Anda di halaman 1dari 7

Tugas II

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS / ALAT-ALAT BERAT


Metode Kerja Dan Pengoperasian Alat-Alat Besar

Nama

Syahriani Hamuddin
NIM : D111 13 021
Kelas

:A

JURUSAN SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015/2016
METODE KERJA DAN PENGOPERASIAN ALAT-ALAT BESAR
Pada pembahasan kali ini di jelaskan mengenai metode kerja beserta
pengoprasian alat-alat berat yang berhubungan dengan pekerjaan dalam bidang teknik
sipil. Pekerjaan bidang keteknik sipilan itu sendiri kita fokuskan pada pemindahan
tanah.Pemindahan tanah mekanis itu sendiri adalah uatu pekerjaan yang
memindahkan sejumlah volume tanah dengan menggunakan bantuan alat-alat
mekanis.

Gambar
4.1

Pengerjaan

Pemindahan

Tanah

Mekanis

Menggunakan Alat Berat


Pekerjaan PTM adalah suatu pekerjaan dimana sejumlah volume tanah
tertentu dipindahkan dengan bantuan alat-alat mekanis. Pekerjaan ini melibatkan
banyak variable yang perlu dimengerti dan dipahami, antara lain pengertian terhadap
tanah.
Pada umumnya setiap pekerjaan pembangunan sipil apabila diperhitungkan
masalah efisiensi waktu dan efektifitas kegiatan pada proyek yang berskala besar,
maka perlu dilakukan dengan cara mekanis atau dengan menggunakan bantuan tenaga
mesin atau peralatan.
Seperti yang kita ketahui bahwa semua pelaksanaan pekerjaan dalam industri
pemindahan tanah baik besar maupun kecil akan menghadapi masalah yang sama
dalam setiap pekerjaan dengan iaya yang seminimal mungkin.

Pada dasarnya pemindahan tanah itu sama, yatu memindahkan tanah atau
material dari suatu tempat ketempat yang lain untuk keperluan suatu konstruksi, akan
tetapi proses pelaksanaan pemimdahan tersebut beraneka ragam pula. Ini disebabkan
oleh beberapa faktor antara lain ;

jarak angkut (pemindahan).


Sifak fisik material .
Tujuan akhir pekerjaan.
Persyaratan kualitas.
Skala proyek.
Keadaan lapangan dan lain-lain sebagainya.
Metode kerja yang tepat dan benar sangat berpengaruh terhadap produktivitas

peralatan. Mahal atau murahnya suatu peralatan bukan dihitung dari harga peralatan
itu, tetapi sebagian besar ditentukan oleh beberapa rupiah biaya produksi yang harus
dikeluarkan terhadap satu satuan volume atau satu satuan luas. Perencanaan metode

kerja dan kegiatan pelaksanaan diperoleh dari rencana perhitungan yang dilakukan
sebelum pekerjaan itu dimulai. Sehingga di lapangan kita sudah mempunyai
gambaran atau batasan-batasan tentang apa yang harus dilaksanakan dan urutanurutan pelaksanaan pekerjaan itu.
Adapun proses dan metode kerja alat-alat berat dalam pemindahan tanah
adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan pembersihan dan kosrekan.
2. Pekerjaan penggalian.
3. Pekerjaan penggaruan.
4. Pekerjaan penumpukan dan pemuatan.
5. Pekerjaan pengangkutan.
6. Pekerjaan penyebaran.
7. Pekerjaan penimbunan.
8. Pekerjaan pemadatan.
9. Pekerjaan finishing.

PERSIAPAN PEKERJAAN PTM


1. Survei lapangan (site Survey)
Hal- hal yang perlu dilakukan dalam survey lapangan, antara lain
Keadaan lapangan
Kondisi tenaga kerja
Kondisi transportasi dan akomodasi.
2. Perencanaan
Berdasarkan hasil survey lapangan, dapat dibuat rencana kerja yang akan
menjadi acuan kerja yang meliputi
Persiapan kerja
Struktur organisasi proyek
Penentuan metode dan prosedur kerja
Jadwal kerja (time schedule)
Penentuan jenis, type dan kombinasi peralatan yang akan dipergunakan
Penentuan jumlah alat-alat berat dan tenaga kerja yang akan digunakan
System logistik dan maintenance
3. Pelaksanaan Pekerjaan
Pada tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahapan yang menentukan
terhadap keberhasilan dari sasaran yang hendak dicapai oleh tim manajemen
proyek, yang perlu diperhatikan dalam memulai pelaksanaan pekerjaan adalah
Penentuan starting point (penentuan titik dimulainya pekerjaan)

Analisa terhadap keadaan lokasi dari peta topografi yang ada


Pengaturan pentahapan areal yang akan dikerjakan
Pengaturan dan pembuatan jalan akses bagi lalu lintas alat-alat berat,
sehingga tidak terjadi hambatan
Pengamanan lokasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan dengan
pekerjaan
Pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan.

PROSES DAN METODE KERJA ALAT-ALAT BERAT DALAM


PEMINDAHAN TANAH
Adapun proses dan metode kerja alat-alat berat dalam pemindahan tanah
adalah sebagai berikut :
4.1. Pekerjaan Pembersihan dan Kosrekan.
4.1.1. Pekerjaan Pembersihan.
Pekerjaan pembersihan ini meliputi pembersihan semua rintangan yang
berada di atas medan kerja, seperti pembarsihan semak belukar sebagai
tindakan pertama untuk mempersiapkan medan kerja, penyingkiran tanaman
tanaman yang ada, kotoran ataupun bahan-bahan yang tidak bermanfaat lagi.
Ada beberapa metode untuk pembersihan ini, yaitu :
Metode Pembersihan Dengan Menggunakan Bulldozer
Metode Pembersihan Dengan Tracktor dan Tali
Penumpukan Bekas-Bekas Pohon dan Material Yang Tak Terpakai
Metode Kerja Penumbangan Pohon
Metode Kerja Pemupukan (Pilling)
Metode Kerja Pembakaran (Burning)
4.1.2. Pekerjaan Kosrekan (Stripping).
Pekerjaan kosrekan adalah kegiatan mengupas lapisan top soil guna
mempersiapkan tanah dasar yang bersih dari kotoran-kotoran akar pohon
untuk suatu konstruksi, baik konstruksi jalan raya, landasan lapangan terbang
maupun konstruksi lainnya.
4.2. Pekerjaan Penggalian
Yang dimaksud dengan penggalian adalah mengurangi tanah atau batuan
dari elevasi tanah yang asli yang lebih tinggi hingga mencapai garis ketinggian
dari tanah yang direncanakan.
Adapun besarnya kuantitas dari galian tergantung kepada keadaan
permukaan tanah asli setempat atau rencana dari pekerjaan galian tersebut yaitu :
Banyaknya volume material yang akan digali sesuai rencana.

Banyaknya

material

yang

tidak

bisa

dipakai

sehingga

perlu

disingkirkan.
Jumlah material yang diperlukan untuk bahan timbunan (diambil dari
borrow pit).
4.3. Pekerjaan Penggaruan.
Bila mana suatu tanah atau material sangat keras untuk digali sehingga sulit
dikerjakan dozer blade, maka pada material tersebut harus dilakukan ripping.
Tujuan ripping adalah untuk mengoyak atau memecah material menjadi bongkahbongkah sehingga selanjutnya dapat dikerjakan oleh dozer biasa. Cara ripping ini
adalah cara yang paling efektif untuk menggusur tanah yang keras. Kalau
pekerjaan ripping tidak mampu maka material itu harus diledakkan atau disenaper.
Di dalam pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini alat yang paling efektif digunakan
adalah buldozer dengan perlengkapan ripping.
4.4. Pekerjaan Penumpukan dan Pemuatan
4.4.1. Pekerjaan Penumpukan (Stock Pile).
Penumpukan adalah suatu kegiatan mengumpulkan material menjadi
satu tumpukan dan pada umumnya penumpukan dilakukan bila material akan
diangkut terutama untuk memindahkannya dari jarak menegah sampai jarak
jauh. Pekerjaan ini dapat dikerjakan oleh bulldozer dengan perlengkapan
(attachment) angle blade, stright blade dan dozer shovel serta loader.
4.4.2. Pemuatan (Loading).
Pemuatan adalah suatu kegiatan pemuatan material ke atas alat
pengangkut berupa dump truck, conveyer dan sebagainya untuk keperluan
suatu konstruksi. Pekerjaan ini dapat dikerjakan dengan dozer shovel, loader
dan excavator.
4.5. Pekerjaan Pengangkutan (Hauling).
Yang dimaksud dengan pengangkutan adalah mengangkut material dengan
menggunakan peralatan dari suatu tempat ke tempat lain untuk keperluan
konstruksi. Pekerjaan ini dapat dikerjakan dengan alat seperti dump truck, scraper
shovel dan lain-lain dengan memperhatikan jarak angkut ekonomisnya.

4.6. Pekerjaan Penimbunan.


Sebagaimana diketahui bahwa penimbunan diperlukan untuk menimbun
elevasi tanah yang rendah sehingga mencapai elevasi yang direncanakan atau

untuk menggatikan tanah galian yang tidak memenuhi persyaratan atau sangat
lemah apabila digunakan untuk suatu konstruksi, baik untuk konstruksi jalan raya
atau untuk konstruksi landasan lapangan terbang dan lain-lain konstruksi.
4.7. Pekerjaan Pemadatan.
Yang dimaksud dengan pemadatan adalah suatu proses pekerjaan yang
umumnya dipadatkan oleh alat-alat berat (mekanis), untuk mengurangi ronggarongga antara butiran bahan yang mungkin berisi udara atau air sehingga butiran
bahan tersebut tersusun rapat satu sama lain saling mengikat. Tujuan dari
pemadatan suatu bahan adalah untuk menyusun butiran-butiran bahan tersebut
sehingga kekuatan dan dan daya dukung bahan bertambah besar serta daya
isapnya terhadap air berkurang, karena air cenderung merubah volume menjadi
susut atau mengembang. Didalam pekerjaan pemindahan tanah untuk keperluan
suatu konstruksi atau bangunan, biasanya tanah yang telah dipindahkan dalam
keadaan gembur. Oleh karena itu tanah yang gembur ini dipadatkan agar supaya
dapat memikul beban konstruksi yang berada di atasnya.
4.7.1. Pemilihan Peralatan Pemadatan.
Pemilihan peralatan pemadat yang dimaksud disini ialah memilih
peralatan yang cocok dengan karakteristik tanah dan jumlah unit yang tepat
agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat sesuai dengan rencana, murah
dan hasil kerjanya memuaskan.
Didalam memilih alat-alat pemadat ini perlu dipertimbangkan faktorfaktor yang mempengaruhinya, antara lain :
Jenis material yang akan dipadatkan.
Volume pekerjaan.
Waktu penyelasaian pekerjaan yang disediakan.
Kapasitas produksi masing-masing jenis alat pemadat.
Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, maka pemilihan peralatan
akan lebih mudah dilakukan dalam rangka memperoleh peralatan yang efisien.
Mengingat banyaknya jenis peralatan pemadatan yang diproduksi untuk
berbagai karakteristik bahan timbunan berbagai kondisi medan pengopersian
dan kapasitas pekerjaan tanah, maka pemilihan jenis alat yang sesuai untuk
pekerjaan pemadatan merupakan suatu masalah yang perlu dipertimbangkan
dengan seksama.
Sebagai pedoman untuk menentukan peralatan pemadat yang
disesuikan dengan jenis-jenis tanah tertentu, dapat digunakan tabel lampiran 7.
4.8. Pekerjaan Finishing.

Pekerjaan ini adalah merupakan tahap kegiatan akhir untuk mendapatkan


suatu permukaan tanah yang diinginkan dalam konstruksi pemindahan tanah, guna
keperluan suatu konstruksi.