Anda di halaman 1dari 60

I.

PENDAHULUAN

Karies gigi adalah penyakit infeksi dan merupakan suatu proses


demineralisasi yang progresif pada jaringan keras permukaan mahkota dan akar
gigi yang dapat dicegah (Angela, 2005). Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah
Tangga (SKRT, 2004), prevelansi karies di Indonesia mencapai 90,05%. Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional 2007 melaporkan skor DMF-T di
Indonesia sebesar 4,85 dimana terdapat rata-rata lima gigi yang rusak disetiap
rongga mulut masyarakat Indonesia. Angka tersebut tergolong lebih tinggi
dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Manajemen penyakit ini terus
menjadi tantangan bagi tenaga profesional gigi.
Risiko karies adalah kemungkinan berkembangnya karies pada individu atau
terjadinya perubahan status kesehatan yang mendukung terjadinya karies pada
suatu periode tertentu. Risiko karies bervariasi pada setiap individu tergantung
pada keseimbangan faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies (Angela,
2005). Penilaian risiko karies adalah penilaian yang menentukan peluang
seseorang untuk mempunyai beberapa lesi karies dalam kurun waktu tertentu
(Fontana, 2006). Manfaat dilakukan penilaian risiko karies adalah tindakan
pencegahan dapat ditujukan langsung kepada orang yang mempunyai risiko tinggi
terhadap karies. Setelah itu dokter gigi tersebut dapat menentukan diagnosis,
tindakan perawatan dan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kondisi
pasiennya sehingga di masa yang akan datang tidak akan timbul karies lagi
(Angela, 2005).
Penilaian risiko karies terdiri dari berbagai metode, di antaranya seperti yang
akan dibahas didalam makalah ini adalah metode ADA, AAPD-CAT, Previser,
CAMBRA, Cariogram, Traffic Light Matrix, dan simulator Irenes Donut.

II.

PEMBAHASAN

A. Karies Gigi
Karies adalah hasil interaksi dari bakteri, plak atau biofilm, dan diet
(khususnya komponen karbohidrat yang dapat difermentasikan oleh bakteri
plak menjadi asam, terutama asam laktat dan asam asetat) sehingga terjadi
demineralisasi jaringan keras gigi dan memerlukan cukup waktu untuk
kejadiannya (Putri, dkk., 2010). Proses terjadinya karies disebabkan oleh
beberapa tipe dari bakteri yang hidup di mulut. Ketika bakteri menempel pada
biofilm gigi (plak gigi), hal ini dapat menyebabkan kerusakan. Bakteri
memakan apa yang host makan, terutama gula dan pati dimasak (roti, kentang,
nasi, pasta). Dalam waktu kurang lebih lima menit setelah makan atau minum,
bakteri mulai membuat asam. Asam ini bisa masuk ke permukaan luar gigi
dan

bercampur

dengan

beberapa

mineral.

Air

liur

(saliva)

dapat

menyeimbangkan serangan asam tersebut (Gomes, dkk., 2010).


Faktor-faktor etiologi karies gigi (Putri, dkk., 2010)

Saliva

Mikroorganisme
Plak

Gigi
karies

saliva

Diet
sukros
a

waktu

Faktor mayor yang mempengaruhi saat proses karies itu sendiri, yaitu
struktur gigi, faktor dari host, saliva, plak dan komponen bakteri, dan
makanan kariogenik (stagemen, 2005). Untuk terjadinya karies ada 3 faktor
yang harus ada secara bersama-sama, yaitu bakteri kariogenik, permukaan gigi
yang rentan, dan tersedianya bahan nutrisi untuk mendukung pembentukan
plak kariogenik pada permukaan gigi yang menyebabkan demineralisasi pada
gigi (demineralisasi terjadi pada pH 5,5 atau lebih) (Putri, dkk., 2010).
Streptococcus mutans merupakan baktei penyebab utama karies pada mahkota
karena menempel pada email, menghasilkan dan dapat hidup di lingkungan
asam, berkembang pesat di lingkungan yang kaya sukrosa dan menghasilkan
bakteriosin yang merupakan subtansi yang dapat membunuh organisme
kompetitornya (Putri, dkk., 2010). Saliva juga berperan penting pada proses
karies karena fungsi saliva yang adekuat penting dalam pertahanan melawan
serangan karies. Mekanisme perlindungan saliva meliputi aksi pembersihan
bakteri, aksi buffer, aksi antimikroba dan remineralisasi (Putri, dkk., 2010).
B. Caries Risk Assessment menurut ADA (American Dental Association)
Formulir penilaian risiko karies menurut ADA (American Dental
Association) digunakan sebagai alat bantu dokter gigi dalam mengevaluasi
perkembangan karies pasien. Formulir penilaian risiko karies menurut ADA
terbagi menjadi dua, yaitu formulir penilaian risiko karies pada pasien dengan
usia 0-6 tahun dan formulir penilaian risiko karies pada pasien dengan usia
lebih dari 6 tahun.
Formulir penilaian ini juga digunakan sebagai alat komunikasi dengan
pasien untuk menjelaskan faktor risiko yang potensial terhadap terjadinya
karies. Faktor risiko yang dimuat dalam formulir ini bertujuan untuk
memberikan informasi kepada pasien yang dapat membantu di dalam
menurunkan risiko karies dari waktu ke waktu. Penilaian tambahan atau lebih
terfokus mungkin tepat untuk pasien dengan masalah kesehatan mulut yang
spesifik. Seperti formulir-formulir lain, penilaian ini mungkin hanya sebuah
titik awal untuk mengevaluasi keseluruhan status kesehatan pasien.
3

1. Instruksi Umum
Formulir penilaian risiko karies dirancang untuk memuat berbagai
faktor yang mudah diamati atau ditemukan selama evaluasi kesehatan
mulut secara rutin. Bagian Contributing Conditions dan General Health
Conditions dalam form ini dapat dilengkapi oleh anggota dental team,
sedangkan bagian Clinical Conditions harus ditentukan sendiri oleh
dokter gigi.
Terdapat 3 warna dalam formulir penilaian risiko karies, yaitu warna
hijau, kuning dan merah yang berfungsi sebagai penanda indikasi tingkat
risiko karies warna yang digunakan untuk menunjukkan low risk (hijau),
moderate risk (kuning) atau high risk (merah). Untuk masing-masing
faktor risiko diisi dengan cara melingkari atau memberikan tanda checklist
sesuai dengan kolom tingkat risiko. Perubahan tingkat risiko dapat dilacak
dengan menggunakan strategi penanggulangan risiko karies serta
intervensi terapeutik.
Kategori risiko karies menurut ADA (American Dental Association),
yaitu: Low risk apabila berada dalam kondisi yang termasuk di dalam
kolom low risk. Moderate risk apabila berada dalam kondisi yang
termasuk di dalam kolom low risk dan atau moderate risk. Sedangkan
untuk high risk apabila berada dalam satu atau lebih kondisi yang
termasuk dalam high risk.
Perubahan tingkat risiko (meningkat atau menurun) dapat diketahui
dari keputusan klinik dokter gigi berdasarkan formulir atau informasi lain
yang berhubungan. Sebagai contoh, yaitu gigi yang hilang tidak dapat
dianggap sebagai faktor penyebab tingginya risiko karies, atau terdapat
faktor risiko lain yang tidak tercantum di formulir namun faktor tersebut
dimiliki oleh pasien tersebut.

2. Informasi tambahan
Beberapa informasi tambahan terkait dengan faktor risiko spesifik, yaitu:
a. Paparan Fluoride

Pasien dapat ditanyakan mengenai paparan fluor yang pernah


diterima. Pasien yang belum pernah mendapatkan paparan fluor maka
dapat diindikasikan memiliki risiko pada tingkat sedang (moderate
risk) terhadap kejadian karies.
b.

Makanan dan Minuman yang Mengandung Gula


Makanan yang mengandung gula dapat

mempengaruhi

perkembangan karies. Gula dapat terkandung dalam makanan,


minuman dan obat. Pasien mungkin tidak menyadari akan adanya
kandungan gula dalam suatu produk. Tabel berikut berisi daftar
berbagai bentuk gula yang digunakan dalam olahan dalam makanan.

c. Pasien dengan Kebutuhan Khusus


Pasien dengan kebutuhan khusus memiliki keterbatasan dalam
rutinitas perawatan kesehatan mulut, hal ini menyebabkan mereka
lebih berisiko terhadap karies.
d. Medikasi yang Dapat Menurunkan Curah Saliva
Berkurangnya laju aliran saliva akan menyebabkan mulut
kering. Mulut kering akan menimbulkan iritasi jaringan lunak dalam
mulut yang dapat menyebabkan timbulnya inflamasi dan rentan
terhadap infeksi. Karies gigi atau permasalahan mulut lain akan
banyak dijumpai apabila self cleansing saliva tidak ada.
Tabel 1. Formulir Penilaian Risiko Karies untuk Usia 0-6 Tahun

Tabel 2. Formulir Penilaian Risiko Karies untuk Usia di Atas 6 Tahun

Rekomendasi
Pemberian Edukasi Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Pasien
Menurut ADA (American Dental Association) formulir penilaian risiko
karies ini membantu menentukan risiko karies pada pasien setiap harinya.
Edukasi dan perubahan perilaku dengan perawatan pencegahan yang tepat
dapat mengurangi risiko karies pasien. Beberapa sumber yang dapat
memberikan informasi kepada pasien maupun orang tua pasien, yaitu:
7

Childrens

dental

health

Erupsi gigi: gigi desidui dan gigi permanen,

(Kesehatan gigi anak)

gigi pertama bayi

Fluoride

Pengaplikasian

flouride

di

klinik

gigi,

Flouride natures cavity fighter, The Facts


About Bottled Water
Diet

Kebiasaan makan

Saliva

Insufficiency

Oral

Moisturizers:

produk

yang

dapat

(produksi saliva sedikit)

membantu meredakan mulut kering

Kebiasaan Merokok

Membantu untuk berhenti merokok, menjaga


senyum sehat

Drug Habit (Narkoba)

Penggunaan metamfetamin dan kesehatan


mulut

Restoration

Does your filling need replacing ? ;dental


radiographs A diagnostic tool; when a filling
needs to be replaced

Chemo/Radiation Therapy

Perawatan mulut untuk pasien kanker

Expossed Root Surface

Gigi sensitif: Penyebab dan Pengobatan

Alat Ortodontik

Menghisap jari dan penggunaan dot

Pengalaman Karies Ibu

Hamil? Tips menjaga senyum sehat

Tindakan Pencegahan Primer


Tindakan pencegahan primer adalah suatu bentuk prosedur pencegahan
yang dilakukan sebelum gejala klinik dari suatu penyakit timbul dengan kata
lain pencegahan sebelum terjadinya penyakit.
Tindakan pencegahan primer ini meliputi:
Modifikasi kebiasaan anak
Pendidikan kesehatan gigi
Kebersihan mulut
Diet dan konsumsi gula
Perlindungan terhadap gigi
Perlindungan terhadap gigi dapat dilakukan dengan cara, yaitu
silen dan penggunaan fluor dan khlorheksidin.
8

Tindakan pencegahan primer yang kini cukup populer adalah pemberian


suplemen fluor. Fluor bisa diberikan dalam bentuk air minum, cairan
tetes, tablet, obat kumur, dan pasta gigi. Bisa juga diberikan di tempat
praktik dokter berupa larutan/gel yang diaplikasikan pada gigi, yang
disebut topical fluoridasi. Suplemen fluor yang masuk ke dalam tubuh,
seperti tablet, disebut sistemik. Fluor ini berguna untuk benih-benih gigi
yang akan tumbuh nanti. Sementara yang diaplikasikan pada gigi,
berguna pada saat itu juga. Di beberapa negara, air minum sudah diberi
fluor, sedangkan di Indonesia masih belum. Tablet fluor dapat diberikan
sejak bayi berumur 2 minggu hingga anak 16 tahun. Umur 2 minggu-2 tahun
biasanya diberikan dosis 0,25 mg, 2-3 tahun diberikan 0,5 mg, dan 3-16 tahun
sebanyak 1 mg.
C. Caries Management by Risk Assessment (CAMBRA)
Caries Management by Risk Assessment (CAMBRA) merupakan
pendekatan berbasis bukti untuk mencegah atau mengobati penyebab karies
gigi pada tahap awal, sehingga tidak menunggu kerusakan gigi secara
permanen. Beberapa faktor, seperti interaksi bakteri, diet dan respon host,
mempengaruhi permulaan, perkembangan dan pengobatan karies gigi.
Penilaian risiko karies pasien individu adalah komponen penting dalam
menentukan strategi pengelolaan yang tepat dan sukses. CAMBRA
mendukung dokter dalam membuat keputusan berdasarkan penelitian,
keahlian klinis, dan preferensi serta kebutuhan pasien (Hurlbutt, 2011).
Menurut Hurlbutt (2011), metode CAMBRA menggunakan konsep
keseimbangan

karies.

Konsep

ini

diciptakan

untuk

mewakili

sifat

multifaktorial penyakit karies gigi dan untuk menekankan keseimbangan


antara faktor patologis dan pelindung dalam proses karies. Jika faktor
patologis

lebih

besar

daripada

faktor

pelindung,

maka

terjadi

ketidakseimbangan karies. Sebaliknya jika faktor pelindung lebih besar


daripada faktor patologis maka terjadi keseimbangan karies.

Gambar. Ketidakseimbangan Karies (Featherstone, dkk., 2007)


Menurut Darby dan Valsh (2015), terdapat 4 kategori risiko karies menurut
CAMBRA, yaitu:
1. Low risk: Apabila faktor pelindung lebih tinggi dari pada faktor risiko.
Tidak ada lesi karies, tidak ada plak yang terlihat, penggunaan fluoride
optimal, perawatan dental yang rutin.
2. Moderate risk: Apabila faktor risiko lebih tinggi dari pada faktor
pelindung.
Ada lesi karies dalam 12 bulan, terlihat adanya plak, penggunaan fluor
kurang optimal, jarang melakukan perawatan dental.
3. High risk: Apabila terdapat 1 atau lebih indikator penyakit.
Terdapat 1 atau lebih kavitas akibat aktivitas karies, terdapat plak yang
terlihat, penggunaan fluor kurang optimal, tidak melakukan perawatan
gigi, aktivitas bakteri yang tinggi, curah saliva kurang, medikasi,
frekuensi makan tinggi.
4. Extreme risk: Apabila terdapat 1 atau lebih indikator penyakit (high risk
caries) ditambah adanya hiposaliva. Pasien yang berkebutuhan khusus
atau hiposalivasi yang berat.
Metode CAMBRA membagi penilaian menjadi 2 grup yakni 0-5 tahun
dan 6 tahun sampai dewasa (Darby dan Walsh, 2010). Menurut Featherstone,
dkk.,(2007) bentuk penilaian risiko terdiri menjadi 2 fase. Pertama
berdasarkan hirarki indikator penyakit, faktor risiko, dan faktor pelindung
yang didasarkan pada bukti ilmiah yang kita miliki saat ini. Kedua, klinisi
10

mendeterminasikan level risiko karies (rendah, sedang, tinggi atau ekstrim)


tergantung pada keadaan indikator penyakit karies dan keseimbangan antara
faktor patologis dan protektif.
1.

Usia 0-5 Tahun (wawancara dengan orang tua)


a. Indikator Penyakit Karies
Indikator penyakit karies merupakan observasi gejala dan
lingkungan yang mengindikasikan sang anak dapat terkena penyakit
karies. Adanya tumpatan dapat diindikasikan adanya karies di masa
lalu dan mungkin progressnya masih berlanjut. Sosial ekonomi dari
keluarga, rendahnya pengetahuan tentang kesehatan dari pengasuh
utama sang anak juga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif
untuk munculnya karies (Gomez dkk., 2007).
b. Faktor Risiko Karies (Biologis)
Faktor biologis dapat menjelaskan mengapa karies berkembang
dan membantu menentukan cara penghambatan perkembangan
karies atau pengembalian ke kondisi semula. Faktor risiko termasuk
frekuensi asupan karbohidrat terfermentasi, kebiasaan saat tidur yang
dapat menyebabkan adanya sumber makanan bagi bakteri, obatobatan yang dapat mengurangi laju saliva, dan penggunaan botol
yang terus menerus. Faktor risiko biologis dapat juga diperoleh dari
pemeriksaan klinis seperti halnya. Keberadaan lesi putih atau
dekalsifikasi, adanya lubang dan tumpatan termasuk juga plak dan
perdarahan gingival (indikator dari plak padat), mulut kering dan
penggunaan

orthodontik.

Adanya

streptokokus

mutans

dan

lactobacillus pada anak dan ibu atau yang merawat anak dapat
menjadi acuan untuk kebutuhan terapi antibakteri (Gomez dkk.,
2007).
c. Faktor Pelindung Karies
Faktor nonbiologis yang dapat memberikan kemungkinan
peningkatan proteksi terhadap karies antara lain ibu atau yang
merawat sang anak bebas dari karies (sehingga tidak ada bakteri
kariogenik yang akan ditularkan ke anak), rutin melakukan
perawatan gigi ke tenaga professional. Faktor biologisnya antara lain
11

flouridasi bagi anak, pemberian kalsium fosfat, dan xylitol kepada


anak (Gomez dkk., 2007).

Gambar. Tabel form Caries Risk Assesment untuk usia 05 tahun (Gomez dkk., 2007)

12

Gambar. Rekomendasi CAMBRA untuk usia 0-5 tahun


(Gomez dkk., 2007)
2.

Usia 6 tahun sampai dewasa


a. Indikator Penyakit Karies
Indikator penyakit karies merupakan pengamatan klinis yang
menceritakan tentang sejarah dan aktivitas karies masa lalu.
Indikatornya ada 4, yaitu (Featherstone, dkk., 2007):
1) Kavitas atau lesi ke dalaman dentin.
2) Lesi pada bagian approximal enamel.
3) Bintik-bintik putih yang terlihat pada permukaan gigi.
4) Restorasi selama tiga tahun terakhir.
b. Faktor Risiko Karies
Faktor risiko karies merupakan faktor biologis

yang

berkontribusi terhadap tingkat risiko pasien untuk memiliki lesi


karies baru di masa depan atau memiliki kemajuan lesi yang ada,
yang dapat menyebabkan atau memberikan kontribusi terhadap
penyakit, atau akan memberikan kontribusi untuk manifestasi masa
13

depan pada gigi. Berikut ini terdapat sembilan faktor risiko yang
diidentifikasi, yaitu (Featherstone, dkk., 2007):
1) Jumlah S. Mutans dan Lactobacillus sedang atau tinggi.
2) Kepadatan biofilm plak terlihat pada gigi.
3) Sering (> tiga kali sehari) ngemil di antara waktu makan.
4) Pit dan fissure yang dalam.
5) Penggunaan narkoba.
6) Aliran air liur yang tidak memadai berdasarkan observasi atau
pengukuran.
Faktor berkurangnya saliva (obat/radiasi/ sistemik).
Akar yang terbuka.
Penggunaan alat ortodontik.
c. Faktor Pelindung Karies
Faktor pelindung karies merupakan faktor biologis atau terapi
7)
8)
9)

atau tindakan yang secara kolektif dapat mengimbangi tantangan


yang disajikan oleh faktor-faktor risiko karies. Semakin parah faktor
risiko, semakin tinggi harus menjadi faktor pelindung untuk menjaga
pasien dalam keseimbangan atau untuk membalikkan proses karies.
Faktor pelindung karies antara lain (Featherstone, dkk.,2007):
1) Tinggal/kerja/sekolah di tempat yang terfluoride.
2) Menggunakan pasta gigi berfluoride setidaknya sekali sehari.
3) Menggunakan obat kumur berfluoride (0,05 persen NaF) setiap
4)
5)
6)

hari.
Menggunakan pasta gigi berfluoride 5.000 ppm setiap hari.
TAF enam bulan sekali.
Menggunakan chlorhexidine yang diresepkan setiap hari

7)

selama 1 minggu setiap 6 bulan.


Menggunakan permen karet ber-xylitol 4-5 kali sehari dalam 6

8)

bulan terakhir.
Menggunakan suplemen pasta kalsium fosfat dalam 6 bulan

9)

terakhir.
Memiliki laju saliva (> 1mL/menit terstimulasi)

14

Gambar. Tabel form Caries Risk Assesment untuk


usia 6 tahun keatas (Featherstone dkk., 2007)

15

Gambar. Rekomendasi CAMBRA untuk usia 6 tahun


keatas (Featherstone dkk., 2007)
Adapun cara pengisian formulir CRA menurut Featherstone dkk. (2007), yaitu
sebagai berikut:
a. Mengambil rincian data pasien, riwayat pasien (termasuk obat-obatan) dan
melakukan pemeriksaan klinis. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian
risiko karies. Apabila Yes maka dilingkarkan pada kata tersebut pada
ketiga kolom.
b. Menanyakan adanya lesi karies, keparahan atau kurangnya kebersihan
mulut, merek fluorida yang digunakan, jenis makanan ringan yang dimakan,
atau nama-nama obat /obat yang menyebabkan mulut kering.
c. Jika jawabannya adalah "ya" untuk salah satu dari empat indikator penyakit
pada panel pertama, maka perlu dilakukan kultur bakteri dengan
menggunakan Caries Risk Test (CRT).
d. Membuat penilaian yang menyeluruh apakah pasien dirisiko tinggi, moderat
atau tergantung pada keseimbangan antara indikator penyakit/risiko, faktor
risiko, dan faktor pelindung menggunakan konsep keseimbangan karies.
e. Jika seorang pasien berisiko tinggi dan memiliki hipofungsi kelenjar ludah
parah atau kebutuhan khusus, maka mereka berada pada "risiko ekstrim"
dan membutuhkan terapi yang sangat intensif.
f. Lengkapi bagian rekomendasi terapi seperti yang dijelaskan berdasarkan
tingkat yang dinilai dari risiko lesi karies masa depan dan aktivitas karies
yang sedang berlangsung. Gunakan rekomendasi terapi sebagai titik awal
untuk rencana perawatan.
Menurut Hurlbutt (2011), CAMBRA memberikan rekomendasi untuk pasien,
yaitu:

16

Gambar. Tabel Rekomendasi CAMBRA (Hurlbutt, 2011)

17

a. Low risk
CAMBRA merekomendasikan recare exam (usia 6+ setiap 6-12 bulan, <6
setiap tahun), penggunaan xylitol untuk usia 6+ dan <6 opsional.
Antimikroba seperti Chlorhexidine untuk usia 6+ jika diperlukan, tidak
untuk <6 tahun. Kalsium fosfat untuk usia 6+ dan <6 jika diperlukan, namun
opsional jika pada dewasa terjadi sensitivitas akar gigi. Fissure Sealant
opsional pada permukaan gigi. Netralisasi pH untuk usia 6+ jika diperlukan,
tidak untuk usia <6.
b. Moderate risk
CAMBRA merekomendasikan recare exam (usia 6+ setiap 4-6 bulan, <6
setiap 3-6 bulan), penggunaan xylitol untuk usia 6+ (tidak lebih dari 6-10
gram / hari) dan <6 (Xylitol tisu dan ketika tidak dapat menyikat) dan
semua orang lain yang diklasifikasikan sebagai berada di berisiko sedang
sampai ekstrim. Karena kadar xylitol setiap produk bervariasi, maka cukup
dengan mengkonsumsi xylitol permen karet atau permen 3-4/hari.
c. High risk
CAMBRA merekomendasikan recare exam (usia 6+ setiap 3-4 bulan, <6 13 bulan), penggunaan antimikroba untuk pasien 6+ dan rekomendasi untuk
perawatan usia <6. Antimikroba memerlukan pengulangan aplikasi pada
berbagai interval, tergantung pada agen. Chlorhexidine glukonat bilas salah
satu contoh antimikroba yang direkomendasikan, selain telah disetujui FDA
untuk mengobati radang gusi, bila digunakan sebagai bilasan 30 detik setiap
hari dari minggu pertama setiap bulan. Chlorhexidine glukonat bilas tersedia
sebagai bilas 0,12 % dengan atau tanpa alkohol. Jangka panjang
penggunaan klorheksidin bilas dapat menyebabkan perubahan warna gigi,
membran mukosa, lidah dan restorasi. Efek ini dapat dihindari dengan
menggunakan chlorhexidine mengandung pernis. Klorheksidin pernis,
disetujui untuk desensitisasi di Amerika Serikat, juga telah terbukti efektif
melawan bakteri kariogenik terutama S. mutans.
d. Extreme risk
CAMBRA merekomendasikan recare exam (usia 6+ setiap 3 bulan, <6
setiap 1-3bulan). Untuk pasien yang memiliki hipofungsi saliva, termasuk
rendah atau tidak ada aliran, pH rendah, dan kapasitas buffer yang buruk,
18

penggunaan kalsium fosfat mungkin bermanfaat. Untuk usia 6+ pedoman


klinis Cambra menyarankan penggunaan kalsium fosfat untuk pasien
dengan berlebihan paparan akar atau sensitivitas, direkomendasikan untuk
digunakan beberapa kali sehari. Untuk pasien anak >6, penggantian
menyikat antara pasta gigi dan kalsium fosfat pada waktu tidur. Pasien 6+
Berkumur penetral asam jika mulut terasa kering setelah sarapan, makan,
dan sebelum tidur.

Gambar. Rekomendasi CAMBRA untuk usia 0-5 tahun


(Gomez dkk., 2007)

19

Gambar. Rekomendasi CAMBRA untuk usia 6 tahun


keatas (Featherstone dkk., 2007)
D. Caries-Risk Assessment Tool (CAT) The American Academy of
Pediatric Dentistry
Penilaian risiko karies (CRA) adalah penentuan kejadian karies (yaitu
jumlah dari kavitas baru atau lesi) selama jangka waktu tertentu atau adanya
perubahan dari ukuran atau aktivitas lesi yang sudah ada. The American
Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) menyatakan bahwa penilaiaan dan
manajemen risiko karies dapat membantu dokter dalam memberikan
pengobatan berdasarkan risiko karies dan kepatuhan pasien serta merupakan

20

elemen penting dari perawatan klinis modern untuk bayi, anak-anak dan
remaja. Penilaian risiko karies berfungsi untuk:
1. Mengobati proses penyakit bukan hasil dari penyakit.
2. Memberikan pencegahan tentang faktor-faktor penyakit yang bersifat
individual.
3. Membedakan, memilih, dan menentukan frekuensi perawatan preventif
dan restoratif untuk pasien.
4. Mengantisipasi perkembangan karies atau stabilisasinya.
Pada saat ini penilaian risiko karies melibatkan kombinasi faktor seperti diet,
penggunaan fluoride, host dan mikroorganisme. Selain kombinasi faktor di
atas juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan perilaku.
Menurut The American Academy of Pediatric Dentistry (2014) terdapat
tiga besar indikator karies untuk penilaian risiko karies pada anak, yaitu:
Indikator
Risiko
Karies
Kondisiklinis

Risiko

Risiko

Risiko

rendah

Sedang

tinggi

- Tidak ada yng karies


24

selama
bulan

terakhir
- Tidak

ada

demineralisai
enamel (karies
enamel

white

spot lesion)
- Tidak dijumpai
plak, tidak ada
gingivitis

Ada

karies - Ada

selama 24 bulan
terakhir
- Terdapat

karies

selama 12 bulan

terakhir
satu - Terdapat

satu

area

area

demineralisai

demineralisasi

Enamel (karies

enamel

(karies

enamel

enamel

white

white

spot lesion)
-Gingivitis

spot lesion)
- Secara radiografi
dijumpai

karies

enamel
- Dijumpai

plak

pada

gigi

anterior
- Banyaknya
jumlah

S.

Mutans
21

- Menggunakan
Karakteristik
Lingkungan

alat ortodontik
yang
Penggunaan

- Keadaan optimal - Keadaan


dari penggunaan

suboptimal

fluor

pengguna fluor suboptimal

sistemik

secara
dan

topikal
- Mengkonsumsi
sedikit gula atau
makanan

topikal fluor yang

secara

sistemik

dan

optimal

- Sering memakan
gula

atau

pada

makanan

yang

penggunaan

sangat

yang

topikal aplikasi
berhubungan
erat - Sesekali
(satu
dengan karies
dengan
atau dua) di
di antara waktu
permulaan karies antara
waktu
makan
terutama
pada makan terkena
- Status
sosial
saat makan
gula simpel atau
ekonomi
yang
Status sosial
makanan yang
rendah
ekonomi
yang
sangat
- Karies aktif pada
tinggi
berpotensi
ibu
Kunjungan
- Jarang ke dokter
menyebabkan
berkala ke dokter
gigi
terjadinya karies
gigi secara teratur
- Status
sosial
berkaitan

ekonomi
menengah
- Kunjungan
berkala

ke

dokter gigi tidak


teratur
Keadaan

Anak-anak

kesehatan

dengan

umum

membutuhkan
pelayanan
kesehatan khusus

22

- Kondisi yang
mempengaruhi
aliran saliva
Berikut ini adalah table formulir CAT (Caries-risk Assessment Tool),
formulir ini digunakan untuk membantu tenaga kesehatan gigi, dokter dan
tenaga kesehatan nondental untuk mentukan tingkat risiko karies pada bayi,
anak-anak, dan remaja (AAPD, 2014).

Tabel 1. Formulir Caries-risk Assessment Tool untuk anak usia 0-3 tahun
23

Tabel 2. Formulir Caries-risk Assessment Tool untuk anak usia 0-5 tahun

24

Gambar 3. Formulir Caries-risk Assessment Tool untuk

anak usia lebih dari 6 tahun


Gambar 4. manajemen karies untuk usia 1-2 tahun

Gambar 5. manajemen karies untuk usia 3-5 tahun

25

Gambar 6. manajemen karies untuk usia diatas 6 tahun


Protokol manajemen klinis merupakan dokumen yang dirancang untuk
membantu dalam pengambilan keputusan klinis dan memberikan kriteria
mengenai diagnosis dan tindakan yang akan dilakukan dalam melakukan
perawatan (AAPD, 2014).
E. Traffic Light Matrix (TL M)
Menurut Mount dan Hume (2004) traffic light matrix atau TL M adalah
metode atau sistem pertama yang didasarkan pada penilaian risiko yang telah ada
termasuk penilaian dari motivasi dan gaya hidup pasien. Metode ini tidak
diciptakan untuk memprediksi karies melainkan bertindak sebagai suatu sistem
peringatan dini yang memberitahu dokter atau dental hygienist terhadap adanya
26

faktor risiko yang mampu mengubah lingkungan mulut. Metode ini didesain
untuk membantu dokter atau dental hygienist untuk memilih perawatan yang
sesuai untuk pasien secara individual berdasar pada profil risiko personal yang
paling baru. Metode ini meneliti 5 faktor risiko dengan 16 subfaktor dan
menggunakan skor seperti traffic light atau lampu lalu lintas yakni merah, kuning
dan hijau yang merupakan elemen pertama dan penilaian setiap faktor risiko
ditentukan dengan kriteria yang telah diciptakan. Kelima faktor dan 16
subfaktornya serta cara penilaiannya adalah sebagai berikut
a. Saliva
1. Kemampuan Kelenjar Saliva Minor untuk Memproduksi Saliva.
Cara penilaiannya adalah dengan menggulung bibir bawah kearah
luar dan dikeringkan dengan kassa. Kemudian pastikan waktu yang
dibutuhkan tetesan saliva muncul. Tempelkan selembar kertas tisu
untuk memudahkan dalam melihat tetesan saliva.

.
Gambar a

Gambar b

Gambar a. Tetesan salva yang mulai muncul. b. tetesan saliva dengan


bantuan tisu
Kriterianya adalah jika saliva terbentuk lebih dari 60 detik maka warna
merah, warna kuning jika membutuhkan waktu 3060 detik dan warna
hijau jika membutuhkan waktu kurang dari 30 detik.

27

2. Konsistensi Saliva tanpa Stimulasi


Cara menilainya adalah dengan meminta pasien berhenti
mengunyah selam 30 detik, kemudian minta pasien untuk menyentuh
palatum dengan ujung lidahnya, lihat kondisi mukosa dasar mulut dan
kondisi saliva. Lakukan web test dengan menarik saliva menjadi
seperti tali atau jarring. Saliva normal dapat ditarik menjadi seperti
sebuah tali sampai dengan 25 cm sedangkan jika xerostomia bisa
sampai 15 cm. Kriterianya adalah merah untuk konsistensi saliva
lengket, berbusa, berwarna putih, perlu dilakukan tes web. Kuning
untuk konsistensi saliva putih, berbusa, jika gelas dimiringkan saliva
mengalir perlahan. Hijau untuk konsistensi saliva bening, cair, tidak
berbusa.

3. pH Saliva tanpa Stimulasi


Penilaian pH saliva dilakukan dengan cara mengumpulkan
contoh saliva dengan meminta pasien meludah ke dalam wadah plastik
lalu taruh kertas pengukur pH ke dalam saliva, setelah 10 detik periksa
28

level keasaman dengan menyamakan warna kertas dengan instruksi


pabriknya.

Warna merah untuk pH = < 5.8, warna kuning untuk pH = 5.8 6.8
dan warna hijau untuk pH = > 6.8.
4. Aliran Saliva dengan Stimulasi
Langkahlangkah pemeriksaan dengan meminta pasien mengunyah
sepotong wax yang tidak berasa selama 5 menit lalu minta pasien
membuang ludahnya ke dalam gelas ukur dan lihat jumlahnya.

Warna merah untuk saliva < 3.5 ml setelah 5 menit, kuning untuk
volume saliva = 3.55 ml setelah 5 menit dan hijau untuk > 5ml
setelah 5 menit.
5. Kemampuan Buffer Saliva dengan Stimulasi
Cara menguji buffer saliva adalah dengan saliva yang diambil
ketika mengukur aliran saliva, siapkan strip test dan tetesi dengan
saliva. Jika terdapat kelebihan saliva, miringkan strip test 900 tunggu
selama 5 menit lalu bandingkan warna strip dengan petunjuk pabrik.

29

Merah dari 0-5 gc; Kuning 6-9 gc; Hijau 10-12 gc


b. Diet
1. Jumlah Paparan Gula Per Hari
Adalah jumlah makanan yang mengandung gula yang dikonsumsi
disela makan besar.
2. Jumlah Paparan Asam Per Hari
Adalah jumlah minuman atau makanan yang bersifat asam yang
dikonsumsi setiap hari.

Cara menilai kedua jenis faktor ini adalah dengan meminta pasien
menulis apa saja yang masuk ke dalam mulut mereka selama 5 hari
lalu diratarata perhari jumlah makan yang mengandung gula dan
makanan yang asam yang dikonsumsi. Selanjutnya sesuaikan
jumlahnya dengan tabel di atas.
c. Fluorid
1. Riwayat Paparan Fluorid
30

Fluor memberikan perlindungan melawan karies pada tiga level:


meningkatkan resistensi email dari demineralisasi, menambah persediaan
ionion untuk remineralisasi dan mengganggu aktivitas metabolisme
bakteri dalam plak. Penilaiannya adalah warna merah jika tidak terpapar
fluor baik dari air minum terfluoridasi maupun pasta gigi berfluor, warna
kuning jika terpapar fluor dengan salah satu cara yakni air minum atau
pasta gigi sedangkan warna hijau terpapar fluor dari air minum
terfluoridasi dan pasta gigi.

d. Biofilm oral
1. Pewarnaan
Pewarnaan dilakukan dengan disclosing solution
2. Komposisi
Komposisi bakteri dapat dihitung dengan cara sampel saliva, taruh
strip pada saliva kemudian masukkan NaHCO 3 ke dalam saliva lalu di
inkubasi selama 48 jam lalu keluarkan strip dan baca sesuai petunjuk
pabrik.

3. Aktivitas

31

Penilaiannya dengan cara mengoleskan bahan pewarna khusus diarea


permukaan gigi. Warna merah jika terdapat pewarnaan biru dan warna
hijau jika hanya terdapat pewarnaan warna merah.

Untuk pH plak diukur dengan cara plak diambil dari gigi pasien
menggunakan disposable plaque collection instrument. Kemudian plak
dicelupkan ke dalam cairan indikator selama satu detik dan setelah 5
menit diamati perubahan warnanya. Sesuaikan perubahan warna
dengan indikator kit.

e. Faktor Modifikasi
Penilaian dilakukan dengan cara wawancara dengan pertanyaanpertanyaan yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu:
1. Status Dental Dahulu dan Sekarang
Ada tidaknya lesi karies aktif seperti white spot dan ada tidaknya
tumpatan.
2. Status Medis Dahulu dan Sekarang
Ada tidaknya penyakit yang menyebabkan fungsi saliva menurun atau
pengobatan yang sedang dijalani yang dapat menyebabkan penurunan
jumlah dan fungsi saliva.
3. Keluhan
4. Gaya Hidup
Gaya hidup yang dalam hal ini adalah perilaku seseorang seharihari
dapat mempengaruhi kondisi kesehatan orang tersebut.
5. Status Sosial Ekonomi
32

Status sosial dan ekonomi seseorang dapat mempengaruhi pola pikir


dan perilaku kesehatan orang tersebut.

Elemen kedua dari metode ini adalah matriks yang didesain dengan tujuan
menilai status penyakit pasien yang sedang diderita saat ini dan perilaku untuk
menjaga kesehatan gigi mereka sendiri.

CARA PENARIKAN KESIMPULAN

Gambar 39. Penarikan Kesimpulan

33

Penarikan kesimpulan dilakukan perkategori. Kondisi seseorang dikatakan


baik jika dominan warna hijau dan dikatakan buruk jika dominan warna merah.
Rekomendasi pencegahan karies sesuai dengan faktor risiko karies seseorang
1. Biofilm Kariogenik
Jika terdapat biofilm yang kariogenik solusinya adalah dengan
menurunkan tingkat bakteri dengan pemeliharaan oral hygiene yang baik
atau dengan chlorhexidine, atau juga dengan meningkatkan pH saliva agar
tidak asam, meningkatkan paparan fluoride.
2. pH Saliva
jika pH saliva cenderung asam dapat dilakukan peningkatan pH saliva
dengan perubahan gaya hidup, mengunyah permen karet tanpa gula, dan
hydrasi.
3. Aliran Saliva
Jika aliran saliva rendah bisa ditingkatkan dengan hydrasi, perubahan gaya
hidup dan juga dapat mengunyah permen karet tanpa gula.
4. Kapasitas Buffer
Kapasitas buffer bisa ditingkatkan dengan mengunyah permen karet tanpa
gula.
F. Kariogram
Kariogram adalah gambar grafis yang mengilustrasikan dengan cara yang
interaktif mengenai risiko pasien atas perkembangan karies baru di beberapa poin
di masa depan (Vishnani dan Anup, 2014).

Secara bersamaan, kariogram

menampilkan ukuran dimana faktor etiologi dari karies mempengaruhi risiko


karies bagi pasien tertentu (Vishnani dan Anup, 2014).
Tujuan kariogram menurut Vishnani dan Anup (2014), yaitu:
1. Untuk menentukan risiko karies secara grafis yang ditampilkan dengan
mengedepankan kesempatan untuk menghindari risiko karies baru di masa
depan.
2. Untuk menunjukan sejauh mana faktor yang berbeda mempengaruhi
kesempatan ini.
3. Untuk mendorong pengukuran preventif untuk diperkenalkan sebelum
kavitas baru berkembang.
Maksud dibuatnya kariogram menurut Vishnani dan Anup (2014) yaitu:

Mengilustrasikan faktor yang berhubungan dengan interaksi karies.


34

Mengilustrasikan kesempatan untuk menghindari karies.


Menyatakan risiko karies grafis.
Direkomendasikan untuk aksi preventif.
Dapat digunakan di klinik.
Dapat digunakan sebagai program edukasi.

Menurut Brathall, dkk. (2004) bahwa kariogram berbentuk diagram lingkaran


yang terdiri dari 5 sektor, yaitu hijau, biru tua, merah, biru muda dan kuning yang
mengindikasi perbedaan kelompok faktor yang berkaitan dengan karies gigi.

Sektor hijau menampilkan penilaian mengenai peluang untuk menghindari

terbentuknya karies baru.


Sektor biru tua merupakan sektor tentang diet. Sektor ini berdasarkan atas

kombinasi kandungan atau isi diet dan frekuensi diet.


Sektor merah, yaitu sektor yang menggambarkan tentang bakteri. Sektor
ini berdasarkan atas kombinasi kuantitas plak dan bakteri streptococcus

mutans.
Sektor biru muda merupakan sektor tentang kerentanan yang didasrakan
atas kombinasi program fluridasi, sekresi saliva, dan kapasitas buffer

saliva.
Sektor kuning merupakan keadaan yang berdasarkan pada pengalaman
karies masa lalu dan hubungan penyakit.

Langkah penggunaan kariogram menurut Bratthal, dkk., (2004) :


1. Start Program
Program kariogram hanya dapat digunakan pada komputer berbasis
Windows. Komputer harus memiliki layar berwarna. Setelah mengunduh

35

program kariogram ikuti petunjuk, dan mulai program kariogram dengan


mengklik simbol kariogram pada komputer.
2. Petunjuk
Beberapa petujuk dan informasi yang terdapat pada program yang akan
muncul beberapa saat setelah program dijalankan.
3. Fungsi

Ada beberapa fungsi yang terdapat pada ujung kiri layar program , yaitu :
1. Exit
: untuk keluar dari program
2. New
: untuk membuat lembar kerja baru
3. About : untuk mendapatkat keterangan tentang program
4. Help
: untuk mendapatkan informasi cara menjalankan program
5. Note
: untuk mendaftar dan menulis komentar pasien.
6. Rekomendasi secara umum: untuk mengetahui tindakan preventif dan
klinis yang dapat dilakukan berdasarkan nilai yang telah dimasukkan.
7. Cetak
: untuk mencetak kariogram.
4. Pendaftaran Pasien
Klik note pada fungsi program dan isi identitas pasien. Program akan
menunjukkan seperti gambar dibawah ini:

36

5. Perbedaan Warna Sektor


Pada layar akan tampak perbedaan warna sektor kariogram yang masingmasing menggambarkan faktor yang berhubungan dengan karies.

Hijau: Kesempatan untuk mencegah karies


Biru tua: Diet
Merah: Bakteri
Biru Muda: Kerentanan
Kuning: Keadaan lain yang berpengaruh

6. Pengaturan untuk Negara atau Daerah


Faktor risiko karies pada setiap negara atau daerah berbeda-beda
tergantung latar belakangnya. Ada beberapa pilihan untuk menentukan

37

tingkat risiko karies suatu negara atau daerah , yaitu sedang, rendah, dan
risiko tinggi.

7. Pengaturan Kelompok
Seorang pasien kemungkin dikategorikan dalam kelompok risiko yang
lebih tinggi atau lebih rendah berhubungan dengan populasi umum di
daerah tersebut.

8. Pemberian Skor pada Faktor-faktor yang Berbeda


Untuk membuat kariogram kita harus memberi skor (0-2) atau (0-3)
sedikitnya tujuh dari sepuluh parameter yang sesuai dengan kriteria pasien
pada kotak kosong dengan mengklik tanda panah ke atas atau ke bawah.

Memasukkan skor yang relevan dengan cara menggunakan tanda panah


naik atau turun dengan mengatur skor 0-3 atau 0-2 tergantung dari batas
38

maksimum skor. Ketika minimal 7 program dimasukkan maka kariogram


akan muncul. Untuk skor Clinical Judgement otomatis akan muncul angka
1 sebagai standar umum.
Kesempatan untuk Menghindari Lubang atau sektor hijau akan
muncul dengan nilai antara 0% sampai 100%. Situasi yang diinginkan
pasien adalah sektor hijau dalam kariogram berukuran besar. Sektor hijau
dengan persentase 75% atau lebih akan mengindikasikan kesempatan yang
sangat baik untuk menghindari lubang baru di tahun yang akan datang,
jika kondisi tidak mengalami perubahan. Sektor hijau dengan persentase
25% atau kurang mengindikasikan risiko karies yang sangat tinggi.
9. Rekomendasi untuk Pasien
Serangkaian saran bisa dilihat setelah data angka yang diinput ke dalam
perangkat lunak dan kariogram telah tampak di tengah layar dengan
mengklik ikon, Preliminary Interpretation di pojok kiri atas. Perlu
dicermati bahwa yang diterangkan hanya saran, tidak menggambarkan
keseluruhan kemungkinan. Pemeriksa kondisi pasien dengan kariogram
secara bijak harus memutuskan apakah tindakan yang disarankan atau
tidak disarankan akan dilanjutkan atau tidak.

10. Cetak
Pilihan untuk mencetak dibagi menjadi dua, hitam-putih dan berwarna.
Data yang ingin dicetak pun bisa dipilih:
Kariogram dan catatan yang disertakan.
Preliminary Interpretation dan pengukuran kondisi pasien.
Data registrasi pasien yang dimasukan akan dicetak bersamaan dengan
Preliminary Interpretation untuk menghindari tercampurnya dengan data
39

pasien lain. Sebagai pengingat sebelum mencetak, sebaiknya memasukan


nama pasien, nomor KTP, dan tanggal pemeriksaan untuk setiap pasien.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang dinilai dalam kariogram menurut Brathall,
dkk. (2004) yaitu:
1. Pengalaman Karies
skor
penjelasan
0 = tidak ada karies dan tidak ada Bebas dari karies, tidak pernah
tambalan

ditambal, tidak ada kavitas atau

1 = Lebih baik daripada normal

gigi hilang karena karies.


Status lebih baik dari normal,
untuk kelompok umur di area

2 = Normal untuk kelompok umur

tersebut
Status normal untuk kelompok

3 = Lebih buruk daripada normal

umur tersebut
Status lebih buruk dari normal,
atau beberapa karies-lesi baru
sejak tahun lalu

2. Hubungan dengan Penyakit umum


0 = Tidak ada penyakit

Tidak ada tanda penyakit umum yang


penting berkaitan dengan karies gigi.

ringan

Penyakit/kondisi,

Pasien dinyatakan sehat.


tingkat Penyakit umum yang secara langsung
bias mempengaruhi proses karies,
atau

kondisi

lain

yang

bias

berkontribusi pada karies berisiko


40

tinggi,

seperti

pandangan

mata

melemah, dan tidak mampu untuk


bergerak.
Pasien mungkin perlu berbaring di

2 = Tingkat parah

tempat

tidur

atau

membutuhkan

pengobatan lanjutan, sebagai contoh


mempengaruhi sekresi saliva
3. Diet
a. Kandungan diet
0

karbohidrat

fermentasi Karbohidrat fermentasi sangat rendah,

sangat rendah

diet yang sangat baik berdasarkan


sudut pandang pasien. Gula dan
karbohidrat penyebab karies pada
tingkat yang sangat rendah. Kelas
lactobacillus

karbohidrat

yang

lebih

rendah

dibutuhkan untuk meencapai nol.


fermentasi Karbohidrat fermentasi sangat rendah,

rendah, diet non-kariogenik

diet non-kariogenik, diet yang baik


berdasarkan perspektif karies. Gula
dan

karbohidrat

tingkat
2

karbohidrat

yang

penyebab

rendah.

Diet

pada
bagi

kelompok yang sudah diberitahukan.


fermentasi Karbohidrat fermentasi menengah.

menengah

Diet dengan kandungan gula dan


karbohidrat penyebab karies yang

relative tinggi.
3 = konsummsi diet karbohidrat Diet yang tidak layak dari perspektif
fermentasi tinggi yang tidak karies. Konsumsi gula dan karbohidrat
layak
b. Frekuensi

penyebab karies yang tinggi.

0 = Maksimal 3 makanan per Frekuensi konsumsi diet yang sangat


hari (termasuk jajanan)

rendah, maksimal 3 kali per 24 jam


41

1 = Maksimal 5 makanan per Frekuensi konsumsi diet yang rendah,


hari
maksimal 5 kali per 24 jam
2 = Maksimal 7 makanan per Frekuensi konsumsi diet yang tinggi,
hari
maksimal 7 kali per 24 jam
3 = Lebih dari 7 makanan per Frekuensi konsumsi diet yang sangat
hari

tinggi, lebih dari 7 kali per 24 jam

4. Plak
a. Jumlah plak
0 = higienitas mulut yang sangat Tidak ada plak, seluruh permukaan
baik, PI < 0.4

gigi sangat bersih. Pasien yang sangat


sadar akan higienitas mulut yang
menggunakan

sikat

gigi

dan

pembersih bagian interdental.


1 = Higienitas mulut yang baik, Biofilm pada plak melekat pada
PI = 0.4-1.0

margin gingiva bebas dan area yang


berdekatan pada gigi. Plak biasanya
terlihat

dengan

menggunakan

disclosing atau menggunakan probe


pada permukaan gigi
2 = Higienitas mulut yang Akumulasi dari debris di tingkat
kurang baik, PI = 1.1-2.0

menengah yang bisa dilihat dengan

mata telanjang.
3 = Higienitas mulut yang Berlebihnya jaringan lunak di kantong
buruk, PI > 2.0

gingiva

dan/atau

pada

gigi

dan

gingiva margin. Pasien tidak tertarik


untuk

membersihkan

gigi

atau

memiliki kesulitan membersihkan.


b. Streptokokus Mutans
0 = Strip mutan kelas 0

Jumlah

streptococci

dalam

saliva

sangat rendah atau nol. Hanya skeitar


5% dari permukaan gigi yang didiami
oleh bakteri.
42

1 = Strip mutan kelas 1

Tingkat streptococci yang rendah di


dalam

2 = Strip mutan kelas 2

Sekitar

20%

dari

permukaan gigi didiami oleh bakteria.


Tingkat streptococci yang tinggi di
dalam

3 = Strip mutan kelas 3

saliva.

saliva.

Sakitar

60%

dari

permukaan gigi didiami oleh bakteri.


Tingkat streptococci yag sangat tinggi
di dalam saliva. Lebih dari 80%
permukaan gigi didiami oleh bakteri.

c. Program Fluoride
0 = menerima program fluoride

Pasta gigi fluoride ditambah

yang maksimal

penggunaan seperti tablet atau

1 = tambahan pengukuran F

rinsing dan varnish.


Pasta gigi fluoride ditambah tablet
atau rinsing dan varnish jarang-

2 = hanya pasta gigi fluoride

jarang.
Hanya pasta gigi fluoride, tanpa

3 = menghindari fluoride atau

suplemen
Menghindari fluoride, tidak

tanpa fluoride

menggunakan pasta gigi fluoride


atau fluoride measures lain

d. Jumlah Sekresi Saliva


0 = sekresi saliva normal

Sekresi saliva normal, lebih dari 1.1

1 = rendah, 0.9-1.1 ml saliva

ml terstimulasi per menit


Rendah, dari 0.9 sampai kurang dari

terstimulasi/menit
2 = rendah, 0.5-0.9 ml saliva/menit

1.1 ml saliva terstimulasi per menit


Rendah, dari 0.5 sampai kurang dari

3 = sangat rendah, xerostomia, <0.5

0.9 ml saliva terstimulasi per menit


Sekresi saliva sangat rendah, mulut

ml

kerin, kurang dari 0.5 ml saliva per


menit

e. Kapasitas Buffer Saliva


43

0 = Cukup, Dentobuff biru


1 = Dikurangi, Dentobuff hijau
2 = Rendah, Dentobuff kuning

Normal atau kapasitas buffer baik


Kapasitas buffer kurang baik
Kapasitas buffer rendah

f. Pemeriksaan Klinis
0 = Lebih positif dibandingkan Total impresi dari situasi karies
dengan apa yang ditampilkan oleh termasuk faktor sosial memberikan
kariogram berdasarkan nilai yang pandangan yang positif, lebih positif
dimasukan.

daripada yang diindikasikan dalam


kariogram.

Pemeriksa

cenderung

akan membuat sektor hijau lebih


besar

untuk

meningkatkan

kesempatan menjauhi karies bagi


pasien.
1 = Risiko berdasarkan nilai lain Total impresi dari situasi karies
yang dimasukan

termasuk faktor sosial memberikan


pandangan bahwa sejalan dengan apa
yang hasil tes dan faktor lain
diindikasikan dan diberi poin-poin
seperti risiko karies yang sama di
dalam kariogam. Pemeriksa tidak
memiliki

banyak

alasan

untuk

mengubah evaluasi yang terbangun


di dalam program.
2 = lebih buruk daripada yang Total impresi dari situasi karies
ditampilkan

kariogram termasuk faktor sosial, menunjukan

berdasarkan nilai yang dimasukan.

arah

peningkatan

Kurang

baik

bila

risiko

karies.

dibandingkan

dengan hasi tes dan faktor lain


indikasikan. Pemeriksa cenderung
akan membuat sektor hijau lebih
kecil

yang

digunakan

untuk

mengurangi kesempatan menghindari


44

karies.
3 = risiko karies sangat tinggi, Total impresi dari situasi karies
pemeriksa yakin bahwa karies termasuk faktor sosial sangat buruk.
akan berkembang, terlepas dari Pemeriksa sangat yakin bahwa karies
nilai yang dimasukan ke

akan terjadi di tahun yang akan

kariogram.

datang dan menginginkan agar sektor


hijau menjadi minimal, terlepas apa
yang ditunjukan oleh kariogram.
Pemeriksa

mengesampingkan

estimasi yang ada di dalam program.

G. Simulator Irenes Donut


Program ini dimaksud menyadarkan orang tua murid atau murid tentang
faktor risiko karies; memberikan menu tentang cara mengatasi penyakit karies.
Dengan demikian diharapkan dapat memberdayakan masyarakat untuk mandiri.

45

Simulator Risiko Karies Irenes Donut


1. Pengertian
Simulator Risiko Karies (Donut Irene) adalah suatu program interaktif
dalam bentuk program komputer atau versi manualnya yang terdiri 20
buah pertanyaan yang ditujukan kepada orang tua tentang pengetahuan,
sikap dan praktik dari orang tua itu sendiri serta kebiasaan anak yang
berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut. Dengan mengisi faktorfaktor risiko terkait perilaku anak, kondisi kesehatan gigi anak,
kondisi/lingkungan ibu dan anak, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu
(orang tua anak), maka program akan menampilkan gambaran besar risiko
anak terhadap kemungkinan karies gigi. Program juga akan menawarkan
menu apa yang dapat dilakukan orang tua anak/anak untuk mengurangi
risiko karies, dan dapat dibawa sebagai pegangan untuk tindak lanjut
dirumah.
2. Tujuan
a. Memberikan pemahaman tentang faktor-faktor risiko karies sejak dini.
b. Memberikan pemahaman tentang cara men cegah karies gigi.
c. Memberikan gambar visual besar risiko karies yang dihadapi dan
kemungkinan perbaikannya.
d. Memberdayakan orang tua anak (masyarakat sekolah) untuk
pemeliharaan kesehatan gigi anak.
46

3. Indikasi
a. Untuk dipresentasikan kepada orang tua murid TK/SD kelas 1 pada
awal pelajaran baru sebagai pengenalan program UKGS Inovatif
b. Untuk menggerakkan peran serta orang tua murid secara individual
(atau kelompok 5 orang) pada anak dengan kondisi karies parah
(misalnya 5% dari kondisi anak terparah 25 atau dengan ketentuan
anak tersebut gigi tetapnya telah ada yang karies atau anak tersebut
mempunyai karies gigi susu lebih dari 8 gigi). Pada dasarnya peran
orang tua terhadap kesehatan gigi anaknya seusia TK/SD kelas I sangat
menentukan.
4. Instrumen
a. Flipchart Simulator Risiko Karies Donut Irene versi manual / versi
Komputer.
Formulir/status pemeriksaan kesehatan gigi anak.
Lembar kerja/rapor gigi.
Set pemeriksaan pH biofilm.
Kaca mulut.
5. Penatalaksanaan simulator risiko karies dan posisi operator.
Persiapan :
a. Tabulasi hasil pemeriksaan gigi anak kelas I
b. Pilih anak dengan kriteria parah (anak dengan gigi tetapnya telah
b.
c.
d.
e.

mengalami karies atau anak yang mempunyai karies gigi susu lebih
dari 8 gigi).
c. Siapkan Instrumen simulator risiko karies/alat tulis
Pelaksanaan :
1) Ibu dan anak serta operator duduk menghadap komputer/ipchart.
2) Jalankan program dan lakukan seperti yang diminta program dengan
mengisi data yang diperlukan.
3) Mengambil sampel plak untuk diperiksa derajat keasamannya
Sampel biofilm diambil dari salah satu gigi anterior atas (elemen gigi
51 atau 61) menggunakan stik plastik sekali pakai. Lalu, sampel
biofilm dicelupkan ke dalam larutan sukrosa (larutan A) dan stik
segera ditaruh pada pad untuk menunggu 5 menit. Setelah 5 menit,
perubahan warna yang terjadi pada biofilm dicocokkan dengan warna
pada tabel dari manufaktur untuk menentukan derajat keasaman (pH)
biofilm.

47

Gambar : Urutan pemeriksaan indikator pH biofilm.


4) Tanyakan setiap pertanyaan yang ditampilkan program.
5) Pada saat memeriksa white spot/sur hitam ajak ibu melihat juga
kondisi gigi anaknya.
6) Bila semua telah selesai diisi tunjukkan gambaran tingkat risiko
karies.
7) Tawarkan antisipasi (menu) yang dapat dilakukan dan tunjukkan
perubahan risiko yang tergambar
8) Pada hasil wawancara tunjukkan apa yang harus dilakukan sebagai
pekerjaan rumah.
Penyelesaian:
1)

Catat/kompilasi hasil isian Donut Irene (faktor yang jadi bersamaan,


faktor yang dapat diantisipasi, besar risiko sebelum dan sesuadah

2)

antisipasi).
Lakukan tindakan surface protection/terapi remineralisasi (dilakukan

3)
4)

di sekolah atau dirujuk sesuai kemampuan).


Lakukan evaluasi pengisian PR dan analisis keberhasilannya.
Lakukan diskusi untuk meningkatkan peran serta orang tua dalam

pemeliharaan gigi anaknya.


6. Rekomendasi Simulator untuk Intervensi
Faktor risiko dalam simulator dikelompokkan sebagai berikut.
48

1) Kebiasaan/pola hidup anak, yaitu pertanyaan no 1 sampai dengan 5.


Rekomendasi yang diberikan adalah mengubah kebiasaan/pola hidup
yang jelek sesuai dengan besarnya (skor).
2) Pertanyaan no. 6 sampai dengan 10 adalah faktor risiko sebagai
faktor predisposisi yang tidak dapat diubah. Untuk menghadapi
kondisi

ini,

perlu

intervensi peningkatan kesehatan umumnya

maupun kesehatan gigi anak khususnya.


3) Pertanyaan no. 11 sampai dengan 13 adalah faktor risiko dari kondisi
gigi anak melalui pemeriksaan oleh dokter gigi. Keadaan ini
perlu intervensi berupa tindakan oleh dokter gigi.
Berikut ini adalah saran-saran dan daftar monitor kegiatan ibu yang akan
keluar sesuai dengan faktor risiko.
FAKTOR RISIKO

DAFTAR

SARANSARAN

MONITOR

KEGIATAN IBU
pemberian Mengangkat bibir atas

Mengingat

ASI melebihi 1 tahun, dan


terutama pemberian di memeriksa gigi depan
tengah
berisiko
LAMA ASI

malam,

maka atas

dan

gigi

depan

menyebabkan bawah,

untuk

gigi berlubang, karena memastikan tidak ada


itu perlu perhatian lebih lagi
besar

untuk

gigi

anak

yang

upaya berlubang.

pemeliharaan
kebersihan mulut dan
gigi.
Perhatikan bahwa gigi Bersihkan daerah gigi
tetap

akan

mulai yang

akan

tumbuh

tumbuh. Gigi tetap yang dengan kapas basah.


UMUR

akan

mulai

tumbuh

adalah gigi depan atas


dan bawah, serta gigi
paling belakang.
49

Anak yang diasuh oleh Membantu

anak

keluarga sendiri harus menggosok gigi pada


PENGASUHAN

lebih
diperhatikan.

malam

hari

sebelum

Pastikan tidur

anak menggosok gigi


sebelum tidur malam.
Tingkatkan pengetahuan Untuk anak 2 tahun ke
dan sikap ibu mengenai

atas gunakan

kesehatan gigi anak.

pasta gigi sedikit saja,

TOTAL

seukuran

PENGETAHUAN

kacang polong. Untuk 2

dan SIKAP

tahun ke
bawah, pasta gigi hanya
dioleskan
Kurangi

tipis.
frekuensi Batasi frekuensi minum

minum soft drink karena soft


keasamannya
SOFT-DRINK

menyebabkan

drink

maksimal

sekali seminggu
mineral

gigi mudah
larut (lubang).

FREKUENSI SUSU

Biasakan

anak Tidak memberikan susu

berkumur

setelah di tengah waktu tidur

minum susu.

malam.

Hindari pemberian susu


ditengah;tengah waktu

LAMA SUSU BOTOL

tidur malam.
Latih

anak Memastikan

anak

menggunakan gelas jika minum susu dan juice


minum susu

menggunakan gelas.

atau sari buah yang


50

manis
Batasi makanan manis Mengganti

permen

pada anak. Misalnya, dengan aktivits bermain.


SUKA PERMEN

membuat aturan bahwa


permen,

coklat,

jelly,

snack hanya diberikan


pada hari libur.
Latih anak untuk tidak Mengusahakan
mengemut makanannya.
NGEMUT

Periksa apakah ada gigi

MAKANAN

yang

sakit

anak

tidak ngemut makanan.

sehingga

anak

DISKOLORASI
FISUR

malas mengunyah.
Perlu dilakukan surface Pergi ke dokter gigi
& protection/ proteksi untuk
gigi.
Pelu

gigi

anak.
dilakukan Mengoleskan CPPPACP

profilaksis

dengan (Krim

CPPPACP (Krim
WHITE SPOT

melapisi

Calcium&Phosphat) 2x

Calcium & Phosphat). sehari.


Gigi

dengan

bercak

putih jika
dibiarkan akan segera
menjadi lubang.
Perlu minum air putih Memastikan

anak

yang cukup, sikat gigi minum cukup air putih.


sebelum tidur malam,
PH BIOFILM

oleskan

CPPPACP

(Krim
Calcium&Phosphat) 2x
ADA GIGI

sehari.
Perlu penambalan gigi

BERLUBANG

yang belubang.
51

ATAU TIDAK

Contoh Rekomendasi
H. Previser Oral Health Risk Assessment software
PreViser adalah software yang berbasis website yang secara akurat
menggambarkan risiko penyakit mulut, tingkat keparahan penyakit periodontal
dan kebutuhan restoratif, dan pengobatan atau intervensi pencegahan yang
dianggap dapat mengoptimalkan kesehatan pasien. PreViser adalah software yang
berbasis website untuk memprediksi penyakit umum pada rongga mulut,
khususnya untuk memprediksi periodontitis, karies, dan kanker (PreViser, 2008).
Skor ini disampaikan dalam laporan pasien yang berwarna-warni dan
menggambarkan risiko sebagai angka 1-5 dan tingkat keparahan penyakit sebagai
nilai numerik 1-100,

52

(PreViser, 2008).
PreViser merupakan bagian dari OHIS (Oral Health Information System).
PreViser terdiri dari tiga bagian, yaitu Periodontal Assessment Tool (PAT), Caries
Risk Tool dan Oral Cancer Risk Tool. Pertanyaan pada software previser
mencakup tentang kesehatan gigi dan mulut meliputi kebersihan mulut, diet,
program flouridasi dan penggunaan alat ortodontik. Risiko karies dihitung oleh
komputer dari pertanyaan khusus untuk pasien, yang menghasilkan penilaian yang
konsisten dan obyektif. Alat ini secara otomatis memilih versi penilaian risiko
yang benar berdasarkan usia pasien dan erupsi gigi. Setiap versi berisi 8 sampai
18 pertanyaan, kemudian dari centang beberapan pilihan sesuai dengan jawaban
pasien. Kategori risiko karies pada sistem PreViser terdiri dari tiga kategori, yaitu
risiko rendah, sedang dan tinggi
Manfaat menggunakan PreViser, antara lain:
1. Menggunakan PreViser menunjukan kesadaran dan kepedulian pasien
terhadap kesehatan mulutnya.
2. Menggunakan PreViser akan menghemat waktu dengan meningkatkan
komunikasi antara hygienist dan pasien, serta antara dokter gigi dan
hygienist.
3. Menggunakan PreViser dapat mengidentifikasi hampir keseluruhan
penyakit mulut pasien serta memberitahu kebutuhan pengobatan yang
dibutuhkan, dan melindungi dokter gigi dari tuntutan atau klaim atas
kegagalan diagnosis dan perawatan.
Menurut Martin (2011) berikut adalah cara mengoperasikan PreViser:
1. Apabila dokter gigi belum mempunyai akun maka sebelumnya membuat
akun PreViser melalui situs www.previser.com/free.

53

2. Setelah memiliki akun, kemudian login di www.secure.previser.com/ohis


3. Klik Create New Patient

4. Masukan data diri pasien dan memilih penjamin asuransi dengan tepat
misal IA-Delta Dental pada kolom Insurer.

5. Setelah itu dapat mulai menilai risiko penyakit mulut pada pasien. Klik
Caries pada menu Start New Assessment untuk menilai risiko karies
pada pasien.

54

1. Selesaikan penilaian risiko pada pasien dan berikan laporan hasil penilaian
kepada pasien. Risiko karies dihitung oleh komputer dari pertanyaan
khusus untuk pasien, yang menghasilkan penilaian yang konsisten dan
obyektif. Alat ini secara otomatis memilih versi penilaian risiko yang
benar berdasarkan usia pasien dan erupsi gigi. Setiap versi berisi 8 sampai
18 pertanyaan, kemudian dari centang beberapan pilihan sesuai dengan
jawaban pasien.

55

2. Isi laporan penilaian risiko karies berupa skala nilai1-100. Besarnya nilai
berbanding lurus dengan besarnya risiko karies.
Rekomendasi pencegahan karies sesuai dengan faktor risiko karies seseorang
Diet: edukasikan kepada pasien untuk memastikan asupan gizi, dan
mengembangkan kebiasaan makan makan yang sehat. Hal tersebut akan menjadi
faktor dalam pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan gigi, pencegahan
karies gigi dan kesehatan umum yang baik. Seperti makanan berserat (buah dan
sayuran mentah), permen karet, dapat menstimulasi aliran saliva. Peningkatan laju
aliran saliva akan memiliki dampak positif pada ketahanan gigi.
Oral hygiene: menganjurkan untuk teliti dalam kebiasaan kebersihan
mulut, termasuk kunjungan rutin ke dokter gigi. Menyikat gigi minimal harus
dilakukan dua kali sehari setelahsarapan pagi dan malam sebelum tidur, dengan
menggunakan pasta gigi mengandung fluoride dan sikat gigi yang berbulu lembut.

56

Fluoride: rekomendasikan kombinasi fluoride pada seseornag yang


mempunyai risiko tinggi karies. Paparan fluoride dalam plak dan air liur dapat
menghambat demineralisasi dan meningkatkan remineralisasi permukaan gigi.

57

DAFTAR PUSTAKA
Adyatmaka, Irene. 2008. Model Simulator Risiko Karies Gigi pada Anak
PraSekolah. Disertasi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia,
Jakarta.
American Academy of Pediatris Dentistry. 2014. Guidline on caries risl
assesment and Management for inflants, children, and Adolescents. Clnical
Guidelines.
Angela, A., 2005, Primery Prevention in Children with High Caries Risk, Dental
Journal. 38 (3) : 130-134.
Anup N, dan Vishnani, Preeti., Cariogram - a Multi-Faktorial Risk Assesment
Software for Risk Prediction of Dental Caries, 2014, International Journal
of Scientific Study 58-62 (1).
Bratthall, D., Petersson, G.H., Stjernswrd, JR., 2004, Cariogram Manual,
diakses https://www.mah.se/upload/FAKULTETER/OD/cariogram
%20program%20caries/cariogmanual201net.pdf diunduh tanggal 15 maret
2016.
Darby, M. L., Valsh, M., 2015, Dental Hygiene: Theory and Practice, 4th ed.,
Elsevier Missouri, hal. 296-299.
Fontana, M.,and Zero, D., 2006, Assessing Patient Caries Risk, JADA, 137: 12311232.
Featherstone J. D., Domejean-Orliaguet S., Jenson L., Wolff M., Young DA.
Caries risk assessment in practice for age 6 through adult. J Calif Dent
Assoc. 2007;35(10):703-713.

58

Gomez, F.R.J., dkk., 2007, Caries Risk Assessment Appropriate for the Age 1
Visit (Infants and Toddlers), CDA Journal, 35(10), h: 687-78
http://www.ada.org/~/media/ADA/Member
%20Center/FIles/topics_caries_educational_under6.pdf?la=en
diunduh pada tanggal 15 Maret 2016.
Herdiyati, Y., Sasmita, I., 2010, Penggunaan Fluor Dalam Kedokteran Gigi,
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran.
Hurlbutt, M., 2011, CAMBRA: Best Practices in Dental Caries Management, The
Academy of Dental Therapeutics and Stomatology, PenWell, hal 1-15, 95107
Martin, J. A., 2011, Previser Caries Risk Assessment Tool, diakses:
http://www.dentistryiq.com/articles/2011/03/previser.html pada 15 Maret
2016.
Mount, G. J., Hume, W. R., 2004, Preservation and Restoration of Tooth
Structure, Rob Watts, Queensland
Previser 2008. What is Previser. Dari

www.previser.co.uk/what

%20is20previser/what%20is%20previser.html . diakses

pada

tanggal

15 Maret 2016.
Putri, M.H., Herijulianti E., dan Nurjannah N., 2010, Ilmu Pencegahan Penyakit
Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi, Jakarta, EGC.
Sardjono, Bambang. Suseno, Untung. Dkk. 2012. Pedoman Usaha Kessehatan
Gigi Sekolah (UKGS), Kementrian Kesehatan RI: Jakarta
Stagemen, C.A., and Davis, J.R.., 2005, Dental HygienstS Guide to Nutritional
Care, Second edition, Elsevier, St.Louis, hal 405-406

59

60

Anda mungkin juga menyukai