Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kegiatan Penyuluhan
Kasus ISPA merupakan kasus terbanyak dari masyarakat yang berobat di
Puskesmas. Rata-rata setiap bayi dan anak akan mengalami ISPA (Infeksi Saluran
Pernafasan Akut) 3-6 kali dalam setahun. Biasanya daerah perkotaan angka
kesakitan ISPA cenderung lebih banyak dibandingkan daerah pedesaan. Hal ini
disebabkan banyak faktor, tapi yang terutama adalah faktor lingkungan (udara
yang tercemar.
Sebagian besar dari ISPA hanya bersifat ringan seperti batuk, pilek disertai
atau tanpa disertai demam, dan tidak memerlukan pengobatan dengan Antibiotika.
Namun sebagian akan menderita radang paru (pneumonia) bila ISPA tidak
ditangani secara dini. Bila infeksi paru ini tidak segera mendapat perawatan
pengobatan maka dapat menyebabkan kematian.
Di negara berkembang diperkirakan pneumonia merupakan penyebab
kematian pada 1 dari 4 kematian anak balita, sedangkan pada bayi kurang dari 2
bulan kematian akibat pneumonia lebih tinggi lagi. Karena itu perawatan dan
pengobatan secara dini pada kasus ISPA (pneumonia) akan dapat menurunkan
angka kematian balita.
Bertolak dari masalah diatas maka penyuluhan kesehatan kepada
masyarakat adalah sangat penting dan merupakan upaya yang diperlukan dalam
usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Kegiatan
penyuluhan kesehatan dalam menanggulangi masalah ISPA dimaksudkan untuk
meningkatkan kesadaran dan pengertian masyarakat tentang penyakit menular dan
cara pencegahannya, mulai dari mengenal masalah-masalah kesehatan yang
dihadapi dalam kehidupan sehari-hari sampai dengan terjadinya sikap dan perilaku
dalam rangka menanggulangi masalah tersebut dan juga dalam rangka peningkatan
kesehatan diri dan lingkungan.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Menurunkan angka kesakitan dan kematian balita akibat penyakit ISPA
(pneumonia) serta mencegah akibat buruk yang lebih lanjut.
2. Tujuan Khusus
a. Menemukan penderita ISPA terutama ISPA sedang (pneumonia) dan ISPA
berat (pneumonia berat) agar mendapatkan perawatan dan pengobatan
sedini mungkin.
b. Melakukan penatalaksanaan penderita termasuk rujukan.
c. Menanamkan

pengertian

masyarakat

tentang

penyakit

ISPA dan

pencegahannya.
d. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan
penanganan terhadap penyakit ISPA (pneumonia), serta dapat berpartisipasi
aktif dalam kegiatan tersebut.

BAB II
PERENCANAAN PENYULUHAN
Agar pelaksanaan penyuluhan dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka
adanya rencana-rencana dari kegiatan tersebut yaitu sebagai berikut :
A. Sasaran
1. Sasaran Jangkauan Penyuluhan
Masyarakat yang berada di lingkungan wilayah kerja Puskesmas Pakisaji,
khususnya masyarakat (ibu dan balita) di Posyandu RW III Kebonagung.
2.

Sasaran hasil penyuluhan


Meningkatkan

pengetahuan

masyarakat

tentang

penyakit

ISPA dan

pencegahannya ditandai dengan terjadinya perubahan pengertian, sikap dan


tingkah laku dalam penanganan ISPA.
B. Metode
Metode penyuluhan dilakukan dengan cara pendekatan kelompok dan tatap muka
antara lain :
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab
C. Media
Media yang digunakan untuk membantu dan menunjang agar pesan-pesan yang
disampaikan mudah dan cepat diterima dan dimengerti oleh peserta adalah :
1. Poster-poster
2. Flip card
3. Flash card
4. Leaflet
D. Wakfu dan Tempat

Waktu

: Selasa, 10 September 2002

Tempat

: RW III Kebonagung

E. Langkah-langkah dalam kegiatan penyuluhan


Setelah perencanaan penyuluhan, mengenal masalah, masyarakat dan
wilayah adalah suatu hal yang penting dalam kegiatan penyuluhan. Hal ini
dilakukan melalui data primer dari masyarakat langsung dan data sekunder dari
petugas.
1. Mengenal Masalah
Dari data di Puskesmas didapatkan bahwa penyakit ISPA adalah penyakit
terbanyak yang dilaporkan di Puskesmas Pakisaji. Hal ini disebabkan bahwa
kurang pengetahuan masyarakat tentang pecegahan dan penanganan ISPA
secara dini.
2. Mengenal Masyarakat
Penduduk Desa Kebon agung merupakan daerah dengan sosial ekonomi
menengah ke bawah, dengan sumber mata pencaharian bertani, buruh, dan
pekerja di pabrik (Pabrik rokok dan Pabrik Gula). Sebagian besar penduduk
tingkat pendidikannya masih rendah sehingga pengetahuannya terhadap
masalah kesehatan pun masih kurang. Dan sebagian masyarakat mempunyai
kebiasaan, bila sakitnya sudah agak berat baru berobat ke Puskesmas. Sarana
kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pakisaji yaitu 2 Puskesmas
pembantu dan 9 Polindes. Jumlah kader yang aktif 250 orang.
3. Mengenal Wilayah
Lokasi penyuluhan tidak terlalu sulit dijangkau oleh petugas kesehatan karena
dilaksanakan di Desa Kebon agung Gg. 03 Rw. III yang tempatnya dekat
dengan jalan raya dan mudah dijangkau dengan kendaraan.
4. Mengenal Prioritas Masalah

ISPA merupakan angka kesakitan tertinggi yang berkunjung di Puskesmas


Pakisaji maka pencegahan dan penurunan angka kesakitan terhadap penderita
ISPA merupakan prioritas utama dalam kegiatan penyuluhan. Hal ini dilakukan
agar tidak terjadi ISPA lanjut (pneumonia) terutama pada bayi dan balita.

BAB III
PELAKSANAAN PENYULUHAN
A. Penggalian Pengetahuan Peserta dan Perkenalan
Acara perkenalan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam
melaksanakan atau memulai penyuluhan. Hal ini penting supaya peserta tidak asing
dengan pembicara. Disamping itu peserta lebih berminat, percaya dan lebih yakin
akan kebenaran dari isi penyuluhan.
Sebelum kita menyampaikan materi/isi penyuluhan perlu kita mengkaji
atau menggali tingkat pengetahuan peserta, kita dapat memberikan penyuluhan
cara-cara yang sekiranya mudah, cepat ditanggapi dan dipahami oleh peserta sesuai
dengan tingkat pengetahuannya.
1. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara umum yang berhubungan dengan
penyakit ISPA yang sering ditemui di masyarakat.
2. Memberi kesempatan kepada beberapa peserta untuk mengungkapkan biodata
dan pendidikannya.
3. Memberi kesempatan kepada peserta untuk mengungkapkan beberapa
permasalahannya yang berhubungan dengan kesehatan.
4. Menyampaikan pengalaman-pengalaman yang istimewa yang pernah kita alami
untuk meningkatkan perhatian kesehatan.
Hal-hal tersebut diatas perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
tingkat pengetahuan masyarakat terhadap masalah kesehatan khususnya penyakit
ISPA, serta untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap isi penyuluhan
sehingga peserta bermotivasi untuk mendengarkan, memahami dan melibatkan diri
dalam, kegiatan atau program kesehatan.

B. Penyajian Materi
1. Pengertian
Penyakit ISPA adalah semua penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh
karena infeksi baik infeksi virus, bakteri, jamur ataupun jasad lain yang
memberikan manifestasi klinik. Biasanya timbul mendadak dan dengan
perjalanan penyakit yang singkat (14 hari). Yang disebut saluran pernafasan
adalah organ mulai dari hidung sampai alveoli paru beserta organ-organ
aweksanya seperti virus paranasal, ruang telinga tengah dan lain-lain.
2. Pernbagian ISPA dan Gejala
Menurut derajat beratnya penyakit ISPA, maka dapat dibagi :
a.

ISPA ringan ditandai dengan:


- Batuk, pilek, demam, sakit kepala, anoreksia, lelah dan nyeri otot.
- Suara serak.
- Keluar cairan telinga tanpa rasa sakit.

b.

ISPA sedang (pneumonia) bila didapatkan gejala


ISPA ringan ditambah satu atau lebih gejala :
- Frekuensi nafas > 30 x/i, khusus untuk umurn kurang dari i tahun bila
frekuensi nafas 50 x/i atau lebih, sedangkan 1-4 tahun 40 x/i atau lebih.
- Wheezing
- Suhu badan 39o atau lebih.

c.

ISPA berat, bila didapat gejala ISPA ringan dan


ISPA sedang ditambah satu atau lebih gejala:
- Retraksi sela iga dan fasa supras ternal saat bernafas (inspirasi).
- Stridor
- Sianosis
- Nafas cuping hidung
- Kejang
- Dehidrasi
- Kesadaran menurun

- Ditemukan membran Difteri.


3. Cara Penularan
Yaitu lewat pernafasan. Untuk bayi dan anak-anak biasanya akibat kontak
langsung atau tidak langsung dengan penderita, misalnya dicium atau pada saat
dinina bobokan.
4. Akibat yang ditimbulkan penyakit ISPA
Penyakit ISPA merupakan penyakit yang menyerang organ-organ pernafasan
yang merupakan sebagian dari organ vital dalam tubuh manusia. Tahap awal
penderita batuk, pilek biasa karena kuman menyerang nasal atau paranasal, bila
penderita tersebut selanjutnya menyerang organ-organ pharing, sehingga timbul
gejala seperti : sakit tenggorokan, panas, pusing, suara serak, dan lain-lain,
bahkan akan menimbulkan sesak nafas bila infeksi sampai menyerang organ
cabang bronchus dan alveoli paru. Oleh karena itu bila penyakit ini tidak
ditangani secara dini akan menimbulkan komplikasi yang lebih berat dan akan
menimbulkan kematian terutama pada bayi dan anak-anak akibat pneumonia.
Disamping itu angka kesakitan meningkat akibat penularan penyakit ISPA yang
tidak ditangani secara dini dan tuntas, anak-anak tidak ada nafsu makan,
kurang gizi, lemah, tidak ada gairah dan lain-lain.
5. Cara Penanggulangan
Bila sudah menerima penyakit ISPA ada beberapa cara untuk menaggulanginya
yaitu :
a.

Membiarkan makanan yang banyak mengandung zat gizi untuk


meningkatkan daya tahan tubuh terutama pada anak-anak.

b.

Meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan rumah


- Kamar rumah tidak sumpek, ventilasi cukup.
- Lingkungan bersih dan rapi.

c.

Banyak istirahat

d.

Pengobatan penderita, biasanya antibiotika dan antipretika disamping


obat-obat lain sesuai derajat ISPA dan dosis sesuai dengan umur.

e.

Bila menderita panas, penderita disuruh banyak minum, untuk bayi dan
anak ASI tetap diberikan, gunakan pakaian yang tipis atau kain yang dapat
menyerap keringat.

f.

Bila timbul gejala hidung buntu, batuk, suara serak, penderita dapat
menghisap uap air hangat atau minum air hangat, mengurangi konsumsi
makanan yang banyak mengandung minyak disamping obat-obatan dari
Puskesmas atau Rumah Sakit.

6. Pencegahan
ISPA mcrupakan salah satu penyakit menular, maka untuk mencegah penularan
dan komplikasi yang lebih berat, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
a.

Penderita yang sudah terkena infeksi ISPA :


- Segera memeriksakan dan berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
- Hindari hubungan langsung terutama ke Puskesmas terhadap Bayi dan
anak-anak untuk menghindari penularan.
- Bila bersin, batuk gunakan sapu tangan
- Untuk mencegah terjadinya komplikasi dan pengobatan penderita
sedini mungkin

b.

Manusia yang sehat


- Konsumsi makanan yang banyak mengadung zat

gizi untuk

meningkatkan daya tahan tubuh.


- Ciptakan lingkungan rumah yang sehat :

Buang sampah pada tempatnya

Ventilasi rumah cukup udara yang masuk dan penyinaran cukup.

Kamar tidak sumpek.

- Bekerja sesuai batas kemampuan karena kondisi yang lemah/daya tahan


tubuh yang menurun mudah terserang penyakit infeksi.
- Pemberian ASI pada anak sampai usia, 2 tahun.

C. Penilaian
Mengevaluasi hasil penyuluhan merupakan hal yang penting yang perlu
kita lakukan setelah selesai penyajian materi, Hal ini dilakukan untuk menggali
kembali sejauh mana dilakukan melalui tanya jawab, dan hasilnya :
- Peserta aktif baik perhatiannya terhadap isi penyuluhan maupun pengajuan
pertanyaan atau permasalahannya.
- Suasana tenang.
- Penggunaan waktu sesuai dengan yang ditentukan (+ 5 menit untuk evaluasi)

PEMBAHASAN
SASARAN
Sasaran penyuluhan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana.
METODE
Metode penyuluhan yang dilakukan adalah ceramah dan tanya jawab.
MEDIA
Media yang digunakan untuk membantu dan menunjang agar pesan-pesan
yang disampaikan mudah dan cepat diterima. dan dimengerti oleh peserta adalah
leaflet.
WAKTU DAN TEMPAT
Waktu dan tempat penyuluhan sesuai dengan rencana.
LANGKAH-LANGKAH DALAM KEGIATAN PENYULUHAN
Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan adalah
mengenal masalah, mengenal masyarakat, mengenal wilayah, dan mengenal prioritas
masalah.
PENILAIAN
Hasil dari evaluasi penyuluhan adalah peserta aktif, suasana tenang dan
penggunaan waktu sesuai dengan yang ditentukan.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan :
1. Penyakit ISPA adalah merupakan penyakit yang sering terjadi di masyarakat
Pakisaji yang dilaporkan Pukesmas Pakisaji. Hal ini disebabkan karena kurang
pengetahuan individu, keluarga dan masyarakat tentang pencegahan dan
penanganan penyakit ISPA selain faktor-faktor lain, misalnya faktor
lingkungan. Apabila penderita sudah mengalami komplikasi akibat infeksi ISPA
maka akan menyebabkan kematian terutama bagi dan anak-anak. Oleh karena
itu penanganan ISPA secara dini sangat diperlukan. Disamping itu kegiatan
penyuluhan juga sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat
dalam mengenal secara dini masalah kesehatan umumnya dan masalah ISPA
khususnya.
2. Penyuluhan kesehatan kepada individu keluarga dan masyarakat dimaksudkan
untuk merubah pengetahuan, sikap dan tingkah laku mereka agar dapat
menolong dirinya dalam bidang kesehatan sehingga tercapai derajat kesehatan
yang optimal.
3. Dalam pelaksanaan penyuluhan ditemui beberapa kendala seperti kurang daya
penangkapan sebagian peserta terhadap hasil penyuluhan. Hal ini disebabkan
karena sebagian besar peserta tingkat pengetahuannya tentang kesehatan masih
relatif rendah.
B. Saran-saran
1. Karena penyakit ISPA adalah penyakit menular dan merupakan penyakit
terbanyak yang dilaporkan di Puskesmas Pakisaji, maka untuk menekan angka
kesakitan, diharapkan perlunya pengobatan secara tuntas terhadap, penderita
ISPA agar tidak terjadi komplikasi yang lebih lanjut dalam penularan yang lebih

luas. Dalam, hal ini juga perlu kerjasarna untuk program dan peran serta
masyarakat dalam pencegahan, penanganan dan penemuan kasus secara dini.
2. Dalam melaksanakan penyuluhan terhadap penyakit ISPA petugas perlu
memperhatikan : Tujuan, Sasaran, Metode, Media, Waktu
dan Tempat

penyuluhan serta penguasaan materi agar pelaksanaan

penyuluhan dapat berjalan lancar dan tujuan yang diinginkan dapat tercapai.