Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN

KASUS

HIPERMETROPIA +
PRESBIOPIA
Gusti Agung Ayu Lyska P.
(1102005020)
Priscilla Dwianggita (1102005063)
I Made Wira Kusuma (1102005070)

BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT MATA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
2016

PENDAHULUAN

TINJAUAN
PUSTAKA

HIPERMETROPIA

Hipermetropia atau rabun dekat adalah keadaan


gangguan kekuatan pembiasan mata dimana sinar sejajar
jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak
dibelakang retina/difokuskan dibelakang macula lutea.

Hipermetropia berdasarkan
etiologi:
AKSIAL

merupakan kelainan refraksi akibat bola mata pendek


atau sumbu anteroposterior yang pendek.

KURVATUR

INDEKS
REFRAKTI
F

kelengkungan kornea atau lensa kurang sehingga


bayangan difokuskan di belakang retina.

dimana terdapat indeks bias yang kurang pada system


optik mata, misalnya pada usia lanjut lensa mempunyai
indeks refraksi lensa yang berkurang.

Hipermetropia dikenal dalam


bentuk :
hipermetropia
Hipermetropiyang dapat dikoreksi dengan kaca mata positif maksimal yang
memberikan
a manifes tajam penglihatan normal. Hipermetropia ini terdiri atas
hipermetropia absolut ditambah dengan hipermetropia fakultatif.
Hipermetropia
kelainan hipermetropia yang tidak diimbangi dengan akomodasi dan
memerlukan
manifes kaca mata positif untuk melihat jauh.
absolut
kelainan hipermetropia dapat diimbangi dengan akomodasi ataupun dengan
Hipermetropia
kaca
mata positif. Pasien yang hanya mempunyai hipermetropia fakultatif akan
manifes
melihat
normal tanpa kaca mata.
fakultatif
kelainan
hipermetropia tanpa siklopegia (atau dengan obat yang melemahkan
Hipermetropi
akomodasi)
a latendiimbangi seluruhnya dengan akomodasi. Hipermetropia laten
hanya dapat diukur bila diberikan siklopegia.
Hipermetropi
hipermetropia
a total yang ukurannya didapatkan sesudah diberikan siklopegia.

Derajat
Hipermetropia
RINGAN

Antara spheris + 0.25 dioptri sampai


dengan spheris + 3.00 dioptri

SEDANG

TINGGI

Antara spheris + 3.25 dioptri sampai


dengan + 6.00 dioptri

Jika ukuran dioptri lebih dari spheris


6.25 dioptri

GEJALA KLINIS
HIPERMETROPIA
Biasanya pada anak-anak tidak memberikan
keluhan

Penglihatan dekat dan jauh kabur, sakit kepala,


silau, dan kadang rasa lihat ganda

Mengeluh matanya lelah dan sakit karena terusmenerus berakomodasi

Mata sering terlihat mempunyai kedudukan


esotropia.

Bila hipermetropia lebih dari + 3.00 dioptri maka


tajam penglihatan jauh akan terganggu

PEMERIKSAAN HIPERMETROPIA

Kartu
Snellen

Gagang
lensa coba

1 set lensa
coba

Teknik Pemeriksaan
1

Pasien duduk menghadap kartu Snellen pada jarak 6 meter.

Pada mata dipasang gagang lensa coba.

Satu mata ditutup, biasanya mata kiri ditutup terlebih dahulu untuk memeriksa
mata kanan.

Pasien diminta membaca kartu Snellen mulai huruf terbesar (teratas) dan
diteruskan pada baris bawahnya sampai pada huruf terkecil yang masih dapat
dibaca

Lensa positif terkecil ditambah pada mata yang diperiksa dan bila tampak lebih
jelas oleh pasien lensa positif tersebut ditambah kekuatannya perlahan-lahan dan
diminta membaca huruf-huruf pada baris lebih bawah.

Ditambah kekuatan lensa sampai terbaca huruf-huruf pada baris 6/6.

Ditambah lensa positif + 0.25 lagi dan ditanyakan apakah masih dapat melihat
huruf-huruf di atas. Lakukan pemeriksaan sama pada sisi mata lain

PENATALAKSANAAN
Pada pasien hipermetropia, diberikan lensa sferis positif terbesar yang
memberikan tajam penglihatan terbaik.

diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana tanpa sikloplegia


didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberikan tajam
penglihatan normal (6/6).
Pada pasien dimana akomodasi masih sangat kuat atau pada anakanak, maka sebaiknya pemeriksaan dilakukan dengan memberikan
sikloplegik atau melumpuhkan otot akomodasi.

Bila terdapat esotropia atau ambliopia, diberikan kaca mata koreksi


hipermetropia total.

PRESBIOPIA

Kelainan ini terjadi pada mata normal berupa


gangguan perubahan kencembungan lensa yang
dapat berkurang akibat berkurangnya elastisitas
lensa sehingga terjadi gangguan akomodasi seiring
meningkatnya usia.

ETIOLOGI PRESBIOPIA

Kelemahan otot akomodasi

Kurangnya elastisitas lensa mata untuk menjadi


cembung akibat sklerosis lensa, dengan demikian
kemampuan melihat dekat makin berkurang.

GEJALA KLINIS PRESBIOPIA

Umumnya pada pasien berusia > 40 tahun.

Keluhan setelah membaca, yaitu mata lelah, berair


dan sering terasa pedas.

kesulitan pada waktu membaca dekat huruf dengan


cetakan
kecil
maka
penderita
cenderung
menegakkan punggungnya atau menjauhkan obyek
yang dibacanya.

PEMERIKSAAN PRESBIOPIA

Kartu
Snellen

Kartu baca
dekat

Gagang
lensa
coba

1 set lensa
coba

Teknik Pemeriksaan
1

Penderita yang akan diperiksa penglihatan sentral untuk jauh dan diberikan
kacamata jauh sesuai yang diperlukan (dapat poitif, negatif ataupun
astigmatismat)

Ditaruh kartu baca dekat pada jarak 30-40 cm (jarak baca)

Penderita disuruh membaca huruf terkecil pada kartu baca dekat

Diberikan lensa positif sesuai dengan pedoman umur yang dinaikkan perlahanlahan sampai terbaca huruf kecil yang jelas pada kartu baca dekat dan kekuatan
lensa ini ditentukan

Dilakukan pemeriksaan mata satu per satu

Nilai hasil pemeriksaan

Ukuran lensa yang memberikan ketajaman


penglihatan sempurna merupakan ukuran lensa yang
diperlukan untuk adisi kacamata baca. Hubungan
lensa adisi dan umur biasanya (Ilyas, 2003) :

40 - 45 tahun adalah 1.0 dioptri.


45 sampai 50 tahun 1.5 dioptri
50 sampai 55 tahun 2.0 dioptri
55 sampai 60 tahun 2.5 dioptri
60 tahun 3.0 dioptri

PENATALAKSANAAN

Penambahan lensa sferis positif sesuai pedoman umur yaitu


umur 40 tahun (umur ratarata) diberikan tambahan sferis +
1.00 dan setiap 5 tahun di atasnya ditambahkan lagi sferis +
0.50.

Lensa sferis (+) yang ditambahkan dapat diberikan dalam


berbagai cara :

Kacamata baca untuk melihat dekat saja

Kacamata bifokal untuk sekaligus mengoreksi kelainan yang lain

Kacamata trifokus mengoreksi penglihatan jauh di segmen atas,


penglihatan sedang di segmen tengah, dan penglihatan dekat di
segmen bawah

Kacamata progresif mengoreksi penglihatan dekat, sedang, dan


jauh, tetapi dengan perubahan daya lensa yang progresif dan
bukan bertingkat.

LAPORAN KASUS

PEMBAHASAN

Wanita, 55 tahun datang dengan keluhan kedua matanya bertambah kabur


sejak kurang lebih sebulan yang lalu

Pasien perlahan merasakan bahwa dirinya kesulitan untuk membaca sesuatu


yang jauh maupun ketika membaca majalah dalam jarak dekat.

Terjadi setiap hari dan semakin memberat.

Mata dirasakan cepat terasa lelah dan berat.

Penglihatan jauh dikatakan membaik dengan memicingkan matanya. Ketika


membaca lebih nyaman dengan sedikit menjauhkan bacaannya.

Riwayat menggunakan kacamata selama 15 tahun.

Koreksi dengan kacamata saat ini pada mata kanan +1 D dan pada mata kiri
+0,25 D dengan Add +2 D untuk kedua mata.

Kadang pasien mengeluh pusing.

Pasien sudah tidak bekerja, dulu bekerja sebagai penjahit tenun tradisional.

PEMBAHASAN
Keluhan yang memenuhi gejala klinis dari hipermetropia, yaitu :

Kesulitan dalam melihat jauh maupun dekat sehingga pandangan


menjadi kabur dan membaik ketika memicingkan mata

Sulit untuk membaca majalah atau koran karena terasa kabur dan
harus menjauhkan bacaannya agar dapat membaca lebih baik.

Merasa pusing
hipermetropia.

dapat

menjadi

keluhan

penyerta

pada

Keluhan yang sesuai dengan gejala klinis dari presbiopia, yaitu:

Mata kabur ketika membaca sehingga semakin lama mata akan


terasa lelah dan berat.

Hal ini disebabkan karena daya akomodasi mata yang sudah


berkurang mengingat usia pasien yang sudah tua, yaitu 55 tahun.

PEMBAHASAN

Pemeriksaan oftalmologi :

Visus : OD 6/20 PH 6/6 ; OS 6/20 PH 6/7,5

Refraksi subjektif

OD : S + 1,25 D; Add + 2,50 D = 6/6

OS : S + 1,00 D; Add + 2,50 D = 6/6

HIPERMETROPIA +
PRESBIOPIA

PEMBAHASAN

Hipermetropi : suatu kelainan refraksi di mana sinar


sejajar bola mata difokuskan di belakang retina pada
mata yang tidak berakomodasi.

Penatalaksanaan : memberikan kacamata dengan lensa


sferis positif (cembung/konveks) terkuat yang dapat
memberikan tajam penglihatan maksimal.

Presbiopia : suatu keadaan mata dengan berkurangnya


kemampuan untuk memfokuskan obyek jarak dekat
(akomodasi) akibat berkurangnya elastisitas lensa seiring
bertambahnya usia.

Penatalaksananaan : memberikan lensa tambahan (addisi)


setelah visus jauh dikoreksi maksimal sesuai dengan
pedoman umur.

SIMPULAN

Hipermetropia
:
keadaan
mata
yang
tidak
berakomodasi memfokuskan bayangan di belakang
retina.

Penyebab utama hipermetropia adalah panjangnya


bola mata yang lebih pendek.

Pasien dengan hipermetropia dapat terjadi astenopia


akomodatif dan esotropia.

Penatalaksanaan : diberikan koreksi hipermetropia


manifest dimana tanpa sikloplegia didapatkan
ukuran lensa positif maksimal yang memberikan
tajam penglihatan normal (6/6)

SIMPULAN

Presbiopia : gangguan perubahan kencembungan lensa


yang dapat berkurang akibat berkurangnya elastisitas lensa
sehingga terjadi gangguan akomodasi seiring pertambahan
usia.

Gangguan akomodasi pada usia lanjut dapat terjadi akibat


kelemahan otot akomodasi atau lensa mata tidak kenyal
sehingga elastisitasnya berkurang akibat sklerosis lensa.

Keluhan berupa mata lelah, berat dan sering terasa pedas


setelah membaca.

Penatalaksanaan : memberikan lensa tambahan (addisi)


setelah visus jauh dikoreksi maksimal seuai pedoman umur

TERIMA KASIH