Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

Tegangan Permukaan

Tegangan muka ialah suatu sifat istimewa yang dialami suatu zat dalam fase cair. Pada
fasa cair, semua molekul cairan dikelilingi oleh molekul molekul cairan yang lain dengan gaya
tarik menarik intermolekuler ke segala arah dan gaya tersebut saling menghilangkan. Akan tetapi
kondisi pada permukaan cairan menjadi lain karena ada bagian yang tidak dikelilingi oleh cairan
itu sendiri. Kondisi ini mengakibatkan adanya gaya resultan yang mengarah ke dalam cairan
yang menimbulkan sifat kecenderungan untuk memperkecil luas permukaan.
Terdapat beberapa metode penentuan tegangan muka yang banyak digunakan dan semuanya
berdasar fenomena yang berkaitan dengan tegangan muka, antara lain :
1. Tekanan maksimum gelembung.
2. Kenaikan pipa kapiler
3. Tetes
4. Cincin

Persamaan Young-Laplace merupakan persamaan diferensial parsial nonlinear yang menggambarkan


tekanan kapiler diantara dua fluid statis, seperti air dan udara, yang disebabkan oleh suatu fenomena yang
dikenal dengan tegangan permukaan. Persamaan Young-Laplace menghubungkan perbedaan tekanan
dengan bentuk permukaan.
= .
=2
= (

dimana,
= perbedaan tekanan sepanjang permukaan

= tegangan permukaan
= unit menunjuk permukaan
= mean kurvatur
dan

= radius kurvatur

Surfaktan
Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilikdan gugus
lipofilik sehingga dapat mempersatu kan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Surfaktan
adalah bahan aktif permukaan. Aktifitas surfaktan diperoleh karena sifat ganda dari molekulnya.
Molekul surfaktan memiliki bagian polar yang suka akan air (hidrofilik) dan bagian non polar
yang suka akan minyak/lemak (lipofilik). Bagian polar molekul surfaktan dapat bermuatan
positif, negatif atau netral
Emulsi
Emulsi merupakan suatu dispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan lain, dimana
molekul kedua cairan tersebut tidak saling berbaur melainkan saling antagonis. Emulsi dapat
terjadi secara temporer dan permanen.Dalam emulsi permanen, dibutuhkan suatu bahan untuk
mencegah terpisahnya dua cairan, yang dinamakan dengan emulsifier.Emulsifier didefinisikan
sebagai senyawa yang mempunyai aktivitas permukaan (surface-active agents) sehingga dapat
menurunkan tegangan permukaan (surface tension) antara udara-cairan dan cairan-cairan yang
terdapat dalam suatu sistem.
Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya yaitu gaya tarik-menarik atau gaya Van der Waals
atau gaya tolak menolak. Dalam termodinamika, emulsi terbagi menjadi dua yaitu mikroemulsi (emulsi
yang stabil) dan makroemulsi (emulsi yang tidak stabil). Pada makroemulsi, tetesan berukuran besar
sehingga tidak dapat ditembus oleh sinar karena tetesannya mampu untuk menghamburkan sinar, salah
satu contohnya susu.

BAB II
PEMBAHASAN
1. Fenomena tegangan permukaan dapat diamati pada beberapa contoh seperti,
nyamuk diatas permukaan air, silet dan jarum terapung pada permukaan air,
detergen membasahi pakaian, alkohol dan antiseptik membasahi permukaan luka,
butir-butir tanah basah yang saling menempel, tetesan air berbentuk bulat.
Tegangan permukaan timbul karena adanya gaya tarik-menarik molekul-molekul
zat cair yang sejajar permukaan. Sebelum

fenomena tegangan permukaan

dipahami,fisikawan menggambarkan permukaan air ditutupi dengan skin atau


kulit
a. Apa yang menyebabkan fenomena seperti kulit/skin like?
Jawab:
Secara Fisika, fenomena ini dapat terjadi karena adanya tegangan permukaan.
Tegangan permukaan adalah suatu kecenderungan permukaan zat cair untuk
menegang sehingga permukaannya seperti ditutupi oleh suatu lapisan kulit tipis.
b. Tuliskan sifat cairan ? Apa yang dimaksud dengan tegangan permukaan?
Jawab:
Sifat Cairan
a. Konsentrasi
Konsentrasi adalah istilah umum untuk menyatakan banyaknya bagian zat terlarut dan
pelarut yang terdapat dalam larutan.Ungkapan konsentrasi diantaranya,
1. persen massa (%) =(massa zat terlarut/ massa larutan) x 100
2. molaritas (konsentrasi molar) (mol dm-3) =(mol zat terlarut)/(liter larutan)
3. molalitas (mol kg-1) =(mol zat teralrut)/(kg pelarut)
b. Tekanan uap

Besarnya tekanan uap jenuh dipengaruhi oleh jumlah zat dan suhu. Makin besar
tekanan uap suatu cairan, makin mudah molekul-molekul cairan itu berubah menjadi
uap. Tekanan uap komponen A, pA,diungkapkan sebagai:
pA = pA0 xA
pA0 adalah tekanan uap cairan A murni pada suhu yang sama.
c. Larutan ideal dan nyata
Sebagaimana juga perilaku gas nyata berbeda dengan perilaku gas ideal, perilaku
larutan nyata berbeda dengan perilaku larutan ideal, Dalam kasus ini, penyimpangan
negatif dari hukum Raoult dapat diamati. Perilaku larutan mendekati ideal bila fraksi
mol komponen mendekati 0 atau 1. Dengan menjauhnya fraksi mol dari 0 atau 1,
penyimpangan dari ideal menjadi lebih besar, dan kurva tekanan uap akan mencapai
minimum atau maksimum.
Penyebab penyimpangan dari perilaku ideal sebagian besar disebabkan oleh besarnya
interaksi molekul. Bila pencampuran komponen A dan B menyebabkan absorpsi
kalor dari lingkungan (endoterm), interaksi molekul antara dua komponen lebih kecil
daripada pada masing-masing komponen, dan penyimpangan positif dari hukum
Raoult akan terjadi. Sebaliknya, bila pencampuran menghasilkan kalor ke lingkungan
(eksoterm), penyimpangan negatif akan terjadi.
d. Kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
Perbedaan titik didih larutan dan pelarut disebut dengan kenaikan titik didih,

Tb.

Untuk larutan encer, kenaikan titik didih sebanding dengan massa konsentrasi molal
zat terlarut B.
Tb = Kb mB
Tetapan kesebandingan Kb khas untuk setiap pelarut dan disebut dengan kenaikan
titik didih molal.
5

Sedangkan perbedaan antara titik beku larutan dan pelarut disebut penurunan titik
beku,

Tf. Untuk larutan encer penurunan titik beku akan sebanding dengan

konsentrasi molal zat terlarut mB


Tf = Kf mB
Tetapan kesebandingannya Kf khas untuk tiap pelarut dan disebut dengan penurunan
titik beku molal.
e. Tekanan osmosis
Bila larutan dan pelarut dipisahkan membran semipermeabel, diperlukan tekanan
yang cukup besar agar pelarut bergerak dari larutan ke pelarut. Tekanan ini disebut
dengan tekanan osmosis. Tekanan osmosis larutan 22,4 dm3 pelarut dan 1 mol zat
terlarut pada 0 C adalah 1,1 x 105 N m-2.Hubungan antara konsentrasi dan tekanan
osmosis diberikan oleh hukum vant Hoffs.
V = nRT
adalah tekanan osmosis, V volume, T temperatur absolut, n jumlah zat (mol) dan R
adalah konstanta gas ( 0,082 L.atm/mol atau 8,314 J/kmol)
f. Viskositas
Viskositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar kecilnya
gesekan internal fluida. Sifat dari viskositas adalah sebagai berikut
1. Viskositas cairan yang partikelnya besar dan berbentuk tak teratur lebih tinggi
daripada yang partikelnya kecil dan bentuknya teratur.
2. Semakin tinggi suhu cairan, semakin kecil viskositasnya.
g. Tegangan permukaan
Tegangan permukaan juga merupakan sifat fisik yang berhubungan dengan gaya
antarmolekul dalam cairan dan didefinisikan sebagai hambatan peningkatan luas

permukaan cairan. Awalnya tegangan permukaan didefinisikan pada antarmuka


cairan dan gas. Namun, tegangan yang mirip juga ada pada antarmuka cairan-cairan,
atau padatan dan gas. Tegangan semacam ini secara umum disebut dengan tegangan
antarmuka. Tarikan antarmolekul dalam dua fas dan tegangan permukaan di
antarmuka antara dua jenis partikel ini akan menurun bila tempeartur menurun.
Tegangan antarmuka juga bergantung pada struktur zat yang terlibat. Molekul dalam
cairan ditarik oleh molekul di sekitarnya secara homogen ke segala arah. Namun,
molekul di permukaan hanya ditarik ke dalam oleh molekul yang di dalam dan
dengan demikian luas permukaan cenderung berkurang. Inilah asal mula teori
tegangan permukaan. Bentuk tetesan keringat Rumus fisikanya

=
dimana,
= tegangan permukaan (N/m atay Dyne/cm)
d = panjag permukaan (m atau cm) dimana dilai d adalah = 2
Faktor-faktor yang mempengaruhi tegangan permukaan
Suhu
Jika suhu naik

turun

Kenaikan suhu menyebabkan molekul-molekul cairan bergerak cepat

interaksi

antar molekul berkurang.


Pada suhu yang sama

logam cair dan lelehan garam > cairan

Konsentrasi Zat Terlarut (solute)


Solut yang ditambahkan kedalam larutan akan menurunkan tegangan muka, karena
mempunyai

konsentrasi

dipermukaan

yang

lebih

besar

daripada

didalam

larutan.Sebaliknya solut yang penambahannya kedalam larutan menaikkan tegangan


muka mempunyai konsentrasi dipermukaan yang lebih kecil daripada didalam
larutan.
elektrolit, non elektrolit

naik

Contoh : gliserin, sukrosa


7

Surfaktan
Surfaktan (surface active agents), zat yang dapat mengaktifkan permukaan, karena
cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan atau antar muka. Surfaktan
mempunyai orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus. Perluasan film
dengan pembentukan gelembung/busa
Contoh : sabun, detergen, alkohol

turun

Kemampuan membasahi benda


kecil

kemampuan membasahi benda besar.

Contoh : air panas dan air sabun, alkohol.


c. Apa hubungan antara intermolecular forces dan surface tension (tegangan
permukaan)?
Jawab:
Tegangan permukaan (surface tension) juga berhubungan dengan gaya antarmolekul
(intermolecular force) dalam cairan. Molekul-molekul dalam cairan menarik satu
sama lain. Sebuah molekul dalam sebagian besar zat cair tertarik sama pada semua
sisi sehingga tarik menarik pada molekul adalah nol. Namun, gaya tarik menarik
molekul di permukaan hanya ke bawah. Oleh karena itu, molekul permukaan
mengalami gaya tarik resultan ke bawah dari dalam cairan, yang cenderung membuat
area permukaan cairan sekecil mungkin. Hal ini menyebabkan molekul di permukaan
yang akan ditarik ke dalam dan sehingga selalu ada beberapa kekuatan
ketidakseimbangan yang bekerja pada permukaan cairan. Inilah disebut tegangan
permukaan. Tegangan permukaan dapat didefinisikan sebagai: 'Gaya yang bekerja
tegak

lurus

dalam

satuan

panjang

pada

permukaan

zat

cair'.

-1

Satuan SI tegangan permukaan adalah Nm . Karena satuan ini terlalu besar, dapat
juga menggunakan unit yang lebih kecil mNm- 1 (millinewton meter - 1)
d. Sebutkan metode apa saja yang dapat digunakan untuk menentukan tegangan
permukaan? Jelaskan prinsipnya!
Jawab:
1. Metode tekanan maksimum gelembung (bubble pressure)
Bagian penting dari metode ini adalah penentuan maksimum gelembung
yang bisa diketahui dengan keluarnya gelembung udara pada ujung pipa yang
8

dicelupkan ke dalam cairan. Karena kenaikan tekanan udara yang sedikit, maka
gelembung akan pecah dengan jari jari mulut pipa. Apabila jari jari
gelembung sama dengan jari jari mulut pipa akibatnya tekanan udara dalam pipa
akan mencapai maksimum. Dengan menyamakan tekanan tekanan yang bekerja
pada bejana dan manometer dalam keadaan seimbang, harga tegangan muka dapat
ditentukan.
Pada metode tekanan maksimum gelembung perlu juga diperhatikan
syarat dari cairan pengisi manometer, syarat cairan pengisi manometer yaitu
cairan pengisi buret dan manometer tidak berbeda karakteristik serta bebas dari
pengotor.
Tekanan pada permukaan gelembung dalam keadaan seimbang akan memiliki
hubungan :

Dengan :
= koefisien tegangan muka (dyne/cm)
g = gravitasi bumi = 981 cm/s

r = jari jari gelembung dalam pipa kapiler (cm)


2= massa jenis zat cair dalam manometer (g/mL)
2= massa jenis aquadest dalam bejana (g/ml)
1 = selisih tinggi permukaan cairan dalam manometer (cm)
2 = selisih tinggi permukaan zat cair dengan ujung gelembung udara dalam pipa
(cm)

2. Metode kenaikan pipa kapiler (capillary rise)


Ketika pipa kapiler ujungnya dicelupkan dalam zat cair yang membasahi
dinding, maka zat cair akan naik setinggi h. Saat setimbang, gaya ke atas akan
sama dengan gaya ke bawah, sedang untuk gaya ke samping akan saling
meniadakan. Kenaikan cairan dalam pipa kapiler akan berhenti setelah cairan

mencapai h karena gaya F1 akan diimbangi oleh gaya F2. Gaya F2ini ditimbulkan
oleh berat cairan atau gaya berat zat cair yang naik.
Kita dapat menjabarkan gaya gaya yang bekerja dalam pipa kapiler :

Pada keadaan setimbang:

Bila zat cair yang digunakan adalah air, maka cos dianggap 0 sehingga nilai cos
=1
3.

Metode Cincin Du Nuouy


Prinsipnya adalah gaya yang diperlukan untuk mengangkat cincin sampai
ke permukaan cairan dijadikan dasar penentuan tegangan permukaan.
Skala yang terbaca (dyne ( x Faktor Koreksi
(2 x keliling cincin

4. Metode tetes (drop-weight method)


Metode yang digunakan untuk menentukan tegangan permukaan dengan cara
cairan dari konsentrasi tertentu akan dipompa ke dalam cairan yang lain dan
waktu yang berbeda saat tetes dihasilkan diukur (Daniels, 1956). Bila cairan tepat
akan menetes maka gaya tegangan permukaan (F1) sama dengan gaya yang
disebabkan oleh massa cairan sebagai gaya berat itu sendiri (F2). Jika F1 = 2prg
dan F2 = mg, maka persamaannya adalah :
mg
2 r
Dalam percobaan ini juga menggunakan cairan pembanding dengan volume

tertentu yang sama dan dihitug jumlah tetesan yang terjadi. Jika volume (v), berat
jenis (d), massa 1 tetesan zat cair (m), dan jumlah tetesan (n), maka :

x =

d x na
a
d a nx
10

e. Sebuah pipa kapiler dengan diameter 0.67 mm dimasukkan kedalam zat cair
yang memiliki kerapatan 1.92 gr/cm3. Bila kenaikan cairan dalam kapiler 1.5 cm
dan sudut kontak zat cair dengan dinding kapiler adalah 370C. Hitung tegangan
permukaan zat cair tersebut.
Jawab:
Diketahui:
= 1.92 gr/cm3
g = 981 cm/s2
h = 1.5 cm
r = 0.5 x 0.67 mm = 0.34 mm
= 0.034 cm
= 370
Dit:
Nilai H? (dyne/cm)
Jawab:
Menggunakan metode capillary rise
1 2 3
2 cos
1.92 981 1.5 0.034
=
2 cos 37
; = <=. => ?@AB/DE

f. Kenaikan air dan benzena dalam kapiler yang sama masing-masing adalah 9.9
dan 4.5 cm. Jika pada 200C tegangan permukaan air 72.75 dyne/cm, kerapatan
air dan benzene masing-masing adalah 0.9982 dan 0.8785 gr/cm3. Hitung
tegangan permukaan benzena dan jari-jari pipa kapiler.
Jawab:
Diketahui:
g = 981 cm/s

r = jari jari gelembung dalam pipa kapiler (cm)


1 = 0.9982 gr/cm3
11

2 = 0.8785 gr/cm3
1 = 9.9 cm
2 = 4.5 cm
H1= 72.75 dyne/cm
Ditanya:
Nilai Hbenzena? (dyne/cm)
Nilai r?
Jawab:
Menggunakan metode capillary rise
1 2 3
; = 0
2 cos
0.9982 981 9.9 3
72.75 =
2
72.75 2
3 =
0.9982 981 9.9
FGH

K = =. =LM DE
FGH
NOPQOPF

72,75

NOPQOPF

1
1

0,9982 9,9
0,8785 4,5

;SBATBAU = VW, L= ?@AB/DE

2. Jika surfaktan terakumulasi di antarmuka, kelebihan permukaannya positif, menunjukkan


bahwa (XY/XZ)T < 0. Artinya, tegangan permukaan menurun ketika zat terlarut
terakumulasi di permukaan. Sebaliknya, jika ketergantungan konsentrasi y diketahui,
maka kelebihan permukaan dapat diprediksi dan digunakan untuk menyimpulkan area
yang digunakan oleh masing-masing molekul surfaktan di permukaan. Tegangan
permukaan dari serangkaian larutan akues pada surfaktan A yang diukur pada 20oC
dengan hasil sebagai berikut :
[A] / (mol dm-2)
/ (mN m-1)

0,10

0,20

0,30

0,40

0,50

72,8

70,2

67,7

65,1

62,8

59,8

12

a. Keseimbangan antara tegangan permukaan dan gaya eksternal menentukan bentuk


tetesan atau gelembung. Tentukan persamaan Young-Laplace.
Jawab:
Persamaan Young-Laplace merupakan persamaan diferensial parsial nonlinear yang
menggambarkan tekanan kapiler diantara dua fluid statis, seperti air dan udara, yang
disebabkan oleh suatu fenomena yang dikenal dengan tegangan permukaan. Persamaan
Young-Laplace menghubungkan perbedaan tekanan dengan bentuk permukaan.

.
= (

=2

dimana,
= perbedaan tekanan sepanjang permukaan
= tegangan permukaan
= unit menunjuk permukaan
= mean kurvatur
dan

= radius kurvatur

Pada tabung sempit dengan radius a, pertemuan antara dua cairan membentuk meniscus yang
merupakan bagian dari permukaan bola dengan radius R. Tekanan sepanjang permukaan ini
adalah :
=

Kondisi ini ditunjukkan dengan menuliskan persamaan Young-Laplace pada bentuk bola
dengan sudut kontak kondisi batas dan tinggi pada bagian bawah meniscus. Larutan
merupakan bagian dari bola, dan larutan akan ada hanya pada saat terjadi perbedaan tekanan.
Hal ini signifikan karena tidak ada persamaan ataupun hukum lain yang menjelaskan tentang
perbedaan tekanan.

13

Radius bola hanya akan menjadi fungsi sudut kontak, , yang bergantung pada sifat cairan
dan zat padat yang berkontak dengannya.

[

Z\]

Sehingga persamaan perbedaan tekanan dapat ditulis sebagai,


=

2 Z\]

Untuk menjaga kesetimbangan hidrostatis, tekanan kapiler diseimbangkan dengan merubah


tinggi h, yang dapat merupakan positif atau negatif, bergantung pada sudut pembasahan;
lebih besar atau lebih kecil dari 90o.
=

2 Z\]
12[

b. Hitung konsentrasi kelebihan permukaan dari data soal di atas?


Jawab:
Persamaan adsorpsi Gibbs dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi kelebihan
permukaan dari penentuan tegangan

permukaan larutan yang diketahui konsentrasinya.

Sebaliknya, bila konsentrasi permukaan dapat ditentukan langsung, persamaan adsorpsi


Gibbs dapat digunakan untuk menghitung efeknya terhadap tegangan permukaan.
Proses adsorpsi suatu surfaktan terhadap bagian permukaan dapat dianalisis secara
termodinamis dengan menggunakan beberap parameter, seperti area permukaan (A). Total
energi termodinamis dari suatu sistem dituliskan dalam persamaan :
^ = _` ab + dG

Persamaan untuk menuliskn energi termodinamis dari fasa permukaan e adalah :


^ f = _` f b f + g + dG

f
G

Dengan menurunkan persamaan diatas dan mensubstitusikan kelebihan konsentrasi suatu


komponen, maka didapatkan persamaan :
G =

f
G

14

yang memberikan persamaan akhir :

Nilai

1
_ ln i

untuk serangkaian data diatas dapat dicari dengan menggunakan grafik least square

dengan memplot ln C sebagai sumbu x dan


[A] / (mol dm-2)
/ (mN m-1)

sebagai sumbu y.

0,10

0,20

0,30

0,40

0,50

72,8

70,2

67,7

65,1

62,8

59,8

-2,302585093

70,2

-1,609437912

67,7

-1,203972804

65,1

-0,916290732

62,8

-0,693147181

59,8

Dari data diatas, didapatkan nilai gradient sebesar 6,197544652, maka nilai
atas adalah sekitar 6,197 mol dm-2.

untuk data di

c. Adsorpsi pada antarmuka cairan, ada yang menunjukkan adsorpsi positif da nada juga
yang menunjukkan adsorpsi negatif, berikan contoh dari masing-masing adsorpsi
tersebut.
Jawab:
Adsorpsi adalah suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida terikat kepada suatu padatan
atau cairan dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis pada pemrukaannya. Adsorpsi
berbeda dengan absorpsi, dimana absorpsi merupakan penyerapan fluida oleh fluida lainnya
dengan membentuk suatu larutan.
Secara umum, adsorpsi adalah proses penggumpalan substansi terlarut yang ada dalam
larutan oleh permukaan zat atau benda penyerap, dimana terjadi suatu ikatan kimia fisika

15

antara substansi dengan penyerapnya. Adsorpsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu adsorpsi
fisika (disebabkan oleh gaya Van der Waals yang ada pada permukaan adsorben) dan
adsorpsi kimia (antara zat yang diserap dengan adsorben, banyaknya zat yang teradsorbsi
tergantung pada sifat khas zat padatnya yang merupakan fungsi tekanan dan suhu).
Adsorpsi positif terjadi ketika tegangan permukaan lebih kecil daripada pelarut murni, dan zat
terlarut akan terkonsentrasi pada permukaan dan terjadi adsorpsi positif. Sebaliknya, adsorpsi
negatif terjadi ketika molekul-molekul zat terlarut lebih banyak terdapat pada rongga larutan
daripada di permukaan. Hubungan antara derajat penyerapan dan penurunan tegangan
permukaan dinyatakan dalam persamaan Gibbs.
d. Film permukaan satu molekul tebal disebut monolayer. Ketikamonolayer ditransfer ke
solid support, itu disebut film Langmuir-Blodgett. Tuliskan persamaan isotherm
Langmuir dan Freundlich? Sebutkan perbedaan diantaranya.
Jawab :
Isoterm adsorpsi Langmuir didasarpkan pada beberapa asumsi, yaitu :
a. Adsorpsi hanya terjadi pada lapisan tunggal
b. Panas adsorpsi tidak tergantung pada penutupan permukaan
Persamaan

isotherm

Langmuir

dapat

diturunkan

dengan

menganggap

terjadinya

kesetimbangan antara molekul-molekul zat yang diadsorpsi pada permukaan adsorben dengan
molekul-molekul zat yang tidak teradsorpsi. Persamaan isotherm adsorpsi Langmuir dapat
dituliskan dengan persamaan sebagai berikut :
i
j/k

1
1
+
i+
(j/k)lFm n (j/k)lFm

dimana,
C = konsentrasi adsorbat dalam larutan
x/m = konsentrasi adsorbat yang terjerap per gram adsorben
k = konstanta yang berhubungan dengan afinitas adsorpsi
(x/m)max = adsorpsi maksimum adsorben

16

Isoterm Langmuir ini berdasar asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan yang
homogen dan hanya dapat mengadsorpsi satu molekul adsorbat untuk setiap molekul
adsorbennya, semua proses adsorpsi dilakukan dengan mekanisme yang sama, dan hanya
terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorpsi maksimum.
Persamaan isoterm adsorpsi Freundlich didasarkan atas terbentuknya lapisan monolayer dari
molekul-molekul adsorbat pada permukaan adsorben. Namun pada adsorpsi Freundlich situssitus aktif pada permukaan adsorben bersifat heterogen. Persamaan isoterm adsorpsi
Freundlich dapat dituliskan sebagai berikut :
j
1
log p q = log n + log Z
k
Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa adsorben mempunyai permukaan yang heterogen dan
tiap molekul mempunyai potensi penyerapan yang berbeda-beda.

3. Sebuah proses untuk memproduksi minyak dari formasi bawah bumi diperoleh
dengan penggerak cairan dari sumur injeksi untuk sumur produksi. Proses ini
melibatkan penyuntikan melalui injeksi sumur ke dalam formasi, larutan tannin
sebagai sacrifal agent untuk menghambat pengendapan surfaktan dan/atau polimer
pada matriks waduk. Proses terbaik dilakukan dengan menyuntikkan tannin ke
dalam formasi melalui sumur injeksi di atas atau dicampur dengan polimer, larutan
surfaktan dan/atau disperse misel. Campuran ini kemudian akan diikuti dengan
cairan penggerak seperti air untuk mendorong bahan kimia untuk sumur produksi.
Proses ini adalah salah satu metode EOR (Enhanced Oil Recovery).
a. Penggunaan surfaktan terbagi atas tiga golongan, yaitu wetting agent, emulsifying
agent, dan solubilizing agent. Tuliskan definisi surfaktan? Apa tujuan penggunaan
surfaktan jelaskan dan juga terangkan masing-masing golongan surfaktan tersebut.
Jawab:
Pengertian Surfaktan
Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus hidrofilikdan
gugus lipofilik sehingga dapat mempersatu kan campuran yang terdiri dari air dan
minyak. Surfaktan adalah bahan aktif permukaan. Aktifitas surfaktan diperoleh karena
sifat ganda dari molekulnya. Molekul surfaktan memiliki bagian polar yang suka akan air

17

(hidrofilik) dan bagian non polar yang suka akan minyak/lemak (lipofilik). Bagian polar
molekul surfaktan dapat bermuatan positif, negatif atau netral.
Sifat rangkap ini yang menyebabkan surfaktan dapat diadsorbsi pada antar muka
udara-air, minyak-air dan zat padat-air, membentuk lapisan tunggal dimana gugus
hidrofilik berada pada fase air dan rantai hidrokarbon ke udara, dalam kontak dengan zat
padat ataupun terendam dalam fase minyak. Umumnya bagian non polar (lipofilik)
adalah merupakan rantai alkil yang panjang, sementara bagian yang polar (hidrofilik)
mengandung gugus hidroksil. (Jatmika, 1998)
Tujuan Penggunaan Surfaktan
Penggunaan surfaktan sangat bervariasi, seperti bahan deterjen, kosmetik, farmasi,
makanan, tekstil, plastik dan lain-lain. Beberapa produk pangan seperti margarin, es krim,
dan lain-lain menggunakan surfaktan sebagai satu bahannya. Syarat agar surfaktan dapat
digunakan untuk produk pangan yaitu bahwa surfaktan tersebut mempunyai nilai
Hydrophyle Lypophyle Balance (HLB) antara 2-16, tidak beracun, serta tidak
menimbulkan iritasi.
Penggunaansurfaktan terbagi atas tiga golongan, yaitu sebagai bahan pembasah
(wetting agent),bahan pengemulsi (emulsifying agent) dan bahan pelarut (solubilizing
agent).Penggunaan surfaktan ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan emulsi dengan
cara menurunkan tegangan antarmuka, antara fasa minyak dan fasa air. Surfaktan
dipergunakan baik berbentuk emulsi minyak dalam air maupun berbentuk emulsi air
dalam minyak.
Emulsifying Agent
Emulsi didefinisikan sebagai suatu system yang terdiri dari dua fasa cairan yang
tidak saling melarut, dimana salah satu cairan terdispersi dalam bentuk globulaglobulacairan lainnya. Cairan yang terpecah menjadi globula-globula dinamakan fase
terdispersi, sedangkan cairan yang mengelilingi globula-globula dinamakan fase kontinu
atau medium dispersi.
Berdasarkan jenisnya emulsi dibedakan menjadi duayaitu:

Emulsi minyak dalam air (O/W), adalah emulsi dimana bahan pengemulsinya
mudah larut dalam air sehingga air dikatakan sebagai fase eksternal.

18

Emulsi air dalam minyak (W/O), adalah emulsi dimana bahanpengemulsinya


mudah larut dalam minyak.

Gugus hidrofilik pada surfaktan bersifat polardan mudah bersenyawa dengan air,
sedangkan gugus lipofilik bersifatnon polar dan mudah bersenyawa denganminyak. Di
dalam molekul surfaktan, salahsatu gugus harus lebih dominan jumlahnya.Bila gugus
polarnya yang lebih dominan, makamolekul-molekul surfaktan tersebutakan diabsorpsi
lebih kuatoleh air dibandingkan denganminyak. Akibatnya teganganpermukaan air
menjadi lebih rendah sehingga mudah menyebar dan menjadi fasekontinu.
Demikian pula sebaliknya, bilagugus non polarnya lebih dominan, maka molekulmolekul surfaktan tersebut akandiabsorpsi lebih kuat oleh minyakdibandingkan dengan
air. Akibatnya tegangan permukaan minyak menjadi lebih rendahsehingga mudah
menyebar dan menjadi fase kontinu.
Wetting Agent
Wetting Agent adalah salah satu jenis bahan tambahan yang berfungsi sebagai zat
pendispersi.Pembasahan (wetting partikel padat) adalah pengusiran udara pada
permukaan partikel oleh cairan. Proses pembasahan melibatkan surface dan interfaces.
Umumnya serbuk yang bersifat sedikit hidrofobik tidak menimbulkan banyak
masalah dan mudah dibasahi. Sedangkan serbuk yang sangat hidrofobik daapt
mengambang di permukaan pembawa air karena besarnya energy interfarsial antara
serbuk dan pembawa.
Spreading wetting : cairan yang kontak dengan substrat atau zat padat menyebar dan
menggantikan udaar di permukaan substrat /zat padat. Bila cairan menggantikan
kedudukan seluruh udara dari permukaan, maka dikatakan cairan membasahi permukaan
dengan sempurna.
Pada proses pembasaahn terjadi :

Penurunan tegangan permukaan cairan

Penurunan tegangan interfasial cairan/ zat padat

Modifikasi pembasahan dengan surfaktan


Penambahan surfaktan ke dalam air akan menurunkan tegangan permukaan air

dan tegangan interfasial air atau zat padat sehingga menghasilkan nilai koefisien
penyebaran yang positif.
19

Solubilizing Agent
Salah

satu

sifat

penting

dari

surfaktan

adalah

kemampuan

untuk

meningkatkankelarutan bahan yang tidak larut atau sedikit larut dalam medium dispersi.
Surfaktan pada konsentrasi rendah, menurunkan tegangan permukaan dan menaikkan
laju kelarutan obat(Martinet al., 1993)
b. Sebutkan 4 jenis klasifikasi surfaktan berdasarkan muatannya dan jelaskan untuk
masing-masing serta berikan contoh?
Jawab:
Klasifikasi surfaktan berdasarkan muatannya dibagi menjadi empat golongan yaitu:

Surfaktan anionik
Surfaktan Anionik yaitu surfaktan yangbagian alkilnya terikat pada suatu anion.
Contohnya adalah garam alkane sulfonat, garam olefin sulfonat,garam sulfonat
asam lemak rantai panjang.

Surfaktan Kationik
Surfaktan kationik yaitu surfaktan yangbagian alkilnya terikat pada suatukation.
Contohnya garam alkil trimethil ammonium, garam dialkil-dimethilammonium
dan garam alkil dimethil benzil ammonium.

Surfaktan Nonionik
yaitusurfaktan yang bagian alkilnya tidak bermuatan. Contohnya ester gliserin
asam lemak, ester sorbitan asam lemak, estersukrosa asam lemak, polietilena
alkil amina, glukamina, alkil poliglukosida,mono alkanol amina, dialkanol amina
dan alkil amina oksida.

Surfaktan amfoter
Surfaktan amfoter yaitu surfaktan yang bagian alkilnya mempunyai muatan
positif dan negatif. Contohnya surfaktan yang mengandung asam amino,betain,
fosfobetain.

c. Salah satu sifat surfaktan adalah mengalami agregasi spontan dalam air dan
membentuk tipe struktur agregasi seperti misel, silinder, bilayer, dll seperti pada
gambar di bawah ini. Dapatkah anda jelaskan mengapa surfaktan dapat
membentuk berbagai tipe struktur seperti di bawah ini? Sebutkan factor-faktor
penting sebagai penentu tersebut?
20

Jawab:
Salah satu sifat surfaktan adalah mengalami agregasi spontan dalam air dan
membentuk struktur seperti misel, silinder, bilayer dll. Struktur ini sering juga dinamakan
koloid asosiasi. Ketika sodium dodecylsulfate (SDS) ditambahkan ke air, pada
konsentrasi rendah, anion molekul dodecylsulfate terlarut sebagai individual ion.Karena
adanya rantai karbon, SDS cenderung mengadsorb pada interface udara-air dengan rantai
hidrokarbon mengarah ke fase uap.Tegangan permukaan turun dengan meningkatnya
konsentrasi SDS. Pada konsentrasi tertentu (konsentrasi kritis misel), penurunan akan
berhenti dan diatas CMC(dalam air CMC SDS 8,3 mM) tegangan permukaan konstan.
Pada konsentrasi dibawah CMC surfaktan, senyawa hidrofobik kurang terlarut,
pada CMC senyawa ini mulai larut dalam larutan ion, kemampuan ini meningkat dengan
semakin meningkatnya konsentrasi surfaktan. Penjelasan atas hal ini adalah diatas CMC
surfaktan secara spontan teragregasi membentuk misel. Rantai hidrokarbon berkumpul
didalam agregat dan kepala polar mengarah ke fase larutan. Hasilnya adalah objek
spheris tersusun atas 30-100 molekul surfaktan dengan fase minyak dibagian dalam.

21

Surfaktan, tak hanya beragregasi membentuk miselspheris tapi juga silinder, bilayer
dan misel terbalik.Tipe struktur agregasi yang terbentuk akan tergantungpada factorfaktor berbeda. Faktor yang terpenting disebut parameter surfaktandisebut juga packing
ratio.
rs

bt
ut ev

bt adalahvolume bagian hidrofobik surfaktan dan ut panjangrantai hidrokarbon,ev efektif


area per kepala gugus.

Misel spheris terbentuk untuk NS 0,33 contohnya SDS dengan jumlah agregasi 56
dan jari-jari interior hidrofobik 1,7 nm dan efektive head group area 0,62 nm2. Misel
silindris (rod-like) terbentuk saat NS 0,5. Ujung silinder tertutup oleh hemisphere untuk
mencegah exposure interior hidrokarbon oleh air. Walau diameter silinder ditentukan
oleh panjang surfaktan, misel silindris biasanya polidispersi karena silinder dapat tumbuh
lebih panjang dengan menggabungkan lebih banyak surfaktan.
Bilayer lebih mudah terbentuk pada NS = 0,51. Lipid yang membentuk bilayer
tidak dapat tersusun membentuk miselar atau struktur silindris karena small head group
area dan karena rantai alkil terlalu bulky untuk fit kedalam misel. Agar lipid bilayer
terbentuk, untuk head group areaev dan rantai alkil LC yang sama, rantai harus memiliki
volume dua kali lipat. Atas alasan ini lipid dengan 2 rantai alkil berkemungkinan besar
membentuk bilayer. Contohnya adalah phospholipid rantai ganda seperti phophatidyl
choline atau phophatidyl ethanolamine. Lipid dengan parameter surfaktan sedikit
dibawah 1 cenderung membentuk bilayer fleksibel atau vesicles. Lipid dengan NS = 1
membentuk bilayer real planar.

22

d. Misel terbentuk ketika mencapai konsentrasi tertentu. Apa yang dimaksud dengan
konsentrasi kritis misel (CMC), bagaimana cara menentukan CMC? Apa yang
dapat anda terangkan dengan melihat grafik di bawah ini?
Jawab:
Penambahan

surfaktan

dalam

larutan

akan

menyebabkan

turunnya

teganganpermukaan larutan. Setelah mencapai konsentrasi tertentu, tegangan permukaan


akankonstan

walaupun

konsentrasi

surfaktan

ditingkatkan.

Bila

surfaktan

ditambahkanmelebihi konsentrasi ini maka surfaktan mengagregasi membentuk misel.


Konsentrasi terbentuknya misel ini disebut Critical Micelle Concentration(CMC).
Tegangan permukaan akan menurun hingga CMC tercapai. Setelah CMC tercapai,
tegangan permukaan akan konstan yang menunjukkan bahwa antar muka menjadi jenuh
dan

terbentuk

misel

yang

berada

dalam

keseimbangan

dinamis

dengan

monomernya(Genaro, 1990).
Pada saat terjadinya CMC akan terjadi perubahan tajam sifat fisika yang dapat
dideteksi dalam larutan air (daya hantar, tekanan osmotik, penurunan titik beku, tegangan
permukaan, viskositas, indeks bias dan lain-lain), yang dapat dapat digunakanuntuk
menentukan CMC.
Fenomena terbentuknya misel dapat diterangkan sebagai berikut, di bawah
konsentrasi CMC amfifil yang mengalami adsorpsi pada antar muka udara atau air
meningkat pada waktu konsentrasi amfifil dinaikkan. Akhirnya dapat dicapai suatu titik
dimana antar muka dan fase bulk keduanya menjadi jenuh dengan monomer. Kondisi ini
adalah CMC. Tiap penambahan amfifil selanjutnya melebihi konsentrasi akan
mengagregasi membentuk misel dan energi bebas sistem dikurangi dengan cara ini. Di
atas CMC, tegangan permukaan pada pokoknya tetap konstan, yang menunjukkan
permukaan antar muka menjadi jenuh dan terbentuk misel.
Amfifil di dalam air mempunyai rantai hidrokarbon menghadap ke misel, jadi pada
dasarnya rantai tersebut menghadap lingkungan hidrokarbonnya. Bagian-bagian polar
dari amfifil mengelilingi inti hidrokarbon ini dan berhubungan dengan molekul-molekul
air dari fase kontinyu. Agregasi juga terjadi dalam cairan nonpolar. Tetapi molekulmolekul dibalik, kepala polar menghadap ke dalam, sedangkan rantai hidrokarbon
berhubungan dengan fase kontinyu yang bersifat nonpolar.
23

e. Pada proses di atas untuk recovery of oil dari formasi bawah tanah menggunakan
metode chemistry flooding berbasis tannin. Sebutkan sumber utama bahan tannin
sesuai dengan referensi? Dapatkah anda menuliskan struktur tannin, tuliskan
strukturnya secara umum? Menurut anda, mengapa material tannin dapat
digunakan sebagai bahan aditif dalam oil recovery process?
Jawab:
Tanin merupakan salah satu jenis senyawa yng termasuk ke dalam
golonganpolifenol. Senyawa tanin ini banyak di jumpai pada tumbuhan. Tanin
dahuludigunakan untuk menyamakkan kulit hewan karena sifatnya yang dapat
mengikatprotein. Selain itu juga tanin dapat mengikat alkaloid dan glatin.Tanin secara
umum didefinisikan sebagai senyawa polifenol yang memiliki beratmolekul cukup tinggi
(lebih dari 1000) dan dapat membentuk kompleks denganprotein. Berdasarkan
strukturnya, tanin dibedakan menjadi dua kelas yaitu tannin terkondensasi (condensed
tannins) dan tanin-terhidrolisiskan (hydrolysabletannins) (Hagerman et al., 1992;
Harbone, 1996).
Tanin memiliki peranan biologis yang kompleks. Hal ini dikarenakan sifat tannin
yang sangat kompleks mulai dai pengendap protein hingga pengkhelat logam. Makadari
itu efek yang disebabkan tanin tidak dapat diprediksi. Tanin juga dapat berfungsisebagai
antioksidan biologis. Maka dari itu semua penelitian tentang berbagai jenissenyawa tanin
mulai dilirik para peneliti sekarang (Hagerman, 2002).
Tanin merupakan substansi yang tersebar luas dalam tanaman , seperti daun, buah
yang belum matang , batang dan kulit kayu. Pada buah yang belum matang ,tanin
digunakan sebagai energi dalam proses metabolisme dalam bentuk oksidasi tannin.Tanin
yang dikatakan sebagai sumber asam pada buah.
Sifat-sifat Tanin :

Dalam air membentuk larutan koloidal yang bereaksi asam dan sepat .

Mengendapkan larutan gelatin dan larutan alkaloid.

Tidak dapat mengkristal.

Larutan alkali mampu mengoksidasi oksigen.

Mengendapkan protein dari larutannya dan bersenyawa dengan protein tersebut


sehingga tidak dipengaruhi oleh enzim protiolitik.
24

Sifat kimia Tanin :

Merupakan senyawa kompleks dalam bentuk campuran polifenol yang sukar


dipisahkan sehingga sukar mengkristal.

Tanin dapat diidentifikasikan dengan kromotografi.

Senyawa fenol dari tanin mempunyai aksi adstrigensia, antiseptic dan pemberi
warna.

4.

Semua sabun adalah deterjen. Deterjen adalah surfaktan. Sabun tidak dibuat dari
ester sederhana, akan tetapi dari ester yang kompleks. Pencampuran surfaktan
umumnya digunakan untuk mendapatkan sifat emulsifikasi yang digunakan.
Surfaktan amphiphilic ditentukan dengan hydrophilic-lipophilic balance (HLB).Nilai
HLB berkisar antara 0-40, dimana HLB hidrofilik adalah 40 dan liofilik adalah 1.
a. Bagaimana cara membuat sabun? Bagaimana konsep sabun dapat membersihkan,
tuliskan tahapan proses yang berhubungan dengan tegangan permukaan,
surfaktan, dan misel?
Jawab :
Sabun tercipta dari reaksi saponifikasi. Saponifikasi (saponification) adalah reaksi yang
terjadi ketika minyak / lemak dicampur dengan larutan alkali (NaOH atau KOH).
Reaksinya adalah :
C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH -> C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR
Sabun dan deterjen memiliki mekanisme yang sama untuk melaksanakan tugasnya.
Mekanismenya ini sangat berkaitan dengan peranan sabun maupun deterjen sebagai
surfaktan. Sabun dan deterjen dapat berperan sebagai surfaktan sehingga dapat
mengemulsikan air dengan lemak (kotoran) yang akan dibersihkan. Berdasarkan
strukturnya air merupakan molekul yang bersifat polar atau

kecenderungan suatu

senyawa untuk bermuatan dikarenakan tidak meratanya sebaran elektron, atau dengan
kata lain elektron terkumpul pada salah satu sisi. Air memiliki rumus H2O dan
ditunjukkan strukturnya seperti di bawah ini:
Berdasarkan struktur di atas dapat dilihat bahwa atom oksigen pada air
memiliki pasangan elektron bebas. Hal ini mengakibatkan muatan
25

negatif akan berkumpul pada atom oksigen. Hal ini dikarenakan elektron yang memiliki
muatan negatif, sehingga bila elektron ini berkumpul maka sisi itu akan cenderung
bermuatan negatif. Oleh karena itu molekul air bersifat polar. Sekarang kita lihat struktur
lemak yang ditunjukkan pada gambar berikut:
Pada struktur di samping dapat terlihat bahwa lemak
didominasi oleh struktur rantai karbon. Akibatnya sebaran
elektronnya lebih merata karena semua elektron pada karbon
digunakan untuk berikatan. Selain itu kemampuan atom
karbon untuk menarik elektron dengan hidrogen tidaklah
terlalu kuat sehingga elektron tidak akan terkumpul di salah
satu sisi. Akibatnya tidak akan ada kecenderungan muatan pada salah satu sisi atau dapat
dikatakan bahwa lemak bersifat non polar. Disebabkan air yang bersifat polar dan lemak
bersifat non polar, maka bila kita campurkan keduanya maka tidak akan terjadi interaksi.
Hal ini dikarenakan keduanya memiliki karakter yang berbeda. Itulah sebabnya bila kita
mencuci hanya dengan air saja maka kotoran (lemak) akan sulit terangkat. Oleh karena
itu kita butuh zat yang bisa menginisiai terjadinya interaksi, sehingga nantinya kotoran
dapat terangkat dari bahan yang dicuci.
Zat yang bisa digunakan untuk menghubungkan interaksi air dan lemak adalah surfaktan.
Hal ini dikarena surfaktan dapat berinteraksi baik dengan air maupun lemak. Keberadaan
kedua gugus pada surfaktan membuat surfaktan memiliki kualifikasi untuk dapat
menghubungkan interaksi antara air dengan lemak, atau istilahnya dapat membentuk
emulsi air dan lemak. Oleh karena itu dalam kasus ini surfaktan
biasa disebut juga emulgator. Mekanisme kerja surfaktan juga
melibatkan terbentuknya kombinasi air, surfaktan dan lemak. Setelah
lemak terangkat oleh surfaktan, lalu surfaktan tersebut larut dan
membentuk kombinasi yang biasa disebut misel. Berikut ini gambar
misel yang terbentuk pada mekanisme.
Bagian yang berbentuk bulat dan lonjong merupakan kepala yang mengarah keluar dan
berinteraksi dengan air. Sedangkan bagian yang panjang dan mengarah ke dalam
merupakan bagian ekor yang berinteraksi dengan lemak. Dari gambar di atas terlihat
bahwa lemak atau kotoran seolah-olah terbungkus dalam kumpulan surfaktan sehingga
dapat larut dalam air.
b. Apakah yang terdapat dalam deterjen? Bahan kimia apa sajakah? Apa fungsi
bahan kimia tersebut?
Jawab :

26

Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan berikut :


1.

Surfaktan (surface active agent) merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai

ujung berbeda yaitu hydrophile (suka air) dan hydrophobe (suka lemak). Bahan aktif ini
berfungsi menurunkan tegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang
menempel pada permukaan bahan.
Secara garis besar, terdapat empat kategori surfaktan yaitu :
a. Anionik

: - Alkyl Benzene Sulfonate

- Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS)


- Alpha Olein Sulfonate (AOS)
b. Kationik

: Garam Ammonium

c. Non ionik

: Nonyl phenol polyetthoxyle

d. Amphoterik

: Acyl Ethylenediamines

2.

Builder (Permbentuk) berfungsi meningkatkan efisiensi pencuci dari surfaktan

dengan cara menonaktifkan mineral penyebab kesadahan air.


a. Phosphates : Sodium Tri Poly Phosphate (STPP)
b. Acetates

: - Nitril Tri Acetate (NTA)

- Ethylene Diamine Tetra Acetate (EDTA)


c. Silicates

: Zeolith

d. Citrates

: Citrate Acid

27

3.

Filler (pengisi) adalah bahan tambahan deterjen yang tidak mempunyai

kemampuan meningkatkan daya cuci, tetapi menambah kuantitas. Contoh : Sodium


sulfate
4.

Additives adalah bahan suplemen / tambahan untuk membuat produk lebih

menarik, misalnya pewangi, pelarut, pemutih, pewarna dst, tidak berhubungan langsung
dengan daya cuci deterjen. Additives ditambahkan lebih untuk maksud komersialisasi
produk. Contoh : Enxyme, Borax, Sodium chloride, Carboxy Methyl Cellulosa (CMC)
c. Jelaskan tentang HLB dan apa fungsi HLB?
Jawab :
Hidrophilic-Lipophilic Balance (HLB) adalah angka yang menunjukkan perbandingan
antara grup hidrophil dan lipophil pada surfaktan. Angka HLB yang berbeda
menunjukkan perbedaan sifat surfaktan. Hidrophilic-Lipophilic Balance (HLB)
digunakan sebagai petunjuk memilih suatu emulsifier untuk berbagai macam kegunaan.
Semakin besar harga HLB berarti semakin banyak kelompok senyawa yang suka air.
artinya, emulgator tersebut lebih mudah larut dalam air dan demikian sebaliknya.
kegunaan suatu emulgator ditinjau dari harga HLB-nya.
A % b = ((x HLB b)/ HLB a HLB b) x 100 %
B % a = ( 100% A%)
Keterangan :
x= Harga HLB yang diminta ( HLB Butuh)
A = Harga HLB tinggi
B = Harga HLB rendah
Atau dengan persamaan,
(B1 x HLB1) + (B2 x HLB2) = (B campuran x HLB campuran)
d. Mengapa anti-foaming atau emulsifier water-in-oil menggunakan surfaktan lowHLB dan mengapa deterjen menggunakan surfaktan hi-HLB?
Jawab :
Emulsifiers dengan HLB rendah cocok untuk water-in-oil ( W/O) emulsion, sedangkan
yang mempunyai HLB tinggi cocok untuk oil-in-water (O/W) emulsion. Hal ini dapat
dilihat pada Tabel 1. Nilai HLB surfaktan yang berbeda selain menunjukkan sifat juga
menunjukkan fungsi fungsi surfaktan yang berbeda. Range nilai HLB dari 0 sampai 20,
masing-masing nilai mempunyai fungsi yang berlainan. Tabel 2 menunjukkan fungsi
surfaktan berdasarkan nilai HLB.

28

Tabel 1. Macam-macam surfaktan berdasarkan HLB dan tipe emulsi

Tabel 2 Hubungan harga HLB terhadap fungsi surfaktan

Cara Kerja Surfaktan dalam Menurunkan Tegangan Muka Cairan


Cara kerja dari surfaktan sangatlah unik karena bagian yang hidrofilik akan masuk
kedalamlarutan yang polar dan bagian yang hirdrofilik akan masuk kedalam bagian yang
non polar sehinggasurfaktan dapat menggabungkan (walaupun sebenarnya tidak
bergabung) kedua senyawa yangseharusnya tidak dapat bergabung tersebut. Namun
semua tergantung pada komposisi darikomposisi dari surfaktan tersebut. Jika bagian
hidrofilik lebih dominan dari hidrofobik maka ia akan melarut kedalam air, sedangkan
29

5.

jika ia lebih banyak bagian hidrofobiknya maka ia akan melarutdalam lemak dan
keduanya tidak dapat berfungsi sebagai surfaktan.Bagian liofilik molekul surfaktan
adalah bagian nonpolar, biasanya terdiri dari persenyawaanhidrokarbon aromatik atau
kombinasinya, baik jenuh maupun tidak jenuh. Bagian hidrofilik merupakan bagian polar
dari molekul, seperti gugusan sulfonat, karboksilat, ammonium kuartener,hidroksil,
amina bebas, eter, ester, amida.Biasanya, perbandingan bagian hidrofilik dan liofilik
dapat diberi angka yang disebutkeseimbangan Hidrofilik dan Liofilik yang disingkat
KHL, dari surfaktan.
Makroemulsi terpenting adalah emulsi air dalam minyak (W/O) dan emulsi minyak
dalam air (O/W). Pada emulsi (O/W), air membentuk fase kontinyu yang
mendispersikan tetes minyak seperti susu. Makroemulsi pada besaran panjang
gelombang sinar tampak 0.5-1.0 wm. Biasanya buram (tidak tembus cahaya) karena
tetes-tetesnya terlalu besar untuk menghamburkan (scatter) sinar. Hal ini menjadi
alasan kenapa susu berwarna putih. Komposisi kimia utama susu adalah air dan
lemak. Air berfungsi sebagai pelarut. Pada susu, tiap butir lemak (globula)
dikelilingi oleh selaput protein yang dapat memelihara kestablan emulsi. Globula
ini menentukan proses pemisahan susu, pembuatan keju dan penggumpalan susu.
a.

Jelaskan apa itu emulsi dan emulsifier? Sebutkan faktor yang mempengaruhi
kestabilan emulsi?
Jawab:
Emulsi merupakan suatu dispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan lain, yang
molekul-molekul kedua cairan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonis.
Beberapa jenis emulsi yang biasa ditemukan pada makanan yaitu mayonnaise, french
dressing, chesse cream, kuning telur, serta susu.
Suatu emulsi biasanya terdapat tiga bagian utama yaitu :
Bagian yang terdispersi yang terdiri dari butir-butir yang biasanya terdiri dari lemak.
Media pendispersi yang juga dikenal sebagai continuous phase, yang biasanya terdiri dari
air.
Emulsifier yang berfungsi menjaga agar butir minyak tetap tersuspensi di dalam air.
Emulsi dapat terjadi secara permanen dan temporer. Emulsi temporer terjadi misalnya
pada suatu minyak dan air yang dikocok bersama-sama, akan terbentuk butir-butir lemak
dan terbentuklah suatu emulsi, tapi bila dibiarkan partikel-partikel minyak akan bergabung
lagi dan memisahkan diri dari molekul air. Sedangkan emulsi permanen memerlukan
bahan yang mampu membentuk selaput (film) disekeliling butiran yang terdispersi,
sehingga mencegah bersatunya kembali butir-butir tersebut. Ada beberapa istilah yang
biasa digunakan untuk bahan tersebut yaitu emulsifier,

stabilizer, emulsifying

agent.Terdapat dua jenis emulsifier yaitu emulsifier alami yang dibuat dari bahan-bahan
30

yang berasal dari alam dan emulsifier buatan yang terbentuk dari monogliserida.
Emulsifier didefinisikan sebagai senyawa yang mempunyai aktivitas permukaan (surfaceactive agents) sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan (surface tension) antara
udara-cairan dan cairan-cairan yang terdapat dalam suatu sistem.Kemampuannya
menurunkan tegangan permukaan menjadi hal menarik karena emulsifier memiliki
keunikan

struktur

kimia

yang

mampu

menyatukan

dua

senyawa

berbeda

polaritasnya.Sejumlah energi dibutuhkan untuk membentuk antar permukaan yang baru


pada suatu sistem emulsi.Daya kerja emulsifier mampu menurunkan tegangan permukaan
yang dicirikan oleh bagian lipofilik (non-polar) dan hidrofilik (polar) yang terdapat pada
struktur kimianya.Ukuran relatif bagian hidrofilik dan lipofilik zat pengemulsi menjadi
faktor utama yang menentukan perilakunya dalam pengemulsian.
Beberapa bahan yang dapat berfungsi sebagai emulsifier yaitu kuning telur, telur utuh,
gelatin, pectin, pasta kanji, kasein albumin, atau beberapa tepung yang sangat halus
misalnya tepung paprika atau mustard. Bila emulsifier tersebut lebih terikat pada air atau
lebih larut dalam air (polar) maka dapat lebih membantu terjadinya dispersi minyak dalam
air sehingga terjadilah emulsi minyak dalam air (o/w). Sebagai contoh yaitu pada susu.
Sebaliknya emulsifier lebih larut dalam minyak (nonpolar) terjadi lah emulsi air dalam
minyak (w/o).contohnya pada mentega dan margarin.
Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu:
Gaya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya London-Van Der Waals. Gaya ini
menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan mengendap.
Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan ganda elektrik
yang bermuatan sama. Gaya ini akan menstabilkan dispersi koloid.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan emulsi, yaitu:
Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka
Tolakkan listrik double layer
Relativitas fasa pendispersi
Tipe pengemulsi
Konsentrasi pengemulsi
Ukuran tetesan
pH
31

Viskositas
b.

Bagaimana cara mengukur kestabilan emulsi? Jelaskan secara singkat!


Jawab:
Tujuan dari penstabilan adalah untuk mencegah pecah atau terpisahnya fasa terdispersi
dengan pendispersinya. Dengan penambahan emulsifier berarti telah menurunkan tegangan
permukaan secara bertahap sehingga akan menurunkan energi bebas pembentukan emulsi,
yang artinya semakin rendah energi bebas maka pembentukan emulsi akan semakin mudah.
Terdapat beberapa jenis emulsifier dalam membentuk emulsi dengan kestabilan baik,
diantaranya:
Emulgator surfaktan
Membentuk lapisan film monolayer pada antar muka globul. Macam2 surfaktan: surfaktan
kationik, anionik, nonionik (Span dan Tween), dan zwitter ion. Surfaktan harus dipanaskan
karena akan meningkatkan asosiasi globul dan menurunkan viskositas fase terdispersi
sehingga lebih mudah terbentuk.
Emulgator koloid hidrofil
Membentuk lapisan film multilayer pada antar muka globul dan dapat meningkatkan
viskositas. Contoh koloid hidrofil: gelatin, agar-agar, tragakan, karagenan, gom arab, dan
Na-alginat. Koloid hidrofil harus dikembangkan terlebih dahulu. Lapisan film multilayer
terbentuk karena adanya air sehingga terbentuk crosslink/struktur 3 dimensi di sekitar
globul karena adanya ikatan hidrogen sehingga dapat menjerat air. Selulosa jika digunakan
sebagai koloid hidrofil, hati-hati terhadap valensi tinggi karena dapat merusak lapisan
multilayer sehingga terbentuk koalescen.Koalescen adalah ukuran lapisannya berkurang
karena emulgatornya berkurang.
Emulgator partikel halus
Membentuk lapisan monolayer pada antar muka globul karena kemampuan partikel halus
teradsorpsi pada permukaan.Kekuatan stabilisator pada emulgator partikel halus sangat
lemah, tergantung dari keruahan minyak.Tidak terbentuk lapisan multilayer dikarenakan
partikel halus teradsorpsi pada permukaan globul.Contoh yang sering digunakan adalah
veegum, bentonit, dan PGA.Veegum dan bentonit harus ditambahkan dengan air panas lalu
dikocok dengan blender dengan kecepatan tinggi agar partikel dapat dipecah sehingga air
bisa berpenetrasi ke dalamnya. PGA dikembangkannya tidak boleh dengan di blender
karena nanti polimernya akan terpecah-pecah. Apabila terpecah makan akan tidak dapat
membentuk crosslink antar polimer tersebut.
32

c.

Makroemulsi

dikenal

bersifat

stabil,

apakah

makroemulsi

mempunyai

kecenderungan memisah menjadi dua fase? Kalai jawabannya iya, mengapa hal ini
dapat terjadi? Apa yang Anda ketahui tentang demulsifikasi?
Jawab:
Secara termodinamika, terdapat dua tipe emulsi yaitu emulsi yang stabil secara
termodinamika, yang biasa disebut mikroemulsi dan emulsi yang tidak stabil (metastabil)
yang dinamakan makroemulsi.Pada makroemulsi, ukuran tetesan berukuran pada panjang
gelombang sinar tampak (visible) 0,5 10 m. Makroemulsi biasanya buram dan tidak
dapat ditembus oleh cahaya karena tetesannya cukup besar untuk dapat menghamburkan
sinar. Hal ini menjadi alasan mengapa susu berwarna putih. Susu tersusun di atas air
dimana tetes minyak terdispersi di dalamnya. Kecenderungan makroemulsi untuk memisah
menjadi dua fase ini disebut demulsifikasi.Demulsifikasi dapat terjadi sangat lamban
sehingga seolah-olah makroemulsi bersifat stabil.
Demulsifikasi adalah pemecahan emulsi menjadi minyak dan air, dengan cara menurunkan
stabilitas emulsi.Penurunan stabilitas emulsi dapat dilakukan dengan cara:
Menaikkan temperatur
Menurunkan pengadukan
Menaikkan waktu tinggal
Mengusir padatan
Mengendalikan emulsifier
d.

Apa penyebab susu berwarna putih?


Jawab:
Warna susu yang normal adalah putih sedikit kekuningan. Warna susu dapat bervariasi dari
putih kekuningan hingga putih sedikt kebiruan. Warna putih sedikit kebiruan dapat tampak
pada susu yang memiliki kadar lemak rendah atau pada susu skim.
Warna putih dari susu diakibatkan oleh dispersi yang merefleksikan sinar dari globulaglobula lemak serta partikel-pertikel koloid senyawa kasein dan kalsium posfat. Warna
kekuningan disebabkan karena adanya pigmen karoten yang terlarut di dalam lemak susu.
Karoten mempunyai keterkaitan dengan pigmen santofil yang banyak ditemuan di dalam
tanam-tanaman hijau. Bila karoten dan santofil dikonsumsi oleh sapi perah, maka akan ikut
dalam aliran darah dan sebagian terlarut/bersatu dalam lemak susu.
Warna air susu dapat berubah dari satu warna kewarna yang lain, tergantung dari bangsa
ternak, jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk warna.

33

KESIMPULAN

Tegangan permukaan adalah hambatan peningkatan luas permukaan cairan, yang nilainya
dipengaruhi oleh suhu, surfaktan, konsentrasi zat terlarut, dan kemampuan membasahi
benda

Persamaan Young-Laplace merupakan persamaan diferensial parsial


menggambarkan tekanan kapiler diantara dua fluid statis, seperti air dan udara

Surfaktan dipakai untuk recovery oil karena merupakan suatu molekul yang dapat
mempersatu kan campuran yang terdiri dari air dan minyak.
Alasan mengapa warna susu adalah putih karena pada emulsi (O/W), air membentuk fase
kontinyu yang mendispersikan tetes minyak seperti susu. Makroemulsi pada besaran
panjang gelombang sinar tampak 0.5-1.0 wm. Sehingga, sinar yang tampak adalah warna
putih

nonlinear

yang

34

DAFTAR PUSTAKA

Atkins, P.W. 1994. Kimia Fisika Jilid 1. Erlangga. Jakarta


Bird, Tony. 1993. Kimia Fisika Untuk Universitas. Jakarta: Erlangga
Day.R.A dan Underwood.1981. Analisis Kimia Kualitatif. Edisi ke-4. Jakarta: Erlangga
Edition of Department of Physical Chemistry: Laboratory Practice in Physics for Students of
Pharmacy. Faculty of Pharmacy, Comenius University, Bratislava, UK 1991.
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Ginting, HS.2002. Tegangan Permukaan Cairan. Sumatera Utara. USU Digital Library
Maron, Samuel H, and Lando, J.B. Fundamentals oh Physical Chemistry. New York :
Macmillan publishing co.inc.
Sukardjo. 1997. Kimia Fisika. Rineka Cipta. Yogyakarta
Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

35