Anda di halaman 1dari 9

PRESENTASI KASUS

TUMOR TIROID DEXTRA-SINISTRA CURIGA GANAS, TIDAK ADA


PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING REGIONAL,TIDAK ADA
METASTASIS JAUH (T3, N0, M0)

Pembimbing :
dr. Lopo Triyanto, Sp.B(K)Onk

Disusun Oleh :
Adha Yulina NS G1A212089

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
SMF ILMU BEDAH
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
PURWOKERTO
2015

LEMBAR PENGESAHAN

Telah dipresentasikan dan disetujui presentasi kasus yang berjudul


TUMOR TIROID DEXTRA-SINISTRA CURIGA GANAS, TIDAK ADA
PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING REGIONAL,TIDAK ADA
METASTASIS JAUH (T3, N0, M0)

Diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti Kepanitraan Klinik


Di bagian SMF Bedah
RSUD Prof. Margono Soekardjo Purwokerto
Disusun oleh:
Adha Yulina Nurtika Sari

Purwokerto,

G1A212089

Januari 2015

Mengetahui,
Pembimbing

dr. Lopo Triyanto, Sp.B(K)Onk

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan presentasi kasus dengan judul
Tumor Tiroid Dextra-Sinistra Curiga Ganas Tidak Ada Pembesaran Kelenjar Getah
Bening Regional, Tidak Ada Metastasis Jauh (T3, N0, M0). Tujuan penulisan ini
untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Kepanitraan Klinik di bagian Ilmu
Bedah RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo, Purwokerto.
Dalam kesempatan ini perkenankanlah penulis untuk menyampaikan
ucapan terima kasih kepada :
1. dr. Lopo Triyanto, Sp.B(K)Onk selaku pebmbimbing yang telah
memberikan arahan pada presus ini.
2. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
presus ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan presentasi kasus
ini masih jauh dari kesempurnaan serta masih banyak terdapat kekurangan. Kami
berharap semoga presentasi kasus ini dapat memberikan manfaat bagi para
pembaca serta perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang
kedokteran.

Purwokerto,

Januari 2015

Penulis

LAPORAN KASUS
I. IDENTITAS PENDERITA
Nama

: Ny. R

Umur

: 25 Tahun

Jenis kelamin

: perempuan

Pekerjaan

: ibu rumah tangga

Alamat

: Wanareja 3/3 Sirampog

Tanggal masuk

: 4 November 2014

Tanggal periksa : 5 November 2014


No.CM

: 901313

II. ANAMNESA
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis dan alloanamnesis tanggal 5
November 2014.
a.

Keluhan utama : terdapat benjolan di leher kanan dan kiri

b.

Keluhan tambahan : lemas, terkadang tersedak dan sulit menelan (+)

c.

Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke poliklinik bedah onkologi


dengan keluhan terdapat benjolan di leher sisi kanan dan sisi kiri sejak
10 tahun yang lalu sebesar kepalan tangan orang dewasa (panjang
sekitar 9 cm). Benjolan dirasakan muncul sejak sekitar 10 tahun yang
lalu. Pasien mengatakan, sekitar 10 tahun yang lalu benjolan sebesar
melinjo (panjang sekitar 1 cm). Menurut pasien benjolan semakin
bertambah besar. Pasien sudah periksakan diri ke puskesmas
sejak disadarinya munculnya benjolan tersebut. Dokter puskesmas
menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit, karena kemungkinan harus
dioperasi. Namun pasien merasa belum siap untuk operasi dan
kebingungan masalah biaya. Selama 10 tahun pasien mencoba ke
beberapa pengobatan alternatif, namun tidak ada perubahan. Saat ini
pasien mengatakan terkadang mengeluhkan sulit menelan, dan
terkadang tersedak jika makan dan minum sehingga menjadi lemas.
Pasien mengatakan tidak ada benjolan lain selain di leher. Pasien tidak
mengeluhkan penurunan nafsu makan, namun karena terkadang sulit
menelan dan tersedak, pasien jadi malas makan. Pasien tidak

mengeluhkan rambut rontok atau kasar, mata menonjol atau susah


membuka kelopak mata, wajah bengkak, perubahan suara atau serak,
sesak nafas, demam, tidak mengalami gangguan pendengaran,
penglihatan dan pembauan. Pasien juga tidak memiliki keluhan dada
berdebar-debar, gemeteran (tremor), bengkak di badan, sering
berkeringat, penurunan berat badan secara cepat, gangguan pencernaan
(diare/konstipasi), gangguan BAK, gangguan mood (depresi, mudah
marah) serta gangguan menstruasi. Pasien seorang ibu rumah tangga,
tidak memiliki kebiasaan merokok, dan minum alkohol. Ayah dan
suami pasien seorang perokok.

Lingkungan rumah pasien tidak

terpapar debu atau bahan kimia industri. Riwayat tinggal di tepi pantai
disangkal, riwayat tetangga menderita penyakit yang serupa disangkal.
d. Riwayat Penyakit Dahulu
-

Riwayat keluhan yang sama disangkal

Riwayat operasi sebelumnya disangkal

Riwayat radiasi disangkal

Riwayat kemoterapi disangkal

Riwayat penggunaan obat PTU disangkal

Riwayat penyakit tekanan darah tinggi disangkal

Riwayat penyakit kencing manis disangkal

Riwayat penyakit ginjal disangkal

Riwayat penyakit paru disangkal

Riwayat penyakit jantung disangkal

e. Riwayat Penyakit Keluarga


- Tidak ada riwayat penyakit yang sama pada keluarga pasien.
- Tidak ada riwayat penyakit tumor
f. Riwayat Sosial Ekonomi
-

Pasien tinggal serumah dengan suami dan seorang anak

Pasien bekerja ibu rumah tangga

Riwayat gizi pasien adalah pasien makan 3 kali dalam sehari dengan
lauk seadanya. Kurang menyukai sayur-sayuran berwarna hijau dan
lebih memilih lauk daging dan telur.

Pasien seorang perokok pasif, dalam sehari suami merokok 1


bungkus.

Pendidikan terakhir pasien adalah SMA.

Pengetahuan pasien dan keluarga mengenai kesehatan rendah.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan Umum : sedang
Kesadaran
: Compos Mentis
Vital Sign
: Tekanan darah = 120/70 mmHg
Respirasi = 22 kali/menit
Nadi = 84 kali/menit, regular, isi cukup
Suhu = 36,8 oC
a. Status Generalis
1. Kepala : Simetris, mesocephal, rambut tidak mudah dicabut,
rambut halus, tidak kering
2. Mata

: Exsoftalmus (-/-), retraksi kelopak mata (-/-), conjungtiva

anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil bulat isokor 3 mm/ 3 mm,
reflek cahaya (+/+)
3. Hidung : Discharge (-), deviasi septum nasi (-)
4. Telinga : Simetris kanan kiri, discharge (-)
5. Mulut

: Sianosis (-), lidah kotor (-)

6. Wajah

: simetris, puffy face (-)

7. Leher

: JVP tidak meningkat, pembesaran kelenjar limfe (-)

8. Thorak
1) Jantung
Inspeksi

: Ictus Cordis tidak tampak

Palpasi

: Ictus Cordis teraba SIC V LMC sinistra

Perkusi

: Batas kanan atas SIC II LPSD


Batas kiri atas SIC II LPSS
Batas kanan bawah SIC IV LPSD
Batas kiri bawah SIC V 2 jari medial LMCS

Auskultasi : S1 > S2 , reguler, bising murmur (-), gallop (-)


2) Paru
Inspeksi

: Simetris, ketinggalan gerak (-), tidak ada benjolan

Palpasi

: Vokal fremitus kanan = kiri, nyeri tekan (-)

Perkusi

: Sonor di seluruh lapang paru

Batas paru-hepar SIC V dextra


Auskultasi : Suara dasar vesikuler, suara tambahan ronkhi (-/-),
Wheezing (-/-)
9. Abdomen
Inspeksi
Auskultasi
Perkusi

datar, venektasi (-), sikatrik (-), bulging (-)


bising usus (+) normal
timpani di seluruh lapang abdomen, pekak sisi (-),

Palpasi

pekak alih (-).


supel, nyeri tekan (-), defans muscular (-)

10. Ekstremitas
Superior

: Edema (-/-), sianois (-/-), k.motorik (55555/55555)

Inferior

: Edema (-/-), sianosis (-/-), k.motorik (55555/55555)

Turgor kulit
Akral
Vertebrae

: cukup, < 1 detik


: hangat
: Tidak ada kelainan

11. Status vegetatif


BAK

: (+) normal

BAB

: (+) normal

Flatus

: (+) normal

b. Status Lokalis
Regio Colli
Inspeksi : Terdapat benjolan di leher sisi kanan dan sisi kiri, benjolan
terlihat ikut bergerak saat menelan. Warna benjolan sama dengan warna
kulit sekitarnya, venektasi (-)
Palpasi : Teraba benjolan di leher sisi kanan dan kiri, keras, immobile
(terfiksir), tidak nyeri jika ditekan, ikut bergerak ketika menelan, batas
tidak tegas dengan ukuran sekitar lebar 5 cm, tinggi 4 cm , panjang 9
cm, permukaan rata.
Auskultasi : bruit (-)
Regio Axilla
Inspeksi : Tidak terdapat benjolan di ketiak kanan dan kiri
Palpasi :Tidak teraba benjolan di ketiak kanan dan kiri
IV.

RESUME

Anamnesis : Berdasarkan anamnesis, dapat dihitung tumor doubling time


rumus : Lama (Bulan) x 30 hari
Pembesaran
Kasus ini lamanya tumor adalah sekitar 10 tahun = 120 bulan.
Pembesarannya dari 1 cm sebesar melinjo hingga berdiameter 9 cm, jadi
tumor duobling time adalah 120 bulan x 30 hari = 400.
9 cm
Pemeriksaan fisik : keadaan umum, vital sign dan status generalis : dalam
batas normal
Status Lokalis
Regio Colli
Inspeksi : Terdapat benjolan di leher sisi kanan dan sisi kiri, benjolan
terlihat ikut bergerak saat menelan. Warna benjolan sama dengan warna
kulit sekitarnya. Venektasi (-)
Palpasi : Teraba benjolan di leher sisi kanan dan kiri, keras, immobile
(terfiksir), tidak nyeri jika ditekan, ikut bergerak ketika menelan, batas tidak
tegas dengan ukuran sekitar lebar 5 cm, tinggi 4 cm, panjang 9 cm,
permukaan rata.
Auskultasi : bruit (-)
Regio Axilla
Inspeksi : Tidak terdapat benjolan di ketiak kanan dan kiri
Palpasi : Tidak teraba benjolan di ketiak kanan dan kiri

V.

DIAGNOSIS KLINIS ONKOLOGI


Tumor tiroid dextra-sinistra curiga ganas, tidak ada pembesaran kelenjar
getah bening regional, tidak ada metastasis jauh (T3, N0, M0)

VI.

DIAGNOSIS BANDING
Limfoma Hodgkin-Non Hodgkin
Ca-Nasofaring

VII. USULAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


1. Tes Fungsi Tyroid (T3, T4, dan TSH)
2. Tes tumor marker : tiroglobulin
3. Tes kadar calcitonin
4. Foto rontgen leher dan thorax
5. USG leher
VIII. PENATALAKSANAAN
Rujuk ke dokter Sp. B(K) Onk. untuk tindakan selanjutnya : operatif atau
radioterapi

IX.

PROGNOSIS
Dubia ad bonam 10-years survival 98 %