Anda di halaman 1dari 20

TUGAS TEKNOLOGI POLIMER

Dosen Pembimbing :

Dr. Ir. Hamidah Harahap, M. Sc


DISUSUN OLEH :
NAMA

NIM

M. DEDE TAHER

120405

RIDHO NAWANSYAH

130405023

YUNI ALDRIANI LUBIS

130405039

HAMDA EKA AGUSTINI

130405042

SORAYA NASUTION

130405

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Polimer merupakan molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang

ratusan bahkan ribuan molekul sederhana yang disebut monomer. Oleh karena itu polimer
mempunyai massa molekul relatif yang sangat basar. Polimer banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari bahan-bahan yang kita gunakan seperti pakaian, botol
minum, map plastik, dan lain-lain terbuat dari polimer.
Bahan-bahan

polimer

alam

yang

sejak

dahulu

telah dikenal dan dimanfaatkan

adalah kapas, wol, dan damar. Polimer sintesis mulai dikenal pada tahun 1925, dan setelah
hipotesis makromolekul yang dikemukakan oleh Staudinger mendapat hadiah Nobel pada
tahun 1955, teknologi polimer mulai berkembang pesat.
Beberapa contoh polimer sintesis yang ada dalam kehidupan sehari-hari, antara lain
serat-serat tekstil poliester dan nilon, plastik polietilena untuk botol susu, karet untuk ban
mobil dan plastik poliuretana untuk jantung buatan. Penggunaan polimer pada bidang
industri begitu besar seperti yang digunakan dalam industri rumah tangga, otomotif, pesawat
terbang dan lain sebagainya.
Polimer merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang secara aplikatif. Kertas, plastik,
ban, serat-serat alamiah, merupakan produk-produk polimer. Polimer,

merupakan

ilmu

yang sangat menarik untuk dipelajari. Polimer merupakan ilmu yang sangat dinamis.
Oleh karena itu, sangat dibutuhkan pengetahuan yang baik tentang konsep-konsep dasar
polimer, guna dapat memahami dan mengembangkan ilmu polimer. Selanjutnya, konsep dasar
tersebut dapat dikembangkan untuk mengukur dan menganalisis bobot molekul polimer. Teknik
pemisahan dan pengukuran sampel polimer merupakan pengetahuan yang tidak

kalah

pentingnya untuk dikuasai. Proses pembentukan polimer dari monomernya kita sebut sebagai
polimerisasi. Dalam makalah ini akan dibahas tentang reaksi pembentukan polimer, penggolongan
polimer, serta kegunaan dan dampak polimer.

1.2 Rumusan Masalah


1. Menjelaskan defenisi polimer.
2. Menjelaskan reaksi pembentukan polimer.
3. Menjelaskan penggolongan polimer.
4. Menjelaskan kegunaan dari polimer.
5. Menjelaskan proses pembuatan produk polimer yang berupa nilon.
1.3

Tujuan Penyusunan
Dari penyusunan makalah ini bertujuan selain untuk memenuhi tugas teknologi polimer,

juga bertujuan untuk mengetahui dan mamahami materi polimer dan produk polimer yang berupa
nilon.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Polimer

Seringkali kita mendengarnya, namun mungkin belum tahu apa yang dimaksud secara
mendetail. Kadang bayangan kita, polimer identik dengan plastik. Lebih jauh ingin tahu tentang
polimer. Baca ulasan singkat berikut.
Polimer
berasal dari bahasa
Yunani, yaitu poly
yang berarti many
(banyak) dan meros
yang berarti part
(bagian). Dari sini
dapat kita katakan bahwa polimer adalah susunan dari
bagian-bagian yang banyak.

Secara lengkapnya, Polimer ialah


rangkaian atom yang panjang dan
berulang-ulang dan dihasilkan dari
sambungan beberapa molekul lain
yang

dinamakan

monomer.

Monomer-

monomer ini mungkin serupa, atau


mungkin juga mempunyai satu atau
lebih kumpulan kimia yang diganti.
Polimer kadang disebut pula dengan plastik. Namun plastik sebenarnya hanya sebagian
saja dari polimer karena polimer begitu banyak ragamnya. Di antara polimer ada yang alami dan
adapula yang sintetik. Contoh bahan-bahan yang berasal dari polimer adalah sebagai berikut:
1. PVC (Polyvinyl chloride).
Plastik PVC bersifat termoplastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga bersifat tahan
serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku dan
bentuk fleksibel. Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan, mainan
anak-anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen mobil.
Adapun plastik bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan isolasi
listrik.

Dalam hal penggunaannya, plastic PVC


menempati urutan ketiga dan sekitar 68 % digunakan
untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
2. Polyethylen
Polyetilen
adalah

bahan

termoplastik

yang

kuat dan dapat dibuat dari yang lunak sampai yang kaku. Ada
dua jenis polyetilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density
polyethylene / LDPE) dan polyetilen densitas tinggi (highdensity polyethylene / HDPE). Polyetilen densitas rendah relatif
lemas dan kuat, digunakan antara lain untuk pembuatan kantong
kemas,

tas,

botol,

industri

bangunan,

dan

lain-lain.

Polyetilen densitas tinggi sifatnya lebih keras, kurang


transparan dan tahan panas sampai suhu 1000C. Campuran polietilen densitas rendah dan
polyetilen densitas tinggi dapat digunakan sebagai bahan pengganti karat, mainan anak-anak, dan
lain-lain.
3. PTFE (Polytetrafluoroethylene)
Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat
tahan panas dan tahan terhadap bahan kimia. Teflon
digunakan untuk pelapis wajan (panic anti lengket),
pelapis tangki di pabrik kimia, pipa anti patah, dan
kabel listrik.

4. Rubber (karet)
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia
organik telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat perolehan kebutuhan
tersebut.

Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan


bahan dasar monomer, seperti butadiene dan stirena dengan
cara kopolimerisasi.
2.2

Reaksi Pembentukan Polimer

Polimerisasi merupakan suatu reaksi pembentukan polimer


dari monomernya. Dua jenis utama dari reaksi polimerisasi
adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Jenis
reaksi yang monomernya mengalami perubahan reaksi
tergantung pada strukturnya. Suatu polimer adisi memiliki
atom yang sama seperti monomer dalam unit ulangnya,
sedangkan polimer kondensasi mengandung atom-atom yang lebih sedikit karena terbentuknya
produk sampingan selama berlangsungnya proses polimerisasi.
1. Polimer Adisi
Polimerisasi adisi adalah perkaitan langsung antar monomer berdasarkan reaksi adisi.
Polimerisasi adisi terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap dua. Polimerisasi dapat
berlangsung dengan bantuan katalisator.
Perhatikan Gambar 1 yang menunjukkan bahwa monomer etilena mengandung ikatan
rangkap dua, sedangkan di dalam polietilena tidak terdapat ikatan rangkap dua.

Gambar 1. Monomer etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena yang digunakan
sebagai tas plastik, pembungkus makanan, dan botol. Pasangan elektron ekstra dari ikatan
rangkap dua pada tiap monomer etilena digunakan untuk membentuk suatu ikatan baru menjadi
monomer yang lain.
Menurut jenis reaksi adisi ini, monomer-monomer yang mengandung ikatan rangkap dua
saling bergabung, satu monomer masuk ke monomer yang lain, membentuk rantai panjang.
Produk yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi adisi mengandung semua atom dari monomer

awal. Berdasarkan Gambar 1, yang dimaksud polimerisasi adisi adalah polimer yang terbentuk dari
reaksi polimerisasi disertai dengan pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomermonomernya yang membentuk ikatan tunggal. Dalam reaksi ini tidak disertai terbentuknya
molekul-molekul kecil seperti H2O atau NH3.
Contoh lain dari polimer adisi diilustrasikan pada Gambar 2. Suatu film plastik yang tipis
terbuat dari monomer etilen dan permen karet dapat dibentuk dari monomer vinil asetat.

Gambar 2. Polietilen dan polivinil asetat adalah contoh polimer yang dibuat melalui polimerisasi
adisi.
Dalam reaksi polimerisasi adisi, umumnya melibatkan reaksi rantai. Mekanisme
polimerisasiadisi dapat dibagi menjadi tiga tahap yaitu:

Sebagai contoh mekanisme polimerisasi adisi dari pembentukan polietilena:


a) Inisiasi, untuk tahap pertama ini dimulai dari penguraian inisiator dan adisi molekul monomer
pada salah satu radikal bebas yang terbentuk. Bila kita nyatakan radikal bebas yang terbentuk
dari inisiator sebagai R, dan molekul monomer dinyatakan dengan CH2 = CH2, maka tahap
inisiasi dapat digambarkan sebagai berikut:

b) Propagasi, dalam tahap ini terjadi reaksi adisi molekul monomer pada radikal monomer yang
terbentuk dalam tahap inisiasi.

Bila proses dilanjutkan, akan terbentuk molekul polimer yang besar, dimana ikatan rangkap
C = C dalam monomer etilena akan berubah menjadi ikatan tunggal C C pada polimer polietilena

c) Terminasi, dapat terjadi melalui reaksi antara radikal polimer yang sedang tumbuh dengan
radikal mula-mula yang terbentuk dari inisiator (R) CH2 CH2 + R CH2 CH2- R atau
antara radikal polimer yang sedang tumbuh dengan radikal polimer lainnya,
sehingga akan membentuk polimer dengan berat molekul tinggi R-(CH2)n-CH2 + CH2(CH2)n-RR(CH2)n-CH2CH2-(CH2)n-R. Beberapa contoh polimer yang terbentuk dari
polimerisasi adisi dan reaksinya antara lain:
Polivinil kloridan
CH2 = CHCl [ - CH2 - CHCl - CH2 - CHCl - ]n Vinil klorida polivinil klorida
Poliakrilonitriln
CH2 = CHCN[ - CH2 - CHCN - ]n
Polistirena
2. Polimer Kondensasi
Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang sama atau
monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-kadang disertai dengan
terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl. Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang
kedua ini, monomer-monomer bereaksi secara adisi untuk membentuk rantai. Namun demikian,
setiap ikatan baru yang dibentuk akan bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil
biasanya air dari atom-atom monomer. Pada reaksi semacam ini, tiap monomer harus

mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya
dari rantai tersebut. Jenis
reaksi

polimerisasi

ini

disebut reaksi kondensasi.


Dalam

polimerisasi

kondensasi, suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung dengan gugus -OH dari
ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air. Reaksi kondensasi yang digunakan untuk
membuat satu jenis nilon ditunjukkan pada Gambar 3 dan Gambar 4.

Gambar 3. Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda yaitu 1,6 diaminoheksana dan
asam adipat yang umum digunakan untuk membuat jenis nylon. Nylon diberi nama menurut
jumlah atom karbon pada setiap unit monomer. Dalam gambar ini, ada enam atom karbon di
setiap monomer, maka jenis nylon ini disebut nylon 66.

Gambar 4. Pembuatan Nylon 66 yang sangat mudah di laboratorium.


Contoh lain dari reaksi polimerisasi kondensasi adalah bakelit yang bersifat keras, dandracon, yang
digunakan sebagai serat pakaian dan karpet, pendukung pada tape audio dan tape video, dan
kantong plastik. Monomer yang dapat mengalami reaksi polimerisasi secara kondensasi adalah
monomer-monomer yang mempunyai gugus fungsi, seperti gugus -OH; -COOH; dan NH3.
2.3

Penggolongan Polimer

Dari berbagai jenis polimer yang banyak kita jumpai, polimer dapat digolongkan
berdasarkan asalnya, pembuatannya, jenis monomer, sifatnya terhadap panas dan reaksi
pembentukannya.
a. Penggolongan Primer berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya, polimer dapat dibedakan atas polimer alam dan polimer sintesis.
1) Polimer Alam
Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari makhluk hidup.
Contoh polimer alam dapat dilihat pada table di bawah ini
No

Polimer

Monomer

Polimerisasi

Contoh

1.

Pati/amilum

Glukosa

Kondensasi

Biji-bijian, akar umbi

2.

Selulosa

Glukosa

Kondensasi

Sayur, Kayu, Kapas

3.

Protein

Asam amino

Kondensasi

Susu, Daging, Telur, Wol, Sutera

4.

Asam nukleat

Nukleotida

Kondensasi

Molekul DNA dan RNA (sel)

5.

Karet alam

Isoprena

Adisi

Getah pohon karet

Sifat-sifat polimer alam kurang menguntungkan. Contohnya, karet alam kadang-kadang


cepat rusak, tidak elastis, dan berombak. Hal tersebut dapat terjadi karena karet alam tidak tahan
terhadap minyak bensin atau minyak tanah serta lama terbuka di udara. Contoh lain, sutera dan wol
merupakan senyawa protein bahan makanan bakteri, sehingga wol dan sutera cepat rusak.
Umumnya polimer alam mempunyai sifat hidrofilik (suka air), sukar dilebur dan sukar dicetak,
sehingga sangat sukar mengembangkan fungsi polimer alam untuk tujuan-tujuan yang lebih luas
dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
2) Polimer Sintesis
Polimer sintesis atau polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di alam dan harus
dibuat oleh manusia. Sampai saat ini, para ahli kimia polimer telah melakukan penelitian struktur
molekul alam guna mengembangkan polimer sintesisnya. Dari hasil penelitian tersebut dihasilkan
polimer sintesis yang dapat dirancang sifat-sifatnya, seperti tinggi rendahnya titik lebur, kelenturan
dan kekerasannya, serta ketahanannya terhadap zat kimia. Tujuannya, agar diperoleh polimer
sintesis yang penggunaannya sesuai yang diharapkan. Polimer sintesis yang telah dikembangkan
guna kepentingan komersil, misalnya pembentukan serat untuk benang kain dan produksi ban yang
elastis terhadap jalan raya. Ahli kimia saat ini sudah berhasil mengembangkan beratus-ratus jenis
polimer sintesis untuk tujuan yang lebih luas. Contoh polimer sintesis dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :

No

Polimer

Monomer

Terdapat pada

1.

Polietena

Etena

Kantung, kabel plastik

2.

Polipropena

Propena

Tali, karung, botol plastik

3.

PVC

Vinil klorida

Pipa paralon, pelapis lantai

4.

Polivinil alcohol

Vinil alcohol

Bak air
Wajan atau

panci

anti

5.

Teflon

Tetrafluroetena

lengket
Pipa rekam magnetik, kain

6.

Dakron

Metil tereftalat dan etilene glikol

atau tekstil (wol sintetis)

7.

Nilon

Asam adipat dan heksametilena diamin

Tekstil

8.

Polibutadiena

Butadiena

Ban motor

9.

Poliester

Ester dan etilena glikol

Ban mobil

10.

Melamin

Fenol frmaldehida

Piring dan gelas melamin

11.
Epoksi resin
Metoksi benzena dan alcohol sekunder
b. Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya

Penyalut cat (cat epoksi)

Berdasarkan jenis monomernya, polimer dapat terdiri atas homopolimer dan kopolimer.
1) Homopolimer
Homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya, selulosa dan protein.
(-P-P-P-P-P-P-P-P-)n
Pada polimer adisi homopolimer, ikatan rangkapnya terbuka lalu berikatan membentuk
polimer yang berikatan tunggal.
2) Kopolimer
Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang monomernya tidak sejenis.
Contoh dakron, nilon-66, melamin (fenol formaldehida). Proses pembentukan polimer
berlangsung dengan suhu dan tekanan tinggi atau dibantu dengan katalis, namun tanpa katalis
strukyur molekul yang terbentuk tidak beraturan. Jadi, fungsi katalis adalah untuk
mengendalikan proses pembentukan struktur molekul polimer agar lebih teratur sehingga sifatsifat polimer yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Contoh struktur rantai molekul
polimer tidak beraturan 9 produk polimerisasi tanpa katalis) adalah sebagai berikut :
(-P-S-S-P-P-S-S-S-P-S-P-)

Kopolimer tidak beraturan


Pada proses pembentukan polimer yang digunakan katalis, struktur molekul yang
terbentukakan beraturan. Contoh struktur rantai molekul polimer teratur (produk polimerisasi
dengan katalis)adalah sebagai berikut :
- Sistem blok : (-P-P-P-S-S-S-P-P-P-S-S-S-)n (Kopolimer blok)
- Sistem berseling : (-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-S-P-)n (Kopolimer berseling)
c. Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap panas
Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dapat

dibedakan

atas

polimer

termoplas (tidak tahan panas, seperti plastik) dan polimer termosting (tahan panas, seperti
melamin).
1) Polimer termoplas
Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer tersebut apabila
dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat dilebur untuk dicetak kembali (didaur ulang).
Contohnya polietilene, polipropilena, dan PVC.
2) Polimer termosting
Polimer termosting adalah polimer yang tahan panas. Polimer tersebut apabila dipanaskan
tidak akan meleleh (sukar melunak), dan sukar didaur ulang. Contohnya melamin dan bakelit.
2.4

Berbagai macam polimer


Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer buatan. Berikut ini

beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita:


1. Karet Sintesis
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia
organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat perolehan
kebutuhan tersebut.
Karet-karet sintetis tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dasar monomer, seperti
butadiene dan stirena dengan cara kopolimerisasi.
Polibutadiena-stirena disebut juga dengan Buna atau nama dagangnya SBR (stirenabutadiena rubber). Ada dua jenis Buna, yaitu Buna-N dan Buna-S. tidak seperti polimer lain
yang monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 3:1,
sedangkan Buna-S perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer tersebut
merupakan karet sintetis yang kuat hampir menyamai karet alam karena resisten oksidasi dan

abrasi dibandingkan karet alam. SBR mengandung ikatan rangkap dan dapat dicross-linked kan
dengan sulfur dengan proses vulkanisasi. Saat ini Buna banyak digunakan sebagai ban mobil.
Jika karet yang divulkanisasi ini diregangkan, jembatan belerang menahan rantai-rantai
polimer sehingga tidak mudah putus, kemudian karet tersebut akan kembali pada bentuk
semula setelah meregang. Karet sintetis lain adalah neoprene yang berasal dari monomer
kloropropena, polibutadiena, dan Thiokol.
2. Serat Sintetis
Kapas merupakan serat alam yang merupakan polimer dari karbohidrat (selulosa), dan
polimer dari protein (wol dan sutera). Seperti halnya karet, serat memiliki polimer sintetis,
yaitu nilon dan poliester (dakron).
Dakron atau tetoron merupakan polyester. Polimer ini yang sangat kuat, sangat lentur dan
transparan. Polimer ini juga digunakan untuk membuat sintetis dan membuat lembaran film
tipis yang dalam perdagangan disebut mylar. Mylar banyak digunakan untuk pita rekam
magnetic dan untuk membuat gelembung balon yang dimanfaatkan dalam penelitian cuaca di
atmosfer.
Nilon-66 merupakan serat polimer yang titik leburnya tinggi. Disebut nilon-66 karena
polimernya tersusun dari enam atom C dari 1,6-heksametilena diamina dan enam atom C
darimolekul asam 1,6 heksanadioat. Nilon-66 digunakan untuk serat kain.
3. Orlon
Orlon merupakan polimer adisi dari monomer akrilonitril. Polimer ini merupakan serat
sintetis, seperti wol digunakan dalam tekstil sebagai campuran wol, karpet, dan kaus kaki.
4. Plastik
Plastik merupakan polimer sintetis yang paling populer karena banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan jenis monomernya, ada beberapa jenis plastik yaitu sebagai berikut :
a) Polietena (Polietilena)
Polietilena merupakan polimer plastik yang sifatnya ulet (liat), massa jenis rendah,
lentur, sukar rusak apabila lama dalam keadaan terbuka di udara maupun apabila terkena
tanah lumpur, tetapi tidak tahan panas. Polietena adalah plastik yang banyak diproduksi,
dicetak lembaran untuk kantong plastik, pembungkus halaman, ember, dsb.
b) Polipropena (Polipropilena)
Polipropena mempunyai sifat yang sama dengan polietena. Oleh karena plastik ini juga
banyak diproduksi, hanya kekuatannya lebih besar dari polietena dan lebih tahan panas
serta tahan terhadap reaksi asam dan basa. Plastik ini juga digunakan untuk membuat botol
plastik, karung, bakair, tali, dan kanel listrik (insulator).
c) PVC (Polivinil Klorida)

PVC mempunyai sifat keras dan kaku digunakan untuk membuat pipa plastik, pipa
paralon, pipakabel listrik, kulit sintetis, dan ubin plastik.
d) Teflon (Tetrafluoroetena)
Teflon merupakan lapisan tipis yang sangat tahan panas dan tahan terhadap bahan
kimia. Teflon digunakan untuk pelapis wajan (panic anti lengket), pelapis tangki di pabrik
kimia, pipa antipatah, dan kabel listrik.
e) Bakelit (Fenol Formaldehida)
Bakelit adalah suatu jenis polimer yang dibuat dari dua jenis monomer, yaitu fenol dan
formaldehida. Polimer ini sangat keras, titik leburnya sangat tinggi dantahan api. Bakelit
digunakan untuk instalasi listrik dan alat-alat yang tahan suhu tinggi, misalnya asbak dan
fiting lampu listrik.
f) Flexiglass (Polimetil Metakrilat)
Polimetil Metakrilat disingkat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. Polimetil
metakrilat merupakan polimerisasi adisi dari monomer metil metakrilat (H 2C = CHCOOH3). PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan
untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil.
2.5

Kegunaan Polimer
Kegunaan polimer dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut :
a) Plastik Polietilentereftalat (PET)
Plastik PET merupakan serat sintetik poliester (dakron) yang transparan dengan daya tahan
kuat, tahan terhadap asam, kedap udara, fleksibel, dan tidak rapuh. Dalam hal penggunaannya,
plastik PET menempati urutan pertama. Penggunannya sekitar 72 % sebagai kemasan
minuman dengan kualitas yang baik. Plastik PET merupakan poliester yang dapat dicampur
dengan polimer alam seperti: sutera, wol dan katun untuk menghasilkan bahan pakaian yang
bersifat tahan lama dan mudah perawatannya.
b) Plastik Polietena/Polietilena (PE)
Terdapat dua jenis plastik PE, yaitu Low Density Polyethylene (LDPE) dan High Density
Polyethylene (HDPE). Plastik LDPE banyak digunakan sebagai kantung plastik serta
pembungkus makanan dan barang.
Plastik HDPE banyak digunakan sebagai bahan dasar membuat mainan anak-anak, pipa
yang kuat, tangki korek api gas, badan radio dan televisi, serta piringan hitam.
c) Polivinil Klorida (PVC)
Plastik PVC bersifat termo plastik dengan daya tahan kuat. Plastik ini juga bersifat tahan
serta kedap terhadap minyak dan bahan organik. Ada dua tipe plastik PVC yaitu bentuk kaku
dan bentuk fleksibel. Plastik bentuk kaku digunakan untuk membuat konstruksi bangunan,
mainan anak-anak, pipa PVC (paralon), meja, lemari, piringan hitam, dan beberapa komponen
mobil. Adapun plastic bentuk fleksibel, jenis ini digunakan untuk membuat selang plastik dan

isolasi listrik. Dalam hal penggunaannya, plastic PVC menempati urutan ketiga dan sekitar
68% digunakan untuk konstruksi bangunan (pipa saluran air).
d) Plastik Nilon
Plastik nilon merupakan polimer poliamida (proses pembentukannya seperti pembentukan
protein). Plastik Nilon ditemukan pada tahun 1934 oleh Wallace Carothers dari Du Pont
Company. Ketika itu, Carothers mereaksikan asam adipat dan heksametilendiamin. Plastik
yang bersifat sangat kuat (tidak cepat rusak) dan halus ini banyak digunakan untuk pakaian,
peralatan kemah dan panjat tebing, peralatan rumah tangga serta peralatan laboratorium.
e) Karet Sintetik
Karet Sintetik yang terkenal adalah Styrene Butadiene Rubber (SBR), suatu polimer yang
terbentuk dari reaksi polemerisasi antara stirena dan 1,3-butadiena. Karet sintetik ini banyak
digunakan untuk membuat ban kendaraan karena memiliki kekuatan yang baik dan tidak
mengembang apabila terkena minyak atau bensin.
f) Wol dan Kapas
Wol adalah serat alami dari protein hewani (keratin) yang tidak larut. Struktur protein
wol yang lentur menghasilkan kain dengan mutu yang baik, namun kadang-kadang
menimbulkan masalah karena dapat mengerut dalam pencucian. Oleh karena itu, wol dicampur
dengan PET untuk menghasilkan kain yang bermutu baik dan tidak mengerut pada saat
pencucian.
Kapas merupakan serat alami dari bahan nabati (selulosa) yang paling banyak digunakan
(hampir 50% pemakaian serat alami berasal dari kapas). Kain katun dibuat dari serat kapas
dengan perlakuan kimia sehingga menghasilkan kain yang kuat, enak dipakai, dan mudah
perawatannya.

BAB III
PRODUK POLIMER
3.1

Sejarah Nilon
Nilon merupakan suatu keluarga polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace

Carothers di DuPont. Produk pertama adalah sikat gigi ber-bulu nilon (1938), dilanjutkan dengan
produk yang lebih dikenal: stoking untuk wanita pada 1940. Nilon dibuat dari rangkaian unit yang
ditautkan dengan ikatan peptida (ikatan amida) dan sering diistilahkan dengan poliamida (PA).
Nilon merupakan polimer pertama yang sukses secara komersial, dan merupakan serat sintetik
pertama yang dibuat seluruhnya dari bahan anorganik: batu bara, air, dan udara. Elemen-elemen ini
tersusun menjadi monomer dengan berat molekular rendah, yang selanjutnya direaksikan untuk
membentuk

rantai

polimer

panjang.

Bahan ini ditujukan untuk menjadi pengganti sintetis dari sutra yang diwujudkan dengan
menggunakannya untuk menggantikan sutra sebagai bahan parasut setelah Amerika Serikat

memasuki Perang Dunia II pada 1941, yang menyebabkan stoking sulit diperoleh sampai perang
berakhir.
3.2

Deskripsi Nilon
Nilon adalah kopolimer kondensasi dibentuk dengan mereaksikan bagian yang sama dari

sebuah diamina dan asam dikarboksilat , sehingga amida yang terbentuk pada kedua ujung masingmasing monomer dalam proses analog dengan polipeptida biopolimer . Elemen kimia termasuk
adalah karbon , hidrogen , nitrogen , dan oksigen . Akhiran numerik menentukan jumlah karbon
yang disumbangkan oleh monomer-monomer, sedangkan diamina pertama dan kedua diacid.
Varian yang paling umum adalah nilon 6-6 yang mengacu pada fakta bahwa diamina
( heksametilena diamina , IUPAC Nama: heksana-1 ,6-diamina ) dan diacid ( asam adipat , IUPAC
Nama: asam hexanedioic ) masing-masing menyumbangkan 6 karbon untuk rantai polimer. Seperti
biasa lainnya kopolimer seperti poliester dan poliuretan , terdiri dari satu monomer masing,
sehingga mereka bergantian dalam rantai tersebut. Karena setiap monomer dalam kopolimer ini
memiliki sama kelompok reaktif pada kedua ujungnya, arah dari ikatan amida membalikkan antara
masing-masing monomer . Di laboratorium, nilon 6-6 juga dapat dibuat dengan menggunakan
klorida

adipoyl

bukan

adipat.

Nilon 5.10, terbuat dari pentamethylene diamina dan asam sebasat , dipelajari oleh Carothers
bahkan sebelum nilon 6,6 dan memiliki sifat unggul, tetapi lebih mahal untuk membuat. Sesuai
dengan konvensi penamaan, nilon 6,12 (N-6, 12) atau PA-6, 12 adalah kopolimer dari 6C
diamina dan diacid 12C. Demikian pula untuk N-5, 10 N-6, 11; N-10, 12, dll nilon lain meliputi
asam dikarboksilat dikopolimerisasi / diamina produk yang tidak didasarkan pada monomer yang
tercantum di atas. Sebagai contoh, beberapa aromatik nilon yang dipolimerisasi dengan
penambahan diacids seperti asam tereftalat ( Kevlar , Twaron ) atau asam isoftalat ( Nomex ),
lebih umumnya terkait dengan poliester. Ada kopolimer dari, N-6 6/N6; kopolimer N-6, 6/N-6/N12, dan lain-lain. Karena cara poliamida terbentuk, nilon sepertinya akan terbatas pada bercabang,
rantai lurus. Tapi bintang nilon bercabang dapat diproduksi oleh kondensasi asam dikarboksilat
dengan poliamina memiliki tiga atau lebih gugus amino .
3.3

Karakteristik Nilon

Variasi kilau: nilon memiliki kemampuan untuk menjadi sangat berkilau, semilustrous atau
membosankan.
Durabilitas: serat yang tinggi keuletan digunakan untuk sabuk pengaman, ban tali, kain balistik
dan penggunaan lainnya.

Elongasi (kekuatan tarik) tinggi


Ketahanan abrasi yang sangat baik
Sangat tangguh (kain nilon yang panas-set)
Membuka jalan untuk memudahkan perawatan pakaian
Resistensi tinggi terhadap serangga, jamur, hewan, serta bahan kimia cetakan, jamur, membusuk
dan banyak
Digunakan dalam karpet dan stoking nilon
Mencair bukan terbakar
Transparan terhadap cahaya inframerah (-12dB)
Poliamida (nylon) merupakan serat yang kuat. Nilon yang cukup mahal ialah supernilon yang
dapat ditenun menjadi kain-kain yang indah, baik yang menyerupai tweed maupun yang
menyerupai brokad emas atau sutera.
Sifat-sifat nilon adalah sebagai berikut :
Kuat dan tahan gesekan.
Daya mulurnya besar, kalau diregang sampai 8%, benang akan kembali pada panjang semula,
tetapi kalau terlalu regang, bentuk akan berubah.
Kenyal tidak mengisap air sehingga mudah kering.
Pada umumnya tidak tahan panas, kalau bahan disetrika harus dicoba terlebih dahulu dengan
temperature yang rendah.
Larut dalam phenol, tetapi kalau dipakai phenol cair akan mengerut dan dapat digunakan untuk
membuat hiasan-hiasan.
Tahan alkali dan tidak tahan klor.
Untuk memperbaiki kualitas nylon dapat dibuat kain renda (lece), dibuat lubang- lubang dan
diselesaikan tepinya dengan cat nylon dan disempurnakan melalui proses nylonizing hingga dapat
lebih mengisap, lembut dan lemas.
Mengingat kekuatan nylon yang sangat tinggi maka nylon sangat baik untuk dibuat kain parasut,
tali temali yang memerlukan kekuatan tinggi, benang ban terpal, jala dan untuk tekstil industri
lainnya. Selain untuk keperluan industri, nylon juga dapat dipakai untuk bahan pakaian, terutama
untuk pakaian wanita, kaus kaki dan tekstil rumah tangga seperti gorden jendela atau
Parameter Nilai:
Titik lebur

: 363-367oF

Kekerasan rockwell

: 106

Konduktivitas termal

: 2,01 BTU di/fthoF

Panas laten difusi

: 35,98 BTU/lb

Koefisien ekspansi linier

: 5,055 x 10-5 /OF

Kekuatan tarik pada hasil

: 4496-4786 psi

Koefisien gesekan

: 0,10-0,30

Kepadatan

: 1,15 g/cm3

Konduktivitas listrik

: 10-12 S/m

3.4

Proses Pembuatan Nilon


Sintesis nilon 6.6 dari industri tradisional melibatkan asam adipin dan hexamethylene

diamin untuk membentuk suatu garam yang meleleh, pada suhu 180oC. Adipin dan hexamethylena
diamin diubah menjadi poliamida dengan pemanasan sampai suhu 280 oC di bawah tekanan, yang
menghilangkan air. Asam adipik dengan menggunakan polymerisasi ini pada umumnya diperoleh
dengan oksidasi perpecahan cyclohexena dengan asam nitrat, suatu cuka mengoksidasi sangat
kuat. Ada beberapa corak yang diinginkan reaksi inti ini jika seseorang mempertimbangkan besar
produksi nilon meliputi seluruh dunia. Asam Nitrat bereaksi dengan cepat deangan kandungan
organik yang bermacam-macam, sebagai faktor kehadiran keselamatan dari kimia berbahaya.. Hal
ini juga memberikan beberapa resiko lingkungan yaitu mengakibatkan emisi dari Nitro oksida
(N2O mengandung nitrogen), gas rumah kaca, dan produksi skala asam adipin yang industri juga
dipercaya mengubah 10% dari semua tidak alami emisi nitro oksida ( NOx). Tekanan tinggi
dibutuhkan untuk polymerisasi mugkin juga bersikap menjadi keselamatan jika reaktor tidaklah
dengan baik dibangun dan dirawat.

Reaksi Pembuatan Nilon


Polimer Kondensasi
Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang sama atau
monomer yang berbeda. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-kadang disertai dengan
terbentuknya molekul kecil seperti H2O, NH3, atau HCl.
Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini, monomer-monomer bereaksi secara adisi untuk
membentuk rantai. Namun demikian, setiap ikatan baru yang dibentuk akan bersamaan dengan
dihasilkannya suatu molekul kecil biasanya air dari atom-atom monomer. Pada reaksi semacam ini,
tiap monomer harus mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap
ujung ke unit lainnya dari rantai tersebut. Jenis reaksi polimerisasi ini disebut reaksi kondensasi.

Dalam polimerisasi kondensasi, suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung dengan
gugus-OH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air.
Reaksi kondensasi yang digunakan untuk membuat satu jenis nilon ditunjukkan pada Gambar
dibawah ini.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1

Kesimpulan
Polimer merupakan suatu golongan kimia penting dalam kehidupan kita sehari-hari

maupun dalam industry. Polimer meliputi plastik, karet, serat, dan nilon. Beberapa senyawa
penting dalam tubuh makhluk hidup, yaitu karbohidrat (polisakarida), protein, dan asam nukleat
juga merupakan polimer. Kita akan melihat bahwa polimer adalah suatu makro molekul yang
terbentuk dari molekul-molekul sederhana yang kita sebut sebagai monomer. Proses pembentukan
polimer dari monomernya kita sebut sebagai polimerisasi.
4.2

Saran
Dengan adanya tugas tentang materi polimer ini, semoga dapat menambah dan

mengembangkan wawasan tentang pengertian polimer, penggolongan polimer, pembentukan

polimer dan lain-lain. Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, mohon kritik dan saran dari
pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
Adi, Susanto. 2001. Senyawa Polimer. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Universitas Negeri Padang.
Ani, Hariani. 2005. Polimer dan Penggolongannya. Prodi Teknik Kimia Universitas
Brawijaya: Malang
Caca, Susanti. 2010. Pengenalan Polimer. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik:
Universitas Sriwijaya
Dino, Afiano. 2012. Polimer dan Penanganannya. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam: Universitas Gajah Mada.
Hakim, Manoel. 2012. Makalah Nilon. Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Kimia. Universitas
Diponegoro.
Kurniawan, Andri. Makalah Polimer. Diakses pada 19 Oktober 2015.
Rani, Maharani. 2014. Macam-macam Polimer dan Contohnya. Jurusan Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya: Palembang.