Anda di halaman 1dari 14

PROSES PEMBUATAN

PULP
SECARA KIMIA

PROSES PEMBUATAN PULP


SECARA KIMIA
Anggota :
1. Marleny Trijati
2. Veny Nofitasari
3. Nina Pangestika
4. Elox Yuniar R.
5. Ulfah Abidah A.

Teknik Kimia 2013

D500130015
D500130034
D500130041
D500130045
D500130047

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Proses pembuatan pulp dengan proses kimia dikenal
dengan sebutan proses kraft. Disebut kraft karena pulp yang
dihasilkan dari proses ini memiliki kekuatan lebih tinggi
daripada proses mekanis dan semikimia, akan tetapi rendemen
yang dihasilkan lebih kecil diantara keduanya karena
komponen yang terdegradasi lebih banyak (lignin, ekstraktif,
dan mineral).
Dalam proses kraft pulping, larutan campuran antara
sodium hidroksida dan sodium sulfida digunakan untuk
melarutkan bahan tidak berserat. Pulp kemudian diputihkan
untuk menghasilkan kertas yang putih. Beberapa zat kimia
digunakan dalam proses pemutihan (bleaching) antara lain gas
klorin, sodium hidroksida, kalsium hipoklorit, klorin dioksida,
hidrogen peroksida dan sodium peroksida. Setelah penambahan
filter dan pewarna, bubur kertas dibuat menjadi kertas.

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Proses Sulfat (Kraft)
Pembuatan pulp dengan proses kraft menggunakan larutan putih
(white liquor), yaitu larutan campuran sodium hidroksida dan sodium
sulfida yang secara selektif akan melarutkan lignin dan membuatnya lebih
larut dalam cairan pengolah. Setelah 2-4 jam, campuran antara pulp, sisa
zat kimia dan limbah kayu dikeluarkan dari digester, pulp kemudian dicuci
untuk memisahkannya dari cairan hitam (sisa zat kimia dan limbah).
Larutan yang mengandung serat kayu terlarut kemudian masuk ke
digester dan dipanaskan. Larutan hasil pemanasan yang berwarna hitam
(black liquor) dipisahkan dari pulp (brownstock) setelah proses
pemanasan. Dalam batch digester, pulp (brownstock) diambil dari dasar
digester tabung untuk dilanjutkan dengan pencucian. Pada digester
berkesinambungan, pencucian dilakukan di dalam digester untuk
menghilangkan larutan lain dan mendinginkan pulp.
Kraft pulping adalah proses dengan hasil rendah yaitu hanya 45%
dari kayu akan menjadi pulp yang dapat digunakan. Pulp atau disebut
brownstock pada tahap ini siap untuk diputihkan

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Pencucian (Washing)
Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian
dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil
pemasakan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari
bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp.
Proses penyaringan ini ada dua tahap, yaitu penyaringan kasar dan
penyaringan halus. Proses akhir dari penyaringan berada pada
sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari
pulp.
Pencucian pulp dilakukan mengikuti masing-masing proses
untuk menghilangkan materi yang tidak diinginkan dalam pulp.
Hasil samping berupa black liquor, debu, lignin, dan pemutih
dihilangkan setelah tiap tahapan proses selesai. Efisiensi pencucian
diukur berdasarkan tingkat kebersihan bubur kertas dan jumlah air
yang digunakan untuk mencapai tingkat kebersihan tersebut.

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Refining (penyulingan)
Pulp melewati slot dalam piringan yang berputar untuk
memisahkan gumpalan selulosa menjadi serat dan
mempersiapkan pulp untuk proses pembuatan kertas. Serat
dipotong dengan panjang yang seragam dan diperlakukan
untuk memperbaiki ikatan dan kekuatan produk akhir kertas.

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Oksigen Delignification
Bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium
hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum
di cuci didalam washer. Tujuan dari pencampuran ini
adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia
pada tahap pengelantangan (bleacing), mengurangi
kandungan lignin, serta memutihkan pulp.
Penghilangan lignin (delignifikasi) menggunakan
oksigen diperlukan untuk menghilangkan sisa lignin dari
brownstock yang merupakan tahap prebleaching. Dengan
mengurangi lignin akan dihasilkan bubur kayu yang lebih
putih. Oksigen dan larutan putih ditambahkan ke dalam
brownstock dalam reaktor pemanas..

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Senyawa lignin akan lepas dan dihilangkan dengan
pencucian dan ekstraksi. Oksigen delignification akan
mengurangi jumlah klorin yang dibutuhkan dalam proses
pemutihan (bleaching).
Pulp yang sudah jadi dikeluarkan dan dicuci dengan air
dalam tanki pencuci sehingga liquornya akan terpisah.
Liquor yang dihasilkan dimasukkan dalam tanki penampung
untuk direcovery. Pulp yang sudah dicuci disaring lagi
dengan saringan rotary drum filter

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Bleaching
Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan
bahan kimia di dalam proses bleacing untuk mencapai derajat
keputihan. Tahapan dalam bleaching disimbolkan dengan DED
dimana D melambangkan chlorine dioxide (ClO2) dan E
melambangkan ekstraksi alkali. Dalam tahap ini, brownstock
dicampur dengan ClO2 dalam reaktor D1 yang akan bereaksi
dengan lignin.
Pencucian mengikuti tahap ini untuk menghilangkan senyawa
lignin yang beikatan dengan klor dari bubur kayu. NaOH
ditambahkan pada aliran pulp dalam menara E dan diikuti dengan
pencucian. Ekstraksi berfungsi untuk menetralisasi pulp dan
memperbaiki proses pencucian sebelumnya.

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Menara D2 adalah tahap akhir dari proses bleaching
dimana ClO2 memberikan pemutihan terakhir pada pulp.
Jika proses bleaching didahului dengan oksigen
delignification, maka prosesnya disingkat menjadi ODED.
Klorin biasanya diperoleh melalui proses elektrolisis dari
NaCl yang menghasilkan Cl2 dan NaOH. NaOH yang
dihasilkan dapat digunakan pada tahap E. Reaksi kimia
elektrolisis dari NaCl diuraikan berikut ini :
2 NaCl + e- ====> 2NaOH + Cl2 + H2
Klorin dioksida diperoleh dari sodium klorat dengan katalis
asam sulfit. Produk lainnya adalah Na 2SO4 yang dapat
digunakan dalam proses kraft pulping. Reaksinya diuarikan
berikut ini :
NaClO3 + SO2 ===> 2ClO2 + Na2SO4

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Proses Sulfit
Mula-mula sulfur dicairkan dalam tanki pencair atau
pelebur, kemudian dipanaskan dalam pemanas yang berputar
sambil dialiri udara untuk mengoksidasi. Dalam pemanasan
ini sulfur diuapkan dan selanjutnya dimasukkan dalam ruang
pembakaran dengan dialiri udara. Pengaliran udara ini
sambil dikontrol supaya jangan sampai terbentuk SO 2.
SO2 yang terjadi didinginkan dengan cepat dalam suatu pipa
yang melingkar-lingkar yang dikelilingi air. Proses
selanjutnya adalah absorpsi gas oleh air dengan
menambahkan senyawa Calsium dan Magnesium Carbonat.
S + O2
SO2
2SO2 + H2O + CaCO3
Ca(HSO3)2 + CO2
2SO2 + H2O + MgCO3
Mg (HSO3)2 + CO2

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA


Menara absorpsi ini dibuat minimal 2 buah, sedangkan
penguliran air dari atas kebawah dengan spray, berlawanan
dengan aliran SO2 yang masukan menara absorpsi. Liquor yang
keluar dari menara berisi sejumlah SO2 yang bebas dan lalu
dimasukkan dalam reclain tank. Akhirnya liquor dimasukkan
dalam digester sebagai larutan Calsium dan Magnesium bi
sulfit,jika di analisa sekitar 4,5 % total SO 2 dan 3,5 % SO2 bebas.
Digester ini diisi penuh dengan potongan-potongan kayu halus
dan asam pemasak dengan kapasitas dari 1 ton sampai 35 ton
serabut kayu dan 3000 sampai 51000 galon asam-asam tadi.
Digester dipanaskan secara langsung dengan steam (uap),
dimana tekanan dari uap ini 70 sampai 160 lb/in 2 tergantung
dari jenis kayu yang di pakai. Waktu yang diperlukan 10 sampai
11 jam dengan temperatur 105o C sampai 155 o C.

PROSES PEMBUATAN PULP SECARA KIMIA

Sesudah pemanasan dalam digester selesai dan


sudah masak, lalu pulp dikeluarkan dan masuk dalam
Blowpit dengan diberi air jernih. Dari Blowpit ini
pulp, dimasukkan ayakan dan seterusnya disaring
dengan rotary drum filter untuk di padatkan dengan
jalan membuang airnya dengan mesin ayakan 80.
Dari Rotary drum Filter ini selanjutnya pulp
dimasukkan dalam tanki pemutih dan diputihkan
dengan Chlorine dengan penambahan cairan kapur
sebagai penetralnya. Selesai pemutihan dimasukkan
dalam mesin-chest dan akhirnya dikeringkan dan
dibuat rol-rol pulp.

PROSES PEMBUATAN PULP


SECARA KIMIA