Anda di halaman 1dari 15

Oleh:

Prof. DR. dr. Johanna M. Kandouw,


SpPA(K), SpF, DFM
BAGIAN PATOLOGI ANATOMI FK.

Patologi Lepra
Lepra / kusta adalah suatu penyakit
infeksi kronis yang disebabkan oleh M.
Leprae yang tahan asam dan tidak toksik.
Dapat menyerang organ tubuh seperti
mata, testis, tulang, otot, tendon,
persendian, membran mukosa, hati, ginjal
dan kel. adrenal

Patologi Lepra
Kerusakan pd Lepra selalu terjadi
pada saraf perifer dan melibatkan
kulit.
Dapat menyebabkan deformitas dan
kecacatan tubuh yang permanen dan
progresif, sehingga menimbulkan
problem sosial - ekonomi yang serius.

Patologi Lepra
Kecacatan inilah yang sangat ditakuti.
Lepra bukan problem dibidang medis
semata, tetapi merupakan masalah
kesehatan masyarakat yang saling
terkait erat dengan bidang sosial,
budaya dan masyarakat.

Tahapan klinis setelah infeksi M. Leprae

Patogenesis Lepra
Imuno patologi penyakit Lepra
- Beberapa pakar menganggap bahwa
penyakit Lepra adalah penyakit defek
imunologis yang ditimbulkan oleh M.
Leprae.
- Bahwa sistem imunologi seluler lebih
penting dari sistem imunologi humoral

Reaksi Imunologi Lepra


Terdiri dari:
I. Innate immunity = respons immun non
spesifik
M. Leprae sistem immun diterobos fagosit
masuk ke monosit berkembang biak
tidak terdeteksi oleh sist. Imun. Trojan horse
phenomena monosit mati, pecah keluar
masuk ke sel schwann, perineural dari saraf
perifer, tempat predileksi hidup M. Leprae

Reaksi Imunologi Lepra


merupakan non profesional fagosit,
tidak bisa mengekspresikan mol. MHC
klas II sel schwann yang telah
terinfeksi karena tidak punya mol MHC
klas II, maka tidak bisa berkomunikasi
dgn sel T, sehingga tidak bisa dideteksi
oleh sistem immun sel schwann
mati, pecah, kuman keluar ditangkap
oleh makrofag yang profesional.

Konsep kerjasama makrofag dan sel T

Reaksi Imunologi Lepra


II. Adaptive immunity
II. A. Respons immun spesifik = imunitas seluler (CMI)
Setelah dikenal oleh sistem imun seluler (sel T
limfosit : Th/ CD4 ) kalau orang sehat M. Leprae
hancur dalam makrofag pada penderita Lepra
penghancuran M. Leprae harus bekerja sama
antara makrofag dan limfosit sel T serta bantuan
IFN Gamma

Konsep respons imun pd peny. lepra

II. B. Respon imun humoral

Penghancuran M. Leprae intra seluler


Imunologi humoral tidak memegang
peranan penting.
Sistem humoral mengaktifkan limfosit
B menghasilkan Ig.G dan Ig.M serta
komplemen yang meningkat.