Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

Pemeriksaan surat berharga dan investasi dan


Pemeriksaan Persediaan

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS KELOMPOK AUDITING

DISUSUN OLEH :
1. Novia sulistyo putriyanti
2. Nayla Izah
3. Putri lestari
4. Erla Prihartini

131120000937
131120000954
131120000964
131120001010

UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA


JEPARA

PEMERIKSAAN SURAT BERHARGA DAN INVESTASI

A. Sifat dan Contoh Surat Berharga


Investasi dalam surat berharga merupakan aktiva lancar (current assets)/non
current assets, tergantung tujuan pembelian surat berharga
Berdasarkan tujuan pembelian surat berharga investasi dalam surat berharga
diklasifikasikan menjadi :
1. Temporary investment/marketable securities/current asset
Surat berharga dibeli dengan tujuan untuk memanfaatkan kelebihan
dana yang tersedia , biasanya surat berharga tersebut harus mudah
diuangkan dalam waktu singkat.
Contoh : deposito berjangka (lebih dari tiga bulan),saham/obligasi yang
marketable
2. Long term investment
Surat berharga dibeli dengan tujuan :
1. menguasai manajemen dari perusahaan yang sahamnya dibeli (lebih
besar atau sama dengan 50% dari saham yang beredar)
2. memperoleh pendapatan yang continues(missal dalam bentuk bunga
dari pembelian obligasi
3. sebagai sumber penampungan dari penjualan hasil produksi atau
sumber pembelian bahan baku
Menurut PSAK No.1 hal.1.10 (IAI:2002) :
Surat berharga diklasifikasi sebagai asset lancar jika surat berharga
direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca dan jika lebih dari 12
bulan diklasifikasikan sebagai asset tidak lancar .
Akuntansi untuk Investasi menurut PSAK No.13 hal.13.1 s.d. 13.2 dan 13.4 s.d.
13.6 (IAI:2002) :
Investasi adalah aktiva yang digunakan untuk pertumbuhan kekayaan
(accreation of wealth) melalui distribusi hasil investasi (bunga, royalti, deviden
dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi atau untuk manfaat lain bagi
perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan
perdagangan.

Investasi lancar adalah investasi yang dapat segera dicairkan dan


dimaksudkan untuk dimiliki selama setahun atau kurang.
Nilai wajar (fair value) adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai
dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak yang paham
(knowledgeable) dan berkeinginan melakukan transaksi wajar.
Nilai pasar adalah jumlah yang dapat diperoleh dari penjualan suatu
investasi dalam pasar yang aktif . Investasi yang memiliki pasar yang aktif adalah
nilai pasar digunakan sebagai indikator penetapan nilai wajar.
Metode akuntansi terdiri dari :
1. Entitas asosiasi : Investor harus mengukur investasinya pada entitas asosiasi
dengan menggunakan metode biaya (cost method)
2. Entitas anak : Investor harus mengukur investasinya pada entitas asosiasi
dengan menggunakan metode ekuitas (equity method)
B. Tujuan Pemeriksaan (Audit Objectives) Surat Berharga
1. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas
temporary dan long term investment
2. Untuk memeriksa apakah surat berharga yang tercantum di neraca, betul-betul
ada, dimiliki oleh dan atas nama perusahaan (client) per tanggal neraca
3. Untuk memeriksa apakah semua pendapatan dan penerimaan dari surat
berharga telah dibukukan dan uangnya diterima oleh perusahaan
4. Untuk memeriksa apakah penilaian (valuation) dari surat berharga sesuai
dengan PABU di Indonesia (PSAK)
5. Untuk memeriksa apakah penyajian dalam Laporan Keuangan sesuai dengan
PABU di Indonesia (PSAK)
C. Prosedur Pemeriksaan Surat Berharga yang Disarankan
1. Pelajari dan evaluasi internal control atas temporary dan long term investment
2. Minta rincian surat berharga (saldo awal, penambahan, pengurangan dan saldo
akhir)
3. Periksa phisik surat berharga yang dilakukan bersamaan dengan kas opname
dan kepemilikannya
4. Cocokkan data dalam rincian dengan BAP phisik surat berharga
5. Periksa mathematical accuracy dari rincian surat berharga
6. Cocokkan saldo akhir dari rincian tersebut dengan buku besar
7. Lakukan vouching atas pembelian dan penjualan surat berharga, perhatikan
otorisasi dan kelengkapan bukti pendukung
8. Periksa perhitungan bunga dan dividen serta perpajakannya, apakah
bunga/dividen yang diterima telah dibukukan

9. Periksa harga pasar surat berharga pada tanggal neraca.


Temporary investment berdasarkan mana yang paling rendah antara
harga beli dan harga pasar
Long term investment berdasarkan harga beli
10. Diskusikan dengan manajemen jika ada perubahan tujuan pembelian surat
berharga yang akan mempengaruhi klasifikasi surat berharga
11.Periksa subsequent event untuk memeriksa apakah ada transaksi sesudah
tanggal neraca yang akan mempengaruhi klasifikasi surat berharga
12.Periksa apakah penyajiannya sesuai dengan PABU/PSAK
13.Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo temporary & long term
investment

PEMERIKSAAN PERSEDIAAN
(INVENTORIES)

A. Pengertian persediaan

Menurut PSAK No. 14, hal. 14.1 s.d. 14.2 dan 14.9-IAI, 2002 Persediaan
adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, dalam
proses produksi dan atau dalam perjalanan, atau dalam bentuk bahan atau
perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses atau pemberian jasa.
Persediaan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1. Biasanya merupakan asset lancer (current assets) karena amsa perputarannya
biasanya kurang atau sama dengan satu tahun
2. Merupakan jumlah yang besar , terutama dalam perusahaan dagang dan
industry
3. Mempunyai pengaruh yang besar terhadap rencana dan perhitungan laba rugi ,
karena kesalahan dalam menentukan persediaan pada akhir periode akan
mengakibatkan kesalahan dalam jumlah asset lancer dan total asset , harga
pokok penjualan , laba kotor dan laba bersih , taksiran pajak penghasilan ,
pembagian deviden dan laba rugi ditahan , kesalahan tersebut akan terbawa ke
laporan keuangan periode berikutnya .
Contoh dari perkiraan perkiraan yang baisa digolongkan sebagai
persediaan adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bahan baku (raw materials)


Barang dalam proses (work in process)
Barang jadi (finished goods)
Suku cadang (sparepart)
Bahan pembantu
Barang dalam perjalanan
Barag konsinyasi

B. TUJUAN PEMERIKSAAN PERSEDIAAN


1. Untuk Memeriksa keberadaan internal control yang cukup baik atas
persediaan
2. Untuk Memeriksa keberadaan,keterjadian dan kepemilikan persediaan yang
tercantum di Neraca
3. Untuk Memeriksa kesesuaian metode penilaian persediaan dengan
PABU/PSAK
4. Untuk Memeriksa kesesuaian pencatatan persediaan

5. Untuk Memeriksa allowance untuk barang rusak (defective), bergerak lambat


(slow moving) dan ketinggalan mode (absolescence)
6. Untuk Mengetahui adanya persediaan yang dijadikan jaminan kredit
7. Untuk Mengetahui apakah persediaan diasuransikan dengan nilai
pertanggungan yang cukup
8. Untuk Mengetahui perjanjian pembelian/penjualan persediaan
(purchase/sales commitment) yang mempunyai pengaruh besar terhadap
laporan keuangan
9. Untuk Memeriksa kesesuaian penyajian persediaan dalam laporan keuangan
dengan PABU/PSAK
C. PROSEDUR PEMERIKSAAN PERSEDIAAN
Prosedur pemeriksaan persediaan dibagi menjadi prosedur compliance
test, analytical review dan substantive test.
Prosedur pemeriksaan persediaan mencakup : pembelian, penyimpanan,
pemakaian dan penjualan persediaan, berkaitan dengan pembelian (utang dan
pengeluaran kas), berkaitan dengan siklus penjualan (piutang dan penerimaan
kas).
1. Prosedur Pemeriksaan untuk Compliance Test :
a. Pelajari dan evaluasi internal control persediaan :Menggunakan ICQ
dan Test transaksi (compliance test) pembelian, dengan sampel
purchase order.Test transaksi pemakaian (bahan baku), dengan sampel
material requisition.Test transaksi penjualan, dengan sampel faktur
penjualan.
b. Tarik kesimpulan mengenai internal control persediaan . Jika tidak
menemukan kesalahan, berarti internal control persediaan berjalan
efektif, maka substantive test persediaan bisa dipersempit
2. Prosedur Pemeriksaan Substantive :
a. Lakukan observasi atas stock opname (perhitungan phisik) yang
dilakukan klien
b. Minta Final Inventory List (Inventory Compilation) dan lakukan
parosedur berikut :
Check mathematical accuracy (penjumlahan dan perkalian)
Cocokkan quality per book dengan stock card
Cocokkan quantity per count dengan count sheet kita
Cocokkan total value dengan buku besar persediaan
c. Kirimkan konfirmasi untuk persediaan consignment out
d. Periksa unit price dari bahan baku, barang dalam proses, barang jadi
dan bahan pembantu
e. Lakukan rekonsiliasi, jika stock opname dilakukan sebelum/sesudah
tanggal neraca

Periksa cukup tidaknya allowance untuk barang yang bergerak lambat,


rusak dan ketinggalan mode
f. Periksa subsequent event
g. Periksa cut-off penjualan dan pembelian
h. Periksa jawaban konfirmasi dari bank, perjanjian kredit, notulen rapat
i. Periksa apakah ada sales atau purchase commitment per tanggal neraca
j. Jika ada barang dalam perjalanan (Good in Transit), lakukan prosedur
berikut :
Minta rincian goods in transit per tanggal neraca
Periksa mathematical accurancy
Periksa subsequent clearence
k. Buat kesimpulan hasil pemeriksaan persediaan dan usulan adjustment
jika diperlukan Periksa apakah penyajian persediaan sesuai dengan
PABU/PSAK