Anda di halaman 1dari 9

BAB II

GAMBARAN UMUM DAN RENCANA TATA RUANG DI WILAYAH


STUDI

2.1

Gambaran Umum Kabupaten Karawang

2.1.1

Letak Geografis dan Batas Administrasi


Kabupaten Karawang berada dibagian utara Provinsi Jawa Barat yang secara

geografis terletak antara : 10702` 10740` Bujur Timur 556` 634` Lintang Selatan.
Dengan luas wilayah 1.753,27 km2 atau 3,73 persen dari luas Propinsi Jawa Barat, Karawang
merupakan salah satu daerah yang memiliki lahan subur di Jawa Barat, sehingga sebagian
besar lahannya digunakan untuk pertanian.
Secara administratif, Kabupaten Karawang mempunyai batasbatas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara

: Laut Jawa

Sebelah Timur

: Kab. Subang

Sebelah Selatan

: Kab. Purwakarta, Kab. Bogor dan Kab. Cianjur

Sebelah Barat

: Kab. Bekasi

Sedangkan wilayah rencana pelayanan berada di Kecamatan Kutawaluya dengan ibukota


kecamatan di Desa Kutagandok dengan luas wilayah 48.67 Km2 dengan 12 desa terdiri dari
Desa Kutagandok, Kutajaya, Kutakarya, Kutamukti, Kutaraja, Mulyajaya, Sampalan,
Sindangkarya, Sindangmulya, Sindangsari, Waluya dan Sindangmukti. Mata pencaharian
penduduk adalah sebagai Petani, Wiraswasta, Karyawan, PNS dan lain-lain.

Rencana
Rencana Daerah
Daerah
Pelayanan
Pelayanan

Gambar 2.1 Peta Administratif Kabupaten Karawang

2.2

Gambaran Umum Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang

Adapun batas batas wilayah administratif Kecamatan Kutawaluya sebagai berikut :


Sebelah Utara

: Kecamatan Pedes

Sebelah Selatan

: Kecamatan Rawamerta

Sebelah Timur

: Kecamatan Cilebar

Sebelah Barat

: Kecamatan Rengasdengklok

Gambar 2.2 Peta Administrasi Kecamatan Kutawaluya

2.2.1

KONDISI TOPOGRAFI dan GEOLOGI

Wilayah Kecamatan Kutawaluya seperti pada umumnya bentuk tanah di Kabupaten


Karawang sebagian besar berbentuk dataran yang relatif rata dengan variasi antara 0 5 m
diatas permukaan laut. Hanya sebagian kecil wilayah yang bergelombang dan berbukitbukit
dengan ketinggian antara 0 1200 m permukaan laut.

Sedangkan kondisi geologi di wilayah Kabupaten Karawang sebagian besar tertutup dataran
pantai yang luas, yang terhampar di bagian pantai Utara dan merupakan batuan sedimen yang
dibentuk oleh bahanbahan lepas terutama endapan laut dan aluvium vulkanik.

2.2.2

IKLIM

Wilayah Kecamatan Kutawaluya seperti pada umumnya sesuai dengan bentuk morfologinya
Kabupaten Karawang terdiri dari dataran rendah yang mempunyai temperatur udara rata-rata
270C dengan tekanan udara rata-rata 0,01 milibar, penyinaran matahari 66 persen dan
kelembaban nisbi 80 persen. Curah hujan tahunan berkisar antara 1.100 3.200 mm/tahun.
Pada bulan Januari sampai April bertiup angin Muson Laut dan sekitar bulan Juni bertiup angin
Muson Tenggara. Kecepatan angin antara 30 35 km/jam, lamanya tiupan rata-rata 5 7 jam.

2.2.3

HIDROGRAFI

Kabupaten Karawang dilalui oleh aliran sungai yang melandai ke Utara arah Sungai Citarum
dan merupakan pemisah antara Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi, sedangkan
Sungai Cilamaya merupakan batas wilayah dengan Kabupaten Subang.
Selain sungai, terdapat juga 3 buah saluran irigasi yang besar yaitu Saluran Induk Tarum Utara,
Saluran Induk Tarum Tengah dan Saluran Induk Tarum Barat yang dimanfaatkan untuk pengairan
Sawah, Tambak dan Pembangkit Tenaga Listrik.

2.2.4

KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Kabupaten Karawang menurut data BPS tahun 2014 mencapai 2.207.181
jiwa. Dengan luas Kabupaten Karawang sebesar 1.753,27 km2 didapat kepadatan penduduk per
km2 sebesar 1.601 jiwa. Penduduk terbanyak terdapat di Kecamatan Klari yaitu sebesar
165.878 jiwa, hal ini disebabkan karena Kecamatan Klari sebagai pemukiman zona industri.
Sedangkan jumlah penduduk terkecil berada di Kecamatan Tegalwaru dengan jumlah penduduk
34.675 jiwa.
Sedangkan jumlah penduduk Kecamatan Kutawaluya sebesar 54.210

jiwa dengan

kepadatan penduduk sebesar 1.114 per-km 2. Jumlah rincian penduduk per desa di Kecamatan
Kutawaluya dapat dilihat pada Tabel 2.1 dibawah ini :

Tabel 2.1 Jumlah penduduk per desa di Kecamatan Kutawaluya Tahun 2014
No

Nama Desa

Jml. Pddk (Jiwa)

Desa Kutagandok

8,436

Desa Kutajaya

4,441

Desa Kutakarya

7,081

Desa Kutamukti

3,818

Desa Kutaraja

3,379

Desa Mulyajaya

2,320

Desa Sampalan

5,915

Desa Sindangkarya

3,164

Desa Sindangmulya

3,516

10

Desa Sindangsari

5,357

11

Desa Waluya

3,026

12

Desa Sindangmukti

3,759

TOTAL

54.210

Sumber : BPS Kab. Karawang, 2014

2.2.5

PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan salah satu modal utama dalam mewujudkan kecerdasan bangsa dan
juga sebagai salah satu indikator dalam rangka meningkatkan status sosial masyarakat.
Peningkatan partisipasi bersekolah penduduk tentunya harus diimbangi oleh tersedianya sarana
fisik pendidikan dan tenaga pengajar/pendidik. Tabel 2.2 memberikan suatu gambaran yang
cukup jelas tentang banyaknya sekolah, murid dan guru pada tahun 2014, dari seluruh jenjang
pendidikan (mulai dari TK hingga perguruan tinggi) yang ada di Kecamatan Kutawaluya.

Tabel 2.2 Jumlah Sarana Pendidikan di Kec. Kutawaluya


No

Uraian

Jumlah

TK

SD

27

SMP

SMA

Perguruan Tinggi

Total

38

Sumber : BPS Kab. Karawang, 2014

2.2.6

KESEHATAN

Rumah sakit dan Puskesmas merupakan salah satu sarana penunjang didalam menjaga
kesehatan masyarakat seperti halnya di Kabupaten Karawang. Ketersediaan sarana kesehatan
berupa rumah sakit mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yaitu dilihat dari segi
kapasitas daya tampung rumah sakit. Sarana kesehatan lainnya adalah puskesmas dan balai
pengobatan. Jumlah Puskesmas mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Kutawaluya dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Tabel 2.3 Jumlah Sarana Kesehatan di Kec. Kutawaluya
No

Uraian

Jumlah

Rumah sakit

Puskesmas

Balai Pengobatan

Apotek

Total

11

Sumber : BPS Kab. Karawang, 2014

2.2.7

AGAMA

Kehidupan beragama di Kabupaten Karawang senantiasa dikembangkan dan ditingkatkan


untuk membina umat dalam upaya mengatasi masalah-masalah sosial dan budaya yang akan
menghambat kemajuan bangsa. Hal ini sesuai dengan falsafah bangsa kita.Tabel 2.7menyajikan
banyaknya sarana peribadatan seperti mesjid, langgar, mushola, gereja, klenteng, dan vihara
yang ada di Kecamatan Kutawaluya.
Tabel 2.4 Jumlah Sarana Peribadatan di Kec. Kutawaluya

No

Uraian

Jumlah

Mesjid

51

Langgar

75

Mushola

70

Gereja

Klenteng

Vihara

Total

196

Sumber : BPS Kab. Karawang, 2014

2.3

Rencana Tata Ruang Wilayah Studi

2.3.1

Kondisi Ekisting Sistem Penyediaan Air Minum Oleh PDAM Karawang


Sistem penyediaan air minum di Kabupaten Karawang meliputi sistem perpipaan dan

non perpipaan. Penyediaan air minum dengan sistem perpipaan dikelola oleh PDAM Tirta
Tarum. Sumber air baku yang digunakan sebagian besar adalah air permukaan yang berasal
dari Sungai Irigasi. Penyediaan air non perpipaan umumnya menggunakan sumur-sumur
dangkal, sumur-sumur pompa tangan, mata air dan air sungai. Sistem non perpipaan dikelola
oleh masyarakat secara individu. Berdasarkan RTRW Kabupaten Karawang, potensi sumber
daya air terutama dengan memanfaatkan air irigasi untuk pengembangan pada masa yang
akan datang cukup tersedia, namun yang menjadi permasalahan adalah lokasi pemukiman
untuk membuat jaringan baru yang terpencar atau tidak berkelompok sehingga untuk
sementara perluasan jaringan mengalami kendala. Tingkat pelayanan air minum oleh PDAM
Tirta Tarum adalah 21,92 %, dengan tingkat kebocoran berkisar antara 25-50 % (PDAM
Karawang, 2002).
Sampai dengan tahun 2002 jumlah Kecamatan atau Desa yang telah dilayani oleh
PDAM Tirta Tarum sebanyak 12 Kecamatan atau 65 Desa. Wilayah studi merupakan bagian
dari Kecamatan Karawang Barat yang belum terlayani air minum oleh PDAM Tirta Tarum.
Masyarakat di wilayah studi masih memanfaatkan sumur gali dan sumur pompa untuk
memenuhi kebutuhan akan air minum. Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di
wilayah studi, direncanakan suatu sistem distribusi air minum dengan periode perencanaan 20
tahun. Periode perencanaan dimulai pada tahun 2010 dan berakhir pada tahun 2030.

2.3.2

Rencana Sumber Air Baku


Kabupaten Karawang sebagai kabupaten yang diandalkan di Jawa Barat dalam

produksi padi, dimana pengairannya sangat bergantung kepada saluran irigasi yang dipasok
dari Jatiluhur dan bendungan setempat yaitu Bendungan Beet, Curug, Walahar dan Barugbug.
Pasokan air dengan adanya saluran Irigasi Tarum yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta
II, dapat mengairi sawah seluas 80.774 Ha atau 86,21 % dari luas sawah di Kabupaten
Karawang. Adapun debit air yang dimanfaatkan oleh pesawahan adalah sebagai berikut
(PDAM Karawang, 2002) :

Irigasi Tarum Timur : 52,49 m3/dt


Irigasi Tarum Barat : 51,68 m3/dt
Irigasi Utara
: 80,28 m3/dt
Sumber air baku yang direncanakan untuk wilayah studi berasal dari Sungai Irigasi

Tarum Utara Cabang Barat, karena sungai tersebut melewati wilayah studi yang
direncanakan. Adapun Q (debit) dari Sungai Irigasi Tarum Utara Cabang Barat yang dapat
digunakan yaitu : Q max = 161 m3/dt, Q min = 132 m3/dt dan Q rata-rata = 146 m3/dt (PDAM
Karawang, 2002). Sumber air baku tersebut sebelumnya telah digunakan oleh 2 PDAM
Cabang dan 3 PDAM IKK dengan Q total pengambilan sebesar 300 l/dt, jika ditambah
dengan pengambilan air untuk pengairan sawah sebesar 80,28 m 3/dt, maka total pengambilan
air dari sungai tersebut sebesar 80,58 m3/dt. Sehingga sisa Q min yang masih dapat diambil
sebagai sumber air baku sebesar 51,42 m3/dt. Dengan demikian apabila dilakukan
pengambilan air baku untuk perencanaan penyediaan air minum di wilayah studi tidak akan
mengganggu penyaluran air untuk keperluan yang lain terutama untuk pasokan air irigasi
untuk sawah sehingga pasokan air irigasi untuk sawah dapat dipertahankan karena Kabupaten
Karawang sebagai lumbung padi Jawa Barat masih tetap bisa diandalkan.
Lokasi sumber pengambilan air baku yang dilakukan oleh PDAM Tirta Tarum dapat
dilihat pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5
Lokasi Sumber Air Baku Yang Digunakan Oleh PDAM Tirta Tarum
No

Lokasi

Sumber Air

Produksi

Q rata-rata

Q max

Q min

146 m3/dt

161 m3/dt

132 m3/dt

Cabang Karawang

Irigasi Tarum Utara Cab Barat

(l/dt)
200

Cabang Cikampek

Irigasi Tarum Timur

40

84 m3/dt

105 m3/dt

72 m3/dt

Cabang Rengasdengklok

Irigasi Tarum Utara Cab Barat

20

146 m3/dt

161 m3/dt

132 m3/dt

Cabang Klari

Bendungan Walahar

40

728 m3/dt

783 m3/dt

643 m3/dt

Telukjambe

Irigasi Tarum Utara Cab Barat

50

146 m3/dt

161 m3/dt

132 m3/dt

IKK Pedes

Irigasi Tarum Utara Cab Barat

10

146 m3/dt

161 m3/dt

132 m3/dt

IKK Batujaya

Irigasi Tarum Utara Cab Barat

20

146 m3/dt

161 m3/dt

132 m3/dt

IKK Pangkalan

Mata Air Ciburial

10

1 m3/dt

1.1 m3/dt

0.9 m3/dt

IKK Jatisari

Deep Weell

10

10 l/dt

12 l/dt

9 l/dt

10

IKK Lemah abang

Deep Weell

20

20 l/dt

23 l/dt

18 l/dt

11

IKK Rawamerta

Deep Weell

5 l/dt

6 l/dt

4 l/dt

12

IKK Telagasari

Deep Weell

5 l/dt

6 l/dt

4 l/dt

Sumber : PDAM Karawang, 2002