Anda di halaman 1dari 2

GAWAT JANIN

Dikatakan gawat janin dalam persalinan, apabila denyut jantung (DJJ) kurang dari 100
kali per menit atau lebih dari 180 kali per menit, dan/ atau air ketuban hijau kental (Saefuddin,
2002).
Perlu diketahui bahwa prinsip pemantauan atau penilaian janin selama persalinan
terutama mengevaluasi status oksigenasi janin untuk mempertahankan kesejahteraan janin
dengan deteksi dini dan menghilangkan adanya gawat janin.
Diagnosis
Diagnosis gawat janin pada saat persalinan didasarkan pada denyut jantung janin yang abnormal.
Diagnosis yang lebih pasti jika disertai air ketuban hijau dan kental/ sedikit. Gawat janin dapat
terjadi dalam persalinan, karena:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Partus lama
Infus oksitosin
Perdarahan
Infeksi
Insufisiensi plasenta
Ibu diabetes
Kehamilan premature dan postmatur atau prolaps tali pusat

Sehingga bila ada kasus-kasus tersebuit, harus segera di deteksi dan perlu ditangani dengan
segera (Saefuddin, 2002).
Resiko Komplikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kematian janin
Kematian neonates/ bayi baru lahir
Meconium Aspiration Syndrome
Perdarahan intracranial
Hipoksia
Hipoglikemia

Penanganan
Beberapa tindakan dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Kenali tanda-tanda gawat janin, lakukan tindakan yang sesuai.


2. Atur posisi ibu
3. Koreksi hipotensi maternal, dengan:
Tinggikan kaki
Tingkatkan tetesan infuse
4. Hentikan infuse oksitosin
5. Beri oksigen
6. Pemeriksaan vagina untuk melihat adanya prolaps tali pusat
7. Pemeriksaan sampling darah janin
8. Persiapkan terminasi kehamilan bila diindikasikan
9. Jelaskan dengan singkat setiap tindakan darurat yang dilakukan
10. Yakinkan pada ibu bahwa dalam keadaan darurat, peralatan medic dan personil siap untuk
menolong persalinan ibu.