Anda di halaman 1dari 7

NERVE ENTRAPMENT SYNDROMES OF THE ELBOW, FOREARM, AND WRIST

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Anatomi


Dosen : Prof. Dr. Hardono, PAK

Disusun Oleh :
Yuliani

24040115420007

MAGISTER ILMU FISIKA


UNIVERSITAS DIPONEGORO
2016

Tugas : Review artikel ilmiah yang bekaitan dengan Anatomi Radiologi !!


Judul Artikel : Nerve Entrapment Syndromes of the Elbow, Forearm, and Wrist

Review Artikel :
TUJUAN PENELITIAN
Sindrom jepitan saraf biasanya memiliki presentasi klinis yang khas dan ditemukan
pemeriksaan fisik. Pencitraan dapat digunakan untuk mengevaluasi penyebab struktural jepitan,
seperti massa, otot yang membesar atau untuk menunjukkan temuan sekunder yang
mengkonfirmasi diagnosis, seperti pembengkakan saraf atau edema otot atau atrofi. Artikel ini
akan meninjau sindrom jepitan saraf pada siku, lengan, dan pergelangan tangan.

PENDAHULUAN
Sindrom jepitan adalah neuropati karena kelainan struktural, seperti kompresi,
perpindahan, atau oleh kelainan intrinsik saraf, seperti tumor sel saraf. Peran pencitraan adalah
untuk mengidentifikasi kelainan yang menyebabkan jepitan tersebut, seperti massa,
ketidaknormalan otot, dan kelainan bentuk tulang, atau untuk menunjukkan temuan sekunder
yang mengkonfirmasi atau mendukung diagnosis. Tanda-tanda sekunder dari jepitan saraf adalah
termasuk efek dari jepitan pada saraf itu sendiri, seperti perataan focal, pembengkakan proksimal,
atau hyperintensity sinyal saraf pada MRI, atau hypoechogenicity pada sonografi dan kelainan
otot yang dihasilkan oleh saraf yang terkena, seperti akut denervasi edema atau atrofi lemak
kronis. Dalam beberapa kasus, pencitraan dapat memberikan alternatif diagnosis dengan
menunjukkan kelainan selain jepitan saraf yang dapat menjelaskan gejala yang dialami pasien.

PEMBAHASAN
Artikel tersebut meninjau secara klinis, anatomi, MRI dan fitur pencitraan sonografi (USG)
pada sindrom jepitan saraf dari siku, lengan, dan pergelangan tangan.
A. Siku dan Lengan
Pada siku dan lengan, saraf yang menjadi perhatian adalah saraf ulnaris, saraf radial, dan saraf
median.
1. Anatomi dan Kompresi Saraf Ulnaris
Saraf ulnaris timbul dari tali medial plexus brachialis dan dilihat secara proksimal lengan
saraf ulnaris
berada di sepanjang sisi medial arteri brakialis di kompartemen anterior.
Kompresi saraf ulnaris di siku adalah jepitan saraf yang paling umum kedua pada
ekstremitas atas, setelah sindrom carpal tunnel. Fleksi pada siku menyebabkan peningkatan
beban pada saraf ulnaris, sehingga juga meningkatkan tekanan pada cubital tunnel. Resiko
yang disebabkan karena fleksi-induksi dapat ditemukan pada aktivitas supir truk yang
bersandar dan menekuk sikunya untuk membuka jendela ketika berkendara dan pengguna

telpon seluler yang aktif. Selain itu orang yang beresiko mengalami ulnaris neuropati adalah
orang yang mengalami dislokasi saraf ulnaris. Dislokasi mungkin berkaitan dengan kegiatan
fleksi-ekstensi siku.
Pasien dengan ulnaris neuropati mengeluh rasa sakit, parestesia, kelemahan pada jari
kelima dan sisi ulnaris jari keempat dan mati rasa pada ulnaris dorsal tangan dan jarijari. Kompresi kronis dapat mengakibatkan deformitas pada jari keempat dan kelima dan
dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk mencengkram. Cubital tunnel adalah
tempat yang paling mudah mengalami jepitan saraf dan juga paling banyak mengalami
anconeus epitrochlearis yaitu struktur otot abnormal.
Diagnosis jepitan saraf karena kompresi saraf ulnaris ini dapat dilakukan dengan MRI dan
USG. Keteganan saraf ulnaris tidak akan terlihat pada MRI, yang dilakukan ketika siku
diluruskan, siku harus dicitrakan dalam posisi ditekuk.Pencitraan menggunakan sonografi
(USG) selama fleksi dan ekstensi adalah metode real-time untuk mengevaluasi dislokasi dan
untuk memvisualisasikan baik saraf dan ujung medial trisep. Pencitraan dislokasi trisep
sangat penting dilakukan karena digunakan untuk pengobatan pasien.
2. Anatomi dan Kompresi Saraf Radial
Saraf radial adalah cabang terminal kabel posterior plexus brakialis. Di lengan, saraf itu
berada di posterior humerus dalam alur spiral dan menembus septum intermuskularis pada
aspek distal dari lengan dan melekat pada anterior ke kondilus lateral. Saraf radial
berhubungan dengan otot trisep, otot anconeus, dan otot brankioradialis.Saraf-saraf radial
ini terhubungan langsung dengan ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
Kompresi saraf radial ini bisa terjadi di lima lokasi yang berbeda pada radial tunnel baik
proximal/distal. Acade Froshe adalah bagian yang paling umum mengalami kompresi.
Kompresi saraf radial dapat mengakibatkan sindrome radial tunnel atau sindrom saraf
posterior interoseus. Hasil pemeriksaan menggunakan MRI menunjukkan bahwa
kebanyakan orang mengalami sindrom saraf posterior interoseus yang disebabkan oleh
denervasi edema atau atrofi otot supinator atau ekstensor. Hasil pemeriksaan menggunakan
USG menunjukkan bahwa kebanyakan orang mengalami sindrom saraf posterior interoseus
karena pembengkakan saraf radial cabang. Baik menggunakan MRI atau USG diagnosis
harus dilakukan dengan baik agar gejala-gejala yang dialami pasien dapat ditangani dengan
tepat.
3. Anatomi dan Kompresi Saraf Median
Saraf median muncul dari medial dan tali lateral plexus brakialis (C6-C8, T1) dan bersama
arteri brakialis di kompartemen anterior lengan dan siku, melewati fossa antekubiti
mendalam sehubungan dengan bisep aponeurosis (juga disebut lacertus fibrosus) dan
anterior ke otot brakialis. Di siku dan proksimal ke lengan bawah, saraf median terhubung
langsung degan pronator, fleksor carpi radialis, palmaris longus, dan fleksor digitorum
superfisialis otot.
Saraf median dapat terjepit di empat lokasi di sekitar siku: humerus distal oleh ligamentum
dari struthers; proksimal siku oleh bisep aponeurosis yang menebal; persendian siku antara
permukaan dan dalam dari pangakal pronotor teres. Penyebab yang paling umum dari
kompresi saraf median adalah pada proksimal lengan oleh penebalan tepi proksimal
digitorum fleksor otot superfisialis. Mirip dengan kompresi saraf radial, kompresi dari saraf
median memiliki dua presentasi: sindrom pronator di mana pasien memiliki rasa sakit dan
parestesia seperti pada carpal tunnel syndrome, dan sindrom saraf interoseus anterior (AIN)
di mana pasien memiliki kelemahan pada otot.

Hasil pemeriksaan dengan MRI pada pasien yang didiagnostik mengalami AIN, pasien
tersebut memiliki gejala edema pada otot yang disuplai oleh saraf median, atrofi lemak, dll.
Pemeriksaan dengan USG, pasien AIN akan menunjukkan peningkatan echogenicity.
B. Tangan dan Pergelangan Tangan
Sindrome jepitan saraf di tangan mencakup saraf median pada carpal tunnel syndrome, dan
saraf ulnaris pada guyon canal syndrome, dan digital ulnaris cabang pada bowlers thumb.
1. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Jepitan neuropati dalam tubuh yang sering terjadi adalah CTS, yang diakibatkan oleh
jepitan pada saraf median. Wanita terpengaruh CTS 3-5 kali lebih sering dari pada pria. CTS
biasanya mempengaruhi perempuan antara usia 30- 60 tahun dan laki-laki antara umur 3540 tahun.
Jepitan pada saraf median ini dapat disebabkan oleh kelainan otot, dan abnormalnya
kanal yang menyebabkan membesarnya isi kanal atau menurunya ukuran kanal. Saraf
median menyediakan persarafan sensorik dan motorik ke ibu jari, jari telunjuk, digit ketiga,
dan setengah radial dari digit keempat. Secara klinis, pasien akan mengeluh nyeri nokturnal,
kesemutan, mati rasa pada distribusi saraf median. Diagnosis CTS dapat dilakukan dengan
USG atau MRI.
2. Guyon Canal Syndrome
Guyon canal syndrome ini jarang terjadi. Pada sindrom kanal Guyon, saraf ulnaris
dikompresi, yang menyebabkan pasien mengalami presthesia. Pada pergelangan tangan,
saraf ulnaris memasuki kanal Guyon bersama dengan arteri ulnaris, yang berjalan hanya
lateral saraf. Kanal ini berjalan di sepanjang tepi bawah telapak tangan, di sisi jari kelingking
tangan. Di tengah kanal, saraf ulnaris terbagi menjadi dua cabang terminal (dalam dan
dangkal) yang pergi ke telapak, jari manis dan kelingking. MRI dan USG mungkin
menunjukkan pembengkakan atau peningkatan massa pada saraf ulnaris pada guyon canal
atau dilatasi aneurysmal dari arteri ulnar; warna Doppler pada USG menunjukkan adanya
aliran di trombosis.
3. Bowlers Thumb
Bowlers Thumb adalah trauma neuromatik pada saraf digital ulnar cabang pada ibu jari.
Masalah ini muncul atau dialami pada pemain bowling. Pemeriksaan fisik menunjukkan
pembengkakan pada saraf digital. Secara umum MRI tidak diperlukan untuk kasus ini.
Tetapi kadang-kadang hasil MRI mungkin akan menunjukkan adanya pengentalan dan
jaringan terdistorsi di sekitar saraf berpotensi diperbesar, dengan atau tanpa saraf nodularity.

KESIMPULAN
Sindrom jepitan saraf biasanya memiliki presentasi klinis yang khas dan ditemukan di
pemeriksaan fisik. Pencitraan dapat digunakan untuk mengevaluasi penyebab struktural dari
jepitan tersebut, dan untuk menunjukkan temuan sekunder yang mengkonfirmasikan diagnosis.
Untuk membuat penilaian gambar yang akurat, ahli radiologi harus tahu anatomi saraf normal,
tempat di mana saraf dapat dikompresi, dan otot-otot yang mungkin akan terpengaruh oleh
denervasi dari saraf tertentu.

KOMENTAR PRIBADI
Saraf dapat mengalami cidera dikarenakan berbagai sebab, diantaranya karena kompresi,
laserasi karena kecelakaan atau luka bakar. Nerve entrapment syndrome adalah suatu keadaan
dimana terjadi disfungsi saraf perifer akibat adanya gangguan pada fungsi mikrovaskuler dan
perubahan struktur pada saraf dan jaringan yang ada disekitarnya. Nerve entrapment syndrome
sering terjadi pada ekstremitas atas karena danya kompresi atau tekanan di salah satu saraf.Saraf
perifer yang melewati terowongan yang tersusun dari jaringan fibroosseus memiliki resiko jepitan,
terutama jika jaringan disekitarnya membengkak. Selain itu nerve entrapment syndromes terjadi
akibat cedera kronik pada saraf yang melewati terowongan osseoligamentous, kompresi terjadi
antara kanal ligamentum dan permukaan tulang. Tempat yang potensial untuk terjadi kompresi
lainnya adalah penebalan otot supinator (arcade of Frohse), nervus interosseous posterior dan
tempat keluarnya plexus brachialis.
Kompresi saraf mengakibatkan hambatan aliran darah epineural dan konduksi aksoal, yang
akan menyebabkan gejala parestesia dan kelemahan otot. Cidera atau trauma yang berulang
pada saraf akan mengakibatkan iskemi, edema dan luka pada lapisan luar saraf. Pasien yang
mengalami nerve entrapment syndromes biasanya mengalami gejala kesemutan dan nyeri. Gejala
itu akan timbul dan hilang atau kadang akan terasa ketika terjadi gerakan atu posisi tubuh
tertentu.
Ekstremitas atas manusia yang sering mengalami nerve entrapment syndromes adalah
pada siku, lengan, dan pergelangan tangan. Aktivitas sehari-hari yang kita lakukan dapat menjadi
penyebab syndrom ini, misalnya ketika berolahraga, berjalan, membaca dan juga memasak, Lebih
tepatnya aktivitas yang banyak memfungsikan tangan dan kaki. Saraf-saraf yang menjadi
perhatian nerve entrapment syndromes pada ekstremitas atas adalah saraf ulnaris, saraf radial,
dan saraf median. Masing-masing saraf memiliki anatomi yang berbeda. Terjadinya kompresi
pada saraf tersebut mengakibatkan efek yang berbeda, diantaranya akan muncul carpal tunnel
syndrome ketika terjadi kompresi pada saraf median, guyon canal syndrome karena jepitan saraf
ulnaris, bowlers thumb karena jepitan digital ulnaris cabang.
1. Carpal Tunnel Syndrome
Carpal tunnel syndrome pada dasarnya adalah sebuah saraf terjepit di pergelangan
tangan. Ada ruang di pergelangan tangan disebut carpal tunnel dimana saraf median dan
sembilan tendon dari lengan bawah ke tangan. Carpal tunnel syndrome terjadi ketika terjadi
pembengkakan di terowongan karpal sehingga memberikan tekanan/ kompresi pada saraf
median. Selain itu kompresi dapat disebabkan oleh dislokasi sendi, pembengkakan pada
lapisan tendon fleksor, dan bertambahnya cairan build-up pada saat kehamilan. Gejala yang
muncul pada pasien carpal tunnel syndrome adalah munculnya rasa nyeri, mati rasa,
kelemahan cengkraman, kesemutan paling sering terjadi di jari jempol, jari telunjuk, jari tengah
dan kelingking.
2. Guyon Canal Syndrome
Sindrom ini juga dikenal sebagai jeratan saraf ulnaris di pergelangan tangan. Pada
pergelangan tangan, saraf ulnaris memasuki kanal Guyon bersama dengan arteri ulnaris, yang
berjalan hanya lateral saraf. Kanal ini berjalan di sepanjang tepi bawah telapak tangan, di sisi
jari kelingking tangan. Di tengah kanal, saraf ulnaris terbagi menjadi dua cabang terminal
(dalam dan dangkal) yang pergi ke telapak, jari manis dan kelingking. Gejala yang
berhubungan dengan sindrom kanal Guyon jatuh ke dalam tiga jenis tergantung pada tingkat
dan jenis kompresi yang terlibat. Tipe I melibatkan kompresi dalam aspek proksimal kanal
Guyon, tipe II adalah jenis sindrom yang paling umum, dan hasil dari kompresi saraf ulnaris di
tingkat pergelangan tangan yang lebih rendah, Tipe III adalah yang paling umum, dan
melibatkan gangguan sensorik murni dari kompresi cabang dangkal pada aspek distal dari

kanal Guyon. Dari ketiga tipe tersebut secara umum menyebabkan hilang atau berkurangnya
sensari / perasaan.
3. Bowlers Thumb
Bowlers Thumb adalah kondisi medis, yang disebabkan karena tekanan berulang atau
kompresi saraf ulnaris. kompresi atau gesekan ini akan merusak saraf, yang memberikan
sensasi ke ibu jari.
Nerve entrapment syndrome ini dapat di diagnosis sesuai gejala-gejala yang dialami pasien
menggunakan MRI atau USG. Ahli radiologi harus tahu bagaimana anatomi normal saraf untuk
mengevaluasi cirtra yang dihasilkan dari pemeriksaan fisik dan menentukan tindakan medik yang
harus diambil. Pembacaan citra hasil MRI dan USG harus teliti agar diagnosisnya akurat, karena
pada masing-masing syndrome gejala yang dihasilkan hampir mirip dan saling berhubungan, atau
bisa jadi gejala yang ditunjukkan merupakan faktor penyebab kelainan yang lain. Sehingga
diperlukan pemeriksaan menyeluruh dari keluhan yang disampaikan pasien. Pencitraan
menggunakan MRI atau USG memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena tingkat
ketelitian dari transduser berbeda. Misalnya MRI yang tidak dapat menunjukkan atrofi pada pesien
dengan sindrom saraf anterior interoseus (AIN).

Guyons Canal Syndrome

Carpal Tunnel Syndrome

Bowlers Thumb

Persarafan ekstremitas atas


PUSTAKA
http://www.ajronline.org/doi/pdfplus/10.2214/AJR.10.4817?src=recsys ;Diunduh pada Jumat, 25 Maret 2016 : 11.30
http://www.scribd.com/doc/297098842/Nerve-Entrapment-Fida#scribd ;diunduh pada Jumat, 02 April 2016 : 21.45
http://www.assh.org/handcare/hand-arm-injuries/wrist-fractures ;Diunduh pada Sabtu, 03 April 2016 : 20.45
http://www.brainsurgeon.com/GUYON.HTM ;Diunduh pada Sabtu, 03 April 2016 : 20.50
http://www.acunaturalhealth.com.au/acupuncture-for-carpal-tunnel-syndrome/ ;Diunduh pada Sabtu, 03 April 2016
: 21.00