Anda di halaman 1dari 76

A.

ANTI JAMUR
UNTUK INFEKSI
SISTEMIK

1. AMFOTERICIN B
Hasil fermentasi Streptomyces
nodosus
Kristal seperti jarum atau
prisma berwarna kuning
jingga, tidak berbau, tidak
terasa, tidak larut dalam air,
tidak stabil, tidak tahan suhu
> 37oC, dpt bertahan sampai
berminggu-minggu pada
o

Aktivitas Anti
Jamur
Pada pH 6,0 7,5 berkurang
pada pH <
Bersifat fungistatik / fungisidal
Kadar 0,3 1,0 g/ml
,menghambat : H.capsulatum,
C.neoformans, C.immitis,
spesies Candida,
Paracoccidiodes braziliensis ,
Sporotrichum schenckii,
M.audiouini, spesies Aspergillus
& spesies Trichophyton

Mekanisme
Kerja
Terikat pada ergosterol
kerusakan fungsi barier
membran, kehilangan
beberapa bahan intrasel,
kerusakan membran
kematian sel
Resistensi terjadi
perubahan reseptor sterol
pada membran sel

Farmakokine
tik

Sedikit di absorbsi melalui


sal. cerna
Waktu paruh 24 48 jam pada
dosis awal, diikuti eliminasi
fase ke-2 dgn waktu paruh 15
hari
Distribusi luas ke seluruh
jaringan
95% terikat pada lipoprotein
Dapat menembus sawar uri,

Efek
Samping
Amfoterisin B IV kulit
panas, keringatan, sakit
kepala, demam, menggigil,
anoreksia, nyeri otot,
flebitis, kejang, penurunan
fungsi ginjal
Anemia normositik
normokrim (pada
pemakaian jangka panjang)

Indika
si
Terapi awal untuk infeksi
jamur serius
Drug of choice untuk
blastomikosis
Amfoterisin B topikal
korneal & keratitis mikotik

Sediaan &
Posologi
Vial berisi 50 mg bubuk lipofilik
dilarutkan dgn 10 mg aquades
steril kmd diencerkan dgn
dextrose 5% sehingga didapat
kadar 0,1 mg/ml amfoterisin B
konvensional / amfoterisin B
deoksikolat
Dosis efektif : 0,3 0,5 mg/kgBB
Infus intratekal 0,5 mg
amfoterisin B dilarutkan dlm 5 ml

Sediaan &
Posologi

Amfoterisin B formulasi baru


(amfoterisin B liposomal /
formulasi lipid) tdd :
1.Amfoterisin B formulasi
dispersi koloid (ABCD)
dosis 3 4 mg/kgBB/hr dlm
btk infus 3 4 jam
2.Amfoterisin B formulasi
vesikel unilamelar
(Ambisome) dosis 3

Sediaan &
Posologi

3.Amfoterisin B kompleks
lipid (ABLC) dosis 5
mg/kgBB/hr dalam infus
dextrosa 5% selama 2 jam
Tersedia juga amfoterisin B
dalam bentuk krim, losio &
salep 3%.

2. FLUSITOSIN

Merupakan anti jamur


sintetik dari fluorinasi
pirimidin
Bentuk kristal putih,
tidak bau, sedikit larut
dalam air, mudah larut
dalam alkohol

Aktivitas Anti
Jamur

Spektrum anti jamur agak


sempit
Efektif untuk terapi
kriptokokosis, kandidiasis,
kromomikosis, torulopsis &
aspergillosis

Mekanisme
Kerja

Flusitosin sel jamur


sintesis protein sel jamur
terganggu oleh
penghambatan langsung
sintesis DNA oleh
metabolit fluorourasil

Farmakokinetik
Absorbsi baik & cepat,
diperlambat oleh makanan,
antasida & neomisin
Kadar puncak 70 80 g/ml dlm
1 2 jam stlh dosis 37,5
mg/kgBB
Kadar dlm cairan otak 60 90%
Dlm saliva kadar flusitosin
kadar dlm darah
90% dikeluarkan mll filtrasi
glomerulus
Masa paruh eliminasi 3 6 jam

Efek
Samping
Anemia, leukopenia &
trombositopenia
Mual, muntah, diare,
enterokolitis hebat
SGOT/SGPT, hepatomegali
Sakit kepala, pusing,
mengantuk & halusinasi

Indikas
i Pemakaian tunggal untuk
infeksi Cryptococcus
neoformans, spesies
Candida dan
kromoblastomikosis
Untuk infeksi lain di
kombinasi
dengan &
Sediaan
amfoterisin
B
Posologi
Kapsul 250 & 500 mg
Dosis : 50 150
mg/kgBB /hr dalam 4

3. IMIDAZOL & TRIAZOL


Imidazol

Ketokonazol,
Mikonazol,
Klotrimazol
Triazol
Itrakonazol,

A.
Ketokonaz
Bersifat
lipofilik & larut dlm air pd
pH
ol asam
Aktivitas Anti
Jamur
Aktif sebagai anti jamur
sistemik maupun non
sistemik
Efektif terhadap
C.neoformans,
H.capsulatum,

Farmakokine
tik
Absorbsi bervariasi antar
individu, berkurang pada pH
lambung , pemberian
bersama AH2 atau antasida
Ditemukan dlm urin,
kelenjar lemak, liur, kulit yg
infeksi, tendo, cairan
sinovial, cairan vaginal
Sebagian besar mengalami
metabolisme lintas pertama

Farmakokine
tik

84% berikatan dengan


protein plasma (albumin),
15% dengan eritrosit, 1%
bentuk bebas
Ekskresi bersama cairan
empedu, sebagian kecil via
urin

Efek
Samping
Mual, muntah, sakit kepala,
vertigo, nyeri epigastrik,
fotofobia
Pruritus, parestesia, gusi
berdarah, erupsi kulit,
trombositopenia
Peningkatan aktivitas enzim
hati hepatotoksisitas
Ginekomastia pada pria
Gangguan haid

Indikas
i

Histoplasmosis paru,
tulang, sendi & jaringan
lemak
Kriptokokkus non
meningeal
Parakoksidiomikosis,
dermatomikosis,
kandidiasis (mukokutan,
vaginal & oral)

Interaksi
Obat

Pemberian bersama
rifampisin, INH, fenitoin
penurunan kadar
ketokonazol
Ketokonazol dapat
meningkatkan kadar
siklosporin, warfarin,
midazolam

Kontraindika
si

Pemberian bersama
terfenadin, astemizol, cisaprid
perpanjangan interval QT
dan aritmia ventrikel jantung

Posolo
gi
Tablet 200 mg, krim 2%, shampo
2%
Dosis : dewasa 200 400 mg/hr,
anak-anak 3,3 6,6 mg/kg/hr
Lama terapi bervariasi :
Kandidiasis vulvovaginal &
Pt.versicolor 5 hari
Mikosis profunda 6 12 bln.

B.
Itrakonazol
Dapat diberikan per oral &
IV
Aktivitas anti jamur > &
efek samping > daripada
ketokonazol
Absorbsi sempurna bila
bersama makanan
Rifampisin menurunkan
kadar plasma itrakonazol

Efek
Samping
Mual
Muntah
Kemerahan
Pruritus
Lesu
Pusing
Edema kaki
Parestesia
Kehilangan
libido

Indikas
i Blastomikosis
Histoplasmosis
Koksidioidomiko
sis
Tinea versicolor
Kandidiasis

Sediaa
n
Kapsul 100 mg, suspensi
10 mg/ml

Dosis
Dermatofitosis : 100 mg/hr
(T.kapitis, T.korporis/krutis
selama 2 mgg; T.pedis et manus
selama 4 mgg)
Tinea unguium : 200 mg/hr 3
bln.
Pulse therapy : 400
mg/hr 1 mgg, kuku tangan 2
PT, kuku kaki 3 PT
Tinea versicolor : 200 mg/hr
1 mgg
Vaginal candidosis : 2x200
mg/hr atau 1x200 mg/hr selama

C.
Flukonazol
St. fluorinated bis triazol
Absorbsi sempurna
Kadar plasma setelah
pemberian oral = IV
Kadar dalam cairan
serebrospinal 50 90% kadar
plasma
Waktu paruh eliminasi 25
jam

Efek
Samping
Gangguan saluran cerna
Urtikaria, eosinofilia, SSJ,
gangguan fungsi hati,
trombositopenia

Interaksi
Obat
Pemberian bersama
akan :
kadar plasma
fenitoin & sulfonilurea
kadar plasma

Berguna mencegah relaps


meningitis oleh Cryptococcus
pada AIDS

Sediaa
n

Kapsul 50 &
150 mg

Dosi
s
T.kapitis : 6 mg/kgBB/hr 2-3
mgg
T.korporis/kruris : 150 mg/mgg
2-4 mgg
T.pedis et manus : 150 mg/mgg
2-6 mgg
T.unguium : 150 mg/mgg (kuku
tangan : 3-6 bln ; kuku kaki : 9-12
bln)
T.versicolor : 300 mg diulangi 2

D.
Anti jamur baru golongan
Vorikonazo
triazol
l

Indikas
i Aspergillosis sistemik
Infeksi jamur berat oleh
Scedosporium
aplospermun &
Fusarium sp
Candida sp,
Cryptococcus sp &

Absorbsi baik, kadar puncak


2 jam
60% terikat dengan
protein
Kadar dalam CSS : 30
68%
80% di ekskresi via
urin

Efek
Samping

Gangguan penglihatan
sementara (pandangan
kabur, fotofobia)
Reaksi fotosensitivitas
Kenaikan kadar
transaminase serum
sementara

Interaksi
Obat

Jangan diberi bersma


rifampisin, karbamazepin,
kuinidin
Pemberian bersama
ranitidin, omeprazole,
fenitoin, benzodiazepin dan
golongan statin
penyesuaian dosis

Sediaa
n
Tablet 50 & 200 mg
Suspensi oral (40
mg/ml)
Bubuk untuk IV 200
mg

Dosi
s

Dosis oral :
BB > 40 kg : 400 mg (intrval
12 jam)
BB < 40 mg : 200 mg
(intrval 12 jam)
Dilanjutkan
BB> 40 mg : 200 mg tiap 12
jam
BB < mg : 2x100 mg/hr

Dosi
s

Pasien dengan gangguan


fungsi hati ringan-sedang :
dosis muat seperti biasa
tetapi dosis pemeliharaan
dikurangi 50%
Pasien dengan klirens
kreatinin < 50
mL/mnt/mengalami dialisis
hanya boleh vorikonazol IV

4. KASPOFUNGIN
Anti jamur sistemik kelas baru :
Ekinokandin

Bekerja menghambat sintesis


B (1,3)-D-glukan, st komponen
esensial yg membtk dinding
sel jamur
97% terikat protein, masa
paruh eliminasi 9 11 jam
Metabolisme lambat via
hidrolisis & asetilasi

Indika
si
Kandidiasis invasif
Kandidiasis
esofagus
Kandidiasis
orofarings
Aspergillosis
invasif

Efek
Samping
Demam
Mual
Muntah
Flushin
g
Pruritus

Interaksi
Obat
konsentrasi takrolimus &
siklosporin
kadar kaspofungin bila
diberi bersama
karbamazepin,
deksametason, fenitoin,
rifampisin

Dosi
s

Hari pertama 70 mg IV
dosis tunggal dilanjutkan
50 mg dosis tunggal IV (1
jam), 14 hari
Untuk pasien insufisiensi
hati sedang dosis
pemeliharaan 35 mg/hr

5. TERBINAFIN
Derivat alilamin sintetik struktur
naftitin

Farmakokine
tik
Absorbsi baik,
bioavailabilitas 40%
90% terikat protein plasma,
terakumulasi di kulit, kuku
& jaringan lemak
Waktu paruh : 12 jam

Aktivitas Anti
Jamur

Bersifat fungisidal
Bekerja mempengaruhi
biosintesis ergosterol dinding sel
jamur melalui penghambatan
enzim skualen epoksidase pada
jamur

Efek Samping
Gangguan saluran cerna, sakit
kepala, rash.
SSJ / NET, hepatotoksisitas,
neurotropenia

Sediaa
n
Tablet oral 250 mg, krim &
gel 1%

Dosis
T.Pedis : 250 mg/hr 2 mgg
T.korporis/kruris : 250 mg/hr 2
4 mgg
T.pedis et manus : 250 mg/ht 2
6 mgg
T.unguium : 250 mg/hr

B. ANTI JAMUR
UNTUK INFEKSI DERMATOFIT
& MUKOKUTAN

1. GRISEOFULVIN
diisolasi dari Penicillium
griseovulfin dierckx

Aktivitas Anti
Jamur
Efektif terhadap jamur dermatofit
(Trichophyton, Epidermophyton,
Microsporum)

Mekanisme
Kerja
Menghambat mitosis sel

jamur dgn menganggu


sintesis & polimerisasi asam

Farmakokine
tik
Absorbsi kurang baik, bila
diberi bersama makanan
berlemak
Di metabolisme di hati,
metabolit utama 6metilgriseofulvin
Waktu paruh 24 jam, 50% dari
dosis oral dikeluarkan via urin
dalam bentuk metabolit
Dpt ditemukan dalam lapisan

Efek
Samping
Leukopenia, granulositopenia
Demam, pandangan kabur,
insomnia
fungsi motorik, sinkop,
pusing
Mual, muntah, diare,
flatulensi
Albuminuria
Reaksi fotosensitivitas,

Interaksi
Obat
metabolisme warfarin,
kontrasepsi oral
Barbiturat menghambat
absorbsi griseofulvin

Sedia
an

Tablet 125 mg & 500


mg
Ultramicrokristal

Dosi
s
Dewasa : 500 1000
mg/hr
Anak-anak :
< 25 kg 10 mg/kgBB/hr,
> 25 kg 250 500
mg/kgBB/hr

untuk dermatofitosis
pada :

2. IMIDAZOL & TRIAZOL

A.
Mikonazol

Turunan imidazol sintetik yg


relatif,
spektrum anti jamur lebar
Bentuk kristal putih, tidak
berwarna, tidak berbau,
sebagian kecil larut dalam air,
lebih larut dalam pelarut

Aktivitas Anti
Jamur
Menghambat Trichophyton,
Epidermophyton,
Microsporum, Candida,
M.furfur
In vitro efektif terhadap
beberapa kuman Gram (+)

Mekanisme
Kerja
Menyebabkan kerusakan
dinding sel jamur
permeabilitas terhadap zat
intrasel
Gangguan sintesis asam
nukleat atau penimbunan
peroksida dlm sel jamur

Indikas
i Dermatofitosis
T.versicolor
Kandidiasis
mukokutan

Efek
Samping
Iritasi
Rasa
terbakar
Maserasi

Sediaa
n
Krim 2%, bedak tabur
2xsehari selama 2 4 mgg
Krim 2% intravaginal
1xsehari (malam) selama 7
hari
Gel 2% : kandidiasis oral

B.
Klotrimaz
ol Bentuk bubuk tidak

berwarna, tidak larut dalam


air, larut dalam alkohol &
kloroform, sedikit larut
dalam eter
Memiliki efek anti jamur &
anti bakteri
Mekanisme kerja
mikonazol

Indikas
i T.korporis, T.kruris, T.pedis
T.Versikolor
Infeksi kulit &
vulvovaginitis oleh
C.albicans

Efek
Samping
Rasa terbakar, eritema,
edema, gatal, urtikaria

Sedia
an

Krim & larutan 1%


2xsehari

Krim vaginal 1%, tablet


vaginal 100 mg sekali sehari
(malam) selama 7 hari
Tablet vaginal 500 mg dosis
tunggal.

3. TOLNAFTAT & TOLSIKLAT


Tolnaftat

St. tiokarbamat,

efektif
untuk dermatofitosis

Tersedia dlm btk krim, gel, bubuk,


cairan aerosol, lar. topikal 1%
digunakan 2xsehari
Lesi interdigital sembuh dlm 7 21
hr
Lesi dgn hiperkeratosis, diberi
bergantian dgn asam salisilat 10%

4. NISTATIN
dihasilkan oleh Strept.
Noursei
Bubuk berwarna kuning
kemerahan, higroskopis,
berbau khas, sukar larut
dalam kloroform & eter,
mudah terurai dalam air

Aktivitas Anti
Jamur
Menghambat pertumbuhan
berbagai jamur & ragi
Tdk aktif terhadap protozoa,
bakteri, virus

Mekanisme
Kerja
amfoterisin B
Lebih toksik
Tidak diserapi via sal.
cerna, kulit maupun vagina

Indikas
i Infeksi kandida di kulit,
selaput lendir & sal. cerna

Efek
Samping
Mual, muntah, diare
ringan

Sediaa
n
Krim, bubuk, salep,
suspensi, obat tetes
100.000 U/gr atau mL
Tablet 250.000 & 500.000 U
Tablet vagina 100.000 U

Indikas
i Kandidosis mulut & esofagus
3 4 x 500.000 1.000.000
U
Tablet vagina 1 2 x sehari
14 hr

C. ANTI JAMUR
TOPIKAL LAIN

1. ASAM BENZOAT DAN


ASAM SALISILAT
Kombinasi asam benzoat &
asam salisilat 2 : 1
(biasanya 6% & 3%)
whitefield salep
Asam benzoat fungistatik
Asam salisilat : keratolitik

2. ASAM UNDESILENAT
Cairan kuning, bau khas yg
tajam
Dosis biasa fungistatik
Dosis fungisidal
Tersedia :
Salep campuran 5%
undesilenat dan 20% seng
undesilenat
Bedah & aerosol 2%

3. HALOPROGIN
St. anti jamur sintetik, btk kristal
putih kekuningan, sukar larut dlm
air, larut dlm alkohol
Bersifat fungisidal terhadap
Epidermophyton, Trichophyton,
Microsporum & M.furfur
Absorbsi sedikit melalui kulit
ES : iritasi lokal, rasa terbakar,
vesikel, meluasnya maserasi &
sensitisasi

4. SIKLOPIROKS OLAMIN

Anti jamur berspektrum


luas
Indikasi : dermatofitosis,
kandidiasis, T.versicolor
Tersedian : krim1% dioles
2xsehari

Recommended Cutaneous Antifungal


Therapy
__________________________________________________________
Condition
Topical Therapy Oral Therapy
__________________________________________________________
T.capitis, localized Azole, Allylamines
widespread
Griseofulvin,
Fluconazole
T.corporis, localized
Griseofulvin,
widespread
Terbinafine,

Azole, Allylamines
Itraconazole,
Fluconazole

T.pedis
Griseofulvin,

Azole, Allylamines

__________________________________________________________
Condition
Topical Therapy Oral Therapy
__________________________________________________________
Onychomycosis
Griseofulvin,
Terbinafine,
Itraconazole,
Fluconazole
Candidiasis localized
Candidiasis,widespread
Ketoconazole,
and mucocutaneous
Itraconazole,

Azole
-

Fluconazole