Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL SEMINAR TUGAS AKHIR

(BY DESIGN)
REDESAIN PASAR INDUK SAYUR MAYUR BATURITI
Diajukan oleh :
Desak Putu Korpiyoni
1204205062
I.

JUDUL
Redesain Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti

II.

LATAR BELAKANG :
Saat ini Indonesia masih belum terlepas dari kondisi ekonomi yang memburuk. Dikutip

dari news.liputan6.com Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi


Indonesia di kuartal II 2015 sebesar 4,67 persen atau melambat dari realisasi kuartal
sebelumnya yang tumbuh 4,72 persen. Hingga semester I, ekonomi Indonesia hanya tumbuh
4,7 persen, turun dari periode yang sama tahun lalu sekitar 5,17 persen. Level tersebut
melambat karena dipicu lesunya perekonomian global, termasuk negara mitra dagang
Indonesia dan pelemahan harga komoditas. Ditengah ketidakpastian perekonomian global
ini. Mengejar target 5,5 persen menjadi hal yang cukup sulit.
Walaupun perekonomian Negara Indonesia masih belum stabil tetapi tuntutan terhadap
semakin giatnya usaha untuk mempertahankan dan memenuhi segala kebutuhan secara
jasmani maupun rohani untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetaplah tinggi.
Pemerintah maupun Parlemen tengah berupaya untuk memperbaiki kondisi di dalam negeri,
dan hal ini diharapkan dapat didukung oleh seluruh rakyat Indonesia. Dikutip dari Liputan
6.com Menurut Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution,
ada tiga hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi dampak negative dari
perlambatan ekonomi di Indonesia diantaranya adalah pertama menjaga ketersediaan
bahan pokok, yang bertujuan agar stabilitas harga bahan kebutuhan pokok terjaga sehingga
tidak semakin memberatkan masyarakat. Kedua, dengan menjaga kestabilan nilai tukar
rupiah, yang dinilai ikut berdampak pada kemampuan masyarakat berbelanja. Dan ketiga,
mendorong masyarakat untuk giat menabung karena dengan ketersediaan modal di lembaga
perbankan diharapkan membantu permodalan proyek infrastruktur. Sehingga pemerintah
terus menyediakan berbagai macam fasilitas umum yang memadai untuk memperbaiki
kondisi ekonomi di Indonesia. Salah satu fasilitas umum yang disediakan pemerintah adalah
pasar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pasar merupakan tempat orang berjual beli.
Pasar mempunyai peran penting bagi pelayanan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Pasar
merupakan fasilitas umum yang bersifat komersial. Jenis pasar ada berbagai jenis, dari
seluruh jenis pasar, pasar induk merupakan pasar utama di kota besar yang merupakan pusat
penyalur barang kebutuhan untuk pasar lain. Di pasar induk ini terjadi transaksi secara
langsung antara produsen dengan distributor yang nantinya distributor ini yang akan menjadi
penyalur untuk pasar lainnya. Seperti pasar induk sayur mayur, petani sayur merupakan
produsen dan penyalur sayur sebagai distributor akan menyalurkan sayur ke pasar lainnya.
Di Bali terdapat Pasar Induk Sayur Mayur yang merupakan pasar utama yang sebagai pusat
penyalur sayuran dari petani dan disalurkan ke pasr lainnya di Bali. Pasar induk sayur mayur
ini terletak di Baturiti. Peranan pelaku kegiatan distribusi pemasaran pertanian sayuran di
Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti adalah agen yang berperan dalam menjual sayur yang
dititpkan oleh petani, ataupun petani yang langsung menjual sayur, pengepul yang merupakan
pembeli sayuran dari agen dan menjualnya kepada pedagang besar yang dimana pedagang
besar ini mencari langsung ke Pasar Induk dan menjual sayur kepada pengecer yang nantinya
akan dipasarkan diluar kecamatan Baturiti dan daerah kabupaten yang ada di Bali. Saat ini
pemerintah di setiap kabupaten atau kota , dan provinsi telah memperbaiki segala bentuk
fasilitas umum pasar baik dari segi sarana dan prasarananya, penataan pasar. Sehingga proses
jual beli dapat terus terjadi. Perbaikan fasilitas seperti gedung yang sudah tidak layak pakai
menjadi prioritas pemerintah untuk tetap mempertahankan kegiatan transaksi di pasar
sehingga laju pergerakan ekonomi tetap berjalan dan ketersediaan bahan pokok tetap stabil.
Pemerintah Kabupaten Tabanan khususnya akan melakukan perbaikan fasilitas pasar
tradisional yang ada di Kabupaten Tabanan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti saat ini terlihat
kurang dari segi penataan baik dari segi fasilitas maupun infrastrukturnya. Dikutip dari
Harian Umum Nusa Bali edisi Rabu, 29 Juli 2015, Para pedagang keluhkan kebersihan di
Pasar Induk Sayur Mayur, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan. Pasalnya sejak pasar itu
didirikan belum pernah disediakan bak sampah. Sampah dibuang sembarangan di seputaran
pasar. Akibatnya para pedagang dan kuli angkut sayur di Pasar Sayur terganggu dengan
adanya tumpukan sampah Secara langsung terlihat pada saat observasi, pedagang
membuang sampah sayuran secara sembarang diarea pasar yang kosong sehingga terjadia
tumpukan sampah dan tentunya menimbulkan bau busuk. Disisi lain yang dapat diamati di
lapangan, kurangnya fasilitas parkir untuk pedagang besar yang memarkirkan kendaraannnya
sehingga tidak teraturnya kendaraan yang diparkir di Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti.

Fasilitas seperti toilet umum, penataan pedagang yang kurang membuat suasana pasar
menjadi tidak kondusif. Los toko pada bagian belakang pasar yang tidak dipergunakan pun
terlihat kurang menarik. Perlunya penataan kembali pada Pasar Induk Sayur Mayur dapat
membuat pasar terlihat rapi dan tertata menurut jenis kebutuhan yang diperjual belikan.
Pada saat ini hal utama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana penataan kembali
fasilitas Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti agar tertata lebih rapid an proses jual beli lebih
kondusif, sehingga transaksi jual beli akan tetap terjadi dan meningkat. Dengan melakukan
penataan baik secara fasilitas dan infrastruktur diharapkan Pasar Induk Sayur Mayur tetap
ramai dikunjungi dan diharapkan terjadinya peningkatan transaksi yang berdampak pada
peningkatan perekonomian.
III.

RUMUSAN MASALAH :

Dari uraian latar belakang diatas, maka masalah-masalah yang dapat dirumuskan dari
Penataan Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti adalah sebagai berikut :
1. Apakah perlu dilakukannya redesain Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti?
2. Fasilitas dan infrastruktur apa saja yang akan diredesain di Pasar Induk Sayur Mayur
Baturiti?
3. Seperti apa konsep yang akan diaplikasikan pada redesain Pasar Induk Sayur Mayur
Baturiti sehingga transaksi jual beli menjadi kondusif dan terjadinya peningkatan
transaksi?
4. Bagaimana konsep pengelolaan yang akan diaplikasikan pada redesain Pasar Induk Sayur
Mayur Baturiti?
IV.

TUJUAN :

Adapun tujuan dari Redesain Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti ini adalah :
1. Memberikan suatu idea tau gagasan Penataan Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti yang
disusun dan dirumuskan menjadi suatu landasan konsepsual perancangan.
2. Meningkatkan secara kualitas maupun kuantitas proses transaksi jual beli di Pasar Induk
Sayur Mayur sehingga terciptanya suasana kondusif, kenyamanan bertransaksi, dan
peningkatan transaksi yang berdampak pada peningkatan perekonomian.
V.
METODE PENELITIAN :
A. Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer
- Teknik Observasi
Pengamatan dilakukan untuk melihat secara langsung keadaan Pasar Induk Sayur Mayur
Baturiti untuk mendapatkan data mengenai kondisi fisik, dan permasalahan yang ada, serta

pengamatan dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti kamera foto dan alat ukur
-

berupa meteran.
Wawancara
Mengumpulkan infromasi dengan melakukan Tanya jawab dengan narasumber dengan hal

ini bersama Pengelola Pasar Induk Sayur MAyur Baturiti, pedagang, dan pengunjung
2. Data Sekunder
- Studi Literatur
Studi literature dilakukan untuk mendapatkan teori teori yang diperlukan dalam
Penataan Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti antara lain mengenai pasar, transaksi pasar,
-

syarat pasar yang sesuai, dan seluruh literature yang terkait dalam proses perancangan.
Studi Instansional
Mencari data yang berkaitan dengan peraturan-peraturan kebijakan pemerintah tentang
Studi Banding
Studi banding dilakukan untuk mengumpulkan data yang berasal dari objek sejenis, untuk
memperoleh gambaran umum mengenai proyek yang akan dirancang. Objek sejenis yang

akan digunakan sebagai studi banding yang merupakan pasar induk adalah :
- Pasar Induk Sayur, Buah, dan Pangan Pare
- Pasar Induk Tuntungan Medan
- Pasar Induk Puspa Agro Sidoarjo
B. Teknik Pengolahan Data
1. Teknik Analisa
Menguraikan setiap permasalahan yang didapat untuk dicarikan solusi pemecahannya.
2. Teknik Kompilasi
Menginventariskan data untuk dikumpulkan dan dikelompokkan untuk menunjang dalam
proses analisis
3. Teknik Sintesis
Menggabungkan hasil analisis dengan faktor yang mempengaruhi ssehingga didapatkan
rumusan yang digunakan untuk memecahkan setiap permasalahan.
C. Teknik Penyimpulan Data
1. Metode Deduksi
Penarikan kesimpulan dari satu atau lebih pernyataan umum (premis) untuk mencapai
kesimpulan logis tertentu.
2. Metode Skoring
Penarikan kesimpulan dengan menggunakan kriteria kriteria dengan memberikan nilai
atau skor pada masing-masing alternatif, dan nilai tertinggi menjadi pilihan
VI.

PEMAHAMAN TERHADAP PROYEK :


Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai judul dari penulisan ini, maka dapat

diuraikan Redesain Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti adalah rancangan desain ulang pada
Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti untuk melengkapi segala fasilitas dan infrastruktur yang

dianggap kurang dan yang nantinya setelah dilakukan desain ulang fasilitas dan infrastruktur
yang baru akan melengkapi seluruh aktifitas jual beli yang ada di Pasar Induk Sayur Mayur.
Adapun fasilitas dan infrastruktur yang akan di desain di Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti
dari segi fasilitas adalah berupa utilitas yang memadai, sistem transportasi mekanis maupun
non mekanis, dan dari segi infrastruktur adalah berupa bangunan sebagai tempat transaksi,
penyediaan lahan parkir, penyediaan toilet umum, penyediaan TPS.
Dengan dirancangnya desain ulang pada Pasar Induk Sayur Mayur Baturiti diharapkan
kegiatan transaksi jual beli bisa berlangsung dengan aman, nyaman, dan kondusif dan
menarik pengunjung untuk berbelanjasehingga akan berdampak pada nilai transaksi yang
meningkat. Selain itu dengan kebersihan akan tetap bisa terjaga.
VII.

DAFTAR PUSTAKA

news.liputan6.com , diakses Jumat, 04 Agustus 2015 pukul. 20.00 Wita


Harian Umum Nusa Bali edisi Rabu, 29 Juli 2015
Kamus Besar Bahasa Indonesia

PROPOSAL SEMINAR TUGAS AKHIR


(BY DESIGN)
PENATAAN KAWASAN PURA TAMAN NARMADA BALI RAJA TAMANBALI
BANGLI
Diajukan oleh :
Desak Putu Korpiyoni
1204205062
I.

JUDUL
Penataan Kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli

II.

LATAR BELAKANG
Bali dengan sebutan Pulau Seribu Pura mencerminkan keberadaan Pura di Bali

sangatlah erat dengan kehidupan masyarakat di Bali. Pura memiliki kedudukan yang sangat

penting bagi kegiatan keagamaan umat hindu yang mendampingi seluruh kegiatan sehari-hari
masyarakat Hindu di Bali. Pura memiliki fungsi pemujaan yang berbeda-beda. Dalam ruang
lingkup terkecil yaitu pura panti atau paibon untuk keluarga hingga ruang lingkup terbesar
yaitu Pura Padarman. Pemujaan pada masing-masing pura berbeda-beda tergantung dari
Dewa yang berstana di masing-masing Pura.
Pura Taman Narmada Bali Raja merupakan salah satu pura yang terdapat di Bali. Pura
Taman Narmada Bali Raja terletak di Desa Pakraman Tamanbali Bangli yang merupakan
Pura Kawitan Maha Gotra Tirta Harum Taman Bali yang merupakan salah satu peninggalan
sejarah yang berupa taman dari Kerajaan Tamanbali. Pura Taman Narmada Bali Raja
memiliki luas 50 are ini dikelilingi dengan kolam dan persawahan. Pura Taman Narmada
memiliki nilai sejarah dan budaya yang patut dilestarikan dan tentunya mempunyai daya tarik
tersendiri. Adapun peninggalan lain yang masih ada dan utuh keberadaannya sampai saat ini
adalah Bale Mas yang terletak di lapangan Tamanbali. Bale Mas inidifungsikan sebagai
tempat menyimpan kekayaan berupa emas, permata, dan berlian pada masa pemerintahan raja
jaman dahulu. Peninggalan lainnya berupa jempeng raja (WC) berbentuk lembu yang
dipunggungnya terdapat sebuah lubang.
Namun dilihat pada kondisi saat ini taman di sekeliling Pura Narmada Bali Raja tidak
terawat dengan baik. Dikutip dari website RBM Gita Santhi Kabupaten Bangli Pemerintah
Daerah Tingkat II Kabupaten Bangli sedang berupaya menjadikan Taman Narmada Baliraja
sebagai daerah tujuan wisata yang menonjolkan alam dan sejarah budaya. Pada saat ini
hanyalah warga masyarakat desa Tamanbali saja yang seringkali mengunjungi taman ini
yang mempunyai hobi memancing Sehingga permasalahan yang ditemukan adalah kurang
terawatnya taman di Pura Taman Narmada Bali Raja, sehingga diperlukannya penataan
kawasan di Pura Taman Narmada Bali Raja sehingga dapat dijadikan sebagai objek wisata
sejarah budaya. Dari permasalahan yang ada tentu didapat jalan keluar yaitu dengan
melakukan penataan kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja sebagai objek wisata sejarah
budaya. Penataan kawasan berupa penambahan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung
sehingga bisa menjadi objek wisara sejarah budaya dan memberikan pendidikan secara
nonformal mengenai sejarah perkembangan kerajaan yang pernah ada di Bali.
Penataan kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja menjadi objek wisata sejarah budaya
dengan penambahan beberapa fasilitas umum seperti tempat bersantai, tempat memancing,
tempat membaca yang berisikan kumpulan buku sejarah Kerajaan Taman Bali dan Ksatria
Taman Bali. Selain itu infrastruktur berupa parkir yang dirasa kurang diperbanyak kembali,
pedestrian bagi pengunjung ataupun pemedek yang ingin bersembahyang ke pura. Sehingga

dengan dilakukannya penataan kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja dapat menjadi objek
wisata sejarah budaya yang menyatu dengan alam.
III.

RUMUSAN MASALAH

Dari uraian latar belakang diatas, maka masalah-masalah yang dapat dirumuskan dari
Penataan Kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli adalah sebagai berikut :
1. Apa saja yang bisa ditata di kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali
Bangli?
2. Potensi apa yang ada jika kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli
ditata menjadi objek wisata sejarah budaya?
3. Bagaimana konsep perancangan kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali
Bangli?
IV.

TUJUAN

Adapun tujuan dari Penataan Kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja ini adalah :
Dapat menjadikan kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli dikenal
menjadi peninggalan kerajaan Tamanbali sehingga bisa dijadikan objek wisata sejarah budaya
dan sebagai media pendidikan nonformal sejarah Bali dan mengembangkan potensi yang bisa
dibangun kembali yang ditunjang dengan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung.
V.
METODE PENELITIAN :
A. Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer
- Teknik Observasi
Pengamatan dilakukan untuk melihat secara langsung keadaan Pura Taman Narmada Bali
Raja Tamanbali Bangli untuk mendapatkan data mengenai kondisi fisik, dan permasalahan
yang ada, serta pengamatan dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti kamera foto
-

dan alat ukur berupa meteran.


Wawancara
Mengumpulkan infromasi dengan melakukan Tanya jawab dengan narasumber dengan hal
ini bersama Pemangku Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli, pemedek dan

penduduk sekitar pura


3. Data Sekunder
- Studi Literatur
Studi literature dilakukan untuk mendapatkan pengenalan sejarah terbentuknya Pura
Taman Narmada Baliraja Tamanbali Bangli yang dapat dipergunakan sebagai acuan dalam
-

proses perancangan.
Studi Instansional

Mencari data yang berkaitan dengan peraturan-peraturan kebijakan pemerintah tentang


-

radius kesucian pura


Studi Banding
Studi banding dilakukan untuk mengumpulkan data yang berasal dari objek sejenis, untuk
memperoleh gambaran umum mengenai proyek yang akan dirancang. Objek sejenis yang
akan digunakan sebagai studi banding Pura dengan dikelilingi kolam dan taman adalah :

- Pura Taman Ayun Mengwi


- Pura Tirta Gangga
B. Teknik Pengolahan Data
1. Teknik Analisa
Menguraikan setiap permasalahan yang didapat untuk dicarikan solusi pemecahannya.
2. Teknik Kompilasi
Menginventariskan data untuk dikumpulkan dan dikelompokkan untuk menunjang dalam
proses analisis
3. Teknik Sintesis
Menggabungkan hasil analisis dengan faktor yang mempengaruhi sehingga didapatkan
rumusan yang digunakan untuk memecahkan setiap permasalahan.
C. Teknik Penyimpulan Data
1. Metode Deduksi
Penarikan kesimpulan dari satu atau lebih pernyataan umum (premis) untuk mencapai
kesimpulan logis tertentu.
2. Metode Skoring
Penarikan kesimpulan dengan menggunakan kriteria kriteria dengan memberikan nilai
atau skor pada masing-masing alternatif, dan nilai tertinggi menjadi pilihan
VI.

PEMAHAMAN TERHADAP PROYEK


Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai judul dari penulisan ini, maka dapat

diuraikan Penataan Kawasan Pura Taman Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli sebagai
berikut
Pura Taman Narmada Bali Raja merupakan peninggalan Kerajaan Tamanbali yang
terletak di Desa Tamanbali Kabupaten Bangli. Pura Taman Narmada Bali Raja ini terletak di
tengah-tengah kolam dan dikelilingi sawah, dengan luas 50are. Kondisi Pura Taman Narmada
Bali Raja saat ini tidak terawat dengan baik. Sehingga Penataan kawasan untuk Pura Taman
Narmada Bali Raja Tamanbali Bangli dirasa sangat perlu. Penataan kawasan berupa
penambahan fasilitas dan infrastruktur dan menjadikan Pura Taman Narmada Bali Raja
menjadi objek wisata dengan menonjolkan sejarah dan budaya, mengingat Pura Taman
Narmada Bali Raja merupakan pura peninggalan kerajaan Taman Bali dan kini patut
dilestarikan sehingga bisa dijadikan sebagai media pendidikan nonformal sejarah budaya.
Untuk menunjang hal ini diperlukan fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk

menunjangnya. Fasilitas umum yang dapat menunjang Pura Taman Narmada Bali Raja
berupa tempat duduk santai dipinggir kolam, dan infrastruktur yang diperlukan adalah berupa
tempat parkir yang mencukupi bagi pemedek yang akan sembahyang ke Pura maupun bagi
pengunjung, toilet umum yang diperlukan disekitar area pura, dan pedestrian menuju pura
yang melintasi tengah-tengah sawah. Selain itu diperlukannya wantilan yang difungsikan
sebagai tempat beristirahat yang dilengkapi dengan ruang baca yang berisikan buku-buku
mengenai seluk beluk Kerajaan Tamanbali dan Kawitan Maha Gotra Tirta Harum Tamanbali
ataupun peninggalan sejarah dari Kerajaan Tamanbali, yang bisa menjadi media penyaluran
pendidikan nonformal, sejarah dan budaya.
Sehingga dengan dilakukannya penataan kawasan di Pura Taman Narmada Bali Raja
Tamanbali Bangli sebagai objek wisata sejarah budaya, Pura Taman Narmada Bali Raja bisa
lebih dikenal dan memberikan informasi sejarah mengenai keberadaan agama hindu di Bali
menurut keturunan dan kawitan. Namun dengan tetap menjaga kebersihan dan kesucian di
areal pura agar seluruh alam dan isinya menjadi tetap seimbang.
VII.

DAFTAR PUSTAKA

Website RBM Gita Santhi Kabupaten Bangli , diakses 7 September 2015, pukul 22.00 wita

PROPOSAL SEMINAR TUGAS AKHIR


(BY DESIGN)
PUSAT PEMASARAN UMKM KABUPATEN BADUNG DI BADUNG
Diajukan oleh :
Desak Putu Korpiyoni
1204205062
I.

JUDUL
Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten Badung di Badung

II.

LATAR BELAKANG
Indonesia kini telah berusaha untuk menanggulangi bertambahnya pengangguran setiap

tahunnya. Berbagai alternatif telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi pengangguran


setiap tahunnya. Salah satu alternatifnya adalah pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) sebagai upaya untuk mengentaskan pengangguran, kemiskinan dan
pemerataan pendapatan. Perkembangan UMKM yang baik akan berdampat pada kemajuan
perekonomian Negara dan memajukan pembangunan disetiap sektornya.
Usaha Mikro Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM
(Usaha Menengah Kecil dan Mikro) adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau
badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam
Undang-Undang ini. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah dalam pasal 3 disebutkan bahwa usaha mikro bertujuan
menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian
nasional berdasarkan ekonomi yang berkeadilan. Kriteria Usaha Mikro menurut UndangUndang Nomor 20 Tahun 2008 Pasal 6, Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang
perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria sebagai berikut 1)
Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak temasuk tanah dan bangunan
tempat usaha; atau 2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300 juta.

Untuk memberdayakan UMKM dan memajukannya diperlukan peran pemerintah untuk


memutuskan kebijakan-kebijakan bagi dunia kewirausahaan, lembaga-lembaga keuangan dan
perbankan dapat sebagai perantara keuangan untuk mengoptimalkan dan memajukan
pemberdayaan UMKM, dan pelaku usaha memiliki potensi yang kuat untuk membantu dalam
perkembangan dan pertumbuhan UMKM itu sendiri. Namun dibalik itu banyak kendala yang
dihadapi untuk tetap memajukan UMKM di Indonesia. Menurut Tulus T.H Tambunan
(2009:75) ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan UMKM adalah
keterbatasan modal usaha, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan
teknologi, keterbatasan bahan baku dan kesulitan pemasaran. Menciptakan suatu UMKM
memang tidak mudah diperlukan modal yang cukup dan keterampilan dalam mengelola
usaha yang dibangun.
Dikutip dari Fan page Bali Post edisi 30 Agustus 2013 Ribuan usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM) di Badung terancam keberlangsungannya bila tidak diproteksi sejak
dini. Terlebih persaingan dunia usaha makin ketat dan permasalahan klasik masih membelit
UMKM. Menurut Kepala Diskopendag dan UKM Kabupaten Badung I Ketut Karpiana dan
Kabag Humas dan Protokol Setda Badung A.A. Gede Raka Yuda, pelaku UMKM masih
terganjal sejumlah permasalahan didalam mengembangkan usahanya, seperti permodalan dan
pemasaran. Permasalahn pemasaran adalah belum mampunya produsen untuk memasarkan
produknya secara langsung, sehingga produknya dijual ke tengkulak dengan harga murah.
Setiap produk UMKM pasti memiliki kualitas yang baik dan bahkan diantaranya memiliki
potensi untuk bisa dijual sampai keluar negeri. Namum pelaku UMKM disamping pemasaran
yang kurang juga belum mampu mengemas produk dengan baik. Dan selain itu enggan dalam
mengurus segala administrasi dan persyaratan yang menjadi salah satu alasan produk yang
dihasilkan tidak dipasarkan sampai keluar negeri ataupun keluar daerah.
Dilihat dari kenyataan yang terjadi dilapangan, pemasaran UMKM perlu difasilitasi
sehingga produk dapat dipasarkan dengan baik. Salah satunya dengan dikumpulkannya
seluruh UMKM yang ingin bergabung dalam satu tempat dan dipasarkan berupa pusat
pemasaran UMKM yang mencakup wilayah Kabupatan Badung. Sehingga penjualan produk
UMKM pun dapat terkontrol dengan baik oleh masing-masing pemilik UMKM. Tanpa
kerugian yang tinggi dikarenakan dapat menjual seluruh produknya secara langsung tanpa
melalui perantara. Dengan terpusatnya pemasaran UMKM diharapkan dapat memajukan
seluruh UMKM yang ikut bergabung dalam pemasarannya baik dijual secara langsung
maupun diekspor, sehingga produsen tidak perlu rugi karena tidak memasarkan langsung
produknya melainkan melalui tengkulak. Hal ini diharapkan dapat memajukan dan

mengembangkan seluruh UMKM yang ada di Kabupaten Badung sehingga tujuan dari
UMKM itu sendiri akan terealisasikan yaitu menumbuhkan perekonomian Indonesia.
III.

RUMUSAN MASALAH
Dari uraian latar belakang diatas, maka masalah-masalah yang dapat dirumuskan dari

Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten Badung di Badung adalah sebagai berikut :


1. Apa manfaat dari dirancangnya Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten Badung di Badung?
2. Seperti apa konsep yang akan dirancang dalam Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten
Badung di Badung sehingga dapat menarik pengunjung untuk dating?
IV.

TUJUAN
Adapun tujuan dari Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten Badung di Badung ini adalah :

Dapat mengembangkan dan memajukan UMKM Kabupaten Badung dengan memasarkan


produk UMKM secara langsung dan sampai ekspor sehingga akan berdampak pada
pertumbuhan perekonomian di Indonesia, mengurangi pengangguran, mengentaskan
kemiskinan, dan memeratakan pendapatan.
V.
METODE PENELITIAN :
A. Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer
- Teknik Observasi
Pengamatan dilakukan untuk mencari tahu bagaimana pemasaran yang dilakukan oleh
UMKM yang sudah bisa memasarkan produknya sendiri secara langsung dan nantinya
dapat digunakan sebagai referensi dalam perancangan pusat pemsaran UMKM yang akan
-

dibuat.
Wawancara
Mengumpulkan infromasi dengan melakukan Tanya jawab dengan narasumber dengan hal

ini bersama pelaku usaha UMKM itu sendiri.


2. Data Sekunder
- Studi Literatur
Studi literature dilakukan untuk mendapatkan pengenalan mengenai UMKM dan
bagaimana strategi pemasaran yang tepat yang nantinya akan berpengaruh kepada
-

rancangan yang akan dibuat.


Studi Instansional
Mencari data yang berkaitan dengan peraturan-peraturan kebijakan pemerintah tentang
UMKM di Kabupaten Badung
Studi Banding

Studi banding dilakukan untuk mengumpulkan data yang berasal dari objek sejenis, untuk
memperoleh gambaran umum mengenai proyek yang akan dirancang. Objek sejenis yang
akan digunakan sebagai studi banding pemasarn UMKM adalah :
- Pasar UKM Kota Makassar
- Pasar Pratista Harsa,Purwakerto
- Gedung Smesco UKM Jakarta Selatan
B. Teknik Pengolahan Data
1. Teknik Analisa
Menguraikan setiap permasalahan yang didapat untuk dicarikan solusi pemecahannya.
2. Teknik Kompilasi
Menginventariskan data untuk dikumpulkan dan dikelompokkan untuk menunjang dalam
proses analisis
3. Teknik Sintesis
Menggabungkan hasil analisis dengan faktor yang mempengaruhi sehingga didapatkan
rumusan yang digunakan untuk memecahkan setiap permasalahan.
C. Teknik Penyimpulan Data
1. Metode Deduksi
Penarikan kesimpulan dari satu atau lebih pernyataan umum (premis) untuk mencapai
kesimpulan logis tertentu.
2. Metode Skoring
Penarikan kesimpulan dengan menggunakan kriteria kriteria dengan memberikan nilai
atau skor pada masing-masing alternatif, dan nilai tertinggi menjadi pilihan
VI.

PEMAHAMAN TERHADAP PROYEK


Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai judul dari penulisan ini, maka dapat

diuraikan Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten Badung di Badung sebagai berikut


Pusat Pemasaran UMKM Kabupaten Badung di Badung ini dirancang bertujuan agar
terkumpulnya seluruh pelaku usaha UMKM di Kabupaten Badung untuk memasarkan
seluruh produknya secara langsung. Pusat Pemasaran ini akan berlokasi di Mengwi. Pusat
pemasaran UMKM ini akan ditunjang dengan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, mulai
dari area pemasaran yang berupa los toko, tempat pemasaran sementara, dan sampai
panggung terbuka untuk promosi, demo, dan pemasaran produk bagi UMKM yang ingin
melakukan demo.