Anda di halaman 1dari 2

Panduan Praktik Klinis

SMF : ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN


RSUD SIDOARJO, SIDOARJO
2012 - 2014

DERMATITIS POPOK
1. Pengertian (Definisi)

Dermatitis di daerah genitokrural sesuai dengan tempat popok


(bagian yang cembung). Umumnya pada bayi pengguna popok,
juga pada orang dewasa yang menderita sakit dan memakai
popok
Klasifikasi penyakit :
1. Dermatitis popok iritan
2. Dermatitis popok candida

2. Anamnesis
1. Riwayat pemakaian popok
2. Didapatkan kontak yang lama dengan penggunaan popok
basah (urin/feses) akibat pemakaian popok yang tidak
bersih.
3. Tempat predileksi genitokrural sesuai dengan tempat popok
3. Pemeriksaan Fisik
a. Makula eritema berbatas agak tegas (bentuk menyerupai
bentuk popok yang berkontak) disertai papul, vesikel, erosi
dan ekskoriasi
b. Bila berat dapat terjadi infiltrat dan ulkus
c. Bila terinfeksi jamur kandida tampak plak eritematosa
(merah cerah), lebih membasah disertai maserasi, kadang
pustula dan lesi satelit
4. Kriteria Diagnosis
1. Adanya riwayat pemakaian popok.
2. Gambaran klinis yang khas terdapat makula eritematosa,
lembab, skuama, erosi tanpa lesi satelit
3. Tempat predileksi yg khas yaitu di genitalia dan bokong
(permukaan koveksi) bedakan dengan kandida ruamnya
pada genitalia bokong (lipatan)
5. Diagnosis
Diagnosis didapatkan berdasarkan gambaran klinis yang khas
6. Diagnosis Banding
1. Penyakit leterrer- siwe
2. Akrodermatitis enteropatika
3. Sebo-psoriasis (psoriasiformis)
7. Pemeriksaan Penunjang
Tidak perlu pemeriksaan penunjang khusus, bila diduga
terinfeksi jamur candida, pemeriksaan KOH/Gram dari kerokan
kulit.
8. Terapi

Prinsip terapi menekan inflamasi dan mengatasi infeksi kandida


1. Topikal:
a. Bila ringan :
Krim salap bersifat protektif (seng okside, panteol)
b. Kortikosteroid potensi lemah (salap hidrokortison1%2,5%) waktu singkat (3-7hr)

c. Bila terinfeksi kandida :


Antifungal kandida, yaitu nistatin atau derivat azol
dikombinasi dengan seng oksida
2. Sistemik:
Tidak perlu
9. Edukasi

10. Prognosis

1. Menghindari penyebab
2. Menjaga higieni.
3. Belajar cara menggunakan popok dan mengganti
secepatnya bila basah
4. Popok dibuka saat tidur
5. Mengganti popok sekali pakai bila kapasitasnya telah
penuh.
6. Menganjurkan menggunakan popok sekali pakai jenis
Highly absorbent
Ad vitam
Ad sanationam
Ad fungsionam

11. Tingkat Evidens

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
I/II/III/IV

12. Tingkat Rekomendasi


13. Penelaah Kritis

14. Indikator Medis

A/B/C
1. dr. Myrna Safrida, SpKK
2. dr. Rudy Wartono, SpKK
3. dr. Dhita Karina, SpKK
Makula eritema

15. Kepustakaan
1. Panduan Pelayanan Medis Dokter Spesialis Kulit dan
Kelamin.
2. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin tahun 2005

Sidoarjo, 1 Desember 2012


Ketua Komite Medik

Ketua SMF Kulit & Kelamin

dr. M. Tauhid Rafii, SpM

dr. Myrna Safrida, SpKK

NIP. 19580505 198610 1 005

NIP. 19620405 198901 2 002

Direktur RSUD Sidoarjo

dr. Eddy Koestantono M., MM


NIP. 19551008 198801 1 001