Anda di halaman 1dari 3

BLUD RSUD

KUALA
KURUN

Jl. Ahmad Yani


No.43 Kuala
Kurun

STANDAR
PROSEDUR
OPERASION
AL

I. PENGERTIAN

ASESMEN NYERI

No. Dokumen
.......................

dr. RUTH PAKPAHAN


Penata Tingkat I
NIP. 19680413 200501 2
009
Cara meringankan atau mengurangi nyeri
sampai tingkat kenyamanan yang dapat
diterima pasien.
Pelaksanaan adalah perawat, dokter jaga,
dokter penanggung jawab, tim manajemen
nyeri.
Manajemen nyeri meliputi :
1.
Penilayan nyeri
2.
Penanganan nyeri
3.
Evaluasi keefektifan kontrol nyeri.

.......................

III. KEBIJAKAN

Halaman

DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR
BLUD RSUD KUALA KURUN

II. TUJUAN

No.
Revisi

Sebagai acuan untuk meringankan atau


mengurangi nyeri sampai tingkat kenyamanan
yang dapat diterima pasien.
1. SK Direktur nomor....Tentang....di Rumah
Sakit Umum
2. Penilayan, penanganan dan evaluasi nyeri
dilakukan oleh perawat, dokter jaga, DPJP.
3. Penanggung jawab kegiatan ini ketua tim
manajemen nyeri.

IV. PROSEDUR
Skrining dilakukan dengan cara :
1. ANAMNESIS
a) Riwayat penyakit sekarang.
b) Pengkajian dilakukan berdasarkan
P,Q,R,S,T yaitu :
P (Provokes/point) : faktor yang
mempengaruhi gawat atau ringannya
nyeri.
Q (Qualiti) : bagaimana rasa nyerinya.
R (Radiation/relief) : melacak daerah nyeri
dari titik yang paling nyeri.
S (severity) : keparahan atau intensitas
nyeri.
T (time/on set) : waktu atau lama serangan
atau frekuensi nyeri.
c)
Riwayat pembedahan/penyakit dahulu.
d) Riwayat psiko-sosial.
e) Obat obatan dan alergi.
f ) Riwayat keluarga.
2.
ASESMEN NYERI
Asesmen nyeri RSUD KUALA KURUN
menggunakan cara yaitu:
Numeric rating scale digunakan untuk
pasien dewasa dan anak.
Intruksi : pasien ditanya mengenai itensitas nyeri
yang disarankan dan dilambangkan dengan angka
antara 0 -10.
0 = tidak nyeri
1-3= nyeri ringan (sedikit mengganggu
aktivitas sehari-hari).
4-6= nyeri sedang (gangguan nyata
terhadap aktivitas sehari-hari).
7-10= nyeri berat (tidak dapat melakukan
aktivitas sehari).

Asesmen ulang nyeri dilakukan pada:


I. Semua pasien dirawat inap dilakukan reasesmen terhadap nyeri tiap 4 jam.
II. 15-30 menit setelah dilakukan tindakan

III.
IV.
V.

V. UNIT
TERKAIT

keperawatan distraksi/relaksasi .
1 jam setelah pasien mendapatkan therapi
analgetik oral dan injeksi analgetik.
5 menit setelah pemberian nitrat dan obat
intra vena pada pasien nyeri
jantung/cardiac.
5 menit setelah pasien yang mendapatkan
terapi injeksi opioid.
Instalasi Rawat Inap
Instalasi Rawat Jalan
IGD
Poliklinik