Anda di halaman 1dari 17

Minyak bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Cadangan minyak terbukti, 2009

Pompa minyak di pengeboran minyak dekat Lubbock, Texas.


Berkas:Photo lg kuwait.jpg
Pengilangan minyak di Mina-Al-Ahmadi, Kuwait

Pompa minyak
Minyak Bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus karang dan oleum
minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, berwarna coklat gelap,

atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di
kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon,
sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan
kemurniannya. Minyak Bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan
minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini didapatkan setelah melalui proses studi geologi,
analisis sedimen, karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya.[1][2]
Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisahpisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam
bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia
yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan.[3] Minyak Bumi digunakan
untuk memproduksi berbagai macam barang dan material yang dibutuhkan manusia.[4]

Komposisi
Jika dilihat kasar, minyak Bumi hanya berisi minyak mentah saja, tapi dalam penggunaan
sehari-hari ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas
lainnya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan seperti
metana, etana, propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 C,
-88.6 C, -42 C, dan -0.5 C, berturut-turut (-258.9, -127.5, -43.6, dan +31.1 F),
sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk padatan atau
cairan. Meskipun begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi gas, cairan, dan
padatan tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari campuran minyak
Bumi tersebut.[5]
Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, dan terkadang ada juga
kandungan gas alam di dalamnya. Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah
daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran. Sumur gas
sebagian besar menghasilkan gas. Tapi, karena suhu dan tekanan di bawah tanah lebih
besar daripada suhu di permukaan, maka gas yang keluar kadang-kadang juga
mengandung hidrokarbon yang lebih besar, seperti pentana, heksana, dan heptana dalam
wujud gas. Di permukaan, maka gas ini akan mengkondensasi sehingga berbentuk
kondensat gas alam. Bentuk fisik kondensat ini mirip dengan bensin.
Persentase hidrokarbon ringan di dalam minyak mentah sangat bervariasi tergantung dari
ladang minyak, kandungan maksimalnya bisa sampai 97% dari berat kotor dan paling
minimal adalah 50%.
Jenis hidrokarbon yang terdapat pada minyak Bumi sebagian besar terdiri dari alkana,
sikloalkana, dan berbagai macam jenis hidrokarbon aromatik, ditambah dengan sebagian
kecil elemen-elemen lainnya seperti nitrogen, oksigen dan sulfur, ditambah beberapa
jenis logam seperti besi, nikel, tembaga, dan vanadium. Jumlah komposisi molekul
sangatlah beragam dari minyak yang satu ke minyak yang lain tapi persentase proporsi
dari elemen kimianya dapat dilihat di bawah ini:[6]

Komposisi elemen berdasarkan berat


Elemen
Rentang persentase
Karbon
83 sampai 87%
Hidrogen 10 sampai 14%
Nitrogen 0.1 sampai 2%
Oksigen
0.05 sampai 1.5%
Sulfur
0.05 sampai 6.0%
Logam
< 0.1%
Ada 4 macam molekul hidrokarbon yang ada dalam minyak mentah. Persentase relatif
setiap molekul berbeda-beda tiap lokasi minyaknya, sehingga menggambarkan ciri-ciri
dari setiap minyak.[5]
Komposisi molekul berdasarkan berat
Hidrokarbon Rata-rata
Rentang
Parafin
30%
15 sampai 60%
Naptena
49%
30 sampai 60%
Aromatik
15%
3 sampai 30%
Aspaltena
6%
sisa-sisa

Kebanyakan minyak mentah di dunia merupakan non-konvensional.[7]


Penampakan fisik dari minyak Bumi sangatlah beragam tergantung dari komposisinya.
Minyak Bumi biasanya berwarna hitam atau coklat gelap (meskipun warnanya juga bisa
kekuningan, kemerahan, atau bahkan kehijauan). Pada sumur minyak biasanya ditemukan
juga gas alam yang mempunyai massa jenis lebih ringan daripada minyak Bumi,
sehingga biasanya keluar terlebih dahulu dibandingkan minyak. Dalam campuran itu,
terdapat juga air asin, yang massa jenisnya lebih rendah sehingga berada di lapisan di
bawah minyak. Minyak mentah juga dapat ditemukan dengan campuran dengan pasir dan
minyak, seperti pada pasir minyak Athabasca di Kanada, yang biasanya merujuk pada
bitumen mentah. Bitumen yang terdapat di Kanada memiliki karakteristik lengket,
berwarna hitam, bentuknya seperti minyak mentah dalam wujud tar, sehingga sangat
lengket dan berat dan harus dipanaskan terlebih dahulu agar larut dan bisa dialirkan.[8]
Venezuela juga mempunyai cadangan minyak dalam jumlah besar di pasir minyak

Orinoco, meskipun jumlah hidrokarbon yang terkandung lebih cair daripada di Kanada.
Jenis minyak ini disebut dengan minyak ekstra berat. Minyak yang terdapat dalam pasir
minyak ini disebut dengan minyak tak konvensional untuk membedakannya dari minyak
yang dapat diekstrak dengan metode tradisional biasa. Kanada dan Venezuela
diperkirakan mempunyai 3,6 triliun barel (570109 m3) bitumen dan minyak ekstra-berat
ini, sekitar dua kali dari volume cadangan minyak konvensional dunia.[9]
Minyak Bumi sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar,
keduanya merupakan sumber "energi primer" utama.[10] 84% dari volume hidrokarbon
yang terkandung dalam minyak Bumi diubah menjadi bahan bakar, yang di dalamnya
termasuk dengan bensin, diesel, bahan bakar jet, dan elpiji.[11] Minyak Bumi yang
tingkatannya lebih ringan akan menghasilkan minyak dengan kualitas terbaik, tapi karena
cadangan minyak ringan dan menengah semakin hari semakin sedikit, maka tempattempat pengolahan minyak sekarang ini semakin meningkatkan pemrosesan minyak berat
dan bitumen, diikuti dengan metode yang makin kompleks dan mahal untuk
memproduksi minyak. Karena minyak Bumi tyang tingkatannya berat mengandung
karbon terlalu banyak dan hidrogen terlalu sedikit, maka proses yang biasanya dipakai
adalah mengurangi karbon atau menambahkan hidrogen ke dalam molekulnya. Untuk
mengubah molekul yang panjang dan kompleks menjadi molekul yang lebih kecil dan
sederhana, digunakan proses fluid catalytic cracking.
Karena mempunyai kepadatan energi yang tinggi, pengangkutan yang mudah, dan
cadangan yang banyak, minyak Bumi telah menjadi sumber energi paling utama di dunia
sejak pertengahan tahun 1950-an. Minyak Bumi juga digunakan sebagai bahan mentah
dari banyak produk-produk kimia, farmasi, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik; dan sisa
16% lainnya yang tidak digunakan untuk produksi energi diubah menjadi material
lainnya.
Cadangan minyak yang diketahui saat ini berkisar 190 km3 (1,2 triliun barrel) tanpa pasir
minyak,[12] atau 595 km3 (3,74 triliun barrel) jika pasir minyak ikut dihitung.[13] Konsumsi
minyak Bumi saat ini berkisar 84 juta barrel (13,4106 m3) per harinya, atau 4.9 km3 per
tahunnya. Dengan cadangan minyak yang ada sekarang, minyak Bumi masih bisa dipakai
sampai 120 tahun lagi, jika konsumsi dunia diasumsikan tidak bertambah.
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini
tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami
dalam perut Bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

[sunting] Kimia

Oktana, hidrokarbon yang ditemukan pada bensin. Garis-garis melambangkan ikatan


tunggal, bola hitam melambangkan karbon, sedangkan bola putih melambangkan
hidrogen.
Minyak Bumi merupakan campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis molekul
yang paling sering ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun bercabang),
sikloalkana, hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks seperti aspaltena. Setiap
minyak Bumi mempunyai keunikan molekulnya masing-masing, yang diketahui dari
bentuk fisik dan ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.
Alkana, juga disebut dengan parafin, adalah hidrokarbon tersaturasi dengan rantai lurus
atau bercabang yang molekulnya hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen dengan
rumus umum CnH2n+2. Pada umumnya minyak Bumi mengandung 5 sampai 40 atom
karbon per molekulnya, meskipun molekul dengan jumlah karbon lebih sedikit/lebih
banyak juga mungkin ada di dalam campuran tersebut.
Alkana dari pentana (C5H12) sampai oktana (C8H18) akan disuling menjadi bensin,
sedangkan alkana jenis nonana (C9H20) sampai heksadekana (C16H34) akan disuling
menjadi diesel, kerosene dan bahan bakar jet). Alkana dengan atom karbon 16 atau lebih
akan disuling menjadi oli/pelumas. Alkana dengan jumlah atom karbon lebih besar lagi,
misalnya parafin wax mempunyai 25 atom karbon, dan aspal mempunyai atom karbon
lebih dari 35. Alkana dengan jumlah atom karbon 1 sampai 4 akan berbentuk gas dalam
suhu ruangan, dan dijual sebagai elpiji (LPG). Di musim dingin, butana (C4H10),
digunakan sebagai bahan campuran pada bensin, karena tekanan uap butana yang tinggi
akan membantu mesin menyala pada musim dingin. Penggunaan alkana yang lain adalah
sebagai pemantik rokok. Di beberapa negara, propana (C3H8) dapat dicairkan dibawah
tekanan sedang, dan digunakan masyarakat sebagai bahan bakar transportasi maupun
memasak.
Sikloalkana, juga dikenal dengan nama naptena, adalah hidrokarbon tersaturasi yang
mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap pada karbonnya, dengan rumus umum CnH2n.
Sikloalkana memiliki ciri-ciri yang mirip dengan alkana tapi memiliki titik didih yang
lebih tinggi.
Hidrokarbon aromatik adalah hidrokarbon tidak tersaturasi yang memiliki satu atau lebih
cincin planar karbon-6 yang disebut cincin benzena, dimana atom hidrogen akan
berikatan dengan atom karbon dengan rumus umum CnHn. Hidrokarbon seperti ini jika
dibakar maka akan menimbulkan asap hitam pekat. Beberapa bersifat karsinogenik.
Semua jenis molekul yang berbeda-beda di atas dipisahkan dengan distilasi fraksional di
tempat pengilangan minyak untuk menghasilkan bensin, bahan bakar jet, kerosin, dan
hidrokarbon lainnya. Contohnya adalah 2,2,4-Trimetilpentana (isooktana), dipakai
sebagai campuran utama dalam bensin, mempunyai rumus kimia C8H18 dan bereaksi
dengan oksigen secara eksotermik:[14]
2 C8H18(l) + 25 O2(g) 16 CO2(g) + 18 H2O(g) + 10.86 MJ/mol (oktana)

Jumlah dari masing-masing molekul pada minyak Bumi dapat diteliti di laboratorium.
Molekul-molekul ini biasanya akan diekstrak di sebuah pelarut, kemudian akan
dipisahkan di kromatografi gas, dan kemudian bisa dideteksi dengan detektor yang
cocok. [15]
Pembakaran yang tidak sempurna dari minyak Bumi atau produk hasil olahannya akan
menyebabkan produk sampingan yang beracun. Misalnya, terlalu sedikit oksigen yang
bercampur maka akan menghasilkan karbon monoksida. Karena suhu dan tekanan yang
tinggi di dalam mesin kendaraan, maka gas buang yang dihasilkan oleh mesin biasanya
juga mengandung molekul nitrogen oksida yang dapat menimbulkan asbut.

[sunting] Persamaan empiris untuk ciri-ciri termal pada produk


hasil olahan minyak Bumi
[sunting] Panas pembakaran
Pada volume yang konstan maka panas pembakaran dari produk minyak Bumi dapat
diperkirakan dengan rumus:
Qv = 12,400 2,100d2.
dengan Qv dalam kal/gram dan d adalah gravitasi khusus pada suhu 60 F (16 C).

[sunting] Konduktivitas termal


Konduktivitas termal dari cairan-cairan yang berasal dari minyak Bumi dapat dirumuskan
sebagai berikut:

0.547
Satuan K adalah BTU hr1ft2 , t diukur dalam F dan d adalah gravitasi khusus pada suhu
60 F (16 C).

[sunting] Penggunaan
Informasi lanjutan: Produk minyak Bumi
Struktur kimia dari minya Bumi sangatlah heterogen, terdiri dari banyak rantai
hidrokarbon dengan panjang yang berbeda-beda. Maka dari itu, minyak Bumi dibawa ke
tempat pengilangan minyak sehingga senyawa-senyawa hidrokarbon ini bisa dipisahkan
dengan teknik distilasi dan proses kimia lainnya. Hasil penyulingan minyak inilah yang
digunakan manusia untuk berbagai macam kebutuhan.

[sunting] Bahan bakar


Jenis produk paling umum dari penyulingan minyak Bumi adalah bahan bakar. Jenisjenis bahan bakar itu antara lain (dilihat dari titik didihnya):[16]
Hasil penyulingan minyak Bumi
Nama bahan bakar Titik didih oC
Elpiji (LPG)
-40
Butana
-12 sampai -1
Bensin
-1 sampai 180
Bahan bakar jet
150 sampai 205
Minyak tanah
205 sampai 260
Minyak bakar
205 sampai 290
Diesel
260 sampai 315

[sunting] Produk turunan lainnya


Beberapa produk hasil olahan hidrokarbon dapat dicampur dengan senyawa nonhidrokarbon untuk membentuk senyawa lainnya:

Alkena (olefin), dapat diproduksi menjadi plastik atau senyawa lain.


Pelumas (oli mesin dan gemuk).
Wax, digunakan dalam pengepakan makanan beku.
Sulfur atau Asam sulfat. Merupakan senyawa penting dalam industri.
Tar.
Aspal.
Kokas minyak Bumi, digunakan sebagai bahan bakar padat.
Parafin wax.
Petrokimia aromatik, digunakan sebagai campuran pada produksi bahan-bahan
kimia lainnya.

[sunting] Di Indonesia
Di Indonesia, minyak Bumi yang diolah banyak digunakan sebagai Bahan bakar
minyak atau BBM, yang merupakan salah satu jenis bahan bakar yang digunakan secara
luas di era industrialisasi.
Ada beberapa jenis BBM yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah:

Minyak tanah rumah tangga


Minyak tanah industri
Pertamax Racing
Pertamax
Pertamax Plus
Premium

Bio Premium
Bio Solar
Pertamina DEX
Solar transportasi
Solar industri
Minyak diesel
Minyak bakar

Di Indonesia, harga BBM sering mengalami kenaikan disebabkan alasan pemerintah yang
ingin mengurangi subsidi. Tujuan dari pengurangan tersebut dikatakan adalah agar dana
yang sebelumnya digunakan untuk subsidi dapat dialihkan untuk hal-hal lain seperti
pendidikan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, kenaikan tersebut sering memicu
terjadinya kenaikan pada harga barang-barang lainnya seperti barang konsumen, sembako
dan bisa juga tarif listrik sehingga selalu ditentang masyarakat.

[sunting] Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah minyak Bumi

Pengeboran minyak di Okemah, Oklahoma, 1922.


Minyak Bumi telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno, dan sampai saat ini masih
merupakan komoditas yang penting. Minyak Bumi menjadi bahan bakar utama setelah
ditemukannya mesin pembakaran dalam, semakin majunya penerbangan komersial, dan
meningkatnya penggunaan plastik.
Lebih dari 4000 tahun yang lalu, menurut Herodotus dan Diodorus Siculus, aspal telah
digunakan sebagai konstruksi dari tembok dan menara Babylon; ada banyak lubanglubang minyak di dekat Ardericca (dekat Babylon).[17] Jumlah minyak yang besar

ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu anak sungai dari Sungai Eufrat. Tablet-tablet
dari Kerajaan Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan penerangan
untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak Bumi. Pada tahun 347, minyak
diproduksi daqri sumur yang digali dengan bambu di China.[18]
Pada tahun 1850-an, Ignacy ukasiewicz menemukan bagaimana proses untuk
mendistilasi minyak tanah dari minyak Bumi, sehingga memberikan alternatif yang lebih
murah daripada harus menggunakan minyak paus. Maka, dengan segera, pemakaian
minyak Bumi untuk keperluan penerangan melonjak drastis di Amerika Utara.[19] Sumur
minyak komersial pertama di dunia yang digali terletak di Polandia pada tahun 1853.
Pengeboran minyak kemudian berkembang sangat cepat di banyak belahan dunia lainnya,
terutama saat Kerajaan Rusia berkuasa. Perusahaan Branobel yang berpusat di Azerbaijan
menguasai produksi minyak dunia pada akhir abad ke-19.[20][rujukan?]

[sunting] Industri minyak mentah

Harga minyak West Texas Intermediate di New York Mercantile Exchange, 19962009
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Industri minyak Bumi
Hal-hal yang termasuk di dalam industri minyak mentah adalah proses eksplorasi,
ekstraksi, pengilangan, dan transportasi (yang biasanya diangkut dengan kapal tanker dan
jalur pipa). Volume terbesar dari industri ini adalah bahan bakar minyak dan bensin.
Minyak Bumi juga merupakan bahan bakar utama dalam pembuatan produk kimia
lainnya, termasuk obat-obatan, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik. Industri ini biasanya
terbagi menjadi 3 komponen besar: upstream, midstream dan downstream.
Minyak Bumi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi banyak industri, dan
sangat penting untuk menjaga peradaban manusia di jaman industrialisasi ini, sehingga
minyak Bumi ini menjadi perhatian serius bagi banyak pemerintahan di banyak negara.
Saat ini minyak Bumi masih menjadi sumber energi terbesar di banyak kawasan di dunia,
dengan persentase bervariasi mulai dari yang terendah 32% di Eropa dan Asia, sampai
yang paling tertinggi di Timur Tengah, yaitu mencapai 53%. Di kawasan lainnya,
persentase pemakaian minyak Bumi sebagai sumber energi untuk Amerika Selatan dan
Tengah mencapai 44%, Afrika 41%, dan Amerika Utara 40%. Saat ini dunia
mengkonsumsi 30 juta barrel (4.8 km) minyak per tahunnya, dan pengkonsumsi minyak
terbesar tetaplah negara-negara maju. Menurut data, Amerika Serikat saja mengkonsumsi

24% konsumsi minyak dunia pada tahun 2004,[21] meskipun di tahun 2007 persentasenya
turun menjadi 21%.[22]

[sunting] Minyak Bumi berdasarkan negara


Artikel utama untuk bagian ini adalah: Industri minyak Bumi

[sunting] Statistik konsumsi

Emisi karbon global, indikator dari konsumsi minyak mentah dari tahun 18002007. Untuk keseluruhan, warnanya hitam, sedangkan untuk minyak saja warna
biru.

Proyeksi penggunaan energi, oleh EIA

Konsumsi minyak mentah per harinya, dari tahun 1980 to 2006

konsumsi minyak Bumi berdasarkan persentase wilayah dari tahun 1980-2006:


merah=Amerika Serikat, biru=Eropa, kuning=Asia+Oseania

Konsumsi minyak mentah tahun 2010 di dunia dan berdasarkan wilayah. Global
Energy Statistical Yearbook 2011

[sunting] Produksi

Gas alam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Produksi gas alam dunia, warna coklat adalah produksi terbesar, diikuti warna merah
Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil
berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang
minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan
metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik
selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa,
tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Komposisi kimia
2 Kandungan energi
3 Peyimpanan dan transportasi gas alam
4 Pemanfaatan Gas Alam
5 Gas alam di Indonesia
6 Cadangan gas dunia

7 Referensi

[sunting] Komposisi kimia


Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul
hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul
hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6), propana (C3H8) dan butana (C4H10),
selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan
sumber utama untuk sumber gas helium.
Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas
ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang
berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi
karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara
relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup

kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar
emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).
Komponen

Metana (CH4)

80-95

Etana (C2H6)

5-15

Propana (C3H8) and Butane (C4H10) < 5


Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga
terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil.
Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.
Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida adalah kontaminan (pengotor) utama dari
gas yang harus dipisahkan . Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan
dinamakan sour gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas (gas asam)". Gas alam
yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Akan tetapi,
sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau
dengan menambahkan thiol, agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. Gas alam
yang telah diproses itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa
proses dapat menyebabkan tercekiknya pernapasan karena ia dapat mengurangi
kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.
Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan
ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di
atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah,
konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut
api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan. Kandungan
metana yang berbahaya di udara adalah antara 5% hingga 15%.
Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan, umumnya tidak mengkhawatirkan
karena sifatnya yang lebih ringan, dan konsentrasi yang di luar rentang 5 - 15% yang
dapat menimbulkan ledakan.

[sunting] Kandungan energi


Pembakaran satu meter kubik gas alam komersial menghasilkan 38 MJ (10.6 kWh).

[sunting] Peyimpanan dan transportasi gas alam

Polyethylene gas main being laid in a trench.


Metode penyimpanan gas alam dilakukan dengan "Natural Gas Underground Storage",
yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai "salt dome" yakni
kubah-kubah di bawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-sumber gas alam yang
telah depleted. Hal ini sangat tepat untuk negeri 4 musim. Pada musim panas saat
pemakaian gas untuk pemanas jauh berkurang (low demand), gas alam diinjeksikan
melalui kompresor-kompresor gas kedalam kubah di dalam tanah tersebut. Pada musim
dingin, dimana terjadi kebutuhan yang sangat signifikan, gas alam yang disimpan di
dalam kubah bawah tanah dikeluarkan untuk disalurkan kepada konsumen yang
membutuhkan. Bagi perusahaan (operator) penyedia gas alam, cara ini sangat membantu
untuk menjaga stabilitas operasional pasokan gas alam melalui jaringan pipa gas alam.
Pada dasarnya sistem transportasi gas alam meliputi :

Transportasi melalui pipa salur.


Transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker
LNG untuk pengangkutan jarak jauh.
Transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), baik di daratan
dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut, untuk jarak dekat
dan menengah (antar pulau).

Di Indonesia, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Hilir Migas) telah menyusun Master
Plan "Sistem Jaringan Induk Transmisi Gas Nasional Terpadu". Dalam waktu yang tidak
lama lagi sistem jaringan pipa gas alam akan membentang sambung menyambung dari
Nang roe Aceh Darussalam-Sumatera Utara-Sumatera Tengah-Sumatera Selatan-JawaSulawesi dan Kalimantan. Saat ini jaringan pipa gas di Indonesia dimiliki oleh

PERTAMINA dan PGN dan masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah-daerah tertentu,
misalnya di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa
Timur dan Kalimantan Timur.
Carrier LNG dapat digunakan untuk mentransportasi gas alam cair (liquefied natural gas,
LNG) menyebrangi samudra, sedangkan truk tangki dapat membawa gasa alam cair atau
gas alam terkompresi (compressed natural gas, CNG) dalam jarak dekat. Mereka dapat
mentransportasi gas alam secara langsung ke pengguna-akhir atau ke titik distribusi,
seperti jalur pipa untuk transportasi lebih lanjut. Hal ini masih membutuhkan biaya yang
besar untuk fasilitas tambahan untuk pencairan gas atau kompresi di titik produksi, dan
penggasan atau dekompresi di titik pengguna-akhir atau ke jalur pipa.

[sunting] Pemanfaatan Gas Alam


Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :

Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit
Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan
bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah
tangga hotel, restoran dan sebagainya.

Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia,
metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene, LLDPE = linear
low density polyethylene, HDPE = high density polyethylen, PE= poly ethylene,
PVC=poly vinyl chloride, C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink,
dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan
bahan pemadam api ringan.

Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas
(LNG.

Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk air conditioner
(AC=penyejuk udara), seperti yang digunakan di bandara Bangkok, Thailand dan
beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.

[sunting] Gas alam di Indonesia


Pemanfaatan gas alam di Indonesia dimulai pada tahun 1960-an dimana produksi gas
alam dari ladang gas alam PT Stanvac Indonesia di Pendopo, Sumatera Selatan dikirim
melalui pipa gas ke pabrik pupuk Pusri IA, PT Pupuk Sriwidjaja di Palembang.
Perkembangan pemanfaatan gas alam di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 1974,
dimana PERTAMINA mulai memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di
Prabumulih, Sumatera Selatan ke pabrik pupuk Pusri II, Pusri III dan Pusri IV di
Palembang. Karena sudah terlalu tua dan tidak efisien, pada tahun 1993 Pusri IA
ditutup,dan digantikan oleh Pusri IB yang dibangun oleh putera-puteri bangsa Indonesia
sendiri. Pada masa itu Pusri IB merupakan pabrik pupuk paling modern di kawasan Asia,

karena menggunakan teknologi tinggi. Di Jawa Barat, pada waktu yang bersamaan, 1974,
PERTAMINA juga memasok gas alam melalui pipa gas dari ladang gas alam di lepas
pantai (off shore) laut Jawa dan kawasan Cirebon untuk pabrik pupuk dan industri
menengah dan berat di kawasan Jawa Barat dan Cilegon Banten. Pipa gas alam yang
membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon, Banten memasok gas alam antara
lain ke pabrik semen, pabrik pupuk, pabrik keramik, pabrik baja dan pembangkit listrik
tenaga gas dan uap.
Selain untuk kebutuhan dalam negeri, gas alam di Indonesia juga di ekspor dalam bentuk
LNG (Liquefied Natural Gas)
Salah satu daerah penghasil gas alam terbesar di Indonesia adalah Nanggre Aceh
Darussalam. Sumber gas alam yang terdapat di daerah Kota Lhokseumawe dikelola oleh
PT Arun NGL Company. Gas alam telah diproduksikan sejak tahun 1979 dan diekspor ke
Jepang dan Korea Selatan. Selain itu di Krueng Geukuh, Nanggre Aceh Barh
(kabupaten Aceh Utara) juga terdapat PT Pupuk Iskandar Muda pabrik pupuk urea,
dengan bahan baku dari gas alam.

[sunting] Cadangan gas dunia


Total cadangan dunia (yang sudah dikonfirmasi) adalah 6,112 triliun kaki persegi. Daftar
20 besar negara dengan cadangan gas terbesar dalam satuan triliun kaki persegi (trillion
cu ft) adalah:[1]
1. Rusia =1,680
2. Iran =971
3. Qatar =911
4. Arab Saudi =241
5. United Arab Emirates =214
6. Amerika Serikat =193
7. Nigeria =185
8. Aljazair =161
9. Venezuela =151
10. Irak =112
11. Indonesia =98
12. Norwegia =84
13. Malaysia =75
14. Turkmenistan =71
15. Uzbekistan =66
16. Kazakhstan =65
17. Belanda =62
18. Mesir =59
19. Kanada =57
20. Kuwait =56

Total cadangan 20 negara di atas adalah 5,510 triliun kaki persegi dan total cadangan
negara-negara di luar 20 besar di atas adalah 602 triliun kaki persegi.
Daftar ladang gas terbesar dalam satuan (*109 m):
1. Asalouyeh, South Pars Gas Field (10000 - 15000)
2. Urengoy gas field (10000)
3. Shtokman field (3200)
4. Karachaganak field, Kazakhstan (1800)
5. Slochteren (1500)
6. Troll (1325)
7. Greater Gorgon (1100)
8. Shah Deniz gas field (800)
9. Tangguh gas field , Indonesia (500)
10. Sakhalin-I (485)
11. Ormen Lange (400)
12. Jonah Field (300)
13. Snhvit (140)
14. Barnett Shale (60 - 900)
15. Maui gas field (?)