Anda di halaman 1dari 2

RS JANTUNG

HASNA MEDIKA
CIREBON

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENANGANAN MASALAH ETIK


No Dokumen

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
1/1

Ditetapkan oleh
Direktur RS. Jantung Hasna Medika
dr. Nurdin

PENGERTIAN

Penanganan masalah etika kedokteran/medikolegal yang


terjadi dalam rumah sakit

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan Iangkah dalam penanganan


masalah etika kedokteran

KEBIJAKAN

Masalah etika kedokteran diproses melalui Direktur Rumah


Sakit, Medikolegal dan etik
1. Pengaduan dapat berasal dan keluarga, karyawan
paramedis, sejawat lain dan kotak saran.
2. Penanganan tahap pertama akan dilakukan oleh
Penanggung Jawab, Supervisor dan Kepala Bidang

PROSEDUR

3. Apabila belum terselesaikan masalahnya akan


diteruskan ke Kepala Rumah Sakit
4. Kepala Rumah Sakit bersama-sama dengan Kepala
Bidang akan menyelidiki masalah tersebut Iebih
mendalam.
5. Kepala Rumah Sakit akan memanggil pasien atau yang
mewakilinya.
6. Kalau masalah bisa diselesaikan oleh direktur, maka
setelah selesai memberitahukannya ke Komite Medik
7. Apabila masalahnya cukup sulit maka pengaduan
tersebut diteruskan kepada Komite Medik untuk ditindak
lanjuti.
8. Ketua Komite Medik menyerahkan berkas pengaduan
ke Panitia Etika Kedokteran untuk dipelajari.
Panitia Etika Kedokteran meneliti berkas tersebut
10. Panitia Etika Kedokteran membahas dengan RS terkait,
kalau perlu mengundang pakar dan luar melalui

RS JANTUNG
HASNA MEDIKA
CIREBON

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PENANGANAN MASALAH ETIK


No Dokumen

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
2/2

Ditetapkan oleh
Direktur RS. Jantung Hasna Medika
dr. Nurdin

Komite Medik.
11. Setelah mendapat kesimpulan Komite Medik akan
membahsnya dengan Kepala Rumah Sakit.

PROSEDUR

12. Kemudian Direktur dan Komite Medik akan memanggil


pasien dan atau keluarganya untuk membahas dan
menjelaskan masalahnya.
13. Dalam pemecahan masalah diusahakan melalui proaktif.

UNIT TERKAIT

Kepala Ruang Rawat inap, kamar operasi, kamar bersalin,


informasi, kasir, keuangan, poliklinik, management, farmasi,
Unit PP, Kepala Rumah Sakit, Komite Medik