Anda di halaman 1dari 14

MODUL 1

PENGUKURAN DAN KESALAHAN


1.1 Defenisi
Di dalam pengukuran umumnya dibutuhkan suatu instrumen dan instrumen
diperlukan :
- untuk menentukan suatu besaran ( kuantitas ) atau variabel.
- membantu peningkatan ketrampilan manusia dan dalam banyak hal
memungkin- kan seseorang untuk menentukan nilai dari suatu besaran yang
tidak diketahui, karena tanpa bantuan instrumen manusia tidak dapat
menentukannya.
Untuk menggunakan instrumen instrumen secara cermat :
- perlu memahami prinsip-prinsip kerjanya dan
- mampu memperkirakan apakah instrumen tersebut sesuai untuk pemakaian
yang sudah ditentukan.
Dalam pengukuran, digunakan sejumlah istilah yang akan didefinisikan
sebagai berikut :
- Instrumen

: Sebuah alat untuk menentukan nilai atau kebesa- ran


suatu kuantitas atau variabel.

- Ketelitian/accuracy :harga terdekat dengan mana suatu pembacaan


instrumen mendekati sebenarnya dari variabel yang
diukur.
- Ketepatan/ precision : suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil
pengukuran yang sama. Dengan memberikan suatu
harga tertentu untuk sebuah variabel , presisi
merupakan

suatu

ukuran

tingkatan

yang

menunjukkan perbedaan hasil pengukuran pada


pengukuran-pengukuran

yang

dilakukan

secara

berurutan.
- Sensitivitas/sensitivity : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons
instrumen

terhadap

perubahan

masukan

atau

variabel yang diukur.


- Resolusi/resolution : perubahan terkecil dalam nilai yang diukur kepada
mana instrumen akan memberi respons.

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

- Kesalahan/error : penyimpangan variabel yang diukur dari harga/nilai yang


sebenarnya.

Ketelitian dan Ketepatan

Ketelitian/accuracy : menyatakan tingkat kesesuaian atau dekatnya suatu

hasil pengukuran terhadap harga yang sebenarnya.


Ketepatan/precision : menyatakan tingkat kesamaan didalam sekelompok
pengukuran atau sejumlah instrumen.
Kadang-kadang kita sering keliru menafsirkan antara ketelitian dan
ketepatan, untuk menunjukkan perbedaan antara keduanya, mari kita tinjau
contoh berikut ini :
Dua buah voltmeter yang pembuatan dan modelnya sama, mempunyai
jarum penunjuk yang ujungnya tajam dan juga dilengkapi dengan cermin
untuk menghindari beda penglihatan ( paralaksis ) dan skala masing-masing
voltmeter telah dikalibrasi dengan seksama, dengan demikian kedua
voltmeter dapat dibaca pada ketepatan yang sama, akan tetapi jika nilai
tahanan deret dari salah satu voltmeter berubah banyak, pembacaannya
dapat menyebabkan kesalahan yang cukup besar dan karenanya ketelitian
kedua voltmeter tersebut dapat berbeda sama sekali. Untukmenentukan
voltmeter mana yang menghasilkan kesalahan, diperlu-kan suatu voltmeter

standar untuk perbandingan.


Ketepatan terdiri dari dua karakteristik :
- kesesuaian ( conformity )
- jumlah angka yang berarti ( significant figures ), terhadap mana suatu
pengukuran dapat dilakukan.
Contoh lainnya, misalnya sebuah tahanan yang besarnya 1384572 ,
setelah diukur dengan ohm meter secara konsisten dan berulang,
menghasilkan 1,4 Mega-ohm.
Pertanyaan, apakah orang yang mengukur sudah membaca harga yang
sebenar nya ?. Dalam hal ini hasil yang diberikan adalah pembacaan yang

mendekati harga yang sebenarnya berdasarkan penaksiran.


Walaupun dalam pengamatan tidak terdapat penyimpangan,

maka

kesalahan yang diakibatkan karena pembatasan terhadap pembacaan skala


adalah suatu kesalahan presisi.
Dari contoh diatas, disimpulkan bahwa kesesuaian adalah suatu persyaratan
yang perlu tetapi belum cukup untuk memperoleh ketepatan, sebab angkaangka yang berarti belum dibicarakan.
Dengan cara yang sama presisi merupakan sesuatu yang perlu, tetapi belum
cukup untuk persyaratan ketelitian.

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Angka-angka yang Berarti


Ketepatan pengukuran diperoleh dari banyaknya angka-angka yang berarti,
dimana angka-angka yang berarti ini akan memberikan informasi aktual / nyata
mengenai kebesaran dan ketepatan pengukuran dan semakin banyak angka-angka
yang berarti, ketepatan pengukuran akan menjadi lebih besar.
Sebagai contoh : nilai sebuah tahanan 70 , ini berarti tahanan tersebut akan lebih
mendekati nilai 70 daripada nilai 69 atau 71 .
Selanjutnya, jika nilai sebuah tahanan 70,0 , berarti nilai tahanan mendekati 70,0
daripada 69,9 atau 70,1 .
Pada tahanan 70 terdapat dua angka yang berarti, sedangkan pada tahanan 70,0
terdapat tiga angka yang berarti, sehingga dapat dikatakan bahwa tahanan 70,0
mempunyai angka yang berarti yang lebih banyak, dan mempunyai ketepatan
yang lebih tinggi daripada tahanan 70 .
Sering terjadi bahwa banyaknya angka belum tentu menyatakan ketepatan
pengukuran. Bilangan-bilangan besar dengan angka-angka nol sebelum titik
desimal sering digunakan pada penaksiran jumlah penduduk dan uang.
Sebagai contoh : jika jumalh penduduk suatu daerah dilaporkan dalam enama
angka sebanyak 390.000, ini bias diartikan bahwa penduduk yang sebenarnya
adalah antara 389.000 dan 390.001. karena dalam hal ini jumlah penduduk hanya
dapat dilaporkan dalam dua angka yang berarti, maka bentuk penulisan yang lebih
tepat adalah dengan menggunakan perpangkatan sepuluh, misalnya 39 x 10 4 atau
3,9 x 105 .
Untuk mencatat suatu hasil pengukuran adalah biasa / lazim menggunakan seluruh
angka yang diyakini mendekati ke harga yang sebenarnya, misalnya : jika sebuah
voltmeter dibaca 115,1 volt, ini menunjukkan bahwa penaksiran yang paling baik
menurut pengamat lebih mendekati 115.1 volt daripada 115 volt atau 115,2 volt.
Cara lain untuk menyatakan hasil pengukuran adalah dengan menggunakan
rangkuman kesalahan yang mungkin ( range of possible error ). Dengan cara ini
tegangan dapat dituliskan menjadi 115,1 0.5 volt, ini berarti nilai tegangan terletak
antara 115, 05 volt dan 115,15 volt.
1. Jika sejumlah pengukuran yang independen dilakukan untuk memperoleh hasil
yang paling dekat ke harga yang sebenarnya, umumnya hasilnya dinyatakan
dalam nilai rata-rata dari seluruh pembacaan dan rangkuman kesalahan yang
mungkin merupakan penyimpangan terbesar dari nilai rata-rata tersebut, hal ini
ditunjukkan pada contoh 1.

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Contoh 1 : Suatu rentetan pengukuran tegangan yang independen dilakukan oleh


empat pengamat yang menghasilkan : 117,02 Vt, 117,11 V,
117,08 V, dan 117,03 V.
Tentukan :
a. tegangan rata-rata
b. rangkuman kesalahan
Penyelesaian :

2. Jika dua atau lebih pengukuran dalam tingkat ketelitian yang berbeda
dijumlahkan, maka hasilnya hanya seteliti pengukuran yang paling kecil
ketelitiannya, hal ini dijelaskan pada contoh 2. Contoh 2 : Dua buah tahanan R1
dan R2 dihubungkan secara seri, pengu-kuran masing-masing menggunakan
jembatan wheatstone, menghasilkan R1 = 18,7 dan R2 = 3,624 .
Tentukan : Tahanan total sampai beberapa angka yang berarti yang sesuai.
Penyelesaian :
R1 = 18,7 ( tiga angka yang berarti )
R2 = 3, 624 ( empat angka yang berarti ), maka :
RT = R1 + R2 = 22,324 ( tiga angka yang berarti ) = 22,3
3. Banyaknya angka-angka yang berarti dalam perkalian dapat bertambah dengan
cepat, akan tetapi sekali lagi diingatkan bahwa yang diperlukan dalam jawaban
hanya angka-angka yang memenuhi, seperti ditunjukkan pada contoh 3.
Contoh 3 : Untuk menentukan penurunan tegangan, arus sebesar 3,18 A
dialirkan melalui sebuah tahanan 35,68 .
Tentukan : Penurunan tegangan pada tahanan sampai angka-angka berarti yang
memenuhi.
Penelesaian :
VR = I R = ( 3,18 ) x ( 35,68 ) = 113,4624 V = 113 V
( karena di dalam perkalian tersebut terdapat tiga angka yang berarti ( 3,18 ), maka
jawaban hanya dapat dituliskan maksimal dalam tiga angka yang berarti ).

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Dalam praktek, jika angka-angka yang paling tidak berarti, dalam posisi pertama
yang dihilangkan lebih kecil dari lima, maka angka tersebut beserta angka-angka
berikutnya dihilangkan ( lihat contoh 3 ).
Jika angka-angka dalam posisi pertama yang akan dihilangkan sama atau lebih
besar dari lima, maka angka sebelumnya ditambah satu. Dengan demikian untuk
ketepatan tiga angka , 113,46 dibulatkan menjadi 113 dan 113,74 dibulatkan
menjadi 114.
Penjumlahan

angka-angka

disertai

dengan

rangkuman

keragu-raguan

diberikaNpada contoh 4. Contoh 4 : jumlahkan 826 5 dan 628 3


Tentukan : rangkuman keragua-raguan dalam persen
Penyelesaian :
N1 = 826 5 ( 0,605 % )
N2 = 628 3 ( 0.477 % )
N1 + N2 = 1.454 8 ( 0,55 % )
Jika kedua bilangan pada contoh 4 dikurangkan, maka :
N1 - N2 = 198 8 ( 4,04 % ).
Jadi dari penjelasan diatas keragu-ragu selalu dijumlahkan baik untuk penambahan
maupun pengurangan.

1.4 Jenis-Jenis Kesalahan


Tidak ada pengukuran yang menghasilkan ketelitian yang sempurna, tetapi
penting untuk mengetahui : ketelitian yang sebenarnya dan bagaimana
kesalahan yang berbeda digunakan dalam pengukuran.
Kesalahan-kesalahan pada pengukuran, umumnya dibagi dalam 3 ( tiga ) jenis
utama, yaitu :
1. Kesalahan-Kesalahan umum ( gross errors ) :
Kebanyakan disebabkan kesalahan manusia, antara lain :
a. kesalahan pembacaan alat ukur
b. penyetelan yang tidak tepat
c. pemakaian instrumen yang tidak sesuai
d. kesalahan penaksiran

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

2. Kesalahan kesalahan sistematis ( systematic errors )


Disebabkan kekurangan-kekurangan pada instrumen sendiri, seperti :
a. kerusakan atau adanya bagian-bagian yang aus dan,
b. pengaruh lingkungan terhadap peralatan dan pemakai
3. Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja ( random errors )
Disebabkan oleh penyebab-penyebab yang tidak dapat secara langsung
diketahui,

karena

perubahan-perubahan

parameter

atau

sistem

pengukuran terjadi secara acak.


1.4.1 Kesalahan-kesalahan Umum ( gross errors )
Seperti telah dijelaskan diatas, kesalahan-kesalahan ini terjadi kebanyakan
disebabkan oleh manusia dalam melakukan pengukuran dan selama manusia
terlibat dalam pengukuran kesalahan ini tidak dapat dihilangkan, sehingga
perlu dilakukan perbaikan dan pencegahan.
Beberapa kesalahan umum mudah diketahui, akan tetapi lainnya mungkin
sangat tersembunyi.
Kesalahan umum yang sering dilakukan pemula adalah pemakain alat ukur
yang tidak sesuai. Pada umumnya instrumen-intrumen penunjuk berubah
kondisi sampai batas waktu tertentu, setelah digunakan mengukur sebuah
rangkaian yang lengkap, dan akibatnya besaran yang diukur akan berubah.
Sebagai

contoh : sebuah voltmeter terkalibrasi dengan baik dapat

menghasilkan pembacaan yang salah bila dihubungkan diantara dua titik di


dalam sebuah rangkaian tahanan tinggi ( contoh 5 ), sedangkan jika voltmeter
tersebut dihubungkan ke sebuah rangkaian dengan tahanan rendah,
pembacaannya bisa berlainan tergantung pada jenis voltmeter yang
digunakan ( contoh 6 ).
Contoh-contoh berikut menunjukkan bahwa voltmeter menimbulkan suatu
efek pembebanan ( loading effect ) terhadap rangkaian, yaitu mengubah
keadaan awal rangkaian tersebut ketika mengalami proses pengukuran.
Contoh 5 : Sebuah voltmeter dengan kepekaan ( sensitivity ) 1000 / V memba -ca
100 V pada skala 150 V, jika dihubungkan diantara ujung-ujung sebuah
tahanan yang besarnya tidak diketahui, dan tahanan ini dihubungkan
seri dengan sebuah miliamperemeter, bila miliamperemeter membaca 5
m A,
Tentukan:
a. tahanan yang terbaca
b. nilai tahanan aktual dari tahanan yang diukur

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

c. kesalahan karena efek pembebanan voltmeter


Penyelesaian :
a. Tahanan total rangkaian :

RT = VT / IT = 100 / 5 x 10 3 = 20 K
Dengan mengabaikan tahanan mili ampermeter, harga tahanan yang tidak
diketahui Rx = 20 K.
Tahanan voltmeter :
Rv = 1000 / V x 150 V = 150 K 7

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Karena voltmeter tersebut parallel terhadap tahanan yang tidak diketahui, maka :

c. Persentase kesalahan :

Contoh 6 : pada contoh 5, jika miliampermeter menunjukkan 800 mA dan voltmeter


menunjukkan 40 V pada skala 150 V
Tentukan:
a. tahanan yang terbaca
b. nilai tahanan aktual dari tahanan yang diukur
c. kesalahan karena efek pembebanan voltmeter
Penyelesaian :
a. Tahanan total rangkaian :
RT = VT / IT = 40 / 0,8 = 50
Dengan mengabaikan tahanan miliampermeter, harga tahanan yang tidak diketahui
Rx = 20 K
b. Tahanan voltmeter :
Rv = 1000 / V x 150 V = 150 K
Karena voltmeter tersebut parallel terhadap tahanan yang tidak diketahui, maka

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh efek pembebanan voltmeter dapat


dihindari dengan menggunakan alat tersebut secermat mungkin, misalnya, sebuah
voltmeter dengan tahanan kecil tidak akan digunakan untuk mengukur tegangantegangan dalam sebuah penguat tabung hampa, akan tetapi diperlukan sebuah
voltmeter dengan impedansi masukan yang tinggi.
1.4.2 Kesalahan Sistematis ( systematic errors )
Kesalahan sistem matematis, umumnya dikelompokkan kedalam dua bagian, yaitu :
1.

Kesalahan-kesalahan instrumental, yaitu kekurangan-kekurangan dari

2.

instrumen itu sendiri.


Kesalahan-kesalahan lingkungan, yaitu yang disebabkan oleh keadaankeadaan luar yang mempengaruhi pengukuran.

1. Kesalahan kesalahan instrumental ( instrumental errors ), kesalahankesalahan yang tidak dapat dihindarkan dari instrumen, karena struktur mekanisnya.
Misalnya :

gesekan komponen yang bergerak terhadap bantalan, dapat


menimbulkan pembacaan yang tidak tepat ( pada alat ukur

dArsonval ).
tarikan pegas yang tidak teratur, perpendekan pegas.
berkurangnya tarikan karena penanganan yang tidak tepat atau
pembebanan instrumen secara berlebihan.

Jenis kesalahan instrumen lainnya :

Kalibrasi yang menyebabkan pembacaan instrumen yang terlalu

tinggi atau terlalu rendah sepanjang seluruh skala.


Kegagalan mengembalikan jarum penunjuk ke angka nol sebelum
melakukan pengukuran.

Kesalahan-kesalahan instrumen terdiri dari beberapa jenis, tergantung pada jenis


instrumen yang digunakan, dan yang selalu harus diperhatikan adalah memastikan
instrumen yang digunakan bekerja dengan baik dan tidak menambah kesalahankesalahan lainnya.
Kesalahan-kesalahan

pada

instrumen,

dapat

diketahui

dengan

melakukan

pemeriksaan terhadap :

tingkah laku yang tidak umum terjadi


kestabilan
kemampuan instrumen untuk memberikan hasil pengukuran yang sama.

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Suatu cara yang mudah dan cepat untuk pemeriksaan instrumen, dengan
cara membandingkannya terhadap instrumen lainnya

yang memiliki

karakteristik yang sama atau instrumen/alat ukur yang lebih akurat.


Kesalahan-kesalahan instrumen dapat dihindari dengan cara :
-

pemilihan instrumen yang tepat untuk pemakaian tertentu


penggunaan faktor-faktor koreksi, jika mengetahui banyaknya

kesalahan instrumental.
Mengkalibrasi instrumen tersebut terhadap instrumen standar.

2. Kesalahan-kesalahan lingkungan ( environmental errors ), disebabkan oleh


keadaan luar, dan termasuk keadaan disekitar instrumen yang mempengaruhi
alat ukur, seperti :
- pengaruh perubahan temperatur.
- kelembaban.
- tekanan udara luar atau medan maknetik atau medan elektrostatik.
Jadi, suatu perubahan pada temperatur sekeliling instrumen, mengakibatkan
perubahan sifat-sifat kekenyalan pegas yang terdapat dalam mekanisme kumparan
putar, yang akhirnya akan mempengaruhi pembacaan instrumen.
Cara-cara untuk mengurangi pengaruh-pengaruh tersebut diatas, antara lain :

pengkondisian udara.
penyegelan komponen-komponen instrumen tertentu dengan rapat

sekali.
pemakaian pelindung maknetik, dan lain-lain.

Kesalahan-kesalahan sistematis, dapat juga dikelompokkan kedalam :


1. Kesalahan statis, disebabkan pembatasan-pembatasan alat ukur atau
hukum hukum fisika yang mengatur tingkah laku alat ukur.
Misalnya, jika sebuah mikrometer diberi tekanan yang berlebihan untuk
memutar poros, maka akan dihasilkan kesalahan statis.
2. Kesalahan dinamis, disebabkan ketidakmampuan instrumen untuk
memberi -kan respons yang cukup cepat, jika terjadi perubahanperubahan dalam variabel yang diukur.

1.4.3 Kesalahan-kesalahan acak ( random errors )

12

10

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Kesalahan ini, disebabkan oleh penyebab-penyebab yang tidak diketahui dan


terjadi walaupun seluruh kesalahan sistematis sudah diperhitungkan.
Pada pengukuran yang sudah direncanakan dengan baik kesalahan ini
umumnya kecil, akan tetapi untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian
tinggi, kesalahan ini menjadi sangat penting.
Misalnya : sebuah voltmeter akan mengukur suatu tegangan yang akan
dibaca setiap setengah jam, meskipun instrumen dioperasikan pada kondisi
lingkungan yang sempurna dan sudah dikalibrasi dengan tepat sebelum
pengukuran, akan diperoleh hasil-hasil pembacaan yang sedikit berbeda
selama periode pengamatan.
Perubahan ini tidak dapat dikoreksi dengan cara kalibrasi apapun dan juga
cara pengontrolan yang ada.
Satu-satunya cara untuk memperbaiki kesalahan acak ini adalah :

Penambahan jumlah pembacaan.


Penggunaan cara-cara statistik, untuk memperoleh pendekatan yang
paling baik terhadap nilai yang sebenarnya.

1.5 Analisis Statistik ( Statistical Analysis )


Analisis statistik pada data pengukuran adalah pekerjaan yang biasa,
sebab analisis ini memungkinkan untuk menentukan ketidakpastian hasil
pengukuran secara analitis. Hasil suatu pengukuran dengan metode
tertentu, dapat diramalkan berdasarkan sampel data, tanpa memiliki
informasi lengkap tentang seluruh faktor gangguan. Umumnya diperlukan
sejumlah pengukuran yang banyak, agar metoda statistik dan informasi
yang dihasilkan bermanfaat.
Kesalahan-kesalahan sistematis harus lebih kecil dibandingkan terhadap
kesalahan acak, karena pengerjaan data secara statistik, tidak dapat
menghilangkan suatu prasangka tertentu yang selalu terdapat dalam
semua pengukuran.
1.5.1Nilai rata - rata ( arithmetic mean )
Nilai yang paling mungkin dari suatu variabel yang diukur adalah nilai ratarata dari seluruh pembacaan yang dilakukan.
Secara teoritis pembacaan yang banyaknya

tak berhingga,

akan

memberikan hasil yang baik, meskipun dalam praktek hanya dapat


dilakukan pengukuran yang terbatas. Nilai rata-rata diberikan oleh
persamaan berikut :

12

11

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

1.5.2 Penimpangan terhadap nilai rata - rata / deviasi ( d )


deviasi adalah selisih antara suatu pembacaan terhadap nilai rata-rata dalam
sekelompok pembacaan.
Jika deviasi pembacaan pertama X1 adalah d1 dan deviasi pembacaan kedua
X2 adalah d2, dan seterusnya, maka penyimpangan terhadap nilai rata-rata
adalah :

Deviasi terhadap nilai rata-rata, boleh positip atau negatip, akan tetapi jumlah
aljabar semua deviasi tesebut harus sama dengan nol.
Contoh 7 : Suatu rentetan pengukuran arus yang tidak saling bergantungan,
dilakukan oleh enam pengamat, menghasilkan : 12,8 mA, 12,2 mA, 12,5 mA, 13,1
mA, 12,9 mA, 12,4 mA,
Tentukan :
a. nilai rata-rata
b. deviasi terhadap nilai rata-rata
Penyelesaian :
a. nilai rata-rata :
12,8 + 12,2 + 12,5 + 13,1 + 12,9 + 12,4
= ------------------------------------------------------------ = 12,65 mA
6
b. deviasi terhadap nilai rata-rata :
d1 = 12,8 - 12,65 = 0,15 mA d2 = 12,2 - 12,65 = - 0,45 mA
d3 = 12,5 - 12,65 = - 0,15 mA d4 = 13,1 - 12,65 = 0,45 mA
d5 = 12,9 - 12,65 = 0,25 mA d6 = 12,4 - 12,65 = - 0,25 mA
Dapat dilihat jumlah aljabar semua deviasi adalah nol .

12

12

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

( d1 + d2 + d3 + d4 + d5 + d6 = 0 )

1.5.3 Deviasi rata - rata ( average deviation ) D


Deviasi rata - rata : adalah suatu indikasi ketepatan instrumen - instrumen
yang digunakan untuk pengukuran.
Instrumen-instrumen yang ketepatannya tinggi, akan menghasilkan deviasi
rata rata yang rendah antara pembacaan-pembacaan.
Deviasi rata-rata, didefinisikan : penjumlahan nilai-nilai mutlak dari deviasideviasi dibagi dengan jumlah pembacaan.
Jadi, deviasi rata-rata, dapat dinyatakan sebagai berikut :

1.5.4Deviasi standar ( )
Deviasi standar ( root mean square ), merupakan metode yang sangat
ampuh untuk menganalisis kesalahan-kesalahan acak secara statistik.
Deviasi standar dari jumlah data tak terbatas didefinisikan sebagai : akar dari
penjumlahan semua deviasi setelah dikuadratkan dibagi dengan banyak-nya
pembacaan.

Secara matematis dituliskan :

Dalam praktek, jumlah pengamatan adalah terbatas, jadi deviasi


standar untuk jumlah data terbatas adalah :

Variansi / Variance ( V )
Suatu pernyataan lain yang sesungguhnya besaran yang sama adalah variansi
( mean-square deviation ), yang besarnya sama dengan kuadrat dari deviasi
standar, yaitu :

12

13

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana

Variansi ( V ) = mean square deviation = 2


Variansi merupakan besaran yang menyenangkan untuk digunakan dalam banyak
perhitungan, karena sifatnya yang aditif, akan tetapi deviasi standar memiliki
keuntungan, karena mempunyai satuan yang sama seperti variabel, sehingga
mudah membuatnya untuk membandingkan besaran-besaran.
Pada saat ini, hasil-hasil ilmiah, umumnya dinyatakan dalam deviasi standar.
Daftar Pustaka

1. Wiliam D. Cooper, Instrumentasi Elektronik dan Teknik Pengukuran


.

12

14

Pengukuran Besaran Listrik


Yuliza

Pusat Bahan Ajar dan Elearning


Universitas Mercu Buana