Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KASUS

SUSPEK STROKE NON-HEMORAGIK


Untuk memenuhi tugas Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Penyakit Saraf
di RSUD Tugurejo Semarang

Disusun oleh :
Fadhila Kamayanti
01.209.5901

Pembimbing :
dr. Noorjanah P, Sp.S
dr. ST. Istiqomah, Sp.S

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2014

STATUS MAHASISWA
KEPANITRAAN ILMU PENYAKIT SARAF
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG
Kasus
: SNH
NamaMahasiswa
: Fadhila Kamayanti
NIM
: 01.209.5901
I.

IDENTITAS PENDERITA

Nama
Umur
JenisKelamin
Status
Pendidikan
Agama
Pekerjaan
Alamat
No CM
Dirawat di ruang
Tanggalmasuk RS
Tanggalkeluar RS

: Ny. S
: 54th
: Perempuan
: Menikah
: SMP
: Islam
: Pedagang
: Gisikdrono RT 09/I, Bandarharjo-Semarang
: 45-08-05
: Alamanda kelas III (IV.3)
:15 Juni 2014
:

Mengetahui,

Dokter Ruangan

Dokter Pembimbing

Koordinator Mahasiswa

II.

DAFTAR MASALAH

NO

MasalahAktif

1.

Kelemahan

2.

gerak kanan
Hipertensi

III.

Tanggal
anggota 15-06-2014

ANAMNESIS

15-06-2014

NO

MasalahTidakAktif

Tanggal

Anamnesis dilakukan pada tangga l6 Juni 2014 di bangsal Alamanda RSUD


Tugurejo Semarang
1. KeluhanUtama
2. RiwayatPenyakitSekarang
o Lokasi
o Onset
o Kualitas
o Kuantitas

: Lemah anggota gerak kanan


:
: anggota gerak kanan
: 3hari SMRS mendadak saat setelah bangun tidur
: anggota gerak kanan terasa lemas
: aktivitas sehari-hari dapat dilakukan tapi juga dibantu

oleh keluarganya
o Factor memperberat : (-) tidak ada
o Factor memperingan : (-) tidak ada
o Gejalapenyerta
: pusing (+), Mual(+), Muntah(+)
RiwayatPenyakitSekarang / Kronologis
:
3 hari SMRS saat setelah pasien ke kamar mandi, pasien tiba-tiba merasakan
pusing berputar, lalu pasien beristirahat tidur. Setelah bangun tidur tiba-tiba muka
pasien asimetris dan tertarik kearah kanan, bicara pelo, dan anggota gerak baik tangan
dan kaki kanan lemah. Pasien berjalan dengan sempoyongan dan menyeret kaki
sebelah kanannyanya. Keluhan ini tanpa disertai penurunan kesadaran. Mual(+) dan
muntah(+).
1 hari SMRS anggota gerak kanan pasien bertambah lemah dan berat sehingga
untuk berjalanpun pasien tidak mampu. Pasien dapat berbicara tetapi tidak jelas/pelo.
Pasien masih dapat merespon apa yang ditanyakan atau dikomunikasikan orang yang
ada disekitarnya. Pasien mengaku memang jarang mengkonsumsi obat-obatan seperti
hipertensi dan strokenya, pasien lebih sering minum obat-obatan tradisional seperti
jamu-jamuan. Melihat kondisi pasien seperti itu, pasien dibawa oleh keluarganya ke
Rumah sakit Tugurejo Semarang untuk mendapatkan pengobatan yang lebih
maksimal. Pasien mengaku ini adalah serangan yang kedua kalinya, sebelumnya
pasien pernah mengalami penyakit seperti ini dan dirawat di RSUP dr Kariadi.
Riwayat Penyakit dahulu

Riwayat menderita keluhan yang sama : diakui (13th yll)


Riwayat Hipertensi
: diakui
Riwayat DM
: diakui (GDS:244)
Riwayat penyakit jantung
: disangkal
Riwayat trauma
: disangkal
Riwayat Maag
: diakui

Riwayat Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit yang sama seperti pasien.
Riwayat Hipertensi
: disangkal
Riwayat DM
: disangkal
Riwayat penyakit jantung
: disangkal

RiwayatSosial, EkonomidanPribadi
Pasien bekerja sebagai pedagang dan suaminya juga bekerja sebagai pedagang.
Pasien tinggal bersama anak perempuannya. Biaya pengobatan ditanggung
JAMKESMAS.
IV.

PEMERIKSAAN FISIK (16 Juni 2014)


Status Present
Keadaan umum
: tampak lemah
Kesadaran
: Composmentis
GCS
: E4M6V5 (15)
Tanda Vital
Nadi
Pernapasan
Suhu
TD
Status Generalis

: 84 x/menit, reguler, isi cukup, ekual


: 20 x/menit, reguler
: 36,50C
: 160/90 mmHg

Kepala
Mata
Hidung
Telinga
Mulut

: mormocephal, distribusirambutmerata. Tanda-tanda trauma (-)


:CA (-/-), SI (-/-), reflex cahaya (+/+), pupil bulat isokor 3mm/3mm
: Deviasi septum (-), Sekret (-/-) napascupinghidung (-)
: Normotia, Sekret (-/-)
:
Mukosa bibir lembab, sianosis (-),
Lidah : deviasi ke kanan
Leher
: Tidak terlihat pembesaran KGB atau pembesaran kelenjar tyroid,
kaku kuduk (-).

Status Internus
Torax :
o Inspeksi
:
Pergerakan dinding dada simetris.
Retraksi intercostal (-/-).
Penggunaan otot-otot bantu pernapasan (-)
o Palpasi
:
Nyeri tekan (-/-) , tidak teraba massa
Vokal fremitus (sulit dinilai).
Iktus cordis teraba di ICS V linea midklavikularis kiri.
o Perkusi
:Sonor seluruh lapang paru
o Auskultasi
:Vesikuler +/+, ronkhi -/- , wheezing -/- , murmur (-), gallop(-)

Abdomen
o Inspeksi : Supel
o Palpasi
Nyeri tekan
Hepar
Splen
Ballotement
o Perkusi
o Auskultasi
STATUS NEUROLOGIS
Kesadaran
Kuantitatif (GCS)
Mata
Meningeal sign
Kaku kuduk
Kernig dan leseague
Burdinzki 1& 2

Tingkah laku
PerasaanHati
Orientasi
Cara Berpikir
Daya Ingat
Kecerdasan

: Tidak ada
: Tidak teraba
: Tidak teraba
:-/: Timpani
: Bising usus (+) N
: Compos mentis
: E4M6V5 (15)
: pupil isokor, reflek cahaya (+/+)
:
:::-

: dalam batas normal


: eutim
: cukup
: realistik
: cukup
: cukup

PEMERIKSAAN NERVUS CRANIALIS


A. Nervi Cranialis
N I. (OLFAKTORIUS)

Kanan

Kiri

Dayapembau

dbn

dbn

N II. (OPTIKUS)

Kanan

Kiri

Dayapenglihatan
Fundus Okuli
Lapangpenglihatan

dbn
Tidakdilakukan
Dbn

dbn
Tidakdilakukan
Dbn

N III.(OKULOMOTORIUS)

Kanan

Kiri

Reflekcahayalangsung
Gerakmatakeatas
Gerakmatakebawah
Gerakmata media

dbn
dbn
dbn
dbn

dbn
dbn
dbn
dbn

Ukuran pupil
Bentuk pupil
Diplopia

2mm
Bulat,isokor
(-)

2mm
Bulat, isokor
(-)

N IV. (TROKHLEARIS)

Kanan

Kiri

Gerakmata lateral bawah


Diplopia

dbn
(-)

dbn
(-)

N V. (TRIGEMINUS)

Kanan

Kiri

Menggigit
Membukamulut
sensibilitas
reflekkornea

dbn
dbn
dbn
dbn

dbn
Normal
dbn
dbn

N VI. (ABDUSEN)

Kanan

Kiri

Gerakmatake lateral
Diplopia

dbn
(-)

dbn
(-)

N VII. (FASIALIS)

Kanan

kiri

Kedipanmata
Lipatannaso-labia
Sudutmulut
Mengerutkan dahi
Mengangkat alis
Menutup mata

+
+
Datar
+
+
+

+
+
+
+
+

N VIII. (AKUSTIKUS)

Kanan

kiri

Mendengar suara

Penurunan pendengaran

(-)

(-)

N IX. (GLOSOFARINGEUS)

Kanan

kiri

Arkus faring
sengau
tersedak

sdn
(-)
(-)

Sdn
(-)
(-)

N X. (VAGUS)

Kanan

kiri

Bersuara
Menelan

(+ lemah)
(+)

(+ lemah)
(+)

N XI. (AKSESORIUS)

Kanan

kiri

Memalingkan kepala
Mengangkat bahu
Sikap bahu
Trofi otot bahu

(+)
(+)
dbn
Eutrofi

(+)
(+)
dbn
Eutrofi

N XII. (HIPOGLOSUS)

Kanan

kiri

Sikap lidah
Kekuatan lidah
Artikulasi
Trofi otot lidah
Tremor lidah
Menjulurkan lidah

Deviasi ke kanan
sdn
(disartria +)
(-)
(-)
tidak sempurna

Deviasi ke kanan
sdn
(disartria +)
(-)
(-)
tidak sempurna

ANGGOTA GERAK ATAS


Lengan Atas
D

Lengan Bawah

Tangan

Gerakan

terbatas Bebas

terbatas

bebas

terbatas

Bebas

Kekuatan

-5

-5

-5

Tropi

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Tonus

Sensibilitas:
Jenis

Lengan atas

Lengan bawah

Tangan

Rangsang

Kana

Kiri

Kana

Kiri

Kana

Kiri

Taktil

Dbn

dbn

dbn

Dbn

Dbn

Dbn

Nyeri

Dbn

dbn

dbn

Dbn

Dbn

Dbn

Posisi

Dbn

dbn

dbn

Dbn

Dbn

Dbn

ANGGOTA GERAK BAWAH


Tungkai atas

Tungkai bawah

Kaki

Gerakan

Terbatas

Bebas

terbatas

Bebas

Terbatas

Bebas

Kekuatan

-5

-5

-5

Tonus

Trofi

Eu

Eu

Eu

Eu

Eu

Eu

Sensibilitas :
Nyeri

Dbn

Dbn

dbn

Dbn

Dbn

Dbn

Taktil

Dbn

Dbn

dbn

Dbn

Dbn

Dbn

Posisi

Dbn

Dbn

dbn

Dbn

Dbn

Dbn

REFLEX FISIOLOGI
Reflex Biceps :
/+
Reflex Trisep : / +
Reflex Radius: +/+

Reflex Patella : / +
Reflex Achilles: +/+
Reflex Glabella : tidak dilakukan

RefleksPatologik
Babinski
Chaddocck

Dextra
-

Sinistra
-

Oppenheim
Gordon
Schaeffer
Gonda
Rossolimo
Mendel-Bechterew
PemeriksaanKlonus
Klonus paha/ lutut
Klonus kaki

:
:

PEMERIKSAAN OTONOM DAN FUNGSI VEGETATIF


Miksi
Lancar
Defekasi
Inkontinensia alvi
: (-)
Retensio alvi
: (-)

KOORDINASI, LANGKAH DAN KESEIMBANGAN


Ataksia
: tidakdiperiksa
Tes Romberg
: tidakdiperiksa
Gaya berjalan
: tidakdiperiksa
Tes disdiadokhokinesis
: tidakdiperiksa
Tes Fenomen Rebound
: tidakdiperiksa
Tes Dismetria
: tidakdiperiksa
GERAKAN-GERAKAN ABNORMAL
Tremor
: Atetosis
: Mioklonus
: Khorea
:-

V.

RESUME
Seorang perempuan 54 th datang ke RSUD Tugurejo diantar oleh keluarganya dengan
keluhan kelemahan anggota gerak kanan dan bicara pelo sejak 3 hari yang lalu
SMRS. Keluhan tanpa disertai penurunan kesadaran tetapi mengalami pusing (+)
berputar, mual(+) dan muntah(+). Pasien mengaku pernah mengalami hal serupa 13th
yll dan di rawat di RSUP dr Kariadi. Pasien memiliki riwayat hipertensi, DM, dan
Maag. Pasien mengaku memang jarang mengkonsumsi obat-obatan hipertensi dan

strokenya, pasien lebih suka meminum obat-obatan tradisional seperti jamu-jamuan.


Anggota keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa.
Pemeriksaan Fisik :

Status present
KU : Tampak sakit sedang, Kesadaran : Compos Mentis, GCS :15
TD : 160/90 mmHg, Nadi : 84x/menit RR : 20x/menit T : 36,50c

Status Generalis
Dalam batas normal
Status neurologis :
nn. Cranialis :
Paresis N. VII Dekstra sentral
Paresis N. XII Deksta sentral
Motorik :
Kekuatan

Gerakan
R. Fisiologi
R. Patologi
Sensibilitas
Vegetasi

:
-5/-5/-5
-5/-5/-5

5/5/5
5/5/5

: terbatas/ (+), terbatas/ (+)


: /+/ +
: dbn
: kesan hemiparestesi dextra spastika
: kesan dalam batas normal

VI.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
laboratorium (pemeriksaan darah rutin,kolesterol,trigliserid, gds,gdp,gd2pp)
CT Scan kepala non-kontras

VII.

DIAGNOSIS
Sirriraj Score :
(2,5 x 0) + (2 x 0) + (2 x 1) + ( 90 x 10 %) (3 x 1) 12 = -4
( Stroke Non Hemoragik)
Algoritma Gajah Mada :
Penurunan kesadaran
: (-)
Nyeri kepala
: (-)
Refleks Babinsky
: (-) stroke non hemoragik

Diagnosis I
Diagnosis Klinis

: Hemiparesis dextra spastika

Paresis N. VII Dekstra sentral


Paresis N. XII Deksta sentral
Hipertensi Stage I
: Hemisfer serebri sinistra
: suspek stroke non hemoragik
: SH (stroke hemoragik)

Diagnosis Tropis
Diagnosis Etiologi
DD

VIII. INITIAL PLAN


Dx
:
Usul cek lab darah lengkap, GD I/II, profil lipid, elektrolit,
Ureum dan keratinin.
CT Scan
Konsul: Sp.PD
Tx

Mx
Ex

:
-

Kepala dan tubuh dalam posisi 30 dengan bahu pada sisi

lemah diganjal dengan bantal.


Periksa kadar oksigen, bila hipoksia berikan oksigen

ltr/mnt.
Infuse RL 20 tpm
Inj. Piracetam 4x3gr iv
Inj. Citikolin 2x50 mg iv
Aspilet 1x80mg
Amilodipin 1X10mg
Vit B1,B6,B12 3x1
Rehabilitasi : fisioterapi untuk kekuatan otot dan sendi dan

2-4

terapi wicara untuk afasia motorik.


: Keadaan umum, TTV, defisit neurologis, GCS
:
- Menjelaskan kepada pasien dan keluarga mengenai penyakit
-

yangg diderita dan terapi yang akan diberikan.


Menjelaskan kepada keluarga pasien untuk melatih pasien
berbicara, serta memotivasi/mendukung selalu pasien untuk
sehat kembali.

IX.

PROGNOSIS
Adsanam
Ad vital
Adfungsional

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
STROKE
A. Defenisi
Stroke (berasal dari kata strike) berarti pukulan pada sel otak. Biasanya terjadi karena
adanya gangguan distribusi oksigen ke sel otak. Hal ini disebabkan gangguan aliran darah
pada pembuluh darah otak, mungkin karena aliran yang terlalu perlahan, atau karena aliran
yangterlalu kencang sehingga pecah (perdarahan), akhirnya sel-sel otak yang diurus oleh
pembuluh darah tersebut mati.
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian sel-sel otak mengalami kematian
akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Aliran
darah yang terhenti membuat suplai oksigen dan zat makanan ke otak juga terhenti, sehingga
sebagian otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
B. Anatomi Pembuluh Darah Otak
Otak terdiri dari sel-sel otak yang disebut neuron, sel-sel penunjang yangdikenal
sebagai sel glia, cairan serebrospinal, dan pembuluh darah. Semua orangmemiliki jumlah
neuron yang sama sekitar 100 miliar, tetapi koneksi di antaraberbagai neuron berbeda-beda.
Pada orang dewasa, otak membentuk hanya sekitar 2%(sekitar 1,4 kg) dari berat tubuh total,
tetapi mengkonsumsi sekitar 20% oksigen dan50% glukosa yang ada di dalam darah arterial.
Otak harus menerima lebih kurang satu liter darah per menit, yaitu sekitar15% dari
darah total yang dipompa oleh jantung saat istirahat agar berfungsi normal.Otak mendapat
darah dari arteri. Yang pertama adalah arteri karotis interna yangterdiri dari arteri karotis
(kanan dan kiri), yang menyalurkan darah ke bagian depan. otak disebut sebagai sirkulasi
arteri serebrum anterior. Yang kedua adalahvertebrobasiler, yang memasok darah ke bagian
belakang otak disebut sebagaisirkulasi arteri serebrum posterior. Selanjutnya sirkulasi arteri
serebrum anteriorbertemu dengan sirkulasi arteri serebrum posterior membentuk suatu
sirkulus willisi
Ada dua hemisfer di otak yang memiliki masing-masing fungsi. Fungsi-fungsidari
otak adalah otak merupakan pusat gerakan atau motorik, sebagai pusatsensibilitas, sebagai
area broca atau pusat bicara motorik, sebagai area wernickeatau pusat bicara sensoris,
sebagai area visuosensoris, dan otak kecil yang berfungsisebagai pusat koordinasi serta
batang otak yang merupakan tempat jalan serabutserabutsaraf ke organtarget.

Sel Glia Pada Otak

Pembuluh Darah di Otak

Bagian Otak
Jika terjadi kerusakan gangguan otak maka akan mengakibatkan kelumpuhanpada anggota
gerak, gangguan bicara, serta gangguan dalam pengaturan nafas dantekanan darah. Gejala di
atas biasanya terjadi karena adanya serangan stroke.
C. Stroke Non Hemoragik
Klasifikasi Stroke Non Hemoragik
Secara non hemoragik, stroke dapat dibagi berdasarkan manifestasi klinik danproses
patologik (kausal):
a. Berdasarkan manifestasi klinik:
1. Serangan Iskemik Sepintas/Transient Ischemic Attack (TIA)
Gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otakakan menghilang
dalam waktu 24 jam.
2. Defisit Neurologik Iskemik Sepintas/Reversible Ischemic NeurologicalDeficit (RIND)

Gejala neurologik yang timbul akan menghilang dalam waktu lebih lamadari 24 jam, tapi
tidak lebih dari seminggu.
3. Stroke Progresif (Progressive Stroke/Stroke In Evaluation)
Gejala neurologik makin lama makin berat.
4. Stroke komplet (Completed Stroke/Permanent Stroke)
Kelainan neurologik sudah menetap, dan tidak berkembang lagi.
b. Berdasarkan Kausal:
1. Stroke Trombotik
Stroke trombotik terjadi karena adanya penggumpalan pada pembuluhdarah di otak.
Trombotik dapat terjadi pada pembuluh darah yang besardan pembuluh darah yang kecil.
Pada pembuluh darah besar trombotikterjadi akibat aterosklerosis yang diikuti oleh
terbentuknya gumpalandarah yang cepat. Selain itu, trombotik juga diakibatkan oleh
tingginyakadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL). Sedangkanpada
pembuluh darah kecil, trombotik terjadi karena aliran darah kepembuluh darah arteri kecil
terhalang. Ini terkait dengan hipertensi danmerupakan indikator penyakit aterosklerosis.
2. Stroke Emboli/Non Trombotik
Stroke emboli terjadi karena adanya gumpalan dari jantung atau lapisanlemak yang lepas.
Sehingga, terjadi penyumbatan pembuluh darah yangmengakibatkan darah tidak bisa
mengaliri oksigen dan nutrisi ke otak.
D. Gejala Stroke Non Hemoragik
Gejala stroke non hemoragik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di
otak bergantung pada berat ringannya gangguan pembuluh darah dan lokasi tempat
gangguan peredaran darah terjadi, maka gejala-gejala tersebut adalah:
a. Gejala akibat penyumbatan arteri karotis interna.
Buta mendadak (amaurosis fugaks).
Ketidakmampuan untuk berbicara atau mengerti bahasa lisan (disfasia)bila gangguan
terletak pada sisi dominan.
Kelumpuhan pada sisi tubuh yang berlawanan (hemiparesis kontralateral)dan dapat
disertai sindrom Horner pada sisi sumbatan.
b. Gejala akibat penyumbatan arteri serebri anterior.
Hemiparesis kontralateral dengan kelumpuhan tungkai lebih menonjol.
Gangguan mental.

Gangguan sensibilitas pada tungkai yang lumpuh.


Ketidakmampuan dalam mengendalikan buang air.
Bisa terjadi kejang-kejang.
c. Gejala akibat penyumbatan arteri serebri media.
Bila sumbatan di pangkal arteri, terjadi kelumpuhan yang lebih ringan.Bila tidak di
pangkal maka lengan lebih menonjol.
Gangguan saraf perasa pada satu sisi tubuh.
Hilangnya kemampuan dalam berbahasa (aphasia).
d. Gejala akibat penyumbatan sistem vertebrobasilar.
Kelumpuhan di satu sampai keempat ekstremitas.
Meningkatnya refleks tendon.
Gangguan dalam koordinasi gerakan tubuh.
Gejala-gejala sereblum seperti gemetar pada tangan (tremor), kepalaberputar
(vertigo).
Ketidakmampuan untuk menelan (disfagia).
Gangguan motoris pada lidah, mulut, rahang dan pita suara sehinggapasien sulit
bicara (disatria).
Kehilangan kesadaran sepintas (sinkop), penurunan kesadaran secaralengkap
(strupor), koma, pusing, gangguan daya ingat, kehilangan dayaingat terhadap
lingkungan (disorientasi).
Gangguan penglihatan, sepert penglihatan ganda (diplopia), gerakan arahbola mata
yang tidak dikehendaki (nistagmus), penurunan kelopak mata(ptosis), kurangnya daya
gerak mata, kebutaan setengah lapang pandangpada belahan kanan atau kiri kedua
mata (hemianopia homonim).
Gangguan pendengaran.
Rasa kaku di wajah, mulut atau lidah.
e. Gejala akibat penyumbatan arteri serebri posterior
Koma
Hemiparesis kontra lateral.
Ketidakmampuan membaca (aleksia).
Kelumpuhan saraf kranialis ketiga.
Gejala akibat gangguan fungsi luhur

Aphasia yaitu hilangnya kemampuan dalam berbahasa. Aphasia dibagidua yaitu,


Aphasia motorik adalah ketidakmampuan untuk berbicara,mengeluarkan isi pikiran
melalui perkataannya sendiri, sementarakemampuannya untuk mengerti bicara orang
lain tetap baik. Aphasiasensorik adalah ketidakmampuan untuk mengerti pembicaraan
orang

lain,namun

masih

mampu

mengeluarkan

perkataan

dengan

lancar,

walausebagian diantaranya tidak memiliki arti, tergantung dari luasnyakerusakan


otak.
Alexia adalah hilangnya kemampuan membaca karena kerusakan otak.Dibedakan dari
Dyslexia (yang memang ada secara kongenital), yaituVerbal alexia adalah
ketidakmampuan membaca kata, tetapi dapatmembaca huruf. Lateral alexia adalah
ketidakmampuan membaca huruf,tetapi masih dapat membaca kata. Jika terjadi
ketidakmampuan keduanyadisebut Global alexia.
Agraphia adalah hilangnya kemampuan menulis akibat adanya kerusakanotak.
Acalculia adalah hilangnya kemampuan berhitung dan mengenal angkasetelah
terjadinya kerusakan otak.
Right-Left Disorientation & Agnosia jari (Body Image) adalah sejumlahtingkat
kemampuan yang sangat kompleks, seperti penamaan, melakukangerakan yang sesuai
dengan perintah atau menirukan gerakan-gerakantertentu. Kelainan ini sering
bersamaan dengan Agnosia jari (dapat dilihatdari disuruh menyebutkan nama jari
yang disentuh sementara penderitatidak boleh melihat jarinya).
Hemi

spatial

neglect

(Viso

spatial

agnosia)

adalah

hilangnya

kemampuanmelaksanakan bermacam perintah yang berhubungan dengan ruang.


Syndrome Lobus Frontal, ini berhubungan dengan tingkah laku akibatkerusakan pada
kortex motor dan premotor dari hemisphere dominanyang menyebabkan terjadinya
gangguan bicara.
Amnesia adalah gangguan mengingat yang dapat terjadi pada traumacapitis, infeksi
virus, stroke, anoxia dan pasca operasi pengangkatanmassa di otak.
Dementia adalah hilangnya fungsi intelektual yang mencakup sejumlahkemampuan.
E. Diagnosis Stroke Non Hemoragik
Diagnosis didasarkan atas hasil:
a. Penemuan Klinis
1. Anamnesis

Terutama terjadinya keluhan/gejala defisit neurologik yang mendadak.Tanpa


trauma kepala, dan adanya faktor risiko stroke.
2. Pemeriksaan FisikAdanya defisit neurologik fokal, ditemukan faktor risiko
sepertihipertensi, kelainan jantung dan kelainan pembuluh darah lainnya.
b. Pemeriksaan tambahan/Laboratorium
1. Pemeriksaan Neuro-RadiologikComputerized Tomography Scanning (CTScan), sangat membantudiagnosis dan membedakannya dengan perdarahan
terutama pada faseakut. Angiografi serebral (karotis atau vertebral) untuk
mendapatkangambaran yang jelas tentang pembuluh darah yang terganggu,
atau bilascan tak jelas. Pemeriksaan likuor serebrospinalis, seringkali
dapatmembantu

membedakan

infark,

perdarahan

otak,

baik

perdarahanintraserebral (PIS) maupun perdarahan subarakhnoid (PSA).


2. Pemeriksaan lain-lain. Pemeriksaan untuk menemukan faktor resiko, seperti:
pemeriksaan darahrutin (Hb, hematokrit, leukosit, eritrosit), hitung jenis dan
bila perlugambaran

darah. Komponen

kimia

darah, gas, elektrolit,

Doppler,Elektrokardiografi (EKG).
Diagnosis dengan sistem skoring
Skore StrokeSiriraj

(2,5 x kesadaran) + (2 x muntah) + (2 x sakit kepala) + (0,1 x


tekanan diastolik) (3 x penanda ateroma) 12
Keterangan
Derajatkesadaran
Komposmentis = 0
Somnolen= 1
Sopor/koma = 2
Nyerikepala
Ada
=1
Tidakada = 0
Vomitus
Ada
=1
Tidakada
=0
Ateroma (diabetes, angina, penyakitpembuluhdarah )
Ada
=1
Tidakada = 0
Hasil

Skor> 1 : perdarahansupratentorial
Skor< 1 infarkserebri
Skor stroke GadjahMada

Penurunankesadara

Nyerikepal

Babinski

Jenis stroke

Perdarahan

Perdarahan

Perdarahan

Iskemik

Iskemik

F.
a.
b.
c.

TatalaksanaUmum Stroke Akut


Stabilisasi fungsi kardiologis melalui ABC
Posisi kepala dan badan atas 20-30o
Bebaskan jalan nafas, bila perlu berikan oksigen 1-3 L/menit sampai ada hasil

d.
e.
f.
g.
h.
i.

pemeriksaan gas darah


Kandung kemih yang penuh dikosongkan, sebaiknya dengan kateterisasi intermiten
Penatalaksanaan tekanan darah dilakukan secara khusus
Hiperglikemia atau hipoglikemia harus segera dikoreksi
Suhu tubuh harus dipertahankan normal
Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan
Cairan intravena 24 jam pertama RL, NaCl 0,9%, Asering, dan dilanjutkan 24 jam

berikutnya kristaloid ataukoloid


j. Asupan nutrisi per oral setelah hasil tes fungsi menelan baik dan apabila gangguan
menelan atau kesadaran menurun pipa nasogastrik dengan 1500 kalori
k. Mencegah infeksi sekundertraktus respiratorius dan urinarius
l. Mecegah timbulnya stress ulcer obat antasida/proton pump inhibitor
m. Mencegah dekubitus dengan trombosis vena dalam heparinsubkutan 5000 IU 2 kali
sehari/LMWH
n. Mobilisasi terbatasuntukmencegahdekubitus
G. Prognosis
a. Sekitar 50% penderita yang mengalami kesembuhan dan kembali menjalankan fungsi
normalnya.

b. Penderita lainnya mengalami kelumpuhan fisik dan mental dan tidak mampu bergerak,
berbicara atau makan secara normal.
c. Sekitar 20% penderita meninggal di rumah sakit.

DAFTAR PUSTAKA
1. Snell RS. Clinical Anatomy for Medical Student. 6th ed. Sugiharto L, Hartanto H,
Listiawati

E,

Susilawati,

Suyono

J,

Mahatmi

T,

dkk,

penerjemah.

AnatomiKlinikUntukMahasiswaKedokteran. Edisi 6. Jakarta: EGC, 2006; 740-59.


2. Lionel Ginsberg. Neurologi edisi ke delapan. Jakarta : Erlangga Medical Series.
3. Mahar Mardjono. Neurologi Klinis Dasar. Cetakan ke -11. PT.Dian Rakyat.
Jakarta.2006

4. Ratna Mardiati. Buku Kuliah Susunan Saraf Otak Manusia. Sagung Seto. Jakarta.
1996.
5. Lumbantobing.Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik dan Mental.FKUI.Jakarta.2008.