Anda di halaman 1dari 9

Isi Modul

: 1. Materi
2. Evaluasi

Topik I

: Asuhan kebidanan pada kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal


sesuai dengan prosedur dan kewenangan.

Sub Topik

: Penanganan komplikasi dalam Ibu Nifas dan Menyusui


1. Subinvolusi Uteri
2. Bendungan Payudara
3. Infeksi payudara
4. Trombophlebitis
5. Luka perineum

Waktu

: 1 T = 50 ; 3 P = 300

Peserta didik

: Mahasiswa Prodi Kebidanan D III Tinggkat II/ Semester IV

Prasarat

: Lulus Mata kuliah Semester III

Cara mempelajari modul


1. Bacalah isi pendahuluan modul ini dengan baik, dan secara keseluruhan sehingga Anda
mengetahui isi modul ini, manfaat yang akan Anda peroleh serta bagaimana cara mengkaji
isi modul ini.
2. Baca isi modul ini dengan cermat bagian perbagian.
3. Upayakan Anda benar-benar memahaminya dengan cara berdiskusi dengan teman sejawat
maupun melalui pemahaman Anda sendiri.
4. Kerjakan latihan dan tes formatif yang tersedia dengan sungguh-sungguh dan upayakan
untuk tidak melihat petunjuk jawaban latihan dan kunci jawaban sebelum Anda selesai
mengerjakannya.
5. Selamat belajar dan semoga sukses!

Tujuan Pembelajaran Umum


Mahasiswa mampu Memberikan kemampuan kepada peserta didik untuk memberikan
pertolongan pertama pada kegawatdaruratan maternal neonatal.

Tujuan Pembelajaran Khusus


1.
2.
3.
4.

Memahami konsep kegawatdaruratan maternal neonatal


Memahami prinsip penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal
Memahami kondisi maternal neonatal yang beresiko kegawatdaruratan
Memberikan asuhan kebidanan pada kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal sesuai

prosedur dan kewenangan


5. Melakukan pendokumentasian asuhan kebidanan pada kasus kegawatdaruratan maternal dan
neonatal
Media dan peralatan belajar
Audio Visual

MATERI IV
INFEKSI NIFAS
Definisi

Infeksi nifas mencakup semua peradangan yg disebabkan oleh masuknya kuman-kuman

kedalam alat-genital genital pd wktu persalinan dan nifas.


Demam dalam nifas sering disebabkan infeksi nifas, ditandai dengan suhu 38 C yg terjadi

selama 2 hari berturut-turut.


Kuman2 penyebab infeksi dapat berasal dari eksogen atau endogen, kuman2nya seperti
streptococcus, bacil coli, staphylococcus.

Faktor Predisposisi

Perdarahan
Trauma persalinan
Partus lama
Retensio plasenta
KU ibu (anemia dan malnutrition)

Patologi
Patologi infeksi nifas sama dgn infeksi luka. Infeksi itu dapat:

Terbatas pada lukanya (infeksi luka perineum, vagina, serviks atau endometrium).
Infeksi itu menjalar dari luka ke jaringan sekitarnya (thrombophlebitis, parametritis,
salpingitis, peritonitis)

Macam-macam infeksi nifas :


SUBINVOLUSI
Definisi
Subinvolusi adalah kegagalan uterus untuk mengikuti pola normal involusi, dan keadaan ini
merupakan salah satu dari penyebab terumum perdarahan pasca persalinan.
Tanda dan Gejala
Biasanya tanda dan gejala subinvolusi tidak tampak, sampai kira-kira 4 hingga 6 minggu pasca
persalinan. Fundus uteri letaknya tetap tinggi didalam abdomen/pelvis dari yang diperkirakan.
Keluaran lokia sering kali gagal berubah dari bentuk rubra ke bentuk serosa, lalu ke bentuk lokia
alba. Lokia bisa tetap dalam bentuk rubra, atau kembali kebentuk rubra dalam beberapa hari
pasca persalinan. Lokia yang tetap bertahan dalam bentuk rubra selama lebih dari 2 minggu
pasca persalinan sangatlah perlu dicurigai terjadi kasus subinvolusi. Jumlah lokia bisa lebih
banyak dari pada yang diperkirakan. Leukore, sakit punggung dan lokia berbau mnyengat, bisa

terjadi jika ada infeksi. Ibu bisa juga memiliki riwayat perdarahan yang tidak teratur, atau
perdarahan yang berlebihan setelah kelahiran.

BENDUNGAN ASI
Definisi
Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau oleh
kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada putting susu.
Payudara bengkak terjadi karena hambatan aliran darah vena atau saluran kelenjar getah bening
akibat ASI terkumpul dalam payudara. Kejadian ini timbul karena produksi yang berlebihan,
sementara kebutuhan bayi pada hari pertama lahir masih sedikit.
Patologi
Faktor predisposisi terjadinya bendungan ASI antara lain :

Faktor hormon
Hisapan bayi
Pengosongan payudara
Cara menyusui
Faktor gizi
Kelainan pada puting susu

Patofisiologi

Gejala yang biasa terjadi pada bendungan ASI antara lain payudara penuh terasa panas, berat

dan keras, terlihat mengkilat meski tidak kemerahan.


ASI biasanya mengalir tidak lancar, namun ada pula payudara yang terbendung membesar,

membengkak dan sangat nyeri, puting susu teregang menjadi rata.


ASI tidak mengalir dengan mudah dan bayi sulit mengenyut untuk menghisap ASI. Ibu
kadang-kadang menjadi demam, tapi biasanya akan hilang dalam 24 jam (Mochtar, 1998).

Penatalaksanaan

Upaya pencegahan untuk bendungan ASI adalah :

Menyusui dini, susui bayi sesegera mungkin (setelah 30 menit) setelah dilahirkan
Susui bayi tanpa jadwal atau ondemand
Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa, bila produksi melebihi kebutuhan bayi
Perawatan payudara pasca persalinan

Upaya pengobatan untuk bendungan ASI adalah :

Kompres hangat payudara agar menjadi lebih lembek


Keluarkan sedikit ASI sehingga puting lebih mudah ditangkap dan dihisap oleh bayi.
Sesudah bayi kenyang keluarkan sisa ASI
Untuk mengurangi rasa sakit pada payudara, berikan kompres dingin
Untuk mengurangi statis di vena dan pembuluh getah bening lakukan pengurutan (masase)
payudara yang dimulai dari putin kearah korpus.

INFEKSI PAYUDARA
Dalam masa nifas dapat terjadi infeksi dan peradangan pada mammae terutama pada primipara.
Tanda-tanda adanya infeksi adalah rasa panas dingin disertai dengan kenaikan suhu, penderita
merasa lesu dan tidak ada nafsu makan. Penyebab infeksi adalah staphilococcus aureus. Mamae
membesar dan nyeri dan pada suatu tempat, kulit merah, membengkak sedikit, dan nyeri pada
perabaan. Jika tidak ada pengobatan bisa terjadi abses.
Berdasarkan tempatnya infeksi dibedakan menjadi :

Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola mamae.


Mastitis ditengah-tengah mammae yang menyebabkan abses ditempat itu.
Mastitis pada jaringan dibawah dorsal dari kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara
mammae dan otot-otot dibawahnya.

Perawatan putting susu pada laktasi merupakan usaha penting untuk mencegah mastitis.
Perawatan terdiri atas membersihkan putting susu dengan minyak baby oil sebelum dan sesudah

menyusui untuk menghilangkan kerak dan susu yang sudah mengering. Selain itu juga memberi
pertolongan kepada ibu menyusui bayinya harus bebas infeksi dengan stafilococus. Bila ada luka
atau retak pada putting sebaiknya bayi jangan menyusu pada mammae yang bersangkutan, dan
air susu dapat dikeluarkan dengan pijitan.
THROMBOPHLEBITIS
Penjalaran infeksi melalui vena. Sering terjadi dan menyebabkan kematian. Dua golongan vena
yg memegang peranan yaitu:

Vena-vena dinding rahim lig. Latum (vena ovarica, vena uterina, dan vena hipogastrika) atau

disebut tromboplebitis pelvic


Vena-vena tungkai (vena femoralis, poplitea, dan saphena) atau disebut tromboplebitis
femoralis

Tromboplebitis pelvic

Yg paling sering meradang adalah vena ovarica, karena pd vena ini mengalirkan darah dr

luka bekas plasenta.


Penjalarannya yaitu dr vena ovarica kiri ke vena renalis, vena ovarica kanan ke cava inferior

Tromboplebitis femoralis

Dari trombophelebitis vena saphena magna atau peradangan vena femoralis sndr
Penjalaran thrombophebitis vena terin
Akibat parametritis : thrombophlebitis pd vena femoralis mgkn tjd krn alirandarah lambat

didaerah lipat paha krn vena tertekan lig.inguinale.


Thrombophlebitis femoralis tjd oedem tungkai yg mulai pd jari kaki dan naik ke kaki, betis,

dan paha. Biasanya hanya 1 kaki yg bengkak tapi kadagn keduanya.


Penyakit ini dikenal dgn nama phlegmasia alba dolens (radang yg putih & nyeri)

LUKA PERINEUM

Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara
alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk
rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan.
Rupture adalah robek. dan perineum merupakan area berbentuk belah ketupat bila di lipat
dari bawah, dan bisa dibagi antara regio urogenital di anterior dan region anal di posterior oleh
garis yang menghubungkan tuberositasiskia secara horizontal.
Dapat di simpulkan bahwa rupture perineum merupakan robekan jalan lahir baik di
sengaja ataupun tidak untuk memperluas jalan lahir.

EVALUASI
1. Ny. R, umur 36 tahun post partum hari ke 3, datang ke bidan dengan keluhan badan terasa
panas, merasa menggigil saat badan tidak panas, nyeri pada perut bagian samping, Hasil
pemeriksaan TD: 100/80 mmHg, S: 39C, R: 20 x/mnt, N: 80 x/mnt, TFU pertengahan pusat
dengan simfisis.
Berdasarkan tanda dan gejala Ny.R, diagnosanya adalah........
a. Tromboflebitis femoralis
b. Endometritis
c. Tromboplebitis
d. Flebitis

2. Ny.M 23 tahun, P3A0 post partum 4 jam yang lalu bersalin spontan normal dengan rupture
perineum dan dijahit derajat II. Saat ini kolostrum lancar, bayi menyusu kuat, kontraksi
uterus kuat, TFU 1 jari dibawah pusat. Kandung kemih teraba penuh, tapi belum merasakan
keinginan untuk miksi.
Kelanjutan masalah yang bisa muncul karena keluhan Ny. M saat ini adalah..
a. Haemoroid

b. Gagal Ginjal
c. Thrombophlrbitis
d. Subinvolusi uteri
3. Salah satu penyebab keluhan pada Ny. M adalah
a. Gangguan adaptasi psikologis
b. Adanya proses subinvolusi uteri
c. Adanya luka jahitan perineum
d. Kurangnya input cairan selama proses persalinan
4. Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan Ny. M adalah
a. Kateterisasi
b. Pemberian anti diuretic
c. Ambulasi kekamar kecil
d. Kompres dengan buli-buli panas

5. Ny. N 31 tahun P1A0 post partum hari ke-2 dengan persalinan spontan, namun bayi
meninggal karena gagal nafas. Saat ini payudara terlihat membesar, dan teraba tegang,
kemerahan dan nyeri berdenyut. Ny. N menangis bila teringat bayinya. Namun mampu
berkomunikasi dengan baik dan kooperatif.
a. Mastitis
b. Postpartum blues
c. Infeksi peurperalis
d. Bendungan Payudara
KUNCI JAWABAN
1. C
2. D
3. C
4. C
5. D

REFERENSI
Sari, E.P & Rimandhini K. D. (2014) Asuhan Kebidanan pada Masa NIfas dan Menyusui.
Jakarta Cv: Trans info Medika.
Marlitalia, D. (2012) Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

REKOMENDASI
Manuaba, I. A. dkk. (2010) Asuhan Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC.