Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN

BENGKEL LISTRIK
INSTALASI RUMAH TINGGAL
PROYEK TUAN SUDOMO
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
Nama
Kelas
No.Absen
NIM

: AGUS RUSMAN L.TORUAN


: EL3C
: 05
: 1405032064

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PRODI TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
T.A 2015/2016

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Laporan

: PROYEK TUAN SUDOMO

No. Laporan

: 01/BENGKEL-LISTRIK/X.XI/2015

Nama Praktikan

: AGUS RUSMAN L.TORUAN

Kelas

: EL-3C

Mulai Pengerjaan

: 19 OKTOBER 2015

Selesai Pengerjaan

: 10 NOVEMBER 2015

Instruktur

: Drs.M.J.J Purba,M.T
Ir.Gunoro,M.T

Nilai

DAFTAR ISI

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Lembar Pengesahan............................................................................................................................ 1
Daftar Isi............................................................................................................................................ 2
Kata Pengantar................................................................................................................................... 3
BAB I. Pendahuluan......................................................................................................................... 5
Perencananaan Instalasi... 5
Deskripsi Rancangan 6
Rumusan Masalah7
Tujuan Praktikum. 7
BAB II. Landasan Bahan dan Alat..................................................................................................... 8
Teori Alat dan Bahan............................................................................................................ 8

Daftar kebutuhan bahan............................................................. 10


Daftar kebutuhan alat................................................................. 11
Mesin-mesin dan perlengkapan 12
Alat Ukur. 12
Multi Check.. 12
Komponen yang digunakan.. 12
Fungsi Alat dan Bahan.. 19
BAB III.Pembahasan/Analisa ............................................................ 21
Perakitan Panel.. 21
Pemasangan/Perawatan Panel21
Group 1.................................................................................................................................. 22
Group 2.............................................................................................................. 22
Group 3.................................................................. 22
Group 4.... 23
BAB IV. TROUBLE SHOTING........................................................................................................ 24
Tujuan... 24
Peralatan.24
Trouble Shoting. 25

BAB V. DIAGRAM GAMBAR .. 27


2

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Gambar rangkaian control single line panel diagram rumah tinggal ab sudomo.. 27
Gambar simulasi proyek tuan sudomo di papan 120cm x 100 cm.... 28
Gambar Rangkaian diagram pengawatan.. 29
Gamabar Denah Rumah tinggal tuan Sudomo...30
Panel Control pandangan depan 31
Pintu panel depan...32
Pemasangan Busbar... 33
Pintu Panel(Belakang)34
Detail panel penerangan 35
Pandangan belakang pintu panel36
BAB VI.PENUTUP
Kesimpulan.... 37
.

KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena dengan Rahmat dan
Karunianya saya dapat menyelesaikan Pengkerjaan INSTALASI PENERANGAN RUMAH TINGGAL
3

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

DAN PEMBUATAN LAPORAN dari hasil kerja saya selama 23hari dengan lancar yang berjudul
PROYEK TUAN SUDOMO.
Terselesaikannya laporan ini berarti bahwa usai sudah serangkaian kegiatan BENGKEL LISTRIK 3
INSTALASI PENERANGAN RUMAH TINGGAL dengan simulasi diatas papan 120cm x100cm, dengan
ini saya banyak memperoleh ilmu baru megenai Instalasi penerangan rumah tinggal. Terima kasih kepada
Bapak Drs.M.J.J Purba,M.T dan Bapak Ir.Gunoro,M.T dan semua pihak yang telah membantu kegiatan
BENGKEL LISTRIK SEMESTER 3 INSTALASI PENERANGAN RUMAH TINGGAL ini. Saran
dan juga kritik yang anda berikan dalam penulisan laporan ini akan saya terima dengan kerendahan hati,
karena saya menyadari bahwa laporan yang saya buat masih jauh dari sempurna. Saya berharap agar laporan
ini dapat berguna serta dapat memberi pengetahuan baru bagi semua pihak dan bahan perbandingan untuk
pembuatan tulisan serupa atau sebagai bahan referensi.

Medan, 26 November 2015

Agus Rusman

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 PERENCANAAN INSTALASI
4

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

1.1.1 LATAR BELAKANG MASALAH


Dengan berkembanganya zaman, kebutuhan hidup manusia akan hal yang berhubungan
dengan kelistrikan semakin tidak dapat dipungkiri, baik pada industri maupun pada konsumen yaitu
masyarakat umum, hampir semua peralatan yang digunakan sehari-hari memerlukan listrik.
Agar segala bentuk instalasi dapat terselenggara dengan baik dalam berbagai hal, maka
diperlukan suatu acuan standar, baik untuk keamanan instalasi maupun perlengkapannya agar dapat
digunakan secara terus-menerus dan terutama aman dari bahaya-bahaya yang mungkin terjadi.
Selain itu dalam penguasaan materi baik teori maupun prakteknya serta dalam melaksanakan
pemasangan instalasinya ada beberapa prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi. Beberapa prinsipprinsip dasar suatu instalasi adalah sebagai berikut:
1 Kehandalan (Accersibility)
2 Ketercapaian (Realibity)
3 Ketersediaan (Aviability)
4 Keindahan
5 Keamanan (Safety)
6 Ekonomis (Economics)
7 Pengaruh Lingkungan (Impact On Environtment)
Dengan berpedoman pada prinsip-prinsip dasar diatas, maka sangat diperlukan informasi dan
petunjuk-petunjuk yang sangat bermanfaat, seperti halnya dalam pengerjaan Praktek Instalasi
Listrik Job Rumah Sudomo pada semester III ini.Menjelang akhir semester III bidang studi
rancangan listrik telah memberikan teori perancangan instalasi listrik dengan kombinasi-kombinasi
dari berbagai sistem pengaturan yang kelak bisa digunakan atau pun bisa diterapkan dalam praktek
bengkel listrik. Buku pelajaran LATIHAN BENGKEL LISTRIK SEMESTER III ini akan
menerangkan semua sistem pengaturan instalasi penerangan yang dioperasikan dari berbagai jenis
saklar secara manual dan otomatis. Dengan memberikan suatu latihan perencanaan gambar diagram
lokasi praktek dari pemakaian peralatan dan perhitungannya serta melengkapi diagram kerja
rangkaian, diharapkan mahasiswa akan berhasil dalam praktek bengkel listrik ini. Pelajaran ini
boleh dikatakan sudah seluruhnya sebelumnya diketahui mahasiswa, sehingga dengan sedikit
instruksi dan pengarahan maka mahasiswa akan mampu melaksanakannya. Seluruh latihan ini
dituangkan dalam modifikasi latihan rancangan listrik dengan judul Proyek Sudomo.

1.1.2 DESKRIPSI RANCANGAN

Proyek sudomo ialah rancangan instalasi penerangan dirumah tuan Sudomo. Tuan Sudomo memesan
pada konsultan untuk merancang instalasi penerangan dirumah tinggalnya. Dalam hal penggambaran
rancangan instalasi penerangan ini mahasiswa diumpamakan sebagai konsultan. Pada semester III ini
seluruh gambar rancangan penerangan ini dipraktekkan dalam bentuk simulasi.

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Mengingat lokasi penerangan rumah tuan Sudomo yang begitu besar dan memiliki taman yang luas
maka kerja praktek bukan dilakukan di tempat yang sebenarnya. Melainkan dikerjakan pada papan
berukuran 120 x 100 cm sebagai simulasinya. Semua peralatan listrik yang dipasang disesuaikan seluruhnya
dengan deskripsi data.
Didalam pemasangan instalasi listrik banyak hal yang harus dikerjakan dengan mengingat enam
prinsip dasar instalasi listrik, antara lain :

Keamanan.

Keandalan.

Kemudahan tercapai.

Ketersediaan (cadangan).

Ekonomis dan,

Pengaruh lingkungan.
Jadi pemasangan instalasi listrik harus direncanakan dari awal pekerjaan hingga selesainya. Untuk

lebih jelasnya diharapkan mahasiswa membaca PUIL 2000, disana dijelaskan bagaimana cara menginstalasi
yang baik. Didalam praktek ini teori teknik bengkel dilaksanakan sepenuhnya sebagaimana mestinya,
diantaranya : membengkokan pipa, memasang pipa, penarikan kabel, penempatan peralatan, penyambungan
kabel dan mencari kesalahan ( trouble shooting ) telah menjadi sasaran utama.
Dari praktek ini sayaa mencoba menyusun laporan yang memaparkan teknik penerangan secara
umum. Pengoperasian Manual dan Otomatis adalah sebagian dari sistem yang dipakai dalam rangkaian
listrik. Sebagaimana dari itu telah menjadi bahan dalam laporan ini. Semoga praktek listrik ini dapat dipakai
setelah selesai pendidikan dan dapat dipertanggungjawabkan.

1.1.3

RUMUSAN MASALAH
Dalam praktek instalasi listrik III ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui maksud dan tujuan

praktek. Sehingga dalam melaksanakan praktek mahasiswa tidak mengalami kesulitan.Untuk mencapai
tujuan tersebut masalah yang harus diselesaikan adalah cara membuat suatu instalasi dengan baik dan benar.

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Setiap mahasiswa wajib mengetahui cara membuat suatu instalasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar
instalasi.Adapun cara pemasangan instalasi harus mengikuti gambar yang telah ditentukan
1.1.4 TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah menyelesaikan praktek di bengkel ini mahasiswa harus mampu :

Mengetahui cara kerja peralatan listrik yang dipakai.


Terampil dalam mengecek kebenaran rangkaian.
Terampil dalam mengawati rangkaian.
Terampil dalam memasang komponen yang digunakan.
Mampu membaca gambar rangkaian dengan baik.
Mengetahui dasar-dasar menginstalasi panel.
Dapat menentukan ukuran, jenis, dan warna penghantar.
Dapat menentukan jenis rangkaian yang dipakai dalam ruangan tertentu.
Dapat membedakan rangkaian Otomatis dan Manual.
Mahasiswa mampu memahami prinsip kerja peralatan dan komponen yang digunakan

pada Praktek Bengkel III.


Mahasiswa mampu memahami prinsip kerja rangkaian tiap tiap grup.
Mahasiswa mampu membaca dan memahami gambar teknik dengan baik dan benar.
Mahasiswa mampu merangkai rangkaian sesuai dengan gambar.
Mahasiswa mampu mengerjakan Instalasi Listrik dengan urutan kerja yang sesuai.
Mahasiswa dapat membedakan bagaimana rangkaian Otomatis dan Manual.

BAB II
LANDASAN
TEORI BAHAN DAN ALAT
2. 1. TEORI ALAT DAN BAHAN :
2.1.1. DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN / PERALATAN UNTUK LATIHAN SEMESTER III TIAP
MAHASISWA

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

NO

NAMA BAHAN /
PERALATAN

JUMLA
H

SATUA
N

KETERANGAN

A. Pipa dan alat bantu


1

Pipa union (5/8) (0 int.


15 mm)

3,6

Lokal

Pipa sintesis lokal (5/8)


PVC

1,9

Lokal

Pipa KIR 11 mm (0 int.


13,5 mm)

1,25

Import / Tender

Benda siku 5/8 union

Buah

Untuk Union Pipa,


Lokal

Benda siku sintetik lokal

Buah

Untuk Pipa PVC

Benda siku KIR

Buah

Import / Tender

Sok ( Benda sambung )


KIR

Buah

Import / Tender

Cabang T (KIR)

16

Buah

Import / Tender

Tole union

40

Buah

Lokal

10

Klem alumunium 16 mm

12

Buah

Lokal

11

Klem import KIR

14

Buah

Import / Tender

12

Klem NYM 9 mm sebelah


paku

Buah

Lokal

B. Saklar Dan Peralatannya


13

Sakelar Dimmer (LDR)

buah

Import / tender

14

Sakelar tukar

buah

Import/tender Sch 3

15

Sakelar silang

1(+1
spare)

buah

Import/tender Sch 6

16

Sakelar seri

buah

Import/tender Sch 1

17

Sakelar golongan
(selektor)

buah

Import/tender Sch 2

18

Sakelar tekan (impuls)


dg. lampu tanda

buah

Import / tender

19

Sakelar tekan (impuls)


dg. lampu IP 55

1(+2
spare)

buah

Import / tender

20

Lampu tanda (merah)

buah

Import / tender

21

Kotak hubung

buah

Import / tender

22

Kotak kontak 1 fasa + PE

buah

Lokal

23

Fiting duduk (lokal)

buah

Lokal

24

Roset kayu

buah

Lokal

25

Fiting duduk (import)

buah

Import / tender

26

Sakelar tekan

buah

Import / tender

8 C.
WORKSHOP
BENGKEL LISTRIK SMT 3
Panel

2.1.2. DAFTAR KEBUTUHAN / PERALATAN UNTUK LATIHAN SEMESTER III


TIAP
MAHASISWA

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

NO

NAMA
BAHAN/PERALATAN

35

Profil dudukan relay

36

Terminal 4 mm

37
38

JUMLA
H

SATUA
N

KETERANGAN

200

mm

Import / tender

15

buah

Import / tender

Penahan terminal

buah

Import / tender set


screw

Treeplex

lembar

Local ( atau 9 mm )

lembar

Local
mm )

40

Plat penutup untuk item


40

buah

Imp./Tender (cover)

41

Terminal 6 mm

buah

Imp./Tender

42

Plat
penutup
untuk item 46

buah

Imp./Tender

43

Plat pemisah 6 mm

buah

Imp./Tender

44

Saluran kabel

400

mm

Imp./Tender

45

Plastik pengikat kabel

10

buah

46

Kabel NYM re 3 x 1,5


mm, warna untuk 2 Ph +
N

3,4

mm

Lokal ( pejal )

47

Kabel NYM re 3 x 1,5


mm, warna untuk Ph + N
+ PE

1,0

mm

Lokal ( pejal )

48

NYA merah dan kuning


dan hitam 1,55 mm

17,0

mm

Lokal ( pejal )

49

NYA biru tua 1,5 mm

13

mm

Lokal ( pejal )

50

NYA hijau / kuning 1,55


mm

13,5

mm

Lokal ( pejal )

51

NYA hijau 1,55 mm

8,5

mm

Lokal ( pejal )

52

Dempul
(putty)

0,1

mm

Lokal ( pejal )

53

Nomor-Nomor
terminal blok

mm

Lokal ( pejal )

54

Steker 10 16 A PNE

mm

Lokal ( pejal )

55

Kabel NYMHY 3 x 1 mm
(fleksibel)

2,0

mm

Lokal ( pejal )

56

Asbes
plafon,lebar
panjang x tebal

mm

LokaL ( atau 8 mm)

12

mm

Lokal ( pejal )

Lebar x panjang x lebar


253 x 453 x 4mm
39

Asbes plafon, lebar


panjang x tebal

atau

2x4

253 x 603 x 8 mm

10

untuk

mm

kayu
utk

Lokal

253 x 453 x 8 mm

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3


57

NYA

coklat

dan

putih

2. 1. 3. MESIN-MESIN DAN PERLENGKAPAN.


1. Bench Drilling digunakan untuk melubangi busbar bingkai panel dan pintu panel.
2. Pemanas (heater) digunakan untuk memanaskan pipa PVC agar PVC dapat dengan mudah
dibengkokan.
2. 1. 4. ALAT UKUR.
1.

Rol besi digunakan sebagai alat bantu dalam pembuatan garis pada papan kerja.

2.

Level water pass digunakan dalam menentukan posisi horizontal dan vertical.

3.

Meter gulung digunakan dalam pembuatan ukuran.

2. 1. 5. MULTI CHECK :digunakan sebagai alat Bantu dalam pemasangan / penyambung terminal.
Apakah penyambungan yang kita pasang hubungannya sudah benar di check
dengan menggunakan peralatan ini

2.2

KOMPONEN YANG DIGUNAKAN DALAM PRAKTEK


2.2.1 SAKLAR SERI
Saklar seri biasanya digunakan dalam ruangan-ruangan yang membutuhkan penerangan yang

terpisah. Saklar seri umumnya mempunyai empat terminal yaitu dua terminal input yang ditandai
dengan warna merah dan dua terminal untuk output yang ditandai dengan warna putih. Untuk dua
terminal yang input-nya diseri, kerja saklar tidak saling mempengaruhi. Sedangkan untuk terminal
output-nya masing-masing langsung ke beban.

Cara kerja dari gambar diagram pengawatan diatas adalah sebagai berikut : Lampu A1 akan
menyala jika saklar seri C1 ditekan, Lampu A2 akan menyala jika saklar C2 ditekan. Jadi
kesimpulannya lampu dioperasikan sendiri-sendiri dan tidak saling mempengaruhi ON-OFF kedua
lampu tersebut.
2.2.2. SAKLAR TUKAR
11

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Saklar tukar biasanya disebut saklar dua arah. Sistem pengaturan dua arah untuk
menghidupkan dan mematikan rangkaian dari suatu pemakai, dimana pengoperasiannya dapat
dilakukan dari dua tempat terpisah. Pemakai bisa mengoperasikan secara bergantian. Saklar tukar
mempunyai tiga kutub, sering jugadisebut saklar ganda kutub satu yang mempunyai satu input dan
output ke beban. Cara kerja saklar ini tidak beda dengan saklar tunggal, hanya saja saklar tukar
mempunyai 2 Output, tetapi saklar tukar hanya bisa menghidupkan salah satu lampu saja, dengan
kata lain lampu menyala secara bergantian.

Diagram Pengawatan untuk 2 Buah Saklar Tukar


2.2.3 TOMBOL TEKAN
Tombol tekan merupakan jenis saklar tunggal tetapi prinsip kerjanya hanya bekerja sesaat
tidak mengunci seperti saklar tanggal atau saklar lain.

2.2.4 TOMBOL TEKAN DENGAN LAMPU TANDA

12

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Tombol tekan ini pada dasarnya sama dengan tombol tekanbiasa dalam hal prinsip kerjanya,
hanya lampu tanda disinifungsinya sebagai lampu indicator apakah
saklar dalam posisioperasi atau tidak pada saat lampu mati saklar
pada posisi OFF maka lampu tanda dalam posisi terseri dengan
tegangan 220 Volt ini menyebabkan tahanan pada lampu tanda
menjadi lebih besar dibanding tahanan pada lampu penerangan.

Maka sebagian besar tegangan sumber 220 Volt didrop oleh lampu tanda, akibatnya lampu tanda
menyala.Dan pada saklar posisi ON maka lampu tanda akan mati,dikarenakan hubungan paralel langsung
dengan saklar terseridengan tegangan 220 Volt dengan menghubungkan ke beban lampu sehingga lampu
tanda disini tidak berfungsi dikarenakan tegangan mengalir melalui saklar ke beban (lampu tanda menjadi
terhubung singkat)

2.2.6 KOTAK KONTAK


Kotak kontak adalah suatu susunan rangkaian yang memberikan tegangan pada suatu peralatan
listrik.

2.2.7. SAKLAR IMPULS


Saklar impuls adalah saklar yang bekerja berdasarkan impuls yang diberikan secara sesaat
dengan menggunakan tombol tekan, pada dasarnya impuls mempunyai empat terminal,dimana dua
13

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

terminal dengan notasi A1 dan A2 menandakan untuk terminal masukan sumber koil magnet dan dua
notasi 1 dan 2 menandakan anak kontak impuls untuk mengoperasikan beban.

Dari simbol diagram diatas terlihat pada saklar impuls hanya mempunyai satu anak kontak
saja, sehingga dapat disimpulkan bahwa fungsinya sama dengan saklar tunggal hanya prinsip
kerjanya saja yang berbeda.
2.2.8 STAIRCASE
Staircase adalah saklar waktu yang cara kerjanya sama seperti timer, dimana ia bekerja
berdasarkan waktu yang ditentukan. Staircase salah satu saklar yang bekerja secara magnetis yang
akan memutuskan rangkaian secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Staircase tiga kawat tidak menambah waktu apabila dalam operasinya tombol tekan ditekan
sebanyak mungkin, sebelum habis waktu operasi semula. Sedangkan untuk staircase 4 kawat akan
menambah waktu walaupun saklar masih dalam beroperasi dengan cara menekan tombol tekan

14

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

berulang kali maka sisa waktu yang masih ada bertambah dengan setting waktu yang telah
ditentukan.

2.2.9. LDR (Light Depended Resistor)


LDR atau sensor cahaya adalah saklar yang bekerja berdasarkan cahaya yang diterima, di
dalam sensor cahaya telah dipasang suatu alat yang berfungsi untuk mengontrol cahaya yang masuk
jika mencapai cahaya yang telah ditentukan maka dalam sensor cahaya akan terjadi reaksi elektronis
yang dapat menghubungkan suatu tegangan yang terlebih dahulu telah dirakitsesuai dengan terminalterminalnya.
Kontruksi LDR

Cara kerjanya adalah Jika LDR menerima cahaya maka LDR akan berfungsi sebagai saklar,
yaitu memutuskan arus yang mengalir kebeban. Begitu juga sebaliknya apabila LDR tidak menerima
cahaya maka LDR akan mengalirkan arus kebeban.

2.2.10 TIMER (SAKLAR WAKTU)

15

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Saklar waktu adalah saklar yang ON dan OFF nya tergantung waktu yang telah ditentukan
dalam 24 jam sehari. Saklar waktu ini akan terus bekerja selama masih ada tegangan yang mengalir
ke koil saklar waktu tersebut. Saklar waktu ini tidak mempengaruhi komponen apapun.

2.2.11 RELAY OMRON MK2P


Kontaktor adalah suatu saklar yang menggunakan sistem elektromagnetik sama halnya
dengan saklar impuls kontaktor mempunyai anak kontak, tetapi Kontaktor memiliki lebih dari satu

Dari beberapa kontaktor kita dapat membuat beberapa rangkaian kontrol yang dapat
mengoperasikan dengan berbagai sistem antara lain pengoperasian dengan pengunci. Cara kerja dari
kontaktor yaitu apabila mekanis (koil) dialiri arus listrik maka dalam koil akan timbul medan magnet
dan akan menarik anak kontak NO dan NC sehingga merubah anak kontak dari posisi semula. Jadi
relay hanya akan bekerja jika teraliri arus listrik.

2.2.12. SEKRING

16

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Fuse adalah suatu alat yang digunakan sebagai pengaman


dalam suatu rangkaian listrik apabila terjadi kelebihan muatan
listrik atau suatu hubungan arus pendek.

2.2.12. SELEKTRO SWICTH


Selector

Switch

adalah

kontak/saklar

yang digerakkan oleh tombol atau tuas


putar untuk memilih satu dari dua atau
lebih posisi. Ada yang berlaku seperti
toggle switch dimana

selektor dapat

berhenti pada satu posisi, dan ada yang


berlaku seperti push button,

dimana setelah melakukan pemilihan

maka seletor akan kembali

ke posisi semula atau posisi netral.

2.3 . FUNGSI ALAT DAN BAHAN


2. 3.1 FUNGSI ALAT

17

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

1. Bending / pembengkokan pipa baja dipakai sebagai alat untuk membengkokan pipa baja union.
2. Kawat spiral dipakai : Untuk membantu dalam pembengkokan pipa KIR.
3. Kawat spiral penarik kabel dipakai : sebagai alat untuk mempermudah penarikan kabel di dalam pipa.
4. Gergaji besi dipakai : sebagai alat pemotong pipa union dan PVC dan KIR.
5. Tang potong dipakai : sebagai alat pemotong kabel pejal dan strainded.
6. Tang pengupas wires dipakai : sebagai pengupas kabel berukuran kecil sampai sedang yang berisolasi
PVC.
7. Tang setengah bulat dipakai sebagai pembuatan mata itik.
8. Tang kombinasi.
9. Pisau lipat dipakai sebagai pemotong dan membersihkan isolasi / selubung dari isolasi PVC dan
selubung kabel.
10. Pisau kabel dipakai sebagai pengupas selubung kabel.
11. Obeng no. 1, 2, 3, 5 dipakai sebagai pengencang dan melonggarkan sekrup dan mur.
12. Obeng cucuk dipakai sebagai pemberi tanda dan sekaligus pelubang sekrup.
13. Klem siku dipakai sebagai penjepit dan penyiku bingkai panel.
14. Palu dipakai sebagai penokok paku.

2.3.2 FUNGSI BAHAN

Fuse I

berfungsi mengamankan dua buah lampu dengan menggunakan

saklar

seri

yang

dipasang pada ruang keluarga, selain itu berfungsi juga mengoperasikan sebuah
lampu yang menggunakan dua buah tombol tekan yang juga diatur oleh impuls
instalasi ini dipasang di ruang kamar.

Fuse II

: berfungsi mengamankan dua buah saklar tukar dengan beban 1 buah lampu didapur

Fuse III

berfungsi mengamankan lampu taman dan lampu parkir,

dimana

posisi

penyalaan

lampu diatur juga oleh kontak bantu NO dari K7 serta pengoperasian mengunakan
K9, Timer, LDR, dan staircase.

Fuse IV

: berfungsi mengamanakan rangkaian control daripada

K7,K9,TIMER,Staircase,LDR
serta lampu tanda, dengan menggunakan selektor sebagai alat untuk bekerjanya
dan dapat mengatur pada kondisi manual dan otomatis

Timer

berfungsi sebagai saklar / penghubung yang menyalakan atau

menghidupkan
menurut sistem pengoperasian jam yang telah ditentukan.
18

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

lampu

Impuls

: berfungsi sebagai pengontak atau pengunci tombol tekan.

Staircase

: berfungsi sebagai saklar waktu, yang dapat memadamkan dan

menyalakan
penerangan sesuai waktu yang telah ditentukan.

LDR

: berfungsinya sakalar cahaya atau intensitas cahaya. LDR beroperasi pada

keadaan
gelap maka lampu akan menyala, begitu sebaliknya lampu akan padam pada saat
LDR mendapat cahaya terang.

Relay

berfungsi

mengoperasikan

untuk

dari

mengunci

pengontak

sekaligus

sumber

ke

Beban/Lampu melalui kontak NO/NC

Saklar Seri

: berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lebih dari satu

buah atau satu


kelompok beban listrik dengan pegunci.

Saklar Tukar : berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan lampu dari tempat yang
berbeda
dengan pengunci. Instalasi saklar tukar adalah penggunaan dua buah saklar untuk
meyalakan dan menghidupkan satu buah lampu dengan cara bergantian. Rangkaian
instalasi penerangan yang menggunakan saklar tukar banyak dijumpai di hotel-hotel
atau di rumah penginapan maupun di lorong-lorong yang panjang. Sehingga saklar
tukar ini dikenal juga sebagai saklar hotel maupun saklar lorong. Tujuan dari
penggunaan ini ialah untuk efisiensi waktu dan tenaga karena penggunaan saklar ini
sangat praktis.

Tombol Tekan: berfungsi sebagai penghubung dan pemutus dari sumber ke beban/relay
tanpa
pengunci dimana tombol tekan hanya digunakan untuk relay dan beban yang tidak
melebihi kapasitas penghantarnya.

Tombol tekan IP 55 : berfungsi sebagai penghubung dan pemutus dari sumber ke


beban/relay tanpa
pengunci dimana tombol tekan hanya digunakan untuk relay dan beban yang
tidak melebihi kapasitas penghantarnya serta tahan terhadap suhu yang
berubah-ubah dan tahaan lembaban air kemudian tombol tekan ini dilengkapi
lampu tanda.

19

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

BAB III
PEMBAHASAN/ANALISA
3.1 PERAKITAN PANEL
Dalam merakit panel, bahan bahan yang merupakan bahan yang harus dipasang hendaknya sudah
harus siap. Dikarenakan pada praktek ini tidak melakukan pembuatan kotak panel maka semua hal-hal yang
berkaitan dengan pembuatan panel tidak mengalami pembahasan disini. Pertama adalah mengambil panel
dan memasang panel pada papan kerja. Ukuran-ukuran pemasangan panel hendaknya sudah diukur dan
dilubangi atas panel/ langit langit panel guna

mempermudah pemasangan pipa pada panel

kotak panel disekrupkan dengan sekrup menempel erat , dilanjutkan dengan pemasangan tutup kotak panel.
Pemasangan berikutnya adalah pemasangan profil-profil yang diperlukan guna tempat melekatnya peralatan
nantinya. Setelah diperkuat dengan baut/mur, diyakinkan agar tidak bergerak lagi.Berikutnya pemasangan
wiring chanel yang dipasang disebelah kiri dari penutup pintu panel dilihat dari depan. Wiring langsung
dilekatkan dengan roundhead mur.Selanjutnya adalah pemasangan bus bar memiliki beberapa baut guna
perekatan kabel nantinya sehingga baut-baut perekat tersebut harus sudah dipasangkan dan langsung
diikatkan dengan papan pertinax dan diikatkan dengan mur geser pada profil C.Perlu diingat bahwa bus bar
yang terpasang ada dua buah yaitu bus bar untuk netral dan PE. Khusus yang PE, bus barnya mesti tidak
terhalang oleh isolator apapun termasuk pertinax sebab bus bar PEmesti terhubung langsung dengan badan
kotak panel.Setelah itu dengan pemasangan peralatan seperti rumah relay, , K4T, K6T, K7, K9A, line up
terminal, terminal blok sumber.Sampai disini perakitan panel sudah dapat dianggap selesai.Langkah
berikutnya adalah pemasangan pipa, saklar-saklar, Fitting,Tombol, Stop Kontak, dan LDR. Tentu setelah
semua ukuran telah ditetapkan.Guna mempermudah pemasangan dan pengawatan disarankanagar pada
pemasangan peralatan tersebut diatas dan pemasangan pipa diikuti oleh pengawatan kabel sehingga tidak
mengalamikesulitan bila nantinya sudah dipasang pipa terlebih dahulu.Pemasangan kawat kepada alat-alat
tersebut diatas sesuai dengan karakteristik alat seperti yang telah dijelaskan didepan.
3.2 PEMASANGAN/PENGAWATAN INSTALASI
20

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Pengawatan ini memerlukan sedikit ketelitian karena ia tidak akan pernah bekerja sesuai dengan
fungsinya jika pengawatan yang dipasangkan pada alat adalah salah.Dalam pengawatan tersebut sebaiknya
digunakan sedikit trik yaitu mengerjakan pengawatan pergroup. Sehingga bila berhasil mengerjakan group
yang satu baru kemudian dilanjutkan dengan group yang lain. Untuk melakukan pengawatan pada setiap
grup di selesaikan dengan melakukan pengawatan dari grup yang lebih mudah terlebih dahulu. Adapun grup
pada praktek ini sebagai berikut :

Group I penerangan kamar tamu,makan,dan ruang dapur.


Group II penerangan kamar mandi,dan kamar tidur.
Group III penerangan jalan parkir.
Group IV Rangkaian control panel

Sekring 1 berfungsi untuk mengontrol penerangan kamar, ruang tamu,ruang makan dan dapur yang
dikontrol oleh saklar implus.
Sekring 2 berfungsi untuk penerangan kamar mandi, tidur, selesar, panel ruangan.
Sekring 3 berfungsi untuk penerangan jalan parkir yang dikontrol oleh anak kontak relay K7 NO.
Sekring 4 berfungsi untuk penerangan parkir dalam rumah dan parkir di luar rumah dimana penerangan
parkir diluar rumah di control oleh sebuah saklar cahaya (LDR) yang beroprasi untuk menghidupkan
penerangan lampu parkir luar rumah pada malam hari,dimana sistim control ini juga menggunakan dua
buah lelay yaitu K9A dan K7 ,satu buah starcase K6T ,timer K4T dan saklar cahaya,yang masing-masing
berkerja untuk menyalakan penerangan parkir dalam rumah maupun diuar rumah.

3.3. GROUP 1
Pada grup 1 terdiri dari Saklar Seri , Tombol Tekan dan Kotak Kontak. Dimana Saklar Seri
akan mengoperasikan lampu C1 dan C2, sedangkan Tombol Tekan akan mengoperasikan Lampu D.
Saat MCB di ON-kan dan diberi sumber tegangan , saklar seri di fungsikan dan arus mengalir
pada saklar dan menuju lampu C1 dan atau lampu C2. Dan tombol tekan akan memfungsikan saklar
impuls yang menyalakan lampu D.
Lampu C1 dan C2 ( Lampu Ruang Tamu dan ruang makan ).
Lampu D ( Lampu Ruang Dapur )
21

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

3.4. GROUP 2
Pada grup 2 terdiri dari Saklar Tukar, Saklar Silang, dan Kotak Kontak. Dari saklar tersebut
dapat memfungsikan Lampu F.
Saat MCB di ON-kan maka sumber tegangan menuju saklar tukar , kemudian jika saklar
tukar atau saklar silang difungsikan maka akan menyalakan lampu F
Lampu F ( Lamapu Kamar Mandi , Kamar Tidur , Lorong , Ruang Panel )

3.5.GROUP 3
Pada grup 3 terdiri dari anak kontak K7 dan beban , Pada saat MCB di ON-kan maka sumber
hanya mengalirkan tegangan pada anak kontak NO pada K7 dan menyalakan lampu B. Lampu B
dapat menyala bila anak kontak NO dari K7 tertutup atau dengan kata lain group 4 dioperasikan.
Lampu B ( Lampu Parkir dan Lampu Taman ).
3.6.

GROUP 4

Pada grup 4 terdiri dari dua fungsi , yaitu fungsi manual dan fungsi otomatis . Pada fungsi
manual terdiri dari tombol tekan , K6T dan K7 . Pada saat MCB di ON-kan dan switch selector pada
fungsi Manual . Sumber tegangan menuju tombol tekan dan menuju anak kontak NC dari K9A
sehingga lampu tanda menyala , dan sumber tegangan juga menuju koil ( lilitan ) dari K6T , ketika
tombol tekan difungsikan dan sumber tegangan menuju K6T sehingga koil mendapat sumber
tegangan dan bekerja dan memfungsikan anak kontak dari K6T dan memberikan sumber tegangan
sehingga arus melalui koil dari K7 dan menarik anak kontak dari K7 , pada waktu yang sudah
ditentukan pada K6T yang membuat K6T off sehingga semua kembali pada keadaan awal.
Pada fungsi otomatis terdiri dari K4T , K9A , S8 . Pada saaat MCB di ON-kan dan switch
selector di fungsikan pada fungsi Auto maka sumber tegangan mengalir pada K4T , pada K4T
disetting pada waktu tertentu anak kontak pada posisi menutup pada saat koil dari K4T diberi
sumber tegangan , sehingga sumber tegangan menuju S8 , memfungsikan koil dari S8 , jika S8 dalam
keadaan pencahayaan gelap dan merubah resistansi pada LDR maka akan merubah posisi anak
kontak dari S8 menjadi menutup dan mengalirkan arus pada koil K7 sehingga K7 bekerja dan
memfungsikan anak kontak dari K7
Pada posisi otomatis koil dari K9A langsung di aliri arus sehingga memfungsikan anak
kontak dari K9A , pada anak kontak K9A yang posisi semula Normally Open menjadi tertutup
setelah koil dari K9A mendapat sumber tegangan , dan arus dapat mengalir pada Line 8 , jadi pada
saat fungsi otomatis fungsi manual pun juga dapat di operasikan juga.

22

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

Pada anak kontak dari K9A yang fungsi awal Normally Close sebelum koil diberi sumber
tegangan , setelah koil mendapat sumber tegangan , maka anak kontak berubah posisi menjadi
terbuka , dan memutus sumber tegangan yang mengalir pada lampu tanda , sehingga pada saat switch
selector pada posisi otomatis maka lampu tanda tidak akan menyala.

BAB IV
TROUBLE SHOOTING
4.1 TUJUAN
Setelah melakukan trouble shooting diharapkan mahasiswa dapat :

Memperbaiki segala jenis kerusakan pada instalasi listrik.


Menentukan tempat kerusakan
Mengetahui langkah
langkah yang harus dikerjakan dalam menyelesaikan suatu perbaikan instalasi listrik.

Tujuan diadakan trouble shooting adalah :

Untuk melatih mahasiswa mengembangkan pemikiran analisa terhadap suatu permasalahan yang

mungkin terjadi pada rangkaian yang berhubungan dengan instalasi listrik


Untuk mengantisipasi atau sebagi bekal mahasiswa dilapangan apabila menemui suatu permasalahan
/ troubleshooting.
Trouble shooting biasanya terjadi pada peralatan, penghantar, pengaman dan lain-lainya. Tiap
trouble shooting yang diterapkan mahasiswa yaitu dihadapkan pada suatu permasalahan yang
menyebabkan suatu rangkaian tidak bekerja sesuai dengan deskripsi kerja yang diharapkan.
4.2 PERALATAN
Peralatan yang digunakan:

23

Test Pen
Multimeter
Obeng (+) dan Obeng (-)
Tang potong dan Tang kupas

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

4.3 TROUBLE SHOOTING


Adapun langkah penyelesaian trouble shooting sebagai berikut:
1

Mengecek fungsi rangkaian per group untuk mengetahui letak trouble shotting pada

rangkaian.
Menggunakan multimeter untuk mengecek setiap sambungan pada rangkaian untuk

mengetahui posisi troble shotting.


Melakukan perbaikan dari hasil analisa yang telah dilakukan.

Adapun trouble shooting yang terjadi adalah:

Pada Grup 1 kabel netral pada lampu D yang dinyalakan menggunakan tombol tekan terlepas
Pada Grup 1 kabel Fasa pada Kotak Kontak terlepas
Pada Grup 2 kabel masukan ke saklar silang tertukar
Kabel dari line up 11 yang menuju LDR terlepas
Pada saat Manual , pada saat tombol tekan B di tekan lampu tanda mati. Pada saat dilakukan

tes fungsi saat Trouble Shooting


Lampu pada grup 1 yang dinyalakan dengan tombol tekan tidak menyala
Stop kontak grup 1 tidak berfungsi
Lampu pada grup 2 tidak dapat difungsikan sebagaimanamestinya
LDR tidak berfungsi dengan baik
Cara mengatasi trouble shooting yang terjadi :

Kabel netral pada lampu dipasang kembali


Kebel Fasa pada stop kontak dipasang kembali
Kabel masukan pada saklar silang yang ditukar dan dikembalikan ke keadaan semula
Kabel dari line up 11 yg dilepas dipasang kembali. Karena kabel dari line up terminal 11 di

lepas arus tidak dapat menuju koil K7. Sehingga lampu AB tidak dapat menyala.
Cek LDR , LDR tidak dapat berfungsi dengan baik , lampu tanda mati disaat tombol tekan B
di tekan , itu terjadi karena anak kontak dari LDR menutup dan anak kontak dari K4T dalam
posisi menutup sehingga tegangan masuk menuju koil dari K9A , solusi ganti LDR .

24

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

BAB V
DIAGRAM GAMBAR
5.1 GAMBAR RANGKAIAN CONTROL SINGLE LINE PANEL DIAGRAM RUMAH
TINGGAL AB SUDOMO:

25

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.2 GAMBAR SIMULASI PROYEK TUAN SUDOMO DI PAPAN


120cm x 100 cm:

5.3.

26

GAMBAR RANGKAIAN DIAGRAM GARIS PENGAWATAN:

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.4.

27

BERIKUT GAMBAR RANGKAIAN INSTALASI YANG TELAH SELESAI :

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.5 DENAH RUMAH TINGGAL TUAN SUDOMO

28

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

29

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.6 Panel Control pandangan depan

30

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.7 Pintu Panel Depan

31

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.8. Pemasangan Busbar

32

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.9. Pintu panel ( Belakang)

33

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.10. Detail Panel Penerangan

34

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

5.11. Pandangan Belakang Pintu Panel

35

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3

BAB VII
PENUTUP
1

KESIMPULAN

Setelah melakukan praktek kerja bengkel semester III ini, ada beberapa hal yang dapat
disimpulkan, diantaranya.Ketelitian dan kedisiplinan sangatlah penting dalam melakukan suatu
pekerjaan.Dalam memasang instalasi penerangan khususnya proyek SUDOMO ini , pemahaman
pembacaan gambar rangkaian dandeskripsi kerja suatu rangkaian yang sangatlah penting.Guna
mengetahui cara kerja dan fungsi dari suatu peralatan.Instalasi proyek SUDOMO terbagi menjadi 4
group. Ini berguna apabila terjadi suatu gangguan arus lebih dapat lebih mudah dideteksi, tanpa
menggangu group lainnya.Suatu rangkaian yang dibuat 2 fungsi atau lebih seperti manual dan
automatis bertujuan untuk kondisi normal dan kondisi darurat juga mempermudah
pengoperasian.Penggunaan peraturan-peraturan misalkan pada PUIL 2000 tentang instalasi listrik
sangatlah penting dikarenakan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan.Selama pengerjaan
didalam panel perlu diperhatikan kekencangan baut di terminal serta penyambungan di setiap kotak
hubung.
7.2 Saran
Setelah melaksanakan praktek bengkel teknik listrik semester III ini, banyak didapat keluhankeluhan tentang bahan-bahan yang kami gunakan di dalam praktek penerangan sistim control ini.
1Kami sarankan kepada instruktur dan dosen pembimbing untuk memberikan penjelasan dengan jelas
terlebih dahulu sebelum melaksanakan praktek.
2Kami mengharapkan kepada tehnisi agar dapat menyediakan alat yang masih dalam keadaaan baik
demi kelancaran praktikum.
3Kami mengharapkan dimasa-masa yang akan datang bahan dan peralatan-peralatan ada di bengkel
listrik agar lebih ditingkatkan lagi.

MEDAN,27 NOVEMBER 2015

AGUS RUSMAN

36

WORKSHOP BENGKEL LISTRIK SMT 3