Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN

LIKUIDA (STERIL)
INJEKSI PROPANOLOL HCl
Nama Kelompok

: Anindytha Rahmah

(10060313157)
Riesma Azhar F.A (10060313158)
Indah Fairuz F (10060313159)
Muhamad Rizki A (10060313163)
Dian Safitri (10060313164)
Hega Wijaya P (10060313165)
Shift/Kelompok

: E5

Nama Asisten

:-

Tgl Praktikum

: 08 Desember 2015

Tgl Penyerahan

: 15 Desember 2015

LABORATORIUM FARMASETIKA
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2015 M/1437 H

I.

NAMA SEDIAAN
Nama generik
: Propanolol HCl
Nama dagang
: Proxi

II.

KEKUATAN SEDIAAN
Kekuatan sediaan yang diminta = 1mg/ml
Kekuatan sediaan di pasaran =

III.

PREFORMULASI ZAT AKTIF


a. Propanolol HCl

Bentuk

: serbuk

Warna

: putih atau hampir putih

Bau

: tidak berbau

Rasa

: rasa pahit

Titik leleh

: 163o-166o

pH larutan

: larutan propanolol HCl dalam air 5-6

pKa

: 9,5 (24o)

Kelarutan

: larut dalam 20 bagian air, 20 bagian


etanol, sedikit larut dalam kloroform dan
praktis tidak larut dalam eter

Stabilitas

: terpengaruh oleh cahaya, dalam bentuk


larutan terdekomposisi oleh oksidasi rantai
samping

isopropil

amin

dan

disertai

reduksi pada pH dan perubahan warna


pada larutan. Larutan paling stabil pada pH
3 dan terdekomposisi dengan cepat pada
kondisi basa
Inkompatibilitas : injeksi propanolol HCl dinilai kompatibel
secara visual dan kimia selama 24 jam

dengan

cairan

intravena

berikut

pada

konsentrasi propanolol HCl akhir dari 0,5


dan 20 g per ml : injeksi glukosa 5%,
injeksi glukosa 5% dan NaCl 0,9%, injeksi
glukosa

5%

dan

NaCl

0,45%,

injeksi

senyawa sodium laktat, injeksi NaCl 0,9%.


pH larutan tidak berubah selama waktu 24
jam. Tidak akan menyerap pada kantong
polivinil klorida, poliolefin, atau saringan
(Lund, 1994 : 1026-1027)
IV.

PENGEMBANGAN FORMULA
Injeksi propanolol HCl mengandung propanolol HCl sebanyak
1 mg/ampul.
1. Propanolol HCl
Propanolol HCl berperan sebagai zat aktif yang akan
dibuat dalam bentuk sediaan berupa injeksi.
2. Aquadest pro injeksi
Pada injeksi propanolol HCl digunakan aqua p.i
sebagai pembawa atau pelarut. Kelarutan propanolol HCl
yaitu mudah larut dalam air dan dalam etanol, sukar larut
dalam kloroform dan praktis tidak larut dalam eter
(Depkes RI, 1995 : 709). Digunakan aqua pro injeksi
karena aqua pro injeksi adalah air untuk injeksi yang
disterilkan dan dikemas dengan cara yang sesuai. Tidak
mengandung bahan antimikroba atau bahan tambahan
lainnya (Depkes RI, 1995 : 112-113).
3. Dapar Sitrat
Dapar sitrat terdiri dari asam sitrar dan natrium sitrat (pH
= 3; pKa = 3,128; = 0,01).

+
H 3 O

+
H 3 O

Ka+

Ka.

= 2,303 . C .

0,01 = 2,303 . C .

0,00074 .0,001
2
(0,00074+ 0,001)

0,01 = 2,303 . C .

0,00000074
0,0000030276

0,01 = 2,303 . C . 0,244


0,01 = 0,562 C
C = 0,0178 M
pH = pKa + log

[ garam]
[asam]

3 = 3,128 + log

[garam]
[asam]

-0,128 = log
0,745 =

[garam]
[asam]

[ garam]
[ asam]

[garam] = 0,745 [asam]


C = [garam] + [asam]
0,0178 = 0,745 [asam] + [asam]
0,0178 = 1,745 [asam]
[asam] = 0,01 M
gram
1000
M=

Mr
V
0,01 =

gram
210

1000
1

Gram = 0,0021 gram = 2,1 mg


[garam] = 0,745 [asam]

= 0,745 0,01 M
= 0,00745 M
gram
1000
M=

Mr
V
0,00745 =

gram
294

1000
1

Gram = 0,0021903 gram = 2,1903 mg


4. Sodium metabisulfit
Propanolol
HCl
terdekomposisi

oleh

dalam

bentuk

oksidasi,

maka

larutan

akan

diberikan

zat

tambahan antioksidan agar mencegah proses oksidasi


tersebut. Sodium metabisulfit paling baik digunakan pada
pH asam untuk menghasilkan aktivitas antimikroba dan
antioksidan (Rowe, 2009 : 654).
V.

PERHITUNGAN TONISITAS DAN OSMOLARITAS


Propanolol HCl
1 mg (E=0,20)
Sodium metabisulfit
0,01% (E=0,67)
Asam sitrat
0,21% (E= 0,18)
Natrium sitrat
0,21903% (E=0,32)
Aqua p.i
ad 1 ml
% propanolol HCl
=

gram
volume

0,001 gram
1 ml

100%
100%

= 0,1%
Zat
Propanolol HCl
Sodium
metabisulfit
Asam sitrat
Natrium sitrat

%
0,1%

E
0,20

%E
0,02%

0,01%

0,67

0,0067%

0,21%
0,21903

0,18

0,0378%

0,32

0,07%

%
Jumlah

0,1345%

0,9% - 0,1345% = 0,7655% hipotonis


0,7655
NaCl =
1 ml = 0,007655 gram/ml = 7,655
100
mg/ml
VI.

VII.

FORMULA AKHIR
Setiap ampul mengandung :
Propanolol HCl
1 mg/ml
Sodium metabisulfit 0,01%
Asam sitrat
2,1 mg
Natrium sitrat
2,1903 mg
Natrium klorida
7,655 mg
Aquadest p.i
ad 1 ml
PREFORMULASI EKSIPIEN
a. Aquadest p.i
Pemerian

: cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau,


dan tidak berasa

Kelarutan

: bercampur dengan banyak pelarut polar

Stabilitas

: secara kimia, air stabil dalam semua


bentuk fisik (es, cair, dan uap). Air untuk
tujuan

khusus

harus

disimpan

dalam

wadah yang sesuai. Air Steril untuk injeksi


disimpan

dalam

wadah

tertutup

rapat

bersegel dan disimpan dalam wadah dosis


tunggal, lebih baik gelas tipe I atau tipe II,
ukurannya tidak lebih dari 1000 ml. Air
untuk injeksi dalam bulk dikumpulkan
dan disimpan dalam kondisi yang dapat
mencegah pertumbuhan mikroorganisme
dan menghindari kontaminan lain.
Inkompatibilitas : air dapat bereaksi dengan obat atau
eksipien lain yang dapat terhidrolisis. Air

dapat bereaksi violently dengan logamlogam alkali dan bereaksi secara cepat
dengan

logam-logam

oksidanya,
magnesium
dengan

seperti
oksida.

alkali

tanah

dan

kalsium oksida

dan

Air

garam-garam

membentuk
komposisi,

hidrat
dengan

juga

bereaksi

anhidrat
dengan

untuk

berbagai

material

organik

tertentu, dan kalsium carbida


Keamanan

: karakteristik dan spesifikasi untuk air


bermacam-macam tergantung pada tujuan
pemakaian,

seperti

WFI

(Water

for

injection) harus bebas dari pirogen.


(HOPE edisi 6, 2009 : 766-770)

b. Sodium metabisulfit
Pemerian

: kristal prismatik hampir tidak berwarna,


atau serbuk kristalin putih-krem berbau
sulfur

diokasida

dan

berasa

asin.

Mengandung tujuh molekul air.


pH

: 3,5 -5,0 untuk 5% b/v larutan air pada 20 0

C
Kelarutan

: sukar larut dalam etanol (95%) 20 0 C;


mudah larut dalam gliserin; 1 dalam 1,9
bagian air 200C dan 1 dalam 1.2 bagian air
pada 100oC

Stabilitas

: teroksidasi secara lambat oleh udara dan


lembab; pada penambahan asam kuat

melepaskan

sulfur

dioksida;

larutan

natrium metabisulfit mudah terionisasi;


terdekomposisi di udara terutama saat
pemanasan; penambahan dekstrosa pada
larutan natrium metabisulfit menyebabkan
turunnya

stabilitas

metabisulfit.

Penyimpanan dalam wadah tertutup baik,


terlindung dari cahaya, di tempat yang
sejuk dan kering.
Sterilisasi

: diotoklaf dengan wadah berisi gas inert

seperti nitrogen
Inkompatibilitas : bereaksi dengan obat simpatomimetik
dan turunan orto atau para-hidroksibenzil
alkohol

membentuk

turunan

asam

sulfonat; dengan kloramfenikol bereaksi


lebih kompleks; menginaktivasi sisplatin
dalam larutan; inkompatibel dengan fenil
merkuri

asetat

ketika

diotoklaf

dalam

sediaan tetes mata; bereaksi dengan tutup


karet vial dosis ganda sehingga tutup vial
perlu mendapat perlakuan awal terlebih
dahulu

dengan

metabisulfit.
ADI

: 7,0 mg/kg bb

(HOPE edisi 6, 2009 : 654)


c. Asam Sitrat

larutan

natrium

Pemerian

kristal

tidak

cahaya,

berwarna

kristal

atau

berwarna

tembus

putih,

tidak

berbau, rasa asam kuat


pH

: 2,2

pKa

: 3.128; 4.761; 6.396

Kelarutan

: larut dalam 1,5 bagian etanol, kurang dari


1 bagian air, dan sedikit larut dalam eter

Titik leleh

: 100oC

Stabilitas

: asam sitrat monohidrat kehilangan air


karena kristalisasi pada udara kering atau
pemanasan

pada

suhu

40 oC.

sekitar

Pencairan asam sitrat dalam air dapat


terjadi proses fermentasi. Harus disimpan
dalam wadah kedap udara, di tempat yang
sejuk dan kering
Inkompatibilitas : inkompatibel dengan potassium tartrat,
alkali

dan

bikarbonat,

alkali

tanah

asetat,

dan

karbonat

dan

sulfida,

agen

pengoksidasi, basa, agen pereduksi, dan


nitrat.

Berpotensi

kombinasi
penyimpanan,

logam
sirup

meledak

dengan

nitrat.

Dalam

sukrosa

akan

mengkristal dengan adanya asam sitrat


(Rowe, 2009 : 181)

d. Natrium Sitrat

Pemerian

kristal
cahaya,

tidak
kristal

berwarna

atau

berwarna

tembus

putih,

tidak

berbau, rasa asam kuat


pH

: 2,2

pKa

: 3.128; 4.761; 6.396

Kelarutan

: larut dalam 1,5 bagian etanol, kurang dari


1 bagian air, dan sedikit larut dalam eter

Titik leleh

: 100oC

Stabilitas

: natrium sitrat dihidrat merupakan bahan


yang

stabil.

disterilkan

Larutan
dengan

penyimpanan

dalam

air

dapat

autoclave.

Pada

dapat

menyebabkan

pemisahan kecil partikel padat dari gelas


kaca. Harus disimpan di wadah kedap
udara, di tempat yang sejuk dan kering
Inkompatibilitas : larutan dalam air sedikit basa dan akan
bereaksi dengan zat yang bersifat asam.
Garam alkaloidal bisa jadi mengendap dari
air

atau

kalsium

larutan
dan

pengendapan

hidro-alkohol.

strontium
sitrat

Garam

menyebabkan
yang

cocok.

Inkompatibilitas

dengan

basa,

agen

pereduksi, dan agen pengoksidasi


(Rowe, 2009 : 640)
e. Natrium Klorida
Pemerian
: serbuk kristal berwarna putih atau kristal
pH
Titik leleh
Titik didih
Kelarutan

tidak berwarna, tidak berbau, rasa asin


: 6,7 7,3
: 804oC
: 1413oC
: sedikit larut dalam etanol, larut dalam 250
bagian etanol 95%, larut dalam 10 bagian
gliserin, larut dalam 2,8 bagian air, dan

Stabilitas

larut dalam 2,6 bagian air pada suhu 100oC


: larutan NaCl dalam air stabil tetapi dapat
menyebabkan

pemisahan

partikel

kaca

dari wadah kaca jenis tertentu. Larutan


NaCl dalam air dapat disterilkan dengan
autoclave atau filtrasi. Bahan padatnya
stabil dan harus disimpan dalam wadah
tertutup baik, di tempat sejuk dan kering
Inkompatibilitas :
larutan NaCl dapat merusak besi.
Dapat

bereaksi

membentuk

endapan

dengan perak, timah, dan garam merkuri.


Agen perongoksidasi kuat membebaskan
klorin

dari

Kelarutan

pengasaman
pengawet

larutan

metil

NaCl.

paraben

berkurang dalam larutan NaCl. Viskositas


carbomer gels and larutan hydroxyethyl
cellulose

atau

hydroxypropyl

cellulose

berkurang dengan penambahan NaCl


(Rowe, 2009 : 637)
VIII. PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN

Untuk 1 ampul berisi 1 ml :


Penambahan volume = 0,1 ml. Jadi volume dalam
ampul = 1,1 ml
Penimbangan untuk 1 ampul :
Propanolol HCl = 1 mg/ml 1,1 ml = 1,1 mg
Natrium metabisulfit = 0,01% 1,1 ml = 0,00011 gram =
0,11 mg
Asam sitrat = 0,21% 1,1 ml = 0,00231 gram = 2,31 mg
Natrium sitrat = 0,21903% 1,1 ml = 0,002409 gram =
2,409 mg
NaCl = 0,7655% 1,1 ml = 0,0084205 gram = 8,4205 mg
Aqua p.i ad 1,1 ml
Zat
Propanolol HCl
Natrium
metabisulfit
Asam sitrat
Natrium sitrat
NaCl
Aqua p.i
IX.

1 ampul
1,1 mg

10 ampul
11 mg

0,11 mg

1,1 mg

2,31 mg
2,409 mg
8,4205 mg
Ad 1,1 ml

23,1 mg
24,09 mg
84,205 mg
Ad 11 ml

PROSEDUR PEMBUATAN
Semua alat disterilisasi menggunakan autoclave

Setiap zat ditimbang dengan menggunakan kaca arloji

Tiap zat dilarutkan dalam gelas kimia dengan aquadest


secukupnya

Larutan dituang ke dalam gelas ukur hingga volume tertentu

Larutan disaring ke dalam erlenmeyer melalui corong


dengan kertas saring (0,45 m) yang sudah dibasahi

Kekurangan aquadest dipakai sebagian untuk membilas


gelas piala kemudian dimasukan dalam larutan tadi sampai
volume larutan tetap

Tuang larutan dalam buret steril dan tutup ujung buret


dengan alumunium foil

Jarum buret diseka dengan kapas dengan kapas yang telah


dibasahi alkohol 70%, isikan larutan ke dalam wadah sesuai
volume

Tutup ampul

Sterilisasi akhir dilakukan dengan menggunakan autoklaf


pada suhu 121 oC, selama 15 menit dengan posisi wadah
terbalik dalam gelas piala yang telah dilapisi kapas
X.

EVALUASI SEDIAAN
1. Uji sterilitas
Dilakukan untuk menetapkan ada atau tidaknya
bakteri ataupun jamur yang tumbuh dalam sediaan yang
dapat dilakukan dengan cara kultur sediaan dalam media.
Media yang digunakan biasanya tioglikolat cair, media
tioglikolat alternatif, dan media soybean. Penanaman
sediaan ke dalam pembenihan dilakukan dilakukan di
ruangan

steril

(cawan

petri

sudah

diisi

media

pembenihan). Sediaan yang akan diperiksa dikeluarkan


dari wadah ditampung dengan batang pengaduk steril.

Sediaan dioleskan ke dalam media, kemudian diinkubasi


selama 7 hari.
2. Uji kebocoran
Letakan ampul didalam zat warna (biru metilen 0,5 1%) dalam ruangan vakum. Tekanan atmosfer berikutnya
kemudian menyebabkan zat warna berpenetrasi kedalam
lubang dapat dilihat setelah bagian luar ampul dicuci
untuk membersihkan warnanya (Lachman, 1994: 1354).
3. Volume terpindahkan
Tuang isi perlahan-lahan tiap wadah kedalam gelas
ukur kering terpisah dengan kapasitas gelas ukur tidak
lebih dari dua setengah kali volume yang diukur dan telah
dikalibrasi.

Secara

hati-hati

untuk

menghindarkan

pembentukan gelembung udara pada waktu penuangan


dan didiamkan selama tidak lebih dari 30 menit. Jika telah
bebas dari gelembung udara, ukur volume dari tiap
campuran : volume rata-rata larutan yang diperoleh dari
10 wadah tidak kurang dari 100% dan tidak satu pun
volume wadah yang kurang dari 95% dari volume yang
dinyatakan pada etiket jika A adalah volume rata-rata
kurang dari 100% dari yang tertera pada etiket, atau B
tidak lebih dari satu wadah volume kurang dari 95%,
tetapi tidak kurang dari 90% dari volume yang tertera
pada etiket, lakukan pengujian terhadap 20 wadah
tambahan. Volume rata-rata larutan yang diperoleh dari
30 wadah tidak kurang dari 100% dari volume yang
tertera pada etiket, dan tidak lebih dari 1 dari 30 wadah
volume kurang dari 95%, tetapi tidak kurang dari 90%
seperti yang tertera pada etiket. (Depkes RI, 1995: 1089)
4. Penetapan Ph
Di uji dengan menggunakan pH meter dengan cara
nilai pH larutan dicek menggunakan pH meter atau kertas

indikator universal. Dengan pH meter, sebelum digunakan


periksa elektroda dan jembatan garam. Kalibrasi pH
meter. Pembakuan pH meter : Bilas elektroda dan sel
beberapa kali dengan larutan uji dan isi sel dengan sedikit
larutan uji. Baca harga pH. Gunakan air bebas CO 2 untuk
pelarutan dengan pengenceran larutan uji (Depkes RI,
1995: Hal 1039).
5. Bahan partikulat dalam injeksi
Bahan di uji menggunakan

sistem

elektronik

penghitung partikel pengotor cairan yang di lengkapi alat


untuk memasukkan contoh yang sesuai.
6. Uji kejernihan larutan
Diuji secara visual. Vial diputar 180 0 berulang-ulang
di depan suatu background yang berwarna hitam untuk
melihat partikel yang berwarna putih untuk melihat
partikel yang berwarna putih ada atau tidaknya yang
terlihat disebabkan background yang berwarna hitam.
7. Uji keseragaman bobot dan keseragaman volume
Uji keseragaman bobot :
Hilangkan etiket pada wadah. Cuci bagian luar
wadah, lalu keringkan pada suhu 105 0C. Timbang 1 per 1
dalam

keadaan

terbuka

dan

keluarkan

isi

wadah

kemudian cuci wadah dengan air dan etanol 95%


keringkan

pada

suhu

1050C

sampai

bobot

tetap.

Dinginkan dan timbang 1 per 1. Bobot isi wadah tidak


boleh menyimpang lebih dari batas yang tertera kecuali
satu wadah yang boleh menyimpang tidak lebih dari 2 kali
batas yang tertera.
Uji keseragaman volume :
Pengujian dilakukan dengan ukur volume. Larutan
tiap wadah harus lebih sedikit lebih dari volume yang
tertera pada etiket.
XI.

HASIL EVALUASI SEDIAAN

XII. PEMBAHASAN
XIII. KESIMPULAN
XIV. DAFTAR PUSTAKA
Departemen
Kesehatan

Republik

Indonesia.

1995.

Farmakope Indonesia Edisi Keempat. Jakarta : Depkes


RI.
Lund, Walter. 1994. The Pharmaceutical Codex Twelfth
Edition Principles and Practice of Pharmacy. London :
Pharmaceutical Press.
Rowe, Raymond. Dkk. 2009. Handbook of Pharmaceutical
Excipients

Sixth

Pharmaceutical Press.

Edition.

Washington

USA