Anda di halaman 1dari 19

FARMAKOTERAPI 1

ACCUTE HEPATITIS B,
SEVERE SEPSIS,
ANEMIA, ENSELOPHATI
HEPATIC

Kelompok 3
Asyha Aulika
Hertian Pratiwi
Inas Yumn Hanifah
Diani Sri Agustien
Laela Khanifatunnisa
Hafidz Arkan
Puspita Kusuma Putri

(G1F013051)
(G1F013051)
(G1F013051)
(G1F013051)
(G1F013051)
(G1F013051)
(G1F013051)

PATOPHYSIOLOGY
Sindrom neuropsikiatri yang dapat terjadi pada
penyakit hati akut dan kronik berat dengan
beragam manifestasi, mulai dari ringan hingga
berat, mencakup perubahan perilaku, gangguan
intelektual, serta penurunan kesadaran tanpa
adanya kelainan pada otak yang mendasarinya.

HEPATITIS B

ANEMIA??

ENSEPALOPHA
TY HEPATIC

suatu penyakit hati yang disebabkan oleh "Virus


Hepatitis B" (VHB), suatu anggota famili
Hepadnavirus yang dapat menyebabkan
peradangan hati akut atau menahun yang pada
sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi
sirosis hati atau kanker hati.
SEVERE SEPSIS??

SUBJECTIVE
1. Data Klinis Pasien
NAMA

NY. S

ALAMAT

BANJARSARI

RIWAYAT MRS

PENURUNAN KESADARAN SEJAK 3 HARI LALU,


LEMAS DAN MEMBERAT SEJAK 4 BULAN YANG
LALU, NYERI KEPALA

RIWAYAT PENYAKIT

RIWAYAT
OBAT/SUPLEMEN

CEFTRIAXONE, CITICOLIN, PIRACETAM

DIAGNOSA

ACUTE HEPATITIS B, SEVERE SEPSISS, ANEMIA,


ENSEFALOPATI HEPATIK

OBJEKTIF
TTV

Tanggal
29/3

TD

110/70

30/3
140/ 80

31/3
110/70

Nilai

1/4
120/70

2/3
120/70

3/4
130/80

4/4
120/70

Keterangan

Normal
100-120/

Normal

60-80
N

68

78

72

104

96

84

96

60-100/

Normal

menit
RR

25

14

28

28

32

28

32

12-20x

Meningkat

/menit
Suhu

36

GCS

E3V4M5

36,6

36,4

36,7

36,9

36,7

36,7

35-37C

Normal
- Respon
terhadap
suara
- bicara
mengacau
-melokalisir
nyeri
Normal

Pemeriksaan

Tanggal

Nilai Normal

Ketarangan

Ureum Darah

57,8

Contd15-39

Creatinin

0,54

0.6-1.3

Normal

30/03

04/04

Meningkat

Protrombin

26,1

10-14

Meningkat

APTT

43,3

26.0-33.5

Meningkat

Total Protein

5,61

6.70-8.70

Menurun

Albumin

2,18

3.58-5.19

Menurun

Globulin

3,43

2.20-3.40

Normal

Bilirubin Total

7,08

Bilirubin Direk

3,06

0-0.25 mmol/L

Meningkat

Bilirubin

4,02

1.7-17.1 mmol/L

Normal

SGOT

81

<27

Meningkat

SGPT

196

<34

Meningkat

Normal

indirek

Pemeriksaan

Tanggal

Nilai Normal

Keterangan

29/03

01/04

03/04

04/04

Hb

10

8.7

10.4

9.0

11.5-16.5

Menurun

Leukosit

13750

14350

13730

10150

4.400-11.300

Meningkat

Hematokrit

28

25

30

26

36-47

Menurun

Erit

3.5

3.6

3.1

4.1-5.1

Menurun

Trombo

42000

43000

43000

44000

150000-

Menurun

400000
MCV

81.6

83.4

83.4

84.8

80.0-96.1

Normal

MCH

28.7

28.9

28.8

29.1

27.0-32.0

Normal

MCHC

35.2

34.7

34.6

34.4

32.0-36.0

Normal

RDW

14

15.8

17.2

17.0

11,5-14.5

Meningkat

MPV

Basofil

0.2

0.1

0.2

0.1

0.0-0.1

Normal

Eusinofil

1.6

0.0

0.0

0.0

0.04-0.4

Menurun

Batang

2.5

2.2

5.0

2.4

2.0-6.0

Normal

Segmen

64.1

81.1

79.6

83.8

50-70

Meningkat

Limfosit

19.2

9.3

7.5

9.1

20-40

Menurun

Monosit

12.4

7.3

7.7

4.6

0.2-0.8

Meningkat

GDS

109

165

74-106

Meningkat

Kalium

3.9

4.7

Menurun

Tgl

Subyektif
Penurunan
kesadaran,
lemas dan
nyeri kepala

Obyektif
Ureum, protombin,
APTT, Bilirubin direk,
SGOT, SGPT
meningkat. Total
protein dan albumin
menurun

Assesment
Hepatitis b
akut

Rekomendasi
Menggunakan
antiviral entecavir.
Mengkonsumsi
hepatoprotektor
curcuma
(Temulawak)

Paparan Problem
Hepatitis B disebabkan
oleh virus hepatitis B
sehingga menyebabkan
fungsi hati terganggu

Leukosit meningkat

Severe sepsis

Antibiotik intra vena


gentamisin

Severe sepsis
disebabkan oleh bakteri
yang menyerang darah
sehingga diperlukan
antibiotik intra vena

Hemoglobin dan
hematokrit menurun

Anemia

Makanan tinggi zat


besi

Komponen darah
menjadi tidak normal
dan kadar besi didalam
tubuh menurun
sehingga harus
diperbanyak makan
makanan tinggi zat besi

Ureum, protombin,
APTT, Bilirubin direk,
SGOT, SGPT
meningkat. Total
protein dan albumin

Ensefalopati
hepatik

Pemberian laktulose
dan rifaximin

Penurunan fungsi otak


yang diakibatkan dari
kerusakan pada hati

Plan
Tujuan terapi
Mencegah proliferasi virus hepatitis B
Meningkatkan kesadaran pasien
Mengurangi keparahan dari severe sepsis
Mengobati anemia
Mengobati enselofati hepatic
Menurunkan RR menggunakan O2

Terapi farmakologis

Hepatitis B akut

Terapi farmakologis hepatitis B diberikan sesuai algoritma dibawah ini:

Berdasarkan algoritma tersebut terapi yang disarankan untuk pasien


adalah adefovir atau entecavir (DiPiro, 2008). Berdasarkan
pertimbangan potensi yang dimiliki oleh masing-masing obat lebih
disarankan untuk menggunakan entecavir.

Severe sepsis
Berdasarkan Kasper (2005), firstline untuk
terapi severe sepsis adalah pemberian
antibiotic. Antibiotic yang dapat digunakan
antara lain vancomysin dan gentamisin.
Kami lebih memilih untuk menggunakan
gentamisin sebagai terapi severe sepsis.

Enselophati hepatic
Pada pasien
dengan kronik
hepatik
ensefalopati
diberikan
laktulosa 30-60
ml/hari. Pada
keadaan akut,
laktulosa
diberikan 45
ml/jam, dosis
dapat diturunkan
15-30 ml secara
oral 4 kali sehari
(Dipiro, 2006).

Meningkatkan kesadaran pasien


Untuk meningkatkan kesadaran pasien dan
memulihkan keadaan pasien dapat
dilakukan dengan pemberian Ringer
laktat, NaCl 0,9%, dextrose 5%, albumin.

Terapi non-farmakologis
ANEMIA

Terapi yang disarankan untuk meningkatkan nilai Hb dan Hct


adalah terapi non-farmakologis. Terapi non-farmakologis yang
dapat dilakukan adalah dengan memberikan asupan zat besi.
Selain dari suplemen, asupan besi juga dapat digantikan dengan
mengkonsumsi makanan yang kaya akan besi. Seperti, sayuran
berdaun hijau gelap, roti, sereal, kacang, daging, kacangkacangan, aprikot, dan kismis.

ENSEFALOPATI
HEPATIK

Pasien harus membatasi


asupan Lemak (DiPiro,
2006).

Komunikasi kepada
dokter yang
merawat pasien

KIE untuk tenaga


kesehatan yang
merawat pasien

Melaporkan adanya penurunan albumin,


peningkatan beberapa parameter fungsi
hati untuk dapat ditindaklanjuti.
Pemberian gentamisin
sebagai antibiotic
yang diberikan secara
IV dengan dosis 3-5
mg/kg/hari IV/IM 3 x
sehari

Memonitoring
parameter fungsi hati
pasien setelah
pemberian antiviral
dan hepatoprotektor

Penggunaan infus
ringer laktat, NaCl,
dextrose dengan
kecepatan infus
tertentu

Penggunaan infus
albumin untuk
meningkatkan kadar
albumin pasien

KIE untuk keluarga pasien


Nama Obat

Jadwal minum

Jumlah

Manfaat

Hal yang perlu


diperhatikan

Entecavir

Laktulosa

1 x sehari (1 jam

0,5 mg

mengurangi

sebelum atau

proliferasi virus

sesudah makan)

hepatitis B

3 4 x sehari

15-30 ml

First line untuk


mengatasi
ensefalofati
hepatic

Rifaximin

Setiap 12 jam (2x

550 mg

sehari)
Curcumin
Syrup

2 x sehari

2 sendok teh (10 hepatoprotektor


mL)

Monitoring
Obat

Entecavir

Monitoring

Target

Keberhasilan

ESO

keberhasilan

HBV

Parameter

fungsi

hati normal
Gentamisin

Severe sepsis

Nefrotoksik

Severe sepsis

Curcumin

Hepatoprotektor

Parameter

fungsi

hati normal
Laktulosa

Enselofati hepatic

Rifaximin

Enselofati hepatic

Albumin

Kadar

Ringer laktat

albumin -

Kadar

meningkat

meningkat

Mengganti elektrolit -

Kesadaran

dan

meningkat

memulihkan

kondisi pasien

albumin

pasien

Kesimpulan
1. Problem pasien sesuai dengan diagnosa
yaitu acute hepatitis B, severe sepsis,
anemia, enselopati hepatik.
2. Penatalaksanaan terapi farmakologis yaitu
diberikan entecavir, gentamisin, curcuma,
laktulosa, albumin, rifaximin, Ringer laktat
3. Penatalaksanaan terapi non farmakologis
yaitu mengkonsumsi makanan yang kaya
zat besi, protein, dan mengurangi lemak.