Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

Pengantar Ilmu Lingkungan


Instrusi Air Laut

Oleh:
Retno Ayu Pharamitha
1531120120024

Fakultas Biologi
Universitas Nasional
Jakarta
2016
1

BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Intrusi air laut adalah masuk atau menyusupnya air laut kedalam pori-pori batuan dan mencemari
air tanah yang terkandung didalamnya. Intrusi air laut diakibatkan tekanan air tanah yang lebih
kecil di bandingkan tekanan air laut pada kedalaman yang sama. Perbedaan tekanan ini
menyebabkan batas antara air tanah dan air laut naik ke daratan. Intrusi akan terjadi karena
adanya aksi, dalam hal ini pengambilan air tanah. Intrusi adalah reaksi dari aksi tersebut dan
mengubah keseimbangan hidrostatik alami antar muka air tanah tawar dan air asin. Dalam
kondisi normal (tidak ada gangguan tekanan), air laut sudah mengintrusi ke daratan karena masa
jenis air laut lebih besar di bandingkan air tanah. Namun bila tekanan air tanah turun dapat
menyebabkan intrusi air laut ke daratan semakin jauh kearah daratan. Berdasarkan pengertian
tersebut serta asal air asin, maka intrusi air laut adalah intrusi air asin yang berasal dari air laut,
sehingga hanya terjadi di daerah pantai. Sementara intrusi air asin dapat terjadi di mana saja,
bahkan di daerah pedalaman (inland). Intrusi ditandai terutama dengan kenaikan kadar Cl-. Clumumnya dijumpai dalam air tanah dengan kadar rendah dalam kondisi normal. Sumber utama
Cl- adalah limbah, air fossil (conate water), dan air laut. Umumnya air tanah yang sudah
terkontaminasi akan meninggi kadar garamnya dan berubah dari tadinya tawar menjadi payau
atau asin. intrusi terjadi sebagai reaksi telah terjadi penurunan muka air tanah baik dari sistem
akuifer dangkal maupun sistem akuifer dalam akibat aksi pengambilan air tanah dari kedua
sistem akuifer, penurunan ini mengubah keseimbanhan hidrostatik antar-muka air tanah
tawar/asin di cekungan. Akuifer pantai merupakan sumber penting untuk memenuhi kebutuhan
air bersih, khususnya di daerah-daerah yang berkembang di sepanjang pesisir pantai. Banyak
daerah di pantai yang populasi penduduknya tinggi, menyebabkan meningkatnya kebutuhan air
bersih. Karena itu, daerah sekitar pantai memerlukan perhatian dan manajemen khusus untuk
menanggulanginya. Perembesan air laut ke daratan, tidak dapat dipungkiri, selama ini masih
dianggap sebelah mata oleh masyarakat maupun pemerintah. Padahal, walaupun dampaknya
tidak dirasakan secara langsung seperti pencemaran udara dan suara, untuk jangka panjang,
rembesan air laut ke daratan akan menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik dari segi
lingkungan, kesehatan, bahkan ekonomi. Padahal, perembesan air laut ke daratan yang dikenal
2

dengan istilah Intrusi ini, tak boleh disepelekan. Adanya pori-pori tanah yang berlubang,
menyebabkan air laut masuk ke daratan. Hal itu terjadi karena air tanah yang dipompa keluar
terlalu besar dan ruang kosong atau pori-pori ini diisi oleh air laut. Dampaknya, air di daratan
yang selama ini tawar, menjadi payau.Walaupun dampak intrusi akan muncul secara berkala dan
untuk jangka waktu yang lama, jika didiamkan saja, tanpa ada upaya mencegahnya, tentu saja
akan menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat. Bisa dibayangkan, betapa besar
kerugian secara ekonomis yang diderita karena rembesan dan pengikisan air laut. Tanah-tanah di
tepi pantai akan berkurang dan kalau dinominalkan, akan besar sekali. Meskipun sampai saat ini
belum ada data mengenai kerugian tersebut, tapi bisa dibayangkan betapa besar dana yang keluar
kalau tanah yang hilang mencapai ratusan kilo meter akibat pengikisan dan perembesan. Apalagi,
bila dilihat dari segi kesehatan dan lingkungan. Belum lagi berbagai penyakit yang mungkin
mendera masyarakat yang mengkonsumsi air payau tersebut.
Menggunakan air payau untuk dikonsumsi maupun kegiatan lain seperti mandi, dapat
mengganggu kesehatan. Karena air payau mengandung NaCl (Natrium Chloride) yang tinggi dan
dapat mengganggu metabolisme yang terjadi di dalam tubuh manusia. Penggunaan air payau
untuk dikonsumsi dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit perut seperti diare. Sedangkan
bila digunakan untuk mandi, dapat memicu munculnya penyakit kulit, seperti gatal-gatal. Untuk
jangka panjang, bukan tidak mungkin orang yang mengkonsumsi air payau tersebut akan
mengalami gangguan penyakit serius karena metabolismenya terganggu dan sensivitas tubuhnya
untuk menerima air payau yang mengandung garam tersebut

2.

Rumusan Masalah
Apa faktor penyebab intrusi air laut ?
Apa saja dampak intrusi air laut ?
Bagaimana upaya mencegah intrusi air laut ?
Bagaimana upaya menanggulangi intrusi air laut ?

BAB II
3

PEMBAHASAN
A. Air Tanah
Adalah semua air yang terdapat pada lapisan pengandung air (akuifer) di bawah permukaan
tanah, termasuk mata air yang muncul di permukaan tanah.Peran air (akuifer) di air tanah
semakin lama semakin penting karena air tanah menjadi sumber air utama untuk memenuhi
kebutuhan pokok hajat hidup orang banyak (common goods), seperti air minum, rumah
tangga, industri, irigasi, pertambangan, perkotaan dan lainnya, serta sudah menjadi komoditi
ekonomis bahkan dibeberapa tempat sudah menjadi komoditi strategis. Diperkirakan 70%
kebutuhan air bersih penduduk dan 90% kebutuhan air industri berasal dari air tanah.

Air yang berhasil meresap ke bawah tanah akan terus bergerak ke bawah sampai dia mencapai
lapisan tanah atau batuan yang jarak antar butirannya sangat-sangat sempit yang tidak
memungkinkan bagi air untuk melewatinya. Ini adalah lapisan yang bersifat impermeabel.
Lapisan seperti ini disebut lapisan aquitard.

Air yang datang kemudian akan menambah volume air yang mengisi rongga-rongga antar
butiran dan akan tersimpan disana. Penambahan volume air akan berhenti seiring dengan
berhentinya hujan. Air yang tersimpan di bawah tanah itu disebut air tanah. Sementara air yang
tidak bisa diserap dan berada di permukaan tanah disebut air permukaan. Dalam suatu laporan
disebutkan bahwa dalam kondisi pasca hujan, wilayah bogor mampu menyerap air hujan hingga
60% dari total curah hujan. Sementara wilayah Jakarta hanya mampu menyerap 20% saja. Lalu
kemana sisanya? Tentunya jadi air permukaan yang menjelma menjadi banjir. Permukaan air
tanah disebut water table, sementara lapisan tanah yang terisi air tanah disebut zona saturasi air.

Model aliran airtanah itu sendiri akan dimulai pada daerah resapan air tanah atau sering juga
disebut sebagai daerah imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana
air yang berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses
penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada
tanah/batuan.

Dalam perjalananya aliran airtanah ini seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya
memiliki lapisan penutup yang bersifat kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan
perubahan tekanan antara airtanah yang berada di bawah lapisan penutup dan airtanah yang
berada diatasnya. Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai airtanah tertekan
(confined aquifer) dan airtanah bebas (unconfined aquifer). Dalam kehidupan sehari-hari
pola pemanfaatan airtanah bebas sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk,
sedangkan airtanah tertekan dalam sumur bor yang sebelumnya telah menembus lapisan
penutupnya

B. Intrusi Air Laut

Intrusi air laut adalah masuk atau menyusupnya air laut kedalam pori-pori batuan dan mencemari
air tanah yang terkandung didalamnya. Proses masuknya air laut mengganti air tawar disebut
sebagai intrusi air laut. Intrusi air laut telah terjadi di beberapa tempat, terutama daerah pantai
seperti belanda (Ernest, 1969), long island, USA (Luscinzky dan scwarzenski, 1966) dan di
Indonesia. Di berbagai belahan dunia sudah terjadi yang dikenal dengan intrusis air laut dan
apabila ini dibiarkan maka akan meluas dan membuat kualitas air tanah semakin menurun setiap
harinya. Air laut akan tercermin dari harga daya hantar listrik, Na+ dan Cl- yang tinggi dalam
suatu conto air. Hasil analisis kimia dari conto air dari 52 sumur pantau di Jakarta menunjukan
bahwa sumur pantau yang terdapat di Jalan Tongkol (Jakarta Utara dekat Pelabuhan Sunda
Kelapa, Kamal Muara dan Tegal Alur yang menunjukkan adanya pengaruh dari air laut. Begitu
pula umur air, yang sangat muda, dan kandungan isotop stabil oksigen dan Deuterium, yang
relative berat, di tiga sumur tersebut menunjukkan adanya pengaruh dari air laut.
Sumur lain menunjukkan umur air tanah yang sangat tua (8.000 30. 000 tahun) dan kandungan
isotop stabil relative ringan. Tetapi dari hasil pengamatan pada konstruksi sumur ternyata sumur
telah rusak akibat adanya penurunan muka tanah, sementara air permukaan dan air tanah dangkal
di sekitar daerah tersebut yang memang sudah terkena pengaruh air laut, masuk ke dalam sumur
melalui dinding sumur yang keropos. Intrusi air laut terhadap air tanah dalam di lokasi ini pun
menjadi tidak valid. Di Jalan Tongkol dan Marunda, dalam kawasan berikat, ada juga sumur
pantau yang tinggi harga daya hantar listrik, Na+ dan Cl-, tekanan hidrostatis di kedua sumur ini
sangat tinggi, artesis, dan umurnya juga sangat tua. Rasa asin air di sumur ini lebih disebabkan
oleh air formasi dan bukan air laut masa kini.
C. Faktor Penyebab Intrusi Air Laut Intrusi air laut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
Aktivitas manusia
Aktivitas manusia terhadap lahan maupun sumber daya air tanpa mempertimbangkan
kelestarian alam tentunya dapat menimbulkan banyak dampak lingkungan. Bentuk aktivitas
manusia yang berdampak pada sumberdaya air terutama intrusi air laut adalah pemompaan air
tanah (pumping well) yang berlebihan dan keberadaannya dekat dengan pantai.
Faktor batuan
Batuan penyusun akuifer pada suatu tempat berbeda dengan tempat yang lain, apabila batuan
penyusun berupa pasir akan menyebabkan air laut lebih mudah masuk ke dalam air tanah.
Kondisi ini diimbangai dengan kemudahan pengendalian intrusi air laut dengan banyak metode.
Sifat yang sulit untuk melepas air adalah lempung sehingga intrusi air laut yang telah terjadi
akan sulit untuk dikendalikan atau diatasi.
Karakteristik pantai
Pantai berbatu memiliki pori-pori antar batuan yang lebih besar dan bervariatif sehingga
mempermudah air laut masuk ke dalam air tanah. Pengendalian air laut membutuhkan biaya
yang besar sebab beberapa metode sulit dilakukan pada pantai berbatu. Metode yang mungkin
7

dilakukan hanya Injection Well pada pesisir yang letaknya agak jauh dari pantai, dan tentunya
materialnya berupa pasiran.
Pantai bergisik/berpasir memiliki tekstur pasir yang sifatnya lebih porus. Pengendalian intrusi
air laut lebih mudah dilakukan sebab segala metode pengendalian memungkinkan untuk
dilakukan. Pantai berterumbu karang/mangrove akan sulit mengalami intrusi air laut sebab
mangrove dapat mengurangi intrusi air laut. Kawasan pantai memiliki fungsi sebagai sistem
penyangga kehidupan. Kawasan pantai sebagai daerah pengontrol siklus air dan proses intrusi
air laut, memiliki vegetasi yang keberadaannya akan menjaga ketersediaan cadangan air
permukaan yang mampu menghambat terjadinya intrusi air laut ke arah daratan. Kerapatan jenis
vegetasi di sempadan pantai dapat mengontrol pergerakan material pasir akibat pergerakan arus
setiap musimnya. Kerapatan jenis vegetasi dapat menghambat kecepatan dan memecah tekanan
terpaan angin yang menuju ke pemukiman penduduk.
Fluktuasi air tanah di daerah pantai
Apabila fluktuasi air tanah tinggi maka kemungkinan intrusi air laut lebih mudah terjadi pada
kondisi air tanah berkurang. Rongga yang terbentuk akibat air tanah rendah maka air laut akan
mudah untuk menekan air tanah dan mengisi cekungan/rongga air tanah. Apabila fluktuasinya
tetap maka secara alami akan membentuk interface yang keberadaannya tetap. Intrusi air laut
merupakan bentuk degradasi sumberdaya air terutama oleh aktivitas manusia pada kawasan
pantai. Hal ini perlu diperhatikan sehingga segala bentuk aktivitas manusia pada daerah tersebut
perlu dibatasi dan dikendalikan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.

D. Dampak Intrusi Air Laut


Berbagai dampak yang ditimbulkan oleh intrusi air laut, terutama dampak negatif atau yang
merugikan seperti;
1. Kebutuhan akan air bersih semakin sulit karena air tanah sudah terkontaminasi dengan air
laut sehingga rasanya asin.
2. Pertanian di sekitar pesisir pantai akan mengalami kerugian karena kebutuhan akan air tawar
untuk irigasi semakin berkurang.
3. Kesehatan penduduk sekitar pesisir pantai memburuk karena kurangnya konsumsi air bersih.
C. Upaya Mencegah Intrusi Air Laut
Intrusi air laut adalah sesuatu yang dapat merusak lingkungan apabila dibiarkan dan tidak ada
upaya yang dilakukan terutama bagi kelangsungan hidup manusia. berbagai upaya harus perlu
dilakukan agar intrusi air laut tidak terjadi diantaranya:
8

1. Penghijauan
Kawasan recharge yang merupakan daerah tangkapan air yang berada pada kawasan yang
memiliki topografi lebih tinggi juga terkena imbas pembangunan, sehingga daerah recharge
mengalami perubahan fungsi. Semula daerah ini banyak ditumbuhi pepohonan dan merupakan
daerah perkebunan dan hutan yang berperan cukup besar untuk proses penangkapam air
berubah searah dengan laju perkembangan penduduk. Untuk itu perlu diadakan penghijauan
pada daerah recharge yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air berfungsi kembali.
Penghijauan ini tidak hanya dilakukan pada daerah recharge tetapi juga dilakukan disepanjang
pesisir pantai atau daerah pantai. Penghijauan di daerah recharge bertujuan untuk menangkap
air. Daerah ini dapat berfungsi sebagai kawasan terbuka hijau jika letaknya pada bagian atas
suatu daerah padat penduduk daerah ini akan menyimpan air hujan pada rongga-rongga tanah
yang terbentuk dan mencegah run-off secara tiba-tiba. Sebagian air ini berperan mengairi dan
sebagian akan terserap dan masuk kedalam tanah menjadi bagian dari cadangan air tanah
E. Upaya Menanggulangi Intrusi Air Laut Terdapat beberapa cara untuk mengendalikan atau
menanggulangi intrusi laut, diantaranya ;
Penghentian pemompaan air tanah dan penyediaan pasokan air dari sumber air
permukaan.
Penegakan hukum dan ketertiban yang taat asas terhadap semua pelanggar peraturan
air/air tanah dan yang berkaitan.
Pengelolaan terpadu antar air permukaan dan air tanah. Sebaiknya dilakukan oleh satu
institusi yang mengurusi baik air tanah maupun air permukaan. Ada kekawatiran
pemahaman yang keliru atas desentralisasi peneglolaan air akan memicu lebih
parahnya degradasi sumber daya air/ air tanah. Sudah merupakan hal umum,
pemerintah daerah otonom lebih tertarik pada bagaimana meningkatakan pendapatan
dari penegelolaan air/air tanah di wilayahnya, daripada usaha-usaha konservasinya.
Pendidikan pada masyarakat, termasuk para pejabat pengelola air tanah, tentang
keairan/keair-tanahan. Adalah menyesatkan pemahaman bahwa air tanah terbaharui
begitu musim hujan tiba. Pembentukan air tanah, berdasarkan penelitian isotop,
berlangsung dalam orde ribuan tahun. Jadi jangan perlakukan air tanah dengan tidak
semena-mena.
Untuk menahan intrusi air laut, warga sebenarnya dapat membuat lubang resapan
biopori. Lubang-lubang resapan biopori (LRB) dibuat untuk memasukkan air hujan
sebanyak- banyaknya ke dalam tanah hingga meresap ke sumber air tanah.
Harus ada perhatian yang serius dari masyarakat, pengusaha dan dari pemerintah
sendiri, untuk mengatasi intrusi air laut ini
9

Masyarakat harus mengerti arti kesehatan. Artinya, timbul kesadaran untuk menjaga
kebersihan lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah tidak membuang
sampah ke sungai-sungai. Dengan menumpuknya sampah di sungai-sungai, maka akan
menimbulkan endapan-endapan lumpur. Dan lumpur-lumpur tersebut akan terbawa ke

laut tanpa bisa masuk ke dalam tanah.


Membuat vegetasi mangrove
Memperluas area resapan air
Meningkatkan daya infiltrasi air hujan ke dalam tanah
Mengurangi pemanfaatan air dalam tanah
Meminimalisasi tutupan tanah, khususnya dengan jenis yang tidak bisa ditembus air,

seperti beton dan aspal


Menghindari penggundulan dengan melakukan penghijauan, membuat undak-undakan
(terasering) di permukaan tanah miring
Membuat dam (gully plagh) di sungai-sungai untuk memperlambat arus
Menerapkan unsur reduce, reuse, recycle, dan recharge pada sumber daya air di
kawasan bisnis seperti gedung perkantoran dan mal.
Melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mengelola air tanah yang berorientasi
pada kelestarian lingkungan.

BAB III
PENUTUP
10

Intrusi atau penyusupan air asin ke dalam akuifer di daratan pada dasarnya adalah proses

masuknya air laut di bawah permukaan tanah melalui akuifer di daratan atau daerah pantai.
Intrusi air laut di sebagian besar wilayah pantai di Indonesia disebabkan oleh penurunan muka
air bawah tanah karena pemanfaatan air bawah tanah yang berlebihan. Penyedotan air tanah
berlebihan dengan pompa juga menjadi salah satu penyebab turunnya permukaan tanah. Apabila
keseimbangan hidrostatik antara air bawah tanah tawar dan air bawah tanah asin didaerah pantai
terganggu,maka akan terjadi pergerakan air bawah tanah asin/air laut ke arah darat dan terjadilah
intrusi air laut.
Intrusi air laut menyebabkan penurunan kualitas air tanah, mempengaruhi sifat fisik dan kimia
tanah, kemunduran kearah darat batas antara perairan tawar dan payau dan perubahan profil
dasar pantai. Terminologi intrusi pada hakekatnya hanya setelah ada aksi,yaitu pengambilan air
bawah tanah yang mengganggu keseimbangan hidrostatik.adanya intrusi air laut ini merupakan
permasalahan pada pemanfaatan air bawah tanah di daerah pantai,karena berakibat langsung
pada mutu air bawah tanah.

Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapatnya kesalahan dan dan kekurangan, untuk itu penulis
meminta kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah kedepannya.

11