Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM SALURAN TRANSMISI

PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN KOAKSIAL DENGAN UJUNG


BUKA
Dosen Pembimbing : Ir.Waluyo, MT

Disusun Oleh :
JTD 2B
KELOMPOK:
1. Dwi Cahyono

(0731130084/ 07)

2. Nur Maulidia O. (0731130032/ 17)


3. Dicky Wahyu R (0731130078/ 08)
4. Syaifur ridzal

(0731130023/ 19)

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016

PERCOBAAN
PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN KOAKSIAL DENGAN UJUNG
BUKA
1. Tujuan :
1. Mengukur distribusi tegangan pada titik pengukuran 0 m, 25 m, 75 m, dan 100 m
dengan frekuensi berbeda serta mengevaluasi hasil-hasil pengukuran.
2. Memahami pengaruh impedansi instrument pada hasil yang didapatkan.
3. Membuat pengukuran bebas pentanahan dan mengenal distribusi tegangan pada
transfer

dan

2 .

2. Diagram Rangkaian
3. Alat-alat dan Komponen yang Digunakan :
1 Buah Generator Fungsi
1 Buah Oscilloscope
Kabel penghubung dan plug
BNC to BNC
4. Pendahuluan
Suatu kabel koaksial 100 meter terbagi masing -masing pada panjang 25 meter dan
dilengkapi dengan soket, sehingga dapat dipasang dalam hubungan seri.
Dalam percobaan, kapasitansi saluran terlihat bahwa kabel tersebut mempunyai
kapasitansi:
Dapat dipahami bahwa soket-soket dalam pengukuran saluran mempengaruhi
kapasitansi saluran tersebut. Pemantulan terjadi padac msoket dan dapat dilihat pada
saluran di MP6 pada saluran. Oleh karena itu, hanya 5 titik pengukuran dilakukan
sepanjang saluran yang memberikan cukup informasi pada distribusi tegangan sepanjang
saluran.
Kapasitansi 1 pF/cm juga menunjukkan pembebanan yang diperbolehkan oleh
impedansi atau kopling pentanahan dari instrumen.
Seperti yang terlihat pada percobaan resistansi saluran, konduktor luar mempunyai
resistansi 35 W dan induktansi tidak dapat diabaikan. Dari sini terdapat perbedaan
tegangan yang dihasilkan antara ujung akhir konduktor luar dan konduktor di awal
saluran, yang mana makin tinggi dengan kenaikkan frekuensi.
Perbedaan tegangan ini ditampilkan dalam Oscilloscope, tetapi tidak dapat
dikurangkan begitu saja, karena fasa dari kedua tegangan tidak sama lagi pada frekuensi
yang lebih tinggi.

Bila frekuensi dinaikkan, tegangan pada titik pengukuran 2 sampai 5 juga naik. Jika
kenaikkan ini mengikuti fungsi sinus pada frekuensi tertentu, kemudian distribusi

/ 4

tercapai yakni panjang gelombang terbentuk sepanjang saluran kabel dengan minimum
pada awal saluran maksimum pada ujung akhir saluran kabel.
Kondisi ini didapatkan ketika tegangan masukan saluran dipertahankan tetap dan
tegangan pada ujung akhir saluran diatur ke maksimum dengan mengatur nilai frekuensi
saja.Pembebanan hasil dari impedansi meter harus diingat. Hasil yang lebih baik akan
didapatkan dengan instrumen bebas pentanahan (earth-free) yang dihubungkan ke titik
pengukuran dan titik konduktor luar (screen) yang menyertainya.
Perlu diingat bahwa instrumen seperti itu harus tidak dihubungkan dengan sumber
tegangan utama dan kapasitansinya harus sekecil mungkin dibandingkan dengan
kapasitansi saluran, kalau tidak terpenuhi kapasitansi paralel tambahan dikopelkan pada
tegangan jatuh saluran.
Untuk mendapatkan instrumen bebas pentanahan, multimeter (Ri = 10 MW)
digunakan dengan dioda adapter.
Dengan beberapa pengukuran, pembebanan pada Generator oleh kapasitansi kabel
dan pemindahan resistansi begitu besar, sehingga level keluaran 0 dB tidak dapat
dipertahankan. Level -10

dB=244,9 mVrms .2 2=0,69 Vpp digunakan dalam

pengukuran.
5. Langkah Kerja
Sebelum merangkai peralatan, semua alat harus uji kelayakan guna
5.1 Rangkai perangkat seperti dalam diagram rangkaian, ujung saluran dibuka.
Atur Generator U1=2 Vpp dan frekuensi diberikan dalam table.
Gunakan probe 10:1 pada Oscilloscope dan kalibrasi probe tersebut.
Y1(1 V/div; 10:1) ke MP1.
Y2(1-2 V/div; 10:1) ke MP2 sampai MP4 berurutan.
TB diatur sesuai dengan keperluan.
Ground Oscilloscope dan Generator dihubungkan ke MP10. Isi tabel tersebut
Pertahankan U1 = 2 Vpp untuk setiap kenaikkan frekuensi.
Mengapa timbul tegangan pada MP6 dibandingkan MP10 ?
5.2 Y1 ke MP1 sebesar 2 Vpp.
Atur frekuensi agar MP5 mencapai maksimum. Catat frekuensinya.
Distribusi gelombang apa yang terjadi ?
5.3
6. Hasil Percobaan
7. Analisis Data
8. Kesimpulan