai 400480C.

Berikut adalah kapasitas produksi Shenhua DCL Plant, Inner Mongolia

Phase I:
Plant Cost Estimate
: 800 mio.USD
Coal Input estimate
: 2,1 mio.MT/a
Yield of oil products
: 845.300 MT/a
Estimate production cost
: USD 24/bbl
Komposisi oil products yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
Diesel
: 591.900 (MT/a)
Naphtha
:174.500
(MT/a)
LPG
: 70.500
(MT/a)
Liquid Ammonia
: 8.300
(MT/a)
Total
: 845.300
(MT/a)

Manfaat Likuifaksi Batubara

Likuifaksi batubara memiliki sejumlah manfaat:


a) Batubara terjangkau dan tersedia di seluruh dunia, memungkinkan
berbagai negara untuk mengakses cadangan batubara dalam negeri dan pasar
internasional- dan mengurangi ketergantungan pada impor minyak, serta
meningkatkan keamanan energi.
b) Batubara Cair dapat digunakan untuk transportasi, memasak, pembangkit
listrik stasioner, dan di industri kimia.
c) Batubara yang diturunkan adalah bahan bakar bebas sulfur, rendah
partikulat, dan rendah oksida nitrogen.
d) Bahan bakar cair dari batubara merupakan bahan bakar olahan yang ultrabersih, dapat mengurangi risiko kesehatan dari polusi udara dalam ruangan

Sisi Lain Batubara Cair


Dalam penggunaannya, batubara cair sebagai bahan bakar alternatif dinilai dapat:
1.Meningkatkan dampak negatif dari penambangan batubara
Penyebaran skala besar pabrik batubara cair dapat menyebabkan peningkatan yang
signifikan dari penambangan batubara. Penambangan batubara akan memberikan
dampak negatif yang berbahaya. Penambangan ini dapat menyebabkan limbah yang
beracun dan bersifat asam serta akan mengkontaminasi air tanah. Selain dapat
meningkatkan efek berbahaya terhadap lingkungan, peningkatan produksi batubara
juga dapat menimbulkan dampak negatif pada orang-orang yang tinggal dan bekerja
di sekitar daerah penambangan.
2.Menimbulkan efek global warming
sebesar hampir dua kali lipat per gallon bahan bakar. Produksi batubara cair
membutuhkan batubara dan energi dalam jumlah yang besar. Proses ini juga dinilai
tidak efisien. Faktanya, 1 ton batubara hanya dapat dikonversi menjadi 2-3 barel
bensin. Proses konversi yang tidak efisien, sifat batubara yang kotor, dan kebutuhan
energi dalam jumlah yang besar tersebut menyebabkan batubara cair menghasilkan
hampir dua kali lipat emisi penyebab global warming dibandingkan dengan bensin
biasa. Walaupun karbon yang terlepas selama produksi ditangkap dan disimpan,
batubara cair tetap akan melepaskan 4 hingga 8 persen polusi global warming lebih
banyak dibandingkan dengan bensin biasa.

Thankssss

SEKIAN & TERIMAKASIH